Anda di halaman 1dari 4

SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) Air Borne Disease Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme yang ada

a di udara sering diklasifikasikan sebagai penyakit yang menular lewat udara (airborne disease). Salah satu penyakit yang menular lewat udara (airborne disease) adalah sars atau Severe Acute Respiratory Syndrome. A. Sejarah SARS Kasus SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) atau Syndrome Pernapasan Akut Berat pertama kali ditemukan di propinsi Guangdong ( China ) pada bulan November 2003. Adanya kejadian luar biasa di Guangdong ini baru diberitakan oleh WHO empat bulan kemudian yaitu pada pertengahan bulan Februari 2003. Pada waktu itu disebut sebagai Atypical Pneumonia atau Radang Patu Atipik. Informasi WHO ini menjadi dasar bagi DepKes untuk secara dini pada bulan Februari 2003 menginstruksikan kepada seluruh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP ) di Indonesia yang mengawasi 155 bandara, pelabuhan laut dan pos lintas batas darat untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengambil langkah-langkah penangkalan yang perlu. Pada tanggal 11 Maret 2003, WHO mengumumkan adanya penyakit baru yang menular dengan cepat di Hongkong, Singapura dan Vietnam yang disebut SARS. Pada tanggal 15 Maret 2003 Direktur Jenderal WHO menyatakan bahwa SARS adalah ancaman global atau Global Threat. Dengan adanya pernyataan itu, Departemen Kesehatan Republik Indonesia pada tangal 16 Maret 2003 segera berkoordinasi dengan WHO dan menginformasikan kepada seluruh Dinas Kesehatan Provinsi, Rumah sakit Provinsi, KKP di seluruh Indonesia dan lintas sektor terkait untuk mengambil langkah yang perlu bagi pencegahan penularan dan pencegahan penyebaran SARS pada tanggal 17 Maret 2003. Pada waktu itu belum diketahui apakah penyakit ini sama dengan Atypicak Pneumonia yang berjangkit di Guangdong. pada bulan April 2003 barulah WHO memastikan bahwa Atypical Pneumonia di Guangdong adalah SARS. Pertimbangan WHO menyatakan SARS sebagai ancaman global adalah SARS merupakan penyakit baru yang belum dikenal penyebabnya, SARS menyebar secara cepat melalui alat angkut antar negara dan SARS terutama menyerang tenaga kesehatan di rumah sakit. Wabah SARS telah mendorong berbagai pakar kesehatan di dunia untuk bekerja sama menemukan penyebab SARS dan memahami cara penularan SARS. Atas kerjasama para pakar dari 13 laboratorium di dunia maka tanggal 16 April 2003 dipastikan bahwa penyebab SARS adalah Virus Corona atau Coronavirus. Departemen Kesehatan secara dini dan sejak awal pandemi SARS pada bulan Maret tahun 2003 melaksanakan Penanggulangan SARS dengan tujuan mencegah terjadinya kesakitan dan kematian akibat SARS dan mencegah terjadinya penularan SARS di masyarakat (community transmission) di Indonesia. B. Definisi SARS SARS (Severe Acute Respiratoty Syndrome) adalah suatu jenis penyakit pernapasan akibat virus yang pertama kali terjadi di beberapa negara Asia. Penyakit ini kemudian menyebar ke Amerika dan Eropa. Virusnya bernama SARS-CoV (SARS Coronavirus) yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Para ahli percaya, SARS pertama kali berkembang di dalam tubuh binatang. Hal ini berdasarkan temuan mereka akan virus yang sama di dalam tubuh musang. Musang ini di Cina dikonsumsi sebagai makanan saat keadaan terdesak. C. Penyebab SARS Para ilmuwan kian meyakini bahwa virus dari keluarga corona adalah penyebab SARS. Ilmuwan dari Hong Kong mengaku bahwa mereka telah berhasil menunjukkan dengan tepat virus corona itu setelah mengidentifikasi bagian kecil dari sampel DNA pasien yang terinfeksi SARS. Hasil riset ilmuwan Hong Kong ini didukung hasil riset Institut Pasteur di Perancis dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, AS. Dr Mark Salter dari WHO menyatakan, virus itu biasanya menyerang binatang, umumnya babi ( Virus ini pertama kali ditemukan oleh Twnell dari USA pada tahun 1965 dan berhasil melakukan kultur yang ditemukan pada manusia dengan gejala Commond Cold dan penyakit Infeksi saluran pernapasan bagian atas, biasanya virus ini muncul pada musim dingin dan awal musim semi, jika virus ini berasal dari Babi, maka pada manusia akan menyebabkan

kelainan Gastro Enteritis, jika berasal dari ayam , pada manusia akan menyebabkan bronchitis dan jika berasal dari tikus, pada manusia akan menyebabkan Hepatitis, virus ini juga dapat ditemukan pada penderita HIV/AIDS yang menderita Diare), yang dengan berbagai cara akhirnya menyebar ke manusia. Saat ini ilmuwan telah melampaui tahapan penemuan virus itu sehingga mereka dapat konsentrasi untuk menemukan cara mendiagnosa, mengobati dan mencegah wabah itu sehingga dokter bisa mengkonfirmasikan pada pasien yang yang terinfeksi virus mematikan itu. Hingga kini belum ada obat antivirus yang berhasil mengobati SARS atau vaksin untuk mencegahnya. D. Epidemiologi SARS Penyebaran SARS diketahui melalui kontak langsung dengan penderita. Ludah, dahak dan cairan yang dikeluarkan saat bersin, batuk dan aliran nafas merupakan media penularan. Para peneliti menemukan bahwa penyebabnya adalah sejenis virus yang termasuk dalam kelompok viruscorona penyebab influensa biasa. WHO menyatakan bahwa kontak erat dengan penderita SARS/CVP diperlukan agar virus dapat menular ke orang lain. Kontak dengan percikan cairan tubuh pasien yang keluar pada waktu batuk dan bersin adalah penting. Sebagian besar pasien saat ini adalah petugas kesehatan dan keluarga dekat pasien yang merawat penderita SARS/CVP. Sejak diketahui pertama kali di Guangdong akhir November 2002, dalam dua bulan SARS menyebar ke berbagai kota di China bahkan sampai ke negara-negara yang jauh dari daratan China, seperti Canada dan Singapura Dilaporkan seorang pedagang China dari Hongkong masuk. Rumah Sakit Vietnam-France Hospital yang kemudian ternyata menderita SARS dan menjadi pemicu berjangkitnya penyakit ini di Vietnam. Dia terinfeksi oleh seorang dokter dari Guangdong yang menginap bersama satu lantai di Metropole Hotel Hanoi. Dia dan petugas RS tersebut kemudian diteliti oleh DR.Carlo Urbani yang juga terinfeksi dan meninggal karena SARS; selanjutnya VietnamFrance Hospital ditutup sementara untuk investigasi. Mulanya SARS dilaporkan diderita oleh seorang lelaki yang suka makan dan berburu binatang liar di Guangdong . Penelitian selanjutnya melakukan uji darah terhadap 25 binatang sampel yang ternyata tidak menemukan virus corona. Selanjutnya Kwak Yung Yuen dkk. dari University of Hongkong dapat mengisolasi virus corona dari kotoran hewan dan cairan hidung binatang Paguma larvata sejenis musang Himalaya yang banyak dijual dan dimakan di restoran-restoran di Guangdong. Diperkirakan binatang ini tertular virus influenza dari manusia, mengalami mutasi, kemudian menjadi virulen dan menginfeksi manusia yang memakannya. Penyebarannya secara global terjadi melalui seorang Profesor medik China dari Guangdong yang terinfeksi, menempati Kamar no.911 di Hongkong Hotel, kemudian menularkannya secara tidak sengaja pada 7 orang tamu yang menginap di lantai yang sama. Tingkat penyebarannya sangat cepat melalui orang perorang, diperkirakan virus ini mempunyai kemampuan luar biasa yang dapat menulari sekaligus 300 orang lainnya. G. Pencegahan SARS 1. Prinsip control disease untuk penyakit SARS: a. Penderita Pengobatan para penderita SARS biasanya dilakukan dengan perawatan intensif di rumah sakit, terutama jika terjadi sesak napas. Penderita akan ditempatkan di ruang isolasi agar tidak menyebarkan virus ke mana-mana. Obat yang dipakai biasanya adalah obat yang mengandung kortikosoid dan antivirus ribavirin. Walaupun demikian, obat ini belum 100% efektif mengobati SARS. Dan sampai saat ini belum ada satu pun obat yang efektif dalam mengobati SARS. b. Contact Person Untuk mencegah penularan penyakit SARS dapat dilakukan dengan cara: 1. Hindarilah bepergian atau naik kendaraan umum namun jika terpaksa maka jangan menutup jendela atau pintu 2. Hindarilah tempat-tempat umum dan ramai khususnya di daerah dekat rumah sakit, internet cafe, tempat-tempat nongkrong, bioskop, dan perpustakaan, jika kamu melakukannya maka pakailah masker dan cucilah tangan anda secara bersih dan teratur.

3. Hindarilah mengunjungi pasien dan periksa ke dokter di rumah sakit khususnya yang ada pasien SARSnya. 4. Ajarilah anak-anak untuk cuci tangan dengan sabun dan jangan menyentuh mulut, hidung, dan mata dengan tangan telanjang 5. Jagalah keseimbangan gizi diet Anda dan hendalah berolahraga secara teratur untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh kita 6. Anak-anak yang sistem kekebalan tubuhnya melemah harus memakai masker sepanjang waktu untuk menhindari menyebarnya cairan tubuh seperti ludah/air liur 7. Periksalah suhu badan Anda secara teratur dan tetaplah hati-hati dengan kondisi kesehatan Anda c. Lingkungan SARS juga bisa dihindari dengan menjaga kesehatan lingkungan seperti: 1. Menjaga sirkulasi udara di kamar Anda 2. Menjaga lingkungan rumah Anda tetap sehat. Di sini ada beberapa solusi untuk mematikan kuman yang dapat digunakan:a. Caranya: Gunakan pemutih ( bleach ) yang tersedia di pasar (dengan kandungan kimia 8-12%). Ini adalah cara paling murah dan efektif mematikan kuman. Persiapan: Pakailah sarung tangan anti air, Campurlah pemutih dengan air dengan ukuran 1:100 (pemutih/bleach:air/water). Frekuensi: Bersihkanlah tempat-tempat yang sering dilewati orang secara teratur dan selama masa penyebaran virus SARS, lebih baik bersihkanlah/basmilah kuman rumah Anda setiap hari. Sejauh kita menjaga diri, memakai masker dan mencuci tangan secara teratur, dilanjutkan dengan instruksi karantina maka kita semua dapat menghindari infeksi. Tidak perlu terlalu panik atau mendiskriminasi tersangka atau pasien SARS. Menjaga diri dengan baik adalah untuk MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI DAN ORANG LAIN! Tidak semua orang adalah pembawa virus SARS, dengan lebih mengaja diri berarti kamu sudah memberikan dukungan yang luar biasa kepada para pasien SARS untuk sembuh lebih cepat dan menambah sistem kekebalan tubuh. Terlalu panik dan bimbang dapat mengakibatkan menurunnya sistem kekebalan tubuh kita. Antisipasi untuk mencegah penyebaran SARS penyakit ke indonesia. Untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, penyebab SARS, pemerintah Indonesia akan melakukan pemeriksaan yang ketat terhadap mereka yang baru pulang dari negara-negara endemik penyakit ini, seperti yang dilakukan Singapura. Bukan hanya itu pemerintah selain membuat poster peringatan terhadap bahaya penyakit ini, juga memberikan surat peringatan perjalanan ke luar negeri agar mereka lebih waspada, serta memberikan masker kepada mereka yang akan bepergian ke luar negeri, terutama negara endemik seperti Singapura, untuk mencegah terjadinya penularan. Unit Pelayanan Kesehatan lini depan melayani kunjungan pasien umum dimana ada kemungkinan menerima pasien yang terjangkit SARS. Sekalipun sebagian besar pasien tidak terjangkit SARS perlu dilakukan upaya penanganan untuk memutus rantai penularan SARS. Untuk itu Pengelola (Manajer) Unit Pelayanan Kesehatan perlu melakukan langkah-langkah pengaturan pengelolaan sebagai berikut: 1. Membentuk Tim Penanggulangan SARS yang berfungsi untuk o Menyusun strategi pencegahan penularan antar pasien, khususnya rawat jalan o Menyusun strategi pencegahan penularan kepada tenaga staf unit o Mengatur arus pelayanan pasien rawat jalan o Mengusulkan kelengkapan peralatan dan bahan habis pakai, khususnya Alat Perlindungan Perorangan (APP) o Menyusun jejaring dengan institusi lain tentang SARS, khususnya dengan RS rujukan 2. Menyusun strategi operasional pencegahan penularan antar pasien, khususnya rawat jalan o Pengaturan untuk identifikasi cepat kemungkinan kasus suspek o Mempersiapkan ruang khusus untuk triase

Mempersingkat kemungkinan kontak dengan kasus suspek melalui pengaturan alur pelayanan rawat jalan 3. Menyusun strategi operasional pencegahan penularan kepada staf o Identifikasi personil / unit yang paling mempunyai risiko tinggi o Menyelenggarakan penyegaran kembali (refreshing training) teknik isolasi ketat yang disesuaikan dengan kebutuhan personil o Menunjuk penanggung jawab pemantauan pelaksanaan teknik isolasi ketat 4. Menyusulkan kelengkapan peralatan dan bahan habis pakai o Identifikasi kebutuhan peralatan / bahan habis pakai o Mengusulkan kebutuhan peralatan dan bahan habis pakai kepada Pimpinan insitusi 5. Menyusun jejaring dengan institusi lain tentang SARS, khususnya dengan RS rujukan o Identifikasi komponen dalam jejaring termasuk RS rujukan, Laboratorium rujukan, organisasi profesi, Dinas Kesehatan dll. o Melakukan pendekatan dan kerjasama dengan institusi terkait dibawah koordinasi Dinas Kesehatan TINDAKAN KEWASPADAAN (PRECAUTIONS) YANG PERLU DILAKUKAN OLEH PETUGAS LINI DEPAN Pasien dengan SARS bisa datang ketempat pelayanan pada tahapan yang berbeda: Ketika kemungkinan penularan tinggi, atau Sebelum penyebab penyakit yang spesifik diketahui

Karena petugas kesehatan tidak selalu dapat mengetahui apakah pasien dalam keadaan infeksius atau tidak , maka Kewaspadaan Standar perlu diterapkan terhadap semua pasien yang datang ke tempat pelayanan kesehatan tanpa memandang status infeksinya. Unit pelayanan kesehatan lini depan harus menerapkan dan mempertahankan dilaksanakannya Kewaspadaan Standar dasar dan praktis yang dapat diberlakukan secara rutin terhadap semua pasien yang datang. Semua petugas (dokter, perawat, bidan dan tenaga penunjang lainnya) khususnya yang bertugas di ruang Triase harus melaksanakan: Mencuci Tangan untuk mencegah penularan dari orang ke orang, atau dari bahan terkontaminasi ke orang Memakai Alat perlindungan Perorangan (APP) : o Memakai Sarung Tangan sebelum menyentuh: segala sesuatu yang basah seperti kulit luka, selaput lendir, darah dan cairan tubuh lain, atau instrumen yang kotor, bahan sampah terkontaminasi, atau sebelum melakukan prosedur invasif o Menggunakan Masker dan respirator / N95 o Memakai APP lain (kacamata pelindung, gaun, apron) bila mungkin terjadi cipratan cairan tubuh (sekresi dan ekskresi) Memakai prosedur yang direkomendasikan untuk memproses instrumen, sarung tangan dan item lain paska pakai dengan melakukan dekontaminasi, mencuci bersih, sebelum sterilisasi atau DTT (desinfeksi tingkat tinggi). Membuang bahan sampah terkontaminasi secara aman untuk melindungi petugas kebersihan dan mencegah timbulnya luka atau penyebaran infeksi ke masyarakat