Anda di halaman 1dari 1

TRIBUNNEWS.

COM/DANY PERMANA

Sperma digunakan untuk bahan pembuatan kosmetika di Norwegia karena diyakini bisa memuluskan wajah dan mengobati jerawat.

TRIBUNNEWS.COM -Seperti yang telah Anda ketahui, sperma adalah salah satu komponen tervital dalam tubuh pria. Ketika ingin menghasilkan keturunan, sperma dibutuhkan untuk membuahi sel telur wanita. Namun, sperma rupanya tidak hanya bermanfaat dalam hal pembuahan saja. Seperti yang dilansir Medical Daily belum lama ini, sperma diyakini memiliki khasiat untuk kesehatan manusia, di luar proses pembuahan. Tidak heran, banyak penelitian yang berusaha meneliti dan bahkan mengembangkan beberapa sel dan zat yang terkandung dalam sperma menjadi sebuah produk yang layak pakai. Salah satunya adalah kosmestik. Di dalam sperma terdapat sebuah senyawa crystalline polymine yang disebut Spermine. Senyawa ini dikenal sebagai antioksidan yang bermanfaat untuk menghilangkan kerutan wajah, melembutkan kulit, dan mencegah kulit berjerawat. Produsen kecantikan asal Norwegia Bioforskning meyintesiskan senyawa tersebut ke dalam bentuk krim wajah. Menurut penelitian Bioforskning, krim "spermine" memiliki khasiat 30 kali lebih efektif dibandingkan vitamin E dan dapat memperlambat proses penuaan sebesar 20 persen. Saking yakinnya bakal manjur, Bioforskning berani membanderol produk terobosannya itu seharga 250 dolar AS atau setara Rp 2,5 juta. Selain bermanfaat untuk kesehatan kulit, sperma dipercaya dapat mengurangi tingkat stres seorang wanita. Sebuah riset yang dilakukan State University of New York menemukan wanita yang berhubungan intim tanpa mengenakan kondom dan "terekspos" langsung oleh sperma pasangannya memiliki tingkat stres yang rendah. Dikatakan dalam riset tersebut, sperma memiliki zat yang bersifat anti depresan alami yang dapat memerbaiki mood. Zat tersebut antara lain prolactin, oxytocin, dan serotonin. Mungkin khasiat sperma yang satu ini akan mengejutkan Anda. Menurut "Natural Harvest-A Collection of Semen-Based Recipes", semen dapat bermanfaat juga untuk makanan karena kandungan zatnya yang bernutrisi. Dalam buku tersebut, dikatakan semen sebagai bahan paling "murah" yang dapat memberikan makanan "rasa yang menggunggah". (Daniel Ngantung)