Anda di halaman 1dari 8

BED SITE TEACHING

COMBUSTIO DERAJAT II 8%
Disusun Untuk Memenuhi Sebagian Syarat Program Kepaniteraan Klinik Bagian Ilmu Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Disusun oleh : Maharita Pandikasari 2008 031 0027

Diajukan Kepada : dr. Sunarto, Sp. B

BAGIAN ILMU BEDAH RSUD SETJONEGORO WONOSOBO FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA 2013 HALAMAN PENGESAHAN

BED SITE TEACHING

Berjudul

COMBUSTIO DERAJAT II 8%

Oleh: Maharita Pandikasari 20080310027

Telah Disetujui oleh: Dosen Pembimbing dan Penguji

dr. Sunarto, Sp. B

BED SIDE TEACHING

LUKA BAKAR DERAJAT II 18% I. IDENTITAS Nama Umur Jenis Kelamin Alamat Agama Pekerjaan No. RM Tanggal masuk RS Tanggal keluar RS ANAMNESIS Dilakukan alloanamnesis dan autoanamnesis serta pemeriksaan fisik pada tanggal 30 Maret 2013 di Bougenville jam 06.00 1. Keluhan Utama Luka bakar pada kedua tungkai 2. Riwayat penyakit Sekarang (RPS) Seorang laki laki 28 tahun datang ke Instalasi Gawat Darurat RSU Setjonegoro diantar oleh keluarganya karena luka bakar pada kedua tungkai. Waktu kejadian kira-kira 10 jam sebelum sampai IGD. Luka bakar timbul akibat tersiram bensol. Pasien langsung ke luar dapur setelah terkena api bensin dan terjatuh di halaman dengan tidak sadarkan diri. Begitu pasien bangun, api sudah padam dari kaki pasien. Pasien tampak pucat, lemah dan kesakitan. Kejadian terjadi dari dapur rumah anak pasien. Pasien sadar, nafas tidak sesak maupun tersengal - sengal. Pasien mengeluh BAK sedikit. Pasien sudah berobat ke klinik asyifa dan hanya dibalut kassa dengan masih banyak bulatan- bulatan luka nampak cairan di dalamnya. 3. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) Luka bakar seperti ini belum pernah terjadi pada dirinya. Sebelumnya pasien belum pernah mondok di rumah sakit. Tidak ada riwayat penyakit hipertensi, diabetes mellitus, jantung, operasi, dan mondok di RS. 4. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK)

: Tn. T : 28 tahun : Laki - Laki : Sukoharjo Wonosobo : Islam : Buruh : 564387 : 29 Maret 2013 / jam 18.40 : 4 April 2013

II.

Anggota keluarga tidak memiliki penyakit hipertensi, diabetes mellitus, dan keganasan. 5. Anamnesis Sistemik a. Sistem serebrospinal b. Sistem respirasi d. Sistem digestivus BAB tak lancar e. Sistem urogenital : BAK kurang lancar, sedikit, warna kuning f. Sistem muskuloskeletal : tidak ada hambatan dalam gerakan tangan, gerakan kaki terbatas karena nyeri g. Sistem integumentum : luka bakar pada kedua tungkai, bula, kemerahan dan lepuh, suhu raba hangat, nyeri tekan h. Kejiwaan III. Resume Anamnesa Seorang laki laki 28 tahun datang ke IGD dengan luka bakar di kedua tungkai akibat terbakar bensol di dapur rumahnya. Pasien langsung lari keluar dapur dan terjatuh di halaman dengan tidak sadarkan diri, begitu pasien bangun, api sudah padam. Pasien dibawa ke klinik asyifa, tetapi keadaan tidak membaik. 10 jam post kejadian pasien sampai di IGD. IV. PEMERIKSAAN FISIK 1. Keadaan Umum Lemah, tampak kesakitan. Kesadaran : compos mentis, GCS : E4V5M6. 2. Vital Sign TD : 120/70 mmHg HR : 60 kali/menit, teraba kuat, simetris kanan kiri, reguler, ritmis RR : 20 kali/menit, tipe thorakoabdominal t : 37,2 : tenang : tidak pusing, tidak demam : tidak batuk, tidak pilek, tidak sesak nafas : tidak mual, tidak muntah, tidak kembung, bisa kentut,

c. Sistem kardiovaskuler : dada tidak berdebar debar, tidak nyeri dada

3. Status Generalis

a. Kulit: Warna coklat sawo matang, tidak ikterik, tidak hipo maupun hiper pigmentasi, kulit di kedua tungkai tampak merah dan pucat di tengah serta terdapat bula. b. Kepala: 1) Rambut panjang hitam lurus, tidak mudah dicabut. 2) Bentuk kepala mesocepal, simetris, tidak ada deformitas. 3) Muka tidak terdapat luka ataupun jejas. 4) Mata: penglihatan jelas, conjungtiva tidak anemis, sklera tidak ikterik, pupil isokor, reflek cahaya positif. 5) Hidung: tidak terdapat nafas cuping hidung dan retraksi dinding dada, deformitas tulang hidung, sekret hidung. 6) Telinga: serumen minimal, tidaak terdapat sekret, tidak mengeluarkan darah 7) Mulut : bibir kering, papil lidah tidak atropi, ovula tidak membesar, gigi utuh, tidak ada tanda radang c. Leher 1) Tak tampak adanya massa, tidak terdapat pembesaran limfo nodi dan tanda peradangan 2) JVP dalam batas normal d. Thorax Paru paru : 1) Inspeksi Simetris kanan kiri, tidak ada deformitas, tidak ada ketinggalan gerak, tidak ada retraksi dinding dada. Sifat pernafasan thoraco abdominal. 2) Palpasi Fokal fremius seimbang antara paru-paru kanan dan kiri. tidak ada pembesaran limfonodi axilaries. 3) Perkusi Seluruh lapang paru sonor, batas atas hepar SIC VI midclavicula kanan. 4) Auskultasi Suara dasar paru vesikuler, tak ada suara tambahan di semua lapang paru Jantung : 1) Inspeksi 2) Palpasi 3) Perkusi : Ictus Cordis tak terlihat : Ictus cordis tak teraba : Batas Jantung

Kanan atas Kiri atas Kiri bawah 4) Auskultasi

: SIC II Linea Para Sternalis Dextra : SIC II LMC sinistra : SIC IV LMC sinistra

Kanan bawah: SIC IV LPS dextra

SI-SII reguler, tidak terdapat bising jantung, murmur maupun gallop. e. Abdomen 1) Inspeksi 3) Perkusi 4) Palpasi f. Anogenital Tidak ada tanda-tanda radang, tidak ada benjolan, tidak ada discharge yang keluar lewat vagina. g. Ekstremitas Superior : bentuk normal anatomis tidak deformitas, tidak tedapat nyeri gerak aktif dan pasif. Akral hangat dan tidak udem. Kekuatan 5/5. Sensitifitas N/N. Inferior : tidak terlihat adanya deformitas, gerakan terbatas nyeri ketika digerakkan. Akral hangat dan udem pada dorsum pedis. Kekuatan 5/5. Sensitifitas N/N. 4. Status Lokalis: Cruris dextra anterior: Cruris sinistra anterior: Total 4% 4% 8% : flat, dinding perut sejajar dengan dinding dada. : Timpani, tidak ada suara pekak beralih. : Supel, hepar dan lien tidak teraba, tidak ada nyeri tekan 2) Auskultasi : terdengar bising usus.

1) Inspeksi Tampak luka bakar meluas, batas tegas, terdapat bekas pecahan bula bewarna pucat dan kemerahan pada regio cruris anterior dekstra dan sinistra, Nampak edema pada kedua dorsum pedis. 2) Palpasi Terdapat nyeri tekan di daerah luka bakar, masih terdapat sensasi perabaan V. HASIL PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Laboratorium darah Hemoglobin Lekosit Eusinofil Basofil Netrofil Limfosit Monosit Hematokrit Trombosit MCV MCH MCHC : 13,9 : 9,7 : 0.10 : 0,20 : 73,80 : 20,90 : 5,00 : 43 : 270 : 83 : 27 : 32 ( 11,7- 15,5 ) g/dL ( 3,6 11,0 ) 10^3 /uL ( 2,00 4,00) % (01)% ( 50 70 ) % ( 25 40 ) % (28)% ( 35-47 ) % ( 150 400 ) 10^3 / uL ( 80 100 ) fl ( 26 34 ) pg ( 32 36 ) g/dL

VI. DIAGNOSIS Combustio derajat II 8% ec mekanis terbakar api. VII. PENATALAKSANAAN 1. Saat di IGD hari ke-1 (29 Maret 2013) Debridemen luka Infus RL 25 tpm Cefotaxim 2x1g IV Ketorolac 2x1amp Burnazin zalp Motivasi banyak minum

2. Hari ke-2-5 (30 Maret 4 April 2013) Rawat terbuka Infus RL 30 tpm Amoxsisilin 3x1g Ketorolac 2x1amp Burnazin krim

3. Hari ke-6 (4 April 2013) Boleh pulang Luka ditutup dengan supratule Amoxsisilin 3x500mg Asam Mefenamat 3x500mg Antasida 3x1 tab