Anda di halaman 1dari 32

Pendahuluan

Manajemen Operasi membahas bagaimana membangun dan mengelola operasi suatu organisasi mulai dari perencanaan sistim operasi, perancangan sistim operasi hingga pengendalian sistim operasinya. Manajemen Operasi sebagai ilmu sangat penting untuk dipelajari mengingat Manajemen Operasi adalah satu dari tiga fungsi utama organisasi selain fungsi Pemasaran dan Fungsi Keuangan, dimana fungsi operasi sangat berhubungan dengan fungsi lainnya tersebut. Kedua, mempelajari Manajemen Operasi adalah untuk mengetahui bagaimana cara memproduksi barang dan jasa. Ketiga, porsi dana organisasi terbesar ditanamkan untuk kegiatan operasi, sehingga kegiatan operasi merupakan bagian termahal dalam suatu organisasi. Dengan demikian, untuk kepentingan operasi jangka panjang, pengetahuan manajemen operasi sangat penting untuk diketahui dan diterapkan dalam suatu organisasi. Manajemen Operasi sebagai ilmu sangat dipengaruhi oleh perkembangan dunia usaha. Saat ini salah satu trend dunia usaha menunjukkan pertumbuhan yang pesat pada sektor jasa. Oleh sebab itu aspek operasi organisasi jasa merupakan hal penting yang juga harus dipelajari oleh mahasiswa sehingga pengetahuan mahasiswa tidak terbatas pada aspek operasi organisasi manufacturing saja. Berdasarkan latarbelakang tersebut, modul mata kuliah Manajemen Operasi I disusun menjadi 2 buah Modul. Modul 1 berisi Pengantar Manajemen Operasi, sedangkan modul 2 berisi Perancangan Sistim Operasi pada Organisasi Manufactur dan Organisasi Non Manufactur (Jasa). Untuk memudahkan pemahaman, modul ini akan dibagi menjadi 3 (tiga) kegiatan belajar sebagai berikut : Kegiatan Belajar 1 Kegiatan Belajar 2 Kegiatan Belajar 3 : Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Operasi : Fungsi dan Sistem Operasi : Operasi pada Organisasi Manufactur dan Organisasi Jasa pada

Setelah menyelesaikan modul 1 ini Anda diharapkan mengetahui aspekaspek operasi dari berbagai jenis operasi baik pada organisasi manufactur maupun organisasi non manufactur (jasa) dan berkeinginan untuk mendalaminya lebih jauh sekaligus menghilangkan kesan bahwa ilmu ini hanya untuk mahasiswa teknik. Selamat Belajar !!!

Kegiatan Belajar 1

Pengertian dan Ruang Lingkup Manajemen Operasi


Tujuan Instruksional Khusus : Sesudah mengikuti kegiatan belajar ini : 1. Anda dapat mendefinisikan Produksi dan Operasi 2. Anda dapat mendefinisikan Manajemen Operasi 3. Anda dapat menjelaskan Ruang Lingkup Manajemen Operasi A. Pengertian Produksi dan Operasi Istilah produksi dan operasi sering digunakan dalam suatu organisasi yang menghasilkan output, baik berupa barang maupun jasa. Pengertian produksi dan operasi secara umum adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Sesuai dengan pengertian produksi tersebut, tercakup semua aktivitas atau kegiatan yang menghasilkan barang atau jasa, serta kegiatan-kegiatan lain yang mendukung atau menunjang usaha untuk menghasilkan produk tersebut. Pengertian produksi dan operasi dalam ekonomi adalah merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha menciptakan dan menambah kegunaan atau utilitas suatu barang atau jasa. Seperti diketahui kegunaan (utilitas) dapat dibedakan atas karena bentuk, tempat, waktu dan pemilikan. Yang terkait dalam pengertian produksi dan operasi adalah penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat, sehingga membutuhkan factor-faktor produksi. Dalam ilmu ekonomi, factor-faktor produksi terdiri dari tanah, alam, modal, tenaga kerja dan skills, teknologi. B. Pengertian Manajemen Operasi Pada periode terakhir ini terjadi pergeseran ekonomi dari produksi barang menjadi produksi jasa. Namun demikian, sektor manufactur masih tetap penting dalam menyediakan barang baik untuk dijual maupun

dikonsumsi. Pada waktu yang lalu, ketika sektor manufactur masih sangat dominan, bidang manajemen operasi manufacturing sering disebut sebagai Manajemen Produksi. Namun, sekarang istilah ini telah diperluas menjadi Manajemen Produksi dan Operasi atau lebih singkat menjadi Manajemen Operasi. Pengertian Manajemen Operasi tidak terlepas dari pengertian Manajemen. Istilah manajemen dimaksudkan adalah kegiatan atau usaha yang dilakukan untuk mencapai tujuan dengan menggunakan atau mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan orang lain. Dalam pengertian ini terdapat tiga unsur yang penting, yaitu adanya orang yang lebih dari satu, adanya tujuan yang ingin dicapai dan orang yang bertanggungjawab akan tercapainya tujuan tersebut. Kegiatan operasi untuk meningkatkan kegunaan suatu barang atau jasa, sering dikenal sebagai kegiatan pentransformasian input menjadi output tidaklah dapat dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan bantuan dan dilakukan secara bersama-sama dengan orang lain, sehingga diperlukan kegiatan manajemen. Kegiatan manajemen ini dibutuhkan untuk mengatur dan mengombinasikan factor-faktor produksi guna dapat meningkatkan kegnaan dari barang atau jasa tersebut secara efektif dan efisien. Dari uraian tersebut, dapat dinyatakan bahwa Manajemen Operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber-sumber daya untuk mengorganisasi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi. Dengan demikian manajemen operasi terdapat pada semua organisasi, baik pada organisasi manufactur maupun pada organisasi jasa. C. Ruang Lingkup Manajemen Operasi Manajemen operasi merupakan kegiatan yang mencakup bidang yang cukup luas, dimulai dari penganalisaan dan penetapan keputusan saat belum dimulainya kegiatan operasi, yang umumnya bersifat keputusan-keputusan jangka panjang, serta keputusan-keputusan pada waktu menyiapkan dan melaksanakan kegiatan operasi, yang umumnya bersifat keputusan-

keputusan jangka pendek. Dari uraian ini dapat dilihat bahwa manajemen operasi sebenarnya meliputi kegiatan penyiapan sistem operasi dan kegiatan pengoperasian system operasi. Ruang lingkup Manajemen operasi akan mencakup sebagai berikut : 1. Perencanaan atau Perancangan Sistem Operasi . Pelaksanaan kegiatan produksi/operasi memerlukan serangkaian elemen-elemen yang terpadu dan saling menunjang untuk pelaksanaan proses produksi, yang disebut system operasi. Kegiatan yang dilaksanakan akan selalu berhubungan antara kegiatan yang satu dengan yang lain. Untuk itu untuk memperoleh hasil yang sebaik-baiknya perlu diadakan perencanaan yang cermat dan teliti dari system operasi yang akan dipergunakan oleh perusahaan. Kegiatan Perancangan Sistim Operasi meliputi : a. Seleksi dan Disain produk b. Seleksi dan disain proses c. Kapasitas d. Pemilihan lokasi e. Tata letak Perencanaan system operasi tersebut akan dipersiapkan dan disusun sebelum perusahaan yang bersangkutan melaksanakan kegiatan operasi perusahaan. 2. Pengoperasian dan pengendalian sistem operasi. Bila system operasi perusahaan sudah selesai dipersiapkan, maka masalah yang dihadapi oleh perusahaan adalah system pengoperasian dan system pengendalian operasi dari perusahaan yang bersangkutan. Pengoperasian dan pengendalian sistem operasi mencakup : a. Penyusunan rencana operasi . Kegiatan pengoperasian system operasi dimulai dengan penyusunan rencana operasi yang mencakup penetapan target operasi, scheduling, routing, dispatching. Kegiatan ini merupakan kegiatan awal pengoperasian system operasi.

b. Perencanaan

dan

pengendalian

persediaan

dan

pengadaan bahan. Kelancaran operasi sangat ditentukan oleh kelancaran tersedianya bahan yang dibutuhkan bagi operasi tersebut yang ditentukan oleh baik tidaknya pengadaan bahan serta rencana pengendalian persediaan yang dilakukan. perencanan Untuk itu perlu dan diketahui pengendalian model-model persediaan, persediaan

perencanaan kebutuhan bahan, dll c. Pemeliharaan Mesin dan Peralatan. Mesin dan peralatan harus terjamin dapat digunakan, sehingga perlu ada pemeliharaan dan perawatan. Pembahasan akan mencakup tentang pentingnya dan peranan kegiatan pemeliharaan atau perawatan, macam-macam kegiatan pemeliharaan atau perawatan, dll. d. Pengendalian Mutu. Keberhasilan pengorganisasian sistim operasi ditentukan oleh output yang terjamin mutunya. Untuk itu akan dipelajari kegiatan pengendalian mutu agar output terjamin mutunya. Pembahasannya meliputi maksud dan tujuan kegiatan pengendalian mutu, proses pengendalian mutu, teknik dan alat pengendalian mutu, serta pengendalian mutu secara statistic. e. SDM dan Sistim Kerja. Pelaksanaan pengoperasian sistim operasi ditentukan oleh kemampuan dan ketrampilan sumber daya manusia. Pembahasan mencakup pengelolaan tenaga kerja bagian operasi, disain tugas dan pekerjaan dan pengukuran kerja Ruang lingkup bahasan dalam Manajemen Operasi I hanya mencakup bahasan
tentang Perancangan atau Disain dari Sistem Operasi.

LATIHAN 1 Setelah membaca materi di atas dengan cermat, cobalah Anda kerjakan latihan berikut agar pemahaman Anda menjadi lebih mantap. 1. Jelaskan pengertian dari produksi, baik pengertian secara umum maupun pengertian menurut ekonomi ! 2. Apakah perbedaan antara produksi dan operasi ? 3. Definisikan Manajemen operasi dengan kata-kata Anda sendiri. Apakah definisi ini mengakomodasi peran manufactur dan jasa ? 4. Apakah perbedaan Manajemen operasi dan Manajemen Produksi ? 5. Berikan contoh peningkatan manfaat (utilitas) bentuk dan tempat ! 6. Jelaskan ruang lingkup manajemen operasi !

Kini bacalah rangkuman Kegiatan Belajar 1, kemudian kerjakan Tes Formatif 1 untuk menguji tingkat pemahaman Anda. RANGKUMAN Pengertian produksi dan operasi secara umum adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output). Pengertian produksi dan operasi dalam ekonomi adalah merupakan kegiatan yang berhubungan dengan usaha menciptakan dan menambah kegunaan atau utilitas karena bentuk dan tempat. Kegiatan pentransformasian input menjadi output tidaklah dapat dilakukan sendiri, sehingga diperlukan kegiatan manajemen. Manajemen Operasi merupakan proses pencapaian dan pengutilisasian sumber-sumber daya untuk mengorganisasi atau menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa yang berguna sebagai usaha untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.. Ruang lingkup Manajemen operasi akan mencakup perancangan atau disain dari sistem operasi dan pengoperasian sistem operasi.

TES FORMATIF 1

Petunjuk : Tentukan Benar atau Salah pernyataan-pernyataan di bawah ini ! 1. Pengertian produksi dan operasi secara umum adalah suatu kegiatan atau proses yang mentransformasikan masukan (input) menjadi hasil keluaran (output) 2. Aktivitas atau kegiatan yang tercakup dalam produksi atau operasi adalah aktivitas yang menghasilkan barang 3. Kegiatan operasi membutuhkan manajemen untuk mengatur dan mengkombinasikan factor-faktor produksi guna dapat meningkatkan kegunaan dari barang atau jasa. 4. Utilitas dapat dibedakan atas karena bentuk, tempat, waktu dan pemilikan. 5. Utilitas yang terkait dalam pengertian produksi dan operasi adalah penambahan atau penciptaan kegunaan atau utilitas karena waktu dan pemilikan 6. Ruang lingkup Manajemen operasi terdiri dari perencanaan sistim operasi dan pengendalian sistim operasi 7. Disain produk, disain proses, pemilihan lokasi termasuk dalam cakupan ruang lingkup Perancangan atau Disain dari Sistem Operasi. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang ada di bagian belakang modul ini. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 1. Rumus : Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100 % 7 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % 80 % - 89 % 70 % - 79 % - 69 % = baik sekali = baik = sedang = kurang BS BS BS BS BS BS BS

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 2. Bagus ! Tapi kalau tingkat penguasaan Anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 1 terutama bagian yang Anda belum kuasai.

Kegiatan Belajar 2

Fungsi dan Sistim Operasi


Tujuan Instruksional Khusus : Sesudah membaca modul ini : 1. Anda dapat menjelaskan operasi sebagai suatu fungsi organisasi 2. Anda dapat menjelaskan operasi sebagai suatu sistim transformasi 3. Anda dapat menjelaskan Pembuatan Keputusan Operasi Manajer operasi membuat keputusan-keputusan mengenai fungsi operasi, serta sistem transformasi yang digunakan. Hal ini sesuai dengan definisi Manajemen operasi (Schoreder, 1993: 4) : Operations managers are responsible for producing the supply of goods or services in organizations. Operations managers make decision regarding the operations function and the transformation systems used. Operations management is the study of decision making in the operations function. Berdasarkan definisi tersebut, maka terdapat 3 hal utama yang ditekankan, yaitu : 1. Function (Fungsi). Manajer operasi bertanggungjawab untuk mengelola fungsi (departemen) operasi ini dalam suatu organisasi. Fungsi operasi inilah yang menghasilkan barang dan jasa bagi setiap organisasi. 2. System (Sistem). Sistem yang dimaksud adalah sistem transformasi yang menghasilkan barang dan jasa. Sudut pandang sistem ini tidak hanya sebagai landasan untuk mendefinisikan operasi manufactur dan jasa, namun juga menjadi landasan yang kuat untuk mendisain dan menganalisis operasi. Pendekatan sistem juga yang menjadikan konsep manajemen operasi dapat diimpelemntasikan di luar fungsi bidang operasi. 3. Decision (Keputusan). Pengambilan keputusan merupakan elemen penting dalam manajemen operasi dan merupakan keputusan yang harus diambil oleh setiap manajer termasuk oleh manajer operasi.

10

Keputusan-keputusan yang akan diambil akan dibagi dalam beberapa bagian keputusan. Secara rinci masing-masing elemen dari definisi manajemen operasi akan dibahas. A. Fungsi Operasi dalam Organisasi Perusahaan besar umumnya memberikan tugas suatu fungsi pada departemen-departemen tanggungjawab yang terpisah yang berarti menuntut masing-masing. Untuk menghasilkan barang dan jasa,

seluruh organisasi melakukan tiga fungsi. Fungsi-fungsi ini sangat diperlukan tidak hanya untuk produksi tapi juga untuk kelangsungan hidup organisasi. a. Fungsi Pemasaran. Fungsi ini membuat adanya permintaan atau paling tidak mendapatkan pesanan untuk pembuatan barang dan jasa. b. Fungsi Produksi/Operasi. Fungsi ini menghasilkan produk c. Keuangan/Akuntansi. Fungsi ini memantau apakah perusahaan berjalan dengan baik, membayar seluruh tagihan dan mencari sumber dana. Institusi apapun, universitas, pemerintahan dan seluruh bisnis melakukan fungsi ini. Departemen operasi umumnya bertanggungjawab atas transformasi input menjadi barang jadi atau jasa. Pada organisasi yang kecil, pemilik bisa jadi akan mengelola sendiri satu atau lebih fungsi, misalnya pemasaran dan operasi. Dalam melaksanakan tugasnya Manajer Operasi juga perlu memiliki banyak bidang keahlian : analisis kuantitatif untuk menyelesaikan masalah, pengetahuan sistim informasi untuk mengelola data yang sangat banyak, konsep perilaku organisasi untuk membantu mendisain pekerjaan dan mengatur karyawan dan memahami bisnis international untuk memperoleh ide-ide tentang pemilihan lokasi, teknologi dan manajemen persediaan.

11

Gambar 2.1 menampilkan Manajemen operasi sebagai suatu Fungsi dalam organisasi. Bidang Keahlian
Metode Kuantitatif Perilaku Organisasi General management MIS Ekonomi Busnis International Etika Bisnis, Hukum

Fungsi
Accounting Organisasi Gambar 2.1. : Manajemen Operasi sebagai Fungsi Organisasi Marketing Sumber : Krajewski, 1997: Finance 15 Manufactur OPERATIONS Fungsi-fungsi yang ada dalam suatu perusahaan saling berhubungan Jasa HRD Distribution satu dengan yang lain. Untuk itu diperlukan suatu koordinasi dan Engineering

komunikasi yang efektif untuk mencapai tujuan organisasi. B. Sistem Operasi Yang Produktif

Kita juga telah mendefinisikan manajemen operasi sebagai manajemen sistem transformasi yang mengkonversi (merubah) input menjadi barang atau jasa. Pendekatan ini memandang sistim transformasi sebagai suatu sistem produktif. Suatu sistem produktif adalah proses pengubahan masukan-masukan sumber daya menjadi barang atau jasa yang lebih berguna digambarkan pada Gambar 2.2.

12

Lingkungan

INPUTS

Manajemen Operasi

Gambar 2.2. : Operasi sebagai suatu Sistim Yang Produktif Energi Sumber : Schroeder, 1997: 14

OUTPUT

Bahan Baku Gambar 2.2 menunjukkan yang menjadi input bagi sistem tersebut

Barang Atau Jasa adalah energi, kerja, modal dan informasi. Input ini Tenagabahan Kerja baku, tenaga Transformasi (Proses kemudian dirubah menjadi barang atauKonversi) jasa dengan proses teknologi, yaitu
Modal

suatu metode yang umumnya digunakan untuk melakukan transformasi.


luar Umpan balik informasi dalam sistem digunakan sebagai kontrol proses Informasi Informasi dari

teknologi maupun input agar sistem dapat menghasilkan barang atau jasa yang diinginkan. Informasi umpan balik essensial untuk maksud-maksud pengawasan output. Informasi umpan balik perlu digunakan untuk menyesuaikan secara terus menerus input dan teknologi yang diperlukan untuk menghasilkan output yang diinginkan. Pemantauan terhadap lingkungan juga harus dilakukan karena jika terjadi perubahan lingkungan, misalnya akibat kondisi ekonomi atau lainnya maka manajemen akan merubah input, output, sistem kontrol bahkan sistem transformasi itu sendiri. Jenis-jenis input yang digunakan akan berbeda-beda untuk masingmasing operasi industri. Tabel 2.1. di bawah ini menampilkan contohcontoh tambahan sistem produktif yang ada di masyarakat. Dengan
Feedback Informasi

13

mempelajari operasi sebagai sistem transformasi, maka akan diperoleh banyak manfaat tentang bagaimana cara untuk memperbaiki disain operasi dan pembuatan keputusan. Tabel 2.1 Berbagai Contoh Operasi Yang Produktif Operasi
Bank

Input
Kasir, staf, komputer, fasilitas dan energi

Output
Layanan keuangan (deposito, kredit, transfer dll) Hidangan, hiburan, langganan yang terpuaskan Pelayanan kesehatan, pasien sehat Mahasiswa terdidik, riset, pengabdian masyarakat Barang-barang jadi Transportasi dari satu tempat ke tempat lain

Restoran Rumah Sakit

Koki, pelayan, makanan, peralatan, fasilitas dan energi Dokter, Perawat, Staf, Peralatan, Fasilitas dan Energi Dosen, staf, peralatan, fasilitas, energi, buku-buku dan pengetahuan Mesin, peralatan, tenaga kerja, energi dan bahan baku Pesawat terbang, pilot, pramugari, teknisi pemeliharaan, tenaga kerja, energi.

Universitas

Manufactur Penerbangan

D. Keputusan Operasi Manajer operasi dalam mengatur dan mengkoordinasikan penggunaan sumber-sumber daya, perlu membuat keputusan-keputusan yang berhubungan dengan usaha-usaha untuk mencapai tujuan, agar barang dan jasa-jasa yang dihasilkan sesuai dan tepat waktu yang direncanakan, serta dengan biaya yang rendah. Pembuatan keputusan merupakan elemen penting Manajemen Operasi. Keputusan manajer operasi akan menentukan efektivitas dan efisiensi fungsi-fungsi produktif. Dari sudut pandang yang luas, pembuatan keputusan menggambarkan proses melalui mana serangkaian kegiatan dipilih sebegai peyelesaian suatu masalah tertentu. Pembuatan keputusan merupakan keseluruhan proses pencapaian suatu keputusan, dari identifikasi masalah awal melalui pengembangan dan penilaian alternatif-alternatif

14

sampai pemilihannya. Pembuatan keputusan diperluas untuk mencakup implementasi keputusan dan pengawasan hasil-hasil keputusan untuk menentukan apakah keputusan tambahan diperlukan. Mengingat manajer operasi bersangkutan dengan pembuatan keputusan dalam fungsi operasi-operasi, maka diperlukan suatu kerangka yang mengkategorikan dan merumuskan keputusan-keputusan dalam berbagai operasi. Banyak kerangka yang berbeda dapat dipakai, diantaranya adalah tercantum dalam Tabel berikut ini. Tabel 1.2. Berbagai Pendapat Tentang Kerangka Keputusan Operasi
Referensi Krajewski , 1997, 17

Kerangka Keputusan Operasi


Strategic Decision, that effect future direction of the company. Strategic Choice Process Management Quality Management Control Method
Mutu Desain Produk Proses dan Kapasit as

Design Decision, concerning the production system Work force Management Capacity Location Layout
Lokasi Tata Letak Orang dan Sistim Kerja

Operating Decision deal with operatig the facility after it has been built Forecasting Material Management Scheduling

Render dan Haizer, , 2001, 32 Schroeder , 1993, 16

Manaj emen Rantai Suplai

Persed iaan

Penjad walan

Pemeli haraan

Kualitas

Proses

Kapasitas

Tenaga Kerja

Persediaan

Sumber : Krajewski, 1997, 17; Render dan Haizer, 2001, 32 ; Schroeder, 1993, 16 Berdasarkan beberapa kerangka keputusan operasi di atas, maka kerangka keputusan operasi yang disusun oleh Render dan Haizer (2001,32) atau yang disusun oleh Schroeder (1993,16) pada dasarnya berasal dari 3 kelompok keputusan, seperti yang disusun oleh Krajewski (1997, 17). Dengan demikian, jika dibuat suatu ringkasan, maka kerangka keputusan akan menjadi sebagai berikut : 1. Strategic Decision a. Strategi operasi b. Quality Management (Kualitas) c. Control Method (Metode Pengawasan Kualitas) d. Disain Produk

15

e. Proses dan kapasitas 2. Design Decision a. Lokasi b. Tata Letak c. Manusia dan Sistim Kerja 3. Operating Decision a. Forecasting b. Material Management c. Scheduling (Penjadwalan) d. Maintenance (Pemeliharaan) LATIHAN 2 Setelah membaca materi di atas dengan cermat, cobalah Anda kerjakan latihan berikut agar pemahaman Anda menjadi lebih mantap. 1. Apakah tiga fungsi klasik perusahaan ? 2. Apa yang dimaksud dengan fungsi operasi ? 3. Lakukan identifikasi adanya fungsi operasi dalam organisasi : perpusatakaan kampus, penerbit surat kabar, toko obat. 4. Gambarkan sistem pendaftaran di Universitas Anda. Tunjukkan faktor masukan (input), transformasi dan keluarannya (outputnya) ! 5. Apakah persamaan dan berbedaan dalam proses transformasi antara restoran cepat saji dan produsen computer. Kini bacalah rangkuman Kegiatan Belajar 2, kemudian kerjakan Tes Formatif 2 untuk menguji tingkat pemahaman Anda. Rangkuman Untuk menghasilkan barang dan jasa, seluruh organisasi melakukan tiga fungsi, yaitu fungsi operasi, pemasaran dan keuangan/akuntansi. Ketiga fungsi ini merupakan fungsi dasar setiap organisasi. Fungsi/departemen operasi umumnya bertanggungjawab atas transformasi input menjadi barang jadi atau jasa. Pendekatan ini memandang sistim transformasi sebagai suatu sistem produktif. Suatu sistem produktif (contoh-contohnya ada pada table 2.1) adalah proses pengubahan masukan-masukan sumber daya menjadi

16

barang atau jasa yang lebih berguna. Pembuatan keputusan merupakan elemen penting Manajemen Operasi. Keputusan manajer operasi akan menentukan efektivitas dan efisiensi fungsi-fungsi produktif. Kerangka kerja keputusan operasi terdiri dari strategic decision, design decision dan operating decision. TES FORMATIF 2 Petunjuk : Kerjakan tes di bawah ini ! 1. Tiga fungsi utama organisasi adalah _________________________ ____________________________dan ________________________ 2. Tiga keputusan tentang Manajemen Operasi adalah :____________ ___________________,________________________ 3. Keputusan yang harus diambil oleh Manajer operasi diantaranya adalah 4. design decision yang terdiri dari keputusan : ___________________,____________________,_______________ Input (masukan) yang akan ditransformasikan menjadi barang jasa adalah : ________________,_______________,________________, _____________,______________________ 5. Contoh operating decision adalah : _________________,_________ ___________________

UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang ada di bagian belakang modul ini. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 2. Rumus : Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100 % 5 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % = baik sekali

17

80 % - 89 % 70 % - 79 % - 69 %

= baik = sedang = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Kegiatan Belajar 3. Bagus ! Tapi kalau tingkat penguasaan Anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 2 terutama bagian yang Anda belum kuasai.

18

Kegiatan Belajar 3

Operasi Organisasi Manufactur dan Non Manufactur (Jasa)


Tujuan Instruksional Khusus : Sesudah mempelajari modul ini : 1. Anda dapat mennjelaskan jenis-jenis operasi pada organisasi manufactur 2. Anda dapat menjelaskan jenis-jenis operasi pada organisasi jasa 3. Anda dapat mengetahui perbedaan diantara kedua operasi tersebut. A. Operasi pada Organisasi Manufactur Operasi organisasi manufaktur dapat diklasifikasi menurut banyaknya proses yang dibutuhkan oleh suatu produk sebelum pesanan dari customer diterima. Produsen dengan tipe make-to-order (MTO) akan membuat produk hanya ketika menerima pesanan dari customer. Jika produk yang dipesan kebetulan sangat unik dan bahan baku yang digunakan jarang digunakan, maka waktu proses menjadi sangat lama dan customer terpaksa menunggu. Perusahaan dengan tipe make-to-stock (MTS), yaitu produsen membuat produk dan disimpan sebagai persediaan sebelum datang pesanan dari customer. Variasi tipe organisasi diantara keduanya adalah assemble-to-order (ATO). Produsen ini sebelumnya telah membuat produk dan modulmodul yang telah distandarisasi berdasarkan ramalan penjualan yang akan datang dan pada saat menerima pesanan dari customer, produsen baru akan melakukan perakitan (assembly) untuk mengkombinasi modul-modul yang dimaksud sesuai dengan permintaan customer. Contoh produsen ATO adalah produsen mobil.

19

Cara lain untuk mengklasifikasi operasi organisasi manufaktur adalah menurut tingkat fleksibitas proses guna menghasilkan produk. Berdasarkan pembedaan ini, maka di satu sisi terdapat tipe operasi manufactur yang membuat produk yang unik dan dalam volume (unit) sedikit, sedangkan pada sisi yang lain terdapat organisasi manufactur yang membuat produk yang sudah distandarisasi dan dibuat dalam volume yang sangat besar. Diantara kedua operasi tersebut terdapat beberapa jenis operasi manufactur yang lain. Klasifikasi operasi tersebut dapat membentuk suatu spektrum seperti dalam gambar di bawah ini.

High

Degree of Flexibility

Low

Project

Job Shop

Batch Flow

Line Flow

Continuos Flow

Gambar 3.1 Sumber

: Spektrum Operasi Manufactur : Schmener, 1997, 2

Berdasarkan gambar 3.1 di atas, maka akan diperkenalkan 5 (lima) jenis operasi manufactur. Kelima tipe operasi tersebut dapat beroperasi secara murni dalam suatu organisasi manufactur . Namun banyak juga organisasi manufactur yang memilih menggunakan kombinasi dua (atau bahkan lebih) jenis operasi yang dikenal sebagai Hybrid Process. Berdasarkan fleksibilitas dari operasi dalam menghasilkan suatu produk yang unik (customized), maka operasi yang paling fleksible adalah project, sedangkan di sisi yang berlawanan adalah continous flow process. Jenis-jenis operasi organisasi manufacturing : Project Manufacturing. Jenis operasi ini yang paling fleksible dan biasanya menyangkut pekerjaan yang besar, mahal dan menghasilkan produk yang sangat unik (customized). Contoh : pembuatan gedung pencakar langit, pembuatan film, pembangunan jembatan , pembangunan rumah dll.

20

The Job Shop. Operasi jenis ini membuat produk pesanan sesuai dengan disain yang diberikan pelanggan. Umumnya volume setiap produk yang dibuat sangat sedikit, sehingga untuk memperluas penjualan dan kelangsungan usaha, alat-alat produksi yang digunakan adalah general-purpose equipment dan karyawan yang dipekerjakan adalah yang memiliki tingkat ketrampilan yang beragam. Job shop menggunakan fasilitas sumber daya yang diorganisasi dengan orientasi pada proses untuk menghasilkan pekerjaan maupun produk yang berbedabeda. Pola aliran pada proses ini juga bersifat random dan sangat berbeda antar produk. Istilah lain untuk operasi job shop adalah intermittent production karena baik peralatan maupun pemrosesan dalam pabrik umumnya tidak digunakan secara terus-menerus. Contoh job shop : pabrik furniture kayu yang membuat rak-rak dapur, toko gordyn yang membuat gordyn sesuai permintaan konsumen. The Batch Flow Process. Secara umum antara batch flow proses dengan job shop hampir sama. Tata letak fasilitas produksinya sama yaitu dikelompokkan menurut kesamaan fungsi atau proses. Perbedaanya adalah batch flow process lebih terstandarisasi daripada job shop, teruatama dari segi urut-urutan pembuatan produk dan biaya. Batch flow process biasanya telah memiliki serangkaian aneka produk yang akan diproduksi dan umumnya dalam jumlah yang telah ditentukan (ukuran lot). Perbedaan lainnya, job shop beroperasi untuk memenuhi pesanan konsumen yang waktu penyelesaiannya dan jumlah pesanannya menurut kesepakatan, sedangkan batch flow process biasanya memproduksi dalam jumlah ukuran lot yang ditetapkan untuk kemudian menjadi persediaan guna memenuhi permintaan konsumen. Contoh : industri pakaian, industri kimia, industri baja dll

21

The Line Flow Process. Proses ini berada diantara batch flow process dengan continous flow process, namun secara nyata paling dekat dengan continous flow process. Pada tipe operasi ini peralatan, mesin dan stasiun kerja dikelompokkan dengan orientasi pada produk dan diatur dalam pola yang berurutan sesuai dengan tahap-tahap yang diperlukan untuk membuat suatu produk. Contoh industri mobil, industri alat elektronik rumah tangga dan komputer The Continous Flow Process. Secara umum sama dengan line flow process, namun perbedaanya adalah continous flow process kurang fleksible, menggunakan mesin serba otomatis sehingga lebih capital intensive. Karakter lainnya adalah continous flow process memproduksi produk dalam jumlah sangat besar (bulk) dan bahan baku diproses dan dicampur dalam volume yang sangat besar. Proses ini juga sering ditandai dengan pemanfaatan proses kimia maupun fisika. Contoh : industri pengolahan makanan, industri kertas, penyulingan gas petrolium, dll. Hybrid Process. Banyak pabrik yang produksinya

mengkombinasikan dua atau lebih proses, yang dinamakan hybrid production process. Contoh hybrid process adalah kombinasi batch production-line flow dan kombinasi batch production-continous flow. Alasan proses dibagi menjadi dua bagian adalah batch production tidak secepat line atau continous flow process, sehingga dengan cara seperti ini batch flow process tidak perlu secara tepat menyesuaikan dengan line atau continous flow process. Dengan demikian produk yang dihasilkan pada batch flow process disimpan untuk memenuhi persediaan yang selanjutnya akan dirangkai dengan menggunakan line atau continous flow process guna memenuhi permintaan konsumen.

22

B. Operasi Organisasi Non Manufacturing (Operasi Jasa) Di Amerika trend industri jasa meningkat. 74 % pekerjaan di sana berasal dari sektor jasa. Trend gross national product juga sama. Saat ini sektor jasa menyumbangkan 76 % gross domestic product. Apa yang menyebabkan trend ini ? Faktor utama adalah adanya peningkatan efektifitas sektor manufactur sehingga mendorong pekerja untuk mencari pekerjaan lain diantaranya ke sektor jasa. 1. Definisi Jasa Jasa adalah aktivitas ekonomi yang menghasilkan manfaat tempat, waktu, bentuk atau psikologis bagi konsumen. Barang dan jasa adalah bukan dua hal yang sangat berbeda namun merupakan dua buah titik yang membentuk suatu kontinum. Pada kenyataannya perbedaan antara barang dan jasa jarang terlihat jelas. Hampir semua jasa adalah campuran antara jasa dan produk berwujud, sebaliknya penjualan barang seringkali termasuk atau membutuhkan jasa. Gambar 3.2 menampilkan rentang jasa dalam suatu produk dan menunjukkan peresapan jasa. Video Rental Stores Appliances Stores Florist Fastfood Restaurants Gourmet Restaurants Auto Maintenance Shop Lawn Services Hospitals Accountants Bank 100 % 75 50 25 0 25 50 75 Goods Services Gambar 3.2. : Rentang barang dan jasa pada suatu produk Sumber : Render dan Heizer, 2001 : 12

100 %

Berdasarkan gambar 3.2 tersebut, bank merupakan industri jasa murni, di sisi lainnya. Usaha bengkel mobil yang menyediakan jasa berupa pemasangan suku cadang dan penjualan suku cadang. Berdasarkan uraian tersebut, nampak bahwa operasi yang diuraikan tersebut tidak hanya

23

semata-mata menyediakan jasa atau hanya menyediakan barang-barang berwujud saja. Ketika kita pergi ke restoran, tentu bertujuan untuk mendapatkan layanan berupa penyiapan dan pelayanan makanan dan makanan itu sendiri adalah produk yang berwujud. Dengan kata lain pembelian produk yang berwujud selalu diringi serangkaian layanan. 2. Tipe-tipe Operasi Pada Organisai Jasa Operasi Jasa dapat diklasifikasi dalam bentuk matrik dengan unsur labor intensity pada satu sisi dan sisi lainnya adalah degree of intearction dan customization of service. Kuadran dalam matriks menghasilkan empat tipe operasi jasa yang berbeda.
Degree of contact with, and Customization for the customer

Low The Service


Degree of Labor Intensity

High The Service Shop Professional Service

Low

Factory Mass Service

High Gambar 3.3 Sumber : Matriks Operasi Jasa : Schmener, 1997, hal 15

The Service Factory. Tipe operasi ini memiliki low labor intensity dan low degree of customer interaction and customization. Contoh : industri transportasi, hotel, resort, back office bank/lembaga keuangan The Service Shop. Pada tipe ini memberikan peluang kepada organisasi untuk lebih memiliki interaksi dengan konsumen dan memenuhi kebutuhan layanan seperti yang diinginkan oleh konsumen (customization). Contoh : rumah sakit, bengkel mobil

24

Mass Service. Proses ini memiliki high labor intensity namun low degree of interaction or customization. Contoh : toko retail, bank retail Professional Services. Proses ini memiliki high degree of interaction or customization. Contoh : pengacara, dokter, arsitek dll

Operasi jasa juga dapat diklasifikasi seperti halnya pada operasi manufactur, yaitu diklasifikasi menurut degree of standarization produk layanannya. Project. Diantara Anda pasti pernah berhubungan dengan seseorang yang menyediakan layanan./jasa profesional, seperti dokter, pengacara atau arsitek. Profesi tersebut bekerja untuk sejumlah individu yang disebut pasien, klien atau kontraktor. Dalam manajemen operasi, pekerjaan mereka dikatakan sebagai proyek. Job Shop. Tipe operasi jasa ini menyediakan layanan yang dilakukan dengan cara tertentu yang diinginkan oleh konsumen. Contohnya adalah jasa jahit baju baru yang menerima pesanan berupa pembuatan pakaian dengan ukuran, warna, model dan jenis bahan yang tertentu yang diinginkan oleh konsumen Line Flow. Operasi ini menyediakan layanan standar. Contohnya adalah layanan cuci mobil otomatis. Serangkaian operasinya mengikuti urutan yang telah ditentukan, sehingga fleksibilitasnya rendah. Operasi ini menggunakan peralatan khusus dan sedikit pekerja. Continuos Flow. Operasi ini memberikan layanan yang homogen dengan menggunakan proses yang terus menerus. Contohnya adalah layanan polisi, jasa pemadam kebakaran, ATM. Jasa tersebut tersedia secara terus-menerus selama 24 jam. 3. Karakteristik Operasi Jasa Mari kita kaji karakteristik operasi Jasa.

25

a. Terdapat Kontak Langsung dengan Customer . Apakah anda pernah mengadakan kontak dengan produsen mobil atau kulkas? Mungkin tidak karena anda membelinya melalui dealer. Berbeda dengan operasi jasa. Contohnya adalah Anda sebagai mahasiswa merupakan konsumen dari pendidikan di perguruan tinggi yang turut berpartisipasi dalam operasi jasa. Anda hadir dalam kuliah, belajar, ujian, mendapatkan nilai dan akhirnya anda mendapat gelar. b. Adanya partisipasi konsumen dalam operasi jasa. Aspek penting operasi jasa adalah keterlibatan customer. Contohnya, keberhasilan suatu studi mahasiswa akan tergantung dari usaha mahasiswa. Diagnosis dokter yang tepat akan sangat tergantung dari informasi yang disampaikan oleh pasien. c. Jasa sifatnya tidak tahan lama. Jasa tidak dapat disimpan. Dokter atau dokter gigi akan menghandle pasiennya hanya selama jam praktek. Sifat yang tidak tahan lama dan tidak dapat disimpan akan menjadi masalah ketika permintaan jasa sangat banyak atau sangat kurang. Cara mengatasinya adalah dengan cara : Pertama, menerapkan sistim reservasi, pembuatan janji atau memberikan potongan harga pada waktu-waktu tertentu. Kedua, persoalan kapasitas dapat diatur dengan menggunakan tenaga paruh waktu selama jam-jam sibuk atau menjadwalkan karyawan sesuai permintaan. Ketiga, dengan memaksa customer untuk menunggu d. Pemilihan tempat usaha ditentukan oleh lokasi konsumen . Mengingat organisasi jasa memiliki kontak langsung dengan konsumen, maka lokasi usaha harus dekat dengan konsumen. Baik bagi usaha jasa yang didatangi oleh konsumen, seperti bank, bioskop, dll maupun usaha jasa yang mendatangi konsumen, seperti jasa pemadam kebakaran, ambulan, dll. e. Padat karya. Karyawan bagi usaha jasa merupakan sumber daya yang sangat penting. Kinerja karyawan dalam berhubungan dengan konsumen sangat mempengaruhi kualitas layanan yang diberikan.

26

Masalah pada operasi jasa adalah bagaimana menjaga karyawan agar tetap trampil dan terdidik, masalah menjaga moral karyawan f. Output tidak standar / variable. Output layanan disesuiakan dengan kebutuhan individu customer. Jasa yang dihasilkan bervariasi karena yang diinginkan customer juga berbeda-beda. Contohnya adalah : barber shop, klub kesehatan dll g. Output tidak berwujud. h. Sulit mengukur produktivitas jasa. Cara yang dapat digunakan adalah dengan menggunakan indek yang mengukur beberapa aspek produktivitas dan mengevaluasi perubahan indek antar waktu. Pengukuran produktivitas sangat penting untuk mengetahui kualitas jasa. Kualitas yang rendah mengharuskan untuk mengulangi pelayanan yang berarti produktivitas menjadi rendah. C. Perbedaan Operasi Manufactur dan Operasi Jasa Setiap organisasi dapat ditempatkan diantara kontinum organisasi yang murni manufactur dan kontinum organisasi yang murni jasa. Operasi yang manufacturing murni ada pada organisasi yang menghasilkan produk yang berwujud dan memiliki sedikit kontak langsung dengan konsumen. Contohnya adalah pertambangan, pertanian, dll. Operasi jasa murni ada pada organisasi yang menghasilkan jasa yang tak berwujud dan memiliki kontak langsung yang cukup banyak dengan konsumen. Contohnya adalah jasa kesehatan, konsultasi hukum dll. Tentu banyak organisasi yang berada diantara kedua kontinum tersebut, seperti AT&T yang memproduksi pesawat telepon, sekaligus menyediakan layanan telemarketing pada konsumennya. Karakter utama organisasi jasa adalah adanya interaksi antara konsumen dengan organisasi. LATIHAN 3 Setelah membaca materi di atas dengan cermat, cobalah Anda kerjakan latihan berikut agar pemahaman Anda menjadi lebih mantap. 1. Jelaskan perbedaan utama antara operasi manufacturing dengan

27

operasi jasa ! 2. Lakukan identifikasi dan berikan contoh masing-masing tipe operasi manufacturing ! 3. Jelaskan perbedaan tipe operasi manufacturing yang diklasifikasi menurut proses yang dilakukan sebelum order diterima dari customer ! 4. Jelaskan apa perbedaan utama antara job shop dengan line flow process ! 5. Apa yang dimaksud dengan jasa ? Jelaskan cirri-ciri utama jasa ! 6. Lakukan identifikasi dan berikan contoh masing-masing tipe operasi jasa ! Kini bacalah rangkuman Kegiatan Belajar 3, kemudian kerjakan Tes Formatif 3 untuk menguji tingkat pemahaman Anda. Rangkuman Klasifikasi organisasi manufactur dapat dikelompokkan menjadi produsen tipe make-to-order, make-to-stock dan assemble-to-order. Selain pengklasifikasisn tersebut, organisasi dapat dikelompokkan menurut degree of flexibility, menjadi lima tipe operasi, yang beroperasi secara pure process, yaitu (1) project (2) job shop (3) batch flow (4) line flow dan (5) continous flow. Project adalah operasi yang paling flexible. Selain kelima tipe tersebut, sekarang ini banyak sekali organisasi yang menggabungkan satu atau lebih dari pure process tersebut yang dikenal dengan nama Hybrid process. Perbedaan utama organisasi manufactur dan organisasi jasa adalah organisasi manufactur menghasilkan produk yang berwujud, walaupun mungkin saja terjadi organisasi manufactur memberikan produk layanan kepada konsumen. Sebaliknya juga pada organisasi jasa yang dapat memberikan bentuk fisik kepada pelanggannya. Pada organisasi jasa, tipetipe operasinya dapat ditunjukkan dalam bentuk matrik dengan unsur labor intensity pada satu sisi dan sisi lainnya adalah degree of intearction dan customization of service. Kuadran dalam matriks menghasilkan empat tipe operasi jasa yang berbeda, yaitu (1) The Service Factory (2) The Service

28

Shop (3) Mass Service dan (4) Professional Service. Selain itu, pengelompokkan operasi jasa juga dapat dilakukan menurut degree of flexibility seperti halnya pada organisasi manufactur, yaitu (1) Project (2) Job shop (3)) Line flow dan (4) Continous flow. TES FORMATIF 3 Petunjuk : Pilihlah B jika Anda menganggap pernyataan ini Benar dan pilih S jika Anda menganggap pernyataan ini Salah ! 1. Urutan operasi manufactur menurut tingkat fleksibilitasnya adalah B S dalam membuat produk yang unik (customize) adalah : job shop - batch flow - project - continous flow- line flow 2. Pabrik yang produksinya mengkombinasikan dua atau lebih B S proses dinamakan hybrid production process. 3. Produsen dengan tipe make-to-stock(MTS) membuat produk dan B S disimpan sebagai persediaan sebelum datang pesanan dari customer. 4. Kontak langsung dengan customer merupakan karakteristik dari B S usaha jasa 5. Rumah sakit adalah contoh dari usaha jasa yang produknya tidak B S menghasilkan produk berwujud. 6. Pada organisasi manufactur dengan tipe line flow process, B S peralatan, mesin dan stasiun kerja dikelompokkan dengan orientasi pada produk dan diatur dalam pola yang berurutan sesuai dengan tahap-tahap yang diperlukan untuk membuat suatu produk. 7. Jenis jasa professional services memiliki degree of contact with, and customization for the customer dan degree of labor intensity yang rendah. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT Cocokkan hasil jawaban Anda dengan kunci jawaban tes formatif yang ada di bagian belakang modul ini. Kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat penguasaan Anda terhadap materi kegiatan belajar 3. B-S

29

Rumus : Tingkat penguasaan = Jumlah jawaban Anda yang benar x 100 % 7 Arti tingkat penguasaan yang Anda capai : 90 % - 100 % 80 % - 89 % 70 % - 79 % - 69 % = baik sekali = baik = sedang = kurang

Kalau Anda mencapai tingkat penguasaan 80 % ke atas, Anda dapat meneruskan dengan Manajemen Operasi I Modul 2. Bagus ! Tapi kalau tingkat penguasaan Anda di bawah 80 %, Anda harus mengulangi Kegiatan Belajar 3 Modul 1 terutama bagian yang Anda belum kuasai.

30

KUNCI JAWABAN TES FORMATIF Kunci Jawaban Tes Formatif 1 1. B 2. S 3. B 4. B 5. S 6. B 7. B Kunci Jawaban Tes Formatif 2 1. Pemasaran, Operasi/Produksi, Keuangan/Akuntansi 2. Strategic decision, design decision dan operating decision 3. Pemilihan lokasi, Tata letak dan Manusia dan Sistim kerja 4. Tanah, alam, modal, tenaga kerja dan skills, teknologi. 5. Forecasting, Material Management, Scheduling (Penjadwalan) dan Maintenance (Pemeliharaan) Kunci Jawaban Tes Formatif 3 1. S 2. B 3. B 4. B 5. S 6. B 7. S

31

Referensi Haksever, Cengiz. 2000. Service management and operations. Second Edition, Prentice-Hall International, Inc. Krajewski, Lee J. 1996. Operations management : strategy and analysis. Fourth Edition. Addison-Wesley Publishing Company, Inc. Render, Barry dan Jay Heizer. 2001. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi Edisi Bahasa Indonesia. Penerbit Salemba dan Pearson Education Asia Pte. Ltd. Schmener, Roger W. 1997. Plant and service tours in operations management. Fifth Edition, Prentice-Hall International, Inc. Schroeder, Roger G. 1993. Operations management : decision making in the operations function. Fourth Edition. McGraw-Hill Book Co.

32