Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Bakteri merupakan salah satu makhluk hidup yang jumlahnya banyak disekitar kita. Bakteri pun berada di mana-mana. Di tempat yang paling dekat dengan kita pun juga terdapat bakteri contohnya saja tas, buku, pakaian, dan banyak hal lainnya. Maka dari itu bakteri merupakan penyebab penyakit yang cukup sering terjadi. Karena banyaknya manusia yang mengabaikan penyakit tersebut karena terkadang gejala awal yang diberikan ada gelaja awal yang biasa saja. Maka dari itu alangkah baiknya jika kita masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara bakteri itu menginfeksi dan gejala-gejala apa yang akan dberikannya. Banyaknya manusia yang mulai tidak begitu peduli dengan gejala awal terjangkitnya bakteri salah satunya adalah pada saluran pencernaan. Saluran pencernaan adalah saluran yang sangat berperan dalam tubuh. Jika saluran pencernaan terganggu akan cukup mengganggu aktivitas tubuh saat itu. Tapi banyak masyarakat yang tidak peduli dengan penyakit yang ditimbulkan. Misalnya saja penyakit yang dapat ditimbulkan oleh bakteri ada diare, gejala awalnya ada kondisi perut yang tidak enak gejala awalnya cukup biasa tetapi jika terlalu didiamkan akan membuat kondisi itu menjadi akut dan fatal. Maka dari itu, bakteri merupakan penyebab penyakit yang cukup banyak pada saat ini.

1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apa yang dimaksud dengan uji cemaran bakteri pada makanan? 1.2.2 Apa manfaat dari pengujian bakteri? 1.2.3 Apa saja jenis-jenis pengujian bakteri pathogen pada makanan? 1.2.4 Bagaimana prosedur pengujian bakteri pathogen pada makanan (E.coli, Clostridium perfingens, Salmonella typhi, Staphylococcus, Vibrio cholera)?

1.3 Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah : 1.3.1 Untuk dapat mengetahui pengertian/definisi uji cemaran bakteri pada makanan 1.3.2 Untuk dapat mengetahui manfaat pengujian bakteri 1.3.3 Untuk dapat mengetahui jenis-jenis pengujian bakteri pathogen pada makanan 1.3.4 Untuk dapat mengetahui prosedur pengujian bakteri pathogen pada makanan (E.coli, Clostridium perfingens, Salmonella typhi, Staphylococcus, Vibrio cholera)

1.4. Metode Penulisan Metode penulisan yang digunakan dalam menyusun makalah ini adalah metode pustaka dan studi literatur, dengan mencari dan mengumpulkan data penting dari berbagai sumber seperti website dan situs-situs internet serta buku-buku yang ada. KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmatNyalah paper ini dapat terselesaikan sesuai dengan rencana. Penulisan paper ini bertujuan memenuhi tugas mata kuliah Bakteriologi, yang berjudul Uji Cemaran Bakteri Pada Makanan dan Minuman. Dalam penyelesaian paper ini, penulis banyak mengalami kesulitan terutama karena kesulitan pengumpulan materi dan waktu pengerjaan yang relatif singkat. Namun berkat dukungan dan bimbingan dari berbagai pihak, akhirnya paper ini dapat terselesaikan. Oleh karena itu, sudah sepantasnya penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, baik secara langsung maupun tidak langsung yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Penulis menyadari sebagai seorang mahasiswa yang masih minim akan pengetahuan dan masih perlu banyak belajar sehingga paper ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan adanya kritik dan saran positif agar paper ini lebih sempurna dan berdaya guna di masa yang akan datang.

Denpasar, 19 Maret 2013

Penulis

Salmonella typhi Salmonella adalah penyebab utama dari penyakit yang disebarkan melalui makanan (foodborne diseases). Pada umumnya, serotipe Salmonella menyebabkan penyakit pada organ pencernaan. Penyakit yang disebabkan oleh Salmonella disebut salmonellosis. Ciri-ciri orang yang mengalami salmonellosis adalah diare, keram perut, dan demam dalam waktu 8-72 jam setelah memakan makanan yang terkontaminasi oleh Salmonella S. typhi menyebabkan penyakit demam tifus (Typhoid fever), karena invasi bakteri ke dalam pembuluh darah dan gastroenteritis, yang disebabkan oleh keracunan makanan/intoksikasi. Gejala demam tifus meliputi demam, mual-mual, muntah dan kematian. S. typhi memiliki keunikan hanya menyerang manusia, dan tidak ada inang lain. Infeksi Salmonella dapat berakibat fatal kepada bayi, balita, ibu hamil dan kandungannya serta orang lanjut usia. Hal ini disebabkan karena kekebalan tubuh mereka yang menurun. Kontaminasi Salmonella dapat dicegah dengan mencuci tangan dan menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi A. Morfologi: . Salmonella adalah suatu genus berbentuk batang, Gram-negatif, enterobacteria non-spora membentuk, terutama motil dengan diameter sekitar 0,7-1,5 pM, panjang dari 2 sampai 5 pM, dan flagela yang berproyek di segala penjuru (yaitu peritrichous). Enterobacteria dan patogen sejati. Salmonella typhi memiliki kombinasi karakteristik yang menjadikannya patogen efektif. Mikroorganisme ini memproduksi dan mengekskresikan protein yang yang disebut invasin yang memberi jalan pada sel non-fagosit yang memiliki kemampuan hidup secara intraseluler. Selain itu, S. typhi juga memiliki kemampuan menghambat tekanan oksidatif leukosit, yang menjadikan sistem respons imun manusia menjadi tidak efektif. Infeksi S. typhi kemudian akan berkembang menjadi demam atau typhoid (Pollack, 2006). B. Demam Tifoid Demam tifiod terjadi karena : Bakteri melampirkan dan menginfeksi lapisan usus kecil yang memproduksi diare Ada ulcerations diproduksi di dinding usus menyebabkan hilangnya elektrolit (natrium, kalium, klorida, dll), yang merupakan elemen penting untuk metabolisme normal. Perlu untuk mengganti elektrolit tidak hanya air yang hilang. Gatorade, Pedialite, dll Dapat digunakan. mikroorganisme yang menembus aliran darah melalui luka menyebabkan septicemia.. Setelah di aliran darah mereka dapat menginfeksi organ, terutama empedu kandung kemih, limpa dan sumsum tulang Dinding usus bisa berlubang dan mikroorganisme masuk ke rongga perut dan biasanya menyebabkan kematian. Masa inkubasi bervariasi dari 1 sampai 3 minggu tergantung pada dosis.

C. Habitat Habitat utama salmonella adalah saluran pencernaan manusia dan hewan. Salmonella serovars dapat ditemukan terutama dalam satu host tertentu, bisa di mana-mana, atau dapat memiliki habitat tidak diketahui penyakit. Typhi dan paratyphi adalah serovars ketat yang menyebabkan manusia sering dikaitkan dengan invasi dari aliran darah. Salmonellosis dalam kasus ini ditularkan melalui kontaminasi kotoran air atau makanan.. Gallinarum, Abortusovis,

dan Typhisuis adalah, masing-masing, burung, yg berhubung dgn domba, dan babi. hostdiadaptasi seperti serovars tidak dapat tumbuh pada medium minimal tanpa faktor pertumbuhan (bertentangan dengan serovars Salmonella mana-mana). D. Penyebaran Tipus Salmonella Typhi hanya hidup pada manusia.. Orang dengan demam tipus membawa bakteri dalam aliran darah dan saluran usus.. Selain itu, sejumlah kecil orang, disebut carrier sembuh dari demam tifoid namun tetap membawa bakteri.. Kedua orang sakit dan operator gudang Salmonella Typhi dalam kotorannya (tinja). E. Pencegahan Kunci untuk menghindari infeksi oleh S. typhi adalah pencegahan kontaminasi tinja dalam air minum dan persediaan makanan. Karena satunya sumber agen ini adalah manusia terinfeksi, adalah mungkin untuk mengendalikan transmisi oleh kebersihan yang layak, pengelolaan limbah, pemurnian air, dan perawatan orang sakit. Langkah-langkah yang dicapai dalam masyarakat maju, menghubungkan ke insiden rendah. Amerika Serikat memiliki rata-rata sekitar 400 infeksi setiap tahunnya, hampir secara eksklusif di antara orang yang baru saja bepergian ke negara-negara berkembang. Pencegahan juga dapat dibantu dengan vaksinasi untuk bakteri, namun efektivitas ini telah dipertanyakan. Selain itu, terlihat bahwa ukuran inokulum besar dapat membanjiri kekebalan dikembangkan dan mengakibatkan penyakit. demam tipus telah memainkan peran penting dalam sejarah. patogen ini tumbuh subur di masyarakat berkembang atau daerah di mana bencana telah dikompromikan sanitasi. Meskipun kejadian di Amerika Serikat adalah sangat rendah, wabah penyakit dan substansial masih tetap dimungkinkan karena perjalanan di seluruh dunia dan ketidaktahuan pembawa penyakit. Pengembangan pengobatan antibiotik dan beberapa vaksin telah menyajikan kemungkinan pemberantasan di seluruh dunia. S. Sampai hal ini tercapai, bagaimanapun, typhi dan demam tipus karakteristik perusahaan akan tetap menjadi ancaman bagi masa depan. http://roniamirin.blogspot.com/2011/04/salmonella-typhi.html