Anda di halaman 1dari 13

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]

METODE POTENSIAL DIRI (SELF POTENSIAL)

I. PENDAHULUAN Perbedaan potensial dihasilkan di dalam bumi atau di dalam batuan yang teralterasi oleh kegiatan manusia maupun alam. Potensial alami terjadi akibat ketidaksamaan atau perbedaan material-material , dekat larutan elektrolit dengan perbedaan konsentrasi dan karena aliran fluida di bawah permukaan. Hal lain yang mengakibatkan terjadinya self potensial di bawah permukaan bumi yang mana dipetakan untuk mengetahui informasi di bawah permukaan, self potensial dapat dihasilkan oleh perbedaan mineralisasi, reaksi (kegiatan) elektromkimia, aktivitas geothermal dan bioelektrik oleh tumbuh-tumbuhan (vegetasi). Telford, Geldart and Sheriff (1990) membuat formula tentang persamaan untuk perbedaan potensial. Umumnya metode SP (self potensial) adalah metode yang diinterpretasikan secara kualitatif dan bukan metode yang berusaha untuk mengkalkulasi berapa ukuran anomali dari suatu benda penyebab anomali, karena tidak diketahui bentuk dari benda tersebut, densitas atau konsentrasinya dari beragam massa dan elektrikal

propertisnya. Metode Potensial Diri atau secara umum disebut dengan metode SP (Self Potential) merupakan metode dalam Geofisika yang paling sederhana dilakukan, karena hanya memerlukan alat ukur tegangan (milliVoltmeter) yang peka dan dua elektroda khusus (porous pot electrode). Metode Potensial Diri merupakan metode yang paling tua diantara metode-metode Geofisika yang lain, yang telah diperkenalkan pada tahun 1830 di Inggris oleh Robert Fox. Metode Potensial Diri merupakan metode pasif dalam bidang Geofisika, karena untuk mendapatkan informasi bawah tanah, melalui pengukuran yang tanpa menginjeksikan arus listrik lewat permukaan tanah.

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]

Digital Volt Meter (DVM)

Bergerak Gambar 1 : Konfigurasi pengukuran Potensial Diri Elektroda porous pot digunakan didalam pengukuran potensial diri medium tanah dari di permukaan. Elektroda tersebut terdiri dari kawat tembaga yang dimasukkan dalam tabung keramik dengan dinding berpori, diisi dengan larutan Copper Sulphate ( CuSO4 ). Mengapa dalam metode SP digunakan elektroda porous pot untuk menghindari adanya efek polarisasi. Potensial diri dapat terjadi karena adanya proses elektrokimia dibawah permukaan tanah yang disebabkan oleh kandungan mineral tertentu.

Gambar 2. Metode Porous pot Self Potensial Didalam pengukuran potensial diri, gangguan yang terjadi secara alami tidak dapat dihindarkan, misalnya adanya arus telluric. Oleh karena itu, untuk mengetahui saat pengukuran potensial diri ada gangguan telluric atau tidak, maka potensial yang terjadi karena arus telluric perlu diukur, dan kemudian digunakan untuk melakukan koreksi terhadap data pengukuran potensial diri (SP).

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


Sedang saat dilakukan pengukuran potensial diri, hindarkan dari hal-hal yang dapat mengganggu karena dilakukan oleh manusia, misalnya jangan melakukan pengukuran potensial diri bersamaan dengan survei resistivity, yang harus menginjeksikan arus listrik kedalam tanah. Karena injeksi arus listrik tersebut akan mengganggu potensial diri yang terjadi secara alami. Sato dan Mooney (1960) membuat hipotesa bahwa potensial mineralisasi dapat timbul jika kondisi lingkungan didukung oleh adanya proses elektrokimia sehingga dapat menimbulkan potensial elektrokimia yang terjadi dibawah permukaan tanah, seperti dijelaskan pada gambar 2. Pada gambag 2, dibawah permukaan tanah terdapat ore body yang mengandung mineral sulfida, yang sebagian masuk atau terbenam dibawah muka air tanah (Water Table), sehingga menyebabkan proses elektrokimia. Apabila muka air tanah berada diatas atau dibawah ore body, maka tidak akan terjadi proses elektrokimia, sehingga tidak menimbulkan potensial diri.

Permukan Tanah Katoda

Ore Body

Water Table Anoda

Gambar 3 : Syarat terjadi potensial diri (Self Potential) Karena proses elektrokimia tersebut, bagian atas dari ore body (tubuh sulfida) akan mengalami proses reduksi. Sedang bagian bawah dari ore body yang terbenam dibawah permukaan air tanah akan mengalami proses oksidasi. Karena proses

tersebut, maka ore body terbentuk seperti Cell. Bagian dalam dari ore body berfungsi sebagai jalur transport electron dari anoda ke katoda.

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


Meskipun demikian, potensial diri yang terjadi di alam yang dapat diukur dari permukaan tanah dapat ditimbulkan oleh beberapa hal, antara lain : 1. Adanya perbedaan konsentrasi ion pada medium, atau perlapisan tanah. Misalnya antara lapisan pasir dan lempung, atau antara medium yang mengandung air tawar dan air asin. 2. Adanya aliran zat cair (air tanah) dalam perlapisan tanah. Air dalam tanah banyak mengandung ion, aliran ion tersebut yang menyebabkan timbulnya potensial di permukaan tanah. Potensial yang timbul ini disebut dengan Streaming Potential atau Electrokinetic Potential. 3. Adanya proses elektrokimia di dalam medium yang banyak mengandung mineral (senyawa sulfida). Potensial ini disebut dengan potensial mineralisasi.

II. PENGUKURAN POTENSIAL DIRI Untuk melakukan pengukuran potensial diri di lapangan, perlu dilakukan tahaptahap persiapan sebagai berikut : 1. Siapkan alat ukur potensial DVM (Digital Voltmeter), Eletroda Porous Pot 4 buah, larutan Copper Sulphate, roll meter, roll kabel dan tabel pencatat data, serta alat alat komunikasi jika perlu. 2. Rancang luasan yang akan disurvei dari overlay peta topografi dan peta geologi daerah survei, kemudian tentukan titik referensi untuk penempatan salah satu elektroda yang menetap. Tentukan lintasan-lintasan pengukuran didalam luasan survei (Survey Design), yang nantinya akan digunakan untuk acuhan pembagian kelompok pengukuran. 3. Kalibrasi terlebih dahulu masing-masing pasang elektroda porous pot.

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


II.1 Cara mengkalibrasi Elektroda porous pot Elektroda porous pot terdiri dari batang/kawat tembaga dan tabung keramik dengan bagian bawah berpori, diisi dengan seperti terlihat pada gambar dibawah : larutan Copper Sulphate ( CuSO4 ),

Batang/Kawat Tembaga Tabung Keramik

Larutan Lapisan berpori

Gambar 4 : Sketsa Elektroda porous pot

Untuk mengkalibrasi elektroda porous pot yang telah diisi dengan larutan Copper Sulphate pada konsentrasi yang sama, masukkan/celupkan satu pasang elektroda porous pot kedalam medium dengan jarak yang dekat (sekitar 10 cm). Pada kondisi tersebut, ukur potensial dengan DVM (Digital Volt Meter), dimana penunjukan harus lebih kecil atau sama dengan 2 millivolt. Apabila penunjukan ternyata lebih besar dari 2 millivolt, maka kedua elektroda porous pot tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu, kemudian diisi kembali dengan larutan Copper Sulphate yang mempunyai konsentrasi yang sama.

II.2 RANCANGAN LUASAN SURVEI Sebelum pekerjaan pengukuran lapangan dilakukan, terlebih dahulu perlu disepakati oleh team, batasan daerah yang akan disurvei, dengan perkiraan bahwa dibawah permukaan tanah terdapat target yang akan dicari. Hal tersebut dilakukan dengan survei pendahuluan dalam bentuk pemetaan geologi. Setelah mengetahui

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


daerah yang akan disurvei, rancang lintasan-lintasan pengukuran yang akan dikerjakan oleh kelompok-kelompok pengukuran. Tentukan titik referensi (potensial nol), yaitu tempat dimana elektroda yang menetap ditempatkan, yang terletak diluar daerah survei. Sedang untuk menentukan lintasan survei, overlaykan peta geologi dan peta topografi, dan tarik garis lintasan-lintasan survei. Pada setiap lintasan, mempunyai parameter koordinat titik awal pengukuran, azimuth dan interval jarak pengukuran, yang kesemuanya dicatat dalam tabel pengumpulan data.

Elektroda bergerak

L1 Elektroda Menetap (Referensi) L2

Ln

Elektroda menetap

Gambar 5 : Layout dari survei Metode SP Di lapangan, untuk melakukan survei metode SP digunakan 2 pasang elektroda porous pot dan dua voltmeter digital. Satu pasang diletakkan secara permanen untuk mengukur variasi harian yang disebabkan oleh arus telluric, yang kegunaannya untuk mengkoreksi data pengukuran. Sedang satu pasang yang lain digunakan untuk pengukuran sesuai dengan titik-titik pengukuran yang akan diukur.

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


III. PENGUMPULAN DATA Dari rancangan survei, setiap kelompok akan melakukan pengukuran pada lintasan-lintasan yang telah ditetapkan pada peta. Misalnya kelompok I medapat tugas untuk pengukuran lintasan 1 dan lintasan 2. Jika memungkinkan, buat tabel tugas kelompok pengukuran : No. 1 Pengukuran Data SP Kelompok 1 Tgl : .. Jam: .. Nama : ... Kelompok 2 dst Keterangan Lintasan Survei L1 : Koordinat Titik Awal x : . y : . Azimuth : L2 : Koordinat Titik Awal x : . y : . L3 : L4 : dst

Titik awal artinya, titik pertama pengukuran potensial pada lintasan ukur. Titik tersebut dicatat dan di plot pada peta, dan ditarik garis pada peta sesuai dengan azimuth yang telah diukur. Titik awal perlu diletahui koordinatnya (x,y), sehingga titik ukur yang lain pada lintasan yang sama dapat dihitung koordinat (x,y). Hal tersebut berguna untuk pengolahan akhir dari dalam bentuk kontur ekipotensial diri. Data-data pengukuran dicatat pada tabel, baik untuk pengukuran elektroda yang bergerak (tabel 1) ataupun sepasang elektroda yang menetap (tabel 2).

IV. PENGOLAHAN DATA DAN INTERPRETASI Pada metode potensial diri, pengolahan data tidak terlalu komplek, dalam hal ini hanya menghitung koordinat titik-titik ukur pada setiap lintasan, dari data parameter lintasan yang terdiri dari koordinat (x,y) titik awal, azimuth dan interval jarak pengukuran. Dengan menggunakan excel, koordinat titik-titik ukur dapat dihitung dengan menggunakan rumus geometri biasa. Dari pengukuran potensial diri pada setiap lintasan dan mengolah sehingga koordinat titik-titik ukur dapat ditentukan, akhirnya dapat dibuat kontur ekipotensial. Dari pola kontur ekipotensial, dapat diperkirakan penyebaran mmineral sulfida. Pada

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]


umumnya negatif center dari kontur menunjukkan posisi puncak konduktor (sulfida) berada dibawah negatif center. Dari peta kontur ekipotensial, dapat dibuat interpretasi penampang lintang kurva potensial diri. Interpretasi secara kuantitatif dapat dilakukan dengan cara pencocokan kurva lapangan dengan kurva model.

Tabel 1 : Pengumpulan Data SP (Elektroda Bergerak) Daerah Survei : Tanggal Mulai Jam : : Azimuth Titik Awal : : x : y : .. Koordinat E0 :

No. Lintasan : Interval : .. m

Nomor

No.Titik

Potensial (mVolt)

Keterangan

Sketsa Lintasan :

Tabel 2 : Pengumpulan Data SP (Elektroda Tetap Untuk Koreksi Telluric) Daerah Survei : Tanggal : Koordinat E0 :

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI] Mulai Jam Nomo r Jam : Potensial (mVolt) Keterangan/Catatan

Survei SP:

Gambar 6. (a) Grid titik-titik pengukuran (b) Pengkonturan dari data ekipotensial sesuai dengan grid titik-titk pengukuran yang dibuat.

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI] Model Interpretasi :

Gambar 7. Suatu bentuk model untuk interpretasi anomali SP

Gambar 8. (a) Distribusi ion anomali hipotetis dekat bidang batas padat-cair (b) Distribusi potensial yang sesuai.

10

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]

Gambar 9 . Profile profile model untuk interpretasi

Gambar 10. Anomali SP dan resistivitas sepanjang daerah prospek panasbumi Rotokawa, New Zealand (Villarosa, 1988 dalam Hochstein 1995)

11

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]

Gambar 11. Evaluasi dari profil potensial dan interpretasi geologinya. (I) Grafik pengukuran. (II) Grafik-grafik model . (III) Kurva penjumlahan.

Gambar 12. Evaluasi dari profil potensial dan interpretasi geologinya. (I) Grafik pengukuran. (II) Grafik-grafik model . (III) Kurva penjumlahan.

12

December 30, 2011 [METODE POTENSIAL DIRI]

13