Anda di halaman 1dari 7

1. Apa saja jenis-jenis resin ?

Jenis resin Thermoplastik larut dalam pelarut organikThermosetting digunakan 1x , ketahananabrasi dalam dimensi baik ,ex : resin akrilik Resin akrilik Metakrilat resin akrilik multifungsi Metil metakrilat cairan bening dan transparan Polimetil metakrilat resin transparan dengankejernihan luar biasa 2. Bagaimana struktur bahan resin ? Resin komposit terdiri dari : ester, asam akrilat Resin akrilik- p o w d e r : PMMA dan co polimer ,Benzoil peroksida ,Mercury sulphide ,Titanium oxideL i q u i d : methyl metacrylate ,hydroquinone ,ethyleneglycoldimetacrylate Bagaimana sifat bahan resin ? R e s i n a k r i l i k : c u k u p e l a s t i k - tidak berbau- tidak toksik- tidak berubah warna- tidak mengiritasi Resin komposit : - absorpsi air rendahperubahan warna minimal- kerusakan akibar karies minimalkonduktivitas termal rendah- estetik bagus dan kekuatan oklusalrendah 4. Bagaimana manipulasi bahan resin ?Resin sebagai bahan tambal :Kavitas bahan etsa bahan bonding resin komposit light cure Akrilik : 1. Wet sand stage2. Sticky stage3. Dough stage4. Rubbery stage5. stiff stage

Plat akrilik :1. Mixing powder dan liquid2. Curing3. Finishing 5. Apa saja fungsi bahan resin ? Sebagais endok cetak Basis gigi tiruan Elemen gigi tiruan Crown and bridge sementara Restorasi gigi Sementasi Athletic Mouth Protector Pola inlay dan pasak inti Prot esama xilofacial 6. Apa saja pers ya ratan dari bahan resin ?a . S e g i b i o l o g i s : t i d a k b e r a s a - tidak berbau- tidak toksik- tidak mengiritasi jaringan rongga mulut- tidak larut dalam salivab . S e g i f i s i k : p u n y a k e k u a t a n d a n k e p e g a s a n - Tahan terhadap tekanan gigi danpengunyahanc . S e g i k i m i a : punya translusensi / transpara n s i t i n g g i - dapat diwarnai dan dipigmentasi- tidak berubah warna setelahpemakaian 7. Apa saja bahan tambal selain resin komposit ? Amalgam GIC ( glass ionomer cement ) 1. Menjelaskan Jenis Bahan Resin Klasifikasi resin berdasarkan sifat termal:1) Thermoplastik : Resin yang dapat dilunakkan & di bentukberulang dengan pemanasan dan tekanan tanpa perubahankimiawi , bersifat larut dalam pelarut organikex. Polistirene, polimetil metakrilat2) Thermosetting : setting dengan pemanasan, hany a bisadibentuk 1 kaliex. Polimetil metakrilat Resin yang sering digunakan di kedokteran gigi1) Resin akrilik : Turunan etilen yang mengandung gugu s vinyl.

Turunan Asam Akrilik CH 2 =CHCOOH Asam Metakrilik CH 2 =C(CH 3 )COOHJenis Resin akrilik: Heat activeted resins Chemical activated resins light activated resins2) Metil metakrilat : cairan yang bening dan transparan padasuhu ruangan3) Poli (metil metakrilat) : resin transparan dengan k ejernihanluar biasa4) Metakrilat & R esin akrilik multifungsi: y ang pertma alidigunakan di kedokteran gigi adalah Resi Bowen (Bis-GMA) Resin Komposit :Komposit merupakan gabungan berbagai bahan yang sifatnyakaku, biokkomatibilitasnya baik, tahankorosi, daya regangnyacukup baik, dan warnanya sesuai dengan warna gigi alami 2. Menjelaskan tentang struktur, komposisi, dan sifat dari bahanresin Komposisi Resin akrilikLiquid Metyl metacrilate : Plasticizers polymer Dibutil phthalate : Plasticizres Glycol dimetacrylat(1-2%) : Cross linking agent Hydroqunone(0,006%) : InhibitorPowder Poly metyl metecrilate Benzoyl peroxide : Initiator M e r c u r i Zinc : Opacifiers Dibutyl phthalate : Plasticizers : D y e s

Dyed bubuk organik dan anorga nik : Foresthetic Sifat Resin Akrilik: Density : 1,19 gm/cm3 Strength : bahan ini mempunyai compressive strength : 75MPa dan tensile strength 52 Mpa. (strength :rendah) Hardness : (kekerasan :rendah). Karena bahan ii dapat denganmudah tergores danabrasi. Heat cured resin akrilik, 18-20 KHNdan self cured resin akrilik, 16-18 KHN 4. Menjelaskan fungsi bahan resin Sendokcetak fisiologis Basis GT Elemen GT Prot esamaksilofasia l Mouth protector Pola inlay dan pasak inti Crown & bridge sementara Restorasi gigi ..fungsi Resin Splinting gigi-gigi yang goyang Memasang jembatan Rochette atau braket ortodonsi Memodifikasi kontur gigi untuk membantu retensi geligitiruan Memperbaiki tampilan dari gigi-gigi yang bentuknya kurangbaik atau gigi dengan perubahan warna intrinsic Resin akrilik cross linked untuk GT 5. Menjelaskan syarat ideal bahan resin Tidak berasa, tidak berbau, tidak toksic dan tidakmengiritasi jar. Mulut Estetik baik : bersifat transparan/translusen dan dapatdiberi igmen serta warnanya permanen Dimensinya stabil. Tidak kspansi, kontraksi /

w rap selamaprosessing atau ketika digunakan oleh pasien Mempunyai strength yang cukup, resilience dan ketahananterhadap abrasi Tidak larut dalam cairan mulut Ringan ..syarat ideal bahan resin Dapat menahan suhu tinggi makanan & minuman, tanpapelunakan maupun distorsi Mudah dibuat dan direparasi Punya konduktivitas thermal yang baik Bersifat radioopaque bila tertelan dapat terdetekside ng anx-ray

Memperbaiki gigi pecah Menutup gigi dengan warna yang kurang menarik [[ Bahan bonding biasanya terdiri atas bahan matriks resinB I S GMA dengan hanya sedikit bahan p engisi(pasi). Bahanbonding dipasok dalam bentuk resin yang diaktifka n s e c a r a kimia atau resin polimerisasi s i n a r . B a h a n b o n d i n g m e n c a p a i suatu perlekatan yang baik dengan gigi. Komponen Bonding: etchan : asam kuat (asam posphat) menghilangkan smearlayer primer : monomer hidrofilik Adhesive : monomer hidrofobikManipulasi Bonding pada Email Gel etsa diulaskan dari syringe ke permukaan gigi yang akandietsa

Biokompatibilitas : bahan basis bebas monomer dan tidakada reaksi alergi Densitas rendah 6. Menjelaskan tentang Bonding Agent B o n d i n g A g e n t a d a l a h b a h a n y a n g m e r e k a t k a n 2 p e r m u k a a n s u b s t r a t ; d i m a n a b a h a n r e s i n k o m p o s i t berwarna seperti gigi direkatkan pada permukaa n g i g i untuk dibentuk dan dikeraskan, kemudian dipoles sampai menyerupai jaringan gigi disekitarnya.B o n d i n g a g e n t memberi bond adequatpada ena m e l dandentnDental adhesive s ys tem : m erekatkan bahan restoratif KGterhadap dentin dan enamelH a l l a i n yang termasuk dalam bonding ini adalah veneery a n g b e r u p a l a p i s a n t i p i s s e d i k i t t e m b u s c a h a y a y a n g terbuat dari bahan porselen /resin komposit Hal lain yang t ermasuk dalam bonding ini adalah veneer yangb e r u p a l a p i s a n t i p i s sedikit tembus cahaya yang terbuat darib a h a n p o r s e l e n / r e s i n k o m p o s i t . D e n g a n b o n d i n g i n i d a p a t dilakukan: Penutupan celah antar gigi Dibilas s 30 detik Enamel frosted white porositas sedalam 30 Q m Bonding pada Email Primer diulaskanuntuk berpenetrasi pada permukaanirreguler Primer & adhesive mengalir pada microtgs yang terbentuksaat etsa Microtags berperan dala retensi micromekanikalManipulasi Bonding pada Dentin Teknik Etsa total : aplikasi etsa ke email, lalu ke dentin dibias dikeringkan

Teknik self etching primer : aplikasilangsung self etchingsystem keemail & dentin tanpa dibilas aplikasi adhesive light cured Kriteria Bonding system yang Ideal1 . R e t e n s i t i n g g i 2. Biokompatibilitas terhadap e mail& dentin3. Mencegah karies sekunder4. Mence gah microleakage5 . M a n i p u l a s i m u d a h 6 . S h e l f l i f e b a i k 7. Kompatibel d engan berbagai resin8. Tidak toxic & tidak alergi 9 . A m a n & e f e k t i f 10.Relatif murah Prosedur etsa dan bondingPerkembangan1 st Generation : berkhelasi dengan kalsium gigi ikatan kimiatahan air. Bond strenght : 2-3 Mpa2 nd Generation : interaksi antara gugus phospate dengansme arl ay er.3 rd Generation : etsa asam phosphate sebelum bonding esterphospahte4 th Generation : smear layer harus dihilangkan5 th Generation : lebih sederhana. Terjadi kombinasi primerbonding, tapi etsa terpisah Manipulasi Resin komposit termasuk bahan tumpatan langsung yang sewarna dengan gigi. Resin kompositdigunakan untuk menggati struktur gigi yang hilang, memodifikasi warna gigi dan kontur sehinggamenambah estetika wajah.GAMBAR hlmn 232KomposisiResin komposit mengandung 4 fase:resin matrix, inorganic filler, silane coupling agent, serta initiatordan accelerator. Inorganik filler dapat terdiri dari fine partikel atau/dan microfine partikel. Matrix resinbiasanya berbasis dimethacrylate oligomer. Silane coupling agents membentuk ikatan antara resin danfiller. Komposit dapat mengalami polimerisasi secara sendiri (self-curing) atau juga yang memerlukanpenyinaran(lightcured). Untuk self curing, initiator(peroxide) dan accelerator (amine) dikemas terpisah.Untuk light-cured, intiator(diketone) dan accelerator (amine) dapat dikemas bersamaan.Teknik klinis1. Preparasi kavitas: Bersihkan karies dari kavitas hanya sebatas infected dentin saja. Pertahankan sisaemail dan jangan membuang jaringan gigi sehat terlalu banyak.2.

Perlindungan pulpa: setiap dentin yang terbuka harus diberi lapisan pelindung berupa calciumhydroxide atau GIC3. Etsa dan bonding: Untuk menghasilkan ikatan antara komposit dan struktur gigi, email dietsadengan asam phosphate selama 20 detik, bilas dan keringkan. Email yang teretsa akan tampakpucat. Aplikasikan bonding agent pada permukaan kavitas, disemprot perlahan-lahan agarlapisannya merata dan tidak terkumpul di kavitas, kemudian polimerisasikan dengan sinar. Etsaakan menghasilkan micromechanical rentention terhadap bonding agent dengan email. Di dentin,bonding agent akan berikatan dengan kolagen dan bonding akan berpenetrasi ke dentinal tubulus.4. Penumpatan: Pilih resin komposit yang sewarna dengan gigi. Tumpatkan pada kavitas. Bahan initidak akan terpolimerisasikan dengan baik jika ketebalan resin melebihi 2mm. oleh karena itu,penumpatan resin harus dilakukan secara incremental. Setiap lapisan disinari sebelum lapisanpenyusutan resin. Hati-hati jangan samapi terjebak udara di dalamnya. Jika inkremen terakhir telahdiletakkan, permukaan oklusal beserta inklinasi cusp dibentuk sebelum dilakukan penyinaran. 5.Finishing dan polishing: Resin yang berlebih dibuang hati-hati dengan bur intan atau bur karbida.Polishing bertujuan untuk menghasilkan permukaan yang halus untuk mencegah retensi plak danmenjaga oral hygiene. Cek oklusi dengan kertas articulator.GBR HLMN 117Untuk kasus D5 posterior, komposit yang digunakan adalah packable composites. Komposit inidirekomendasikan untuk menumpat kavitas kelas 1,2 dan 6. Light activated. Sifat yang penting:penyusutan akibat polimerisasi rendah, radiopaque, dan mempunyai sifat low wear rate (wear rate:kehilangan contour permukaan dari restorasi dalam mulut akibat penggunaan abrasive daripengunyahan, penyikatan gigi, dan erosi) yang sama seperti amalgam A. RESIN AKRILIK Polimer dan Resin Sintetik 1. Polimer Polimer adalah suatu rantai panjang molekul yang terdiri dari ulangan banyak unit. Monomeradalah ulangan unit terkecil dalam suatu rantai polimer. Polimerisasi adalah reaksipembentukan polimer dari beberapa buah

monomer. Jadi, polimer terbentuk dari banyakmonomerPolimer terbagi menjadi dua, yaitu polimer alami dan polimer buatan Polimer alami , misalnya:

Protein (rantai amida / peptida)

Polysoprene (rubber dan gutta percha)

Polysaccharida (starch, ceilulosa, agar dan alginat)

Asam polynucleic (asam DNA dan asam RNA) Polimer buatan , misalnya:

Bakelite

nylon

terylene

polytheneBanyak diantara bahan ini dipergunakan untuk pembuatan landasan gigi tiruan dan keperluankedokteran gigi lainnya.Ada dua jenis proses polimerisasi, yaitu:1) Polimerisasi Pertumbuhan BertahapReaksi yang menghasilkan polimerisasi pertumbuhan bertahap berlangsung dalammekanisme yang sama seperti reaksi kimia antara 2 atau lebih molekul-molekul sederhana.Terjadi perubahan komposisi.2) Polimerisasi TambahanReaksi dimana tidak terjadi perbahan komposisi dengan menghasilkan molekul raksasadalam ukuran yang hampir tidak terbatas. Proses polimerisasi jenis ini terdiri dari 4 tahap,yaitu:a) Induksi Untuk memulai proses polimerisasi tambahan, haruslah terdapat radikal bebas.Radikal bebas dapat dihasilkan dengan mengaktifkan molekul monomer dengan sinarUV, sinar biasa, panas, atau pengalihan energi dan komposisi lain yang bertindak sebagairadikal bebas.b) Penyebaran

Tempat elemen atau anasir gigi menempel.3) Reaksi rantai harus berlanjut dengan terbentuknya panas, sampai semua monomertelah diubah menjadi polimer. Meskipun demikian, reaksi polimerisasi tidak pernahsempurna.c) Pengakhiran Polisakarida (Polikarbonat) seperti selulosa, asam nukleat,dan protein.3) Reaksi rantai dapat diakhiri dengan baik dengan cara penggabungan langsung ataupertukaran atom hidrogen dari satu rantai yang tumbuh ke rantai yang lain.d) Pengalihan rantai Keadaan aktif diubah dari satu radikal aktif menjadi suatu molekul tidak aktif, dantercipta molekul baru untuk pertumbuhan selanjutnya.Terdapat beberapa sifat fisik polimer yang dapat dipengaruhi oleh perubahan dalamtemperatur dan lingkungan serta komposisi, struktur, dan berat molekul suatu polimer: Synthetic inorganic polymers Syarat-syarat basis gigi tiruan:1) Non toxik dan non irritant .2) Tidak berpengaruh oleh cairan mulut (saliva), meskipun dapat menyerap sedikit air.3) Mempunyai sifat mekanis, antara lain:a. Modulus elastisitasnya tinggi.b. Tidak mudah mengalami perubahan secara permanent jika mengalami tekanan.c. Kekuatannya tinggi.d. Cukup resilience (kekenyalan).e. Impact strength tinggi.f. Fatique strength tinggi.g. Abbration ressistence dan kekerasan tinggi.4) Sifat-sifat lainnya yang harus dimiliki:a. Basis gigi tiruan adalah bagian dari gigi tiruan lepasan yang paling luas, sering disebut jugadengan dasar atau sadle yang merupakan bagian yang menggantikan tulang alveolar yang sudahhilang. Thermal conductivity tinggi.b. Density rendah membantu retensi gigi tiruan rahang atas. 5) Berlian, Grafit, Pasir, Asbes, Mika, Kuartz.2) Natural organic polymers Menyalurkan kekuatan (tekanan oklusal) dari gigi ke mukosa (jaringan pendukung), dan gigilainnya.

Boron Nitrit, beberapa konduktor temperature tinggi, dankaca.4) Synthetic organometallic polymers

Siloxanes atau polysiloxanes2. Resin Sintetik Resin sintetik sering disebut plastik. Bahan plastik merupakan suatu substansi yang cukupstabil dimensinya dalam penggunaan normal, bersifat plastik pada beberapa tahappembuatan.Bahan plastik biasanya merupakan polimer. Berdasarkan sifat thermal, dibagi menjadi: Termoplastik

Makin tinggi temperatur, polimer makin lunak dan lemah

Makin tinggi berat molekul, makin tinggi sifat fisikomekanik suatu polimer Reaksi polimerisasi cederung tidak menghasilkan suatu monomer yang habis sempurna,tidak selalu juga membentuk polimer dengan berat molekul tinggi. Ketidakmurnianmonomer selalu menghambat reaksi-reaksi tersebut. Ketidakmurnian dalam monomeryang dapat bereaksi dengan radikal bebas akan menghambat atau menunda reaksipolimerisasi. Dua atau lebih monomer yang berbeda secara kimia, masing-masing dengan sifat yangdiinginkan, dapat dikombinasi. Polimer yang terbentuk kopolimer, sedangkan prosespembentukannya kopolimerisasi. Dalam kopolimer, jumlah dan posisi relatif dariberbagai unit mungkin bervariasi antara masing-masing makromolekul. Pada polimerisasi bertahap maupun polimerisasi tambahan harus menghasilkan makromolekul linier . Unit struktur polimer dapat dihubungkan dengan cara tertentu untukmembentuk polimer cabang non linier atau polimer berikatan silang . Polimer gigi linieradalah struktur tidak teratur atau tidak berbentuk kristal.Terdapat beberapa klasifikasi polimer, yaitu:1) Natural inorganic polymers

bila bahan lunak ketika dipanaskan, contoh : kompoun cetak, akrilik Termosetting tidak dapat berubah walaupun dipanaskanResin adalah bagian dari polimer . Resin gigi menjadi padat bila berpolimerisasi. Resin sintetikberpolimerisasi secara acak dari tempat tertentu yang telah diaktivasi. B. Basis Gigi Tiruan

Fungsi basis gigi tiruan:1) Memberikan retensi dan stabilisasi kepada gigi tiruan.2)

Sifat fisik basis gigi tiruan, secara estetik

memuaskan. Bahan hendaknya transparan / translucent .6)Hal-hal yang harus diperhatikan:a. Radio opacity (tidak tembus cahaya). b.Mudah dimanipulasi (diproses dengan alat sederhana). c.Mudah diperbaiki jika patah. d.Tidak mengalami perubahan dimensi. e.Mudah dibersihkan. C. Resin Akrilik 1.Pengertian a. Jenis resin sintetik yang paling banyak dipergunakan dalam bidang kedokteran gigi sebagaibasis gigi tiruanb. Disebut juga polymetyl metacrylate (PMMA). Polymetyl metacrylate murni tidak berwarna,transparan, dan padat.c. Turunan etilen yang mengandung gugus vinil dalam rumus strukturnya.2. S yarat S yarat a.Pertimbangan BiologisTidak memiliki rasa, tidak berbau, tidak toksik, dan tidak mengiritasi jaringan mulut. b.Sifat Fisik Harus memiliki kekuatan dan kepegasan serta tahap terhadap tekanan gigit ataupengunyahan, tekanan benturan, serta keausan berlebihan yang dapat terjadi dalamrongga mulut. Harus stabil dimensinya di bawah semua keadaan, termasuk perubahan termal sertavariasi-variasi dalam beban. Bila digunakan sebagai basis gigi tiruan untuk protesa rahang atas, gaya grafitasinya harusrendah.c. Sifat Estetik Harus menunjukkan translusensi atau transparansi yang cukup sehingga cocok denganpenampilan jaringan mulut yang digantikannya. Harus dapat diwarnai atau dipigmentasi, dan harus tidak berubah warna atau penampilansetelah pembentukan.d.

Karakteristik Penanganan Tidak boleh menghasilkan uap atau debu toksik selama penanganan dan manipulasi. Harus mudah diaduk, dimasukkan, dibentuk, dan diproses, serta tidak sensitive terhadapvariasi prosedur penanganan ini. Produk akhir haruslah mudah dipoles, dan pada keadaan patah yang tidak disengaja, resinharus dapat diperbaiki dengan mudah dan efisien.e. Pertimbangan EkonomisBiaya resin dan metode pemrosesannya haruslah rendah, dan proses tersebut tidakmemerlukan peralatan kompleks serta mahal.f. Penampilan Metakrilat KeseluruhanKeadaan dalam mulut sangat menuntut, dan hanya bahan yang secara kimia paling stabilserta kaku dapat tahan terhadap kondisi tersebut tanpa kerusakan.3. Komposisi a. Pada umumnya terdapat dalam bentuk powder yang berisi polimer yang belum teraktivasib. Selain powder terdapat juga dalam bentuk liquid yang mengandung komponen monomeryang dalam berinteraksi dengan polimer dapat berperan sebagai aktivator. Selainmonomer, terdapat komponen aktivator dan inhibitor.c. Untuk mengaktivkan polimer dalam powder, terjadi proses polimerisasi. Seperti yang sudahdijelaskan pada bagian bahasan polimer, terdapat 2 jenis polimerisasi, yaitu polimerisasipertumbuhan bertahap dan polimerisasi tambahan.d. Polimerisasi dalam resin akrilik lebih mengarah pada polimerisasi tambahan. Hal ini terlihatdari tahap-tahap yang terdapat pada polimerisasi resin akrilik, yaitu:1) Aktivasi Induksi 2)Inisiasi Penyebaran3) Pengakhiran4) Terminasi Pengalihan Rantai4. Sifat-sifat a.B e a r M to e l k u l :

1)Powder : 500.000-1.000.0002) Monomer : 1003) Polimer yang telah kiur, hingga 1.200.000 b R m n o i s e r e m ( m n o r e Akrilik yang telah digodok dengan baik, mengandung 0,2a i s 0,5 %.Processing pada suhu rendahdan dalam waktu yang singkat menghasilkan sisa monomer yang lebih besar. Ini hendaknyaharus dicegah karena dapat mengakibatkan :1) Iritasi2) Akrilik lembek c. P : a t i s r o 1)Shrinkage porosity : penyusutan2) Gasseous porosity : gelembung udara yang teratur terdapat pada bagian tertebal daridenture d. A : r i a o s b Menyerap air sampai 2 % Setiap kenaikan berat akrilik sebesar 1 % disebabkan oleh absorbsi air menyebabkanterjadinya ekspansi (mengembang) linear sebesar 0,23 % Oleh karena itu denture harus direndam dalam air bila tidak dipakai Adanya molekul air dalam akrilik akan menyebabkan :1) Terjadinya sedikit ekspansi2) Molekul air mempengaruhi ikatan rantai polimer dan bertindak sebagai plasticisers Penelitian laboratories ekspansi linear oleh karena absorpsi air sama dengan thermal shrinkage yang disebabkan oleh karena proses polimerisasi. e.C n i z a r g k t e ( Penyebab ) :1) Mechanical stresses (stress mekanis)2)

Beda coefficients of thermal expansion (stress yang timbul oleh karena adanya perbedaankoefisien ekspansi termis antara geligi tiruan porselen)3) Liquid self curing (kerja bahan pelarut) K : n s a r k e Vickers hardness number akrilik adalah soft dibandingkan dengan alloy dapat rusak oleh karena :1) Abrasive food stuffs : abrasi karena sisa makanan2) Abrasive dentifrice cleansers : butiran-butiran dari beberapa jenis pasta gigi. Untukmengurangi terjadinya abrasi akibat penggunaan pasta, adalah dengan cara: Pilih dentrifice dengan tipe dan ukuran partikel abrasive yang disesuaikan Pilih dentifrice of low abrasivity m i m i d n p t e k ( y a r u c o le s : ) i s n Factor yang berpengaruh :1) Mould expansion (ekspansi cetakan) waktu pengisian2) Thermal expansion (ekspansi termis) dari dough akrilik3) Polymerization shrinkage (kontraksi sewaktu polimerisasi) sekitar 7 %4) Thermal shrinkage on cooling (kontraksi termis waktu pendinginan)5) Panas yang berlebihan pada waktu polishing h. D m i n e o i s b a t l y k ( s e n a l i d m n e o i s : ) l a Hal yang berpengaruh :1) Absorpsi air (penyerapan air) Fakir itu ....bukan takdir.... ia adalah pilihan ketika kita tidak bersyukur..... ( choybuccuq) Page 5 2) Internal stresses (tekanan didalam mulut) i.a u t c : e r Dapat disebabkan oleh :1)Jatuh2) Fatiquei k d a h l r o i u l n e c b t ( h a s y : ) Beberapa eksperimen dilakukan untuk meningkatkan radiopacity pada acrylic denganradiopaque additives sebagai berikut :1) Metal wire or powdered metals (menyertakan kawat atau rantai logam dalam akrilik)

estetik jelek, memperlemah basis 2)Inorganic salt seperti barium sulphate radiopacity kurang bila konsentrasi rendah bila konsentrasi tinggi me mperlemah basis3) Barium acrylate sifat mekanik polimer jelek 4)Halogen yang mengandung co-monomers atau additives, misalnya Tribromophenylmetacrylate additives dapat bertindak sebagai plastisizers co -monomers sangat mahal Jika penggunaan radiopaque additives terlalu banyak, maka akan menimbulkanmenurunnya sifat estetik suatu resin akrilik k. T r e h m C lo a y v i t c u d n Resin akrilik merupakan konduktor panas/elektrik yang jelek dibandingkan dengan gold,cobalt alloys atau dentin. Merupakan insulator antara jaringan mulut makanan/minuman yang panas/dingin yangmasuk dalam mulut. 5.Klasifikasi Menurut spesifikasi ANSI/ADA No. 12 (ISO 1567) untuk Resin Basis Gigi Tiruan. Pada umumnyaplastik yang dilapisi oleh beberapa spesifikasi termasuk asetil, akrilik, karbonat, ester asamdimetakrilat, styrene , sulfonat dan vinil polimer. Atau bisa juga terbentuk dari pencampuranbeberapa polimer menjadi kopolimer. Terdapat lima jenis resin basis gigi tiruan berdasarkancara polimerisasinya yaitu: 1)Tipe I Heat-polymerizable polymers / Heat Cured Acrylic (Class 1, Powder dan Liquid ;Class 2, Plastic Cake) 2Tipe II Autopolymerizable polymers / Self Cured Acrylic (Class 1, Powder dan Liquid ;Class 2, Powder dan Liquid pourtipe resin) 3)Tipe III Thermoplastic blank or powder 4) Tipe IV

activated materials / Visible Light Cured

setelah rata dan halus dipulas dengan mesin pulas dengan menggunakan pumice dan cryet.22. Hasil maksimal adalah lempeng akrilik yang halus, rata dan mengkilat.BAB IVHASIL DAN PEMBAHASAN4.1 HasilBerdasarkan praktikum ini didapatkan hasil sebuah model landasan gigi tiruan pada rahang atas dari acrylic yanghalus dan mengkilat. Model tersebut telah selesai dilakukan tahap finishing dimana model tersebut harus sesuaidengan model rahang atas yang telah diterima dan pinggirannya dipotong sesuai garis outline yang merupakan batasmukosa bergerak dan tidak bergerak. Dan juga membebaskan daerah frenulumnya.1. Hasil fiksasi lempeng gigit yang terbuat dari malam mengalami penipisan di bagian tepinya.2. Tanam malam, rahang bawah tegak lurus dalam kuvet dengan hasil yang halus tidak porus dan tanpa ada daerahunder cut.3. Buang malam, didapat hasil kuvet lawan yang halus dan tidak porus.4. Setelah packing akrilik dan pemasakan didapat hasil kasar yang belum rapi tapi tidak porus.5. Hasil akhir setelah dilakukan pemolesan dan penghalusan adalah cetakan resin akrilik yang halus, homogen danmengkilat.4.2 PembahasanSecara umum jenis dari akrilik bertipe heat cured yang digunakan dalam percobaan ini, untuk berpolimerasinyadibantu dengan penekanan tertentu dan dipanaskan dengan suhu tertentu dalam waktu yang tertentu pula. Akrilikyang digunakan dalam percobaan ini adalah bermerek QC-20 dan bertipe heat cured.Pembentukan Mould SpaceMould space dibentuk dari malam yang direkatkan pada model rahang dan dibentuk sesuai dengan keadaan rahangdan outline formnya dimana malam beserta modelnya ditanam dalam gips di kuvet. Kemudian malam ini dibuang 10menit dan disiram dengan air mendidih sehingga s dengan cara digodok bekas malam ini terbentuk rongga danrongga inilah yang disebut mould space yang akan ditempati akrilik.Persiapan Model Malam Pada saat pembentukan mould space ini pada tahap awal dilakukan penutupan celah yang ada pada tepi malamdengan malam cair hal ini bertujuan agar pada saat penanaman tidak ada gips yang masuk. Selain itu juga bertujuanuntuk memberikan kesempatan pada operator untuk melakukan finishing.Penanaman / Investing Untuk penanaman igunakan gips putih karena jenis gips ini gips memerlukan detail dan kehalusan yang baiksedangkan gips biru yang mempunyai ukuran partikel yang lebih kecil dan halus dipergunakan pada pembukaankuvet maka permukaan gips pada kuvet bagian atas dan bawah masing-masih diolesi dengan bahan separator yaituvaselin.Pembuangan Malam Pada pembuangan malam iniyang perlu diperhatikan adalah suhu air yang 1000 C sedang lama perebusan 10 menit. Waktu perebusan harus s

5Tipe V Microwave-cured materials

besarnya tepat, bila terlalu lama malam yang ada akan mencair dan merembes kepori-porigips, hal ini berpengaruh jelak pada hasil permukaan mould space yaitu bahan separator CMS tidak dapat menempeldan melapisi secara sempurna.Manipulasi Bahan Akrilik* PencampuranPencampuran bahan akrilik ini harus sesuai dengan perbandingan antara powder atau polimer dengan liguid ataumonomer yaitu 3 : 1. Bila ratio terlalu tinggi maka akrilik yang telah digodok akan bergranula dan bila terlalu rendahkontraksi yang terjadi akan lebih besar. Pada pencampuran tempat yang digunakan terbuat dari bahan porselen ataudari bahan kaca yang tertutup karena akrilik ini prosesnya melalui polimerisasi dan bila tempat yang digunakanterbuat dari plastik maka bagian dari tenpat berjenis polimer tersebut akan ikut bereaksi dalamreaksi polimerisasiadonan gips, sehingga hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Tempat yang tertutup untuk meminimalkanpengaruh-pengaruh dari luar yang nantinya akan mengurangi tingkat keberhasilan dalam pencetakan akrilik.Misalnya sinar matahari, kelembaban udara dan faktor yang lain.* PengisianPada tahap ini diawali dengan pemberian bahan separator yaitu CMS. Tujuan dari bahan separato ini adalah :a. Mencegah merembesnya monomer ke bahan cetakan ( gips ) yang berpolimerisasi disana sehinggamenghasilkanpermukaan yang kasar dan merekat dengan bahan cetakan/ gips.b. Mencegah air dari bahan cetak masuk kedalam akrilik.Adonan yang dimasukkan kedalam mould space yang ideal pada stadium dought, hal itu dipengaruhi oleh :1 Ukuran partikel polimer dimana partikel yang lebih kecil lebih cepat larut dan labih cepat tercapai konsistensi liat.2. Berat molekul polimer, lebih kecil berat molekul lebih cepat terbentuk konsistensi liat.3. Terdapatnya plastisier, ini mempercepat terbentuknya dought.4. Suhu, pembentuikan dought dapat diperlambat dengan menyimpan campuran didalam freezer.5. Perbandingan polimer/ monomer, bila tinggi waktu lebih singkat. Sedangkan penekanan pendahuluan baik yang Idan II dan penggunaan kertas selopan bertujuan untuk mengontrol kelebihan dari adonan akrilik. Tujuan pemberianmonomer/ cairan pada proses pembuangan kelebihan akrilik karena monomer dari akrilik mudah menguap sehinggadengan adanya pemberian ini menjaga agar perbandingan powder dan liquid tetap. Setelah pengepresan terakhirkuvet beserta press direndam dalam air untuk mempertahankan tekanan yang sudah ada dan mengindarimenguapnya dari monomer.* Kiur/ pemanasanKarena tipe akrilik ini adalah heat cured maka polimerisasinya dibantu dengan pemanasan. Cara dari pemanasannyayaitu dengan memanaskan pada air mendidih yang suhunya kira-kira 1000 C selama 20 menit.* PendinginanKuvet yang masih dalam press dibiarkan perlahan karena selama pendinginan terdapat kontraksi antara bahancetakan dan akrilik yang menyebabkan timbulnya stress dalam polimer.* Deflasking/ pelepasan Pelepasan akrilik ini sulit dilakukan karena :a. Tebal tipisnya lapisan yang dibentuk CMS pada waktu mengering. Keadaan akrilik setelah dilepas terdaptkelebihan dipinggir cetakan akrilik hal itu dapat ditanggulangi dengan cara mengurangi dan merapikan sesuai denganoutline formnya pada waktu finishing. Akrilik tidak patah karena pendinginan yang dilakukan berhati-hati. Tidakterdapat porus karena mould space karena pencampuran yang sudah homogen.Akrilik berwarna merah muda

pucatseharusnya berwarna merah muda. Hal ini dikarenakan cara pemanasan yag salah suhu yang digunakan terlalutinggi.b. Pemberian bahan separator tidak sepenuhnya menempel pada permukan mould space yang hal ini disebabkankarena ada malam yang masih menempel pada proses pembuangan malam.* Penyelesaian / finishingPada tahap ini dilakukan pemotongan bagian-bagian yang berlebih. Merapikan pinggiran akrilik dan meratakanpermukaan akrilik dengan bor stone, fraiser dan amplas halus.* Pemolesan/ polishingPemolesan ini merupakan tahap terakhir dalam manipulasi gips. Bahan yang digunakan untuk pemolesan pertamakali adalah pumish yang merupakan bahan dari batu apung yang dipergunakan dalam suspensi dalam air. Bahanselanjutnya dipoles dengan bahan yang lebih halus yaitu whiting yang dipergunakan dalam bentuk suspensi dalamair. Pemolesan ini dilakukan sampai permukaan akrilik halus dan mengkilap. Setelah itu diaplikasikan dalam modelrahang yang baik yaitu pada waktu dilepas mudah dan pada waktu posisi terbalik akrilik tetap pada model rahangatau tidak jatuh.BAB VKESIMPULANBerdasarkan praktikum resin akrilik yang telah dilakukan dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut :1. Resin acrylic merupakan resin termoplastis, terdiri dari persenyawaan kompon non metalik yang dibuat secarasintetis dari bahan-bahan organic.a. Komposisi resin acrylic terdiri dari cairan/monomer (monomethyl methacrylate) dan bubuk/poli (pollimthylmethacrylate). Manipulasi dengan mencampur monomer dan polimer dengan perbandingan 1:3 menurut volumeatau 1:2 menurut berat.b. Stadium yang paling baik untuk memasukkan adonan acrylic kedalam rongga cetak (mould space) adalah doughstage.c. Untuk acrylic heat cured, untuk menyempurnakan polimerisasinya memerlukan pemanasan. Ada empat tahapyang diperllikan untuk mencapai polimerisasi sempurna, yaiut: inisiasi, propagasi, terminasi dan chains transfers.2. Sifat-sifat fisik resin akrilik adalah :a. Kekerasan (hardness)sebesar 16-22 KHN.b. Penghantaran panas.c. Akrilik mengalami pengerutan waktu proses polimerisasi dan pendinginannya.d. Akrilik menyerap air sebesar 0,45 mg/cm. e. Akrilik tidak larut dalam pelarut asam, basa lemah dan pelarut organic tapi larut dalam keton dan ester.f. Adhesi akrilik terhadap logam rendah.g. Sifat estetika cukup memuaskanh. Akrilik tidak mempunyai warna dan bau serta tidak menimbulkan gejala-gejala alergii. Akrilik mempunyai sifat cold flow, j. Retak (crazing), dapat timbul retak retak di permukaan akrilik.