Anda di halaman 1dari 44

2.

Perasangan nukleus ventromedial dan area sekelilingnya bila dirangsang menimbulkan rasa kenyang dan menurunkan nafsu makan dan binatang menjadi tenang.

3. Perangsangan pada zone tipis dari nuklei paraventrikuler yang terletak sangat berdekatan dengan ventrikel ketiga (atau bila disertai dengan perangsangan pada area kelabu dibagian tengah mesensefalon yang merupakan kelanjutan dari bagian hipotalamus biasanya berhubungan dengan rasa takut dan reaksi terhukum.

4. Dorongan seksual dapat timbul bila ada rangsangan pada beberapa area hipotalamus. Khususnya pada sebagian besar bagian anterior dan posterion hipotalamus.

Hipotalamus, daerah pengatur utama untuk sistem limbik, berhubungan dengan semua tingkat limbik. Hipotalamus mewakili kurang dari 1 persen masa otak, namun merupakan bagian penting dari jaras pengatur keluaran sistem limbik. Sebagai contoh perangsangan Kardiovaskular hipotalamus. Perangsangan efek neurogenik pada sistem kardiovaskular meliputi kenaikan tekanan arteri, penurunan tekanan arteri, peningkatan atau penurunan frekuensi denyut jantung. Pada umumnya, perangsangan bagian posterior dan lateral hipotalamus meningkatkan tekanan arteri dan frekuensi denyut jantung, sedangkan perangsangan area preoptik sering menimbulkan efek yang berlawanan. Pengaturan gastrointestinal, dimana perangsangan pada hipotalamik lateral berhubungan dengan pusat lapar, bila daerah ini rusak maka pada percobaan binatang, akan terjadi kehilangan nafsu makan menyebabkan kematian karena kelaparan (lethal starvation). Pusat kenyang terdapat di

nukneus ventromedial, bila daerah ini dirangsang dengan listrik pada binatang percobaan akan menghentikan makannya dan benar-benar mengabaikan
makanannya. Bila area ventromedial ini rusak secara bilateral maka, maka binatang tersebut jadi rakus, dan terjadi kegemukan yang hebat.(Guyton, 1997:933)

Menurut seorang ahli bedah otak dari Amerika bernama Vilyanur Ramachandran bahwa ada God Spot di lobus temporalis. Orang yang mengaku ateis secara lisan, hati kecilnya pasti akan mengakui bahwa ada Tuhan yang mungkin tidak dikenalnya tapi dia rasakan, karena memang adanya Got spot di bagian temporal manusia menunjukan bahwa Tuhan sebenarnya telah memperkenalkan dirinya pada manusia, tapi kadang manusia lalai dan tidak mau mengakui keberadaannya.
a. Bagian-bagian otak secara anatomis 1. Telensefalon (endbrain) Hemisferum serebri Korteks serebri Rhinensefalon (sistem limbik) Basal Ganglia Nukleus Kaudatus Nukleus lentikularis Klaustrum Amigdala 2. Diensefalon (interbrain) Epitalamus Talamus Subtalamus Hipotalamus 3. Mesensefalon (midbrain) Korpora quadrigemina Kolikulus superior Kolikulus inferior Tegmentum Nukleus ruber Substantia nigra

Pedunkulus serebri 4. Metensefalon (afterbrain) Pons Serebelum

5. Mienlesefalon (marrow brain) Medula Oblongata (Prince,Wilson, 2006:1007)


Gambar 2.1 Otak dan bagian-bagiannya (www.medem.com)

a. Fungsi Bagian-Bagian Otak Cerebral Fungsi bagian otak dapat dilihat secara singkat pada tabel dibawah ini: Tabel 2.3 Fungsi Otak Lobus Serebral Fungsi Gangguan
Frontal Penilaian Kepribadian bawaan Keahlian Mental Kompleks Abstraksi , membuat konsep , memperkirakan Gangguan Penilaian Gangguan Penampilan diri dan kebersihan diri

Gangguan Afek Gangguan proses fikir Gangguan fungsi motorik

Temporal Parietal Dominan Non Dominan Oksipital masa depan Memori pendengaran Memori kejadian yang baru terjadi Daerah auditorius primer yang mempengaruhi kesadaran Bicara Berhitung (matematika) Topograhi kedua sisi tubuh Kesadaran sensorik Sintesis ingatan yang kompleks Memori visual penglihatan

Gangguan memori kejadian yang baru terjadi Kejang Psikomotor Tuli Afasia Agrafia Akalkulia Agnosia Gangguan sensorik (bilateral) Disorientasi Distorsi Konsep Ruang Hilang kesadaran sisi tubuh yang berlawanan Defisit penglihatan dan buta

(Prince,Wilson, 2002: 1048) 5. Stress Dan Respon Biologis. Menurut Rippetoe-Kilgore, Stress adalah kondisi yang dihasilkan ketika seseorang berinteraksi

dengan lingkungannya yang kemudian merasakan suatu pertentangan, apakah itu riil ataupun tidak, antara tuntutan situasi dan sumber daya system biologis, psikologis dan

sosial, dalam terminologi medis, stress akan mengganggu system homeostasis tubuh yang berakibat terhadap gejala fisik dan psikologis. Baik secara mental, fisiologi tubuh, anatomi, atau fisik, Stress is the
condition that results when person-environment transactions lead the individual to perceive a discrepancy, whether real or not, between the demands of a situation and the

resources of the person's biological, psychological or social systems. In medical terms, stress is the disruption of homeostasis through physical or psychological stimuli. Stressful stimuli can be mental, physiological, anatomical or physical(Rippe toe-Kilgor e,

Mark and Lon. 2006)

Richard Lazarus pada tahun 1974 yang membagi stress ke dalam 2 bentuk yaitu eustress dan distress.( Lazarus RS , 1993:1) stress yang berpengaruh positif adalah eustress sedangkan distress adalah stress yang bersifat negatif yang menyebabkan gangguan fungsional maupun organ tubuh.

Istilah stress sendiri ditemukan oleh Hans Selye, seorang ahli fisiologi dari Universitas Montreal merumuskan bahwa stress adalah tanggapan tubuh yang sifatnya nonspesifik terhadap aksi tuntutan atasnya. Sehingga tubuh bereaksi secara emosi dan fisis untuk mempertahankan kondisi fisis yang optimal reaksi ini disebut General adaptation syndrome (GAS) 1936.
Respon tubuh terhadap perubahan tersebut yang disebut GAS terdiri dari 3 fase yaitu: a. Waspada, (alarm reaction/reaksi peringatan)

Respons Fight or flight (respons tahap awal) Tubuh kita bila bereaksi terhadap stress, stress akan mengaktifkan sistem syaraf simpatis dan sistem hormon tubuh kita seperti kotekolamin, epinefrin, norepinefrine, glukokortikoid, kortisol dan kortison. Sistem hipotalamus-pituitary-adrenal (HPA) merupakan bagian penting dalam sistem neuroendokrin yang berhubungan dengan terjadinya stress, hormon adrenal berasal dari medula adrenal sedangkan kortikostreroid dihasilkan oleh korteks adrenal. Hipotalamus
merangsang hipofisis, kemudian hipofisis akan merangsang saraf simpatis yang

mempersarafi: 1. Medula adrenal yang akan melepaskan norepinefrin dan epinefrin; 2. Mata menyebabkan dilatasi pupil;

3. Kelenjar air mata dengan peningkatan sekresi; 4. Sistem pernafasan dengan dilatasi bronkiolus, dan peningkatan pernafasan; 5. Sistem Kardiovaskular (jantung) dengan peningkatan kekuatan kontraksi jantung, peningkatan frekwensi denyut jantung, tekanan darah yang meningkat; 6. Sistem Gastrointestinal (lambung dan usus), motilitas lambung dan usus yang berkurang, kotraksi sfingter yang menurun;

7. Hati, peningkatan pemecahan cadangan karbohidrat dalam bentuk glikogen (glikogenolisis) dan peningkatan kerja glukoneogenesis, penurunan sintesa glikogen. Sehingga gula darah akan meningkat di dalam darah;
8. Sistem Kemih terjadi peningkatan motilitas ureter, kontraksi otot kandung kemih,

relaksasi sfingter; 9. Kelenjar keringat, peningkatan sekresi; 10. Sel lemak, terjadi pemecahan cadangan lemak (lipolisis); Adapun lebih jelasnya fungsi dari syaraf simpatis yang terangsang saat terjadinya stress dapat dilihat di gambar dibawah ini: Gambar 2.2 Fungsi Syaraf Simpatis dan syaraf Parasimpatis

OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON)
Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document This is a private document.

Info and Rating


menyebabkan terjadi stress fisiologi manusia pusat pengaturan jenis fungsi insomnia terhadap gas (more tags)

dr liza M.Pd.I C...


Ads by Google

Share & Embed Related Documents


PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

p.

8.

p.

p.

p.

9.

p.

p.

p.

10.

p.

p.

p.

11.

p.

p.

p.

12.

p.

p.

p.

13.

p.

p.

p.

14.

p.

p.

p.

15.

p.

p.

p.

16.

p.

p.

p.

17.

p.

p.

p.

18.

p.

More from this user


PreviousNext 1.

6 p.

10 p.

101 p.

2.

9 p.

1 p.

74 p.

3.

54 p.

9 p.

62 p.

4.

16 p.

176 p.

126 p.

5.

15 p.

27 p.

19 p.

6.

7 p.

22 p.

29 p.

7.

46 p.

47 p.

48 p.

8.

5 p.

19 p.

134 p.

9.

15 p.

Recent Readcasters

Add a Comment
529991911d0300

Submit share: Characters: ...


document_comme

erjinleft a comment <a title="View OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON) on Scribd" href="OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON)" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: no 09 / 21 / 2010 Reply Report Nadia Chenleft a comment oatak kita 05 / 05 / 2010 Reply Report Ahbar K Radjakleft a comment <a title="View OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON) on Scribd" href="OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr

Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON)" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: no

rmal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: no 04 / 29 / 2010 Reply Report urhieqleft a comment <a title="View OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON) on Scribd" href="OTAK MANUSIA , Neurotransmiter Dan Stress (by dr Liza Pasca Sarjana STAIN CIREBON)" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: no 10 / 22 / 2009 Reply Report smwbleft a comment bu dr.Lisa, trims tulisannya, saya jadi bertambah pengetahuannya+lebih dekat kepada Allah melihat ciptaanNya yg begitu komplek 10 / 17 / 2009 Reply Report Upload a Document Search Documents

SISTEM KOORDINASI DAN ALAT INDRA MANUSIA Sistem koordinasi terdiri atas system syaraf dan system hormone. Interaksi keduanya melibatkan system indra. Sistem syaraf Sistem syaraf merupakan system kontrol yang mempunyai fungsi sebagai penerima dan penghantar rangsang keseluruh bagian tubuh, serta memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut. Sel syaraf yang menerima rangsang (impuls) disebut reseptor, sedangkan sel syaraf yang menerima hasil tanggapan dari otak disebut efektor. Jika dilihat dari letaknya dalam tubuh reseptor dibedakan atas eksteroreceptor yang menerima rangsang dari luar dan interoreseptor yang menerima rangsang dari dalam tubuh. Interoreseptor lebih dikenal dengan nama kinestesis (indra ke enam). Struktur sel syaraf (neuron) Sel neuron terdiri atas tiga struktur dasar yaitu: 1. Badan sel Berwarna kelabu mengandung nucleus, nucleolus, reticulum endoplasma, sitoplasma (neuroplasma) dan selaput plasma. Retikulum endoplasma terkadang berkumpul disebut badan nissl. Badan sel berfungsi meneruskan impuls ke akson 2. Dendrit Berupa tonjolan selaput plasma dari badan sel, atau percabangan dari badan sel. Dendrit berfungsi menerima impuls yang datang dari ujung akson lain dan meneruskannya ke badan sel 3. Akson Berbentuk serabut panjang yang berfungsi menerima impuls dari badann sel syaraf dan meneruskannya ke sel syaraf lain Struktur tambahan pada neuron terdiri dari 4. Selubung myelin Merupakan pembungkus akson yang terbentuk dari fosfolipid. Berfungsi melindungi akson, memberi makan akson, dan sebagai isolator 5. Nodus ranvier, Merupakan bagian dari akson yang tidak terbungkus selubung myelin dan berfungsi sebagai mempercepat penghantaran impuls. 6. Sel schwanns Termasuk kelompok sel neuroglia, berfungsi membentuk selubung myelin.

Jenis sel syaraf (neuron) Berdasarkan fungsinya, sel syaraf dibedakan atas: 1. Sel syaraf sensorik Sel saraf yang berfungsi menghantarkan impuls atau membawa rangsang dari reseptor (alat indra) ke system syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang) Dendritnya berhubungan dengan reseptor dan neuritnya berhubungan dengan dendtrit neuron lain. 2. Sel syaraf motorik Sel syaraf yang berfungsi menghantarkan tanggapan (rangsang motorik) dari system syaraf pusat ke efektor Dendritnya berhubungan dengan neuron lain, sedangkan aksonnya berhubungan dengan efektor (alat indra) 3. Sel syaraf konektor Sel syaraf yang menghubungkan antara sel syaraf sensorik dengan sel syaraf motorik di dalam system syaraf pusat. Berdasarkan bentuknya, sel syaraf dibedakan atas: 1. Neuron multipolar Neuron yang memiliki banyak dendrite dan satu neuron. Neuron jenis ini biasanya menyusun neuron motorik 2. Neuron bipolar Neuron yang memiliki satu dendrit dan satu akson. Neuron ini hanya ditemukan di syaraf darah telinga dan mata. Neuron ini termasuk jenis neuron interneuron (konektor) 3. Neuron unipolar Neuron yang memiliki badan sel terletak dibagian tengah dari akson. Ujung akson yang satu berhubungan dengan system syaraf pusat, sedangkan akson yang lain ujungnya berupa dendrite yang berhubungan dengan efektor. Neuron ini merupakan jenis neuron sensorik. Mekanisme penghantaran rangsang (Impuls) a. Penghantaran rangsang melalui akson Rangsang merupakan pergerakan suatu potensial kerja (sinyal) disepanjang akson sel syaraf. Rangsang yang bergerak disepanjang akson dapat dikatakan aliran listrik

yang merambat dengan kecepatan 100 m per detik. Jika sel syaraf dalam keadaan istirahat, bagian luar membrane akson bermuatan positip, dan bagian dalam membrane bermuatan negative. Keadaan tersebut disebut polarisasi. Pada proses ini Na+ berada di luar dan K+ berada di bagian dalam membran Jika ada impuls atau rangsang yang masuk, mengakibatkan pembalikan muatan listrik untuk sementara, muatan listrik bagian luar membrane berubah menjadi negative, dan bagian dalam membrane berubah menjadi positif. Keadaan tersebut disebut depolarisasi. Pada proses ini ion K+ pindah keluar membrane dan ion Na+ pindah ke dalam membran. Penghantaran impuls pada akson yang memiliki selubung mielein tidak dapat terjadi, tapi dengan adanya nodus ranvier, terjadi lompatan impul, sehingga proses penghantaran impuls menjadi lebih cepat, seperti terlihat pada gambar dibawah ini! b. Penghantaran rangsang melalui sinapsis Sinapsis adalah titik temu antara ujung akson sel saraf satu dengan badan sel atau dendrite sel sayaf berikutnya. Sel syaraf tempat asal impuls disebut neuron prasinapsis, sedangkan sel syaraf tempat lompatan impuls disebut neuron pascasinapsis. Ujung akson dari syaraf presinapsis membentuk bonggol yang disebut bonggol sinapsis. Dalam bonggol sinapsis terdapat mitokondria dan struktur terbungkus membrane yang disebut vesikula sinapsos. Vesikula sinapsis berisi neurotransmitter (suatu senyawa kimia yang dapat menghantarkan impuls dari satu sel syaraf ke sel syaraf yang lainnya dengan cara difusi. Jenis neurotransmitter yang penting adalah asetilkolin (Ach), dan yang lainnya adalah adrenalin, dopamine, serotonin. Impuls yang datang pada neuron prasinapsis menyebabkan vesikula sinapsis bergerak mendekat ke membrane prasinapsis. Selanjutnya vesikula sinapsis melepaskan neurotransmitter jenis asetilkolin dengan cara eksositosis ke celah sinapsis. Neurotransmitter berikatan dengan protein reseptor. Masuknya asetilkolin di ikuti dengan pindahnya impuls dari neuron presinapsis. Aselkolin yang telah melaksanakan tugasnya akan diuraikan dengan cara hidrolisis menjadi senyawa asam etanoat dan kolin oleh enzim kolinesterase yang dihasilkan oleh neuron pasca sinapsis. Kolin akan masuk kembali ke bonggol sinapsis dan disimpan dalam dalam vesikula sinapsis. Proses terjadinya gerak Gerak merupakan salah satu bentuk reaksi tubuh dalam menanggapi rangsang. Jenis gerak tubuh adalah: 1. Gerak biasa Merupakan gerak sadar, dengan arah gerak impuls sebagai berikut: Impuls reseptor sel syaraf sensorik

syaraf pusat sel syaraf motorik efektor (otot) 2. Gerak reflex Gerak reflek merupakan bagian dari mekanisme pertahanan tubuh, dan proses terjadinya lebih cepat dibandingkan gerak biasa. Urut-urutan jalannya impuls pada gerak reflex sebagai berikut: Impuls reseptor sel syaraf sensorik sumsum tulang belakang sel syaraf motorik efektor (otot)

sistem koordinasi dan indra


Download this Document for FreePrintMobileCollectionsReport Document This is a private document.

Info and Rating


Notes ringkasan materi koordinasi penghantaran rangsangan unipolar mekanisme penghantar mekanisme penghantaran (more tags) herfen suryati
Ads by Google

Share & Embed

Related Documents
PreviousNext 1.

p.

p.

p.

2.

p.

p.

p.

3.

p.

p.

p.

4.

p.

p.

p.

5.

p.

p.

p.

6.

p.

p.

p.

7.

p.

p.

p.

8.

p.

p.

p.

9.

p.

p.

p.

10.

p.

p.

p.

More from this user


PreviousNext 1.

23 p.

6 p.

23 p.

2.

8 p.

6 p.

43 p.

3.

2 p.

9 p.

3 p.

4.

2 p.

56 p.

6 p.

5.

2 p.

Recent Readcasters Add a Comment


529991911d0300

Submit share: Characters: ...


document_comme

Upload a Document Search Documents http://www.scribd.com/doc/13663406/sistem-koordinasi-dan-indra

Transmisi neurotransmitter

Terminology: 1. hyperpolarisasi : peningkatan dalam jumlah muatan listrik yang dipisahkan oleh membrane sel demikian juga dengan kekuatan potensial transmembranosa; merupakan perpindahan muatan negatif pada potensial istirahat sel. jika rangsangan menimbulkan perubahan listrik yang dapat meningkatkan permeabilitas ion kalium, terjadi hyperpolarisasi (penghambatan) sehingga impuls saraf tidak bias diteruskan. 2. depolarisasi : keadaan terangsang, jika rangsangan menimbulkan perubahan listrik yang dapat meningkatkan permeabilitas ion natrium 3. potensial aksi 4. impuls : daya pendorong yang datang tiba-tiba 5. neurotransmitter : zat kimia yang disintesis dalam neuron, disimpan dalam gelembung sinaptik pada ujung akson. (hal 92, fisiologi Ganong, jenis-jenis neurotransmitter) Stimulus--> terjadi depolarisasi--> jika membrane mengalami depolarisasi sampai ambang eksitasi--> perubahan permeabilitas membrane dengan fluktuasi natrium secara mendadak--> potensial aksi yang disalurkan melalui akson, jika potensial aksi mencapai terminal akson--> pelepasan neurotransmitter oleh gelembung sipnatik--> neurotransmitter melewati prasinap dan melekat pada reseptor spesifik di pascasinap--> dapat atau tidak menimbulkan potensial aksi pada membrane pascasinap ditentukan oleh keseimbangan antara impuls eksitasi dan inhibisi yang diterima. Neurotransmitter yang tetap berada dalam celah sinaptik kemudian di buang dari taut dengan 3 mekanisme utama : (1) melalui difusi atau kerja sel glia, (2) degradasi enzimatik (deaktivasi) sehingga struktur neurotransmitter tidak lagi dikenali oleh reseptor, (3) reuptake. Jika ketiga mekanisme ini dicegah --> memperpanjang waktu neurotransmitter berada di celah sinaptik --> memperpanjang masa kerjanya dalam pascasinap. P http://scriptamanentverbavolent.blogspot.com/2008/11/transmisineurotransmitter.html http://denikrisna.wordpress.com/category/bakul/farmakologi/page/2/