Anatomi hepar

Hati adalah organ terbesar kedua dan kelenjar terbesar dalam tubuh. Fungsinya sebagai: a) Membentuk dan mensekresikan empedu ke tractus intestinal b) Metabolisme makanan (karbohidrat, protein, dan lemak) c) Menyaring darah untuk membuang bakteri dan benda asing yang masuk ke dalam darah dari lumen intestinum.  Letak Hampir menempati seluruh regio hipokondrium dekstra, sebagian besar epigastrium, dan meluas sampai regio hypokondrium sinistra, sejauh linea mammilaria.  Bentuk dan ukuran:  Bentuknya seperti piramid, memiliki basis yang teerdapat disebelah kanan dan apex yang terdapat disebelah kiri  Teksturnya lunak dan lentur  Berat hati pada orang dewasa laki-laki 14001600 gr. Sementra berat hati pada perempuan dewasa adalah 1200-1400 gr.  Bagian-bagian Hati terbagi menjadi 2 lobus, yaitu lobus hepatis dekstra dan lobus hepatis sinsitra. Lobus hepatis dekstra enam kali lebih besar dari lobus sinistra. Lobus hepatis dekstra dan lobus hepatis sinistra dipisahkan oleh ligamentum peritoneale dan ligamentum falciforme. Lobus hepatis dekstra: terdiri dari lobus quadratus dan lobus caudatus. Kedua lobus ini dipisahkan oleh vesica biliaris, fisura ligamentum terestis, vena cava inferior, dan fissura ligamentum venosi. Hepar seluruhnya dikelilingi oleh capsula fibrosa, namun hanya sebagian yang ditutupi oleh peritoneum.  Fiksasi hepar  Ligamentum Coronaria hepatis  Ligamentum Triangulare hepatis  Vena cava inferior  Vaskularisasi hepar Pembuluh darah yang mengalirkan darahnya ke hepar adalah a. Hepatica (30%) dan vena porta hepatis (70%). Arteri hepatica berfungsi untuk membawa darah kaya oksigen dan glukosa ke sel-sel hati. Sementara, vena porta hepatis berfungsi membawa darah yang kaya nutrisi dan bilirubin untuk dimetabolisme. Vena porta hepatis berasal dari pembuluhpembuluh darah saluran gastrointestinal. Arteri yang memperdarahi hepar adalah dimulai dari a.hepatica yang bercabg menjadi a.hepatica ramus dekstra dan a. Hepatica ramus sinistra. Sementara vena yang mengalirkan darah ke hepar berasal dari vena porta hepatis yang

hepatika.akan bercabang menjadi vena porta hepatis dekstra dan vena porta hepatis sinistra. kemudian akan bermuara ke duktus biliaris yang terdapat pada septum fibrosa. dan selanjut ke duktus hepatikus dekstra dan sinistra. lalu menuju ke duktus choledocus.  Sinusoid-sinusoid dilapisi oleh dua tipe sel. dan bermuara ke duktus hepatikus komunis. yang satu sama lain dibatasai oleh septum fibrosa berisi segitiga kiernan. yaitu sel endotel dan sel kupffer yang berfungsi sebagai makrofag.  Diantara sel endotel dan hepar terdapat ruang disse yang menghubungkan pembuluh limfe di dalam septum interlobularis. Secara mikroskopik karakteristik hepar adalah sebagai berikut:  Sel-selnya tersusun radier terhadap vena centralis  Berbentuk polihedral  Empedu yang diskresikan sel hepar di salurkan melalui kanalikuli biliaris.  Sinusoid berfungsi untuk menerima darah dari vena porta dan a. . dan berakhir pada duodenum. Jumlah lobulus hepar kurang lebih berjumlah 100 ribu.  Sistem limfe Beberapa limfe berjalan dari area nuda melalui daifragma ke nodi limfoidei mediastinales posteriores  Inervasi  Saraf simpatis dan parasimpatis membentuk plexus coeliacus  Truncus vagalis mempercabangkan banyak rami hepatici yang berjalan langsung ke hepar  Mikrostruktur Secara mikroskopik struktur hati berbentuk lobulus-lobulus hati.

Sementra vena yang memperdarahi berasal dari vena cystica yang akan mengalir langsung ke vena porta hepatica. yang memiliki tunika mukosa menonjol. Bagian-bagian Kandung empedu terdiri dari:  Fundus vesicae biliaris  Corpus vesicae biliaris  Sollum vesicae biliaris yang akan melanjutkan diri menjadi duktus sisticus.     . Inervasi Berasal dari persarafan simpatis dan parasimpatis. Vaskularisasi Vaskularisasi pada vesica biliaris berasal dari arteria cystica yang merupakan percabangan dari arteri hepatica dekstra. dan berfungsi untuk mempertahankan lumen terbuka konstan. Duktus sisticus berbentuk huruf “S”. yang terletak pada permukaan bawah hepar Fungsi  Menampung cairan empedu (30-50 ml)  Menyimpan empedu  Memekatkan empedu dengan cara mengabsorpsi air.Kandung empedu  Letak dan bentuk Sebuah kantong berbentuk buah pir. Empedu yang telah dipekatkan selanjutnya akan dialirkan ke duodenum akibat kontraksi dan pengosongan parsial vesica biliais. membentuk plica spiralius. yang disebut juga dengan valvula spiralis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful