Anda di halaman 1dari 16

Manajemen Umur

Manusia

Usia 40 Tahun
nikmat

yang sempurna telah diterimanya dan


diterima oleh orang tuanya,

kecenderungan

diri untuk beramal yang

positif,
rumah

tangga yang beranjak harmonis,

kecenderungan

diri bertaubat dan kembali


kepada Sang Pencipta,

ketegasannya

mendeklarasikan diri sebagai


pemeluk agama Islam.










Apakah Kami tidak
memanjangkan umurmu dalam
tempo yang cukup untuk berpikir
bagi orang-orang yang mau
berpikir, dan (apakah tidak)
datang kepadamu pemberi
peringatan?
(Q.S. Fthir: 37)

Usia Manusia
1.

periode kanak-kanak atau


thufuliyah,

2.

periode muda atau syabab,

3.

periode dewasa atau kuhulah,


dan

4.

periode tua atau syaikhukhah.

Menurut Ibnu Qayyim Al-Jauziyah


1.

2.

3.

4.

Periode kanak-kanak
Lahir hingga baligh,

Muda
baligh sampai 40 tahun

Dewasa
usia 40 tahun sampai 60 tahun,

Tua
dari 60-70 tahun.

Seorang hamba muslim bila usianya mencapai


empat puluh tahun, Allah akan meringankan
hisabnya (perhitungan amalnya). Jika usianya
mencapai enam puluh tahun, Allah akan
memberikan anugerah berupa kemampuan
kembali (bertaubat) kepada-Nya. Bila usianya
mencapai tujuh puluh tahun, para penduduk
langit (malaikat) akan mencintainya. Jika
usianya mencapai delapan puluh tahun, Allah
akan menetapkan amal kebaikannya dan
menghapus amal keburukannya. Dan bila
usianya mencapai sembilan puluh tahun, Allah
akan mengampuni dosa-dosanya yang telah
lalu dan dosa-dosanya yang belakangan, Allah
juga akan memberikan pertolongan kepada
anggota keluarganya, serta Allah akan

Awas !, Usia 40 tahun


Sahabat

Qotadah, tokoh generasi tabiin,


berkata, Bila seseorang telah mencapai usia
40 tahun, maka hendaklah dia mengambil
kehati-hatian dari Allah azza wa jalla.

Abdullah

bin Abbas ra. dalam suatu riwayat


berkata, Barangsiapa mencapai usia 40 tahun
dan amal kebajikannya tidak unggul
mengalahkan amal keburukannya, maka
hendaklah ia bersiap-siap ke neraka.

Imam Syafii memakai tongkat


di usia 40 tahun
Agar

aku ingat bahwa aku adalah musafir. Demi Allah, aku melihat
diriku sekarang ini seperti seekor burung yang dipenjara di dalam
sangkar. Lalu burung itu lepas di udara, kecuali telapak kakinya saja
yang masih tertambat dalam sangkar. Komitmenku sekarang seperti itu
juga. Aku tidak memiliki sisa-sisa syahwat untuk menetap tinggal di
dunia. Aku tidak berkenan sahabat-sahabatku memberiku sedikit pun
sedekah dari dunia. Aku juga tidak berkenan mereka mengingatkanku
sedikit pun tentang hiruk pikuk dunia, kecuali hal yang menurut syara
lazim bagiku. Di antara aku dan dia ada Allah.

FASE KEHIDUPAN MANUSIA


0th

20th

Masa
Belajar
Bekal Hidup
Emosi/Amarah

Kesabaran/Muthmainah

Belajar Hidup
Menemukan
Jatidiri

40th

Menjadi Hamba
Sejati
Hamba yang
Bersyukur

??th

FASE KEHIDUPAN MANUSIA


40th

??th

20th



0th






FASE KEHIDUPAN MANUSIA


??th

40th

20th




)


)

0th

FASE KEHIDUPAN MANUSIA


0th

20th

40th

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada


dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah
payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula).
mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan,
sehingga apabila dia Telah dewasa dan umurnya sampai empat
puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah Aku untuk
mensyukuri nikmat Engkau yang Telah Engkau berikan
kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya Aku dapat
berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan
kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.
Sesungguhnya
Aku
bertaubat
kepada
Engkau
dan
Sesungguhnya Aku termasuk orang-orang yang berserah diri".
(QS Al Ahqaf 46:15)

??th

Yang harus dilakukan


1.

Meneguhkan tujuan hidup

2.

Meningkatkan daya spiritualisme

3.

Menjadikan uban sebagai


peringatan

4.

Memperbanyak bersyukur

5.

Menjaga makan dan tidur

6.

Menjaga konsistensi dan


kontinuitas

Syair Ali bin Abi Thalib ra.






Jika seorang pemuda dikaruniai usia 60 tahun, maka
separuh usianya habis oleh tidur di malam hari.
Sementara seperempat usianya berlalu tanpa diketahui,
apakah dijalankan ke kanan atau ke kiri. Seperempat
usianya yang lain dimangsa oleh sakit, uban, dan
kesibukan mengurus keluarga.

Abdullah bin Umar r.a. Dari


Rasulullah Saw
Rasulullah

Saw. memegang kedua pundakku dan


bersabda, Jadilah di dunia seakan-akan kamu orang
asing (perantau) atau pengembara (musafir). Abdullah
bin Umar ra. berkata, Jika berada di waktu sore, jangan
menanti waktu pagi. Jika berada di waktu pagi, jangan
menanti waktu sore. Pergunakanlah (rebutlah) masa
sehatmu (dengan amal-amal shaleh) untuk bekal
(antisipasi) masa sakitmu dan masa hidupmu untuk bekal
(antisipasi) masa matimu. (H.R. Bukhari).