Anda di halaman 1dari 1

TATA TERTIB UJIAN Ujian merupakan salah satu metoda untuk mengukur tingkat pengetahuan mahasiswa.

Dalam melaksanakan proses ujian perlu ditegakkan aturan dan tata tertib pelaksanaan ujian bagi semua peserta ujian : 1. Mahasiswa dinyatakan sah dan di perkenankan mengikuti ujian suatu mata kuliah tertentu apabila: a. Tidak sedang dikenakan sanksi akademik b. Kehadiran kuliah pada mata pelajaran yang diuji minimal 80%. 2. Peserta ujian diwajibkan: a. Sudah hadir dalam ruang ujian 15 menit sebelum ujian dimulai. b. Membawa alat tulis sendiri, dan tidak boleh membawa komputer. c. Menandatangani daftar hadir ujian d. Menaati semua peraturan dan ketentuan ujian yang berlaku e. Menaati semua petunjuk teknis tentang penyelenggaraan ujian yang diberikan oleh pengawas ujian kepadanya f. Tidak boleh meninggalkan ruangan selama ujian (kecuali ada ijin dari pengawas). g. Menyerahkan lembar jawaban ujian kepada pengawas yang bertugas sebelum meninggalkan ruang ujian h. Peserta ujian yang telah masuk ruang ujian dan menerima soal ujian tidak dapat membatalkan ujian. 3. Peserta ujian tidak dibenarkan untuk: a. Berperilaku yang mengganggu tata tertib penyelenggaraan ujian b. Berkomunikasi dalam bentuk apapun dengan sesama peserta ujian lain maupun dengan orang lain di luar ruang ujian c. Bekerjasama, berusaha untuk bekerjasama, atau mendukung kerjasama dengan peserta ujian lain dalam menyelesaikan ujian d. Menyalin atau berusaha menyalin jawaban ujian peserta lain, atau memberi kesempatan kepada peserta lain untuk menyalin jawaban ujiannya e. Menggunakan catatan, buku, dan atau sumber informasi lainnya selama ujian berlangsung kecuali untuk ujian yang bersifat buku terbuka atau terdapat ketentuan lain. 4. Lembar ujian yang dibuat oleh seseorang yang bukan peserta ujian yang sah, dinyatakan tidak berlaku 5. Mahasiswa yang melanggar ketentuan pada ayat (1), ayat (2) dan atau ayat (3) Pasal ini, dapat dikenakan sanksi setinggi-tingginya nilai E untuk matakuliah yang diujikan, atau hukuman yang lebih berat yang ditetapkan oleh Program Studi Sarjana SBM ITB, jika didapatkan unsur kesengajaan dan perencanaan dalam pelanggaran tersebut 6. Pengecualian terhadap ketentuan pada ayat (1), ayat (2) dan atau ayat (3) Pasal ini hanya dapat diberikan oleh staf pengajar yang bertanggungjawab.