Anda di halaman 1dari 4

PERBEDAAN KARAKTERISTIK ANTARA DM TIPE 1 DAN DM TIPE 2 (Soegondo dkk, Petunjuk Pengelolaan DM tipe 2, Perkeni 2003) No.

DM tipe I (IDDM) No. DM tipe II (NIDDM) 1. MUdah terjadi ketoasidosis (peningkatan 1. Jarang terjadi ketoasidosis keasaman darah karena zat keton) 2. Pengobatan harus dengan insulin 2. Pengobatan dengan Antidiabetik oral dan kalau perlu dengan insulin 3. Biasanya pasien kurus 3. Dapat terjadi pada pasien gemuk maupun kurus 4. Terjadi pada usia muda atau remaja 4. Kebanyakan terjadi pada usia 40 tahun atau lebih 5. 10% ada riwayat keluarga menderita DM 5. 30% ada riwayat keluarga menderita DM 6. 30-50% kembar identic terkena 6. 100% kembar identic terkena 7. Dalam pemeriksaan darah ditemukan ICA (Islet Cell 7. Tak ditemukan ICA Antibody) 8. Penyebab: kekurangan insulin absolute karena 8. Penyebab: kekurangan insulin relative kerusakan sel beta pancreas sebagai dampak autoimun dan penyebab tak jelas. Sumber: IKAPI. 2010. 5 strategi penderita diabetes mellitus berusia panjang. Yogyakarta: Penerbit Kanisius (hlm.19)

PENGKAJIAN I. IdentitasKlien Nama Umur JenisKelamin DiagnosaMedis II.

:: 68 tahun : Wanita : Diabetes Mellitus tipe 2

RiwayatKesehatanKlien KeluhanUtama : Klienmengeluhterdapatluka di kaki kanan, akibatkulit yang melepuhsejak 1 bulan yang lalu. RiwayatKesehatanSekarang: P:Q: Kaki terasabengkak, terasapanas, berdarah (+), nanah (+) R :Digiti 1 pedisdextra S:T:RiwayatKesehatanDahulu : RiwayatKesehatanKeluarga : -

RiwayatPekerjaandanKebiasaan : Psikologis : III. PemeriksaanFisik KeadaanUmum :tampaksakitsedang, kompos mentis TD 120/70 mmHg Nadi 90x/mnt RR 20x/mnt Suhu 37,5oC TB 153 cm BB 1 tahunlalu 72 kg, saatini 51 kg Kepala Inspeksi - Warna : belumterkaji - Distribusi : belumterkaji - Kulitkepala : belumterkaji Palpasi - Nyeri : belumterkaji - Benjolan : belumterkaji - Kekuatanrambut : belumterkaji Wajah Inspeksi - Simetris : belumterkaji - Benjolan : belumterkaji - Warna : belumterkaji Palpasi - Massa/ benjolan : belumterkaji - Nyeri : belumterkaji Mata Inspeksi - Sclera : belumterkaji - Konjungtiva : pucat - Pupil : belumterkaji - Bola mata : belumterkaji Palpasi - Nyeri : belumterkaji - Peningkatantekanan intra okuler Leher

: belumterkaji

Inspeksi - Pembesaranlimfa - Pembesarantiroid - Peradangan/ lesi Palpasi - Pembesaranlimfa - Pembesarantiroid - Peradangan/ lesi Paru Inspeksi - Kesimetrisan - Iramanafas - Frekuensinafas Jantung Auskultasi BunyiJantung

: belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji

: belumterkaji : belumterkaji : 20x/mnt

: belumterkaji

Abdomen Inspeksi - Benjolan : belumterkaji - Luka : belumterkaji - Kesimetrisan : belumterkaji Perkusi Suara abdomen timpani : belumterkaji Eksremitas 1. Eksremitasatas Inspeksi - Kesimetrisan : belumterkaji - Edema : tidakada - Kuku : belumterkaji - Ulkus : tidakada Palpasi - Turgor :belumterkaji - Benjolan : belumterkaji - Bunyikrepitasi : belumterkaji - Suhu : belumterkaji - Sensasi : Baal (+) 2. Ekremitasbawah Inspeksi

IV.

Kesimetrisan Edema Kuku Ulkus Palpasi Turgor Benjolan Bunyikrepitasi Suhu Sensasi

: belumterkaji : tidakada : belumterkaji : terdapatulkus :belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji : belumterkaji : Baal (+)

PEMERIKSAAN PENUNJANG Laboratorium GDS 423 mg/dl Hb 7,8 mg/dl Leukosit 12900 Albumin 1,4