Nama NPM

: Johan Fraizer Naibaho : 120210182

Mata Kuliah : Bahasa Indonesia Prodi : Teknik Informatika

1. Carilah sebuah tulisan mengenai jenis tulisan eksposisi, narasi, deskripsi, argumentasi dan persuasi ! 2. Apa perbedaan antara jenis tulisan eksposisi, narasi, deskripsi, argumentasi dan persuasi ? 3. Buatlah sebuah karangan dengan tema bebas. Perhatikan tanda baca !

Jawab 1. Contoh tulisan Eksposisi Parangtritis adalah nama desa di kecamatan Kretek, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Di desa ini terdapat pantai Samudera Hindia yang terletak kurang lebih 25 km sebelah selatan kota Yogyakarta. Parangtritis merupakan objek wisata yang cukup terkenal di Yogyakarta selain objek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup, Krakal dan Glagah. Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada objek wisata lainnya yaitu selain ombak yang besar juga adanya gunung-gunung pasir yang tinggi di sekitar pantai, gunung pasir tersebut biasa disebut gumuk. Objek wisata ini sudah dikelola oleh pihak pemda Bantul dengan cukup baik, mulai dari fasilitas penginapan maupun pasar yang menjajakan souvenir khas Parangtritis. Selain itu ada pemandian yang disebut parang wedang konon air di pemandian dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit kulit, air dari pemandian tersebut mengandung belerang yang berasal dari pengunungan di lokasi tersebut. Air panas dari parang wedang dialirkan ke pantai parangtritis untuk bilas setelah bermain pasir dan juga mengairi kolam kecil bermain anak-anak. Di Parangtritis ada juga ATV, kereta kuda & kuda yang dapat disewa untuk menyusuri pantai dari timur ke barat. selain itu juga parangtritis sebagai tempat untuk olahraga udara/aeromodeling.

Contoh Tulisan Narasi

Tanpa menyia-nyiakan waktu. pantai nan elok yang menjadi favoritku. . pesisir serta pemandangan bukit kapur di sebelah utara pantai. Hari pun mulai sore menandakan perpisahan dan kembali pulang. bermain bola. Kuambil air dan aku ayunkan ke mukanya. Betapa senangnya aku ketika sampai di pantai tersebut. Kulihat ada yang berlari berkejar-kejaran di bibir pantai. pantai ini memang sangat ramai pengunjung. kami saling berbalasan. bermain dengan air. aku kan kembali esok. Gelombang ombak bergulung-gulung datang silih berganti menyambutku serasa ingin mengajak bermain. aku iringi dengan nyanyian lagu riang. Seperti apa yang aku lihat. Puas rasanya. Aku dan seluruh keluargaku tidak menyianyiakan waktu ini untuk mengadakan liburan keluarga. hampir pinggiran pantai dipenuhi oleh pengunjung wisatawan. Kurasakan dingin membasuh kakiku karena ombah menghempas kakiku dan terasa asin air itu ketika bibirku terkena percikan. Tak pernah sunyi pantai Parang Tritis. sekolahku libur selama sembilan hari dan akan berakhir pada tanggal 18 Maret. Pantai Parangtritis. Pagi-pagi aku telah berbenah dan menyiapkan semua perbekalan yang nantinya diperlukan. aku bisa memandang air laut sejauh mata memandang. Tak rela rasanya kebahagiaan ini akhirnya selesai. Contoh tulisan deskripsi Masih melekat di mataku. kulihat ada beberapa turis manca negara yang menikmati keindahan pantai ini dengan naik delman. terasa hilang semua kepenatan karena kesibukan tiap harinya. pandai dengan bukit berbatu. Tapi yang paling membuatku tertarik. berfotofoto dengan latar sekitar pantai. Di sebelah kanan-kiri. Dengan canda tawa. Sepanjang perjalanan. aku mengajak kakakku untuk bermain air. Ketika itu aku memilih berlibur ke Pantai Parangtritis. Di sana. Sepanjang aku berjalan. Air yang jernih dan pasir putih lembut yang menghampar luas tanpa ada tumbuh-tumbuhan atau karang yang menghalangi membuatku ingin kembali lagi. aku sambut Pantai Parangtritis dengan senyumku. aku dan seluruh keluargaku saling berfoto-foto untuk mengabadikan momen yang indah ini. Dalam benakku. Dengan hati suka ria. Tak terasa waktu berjam-jam telah kuhabiskan disana. pemandangan indah nan elok pantai Parang Tritis.Tepat ketika tanggal 10 Maret.

tetapi juga sering menelan korban. arus balik tidak hanya kuat. Ali Susanto. Padahal. Komandan SAR Pantai Parangtritis.Contoh Tulisan Argumentasi Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis. selayaknya warga masyarakat tidak lagi percaya hal-hal gaib dan bisa mengedepankan penalaran logika atau akal sehat. Oleh karena itu. juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. juga menambahkan bahwa disepanjang Pantai Parangtritis juga banyak terdapat palung (pusaran air) yang tempatnya selalu berpindah-pindah dan sulit diprediksi. Jadi. Yang disayangkan. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. Kondisi inilah yang sering banyak menimbulkan korban mati tenggelam. Ali Susanto. tetapi juga mematikan. sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis. ada penjelasan ilmiah di balik musibah tersebut. banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. adalah akibat terseret rip current. Bantul. Para praktisi ilmu kebumian menegaskan bahwa penyebab utama hilangnya sejumlah wisatawan di Pantai Parangtritis. banyaknya korban tenggelam tidak ada kaitannya sama sekali dengan anggapan para masyarakat. Yang disayangkan. Komandan SAR Pantai Parangtritis. Bantul. arus balik tidak hanya kuat. Jadi. Dengan kecepatan mencapai 80 kilometer per jam. Padahal. tetapi juga sering menelan korban. yakni dikarenakan Ratu Pantai Selatan meminta tumbal. sebagian masyarakat Indonesia masih saja menganggap peristiwa tersebut berkaitan dengan hal-hal mistis. Pemerintah daerah pun sebaiknya memberikan pemahaman . adalah akibat terseret rip current. tetapi juga mematikan. Contoh Tulisan Persuasi Pantai Parangtritis memang memiki keindahan eksotis yang membuat wisatawan ramai berkunjung.

yang benar mengenai penyebab bencana laut kepada warga di sekitar pantai. Tujuannya adalah agar pembaca yakin bahwa ide. kisah perjalanan. Rizal selalu menanggapi semua itu hanya dengan senyum-senyum. Tulisan Deskripsi merupakan tulisan yang menggambarkan atau melukiskan sesuatu seakan-akan pembaca melihat. Orang tuanya sendiri. Yang termasuk narasi ialah cerpen. 4. 2. biografi. Tulisan Persuasi merupakan jenis tulisan yang mengungkapkan ide. hampir di setiap kesempatan selalu menanyainya apakah dia sudah mendapatkan calon pendamping atau belum. hanya karena dia belum kawin. argumentasi dan Persuasi: 1. memberi informasi sejelas-jelasnya mengenai suatu hal. . otobiografi. 3. menjelaskan. Tulisan narasi merupakan tulisan yang menyajikan serangkaian peristiwa yang biasanya disusun menurut urutan waktu. Narasi. terutama ibunya. Deskripsi. atau pendapat penulis dengan disertai dengan bukti dan fakta (benar-benar terjadi). roman. merasakan. sebetulnya umur 37 tahun belum terbilang tua benar. juga begitu. 3. Perbedaan antara jenis tulisan Eksposisi. atau pendapat tersebut adalah benar dan terbukti dan juga melaksanakan apa yang menjadi ajakan dari ide tersebut. Tulisan Argumentasi merupakan tulisan yang isinya bertujuan meyakinkan atau mempengaruhi pembaca terhadap suatu masalah dengan mengemukakan alasan. Contoh karangan bebas RIZAL DAN MBAH HAMBALI Sebagai lelaki. mengalaminya sendiri. Seolah-olah bersekongkol dengan kawan-kawannya itu. gagasan. novel. memberi keterangan. gagasan. Tapi Rizal tak tahu mengapa kawan-kawannya selalu mengejeknya sebagai bujang lapuk. bukti. 2. Tulisan Eksposisi merupakan bentuk tulisan yang memaparkan. Informasi tersebut dapat diteruskan kepada wisatawan guna meningkatkan kewaspadaan mereka. dan contoh nyata. mendengar. 5.

paling tidak memberikan informasiinformasi. Zal!” kata Bu Aryo yang muncul menghidangkan pisang goreng dan kacang rebus. Zal. sama cewek kok takut! Aku carikan bagaimana?” “Jawab dong. Hanya tersenyum kecut. “Tampang boleh. “Wah kalau iya.” “Apa ada ustadz yang rela menyerahkan anaknya yang hafizhah kepada bujang lapuk yang nggak bisa ngaji seperti Rizal ini?” tukas Edy mengomentari. Zal?!” celetuk Eko sambil ngakak. “Biar saja. Kang Ali ini. dia tidak pernah marah. Rizal meninju lengan Yopi.Jangan salah sangka! Tampang Rizal tidak jelek. Bahkan diam-diam dia bersyukur kawan-kawannya memperhatikan dirinya. “kalau kau sudah berminat. tapi tidak mengatakan apaapa. tinggal bilang saja padaku. “Tenang saja. tampang Rizal terbilang sangat manis. Zal. “Kalau tahu maumu. “Kalau capek kan berhenti sendiri. Apalagi bila tersenyum. Sebenarnya cewek seperti apa sih yang kau idamkan?” tanya Andik menggoda. “Tidak sumbut dengan tampilannmu. mencoba menyemangati Rizal yang tak berkutik dikerubut kawan-kawannya. sarjana lagi. termasuk yang hafizhah. kau mesti meminta jasa ustadz kita.” “Mungkin dia cari cewek yang hafal Quran ya. Dia pernah . Bahkan dibanding rata-rata kawannya yang sudah lebih dahulu kawin. sudah punya penghasilan lumayan. Setiap kali diledek dan digoda kawankawannya soal kawin begitu. Zal?” tiba-tiba Yopi yang baru beberapa bulan kawin ikut meledek.” Memang Rizal orangnya baik. Kurang apa? “Terus teranglah.” “Iya. Mau kukenalkan? Jangan banyak pertimbanganlah! Dengar-dengar kiamat sudah dekat lho.” jawab Rizal pendek tanpa nada kesal. Bu. Zal!” ujar Kang Ali. Dan bukannya dia tidak pernah berpikir untuk mengakhiri masa lajangnya. kita kan bisa membantu.” celetuk Pak Aryo ikut nimbrung sehabis menyeruput kopinya.” “Jangan-jangan kamu impoten ya. Dia pasti mempunyai banyak kenalan santri-santri perempuan. takut pun tidak. Zal. “kalau kau cari yang cantik. Sarjana ekonomi dan aktivis LSM. saat mereka berkumpul di rumah Pak Aryo yang biasa dijadikan tempat mangkal para aktivis LSM kelompoknya Rizal itu.” timpal Budi. adikku punya kawan cantik sekali.

“Aku ingin tahu. Tamunya luar biasa. Bahkan menurut penuturan orang-orang dekatnya.” Karena kesukaannya inilah. Mengapa orang bersusah-payah memburu rezeki.” katanya menjelaskan tentang kesukaannya itu. Mbah Hambali. atau hanya karena pintar-pintar mereka membohongi masyarakat sebagaimana juga terjadi di dunia politik.” Setiap teringat ungkapan itu. Kang Ali memang mempunyai kesukaan mengunjungi orang-orang yang didengarnya sebagai orang pintar.” katanya dalam hati. pejabat yang ingin naik pangkat. Syahdan. sesuatu yang sebetulnya sudah dijamin Tuhan untuknya. “Suatu ketika mereka akan tahu juga. orang-orang memanggilnya mbah. kalau rezeki itu sudah ditentukan pembagiannya dari Atas. Dicari ke mana-mana pun. pada suatu hari. “Meskipun belum tua benar. sesuatu yang dituntut Tuhan. Rizal merasa seolah-olah disindir oleh tokoh sufi dari Iskandariah itu. atau yang lain. Kang Ali bercerita panjang lebar tentang seorang “pintar” yang baru saja ia kunjungi. Jodoh seperti halnya rezeki. dukun. Dan kata orang- . jika bukan jodoh pasti tidak akan terwujud. Kadang-kadang dines pakai jas segala. Sementara dia sambalewa dalam berusaha untuk berlaku lurus menjadi manusia yang baik. hingga caleg nomor urut sepatu yang ingin jadi. Orangnya nyentrik.mendengar sabda Nabi yang menganjurkan agar apabila mempunyai sesuatu hajat yang masih baru rencana jangan disiar-siarkan. Harta yang sudah di tangan seseorang pun kalau bukan rezekinya akan lepas. membuktikan padamnya mata-hati dari dirimu. presiden pernah mengundangnya ke istana. ketika kelompok Rizal berkumpul di rumah Pak Aryo seperti biasanya. Mulai dari tukang becak hingga menteri. tidak perlu dicari. tabib. oleh kawan-kawannya Kang Ali dijuluki pakar “orang pintar”. Diakuinya dirinya selama ini sibuk –kadang-kadang hingga berkelahi dengan kawan– mengejar rezeki. pengusaha pailit yang ingin lepas dari lilitan utang. mulai dari orang sakit yang ingin sembuh. “Kesungguhanmu dalam memperjuangankan sesuatu yang sudah dijamin untukmu dan kesambalewaanmu dalam hal yang dituntut darimu. tanpa memakai baju. paranormal. Bermacam-macam keperluan para tamu itu. datang dari segala penjuru tanah air. Sudah sering –sampai bosan– Rizal menyatakan keyakinannya bahwa jodoh akan datang sendiri. Dia pernah membaca dalam buku “Hikam”-nya Syeikh Ibn ’Athaillah As-Sakandarany sebuah ungkapan yang menarik. “apakah mereka itu memang mempunyai keahlian seperti yang aku dengar. apakah orang itu itu kiai. Kadang-kadang menemui tamu ote-ote.

orang tahu bahwa mereka yang berkunjung datang dari berbagai daerah.” sahut Pak Aryo sambil merangkul Rizal. Pagi-pagi pada hari tanggal yang ditentukan. Apakah sikapnya itu karena dia menghargai perhatian kawankawannya dan tak mau mengecewakan mereka.” “Setujuuu!” sambut kawan-kawan yang lain penuh semangat seperti teriakan para wakil rakyat di gedung parlemen. dia tampak tidak ragu-ragu menyebutkan hari dan tanggal. Di dipan itu pula konon si mbah tidur. mereka beramai-ramai mengunjungi Mbah Hambali. menurut Kang Ali. atau sebab lain. ide bagus ini. . tahu sebelum winarah. Rumahnya yang besar dan kuno hampir seluruh ruangnya merupakan ruang tamu. mbah yang satu ini termasuk yang paling meyakinkan kemampuannya. “aku siap mengantar. diatur membentuk huruf U. Dari berbagai plat nomor mobil. Siapa tahu jodohnya memang melalui Mbah Hambali itu.” kata Kang Ali akhirnya. doa beliau memang mujarab. tamu Mbah Hambali memang luar biasa banyaknya. Sebagian di antara mereka malah percaya bahwa beliau waskita. dipimpin Kang Ali. hanya diam saja. tentu saja hanya Rizal yang tahu. karena hari dan tanggal itu merupakan waktu prei mereka semua. Sama sekali tak ada tandatanda dia keberatan. meski seandainya yang lain yang menyebutkannya. ada tiga kursi diduduki mereka yang mendapat giliran matur. menghadap dipan beralaskan kasur tipis di mana Mbah Hambali duduk menerima tamu-tamunya.” “Wah.orang yang pernah datang ke Mbah Hambali. Dibanding orang-orang “pintar” yang pernah ia kunjungi. semuanya juga akan menyetujuinya. Agak deg-degan juga rombongan Rizal cs melihat bagaimana “orang pintar” itu memperlakukan tamu-tamunya. Hanya Rizal sendiri yang. Mbah Hambali memang nyentrik. atau sebenarnya dia pun setuju tapi malu. Ternyata juga benar seperti cerita Kang Ali. Ternyata benar seperti cerita Kang Ali. dari kayu antik hingga sofa model kota. Mbah Hambali ini memang lain. sambil senyum-senyum kecut. Tapi ketika mereka memintanya untuk menetapkan waktu. Ada tamu yang baru maju ke depan. Pekarangan rumahnya yang luas penuh dengan kendaraan. “Kita bisa minta tolong atau minimal minta petunjuk tentang jejaka kasep kita ini. kalau kalian berminat. Persis di depannya. Berbagai ragam kursi. Begitulah.” Pendek kata. “Nah. seperti biasa.

“Kenalkan ini calon menantu saya! Sarjana ekonomi. “Atau jengkel diledek terus sebagai bujang lapuk. menghampiri Rizal. jin.” komentar Yopi. “Sesuai yang tersurat. tapi nyufi!” Kemudian katanya sambil mengacak-acak rambut Rizal yang disisir rapi.” “Kau putus asa ya?” timpal Budi. Apakah kau akan menerima atau menolak takdirmu ini?” “Ya.” kata Eko mengingatkan. kau bisa kualat Mbah Hambali . “Tadi kamu kok ya ya saja. kata sudah diucapkan. Rembang. “Lho. Giliran rombongan Rizal cs diisyarati disuruh menghadap. seperti hendak dibisiki tapi tiba-tiba “Au!” si tamu digigit telinganya. “Pengumuman! Pengumuman!” teriaknya sambil menepuk-nepuk pundak Rizal yang gemetaran.langsung dibentak dan diusir. seperti tidak kau pikir. disaksikan malaikat. menerima Mbah!” sahut Rizal tegas. tiba-tiba Mbah Hambali bangkit turun dari dipannya. Pak Aryo. Rizal hanya diam sambil senyum-senyum. Ada tamu yang diberi uang tanpa hitungan. Zal?” kata Pak Aryo penasaran. misalnya. kamu ini bagaimana. Mbah!” jawab Rizal mantap. “kalau pincang atau bopeng. Ada tamu yang disuruh mendekat. “Ya bagaimana? Jadi maksudmu kau menerima anakku sebagai istrimu?” “Ya. Kang Ali juga diam saja sambil senyum-senyum penuh arti. dan manusia. lalu kau mengambil keputusan asal-asalan begitu?” “Ya kalau anak Mbah Hambali cantik. bagaimana?” “Pernyataanmu nanti!” “Jangan-jangan kau diguna-gunain Mbah Hambali. kamu dan rombonganmu boleh pulang. dan Rizal sendiri yang maju. Zal!” kata Andik khawatir. tapi ada juga yang dimintai uang dalam jumlah tertentu. Kali ini tidak seperti biasa. “Ucapkan sekali lagi yang lebih tegas!” “Saya menerima. Kang Ali. “Lagi pula kalau kau ingkar. Rizal pun dikeroyok kawan-kawannya. Seperti biasa. Mbah!” “Alhamdulillah! Sudah. Belum lagi salah satu dari mereka angkat bicara. 2004 tadi disaksikan orang banyak lho. Beritahukan keluargamu besok lusa suruh datang kemari untuk membicarakan kapan akad nikah dan walimahnya!” Di mobil ketika pulang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful