Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN Oleh : RYRI LUMOET Disusun Dalam Rangka Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat Pokok bahasan

: Penyakit Tifoid Sub pokok bahasan : Demam Tifoid Sasaran : Masyarakat di Desa Peterongan Target : Masyarakat di Desa Peterongan yang Beresiko Menderita Tifoid Hari/tanggal : Selasa, 23 Juni 2009 Waktu : 10 menit Tempat : Balai Desa Peterongan Penyuluh : Mahasiswa S1 keperawatan I. Latar Belakang : Memasuki musim pancaroba, masyarakat perlu mewaspadai penyakit tipus yang merebak dalam kondisi lingkungan yang sangat buruk. Peningkatan penderita penyakit ini paling banyak terjadi saat peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Peningkatan penyakit tipus ini disebabkan karena faktor lingkungan yang jelek pada saat tersebut. Saat itu sumber air banyak yang kering sehingga kuman menjadi lebih pekat. Biasanya penyakit ini terjadi sepanjang tahun, namun karena perubahan lingkungan menyebabkan terjadinya peningkatan penyakit ini. II. Tujuan Instruksional Umum : Setelah dilakukan pendidikan kesehatan, masyarakat di Desa Peterongan dapat mengantisipasi pencegahan penyakit tifoid dengan cara menjaga kebersihan lingkungan.

III. Tujuan Instruksional Khusus : Setelah mengikuti pendidikan kesehatan selama 1 x 10 menit, diharapkan masyarakat di Desa Peterongan dapat mengetahui tentang: 1. Pengerian Penyakit Thyphoid? 2. Bagaimana Terjadinya Typoid? 3. Bagiamana mengenali tanda penyakit typhoid? 4. Bagaimana cara untuk memastikan penyakit typhoid? 5. Apai penyulit yang bisa timbul akibat typhoid? 6. Apa pertolongan yang harus dilakukan pada penderita typhoid? 7. Mengetahui cara pencegahan timbulnya typhoid? IV. Strategi Pelaksanaan : 1. Metode : Ceramah dan diskusi 2. Media : Leaflet 3. Garis besar materi (penjelasan terlampir) : 1. Pengerian Penyakit Thyphoid? 2. Bagaimana Terjadinya Typoid? 3. Bagiamana mengenali tanda penyakit typhoid?

4. Bagaimana cara untuk memastikan penyakit typhoid? 5. Apai penyulit yang bisa timbul akibat typhoid? 6. Apa pertolongan yang harus dilakukan pada penderita typhoid? 7. Mengetahui cara pencegahan timbulnya typhoid?

V. Proses Pelaksanaan : No Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu 1. Pendahuluan Salam pembuka Menyampaikan tujuan penyuluhan Apersepsi Menjawab salam Menyimak Mendengarkan, menjawab pertanyaan 2 menit 2. Kerja Penyampaian garis besar materi anemia Memberi kesempatan peserta untuk bertanya Menjawab pertanyaan Evaluasi Mendengarkan dengan penuh perhatian Menanyakan hal-hal yang belum jelas Memperhatikan jawaban dari penceramah Menjawab pertanyaan 7 menit 3. Penutup Menyimpulkan Salam penutup Mendengarkan Menjawab salam 1 menit VI. Setting Tempat : Peserta penyuluhan duduk berhadapan dengan penceramah, membentuk huruf U. VII. Pengorganisasian : a. Pembawa acara : b. Pemateri : RYRI LUMOET c. Moderator : d. Notulis : e. Fasilitator : f. Observer : -

VIII. Kriteria Evaluasi: 1. Masyarakat mampu menjelaskan pengertian thyphoid 2. Masyarakat mengerti bagaimana terjadinya thyphoid 3. Masyarakat mampu mengenali tanda-tanda dan memastikan penyakit thyphoid 4. Masyarakat mengetahui apa saja yang harus dilakukan pada penderita thyphoid 5. Masyarakat tahu cara-cara melakukan pencegahan terhadap thyphoid IX. Referensi :

http://www.infokesehatan.co.id PIOGAMA, Anda Perlu Tahu, Buletin 2008, Juli 2008 - Tifus. Suzzane C. Smeltzer, Brenda G. Bare. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Vol.1. Jakarta : EGC. Soepaman, Sarwono Waspadji. 2001. Ilmu Penyakit dalam Jilid II Edisi 3. Jakarta: Balai Penerbit FKUI

LAMPIRAN : MATERI DEMAM TYPHOID A. PENGERTIAN Demam tifoid adalah penyakit infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh kuman salmonella thyposa.. Typhoid fever merupakan penyakit menular. Transmisi melalui air atau makanan yang tercemar. Demam tifoid adalah penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteritik demam, sakit kepala dan ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu yang juga disertai gejala-gejala perut pembesaran limpa dan erupsi kulit. B. PENYEBAB THYPHOID Demam typhoid timbul akibat dari infeksi oleh bakteri golongan Salmonella yang memasuki tubuh penderita melalui saluran pencernaan. Sumber utama yang terinfeksi adalah manusia yang selalu mengeluarkan mikroorganisme penyebab penyakit,baik ketika ia sedang sakit atau sedang dalam masa penyembuhan. Salmonella typhosa masuk kedalam tubuh melalui mulut dg makanan dan air yang tercemar kemudian kuman masuk kedalam usus halus. C. TANDA DAN GEJALA THYPHOID Demam Nyeri kepala Pusing Nyeri otot Anoreksia Mual dan muntah Obstipasi atau diare Rasa tidak enak pada perut D. DIAGNOSA Dalam menegakan diagnosa penyakit, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan laboratorium diantaranya pemeriksaan darah tepi, pemeriksaan Widal dan biakan empedu. 1. Pemeriksaan darah tepi merupakan pemeriksaan sederhana yang mudah dilakukan di laboratorium sederhana untuk membuat diagnosa cepat. Akan ada gambaran jumlah darah putih yang berkurang (lekopenia), jumlah limfosis yang meningkat dan eosinofilia. 2. Pemeriksaan Widal adalah pemeriksaan darah untuk menemukan zat anti terhadap kuman tifus. Widal positif kalau titer O 1/200 atau lebih dan atau menunjukkan kenaikan progresif. 3. Diagnosa demam Tifoid pasti positif bila dilakukan biakan empedu dengan ditemukannya kuman Salmonella typhosa dalam darah waktu minggu pertama dan kemudian sering ditemukan dalam urine dan faeces. Sampel darah yang positif dibuat untuk menegakkan diagnosa pasti. Sample urine dan faeces dua kali berturut-turut digunakan untuk menentukan bahwa penderita telah benar-benar sembuh dan bukan

pembawa kuman (carrier). E. KOMPLIKASI Penderita tipus dapat mengalami komplikasi : perdarahan pada usus halus dan usus halus berlubang infeksi paru infeksi empedu F. TREATMENT Perawatan dan pengobatan terhadap penderita penyakit demam Tifoid atau types bertujuan menghentikan invasi kuman, memperpendek perjalanan penyakit, mencegah terjadinya komplikasi, serta mencegah agar tak kambuh kembali. Pengobatan penyakit tifus dilakukan dengan jalan mengisolasi penderita dan melakukan desinfeksi pakaian, faeces dan urine untuk mencegah penularan. Penderita harus berbaring di tempat tidur selama tiga hari hingga panas turun, kemudian baru boleh duduk, berdiri dan berjalan. Kontrol ke dokter, Puskesmas, Rumah Sakit. G. PENCEGAHAN Tingkatkan kebersihan diri dan lingkungan Pilih makanan yang telah diolah dan disajikan dengan baik (memenuhi syarat kesehatan) Jamban keluarga harus cukup jauh dari sumur (harus sesuai standar pembuatan jamban yang baik) Imunisasi

LEAFLET : 1.Apakah Typus Itu ? Penyakit Radang Usus yang disebabkan kuman typus yang penularannya lewat mulut bersama makanan dan minuman 2. Bagaimana penyakit Typhoid terjadi Kuman terdapat dalam makanan, minuman, tangan yang kotor tertelan lalu berkembang biak di dalam usus sehingga usus menjadi radang

3. Bagiamana mengenali tanda penyakit typhoid. Pada awal penyakit suhu tubuh (panas badan) meningkat perlahan, mencret atau sukar berak, kemudion suhu tinggi terus- menerus atau rendah pada pagi hari dan naik pada siang hari lebih dari 5 hari. Badan lemah, nafsu makan menurun, perut kembung.

4. Bagaimana cara untuk memastikan penyakit typhoid Penentuan penyakit typhoid dengan pemeriksaan laboratorium seperti widal dan kultur darah setelah panas hari ke-5.

5. Apai penyulit yang bisa timbul akibat typhoid. - Usus bisa bocor dan menyebabkan kematian. - Panas tinggi sehingga kekurangan cairan

6. Apa pertolongan yang harus dilakukan pada penderita typhoid. - Istirahat di tempat tidur - Makan makanan yang halus, lunak dan tidak berserat - Minum air yang cukup - Kontrol ke dokter, Puskesmas, Rumah Sakit.

7. Mengetahui cara pencegahan timbulnya typhoid. - Jaga kebersihan lingkungan - Jaga kebersihan diri - Jaga kebersihan alat-alat makan - Jaga kebersihan makanan - Imunisasi