Anda di halaman 1dari 5

PAGUYUBAN DAN PATEMBAYAN

Paguyuban (gemeinschaft)
Paguyuban atau gemeinschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan batin yang murni, bersifat alamiah, dan kekal. Ciri-ciri kelompok paguyuban : Terdapat ikatan batin yang kuat antaranggota Hubungan antar anggota bersifat informal Paguyuban dalam bahasa Inggrsis disebut community dan dalam bahasa Jerman disebut Gemeinschaft diartikan sebagai bentuk kehidupan bersama, dimana para anggotanya diikat oleh hunungan batin yang murni dan bersifat alamiah serta kekal. Dasar hubungan tersebut adalah rasa cinta dan rasa persatuan batin yang memang telah dikodratkan. Selanjutnya paguyuban diartikan sebagai persekutuan atau kebersamaan aneka ragam orang dalam batas teritori atau kategori tertentu, dengan nilai-nilai umum sebagai berikut: disemangati kebersamaan dan panggilan hidup dalam mewujudkan visi misi paguyuban, kebersamaan anggotanya memiliki kepekaan dan bertindak saling mengasihi sehingga terbentuk suatu komunitas yang sehati sejiwa, menghayati solidaritas dalam memanfaatkan segala perbedaan untuk mencapai tujuan bersama, dan hidup bersama berlandaskan pada kepercayaan yang satu.

Bentuk paguyuban terutama akan dijumpai dalam keluarga, kelompok kekerabatan, rukun tetangga, dan sebagainya. Secara umum, cirri paguyuban adalah:

a. Intimate, bersifat menyeluruh dan mesra

b. Private, bersifat pribadi c. Exclusive, hanya untuk kita saja tidak untuk orang lain di luar kita

Tipe paguyuban

Paguyuban karena ikatan darah (gemeinschaft by blood)

Kelompok genealogis adalah kelompok yang terbentuk berdasarkan hubungan sedarah. Kelompok genealogis memiliki tingkat solidaritas yang tinggi karena adanya keyakinan tentang kesamaan nenek moyang. Contoh: keluarga, kelompok kekerabatan.

Paguyuban karena tempat (gemeinschaft of place)

Komunitas adalah kelompok sosial yang terbentuk berdasarkan lokalitas. Contoh: Beberapa keluarga yang berdekatan membentuk RT(Rukun Tetangga), dan selanjutnya sejumlah Rukun Tetangga membentuk RW (Rukun Warga). Contoh: Rukun Tetangga, Rukun Warga.

Paguyuban karena ideologi (gemeinschaft of mind)

Contoh: partai politik berdasarkan agama

Patembayan (gesellschaft)
Patembayan atau gesellschaft adalah kelompok sosial yang anggota-anggotanya memiliki ikatan lahir yang pokok untuk jangka waktu yang pendek.

Ciri-ciri kelompok patembayan :


hubungan antaranggota bersifat formal memiliki orientasi ekonomi dan tidak kekal memperhitungkan nilai guna (utilitarian) lebih didasarkan pada kenyataan sosial

Contoh: ikatan antara pedagang, organiasi dalam suatu pabrik atau industri.

Kelompok sosial yang tergo-l o n g d a l a m t i p e p a t e m b a y a n d i - tandai dengan sifat hubungan tidak intim di antara para anggotanya.Setiap anggota hanya terikat secaralahiriah dan tidak ada hubunganbatin (perasaan). Keutuhan kelom-pok seperti ini hanya bersifat jangkapendek (sementara). Para anggotaberhubungan secara resmi berda-sarkan kesepakatan timbal balik.Patembayan merupakan kehidupan publik. Anggota-anggotanya adalahorang yang kebetulan hadir bersama tetapi masing-masing tetap berdiri sendiri.Oleh karena itu, patembayan bersifat sementara dan semu. Hubungan anggota-anggota patembayan bersifat kontrak dan strukturnya bersifat mekanis. Dalamhubungan yang bersifat kontrak, seolah-olah ikatan antaranggota berdasarkanp e r j a n j i a n s e m a t a . H u b u n g a n a n t a r a n g g o t a k e l o m p o k p a t e m b a y a n b i s a diibaratkan seperti dua orang yang mengadakan perjanjian atau kontrak jualbeli rumah. Keduanya berhubungan semata-mata untuk kepentingan jual beli yang sifatnya sesaat. Mereka berbicara secukupnya sebagaimana seorangpedagang dan pembeli. Setelah urusan selesai, maka selesai pula hubungan ke-duanya. Kelompok sosial seperti ini memiliki struktur seperti mesin yang bersifatmekanis. Apabila salah satu bagian dalam mesin rusak, maka harus segeradiganti agar mesin bisa kembali berfungsi. Begitu pula dalam kelompok sosialdengan struktur patembayan. Keuntungan dari kelompok patembayan adalah jika terjadi konflik antaranggota kelompok, maka persoalannya dapat dibatasip a d a bidang-bidang tertentu. Sikap antaranggota tidak akrab dan

l e b i h mengutamakan untung rugi. Hubungan seperti ini terjadi pada masyarakatmodern yang sudah kompleks. Sifat Hubungan