Anda di halaman 1dari 4

PEMASARAN JASA Pemasaran dipandang sebagai suatu fungsi dan kegiatan yang dikerjakan oleh mereka yang bergerak

di bidang hubungan masyarakat (humas) dari organisasi kesehatan oleh karena itu fungsi hubungan masyarakat dibebani tanggung jawab pemasaran. Hal ini terjadi karena pemasaran di definisikan sebagai penjualan (personal selling), periklanan (advertising) dan promosi. Menurut Majaro (1993) mendefinisikan pemasaran sebagai satu fungsi manajemen yang bertanggung jawab untuk identifikasi, antisipasi dan memuaskan kebutuhan pelanggan dan menghasilkan kemampuan laba untuk organisasi. Memang tidak dipungkiri bahwa tujuan pemasaran adalah membuat penjualan atau pemanfaatan layanan kesehatan yang sebesar-besarnya. Dikatakan juga bahwa pemasaran adalah aktivitas organisasi modern untuk bertahan dan sukses. Bila ditinjau dari sudut pandang organisasi pelayanan kesehatan, salah satu cara yang efektif dalam melakukan pemasaran dalam bidang pelayanan kesehatan adalah melalui jasa atau pelayanan yang diberikan. Hal ini membawa perubahan yang cukup mendasar dalam bisnis utama suatu organisasi pelayanan kesehatan. Sedangkan yang dimaksud dengan jasa (Kotler,1994) adalah setipa tindakan atau perbuatan yang dapat ditawarkan oleh suatu pihak kepada pihak lain, yang pada dasarnya bersifat intangible (tidak berwujud fisik) dan tidak menghasilkan kepemilikan sesuatu. Produksi jasa bisa berhubungan dengan produk fisik maupun tidak. Komponen jasa merupakan bagian yang penting dari produk organisasi pelayanan kesehatan. Untuk pelayanan kesehatan yang termasuk pelayanan jasa, menurut Booms dan Bitner dalam pendekatan pemasaran jasa menggunakan unsur pemasaran 7P (product, price, place, promotion, people, process and physical evident). Gabungan dari ketujuh unsur pemasaran ini harus menimbulkan daya ungkit yang hasilnya sinergis. Filosofi manajemen pemasaran mengikuti perkembangan konsep pemasaran. Konsep pemasaran ditentukan oleh tujuan dan komponen yang terlibat dalam proses pemasaran. Komponen pemasaran tersebut terdiri dari tiga komponen yaitu company (Organisasi/manajemen), employee (karyawan) dan customer (pelanggan) ketiga komponen pemasaran diatas disebut sebagaiThe service marketing triangle. Antara ketiga komponen pemasaran tersebut saling berinteraksi dan masing-masing komponen saling mempengaruhi sehingga ketiga komponen tersebut saling terkait dimana antara company dengan employee dipengaruhi oleh internal marketing (pemasaran internal), antara company dengan customer dipengaruhi oleh external marketing (pemasaran eksternal) dan antara employee dengan customer dipengaruhi oleh interactive marketing.

INTERNAL MARKETING (PEMASARAN INTERNAL) Pada dasarnya karyawan adalah pelanggan pertama dari organisasi pelayanan kesehatan Bagaimana rumah sakit harus memuaskan karyawan, memperhatikan kebutuhan, keingginan dan harapan karyawan, demikian pula tentang kesejahteraannya. Apa yang disebutkan adalah hak yang harus dipenuhi oleh rumah sakit. Karena itu kewajiban rumah sakit harus memperhatikan kesejahteraan karyawan seperti gaji, tunjangan hari tua, pengembangan karier, asuransi kesehatan dan lain-lain. Dilain pihak karyawan harus memasarkan rumah sakit, termasuk sumber daya rumah sakit dan brand image. Dengan kata lain bahwa karyawan berfungsi sebagai pelanggan dan juga berfungsi sebagai penyedia jasa. INTERACTIVE MARKETING (PEMASARAN INTERAKTIF) Inti dari pemasaran interaktif adalah komunikasi. Komunikasi bisa terjadi antara manajer dengan pelanggan, manajer dengan karyawan dan karyawan dengan pelanggan. Pemasaran interaktif lebih banyak membahas komunikasi interaktif saat terjadi kontak pelanggan dengan orang pihak rumah sakit terutama karyawan rumah sakit. Komunikasi dokter/perawat dan pasien dalam upaya penyembuhan pasien, lebih dikenal sebagai komunikasi terapeutik. Ruang lingkup kajian pemasaran interaktif adalah pada komunikasi karyawan dan pasien dengan menggunakan konsep pemasaran. Pemasaran interaktif juga harus mempertimbangkan etika moral yang mengatur hubungan hak dan kewajiban tenaga kesehatan dengan pasien. Pada pemasaran interaktif karyawan melaksanakan janji perusahaan/ organisasi pelayanan kesehatan kepada pelanggan, karyawan merupakan stakeholder perusahaan/organisasi, karyawan merupakan suatu kesatuan dengan organisasi/perusahaan sebagai service jasa dimata pelanggan dan karyawan merupakan brand image dari organisasi pelayanan kesehatan. Pemasaran interaktif menggambarkan keahlian pegawai dalam melayani pelanggan. Karena pelanggan menilai kualitas jasa bukan hanya melalui kualitas teknisnya tetapi juga kualitas fungsionalnya (misalnya melayani pasien dengan menunjukkan perhatian dan

membangkitkan keyakinan). Pelanggan jasa biasanya lebih banyak tergantung pada promosi dari mulut ke mulut, pelanggan sangat mengandalkan harga, personil dan petunjuk fisik untuk menilai kualitas jasa. Apabila pelanggan merasa puas dengan dengan jasa yang diberikan biasanya mereka sangat setia pada penyedia jasa (kotller, 1994). EXTERNAL MARKETING (PEMASARAN EKSTERNAL) Pemasaran eksternal menggambarkan pekerjaan normal yang dilakukan oleh perusahaan/organisasi/manajemen untuk menyiapkan, memberi harga, mendistribusikan dan mempromosikan jasa kepada pelanggan (Kotler, 1994). Pada pemasaran eksternal ini perusahaan/ organisasi pelayanan kesehatan membuat janji kepada pelanggan dan janji kepada pelanggan akan ditepati/ dilaksanakan oleh karyawan.

Sumber Kotler,P, 2003, Manajemen pemasaran,Prince-Hall Inc. A Simon & Schuster company, New Jersey. Kotler, P. (2001). Prinsip-prinsip Pemasaran. Edisi Bahasa Indonesia, Jilid 1 Edisi Kedelapan. PT. Gelosa Akasara Pratama, Jakarta

TABEL MARKETING

(Sumber tabel ada di bawah nya )