Anda di halaman 1dari 31

Kesetimbangan Kimia

Agar dapat memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yang mempengaruhinya serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri, pada bab ini anda harus mampu: Menjelaskan kesetimbangan kimia dan faktor-faktor yang mempengaruhi pergeseran Apakah kamu pernah melihat petir? Biasanya petir muncul pada musim hujan. karena pada musim hujan udara mengandung kadar air yang lebih tinggi sehingga daya isolasinya turun dan arus lebih mudah mengalir. Petir terjadi melalui proses kesetimbangan. Awalnya terlihat kilatan cahaya sesaat yang menyilaukan dari langit. Kemudian disusul dengan suara menggelegar. Petir terjadi akibat perpindahan elektron antar awan dan bumi. Energi yang dilepaskan berupa cahaya, panas, dan bunyi. Energi panas yang dilepaskan saat terjadi petir berpengaruh pada konsentrasi gas NO di atmosfer.Mengapa hal ini bisa terjadi? Reaksi pembentukan gas No sebagai berikut. N2(g) + O2(g) 2NO(g) Reaksi di atas termasuk kesetimbangan endoterm. Pada suhu dan tekanan normal reaksi kesetimbangan bergeser ke kiri dan hampir tidak ada gas NO yang terbentuk. Energi panas yang besar dilepaskan oleh petir dan mengakibatkan reaksi kesetimbangan bergeser jauh ke kanan. Gas NO yang terbentuk larut dalam air hujan dan diserap oleh tanah. Tanaman menyerap NO yang larut dalam air hujan sebagai senyawa penting untuk pertumbuhan. Selain contoh di atas, masih banyak lagi fenomena alam yang melibatkan reaksi kesetimbangan kimia. Dapatkah anda menyebutkan salah satu contoh lainnya? arah kesetimbangan dengan melakukan percobaan; Menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan; Menjelaskan penerapan prinsip kesetimbangan dalam kehidupan sehari-hari dan industri
1. Konsep Kesetimbangan Dinamis 2. Jenis jenis Reaksi Kesetimbangan 3. Tetapan Kesetimbangan 4. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesetimbangan 5. Perhitungan Tetapan Kesetimbangan 6. Derajat Disosiasi 7. Aplikasi prinsip Kesetimbangan Kimia Dalam Industri

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

A.

KESETIMBANGAN KIMIA

1. Konsep Kesetimbangan Dinamis


Dikelas X, sudah dipelajari berbagai macam reaksi kimia. Reaksi kimia tersebut merupakan reaksi kimia yang berlangsung untuk mendapatkan produk ( hasil reaksi ) saja dan tidak dapat menghasilkan reaktan ( pereaksi ) kembali. Jenis reaksi tersebut merupakan jenis reaksi satu arah ( irreversible ).Ciri-ciri reaksi satu arah adalah sebagai berikut: 1. Reaksi ditulis dengan satu anak panah ( ). 2. Reaksi berlangsung tuntas. 3. Reaksi baru berhenti apabila salah satu atau semua reaktan habis. 4. Zat hasil reaksi tidak dapat dikembalikan seperti zat mula-mula. Contoh : NaOH(aq) + HCl(aq) NaCl(aq) + H2O(l)

Pada reaksi tersebut NaOH habis bereaksi dengan HCl membentuk NaCl dan air. NaCl dan H2O tidak dapat bereaksi kembali menjadi NaOH dan HCl. Sedangkan pada reaksi kesetimbangan dapat terjadi reaksi dua arah ( bolak-balik / reversible ). Ciri-ciri reaksi bolak-balik adalah sebagai berikut: 1. Reaksi ditulis dengan dua anak panah yang berlawanan ( ) 2. Reaksi berlangsung dari dua arah, yaitu dari reaktan dan dari produk. 3. Reaksi ke kanan disebut reaksi maju. 4. Reaksi ke arah kiri adalah disebut reaksi balik. Pada umumnya suatu reaksi kimia yang berlangsung spontan akan terus berlangsung sampai dicapai keadaan kesetimbangan dinamis. Berbagai hasil percobaan menunjukkan bahwa dalam suatu reaksi kimia, perubahan reaktan menjadi produk pada umumnya tidak sempurna, meskipun reaksi dilakukan dalam waktu yang relatif lama. Umumnya pada permulaan reaksi berlangsung, reaktan mempunyai laju reaksi tertentu. Kemudian setelah reaksi berlangsung konsentrasi akan semakin berkurang sampai akhirnya menjadi konstan. Keadaan kesetimbangan dinamis akan dicapai apabila dua proses yang berlawanan arah berlangsung dengan laju reaksi yang sama dan konsentrasi tidak lagi mengalami perubahan atau tidak ada gangguan dari luar. Sebagai contoh keadaan kesetimbangan dinamis, kita perhatikan reaksi penguraian (dissosiasi) gas N2O4 sebagai berikut : N2O4(g) Tak berwarna 2 NO2 (g) merah coklat

Andaikan sejumlah mol gas N2O4 dimasukkan ke dalam suatu bejana tertutup. Mula-mula dengan segera gas N2O4 yang tidak berwarna tersebut terurai menjadi NO2 yang berwarna merah coklat. Akan tetapi setiap dua molekul NO2 dengan mudah bergabung menjadi molekul zat N2O4 kembali. Mulamula laju reaksi disosiasi N2O4 berlangsung relatif lebih cepat daripada laju reaksi pembentukan N2O4. Namun laju reaksi pembentukan N2O4 juga makin lama makin bertambah besar sesuai dengan pertambahan jumlah NO2 yang terbentuk. Pada suatu saat laju reaksi disosiasi N2O4 sama dengan laju reaksi pembentukan N2O4, maka Keadaan inilah yang disebut Keadaan kesetimbangan. 2 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Proses penguraian yang dibahas di atas, secara diagramatis dapat digambarkan sebagaimana yang diperlihatkan pada Gambar 1.1 berikut :

Gambar 1.1: Pencapaian keadaan kesetimbangan reaksi penguraian N2O4

Pada keadaan kesetimbangan, jumlah molekul NO2 dan N2O4 tetap. Oleh karena itu ketika keadaan kesetimbangan tercapai tidak terjadi perubahan sifat makroskopis zat. Akan tetapi reaksi penguraian dan pembentukan N2O4 tetap berlangsung secara terus menerus tidak kunjung berhenti secara mikroskopis, sehingga reaksi kesetimbangan disebut dengan kesetimbangan dinamis. Dimana pada keadaan kesetimbangan dinamis, sekalipun secara makroskopis tidak terjadi perubahan, tetapi secara mikroskopis tetap terjadi perubahan yang terus-menerus. Secara singkat Ciri-ciri kesetimbangan dinamis adalah: 1. Reaksi berlangsung terus-menerus dengan arah yang berlawanan. 2. Terjadi pada ruang tertutup, suhu, dan tekanan tetap. 3. Kecepatan reaksi ke arah produk (hasil reaksi) sama dengan kecepatan reaksi ke arah reaktan (zat-zat pereaksi). 4. Tidak terjadi perubahan makroskopis, yaitu perubahan yang dapat dilihat, tetapi terjadi perubahan mikroskopis, yaitu perubahan tingkat partikel (tidak dapat dilihat). 5. Setiap komponen tetap ada.

Soal latihan
1. Jelaskan perbedaan antara reaksi tidak dapat balik (irreversible) dan reaksi dapat balik (reversible), berikan contoh masing-masing? 2. Bilamana suatu reaksi dapat dikatakan telah mencapai keadaan kesetimbangan dinamis? 3. Jelaskan, mengapa kesetimbangan kimia disebut kesetimbangan dinamis? 4. Sebutkan beberapa ciri-ciri kesetimbangan kimia! 5. Berikan contoh reaksi yang termasuk reaksi irreversible dan contoh reaksi reversible masing-masing tiga! 3 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Lembar Kerja siswa

Kegiatan Percobaan : reaksi reversibel 1. Alat dan bahan : -Sendok spatula -Tabung reaksi -Kristal Timbal sulfat (PbSO4) -Larutan NaI -Larutan Na2SO4 -Aquades 2. Cara kerja : a. Masukkan sebanyak 1 sendok spatula kristal timbal sulfat ke dalam tabung reaksi. Kemudian tambahkan kira-kira 4 mL larutan NaI 1 M. Lalu aduklah campuran tersebut dengan menggoncang-goncangkan tabung. Amati perubahan warna yangterjadi. b. Tuangkan endapan larutan dari tabung reaksi kemudian cucilah endapan dengan aquades sebanyak dua kali. c. Tambahkan larutan Na2SO4 1 M kira-kira 4 mL. Kemudian aduk dan amati perubahan warna endapan 3. Hasil Pengamatan : Warna PbSO4 mula-mula : ....................................................... PbSO4 + Larutan NaI : ........................................................... Warna setelah endapan (I) + Larutan Na2SO4 : ........................ 4. Analisis Data : a. Tulislah persamaan reaksi antara : 1) Timbal Sulfat dengan Natrium Iodida :.............................. 2) Endapan (II) dengan larutan Natrium sulfat :.................... b. Bagaimana hubungan antara kedua reaksi tersebut ? 5. Menarik Kesimpulan : Simpulkan pengertian dari reaksi reversibel sesuai dengan hasil percobaan.

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

2. Jenis jenis Reaksi Kesetimbangan


Reaksi kesetimbangan dapat digolongkan berdasarkan fasa dari zat yang bereaksi dan hasil reaksinya, sehingga dikenal dua jenis reaksi kesetimbangan yaitu reaksi kesetimbangan homogen dan heterogen, perhatikan skema penggolongan reaksi seperti yang ditunjukkan pada Bagan 2.1.

Bagan 2.1. Penggolongan reaksi kesetimbangan berdasarkan fasa senyawa yang bereaksi

a. Reaksi Kesetimbangan homogen


Reaksi kesetimbangan homogen adalah reaksi kesetimbangan dimana fasa dari zatzat yang bereaksi denga zat-zat hasil reaksi sama, yaitu gas atau larutan. Contoh : Kesetimbangan dalam fasa gas : N2(g) + 3 H2(g) 2 SO (g) + O (g) 2 NH3(g) 2 SO (g)

Kesetimbangan dalam fasa larutan : CH3COOH(aq) NH4OH(aq) CH3COO- (aq) + H+ (aq) NH4+ (aq) + OH- (aq)

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

b. Reaksi Kesetimbangan Heterogen


Kesetimbangan heterogen adalah reaksi kesetimbangan yang memiliki fasa reaktan dan produk yang tida sama (berbeda). Contoh: Kesetimbangan dalam sistem padat gas, dengan contoh reaksi : CaCO3(s) CaO (s) + CO2 (g)

Kesetimbangan padat larutan, terjadi pada penguraian Barium sulfat dengan persamaan reaksi : BaSO4(s) Ba2+ (aq) + SO42- (aq)

Kesetimbangan padat larutan gas, dengan contoh reaksi : Ca(HCO3)2(aq) Soal Latihan 1. Jelaskan perbedaan pokok antara reaksi kesetimbangan homogen dan heterogen, beri contoh, masing-masing? 2. Tentukan apakah kesetimbangan berikut tergolong kesetimbangan homogen atau heterogen? a. 4NH3(g) + 5O2(g) 4NO(g) + 6H2O(g) b. 3 Fe (s) + 4 H2O(g) Fe3O4(s) + 4 H2(g) c. CH3COO (aq) + H2O(l) CH3COOH(aq) + OH- (aq) CaCO3(s) + H2O (l) + CO2(g)

Info Kimia: Mengapa makanan asam bisa menyebabkan sakit gigi?

Reaksi kesetimbangan dinamis terjadi pula dimulut. Lapisan email gigi mengandung senyawa kalsium hidroksiapatit (Ca5(PO4)3OH). Akibatnya di dalam mulut terjadi reaksi kesetimbangan (Ca5(PO4)3OH(s) (aq) 5Ca2+(aq) + 3PO43-(aq) + OH-

Jika anda memakan makanan yang mengandung asam ion H+ akan mengikat OH- dan PO43- . Pengikatan tersebut menyebabkan konsentrasi OH- dan PO43- berkurang sehingga reaksi bergeser ke kanan dan konsentrasi Ca5(PO4)3OH berkurang. Hal inilah yang menyebabkan lapisan email gigi rusak sehingga menimbulkan sakit gigi

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

3. Tetapan Kesetimbangan
Tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan Kc yang menyatakan tetapan kesetimbangan berdasarkan konsentrasi (C = concentration). Tetapan kesetimbangan ini sering dilambangkan dengan K saja. Untuk kesetimbangan zat dalam wujud gas, tetapan kesetimbangan dilambangkan dengan Kp yang menyatakan tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan (P = pressure). Penentuan tetapan kesetimbangan tergantung pada jenis reaksi, homogen atau heterogen. Dalam kesetimbangan kimia, fasa padat tidak disertakan dalam persamaan konstanta kesetimbangan kimia karena konsentrasi padatan relatif konstan. Pada tahun 1864, Cato Guldberg dan Peter Waage ilmuan dari Norwegia merumuskan hubungan antara konsentrasi zat-zat yang berada dalam kesetimbangan. Hubungan ini dikenal dengan Hukum Kesetimbangan Kimia atau Hukum Aksi Massa. Menurut Hukum Aksi Massa, Untuk reaksi kimia pada suhu tertentu, perbandingan hasil kali konsentrasi zat-zat di ruas kanan dengan hasil kali konsentrasi zat-zat di ruas kiri, yang masing-masing dipangkatkan dengan koefisien reaksinya, akan menghasilkan suatu bilangan yang tetap (konstan). Secara umum persamaan reaksi kesetimbangan atau reaksi bolak-balik dapat dinyatakan : aA + bB cC + dD dimana a, b, c, dan d adalah koefisien stokiometri dari A, B, C, dan D.Tetapan kesetimbangan (Kc) untuk reaksi tersebut pada suhu tertentu dapat dinyatakan :

Kc = [

[ ] [ ] ] [ ]

Harga tetapan kesetimbangan sangat berguna baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Secara kuantitatif, memungkinkan untuk menghitung konsentrasi pereaksi ataupun hasil reaksi dalam sistem kesetimbangan, sedangkan secara kualitatif, dapat memberikan informasi tentang sejauh mana reaksi berlangsung kearah reaksi sempurna.

a.Nilai Kc Untuk Kesetimbangan Homogen


Untuk kesetimbangan homogen, hukum kesetimbangan secara umum dituliskan sebagai berikut.

mA + nB

pC + qD

Harga tetapan kesetimbangannya:

Kc = [
7

[ ] [ ] ] [ ]

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

1. Contoh Soal

1. Tulislah rumus tetapan kesetimbangan dari reaksi berikut: a. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) b. COCl2(g) CO(g) + Cl2(g) 3+ c. Fe (aq) + SCN (aq) FeSCN2+(aq) Penyelesaian : a. Kc =
[ [ [ [ [ ][ ][ ][ ] ] ] ] ]

b. Kc =

c. Kc =

b. Nilai Kc Untuk Kesetimbangan Heterogen


Pada kesetimbanga heterogen, fase zat yang berpengaruh dalam penentuan Kc adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Jika terdapat fase gas dan fase padat, yang menentuka Kc adalah fase gas. Jika terdapat fase gas dan fase cair, yang menentukan Kc adalah fase gas. Jika terdapat larutan dan fase padat, yang menetukan Kc adalah fase larutan. Jika terdapat fase gas, fase cair, dan fase padat, yang menetukan Kc adalah fase gas.

Contoh Soal : Tulislah rumus tetapan kesetimbangan dari reaksi berikut: 1. BiCl3(aq) + H2O(l) 2. C(s) + O2(g) Penyelesaian : 1. BiOCl(s) + 2HCl(aq) CO2(g)

Kc = [ Kc =
[

] ] ] ]

2.

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Soal Latihan

Kerjakan pada buku latihan anda. 1. Tuliskan Kc dari persamaan-persamaan reaksi berikut. a. SO2Cl2(g) SO2(g) + Cl2(g) b. 3O2(g) 2O3(g) c. NaHCO3(s) Na2CO3(s) + CO2(g) + H2O(l) d. Ag2CrO4(s) Ag2+ (aq) + CrO42-(aq) 2. Tuliskan persamaan reaksi kesetimbangan dari Kc berikut. a. Kc = b. Kc =
[ [ [ [ ] [ ] ] ] [ ] ]

3. Mengapa zat padat ridak ikut diperhitungkan dalam reaksi kesetimbangan? Berikan alasanmu...!

Info Kimia

Cato Maximilian Guldberg adalah ahli kimia yang berasal dari Norwegia. Guldberg menamatkan pendidikan tingginya di universitas Oslo dan memulai karirnya dengan mengajar di sekolah militer untuk bangsawan tahun 1860. Guldberg bersama dengan adik iparnya, yaitu Peter waage merumuskan hukum aksi massa dimana rata-rata perubahan kimia bergantung pada konsentrasi reaktan. Guldberg dan Waage juga menyelidiki perubahan reaksi yang diakibatkan oleh suhu. Ternyata, penemuan mereka tidak banyak mengundang perhatian masyarakat Norwegia saat itu. Penemuan dan hasil percobaan Guldberg dan Waage diungkapkan kembali oleh William Esson dan Vernon Harcourt tahun 1867 di prancis. Tahun 1870, Guldberg berhasil menyelidiki dan membuat kesimpulan bahwa titik beku dan tekanan uap cairan murni lebih rendah dibandingkan dengan komponen larutannya. Tahun 1890, Guldberg merumuskan bahwa terdapat hubungan antara titik didik larutan dan suhu kritis dalam suhu absolut. Hubungan rumus tersebut dikembangkan lagi oleh Phillipee Auguste Guye.

4. Pergeseran Kesetimbangan dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi


Secara mikroskopis sistem kesetimbangan umumnya peka terhadap gangguan dari lingkungan ( dari luar). Henri Louis Le Chatelier (1884) berhasil menyimpulkan pengaruh faktor luar tehadap kesetimbangan dalam suatu azas yang dikenal dengan azas Le Chatelier sebagai berikut: 9 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Bila terhadap suatu kesetimbangan dilakukan suatu tindakan (aksi), maka sistem itu akan mengadakan reaksi yang cenderung mengurangi pengaruh aksi tersebut. Secara singkat, azas Le Chatelier dapat dinyatakan sebagai: Reaksi = - Aksi Artinya : Bila pada sistem kesetimbangan terdapat gangguan dari luar sehingga kesetimbangan dalam keadaan terganggu atau rusak maka sistem akan berubah sedemikian rupa sehingga gangguan itu berkurang dan bila mungkin akan kembali ke keadaan setimbang lagi. Cara sistem bereaksi adalah dengan melakukan pergeseran ke kiri atau ke kanan. Pergeseran kesetimbangan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain temperatur, konsentrasi, tekanan dan volume, penambahan katalis. Pengaruh konsentrasi Sesuai dengan azas Le Chatelier (Reaksi = - aksi) , jika konsentrasi salah satu komponen tersebut diperbesar, maka reaksi sistem akan mengurangi komponen tersebut. Sebaliknya, jika konsentrasi salah satu komponen diperkecil, maka reaksi sistem akan menambah komponen itu. Oleh karena itu, pengaruh konsentrasi terhadap kesetimbangan berlangsung sebagai berikut. Jika konsentrasi zat diperbesar maka kesetimbangan akan bergeser dari arah zat tersebut, Jika konsentrasi zat diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke arah zat tersebut. Contoh : Ion besi (III) (Fe3+) berwarna kuning jingga bereaksi dengan ion tiosianat (SCN-) tidak berwarna membentuk ion tiosianobesi (III) yang berwarna merah darah menurut reaksi kesetimbangan berikut : Fe3+ (aq + SCN-(aq) FeSCN2+(aq) Kuning-jingg tidak berwarna merah darah Ke arah manakah kesetimbangan bergeser dan bagaimanakah perubahan warna campuran jika : 1. ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+) 2. ditambah larutan KSCN (ion SCN-) 3. ditambah larutan NaOH (ion OH-) 4. Larutan diencerkan

Jawab : Azas Le Chatelier : Reaksi = - Aksi 1. Ditambah larutan FeCl3 (ion Fe3+) Aksi : menambah ion Fe3+ Reaksi : mengurangi ion Fe3+ Kesetimbangan : bergeser ke kanan 10 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Perubahan warna : bertambah merah (karena ion FeSCN2+ bertambah) 2 Aksi : menambah ion SCNReaksi : mengurangi ion SCNKesetimbangan : bergeser ke kanan Perubahan warna : bertambah merah (karena ion FeSCN2+ bertambah) Aksi : menambah ion OH- . Ion ini akan mengikat ion Fe3+ membentuk Fe(OH)3 yang sukar larut. Fe3+ (aq) + 3OH- (aq) Fe(OH)3 (s) Jadi, penambahan ion OH sama dengan mengurangi ion Fe3+. : mengencerkan (memperbesar volume), memperkecil konsentrasi (jarak antar partikel dalam larutan makin renggang. Reaksi : memperbesar konsentrasi (menambah jumlah partikel) Kesetimbangan : bergeser ke kiri, ke arah yang jumlah partikelnya lebih besar (setiap ion FeSCN2+ dapat pecah menjadi dua ion, yaitu Fe3+ dan SCN-). Perubahan warna : memudar (karena ion FeSCN2+ berkurang)

3.

4. Aksi

Gejala perubahan konsentrasi dapat diperhatikan [Fe(SCN)3] dalam air berwarna merah. Warna merah menunjukkan adanya ion FeSCN2+. Sehingga kesetimbangan yang terjadi adalah: FeSCN2+(aq) Fe3+(aq) + SCN-(aq) merah kuning pucat tak berwarna Jika ditambahkan NaSCN pada larutan maka konsentrasi dari SCNakan bertambah. Akibatnya ion Fe3+ akan bereaksi dengan ion SCN- dengan persamaan : FeSCN2+(aq) Fe3+(aq) + SCN-(aq) Akibatnya warna merah dalam larutan akan bertambah tua. Jika ditambah H2C2O4 pada larutan awal ion C2O4-2 akan berikatan dengan Fe3+. Akibatnya ion Fe3+ akan membentuk ion Fe(C2O4)33- yang dapat dilihat dari warna kuning dalam larutan. Persamaan yang terjadi adalah: FeSCN2+(aq) Fe3+(aq) + SCN- (aq) Efek perubahan konsentrasi pada kesetimbangan dapat dilihat pada Gambar 4.1.

Gambar 4.1. Efek perubahan konsentrasi pada kesetimbangan. (a) larutan Fe(SCN)3. Warna
larutan antara merah FeSCN+ dan kuning Fe3+. (b) Setelah penambahan NaSCN kesetimbangan bergeser ke kiri. (c) Setelah penambahan Fe(NO3)3, kesetimbangan bergeser ke kiri. (d) Setelah penambahan H2C2O4, kesetimbangan bergeser ke kanan. Warna kuning karena adanya ion Fe(C2O4)33-.

11

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Pengaruh Suhu / temperatur Sesuai dengan azas Le Chatelier, jika suhu atau temperatur suatu sistem kesetimbangan dinaikkan, maka reaksi sistem menurunkan temperatur, kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi yang menyerap kalor (ke pihak reaksi endoterm). Sebaliknya jika suhu diturunkan, maka kesetimbangan akan bergeser ke pihak reaksi eksoterm.

Perhatikanlah contoh berikut. Ditentukan reaksi kesetimbangan : 1. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = - 92,2 kJ 2. H2O(g) 1/2 H2(g) + O2(g) H = + 242 kJ Ke arah manakah kesetimbangan bergeser jika temperatur dinaikkan ? Jawab : Pada kenaikan temperatur, kesetimbangan bergeser ke pihak reaksi endoterm : Pada kesetimbangan (1), reaksi bergeser ke kiri. Pada kesetimbangan (2), reaksi bergeser ke kanan. Perubahan konsentrasi, tekanan atau volume akan menyebabkan pergeseran reaksi tetapi tidak akan merubah nilai tetapan kesetimbangan. Hanya perubahan temperatur yang dapat menyebabkan perubahan tetapan kesetimbangan. Reaksi Pembentukan NO2 dari N2O4 adalah proses endotermik, seperti terlihat pada persamaan reaksi berikut : N2O4(g) 2NO2(g) H= 58 kJ

Dan reaksi sebaliknya adalah reaksi eksotermik 2NO2(g) N2O4(g) H= -58 kJ

Jika temperatur dinaikkan, maka pada proses endotermik akan menyerap panas dari lingkungan sehingga membentuk molekul NO2 dari N2O4. Kesimpulannya, kenaikan temperatur akan menyebabkan reaksi bergeser kearah reaksi endotermik dan sebaliknya penurunan temperatur akan menyebabkan reaksi bergeser kearah reaksi eksotermik. Perhatikan percobaan dalam Gambar 4.2 berikut:

12

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

a.

b.

Gambar 4.2 (a) Dua tabung mengandung campuran gas NO2 dan N2O4 pada saat setimbang. (b)
Ketika salah satu tabung dimasukkan pada air dingin (kiri) warna menjadi bertambah terang, menunjukkan terbentuknya gas N2O4 yang tidak berwarna. Ketika tabung yang lain dimasukkan pada air panas (kanan), warnanya menjadi gelap, menunjukkan kenaikan konsentrasi NO2.

Pengaruh Tekanan dan Volume Perubahan tekanan dan volume hanya berpengaruh pada kesetimbangan yang melibatkan gas. Pada suatu reaksi kesetimbangan, pengaruh penambahan tekanan sama dengan pengaruh pengurangan volume. Demikian pula pengaruh pengurangan tekanan sama dengan pengaruh penambahan volume. Pengaruh penambahan tekanan (dengan cara memperkecil volume) pada kesetimbangan reaksi : CO + 3H2(g) CH4(g) + H2O(g) diberikan pada Gambar 4.3 berikut.

Gambar 4.3. Pengaruh tekanan terhadap kesetimbangan CO(g) + 3H2(g)

CH4(g) + H2O(g)

Hubungan antara pengaruh tekanan dan volume dengan koefisien reaksi dapat dijelaskan sebagai berikut. a. b. Jika tekanan ditingkatkan atau volume dikurangi, reaksi kesetimbangan bergeser ke arah zat yang memiliki jumlah koefisien yang lebih kecil. Jika tekanan diturunkan atau volume diperbesar, reaksi kesetimbangan bergeser ke arah zat yang memiliki jumlah koefisien yang lebih besar. Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

13

Pengaruh Katalis
Katalis merupakan zat yang dapat mempercepat reaksi. Hal ini berlaku juga untuk reaksi kesetimbangan. Akan tetapi, Katalis tidak menggeser kesetimbangan melainkan hanya mempercepat tercapainya kesetimbangan. Dengan ada atapun tidak ada katalis, komposisi kesetimbangan akan tetap sama.
Info Kimia

Henry Louis Le Chatelier (1850-1936) lahir di Paris,Prancis tanggal 8 oktober 1850. Ia menerima pelajaran pertamanya tentang matematika dan kimia dari ayahnnya yang seorang insinyur arsitektur. Ia membantu ayahnya menciftakan sesuatu industri aluminium di Paris dimana ia menyelesaikan pendidikan formalnya. Le Chatelier memulai penelitiannya tentang pembuatan semen. Ia kemudian mengembangkan aplikasi termodinamikanya kedalam ilmu kimia. Ia berpendapat bahwa termodinamika pasti menghasilkan informasi penting tentang fenomenafenomena kimia yang menjadi objek penelitiannya, seperti kelarutan garam dan reaksinya dengan air. Pemikirannya inilah yang kita kenal sekarang dengan asa Le Chatelier.

Soal Latihan 1. Jelaskan bagaimana pengaruh aksi (tindakan) berikut terhadap kesetimbangan? a. Menaikkan temperatur b. Menambah salah satu zat pereaksi c. Mengurangi salah satu produk d. Memperbesar tekanan dengan memperkecil volume 2. Tentukan reaksi berikut apakah termasuk reaksi eksoterm atau endoterm ? N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H= + 92 ,2 kJ 3. Diketahui reaksi kesetimbangan : 3 Fe (s) + 4 H2O(g) Fe3O4(s) + 4H2(g) a. Kearah manakah kesetimbangan bergeser jika pada suhu tetap volume campuran diperkecil ? b. Bagaimana pengaruh aksi tersebut terhadap konsentrasi H2 ? 4. Ditentukan reaksi kesetimbangan : CaCO3 (s) CaO (s) + CO2 (g) Kearah manakah kesetimbangan bergeser jika : a. ditambah CaCO3 b. dikurangi CaO c. Volume campuran diperkecil 5. Nitrogen oksida (NO) yang terdapat dalam asap kendaraan bermotor berasal dari reaksi berikut ini : N2 (g) + O2 (g) 2 NO (g) Reaksi tersebut semakin sempurna pada suhu tinggi. Apakah reaksi endoterm atau eksoterm , jelaskan jawaban anda? 14 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

5.Perhitungan Tetapan Kesetimbangan


Nilai Kc tidak berubah untuk suatu suhu tertentu. Hubungan tetapan kesetimbangan dalam reaksi kesetimbangan atau dua reaksi yang saling berkebalikan, Kc1 dan Kc2 yaitu:

Kc2 =

atau Kc1 =

Dimana : Kc1 = tetapan kesetimbangan untuk reaksi pembentukan Kc2 = tetapan kesetimbangan untuk reaksi penguraian Jika koefisien reaksi kesetimbangan diubah, pangkat konsentrasi juga akan berubah sebagai berikut. a) Jika koefisien tersebut dikalikan x, nilai tetapan kesetimbangan menjadi pangkat x.

b) Jika koefisien tersebut dikalikan x. Perhatikan beberapa raksi berikut. a) H2(g) + 2Br2(g)

, nilai tetapan kesetimbangan menjadi akar pangkat

2HBr(g), Kc1 =

[ [ ][ [ [

] ] ] ] [ [ ] ] ]

b) 2H2(g) + 2Br2(g)

4HBr(g), Kc2 =

c)

H2(g) +

Br2(g)

HBr(g), Kc3 =

] [

Kita dapat menemukan hubungan antara tetapan kesetimbangan tersebut.

Kc2 = ( Kc1)2
Contoh Soal

Kc3 = [

1. Pada suhu tertentu, diketahui Kc1 reaksi N2(g) + 3H3(g) 16. Tentukan: a. Kc2 untuk reaksi 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) ; b. Kc3 untuk reaksi N2(g) + H2(g) NH3(g). Jawab: Kc1 = 15 = 16 [ ][ ] Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI
[ ]

2NH3(g) adalah

a.

Kc2 =

[ [ [ [

][ ]

b.

Kc3 =

] ] [ ]

=4

Perhitungan-perhitungan yang berkaitan dengan nilai Kc memiliki banyak variasi. Nilai Kc dapat ditentukan dengan mengetahui konsentrasi zat-zat yang bereaksi pada berbagai keadaan. Di pihak lain, jika nilai Kc diketahui, konsentrasi zat-zat yang bereaksi pada berbagai keadaan dapat diketahui pula. Umumnya, tetapan kesetimbangan tidak menggunakan satuan karena tetapan kesetimbangan yang digunakan dalam persamaan reaksi termodinamika tidak memakai dimensi. Terdapat beberapa manfaat dari adanya tetapan kesetimbangan, antara lain: 1. Meramalkan reaksi kesetimbangan secara kualitatif Perhatikan persamaan reaksi kesetimbangan berikut. aA + bB cC + dD reaktan produk [ ] [ ] Kc = [ ] [ ] Jika harga Kc besar,berarti bahwa reaksi kesetimbangan banyak mengandung produk. Apabila harga Kc kecil, maka reaksi kesetimbangan banyak mengandung reaktan. 2. Meramalkan arah reaksi kesetimbangan Perhatikan contoh reaksi kesetimbangan berikut. N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) [ ] Qc = [ ][ ] Dalam hal seperti ini, arah reaksi dapat ditentukan dengan memeriksa nilai kuotion reaksi (Qc). Kuotion reaksi (Qc) dan Kc adalah sama-sama hasil bagi antara konsentrasi produk dan reaktan.Perbedaan Qc dengsn Kc yaitu Kc diperoleh dari konsentrasi zat pada keadaan setimbang, sedangkan Qc diperoleh dari konsentrasi zat pada keadaan apapun. Untuk menentukan arah reaksi dalam mencapai kesetimbangan kita dapat membandingkan nilai Qc dan Kc. Jika Qc < Kc berarti reaksi bersih berlangsung ke kanan sampai Qc = Kc. Jika Qc > Kc berarti reaksi bersih berlangsung ke kiri sampai Qc = Kc. Jika Qc = Kc berarti reaksi dalam seimbang. 3. Menghitung konsentrasi pada reaksi kesetimbangan Kamu mampu memahaminya dengan menyimak contoh berikut. 1) Jika diketahui reaksi N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g), hitung konsentrasi NH3 saat konsentrasi N2 dan H2 adalah 0,01 M pada keadaan setimbang ( Kc = 4,1 x 108)! 16 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Jawab : Kc =
[ [ ][ (
[ (

] ] [ ) (
] )

4,1 x 208 = =

] )

[ NH3 ]2 = (4,1 x 108) x (0,01)4 = 4,1 = = 2,0 Jadi konsentrasi NH3 pada keadaan setimbang adalah 2,0M

a. Perhitungan Kc untuk Reaksi Homogen


Untuk mennghitung Kc reaksi homogen, anda tinggal memasukkan konsentrasi zatzat pada kondisi setimbang ke dalam rumus tetapan kesetimbangan reaksi homogen. Jika komposisi zat-zat pada kondisi setimbang belum diketahui, untuk menentukan nilai Kc harus dicari terlebih dahulu konsentrasi zat-zat pada kondisi setimbang tersebut. Contoh Soal

1. Diketahui 0,6 senyawa PCl5 dibiarkan terurai sesuai dengan persamaan reaksi PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g)

Pada keadaan setimbang terdapat 0,2 PCl5. Tentukan jumlah gas klorin yang terbentuk jika pada suhu yang sama 0.25 M PCl5 dibiarkan terurai.... Jawab: Pada keadaan setimbang terdapat 0,2 M PCl5 PCl5(g) 0,6 M 0,6 0,2 = 0,4 M 0,2
( ( )( ) )

Keadaan awal Bereaksi Keadaan setimbang


[ [ ][ ] ]

PCl3(g) 0,4 0,4

Cl2(g) 0,4 0,4

Kc1 =

= 0,8

Dengan diketahuinya Kc1 jumlah Kc2 pada keadaan (2) dapat diketahui. Pada keadaan (2) sebanyak 0,25 PCl5 dibiarkan terurai. Jumlah gas Cl2 dimisalkan x mol. PCl5(g) 0,25M xM 0,25 x PCl3(g) xM xM + Cl2(g) xM xM

Kedaan awal Bereaksi Keadaan setimbang 17

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Kc2 =

[ [

][ ]

Pada suhu yang sama, nilai Kc suatu reaksi tidak berubah sehingga Kc2 = Kc1 = 0,8 = 0,2 0,8x = x2 X2 + 0,8x 0,2 = 0 ( x + 1) (x 0,2) = 0 X1 = -1 )( tidak mungkin) X2 = 0,2 Jadi, jumlah gas klorin yang dihasilkan adalah 0,2 M
( )( ) ( )

b. Perhitungan Kc untuk reaksi heterogen


Perhitungan Kc untuk reaksi heterogen tidak jauh berbeda dengan reaksi homogen. Hanya saja kita harus memperhatikan fase zat dalam reaksi sesuai dengan cara penulisan Kc untuk reaksi heterogen. Contoh Soal 1. Jika teetapan kesetimbangan reaski Ag2CrO2 (s) 2Ag+ (aq) + CrO42-(aq) Dalam wadah bervolume 1 l adalah 4 x 10-12, tentukan konsentrasi CO42- pada keadaan setimbang. Jawab: Dimisalkan CO42- = xM Ag2CrO4(s) 2Ag+ (aq) + CrO42-(aq) Keadaan awal Bereaksi 2x mol X mol Keadaan setimbang 2x mol X mol Kc = [ Ag+]2 [ CrO42-] 4 x 10-12 = (2x)2 (x) = (4x2) (x) = 4x3 -12 10 = x3 x = x3 x = = 10-4 Jadi, pada keadaan setimbang konsentrasi CrO42- = 10-4 mol L-1 = 10-4M

18

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

c. Tetapan Kesetimbangan Berdasarkan Tekanan (Kp)


Disamping tetapan kesetimbangan yang berdasarkan konsentrasi. tetapan kesetimbangan untuk sistem yang berupa gas juga dapat dinyatakan berdasarkan tekanan parsial gas, Tetapan kesetimbangan yang berdasarkan tekanan parsial disebut tetapan kesetimbangan tekanan parsial dan dinyatakan dengan Kp. Jika terdapat kesetimbangan dalam fasa gas. Secara umum persamaan kestimbangan berdasarkan tekanan parsial gas yaitu:

mA(g) + nB(g)
Maka
( ) ( ) (

pC(g) + qD(g)

Kp = (

) )

Pada saat kesetimbangan, gas-gas A, B, C, dan D bercampur dalam suatu ruangan tertentu dan menimbulkan tekanan tertentu. Tekanan tersebut adalah tekanan total yang ditimbulkan oleh campuran gas-gas tersebut. Disamping itu, masing-masing gas mempunyai tekanan parsial (tekanan bagian), yaitu tekanan yang ditimbulkan apabila gas itu sendiri berada dalam ruangan. Jika tekanan total adalah P dan tekanan parsial gas adalah PA, PB, PC, dan PD, maka:

P total = PA + PB + PC + PD

Dari persamaan gas ideal, yaitu PV = nRT dapat diartikan bahwa pada volume dan temperatur tetap, tekanan parsial berbanding lurus dengan jumlah mol. Apabila mempunyai jumlah mol yang besar, gas tersebut akan mempunyai tekanan parsial yang besar.

Tekanan Parsial suatu gas =

x tekanan total

Jika m, n, p,dan q merupakan mol zat A, B, C, dan D pada keadaan setimbang maka dapat dicari tekanan parsial dari masing-masing zat sebagai berikut. PA = x Ptotal PC = x P total

PB =

x P total

PD =

x P total

19

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Contoh Soal 1. Tulikan Kp untuk reaksi-reaksi berikut ini. a. 2NH3 (g) N2(g) + 3H2(g) b. 2C(s) + O2(g) 2CO(g) c. CaCO3(s) CaO(s) + CO2(g) Jawab: a. Kp = b. Kp = c. Kp =
( ( ( ) ) )

2. Diketahui reaksi kesetimbangan 2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g) Jika pada keadaan setimbang tekanan total = 6 atm, tentukan Kp ....! Jawab : Data yang diketahui berupa persamaan reaksi sehingga untuk menghitung Kp tidak digunakan perbandingan mol, melainkan perbandingan koefisien. PH2O = = PCO2 = = 6 atm = 3 atm 6 atm = 3 atm

Kp

= PH2O PCO2 = 3 3 = 9

Jadi, pada keadaan setimbang Kp= 9

20

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

3. Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan untuk reaksi kesetimbangan homogen Contoh : H2(g) + Cl2(g)

2HCl(g)

Maka tetapan kesetimbangannya: Kp =


[ [ ] [ ] ]

Keterangan: PHCl = tekanan parsial HCl PH2 = tekanan parsial H2 PCl2 = tekanan parsial Cl2 4. Tetapan kesetimbangan berdasarkan tekanan untuk reaksi heterogen Contoh: 3Fe(s) + 2H2O(g) Fe3O4(s) + 4H2(g) Maka tetapan kesetimbangannya: Kp =
[ [ ] ]

d. Hubungan Tetapan kesetimbangan (Kc) Dengan Tekanan Parsial (Kp)


Tekanan suatu gas sangat bergantung pada jumlah gas dan volume yang ditempatinya. Hal ini dapat dijelaskan dengan persamaan gas ideal.

PV = n RT

Dari persamaan gas ideal:

PV = n RT P = P = (RT)

= c = Konsentrasi molar Dari reaksi kesetimbangan gas secara umum: mA(g) + nB(g) pC(g) + qD(g) 21 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Tekanan parsial masing-masing gas dapat ditulis sebagai berikut. PA = [ ] RT PB = [ ] RT PC = [ ] RT PD = [ ] RT Harga-harga tersebut disubstitusi ke dalam persamaan Kp, sehingga dihasilkan :

([ ]
Kp =

) ([ ] ) ([ ] ] ]

) )

([ ]

[ ] [ ] [
=

[ ] [ ] [

= Kc (RT)(p+q)-(m+n)
Kp = Kc (RT)n

Keterangan: n = jumlah mol produk jumlah mol reaktan R T = 0,082 L atm K-1 mol-1 = temperatur mutlak Kelvin

Contoh Soal 1. Tuliskan hubungan Kp dan Kc beberapa reaksi kesetimbangan berikut. a. 2HI(g) H2(g) + I2(g) b. PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) c. 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) Jawab: a. Kp = Kc(RT)2-2 = Kc b. Kp = Kc(RT)2-1 = Kc R T c. Kp = Kc(RT)2-3 = Kc ( R T)-1 = 2. Dalam volume 2 L dimasukkan 5 mol PCl5(g) dan dibiarkan terjadi kesetimbangan sesuai dengan persamaan reaksi PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Jika pada keadaan setimbang terdapat 2 mol Cl2 dan pengukuran dilakukan pada suhu 270C, tentukan nilai Kp. 22 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Jawab: Keadaan awal Bereaksi Keadaan setimbang


( )( )

PCl5(g) 5 mol 2 mol 5-2 mol

PCl3(g) 2 mol 2 mol

Cl2(g) 2 mol 2 mol

Kc =

[ [

][ ]

Kp = Kc (RT)2-1 =(

= ( ) = Kc RT

) (0,082)(27 + 273) = 0,082 300 = 16,4

6. Derajat Disosiasi

Jadi, pada saat kesetimbangan, Kp = 16,4

Disosiasi adalah reaksi penguraian suatu zat yang menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana. Reaksi disosiasi adalah suatu reaksi setimbang dalam suatu sistem yang tertutup, dimana suatu zat terurai menjadi beberapa zat. Disosiasi yang terjadi akibat pemanasan disebut disosiasitermal. Disosiasi yang berlangsung dalam ruang tertutup akan berakhir dengan suatu kesetimbangan yang disebut kesetimbangan disosiasi. Besarnya fraksi yang terdisosiasi dinyatakan oleh derajat disosiasi (), yaitu perbandingan antara jumlah zat yang terdisosiasi dengan jumlah zat mula-mula

Derajat Disosiasi () =
atau

Derajat Disosiasi () =
Harga adalah 0 < < 1

x 100 %

Jika = 0, semua zat mula-mula tidak terurai, artinya tidak terjadi disosiasi. Jika = 1, seluruh zat mula-mula terurai, artinya terjadi disosiasi sempurna. Jika 0 < < 1, terjadi kesetimbangan disosiasi. Contoh reaksi disosiasi : a. b. c. d. 23 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) 2NH3(g) N2(g) + 3H2(g) N2O4(g) 2NO2(g) Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Contoh Soal 1. Dalam ruang 1 liter dimasukkan gas PCl5 sebanyak 0,30 mol dan terurai menurut reaksi kesetimbangan : PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Setelah mencapai keadaan setimbang terdapat 0,20 PCl3. Tentukan derajat disosiasi dan persentase PCl5 yang telah terurai ! Jawab: PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Keadaan awal Bereaksi Keadaan setimbang 0,30 mol 0,20 mol 0,10 mol 0,20 mol 0,20 mol 0,20 mol 0,20 mol

Derajat disosiasi () PCl5 =

= 0,66

Jadi, drajat disosiasi PCl5 = 0,66 atau = 0,66 % Soal Latihan 1. Dalam wadah bervolume 1L direaksikan 0,5 mol gas HCl dan 0,5 mol gas O2 sesuai dengan reaksi berikut. 4HCl (g) +O2(g) 2H2O (g) + 2 Cl2 (g) Jika dalam keadaan setimbang terbentuk 0,2 mol gas Cl2, hitunglah harga Kc. 2. Dalam wadah bervolume 1 L dimasukkan 0,3 mol gas H2 dan 0,3 mol gas I2 pada suhu 4000C sesuai reaksi berikut. Jika harga Kc adalah 49, tentukan konsentrasi zat dalam keadaan setimbang! 3. Pada suhu tertentu diketahui tetapan kesetimbangan reaksi HI(g) H2 (g) + I2 (g) adalah Tentukan Kc untuk reaksi a. H2(g) + I2(g) HI(g), da b. 2HI(g) H2(g) + I2(g)

4. Ke dalam wadah bervolume 2 L dimasukkan gas CO, H2O dan CO2 masing-masing 2mol dan terjadi reaksi kesetimbangan. CO(g) + H2O(g) CO2(g) + H2(g) Jika pada keadaan setimbang terdapat 1,5 mol H2, tentukan nilai Kc. 5. Reaksi kesetimbangan PCl3(g) + Cl2(g) PCl5(g) Memiliki tetapan kesetimbangan Kc = 0,08 Jika sejumlah gas PCl5 dimasukkan ke dalam tempat tertutup bervolume 1 L dan pada keadaan setimbang terdapat 2 mol PCl5, tentukan PCl3 pada keadaan setimbang. 24 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

6. Diketahui 6 mol gas SO3 dibiarkan terurai menurut reaksi kesetimbangan 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Jika pada saat setimbang dihasilkan 2 mol gas O2, tentukan nilai Kp reaksi tersebut. (diketahui Ptotal = 8 atm) 7. Tuliskan hubunngan Kp dan Kc untuk reaksi-reaksi berikut a. N2O4(g) 2NO2(g) b. 3O2(g) 2O3(g) c. 2HCl(g) H2(g) + Cl2(g) d. 2C(s) + O2(g) 2CO2(g) e. 2NaHCO3(s) Na2CO3(s) + H2O(g) + CO2(g) 8. Pada suhu tertentu gas SO3 terurai sesuai dengan persamaan reaksi 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Jika dimulai dari SO3 dan pada keadaan setimabang perbandingan jumlah mol SO3 : SO2 : O2 = 3: 4 : 2 , tentukan derajat disosiasi SO3.

7. Aplikasi Prinsip Kesetimbangan Kimia Dalam Industri


Banyak proses industri zat kimia yang didasarkan pada reaksi kesetimbangan. Agar efesien, kondisi reaksi haruslah diusahakan sedemikian sehingga menggeser kesetimbangan ke arah produk dan meminimalkan reaksi balik. Misalnya:

1. Industri Pupuk Urea


Bahan dasar pembuatan urea adalah amonia cair. Amonia direaksikan dengan karbon dioksida menghasilkan urea dengan reaksi sebagai berikut. 2NH3(g) + CO2(g) CO(NH2)2(s) + H2O( ) urea Amonia dapat diperoleh dengan cara mereaksikan gas notrogen dan gas hidrogen. Dasar teori pembuatan amonia dari nitrogen dan hidrogen ditemukan oleh Fritz Haber (1908), seorang ahli kimia dari Jerman. Sedangkan proses industri pembuatan amonia untuk produksi secara besar-besaran ditemukan oleh Carl Bosch, seorang insinyur kimia juga dari Jerman. Persamaan termokimia reaksi sintesis amonia adalah : N2(g) + 3H2(g) 2NH3(g) H = -92,4kJ Pada 250C : Kp = 6,2x105 Agar dihasilkan gas NH3 dalam jumlah maksimum, reaksi harus selalu bergeser ke kanan. Oleh karena itu, kondisi reaksi perlu diatur sebagai berikut: 1) Volume diperkecil; 2) Tekanan diperbesar; 3) Suhu diturunkan. Namun, timbul masalah jika suhu terlalu rendah, yakni laju reaksi menjadi lambat. Oleh karena itu, tekanan dan suhu harus diatur sedemikian rupa pada kondisi optimum sehingga diperoleh jumlah gas NH3 sebanyak-banyaknya. Selain itu, agar reaksi ke kanan berlangsung lebih cepat, ke dalam reaksi dapat ditambahkan katalis seperti: 1) Logam platina; 2) Besi oksida yang sedikit mengandung kalium oksida; 3) Aluminium oksida.

25

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Diagram alur dari proses Haber-bosch untuk sintesis amonia diberikan pada Gambar 9.1.

Gambar 9.1 . Skema pembuatan amonia menurut proses Haber-Bosch

2. Pembuatan asam Sulfat (H2SO4) menurut Proses Kontak


Gas belerang trioksida (SO3) digunakan sebagai bahan dasar pembuatan asam sulfat (H2SO4). Asam sulfat merupakan bahan kimia yang paling banyak diproduksi di seluruh dunia. Zat kimia ini dipakai secara luas diberbagai industri dan juga untuk keperluan rumah tangga. Contohnya, penggunaan asam sulfat sebagai air aki. Pembuatan gas SO3 dilakukan dengan mereaksikan gas belerang dioksida (SO2) dan gas oksigen. Cara ini disebut proses kontak. Reaksi kimia yang berlangsung dapat diringkas sebagai berikut: a. Belerang dibakar dengan udara membentuk belerang dioksida S(s) + O2(g) SO2(g) b. Belerang dioksida dioksidasi lebih lanjut menjadi belerang trioksida. 2SO2(g) + O2(g) 2SO3(g) c. Belerang trioksida dilarutkan dalam asam sulfat pekat membentuk asam pirosulfat. H2SO4(aq) + SO3(g) H2S2O7(l) d. Asam pirosulfat direaksikan dengan air membentuk asam sulfat pekat. H2S2O7(l) + H2O(l) H2SO4(aq) Seperti pembuatan gas NH3, proses pembuatan SO3 juga memerlukan suatu keadaan optimum agar reaksi selalu berlangsung ke kanan. Katalis yang digunakan adalah vanadium pentaoksida (V2O5). Asam sulfat yang dihasilkan dari proses ini merupakan asam sulfat pekat dengan kadar 98%. 26 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

Uji Kepahaman Konsep A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat disertai dengan alasan yang tepat. 1. Suatu reaksi dikatakan mencapai kesetimbangan apabila.... a. Reaksi ke kanan dan ke kiri telah berhenti b. Mol pereaksi selalu sama dengan mol hasil reaksi c. Laju reakis ke kanan sama dengan laju reaksi ke kiri d. Volume zat pereaksi sama dengan volume zat hasil reaksi e. Konsentrasi zat pereaksi sama dengan konsentrasi zat hasil reak 2. Yang bukan merupakan ciri-ciri keadaan setimbang dinamis adalah.... a. Reaksi berlangsung dua arah yang berlawanan b. Reaksi berlangsung terus menerus c. Setiap komponen pada reaksi itu tetap ada d. Tidak terjadi perubahan mikroskopis e. Laju reaksi ke arah produk sama dengan laju reaksi ke arah reaktan 3. Diketahui reaksi sebagai berikut: 2SO2(g) + O2(g) 2SO3 H = -196 kJ Agar reaksi bergeser ke kanan, maka usaha yang dilakukan adalah. a. Memperbesar tekanan b. mengurangi SO2 c. Memperbesar volume d. Memperkecil tekanan e. Menaikkan suhu 4. Reaksi dibawah ini yang termasuk reaksi kesetimbangan homogen adalah.... a. C(s) + H2O (g) CO (g) + H2 (g) b. Ch3COOH (aq) + H2O(l) CH3COOH-(aq) + H2O+(aq) c. Ag+(aq) + Fe2+(aq) Ag(s) + Fe3+(aq) d. 2NO2(g) 2NO (g) + O2(g) e. 2BaO2(s) 2BaO(g) + O2(g) 5. Reaksi kesetimbangan yang bergeser ke kanan jika tekanan diperbesar adalah.... a. 2HI(g) H2(g) + I2(g) b. N2O4(g) 2NO2(g) c. CaCO3(s) CaO2(s) + CO2(g) d. 2NO(g) + O2(g) 2NO2(g) e. S(s) +O2(g) SO2(g) 6. Pembuatan NH3 menurut proses Haber Bosch, sesuai dengan persamaan reaksi N2(g) + 2H2(g) 2NH3(g); H = -188,19 kJ Agar reaksi bergeser ke arah NH3, perubahan yang benar dari perubahan keadaan berikut ini adalah.... a. Tekanan ditingkatkan b. Volume diperbesar 27 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

c. Suhu ditingkatkan d. Konsentrasi N2(g) dan H2(g) dikurangi e. Di tambah katalis 7. Pembuatan asam sulfat dengan cara proses kontak berlangsung eksoterm. Agar didapatkan hasil yang optimal, harus dilakukan pada keadaan.... a. Suhu rendah, tekanan tinggi, dan diberi katalis b. Suhu tinggi, tekanan rendah, dan diberi katalis c. Suhu rendah, tekanan rendah, dan diberi katalis d. Suhu rendah, tekanan rendah, dan tidak diberi katalis e. Suhu tinggi, tekanan rendah, dan tidak diberi katalis 8. Tetapan kesetimbangan yang dinnyatakan sebagai Kc =
[ ] [ ] [ ] [ ]

Sesuai untuk persamaan reaksi kesetimbangan.... a. C + D A+B b. 3A + 2B 2C + D c. C + D 3A + B d. 3A + B C+D e. 2C + D 3A + 2B 9. Pada kesetimbangan W+X Y+Z Tetapan kesetimbangan K= 1, dan konsentrasi W sama dengan 2 kali konsentrasi Y. Berdasarkan data tersebut, konsentrasi X sama dengan.... a. 4 kali konsentrasi Z b. 2 kali konsentrasi Z c. Konsentrasi Z d. konsentrasi Z e. konsentrasi Z

10. Dalam wadah 5 liter terdapat 4 mol asam iodida, 0,5 mol iodin, dan 0,5 mol hidrogen dalam kesetimbangan pada suhu tertentu. Tetapan kesetimbangan untuk reaksi pembentukan asam iodida dari iodin dan hidrogen adalah.... a. 46 d. 60 b. 50 e. 64 c. 54 11. Dalam suatu bejana yang bervolume 1 L, 4 mol gas NO2 membentuk kesetimbangan sebagai berikut 2NO2(g) 2NO(g) + O2(g) Dalam keadaan setimbang pada suhu tetap, terbentuk 1 mol O2. Nilai kesetimbangan (Kc) adalah.... a. 0,5 d. 2,0 b. 1,0 e. 4,0 c. 1,5 28 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

12. Perhatikan reaksi berikut A+B C+D Jika satu mol A dicampur dengan satu mol B dan pada kesetimbangan terdapat 0,2 mol A, tetapan kesetimbangan reaksi di atas adalah.... a. 0,4 d. 8 b. 1,6 e. 16 c. 4 13. Dalam ruang 2 liter dipanaskan sebanyak 6 mol gas SO3 sehingga terdisosiasi dan membentuk kesetimbangan dengan persamaan: 2SO3(g) 2SO2(g) + O2(g) Jika dalam kesetimbangan terdapat gas SO3 dan O2 dalam jumlah mol sama, harga tetapan kesetimbangan Kc adalah. a. d. 4 b. c. 2 e. 8

14. Sebanyak 22 gram NOBr dimasukkan ke dalam wadah bervolume 1dm3, kemudian dipanaskan dan terurai sesuai reaksi berikut. 2NOBr (g) 2NO (g) + Br(g) Jika 60% NOBr terurai menjadi gas NO dan Br, besarnya harga Kc adalah.... a. 2,5 x 10-3 d. 6,75 x 10-2 -1 b. 1,35 x 10 e. 8,5 x 10-2 -1 c. 3,75 x 10 15. Dalam ruang 1 liter sebanyak 0,6 mol gas PCl5 dipanaskan menurut reaksi PCl5(g) PCl3(g) + Cl2(g) Dalam kesetimbangan dihasilkan 0,2 mol gas Cl2, jika suhu pada ruangan 300K dan harga R = 0,082 harga Kp adalah. a. 0,04 atm b. 0,10 atm c. 1,64 atm d. 2,64 atm e. 6,05 atm 16. Di dalam ruang tertutup dan suhu 3250C terdapat reaksi berikut. 2 A(g) + B (g) 2C(g) Jika Kc = 2,95, besarnya Kp adalah.... a. 0,02 d. 0,06 b. 0,04 e. 0,09 c. 0,05 17. Dalam volume 3 liter terdapat dalam keadaan setimbang 0,05 mol PCl5 , 0,01 mol PCl3 dan 0,03 mol Cl2 menurut reaksi : PCl5(g) PCl3(g)+Cl2(g). Derajat disosiasi PCl5 adalah a. 1/6 b. 1/5 c. 1/3 d. 2/5 29 Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

e. 3/5 18. Sebanyak 4 mol HI dipanaskan dalam ruang bervolume 2 liter pada suhu 1270C dan terurai sesuai dengan reaksi berikut. 2HI (g) H2(g) + I2(g) Jika derajad disosiasi HI adalah 0,5 berapakah besarnya harga kp.... a. 0,25 d. 2,0 b. 0,50 e. 4,0 c. 1,50 19. Pertimbangan pemakaian suhu tinggi untuk membuat NH3 menurut proses HaberBosch ialah.... a. NH3 terbentuk sedikit pada suhu rendah b. Supaya reaksi bergeser ke arah NH3 c. Supaya reaksi berlangsung cepat d. Mengurangi penggunaan katalis e. Pembentukan NH3 merupakan reaksi eksoterm 20. Pada suhu 200K harga Kc untuk suatu reaksi kesetimbangan gas 2PQ (g) P2(g) + Q2(g) adalah 473. Jika R= 0,082 atm mol-1 K-1 maka harga Kp untuk reaksi tersebut adalah.... a. 0,01 d. 473 b. 100 e. 946 c. 236,5

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan singkat dan jelas pada buku latihan
1. Perhatikan reaksi berikut 2CO(g) + O2(g) 2CO2(g) H = +X kJ/mol

Reaksi akan bergeser ke kanan jika? 2. Perhatikan reaksi berikut. 2CO(g) + O2(g) 2CO2(g) H = -556 kJ/mol Sebutkan faktor yang dapat mengurangi kadar CO2 berdasarkan asa Le Chatelier! 3. Pada suhu 295 K : NH4HS(s) NH3(g) + H2S(g) Tekanan parsial tiap gas adalah 0,265 atm. Hitung Kp dan Kc untuk reaksi tersebut? 4. Berdasarkan reaksi kesetimbangan pembuatan amonia diperoleh Kc sebesar 4,1 x 108, hitunglah konsentrasi NH3 jika keadaan setimbang konsentrasi H2 dan N2 masingmasing adalah 0,01 M? 5. Pada industri pembuatan logam nikel, NiO direduksi menjadi Ni berdasarkan reaksi: NiO(s) + CO(g) Ni(s) + CO2(g) Pada suhu 1.600, nilai Kp = 600. Tentukan perbandingan tekanan parsial CO dan CO2!

30

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI

DAFTAR PUSTAKA Adom, A., (2009), Kesetimbangan Kimia: http://andykimia03.blogspot.com/ Kuswati, T.M., ( 2005 ), Sains Kimia Untuk SMA Kelas 2, Penerbit Bumi Aksara, Jakarta. Martha, Y., (2010) Kesetimbangan Kimia: http://yennymartha.wordpress.com/kimia-x/semester-i/4-kesetimbangan-kimia/ Nasrudin, H., ( 2004 ), Kesetimbangan kimia: http://id.wikipedia.org/wiki/Kesetimbangan-kimia. Putra, B., (2010), Kesetimbangan Kimia Di Alam: http://comcelluler.blogspot.com/2010_11_17_archive.html Rusdiansyah.,(2011), Aplikasi Prinsip Kesetimbangn Kimia Dalam Industri: http://www.chem-is-try.org/materi_kimia/kimia-kesehatan/kesetimbangankimia/aplikasi-kesetimbangan-2/ Suharsini,M., Saptarina, D.,(2007) Kimia dan Kecakapan Hidup, Penerbit Ganeca Exac, jakarta. Sunarma., (2010), Kesetimbangan Kimia/smk/sma kls 2 : http://sumarnaasum.blogspot.com/2010/11/kesetimbangan-kimiasmksma-kls-2.html Sutresna,N., (2008), Cerdas Belajar Kimia, Penerbit Grafindo media Pratama, Bandung.

31

Modul Kesetimbangan Kimia SMA Kelas XI