Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

PERATURAN GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA NOMOR 53 TAHUN 2007 TENTANG ARAH, KEBIJAKAN DAN STRATEGl PENANGGULANGAN KEMISKINAN DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA, Menimbang : a. bahwa sesuai dengan Keputusan Gubernur Nomor 1791 Tahun 2004 telah ditetapkan Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta; bahwa dengan diberlakukannya Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Keputusan Menteri Koordinator. Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor 05/KEP/MENKO/II/2006 tentang Pedoman Umum dan Kelompok Kerja Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan, maka Keputusan Gubernur Nomor 1791 Tahun 2004 sudah tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan; bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud pada huruf a dan huruf b, serta dalam rangka mempercepat Penanggulangan Kemiskinan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta perlu menetapkan Peraturan Gubernur tentang Arah, Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan. Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Propinsi Daerah Khusus Ibukota Negara Republik Indonesia Jakarta; Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2000 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional; Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara; Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

b.

c.

Mengingat

: 1.

2.

3. 4. 5.

Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2005 tentang Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 10 Tahun 2002 tentang Rencana Strategi Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 14. MEMUTUSKAN : Menetapkan : PERATURAN GUBERNUR TENTANG ARAH. Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 108 Tahun 2003 tentang Tata Cara Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nomor 37 Tahun 2007. 15. 12. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. 19. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. 17. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 9 Tahun 2002 tentang Program Pembangunan Dasar Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2005. 8. 13. 9. 18. Keputusan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Nomor 05/KEP/MENKO/II/2006 tentang Pedoman Umum dan Kelompok Kerja TKPK. . Keputusan Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 17 Tahun 2002 entang Organisasi dan Tata Kerja Badan Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2002 tentang Pola Dasar Pembangunan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 7. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 3 Tahun 2001 tentang Bentuk.2 6. 16. Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2004 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Propinsi sebagai Daerah Otonom. Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah dan Sekretariat Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara. 11. Peraturan Daerah Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 8 Tahun 2001 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN.

Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan adalah Tujuan dan Rumusan aturan dan langkah-langkah dasar yang menjadi kebijakan untuk melaksanakan kegiatan penanggulangan kemiskinan. Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan. keluarga atau kelompok yang karena berbagai faktor penyebab tidak dapat melaksanakan fungsi sosialnya (peran terhadap din sendiri. 6. keluarga dan atau masyarakat) dalam kehidupan bermasyarakat serta memerlukan pertolongan orang lain. politik. sosial dan budaya. Pemberdayaan Masyarakat adalah upaya penguatan masyarakat beserta organisasi dan kelembagaannya. 9. dengan penguatan kemampuan masyarakat miskin dalam pengelolaan. berupa peningkatan SDM. . yang selanjutnya disingkat PPMK adalah Program Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 5. 2. Daerah adalah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 10. 8. 3. Arah. Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang selanjutnya disingkat menjadi PMKS adalah orang perorang. memperoleh peluang dan perlindungan untuk membentuk hasil yang lebih baik dalam berbagai kegiatan ekonomi. peningkatan organisasi dan kelembagaan sosial. SKPD adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah pada Pemerintah Daerah yang tupoksinya berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan. 7. Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Provinsi yang selanjutnya disingkat TKPK adalah forum lintas sektor dan lintas pelaku sebagai wadah koordinasi dan sinkronisasi strategi. kebijakan dan kegiatan penanggulangan kemiskinan di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Unit Kerja adalah bagian SKPD yang tupoksinya berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan. 4.3 BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Gubernur ini yang dimaksud dengan: 1. Pemerintah Daerah adalah Gubernur beserta Perangkat Daerah sebagai unsur penyelenggaraan Pemerintah Daerah. Peningkatan Kemampuan adalah sebagai upaya meningkatkan pendapatan melalui pendekatan produktifitas.

12. 13. hak anak dan hak lanjut usia. maka penanggulangan kemiskinan diarahkan untuk: . pinjaman. Memperluas Kesempatan adalah upaya penciptaan iklim dan lingkungan yang kondusif dalam rangka penanggulangan kemiskinan. warga masyarakat yang bertempat tinggal di lingkungan kumuh dan miskin serta memerlukan penataan perbaikan lingkungan.4 11. b. transfer uang dan asuransi bagi orang miskin dan keluarga berpendapatan rendah dan usaha mikro mereka. Perlindungan Sosial adalah upaya mengurangi pengeluaran masyarakat melalui pemberian subsidi dan bantuan untuk pengurangan bantuan kebutuhan dasar seperti akses ke pendidikan kesehatan dan infrastruktur yang mempermudah dan mendukung kegiatan sosial ekonomi. jasa pembayaran. c. penyandang masalah kesejahteraan sosial dengan menggunakan pendekatan hak azasi manusia. BAB II TUJUAN DAN SASARAN Pasal 2 Tujuan disusunnya Arah. KEBIJAKAN DAN STRATEGI PENANGGULANGAN KEMISKINAN Bagian Kesatu Arah Penanggulangan Kemiskinan Pasal 4 Berdasarkan hasil pemetaan dan pendekatan penanggulangan kemiskinan. Pasal 3 Sasaran Penanggulangan Kemiskinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 diarahkan bagi: a. Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Kemiskinan melalui Peraturan Gubernur ini sebagai pedoman dan arahan bagi seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah/Unit Kerja terkait dalam merencanakan dan melaksanakan program/kegiatan yang berkaitan dengan penanggulangan kemiskinan sesuai tugas pokok dan fungsinya. BAB III ARAH. warga masyarakat miskin yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Daerah dan berdomisili di Daerah. Lembaga Mikro Keuangan Non Bank adalah penyedia pelayanan keuangan bukan bank bagi masyarakat miskin dengan jangkauan yang lebih luas seperti tabungan.

kesehatan dan infrastruktur yang mempermudah dan mendukung kegiatan. c. b. terwujudnya perbaikan pendapatan masyarakat miskin. peningkatan kesempatan penciptaan iklim dan lingkungan yang kondusif dan sehat serta terpenuhinya kebutuhan dasar. terpenuhinya pelayanan pendidikan dan kesehatan bagi keluarga miskin. peningkatan kemampuan melalui perbaikan kesehatan dan pendidikan. peningkatan pemenuhan kegiatan penataan dan perbaikan infrastruktur lingkungan/perumahan miskin dan kumuh. menurunkan jumlah penduduk miskin di Provinsi DKI Jakarta sebanyak 2% (dua persen) setiap tahun. Bagian Ketiga Srategi Penanggulangan Kemiskinan Pasai 6 Strategi Penanggulangan Kemiskinan dilakukan melalui: a. b. . permodalan serta informasi pasar. perluasan kesempatan ditujukan menciptakan kondisi dan lingkungan ekonomi dan sosial budaya yang memungkinkan masyarakat miskin dapat memperoleh kesempatan seluas-luasnya dalam pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan taraf hidup secara berkelanjutan. perlindungan sosial sebagai upaya mengurangi pengeluaran masyarakat miskin melalui pemberian subsidi dan bantuan untuk pengurangan beban kebutuhan dasar seperti akses pendidikan. e. d. b. Bagian Kedua Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan Pasal 5 Dalam Penanggulangan kemiskinan di Provinsi DKI Jakarta fokus kebijakan diarahkan untuk: a. menurunkan angka pengangguran menjadi 3% (tiga persen) pada tahun 2009. peningkatan kemampuan ekonomi masyarakat melalui pembinaan dan bantuan usaha. peningkatan kesempatan kerja melalui keterampilan berusaha. d.5 a. c.

l. penanggulangan kemiskinan diperlukan b. pemberdayaan masyarakat dan peningkatan keterampilan sebagai upaya peningkatan pendapatan melalui pendekatan produktifitas dengan penguatan kemampuan masyarakat miskin dalam pengelolaan. pemaduan program kegiatan penanggulangan kemiskinan. d. Bagian Keempat Langkah-langkah Penanggulangan Kemiskinan Pasal 7 Dalam melaksanakan strategi langkah-langkah. penerbitan Kartu Multi Guna. pemberian jaminan akan teriaksananya sistem pendidikan dan kesehatan yang berorientasi kepada pelayanan masyarakat miskin. pengembagan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). politik.6 c. j. revitalisasi Unit Pengelola Keuangan Masyarakat Kelurahan menjadi Lembaga Keuangan Mikro. perluasan akses peluang usaha. o. sosial dan budaya. peningkatan kualitas sumber daya manusia. k. n. f. kelompok usaha dan pendampingan usaha masyarakat di tingkat kelurahan dalam rangka peningkatan kualitas usaha yang berorientasi pada kebutuhan pasar. pengembangan jejaring kerja melalui TKPK dan Pokja. peningkatan produktivitas usaha. memperoleh peluang dan perlindungan untuk membentuk hasil yang baik dalam berbagai kegiatan ekonomi. c. BAB IV BIDANG DAN PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN Bagian Kesatu Bidang Penanggulangan Kemiskinan . sebagai berikut: a. pembentukan dan pengembangan Lembaga Keuangan Mikro (LKM). h. penguatan kapasitas kelembagaan. e. g. pengembangan informasi bursa kerja. penyusunan peta kemiskinan. i. peningkatan kualitas hasil industri rumah tangga. penyusunan indikator dan database kemiskinan. d. peningkatan produktivitas kelompok usaha bersama. m.

d. 2. pengembangan pendidikan luar sekolah. 3. 8. 5. 2. 6. bidang ekonomi meliputi: 1. pembinaan anak jalanan. 2. pengembangan lembaga keuangan mikro. pengadaan perlengkapan sekolah bagi siswa Dikdas dan siswa rawan drop out. bidang pendidikan. bidang pemberdayaan masyarakat. PPMK. wisata edukatif dan outbond siswa SLTP. b. 8. pembinaan teknis kepada usaha mikro kelompok miskin. 7. 3. bantuan pemasaran . 6.7 Pasal 8 Untuk mencapai tujuan dan sasaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 maka penanggulangan kemiskinan dibagi dalam bidang yang meliputi: a. peningkatan pelayanan siaga kesehatan. bidang kesehatan meliputi: 1. pengembangan produksi peternakan dan perikanan (penebaran benih ikan di perairan umum). g. penyelenggaraan guru kunjung. bidang perlindungan sosial. Bagian Kedua Program Penanggulangan Kemiskinan Pasal 9 Terhadap bidang penanggulangan kemiskinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 disusun program aksi penanggulangan per bidang yang terdiri dari: a. bidang kesehatan. 3. c. bantuan modal. 5. 7. bidang ekonomi. peningkatan dan perluasan akses kesempatan belajar. c. bidang tenaga kerja. penyelenggaraan Wajib Belajar Dikdas. bidang fisik lingkungan dan perumahan. 9. bidang pendidikan meliputi: 1. f. e. penyusunan sistem pembiayaan kesehatan bagi keluarga miskin dan kurang mampu. 4. pelaksanaan program JPK Gakin dan pelayanan bencana. Pendidikan keterampilan. 4. bantuan biaya pendidikan sekolah (beasiswa). pengembangan Kredit Usaha Mikro kelompok miskin. pemberdayaan satgas Konsultan Keuangan Mitra Bank (KKMB). b.

4. e. 5. penanganan PMKS tuna sosial. penempatan tenaga kerja bagi keluarga miskin. penanganan PMKS penyandang cacat. 10. 6. perlindungan bagi Korban Kekerasan dalam Rumah Tangga. g. penanganan PMKS di panti-panti sosial. pemberdayaan ketahanan dan/atau lumbung pangan kelurahan. penyehatan lingkungan kumuh. lembaga swadaya masyarakat dan dunia usaha yang pembentukannya diatur dengan Peraturan Gubernur sendiri. EVALUASI dan PELAPORAN Pasal 11 (1) Pengendalian terhadap pelaksanaan Peraturan Gubernur ini dilakukan oleh Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat.8 d. 2. bidang fisik lingkungan dan perumahan meliputi: 1. pengembangan teknologi tepat guna. 2. 11. pemberdayaan lembaga-lembaga keagamaan. pemberian makanan tambahan anak sekolah. pola padat karya. 5. 5. PPMK. pelayanan pemakaman keluarga miskin. pemberdayaan perempuan. 8. bidang tenaga kerja meliputi: 1. pembinaan Lembaga Kesejahteraan Sosial. peningkatan wirausaha baru bagi keluarga miskin. 4. pendidikan dan pelatihan keterampilan kerja bagi keluarga miskin. penataan lingkungan kumuh. rehabilltasi infrastruktur bagi lingkungan kumuh. pengembangan sikap perilaku keluarga miskin. 2. f. 3. 2. penanganan PMKS anak. 6. kebijakan dan strategi penanggulangan kemiskinan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4u sampai dengan Pasal 9 dibentuk TKPK yang keanggotaannya terdiri dari SKPD/unit kerja terkait. 9. . pembangunan rumah susun murah. bidang pemberdayaan masyarakat meliputi: 1. unsur organisasi kemasyarakatan. penanganan korban bencana dan musibah sosial lainnya. keluarga dan lanjut usia. 4. transmigrasi. pembinaan tenaga-tenaga Dai. 6. peningkatan peran Lembaga Konsutasi Kesejahteraan Keluarga (LK3). penataan taman interaksi masyarakat di daerah kumuh dan miskin. BAB VI PENGENDALIAN. bidang perlindungan sosial dan pembinaan mental spiritual meliputi: 1. 7. 4. 3. 3. BAB V TIM KOORDINASI PENANGGULANGAN KEMISKINAN Pasal 10 Untuk melaksanakan arah. 3.

Ditetapkan di Jakarta pada tanggal. memerintahkan pengundangan Peraturan Gubernur ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. 2 April 2007 GUBERNUR PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA SUTIYOSO Diundangkan di Jakarta BERITA DAERAH PROVINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA JAKARTA TAHUN 2007 NOMOR 5 5 . BAB VII PEMBIAYAAN Pasal 12 (3) Biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan Peraturan Gubernur ini. Pasal 14 Peraturan Gubernur ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 13 Pada saat Peraturan Gubernur ini mulai berlaku. Agar setiap orang dapat mengetahuinya.9 (2) Terhadap pelaksanaan pengendalian sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan evaluasi setiap 6 (enam) bulan sekali atau sewaktu-waktu sesuai kebutuhan. dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan sumber penerimaan lainnya yang sah dan tidak mengikat. Hasil evaluasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dilaporkan Kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah. maka Keputusan Gubernur Nomor 17&1 Tahun 2004 tentang Strategi Penanggulangan Kemiskinan di Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dicabut dan dinyatakan tidak berlaku.