Anda di halaman 1dari 3

TUBERCULOSIS KUTIS ( Kode ICD...............) No. Dokumen ........................ No. Revisi ........................ Halaman ........................

Ditetapkan Tanggal ........................ PANDUAN PRAKTEK KLINIS ( SMF KULIT DAN KELAMIN ) Pengertian Tanggal terbit ........................ Dr. AGUNG BASUKI, M.Kes NIP. 19600504 198902 1 002 Tuberculosis Kutis adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis (jenis human) atau Mycobacterium atipis. Riwayat pernah menderita batuk lama (batuk berdahak warna hijau lama, batuk berdarah) , sesak nafas, berat badan turun sering berkeringat dingin saat malam hari. Riwayat menggunakan obat OAT ( sedang, atau sudah berobat tapi kambuh lagi, putus berobat atau lalai dalam berobat). Riwayat kelainan pada kulit: Biasnya terdapat benjolan berisi nanah, seperti melepuh atau sudah pecah dan mengering,tempatnya di daerah leher,ketiak, lipat paha, dan bisa di tiga-tiganya sekaligus. Atau biasanya timbul bintul-bintul di kulit yang kemerahan, ada luka lecet di muka, badan,bokong. Riwayat keluarga ada yang menderita sakit TB Kelainan kulit antara lain : Skrofulodema : Predileksi didapatkan pada daerah aliran kelenjar getah bening(leher,ketiak,paha). Dimulai dengan satu atau beberapa nodul indolen, keras dan dalam, dan melekat dengan kulit diatasnya. Setelah beberapa minggu, lesi menjadi kemerahan, melunak. Abses akan pecah membentuk fitel yan kemudian menjadi ulkus khas: bentuk memanjang dan tidak teratur, sekitarnya livid, dinding bergaung, jaringan granulasi tertutup pus seropurulen atau kaseosa yang mengandung M.tuberculosis Tbc kutis verukosa : lesi berbentuk bulan sabit, papul berukuran lentikular diatas kulit eritematosa. Pada bagian cekung terdapat sikatrik. Direktur,

Anamnesa

Pemeriksaan Fisik

Lupus vulgaris : kelompok nodus merah berubah menjadi kuning pada penekanan ( apple jelly colour). Nodus berkonfluensi membentuk plak, bersifat destruktif, sering terjadi ulkus. Pada involusi terjadi sikatrik. Di muka, extremitas, bokong Tbc chancre : papul,pustule, ulkus indolen,indurasi positif, dinding bergaung. Predileksi pada daerah yang mudah terkena trauma. Tbc miliar kutis : lesi diseminata seluruh tubuh berupa papul eritematosa, purpura maupun vesikel. Pada individu imunosupresif. Tbc kutis orificialis : lesi ulkus hemoragik, purulen,dinding menggaung. Pada pasien tuberculosis organ dalam, predileksi sekitar mulut, orifisium uretra eksternum,perianal Anamnesa: Riwayat menderita TB paru/ gagal dalam pengobatan OAT Pemeriksaan fisik : timbulnya kelainan kulit Pemeriksaan penunjang : - Tes tuberculin : PPD-5TU hasil positif > 10mm. - Pemeriksaan bakteriollogik: sediaan apus ditemukan basil tahan asam ( hasil lebih kurang 8 minggu)

Kriteria Diagnosa

1. 2. 3.

Diagnosis

TUBERCULOSIS KUTIS

Diagnosis Banding

Pemeriksaan Penunjang

Terapi

Lupus vulgaris : DLE,morbus Hansen, sarkoidosis Tbc kutis verukosa : kromomikosis, veruka vulgaris, blastomikosis Skrofuloderma: hidradenitif supuratif, limfogranuloma venereum Tbc milier kutis : reaksi obat papuler Tbc kutis orifisialis : KSS, stomatitis aphthosa Prinsip : Pemeriksaan darah tepi dan LED Tes tuberculin : PPD-5TU hasil positif > 10mm Pemeriksaan bakteriollogik: sediaan apus ditemukan basil tahan asam ( hasil lebih kurang 8 minggu) Pemeriksaan histopatologik Medikamentosa : Topikal: Pada bentuk ulkus : kompres kalium permanganas 1/5000.

1.

Sistemik: Tahap intensif (dua bulan) o INH dewasa : 5mg/kgBB/hari, oral dosis tunggal o Rifampisin 10 mg/kgbBB/hari,oral dosis tunggal o Etambutol: 15-25 mg/kgBB/hari, oral dosis tunggal o Pirazinamid: 20-30 mg/kgBB/hari, oral dosis tunggal Tindak lanjut (empat bulan berikut) o INH: dewasa 5 mg/kgBB/hari, anak 10 mg/kgBB/hari,oral dosis tunggal o Rifampisin 10 mg/kgbBB/hari,oral, dosis tunggal pada saat lambung kosong

Edukasi

1. Penjelasan mengenai kondisi pasien dan meminta pasien selalu disiplin dalam berobat, tidak boleh putus berobat atau lalai dalam minum obat. 2. Kalau dirumah ada yang sakit Tbc atau sakit yang sama, segera diobatkan.

Prognosis

Apabila pasien bersedia mengikuti terapi dengan bersungguhsungguh prognosisnya bisa lebih baik Bila tidak segera diterapi maka prognosisnya bisa buruk.

Kepustakaan

Panduan Pelayanan Medis Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin. Perhimpunan Dokter Spesialis kulit dan Kelamin Indonesia; Jakarta 2011.