Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PERCOBAAN HUKUM MENDEL

Disusun oleh : Della Rimawati Nisrina Niwar H

XII-IPA 11 SMA 3 Semarang

PENYIMPANGAN SEMU HUKUM MENDEL

A. TUJUAN Mengamati rasio fenotip pada penyimpangan semu Hukum Mendel

B. DASAR TEORI Penyimpangan semu terjadi karena adanya bebereapa gen yang saling memengaruhi dalam menghasilkan fenotip. Meskipun demikian, perbandingan fenotip tersebut masih mengikuti prinsip Hukum Mendel. Penyimpangan semu Hukum Mendel meliputi : 1. Epistasis dan Hipostasis Peristiwa penyimpangan salah satu bentuk interaksi gen, dalam hal ini suatu gen menutupi ekspresi gen dominan lain yang bukan sealela Gen yang menutupi ekspresi gen lain disebut epistasis Gen dominan yang tertutup disebut hipostasis Epistasis dibedakan menjadi dua macam : Epistasis dominan

Gen dominan menutupi ekspresi gen dominan lain yang bukan sealela Perbandingan fenotip 12:3:1 Epistasis resesif Suatu gen resesif yang bersifat epistasis terhadap gen dominan yang bukan alelnya dan gen resesif tersebut harus dalam keadaan homozigot Perbandingan fenotip 9:3:4 2. Kriptomeri Peristiwa pembastaran di mana suatu faktor dominan tertutup oleh faktor dominan lainnya dan baru tampak jika tidak bersama dengan faktor penutup itu Perbandingan fenotip 9:3:4 3. Polimeri Gen dengan banyak sifat beda yang berdiri sendiri-sendiri, mempengaruhi bagian yang sama dari suatu organisme Perbandingan fenotip 15:1 4. Interaksi Gen Peristiwa dua gen atau lebih yang bekerja sama atau menghalang-halangi dalam memperlihatkan fenotip. Perbandingan fenotip 9:3:3:1 5. Gen-gen Komplementer Interaksi antara dua gen dominan, jika terdapat bersama-sama akan saling melengkapi sehingga muncul fenotip alelnya. Jika salah satu gen tidak ada, maka pemunculan sifat terhalang Perbandingan fenotip 9:7 tetapi

6. Gen Dominan Rangkap Terjadi karena dua gen dominan mempunyai bagian tubuh makhluk hidup yang sama. Jika berada bersama-sama, fenotipnya merupakan gabungan dari kedua sifat gen-gen dominan tersebut

Perbandingan fenotip 9:6:1 7. Gen Penghambat Penyimpangan semu yang terjadi karena terdapat dua gen yang dominan yang jika bersma-sama pengaruhnya akan menghambat pengaruh salah satu gen dominan tersebut. Perbandingan fenotip 13:3

C. ALAT DAN BAHAN PERCOBAAN 1. Alat tulis 2. Kertas label 3. Spidol 4. Uang logam (4 buah)

D. CARA KERJA 1. Tempelkan kertas label pada masing-masing sisi uang logam 2. Siapkan dua uang logam , tulis A pada salah satu sisi uang logam dan sisi baliknya tulis huruf a 3. Sedangkan dua uang logam yang tersisa, tulis B pada salah satu sisi uang logam dan sisi baliknya tulis huruf b 4. Lakukan pengacakan sebanyak 96 kali 5. Catat hasil tiap pengacakan ke dalam tabel pengamatan 6. Ulangi percobaan sekali lagi

E. DATA PENGAMATAN a. Kriptomeri

NO 1

GENOTIP AAbb

FENOTIP Merah IIII

IJIRAN

JUMLAH 4

2 3 4 5 6 7 8 9

AaBb aaBb AaBB aaBB Aabb aabb AABB AABb

Ungu Putih Ungu Putih Merah Putih Ungu Ungu TOTAL

IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII I IIII IIII III IIII II IIII IIII I III I IIII IIII I

30 16 13 7 11 3 1 11 96

b. Epistasis Dominan

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9

GENOTIP Hhkk HhKk HhKK hhKk HHkk HHKK HHKk hhKK hhkk

FENOTIP Hitam Hitam Hitam Kuning Hitam Hitam Hitam Kuning Putih TOTAL

IJIRAN IIII IIII IIII IIII IIII IIII IIII III IIII IIII II IIII IIII IIII I IIII IIII IIII IIII III IIII I III

JUMLAH 14 23 12 16 4 10 8 6 3 96

F. PEMBAHASAN a. Kriptomeri

A = gen yang menyebabkan adanya antosianin a = gen yang menyebabkan tidak ada antosianin B = gen yang menyebabkan suasana basa b = gen yang menyebabkan suasana asam Maka diperoleh genotip yang dihasilkan sebanyak 9 macam dan fenotipnya 3 macam Rasio fenotip percobaan = = dibagi 6) = Ratio fenotip H. Mendel Ratio Kriptomeri b. Epistasis Dominan Gen H untuk warna hitam epistasis terhadap gen K (warna kuning) H_K_ = hitam H_k = hitam = = 9,1 9 9 : : : 2,5 3 3 : : 4,3 : 4 3: 1 Ungu : 55 : Merah : 15 : Putih 26 (semua

HhK = kuning Hhkk = putih Maka diperoleh genotip yang dihasilkan sebanyak 9 macam dan fenotipnya 3 macam Rasio fenotip percobaan = = = Ratio fenotip H. Mendel = Hitam : 71 11,8 12 : : : Kuning : Putih 22 3,6 3 : : 3 (semua dibagi 6) 0,5 : 1

E. KESIMPULAN Dari percobaan, diperoleh data rasio fenotip yang menyimpang dari teori Hukum Mendel. Hal ini disebabkan karena kurang banyaknya sample. Dilihat

dari hasil rasio percobaan yang hampir mendekati rasio teori, dapat disimpulkan bahwa penyimpangan ini bersifat semu karena pola dasarnya sebenarnya sama dengan Hukum Mendel.