Anda di halaman 1dari 4

Lusi Ike Nurjanah, Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis

Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis (The Utilization of Content Water Lime)
Lusi Ike Nurjanah Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember (UNEJ) Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: lusiikenurjanah@yahoo.co.id

Abstrak
Jeruk nipis merupakan salah satu tanaman yang sering dijumpai dan memiliki banyak kegunaan. Selain rasanya yang asam dan sedikit pahit, jeruk nipis juga bersifat sedikit dingin. Serta berwarna putih. Banyak kandungan bahan kimia
dalam jeruk nipis diantaranya yaitu mineral, damar lemak, asam sitrat, minyak terbang (minyak atsiri atau essensial oil), vitamin B1. Minyak esensial mengandung sitrat limonene, lemon kamfer, fellandrean, cadinen, geranil asetat, linalin asetat, flavonoid, seperti poncirin, rhoifolin, hesperidine, dan naringin. Jeruk nipis juga mengandung vitamin C, pospat dan kalsium. Tetapi masih banyak kalangan masyarakat yang belum tahu akan manfaat dan kegunaan jeruk nipis. Salah satu ciri khas jeruk nipis yaitu rasanya yang masam, citarasa buah-buahan merupakan campuran senyawa-senyawa organik. Rasa asam pada Jeruk nipis disebabkan oleh asam sitrat yang terkandung di dalamnya. Kandungan-kandungan bahan kimia dalam jeruk nipis dapat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya yaitu kandungan asam sitrat pada jeruk nipis yang dapat berguna untuk menghilangkan noda berkarat dan tinta pada pakaian. Penggunaan ini bertujuan agar tidak menggunakan detergen secara berlebihan dan pemutih untuk menghilangkan noda pada pakaian karena bahan tersebut mengandung bahaya dalam lingkungan sekitar, sehingga penggunaan bahan-bahan alamiah seperti lemon, jeruk nipis dapat dimanfaatkan dan lebih higenis serta lebih murah. Jeruk nipis atau lemon tersebut dapat dimanfaatkan airnya sehingga Air perasan jeruk nipis dapat dipadukan dengan garam dan dilarutkan dengan air panas untuk dapat mengangkat noda pada pakaian. Hal ini disebabkan karena kandungan jeruk nipis mampu mencerahkan pakaian sehingga bekas noda menjadi pudar dan mengghilangkan bau apek sedangkan kandungan garam mampu mengangkat noda berkarat dan tinta. Pakaian yang hanya direndam dalam air dingin saja sulit menghilangkan noda berkarat atau tinta pada pakaian karena air bersifat netral. Rasa jeruk nipis yang masam dapat mencegah pertumbuhan jerawat, Air perasan jeruk nipis juga memiliki efek sebagai antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri dan vitamin C pada jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan fungsi obat kimiawi untuk mengatasi ketombe kering. Jeruk nipis ini paling favorit dikonsumsi sebagai minuman, sering juga digunakan sebagai campuran untuk mencuci alatalat dapur, sebagai bahan dan penyedap makanan, dan lain-lain. Kata Kunci: Asam sitrat, air perasan jeruk nipis, kandungan jeruk nipis, vitamin C.

Abstract
Lime is one of the plants that are common and have many uses. Besides it tastes sour and a little bitter, a little lemon juice is also cool. As well as white. Many of the chemicals in them are mineral lime, amber fat, citric acid, fly oil (essential oil or essential oil), vitamin B1. Essential oils contain limonene citric, lemon camphor, fellandrean, cadinen, geranil acetate, acetic linalin, flavonoids, such as poncirin, rhoifolin, Hesperidine, and naringin. Lemon juice also contains vitamin C, and calcium phosphate. But there are still many in the community who do not know the benefits and uses of lime. One characteristic of the lemon tastes sour, fruit flavor is a mixture of organic compounds. Sour taste in the lime caused by citric acid contained therein. The contents of the chemical in lime juice can be useful in everyday life, one of which is the content of citric acid in the lemon can be useful for removing rust and ink stains on clothing. Use is intended that do not use excessive detergent and bleach to remove stains on clothing because the material hazards in the environment, so the use of natural ingredients such as lemon, lime can be used and more hygienic and less expensive. Lime or lemon water can be utilized so that the water can be combined lime juice with salt and dissolved in hot water to be able to lift stains on clothing. This is because the content of lemon can brighten the clothes that become faded stains and musty odors lose while the salt content can lift rust and ink stains. Clothes soaked in cold water only just tough rust or ink stain on clothing because the water is neutral. Sour lime flavor that can prevent the growth of acne, lemon water also has an antibacterial effect that can prevent the growth of bacteria and vitamin C in lime juice can also be used as an alternative to replace the function of chemical drugs to cope with dry dandruff. The most favorite lime consumed as a drink, often also used as a mixture to wash kitchen utensils, as an ingredient and flavoring foods, and others. Keywords: citric acid, lemon juice, lime content, vitamin C.

UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (1): 1-4

Lusi Ike Nurjanah, Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis

Pendahuluan
Di dunia ini terdapat tumbuhan yang sangat banyak jumlahnya. Salah satunya yang memiliki banyak kegunaan yaitu jeruk nipis. Secara ekologis jeruk nipis sangat cocok tumbuh di dataran rendah tropik, dan masih dapat hidup sampai pada ketinggian 1000 m dari permukaan laut atau lebih. Pohonnya sangat sensitif terhadap dingin, tetapi cukup tahan terhadap kekeringan[1]. Jeruk nipis termasuk salah satu jenis citrus Geruk. Jeruk nipis termasuk jenis tumbuhan perdu yang banyak memiliki dahan dan ranting. Batang pohonnya berkayu ulet, berduri, dan keras. Sedang permukaan kulit luarnya berwarna tua dan kusam. Daunnya majemuk, berbentuk ellips dengan pangkal membulat, ujung tumpul, dan tepi beringgit. Sedangkan tulang daunnya menyirip dengan tangkai bersayap. Bunga berukuran majemuk/tunggal yang tumbuh diketiak daun atau di ujung batang. Kelopak bunganya berbentuk seperti mangkok. Tanaman jeruk nipis pada umur 2 tahun sudah mulai berbuah. Buah yang sudah tua memiliki rasa asam[2]. Jeruk nipis adalah tanaman yang digunakan untuk obatobatan, bagian perasan air jeruk nipis dapat digunakan sebagai bumbu masak. Bermacam-macam rasa dalam jeruk nipis yaitu jeruk nipis memiliki rasa pahit, asam dan bersifat sedikit dingin. Jeruk nipis dapat menambah nafsu makan, menyembuhkan diare, penurun panas, menguruskan badan, dan antibakteri. Buah jeruk ini dihargai karena rasa dan aroma yang khas asam dan tajam. Kebanyakan jeruk nipis dipetik ketika masih berkulit hijau. Tetapi ketika jeruk nipis matang, kulit buahnya berwarna kuning. Buah jeruk nipis mengandung bahan kimia diantaranya asam sitrat sebanyak 7-7,6%, damar lemak, mineral, vitamin B1, minyak terbang (minyak atsiri atau essensial oil). Minyak esensial sebesar 7% mengandung sitrat limonene, fellandren, lemon kamfer, geranil asetat, cadinen, linalin asetat, flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin, dan naringin. Selain itu, jeruk nipis juga mengandung vitamin C[3]. Di dalam 100 gram buah jeruk nipis mengandung vitamin C sebesar 27 miligram, kalsium 40 miligram, fosfor 22 miligram, hidrat arang 12,4 gram, vitamin B1 0,04 miligram, zat besi 0,6 miligram, lemak 0,1 gram, kalori 37 gram, protein 0,8 gram dan mengandung air 86 gram. Khasiat dan manfaat untuk pengobatan yaitu amandel, malaria[4]. Satu di antara ciri khas yang dimiliki jeruk nipis adalah rasanya yang asam. Buah-buahan memiliki citarasa yang merupakan campuran senyawa-senyawa organik. Rasa asam pada Jeruk nipis disebabkan oleh asam sitrat yang terkandung di dalamnya. Bahan kimia tersebut yang terkandung dalam jeruk nipis sebagian juga terkandung dalam buah lemon. Kandungan buah lemon juga hampir sama dengan jeruk nipis, Tetapi kadar vitamin C buah jeruk nipis lebih rendah dari pada buah lemon. sehingga buah lemon juga memiliki fungsi dan kegunaan yang hampir sama dengan jeruk nipis. Jeruk nipis memiliki keunggulan dibandingkan jeruk lemon yaitu jeruk nipis memiliki aroma jeruk yang lebih kaya dan lebih kuat dibandingkan jeruk lemon. Salah satu kandungan yang sama antara jeruk nipis dan buah lemon yaitu asam sitrat. Jeruk nipis memiliki manfaat yang sangat banyak untuk kesehatan dan UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (1): 1-4

kecantikan. Namun, masih banyak kalangan masyarakat yang tidak tahu akan manfaat dan kegunaan jeruk nipis tersebut. Jeruk nipis ini paling favorit dikonsumsi sebagai minuman, sering juga digunakan sebagai campuran untuk mencuci alat-alat dapur, sebagai bahan dan penyedap makanan, dan lain-lain. Jeruk nipis ini dalam kehidupan sehari-hari selain untuk mencerahkan pakaian juga memiliki banyak manfaat yang lain. Jeruk nipis yang secara kimia memiliki unsur-unsur senyawa yang dapat menggantikan fungsi obat kimiawi untuk mengatasi ketombe kering, menghilangkan bekas jerawat, sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri, sebagai pembentukan plak gigi, dan sebagai pengawet.

Isi
Elektron yang hilang dalam Atom hidrogen sehingga tinggal inti yang kecil dengan masa (BA) sedikit lebih kecil dari pada 1 dan mempunyai muatan positif disebut proton. Bronsted dan Bjerrum mendefinisikan asam sebagai suatu zat yang menghasilkan proton dan basa sebagai suatu zat yang menerima proton. Kekuatan dari asam tergantung pada mudahnya menghasilkan proton. Menurut lewis asam adalah molekul, radical atau ion yang dapat menerima sebuah elektron dari atom yang lain. Atau dengan kata lain : asam adalah elektron acceptor sedang basa adalah elektron donor. HCl termasuk ke dalam asam keras dalam larutan air karena asam tersebut terionisir sempurna, sedangkan asam asetat termasuk asam lemah. Mudahnya suatu asam terionisir tergantung pada kekuatan basa (basic strength) dari pada solvent, yaitu kemampuan dari solvent untuk menarik proton[5]. Buah jeruk nipis termasuk dalam asam karena jeruk nipis memiliki kandungan-kandungan yang bersifat asam, salah satunya yaitu asam sitrat. Asam sitrat merupakan salah satu contoh asam karboksilat. Asam karboksilat disebut gugus karboksil yang memiliki gugus fungsi yang bisa ditulis -COOH. Sifat-sifat asam karboksilat yaitu memiliki titik didih yang lebih tinggi dari pada titik didih alkohol. Hal ini karena ikatan hidrogen antarmolekul alkohol lebih lemah daripada ikatan hidrogen antarmolekul asam karboksilat. Pada antarmolekul asam karboksilat terdapat dua ikatan hidrogen, sedangkan pada antarmolekul alkohol hanya satu ikatan hidrogen. Asam karboksilat merupakan asam lemah. Semakin panjang ikatan karbon pada asam karboksilat, semakin kecil nilai tetapan keseimbangan asam (Ka) sehingga semakin berkurang juga sifat asamnya. Maka dapat disimpulkan bahwa asam sitrat adalah asam lemah dengan rumus kimia asam sitrat C6H8O7. Asam lemah dalam air terionisasi sebagian atau tidak seluruh molekul asam lemah terionisasi sehingga terjadi proses ionisasi (terurai menjadi ion-ion) yang tidak sempurna. Asam lemah atau asam sitrat ini kurang dapat menghantarkan listrik dengan baik karena terdapat sebagian ion-ion yang tidak terionisasi. Keasaman asam sitrat diperoleh dari tiga gugus karboksil COOH yang dapat melepas proton dalam larutan. Sehingga

Lusi Ike Nurjanah, Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis


ion yang dihasilkan yaitu ion sitrat. Asam sitrat merupakan produk alami yang ditemukan di dalam buah jeruk dan digunakan dalam formulasi farmaseutikal sebagai pengangga dan pengawet. Ketiga gugus tersebut bereaksi secara kualitatif dengan basa kuat, seperti natrium hidroksida. Sehingga 1 mol asam sitrat = 3 mol NaOH[6]. Larutan penyangga atau larutan bufer yang dibutuhkan adalah larutan yang terdiri dari dari asam lemah atau basa lemah dan garamnya. Larutan ini mampu melawan perubahan PH ketika terjadi penambahan sedikit asam atau sedikit basa. Larutan buffer harus mengandung konsentrasi asam yang cukup tinggi untuk bereaksi dengan OH- yang ditambahkan kepadanya dan harus mengandung konsentrasi basa yang sama tingginya untuk bereaksi dengan ion H+ yang ditambahkan. Komponen asam dan basa dari bufer tidak boleh saling menghabiskan dalam suatu reaksi penetralan[7]. Ion sitrat dapat bereaksi dengan ion logam membentuk garam sitrat. Asam sitrat berbentuk serbuk kristal pada temperatur kamar. Garam merupakan bahan tambah pada makanan dan minuman. Garam adalah benda padatan berwarna putih berbentuk kristal yang merupakan kumpulan senyawa dengan bagian terbesar Natrium Chlorida serta senyawa lainnya seperti Magnesium Chlorida, Magnesium Sulfat, Calsium Chlorida dan lain-lain. Garam mempunyai sifat/karakteristik higrokopis yang berarti mudah menyerap air. Oleh karena itu air dapat berfungsi baik sebagai asam maupun basa, maka setiap larutan air mengalami proses auto-ionisasi, dimana suatu molekul H2O menyerahkan satu proton ke molekul H2O yang lain. Kesetimbangan autoionisasi air harus selalu dipenuhi, baik bila asam atau basa terdapat didalam larutan atau tidak. Dalam air murni yang tidak mengandung asam maupun basa, konsentrasi H+ dan OH- harus sama. Garam yang mengandung sedikitnya satu ion yang berkonjugasi pada asam atau basa lemah, mengalami reaksi yang bersifat asam-basa dengan air[8]. Siklus asam sitrat merupakan suatu urutan reaksi di mana dua atom karbon pada asetil-CoA akhirnya teroksidasi menjadi CO2. Siklus ini merupakan lintas pusat untuk pelepasan energi dari asetil-CoA. Asetil-CoA sebenarnya merupakan singkatan untuk senyawa asetil koenzim A. Enzim A adalah pembawa gugus asil. Reaksi-reaksi dalam siklus asam sitrat terdapat beberapa tahap yaitu: tahap 1. sitrat sintase mengkatalisis kondensasi asetil-CoA dengan oksalo-asetat untuk membentuk sitrat. Reaksi ini berlangsung secara reversibel, tetapi merupakan titik pengaturan yang utama. Tahap 2. akonitas mengkatalisis perubahan sitrat menjadi isositrat secara reversibel. Tahap 3. isositrat dehidrogenase mendekarboksilasi isositrat menjadi a-ketoglutarat (juga disebut 2-oksoglutarat) secara oksidatif. Tahap 4. a-ketoglutarat dehidrogenase (juga disebut kompleks 2-okso-glutarat dehidrogenase) menghasilkan subsinil-CoA dari a-ketoglutarat dan koenzim A[9]. Asam sitrat yang dipadukan dengan garam dapat

mengangkat noda. Kotoran yang menempel atau melekat pada pakaian disebut dengan noda. Noda tersebut digolongkan dalam tiga kategori yaitu noda yang sangat mudah hilang misalkan seperti jenis noda yang berasal dari bahan makanan berupa saus, noda yang sedikit susah hilang misalkan jenis noda dari warna kekuningan kunyit, dan noda yang sangat sulit untuk hilang atau disebut dengan noda membandel misalkan seperti jenis noda berkarat yang menempel pada pakaian dan noda tinta. Air dingin tidak menghilangkan noda berkarat dan tinta pada pakaian. Hal ini dikarenakan air bersifat asam maupun basa atau netral sehingga air tidak bereaksi sempurna dengan noda yang ada pada pakaian, tetapi air mempermudah dalam proses pelunturan dalam waktu yang lama. Namun, asam sitrat dalam kandungan jeruk nipis yang dipadukan dengan garam dalam air panas dapat mempercepat proses pelunturan pada noda berkarat atau tinta tersebut, Karena asam sitrat dan garam tersebut berperan sebagai penyangga yang dapat menetralkan kotoran pada pakaian. Larutan jeruk nipis dan garam dalam air panas tersebut lebih cepat melunturkan noda berkarat atau tinta karena larutan tersebut dapat bereaksi. Kandungan asam sitrat pada jeruk nipis bila dipadukan dengan kandungan garam dalam air panas akan cepat mengion dibandingkan air dingin, karena semakin tinggi suhu semakin cepat larutan mengion dan terlarut hal ini disebabkan karena pertikel-partikel menyerap energi panas sehingga energi kinetik bertambah, pertambahan energi kinetik menyebabkan pertikel bergerak lebih cepat sehingga banyak partikel yang bertumbukan. Hal ini akan menghasilkan larutan yang dapat menghilangkan noda berkarat dan noda tinta pada pakaian. Konsentrasi kesetimbangan baik asam maupun basa konjugat (dari garam) diasumsikan sama dengan konsentrasi awalnya, ini karena asam sitrat adalah asam lemah dan hidrolisis ion sitrat sangat kecil dan keberadaan basa konjugat (dari garam) menekan ionisasi asam sitrat, dan keberadaan asam sitrat menekan hidrolisis basa konjugat (dari garam). Sehingga larutan yang mengandung kedua zat ini mampu menetralkan asam atau basa yang ditambahkan. Maka larutan ini ketika dioleskan pada noda berkarat pada pakaian akan menjadi netral sehingga kandungan senyawa pada garam dapat mengangkat noda berkarat dan tinta sedangkan asam sitrat pada jeruk nipis berguna untuk mencerahkan pakaian sehingga bekas noda berkarat dan tinta menjadi pudar dan menghilangkan bau apek pada pakaian dan pakaian menjadi bersih seperti semula. Buah jeruk juga mengandung vitamin C yang mempunyai efek multifungsi, tergantung pada kondisinya. Vitamin C dapat berfungsi sebagai antioksidan, proantioksidan, pengikat logam, pereduksi dan penangkap oksigen. Dalam bentuk larutan yang mengandung logam vitamin C bersifat sebagai proantioksidan dengan mereduksi logam yang menjadi katalis aktif untuk oksidasi dalam tingkat keadaan rendah. Bila tidak ada logam, vitamin C sangat efektif sebagai antioksidan pada konsentrasi tinggi. Tubuh sangat memerlukan vitamin C, karena kekurangan vitamin C dalam darah dapat menyebabkan beberapa penyakit. Vitamin C

UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (1): 1-4

Lusi Ike Nurjanah, Pemanfaatan Kandungan Air Jeruk Nipis


juga dapat memperkecil terbentuknya penyakit katarak dan penyakit mata[10]. Ciri khas dari Buah jeruk yaitu rasanya yang masam tersebut dapat mencegah pertumbuhan jerawat, karena jerawat terjadi karena PH kulit dalam kondisi basa sehingga air perasan jeruk yang masam tersebut dapat mengendalikan PH kulit dalam suasana basa menjadi PH asam. Sedangkan PH asam tersebut dapat mencegah pertumbuhan jerawat. Air perasan jeruk nipis juga memiliki efek sebagai antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus, streptococcus haemolyticus, dan Eschericia collli. Hal ini menunjukkan adanya senyawa aktif antibakteri dalam air perasan buah jeruk nipis yang diduga diperoleh dari kandungan kimia yang terdapat di dalamnya, seperti minyak atsiri, diantaranya fenol yang bersifat sebagai bakterisidal, yang mungkin mampu menghambat dari bakteri Staphylococcus aureus[11]. Asam askorbat disebut dengan vitamin C sehingga asam askorbat (vitamin C) adalah suatu zat yang merupakan koenzim atau askorbat kofaktor pada berbagai jenis reaksi biokimia tubuh. Vitamin C berperan pada proses respirasi jaringan. Struktur asam askorbat (vitamin C) merupakan suatu turunan heksosa dan diklasifikasikan sebagai karbohidrat yang erat baerkaitan dengan monosakarida, sehingga strukturnya sangat mirip dengan glukosa pada sebagian besar mamalia. Vitamin C dapat disintesis dari Dglukosa dan D-galaktosa dalam tumbuh-tumbuhan dan sebagian besar hewan[8]. Vitamin C pada jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan fungsi obat kimiawi untuk mengatasi ketombe kering. Kandungan yang lain yang memiliki fungsi yang sama seperti jeruk nipis ini yaitu limonen, linanin asesat, asani sitra, minyak atsiri, belerang (sulfur) dan posfor. Dengan menggunakan bahan tradisional yang terdapat di alam sekitar yang diyakini dapat mengatasi kelenjar sebum (minyak) pada kulit kepala.

bertambah, pertambahan energi kinetik menyebabkan pertikel bergerak lebih cepat sehingga banyak partikel yang bertumbukan. Rasa jeruk nipis yang masam dapat mencegah pertumbuhan jerawat, karena jerawat terjadi karena PH kulit dalam kondisi basa sehingga air perasan jeruk yang masam tersebut dapat mengendalikan PH kulit dalam suasana basa menjadi PH asam. Sedangkan PH asam tersebut dapat mencegah pertumbuhan jerawat. Air perasan jeruk nipis juga memiliki efek sebagai antibakteri yang dapat mencegah pertumbuhan bakteri. Vitamin C pada jeruk nipis juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk menggantikan fungsi obat kimiawi untuk mengatasi ketombe kering. Sebaiknya jeruk nipis lebih dimanfaatkan lagi penggunaanya karena jeruk nipis tidak berbahaya untuk lingkungan sekitar, selain itu peggunaan jeruk nipis lebih higenis serta lebih murah. Dengan adanya jeruk nipis masyarakat tidak menggunakan detergen dan pemutih secara berlebihan untuk menghilangkan noda pada pakaian karena bahan tersebut mengandung bahaya dalam lingkungan sekitar. Serta bagi kalangan remaja yang memiliki kulit sensitif terhadap jerawat dapat menggunakan jeruk nipis yang air perasannya dapat mencegah tumbuhnya jerawat.

Daftar Pustaka
[1] [2] B. Sarwono, Khasiat dan manfaat jeruk nipis . AgroMedia, 2001. Citrus aurantifolia (Cristm.) Swingle | TUMBUHAN BERKHASIAT. [Online]. Available: http://tumbuhanektum.blogspot.com/2011/12/citrus-aurantifoliacristm-swingle.html. [Accessed: 04-Jun-2013]. [3] F. E. Ambarwati and D. F. Utami, PENGARUH PEMBERIAN LARUTAN EKSTRAK JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP PEMBENTUKAN PLAK GIGI, 2012. [4] T. A. N. S, Tanaman obat tradisional . Kanisius, 1989. [5] ir respati, BukaBuku.com - Toko Buku Online - Dasar-Dasar Ilmu Kimia. [Online]. Available: http://www.bukabuku.com/browse/bookdetail/2010000119532/dasardasar-ilmu-kimia.html. [Accessed: 31-May-2013]. [6] D. Cairns, Intisari Kimia Farmasi. EGC. [7] C. Raymond, Kimia Dasar Jl. 2 Ed. 3. Erlangga. [8] R. . Iswari and Y. A, Biokimia. Graha Ilmu. [9] P. Kurchell, Schaums: Biokimia . Erlangga. [10] P. Barus, Pemanfaatan bahan pengawet dan antioksidan alami pada industri bahan makanan . Medan. Universitas Sumatera Utara Medan, 2009. [11] A. Razak, A. Djamal, and G. Revilla, Uji Daya Hambat Air Perasan Buah Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia s.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus Aureus Secara In Vitro, J. Kesehat. Andalas, vol. 2, no. 1, 2013.

Kesimpulan dan Saran


Jeruk nipis memiliki banyak kandungan-kandungan bahan kimia diantaranya yaitu asam sitrat, damar lemak, mineral, vitamin B1, vitamin C, minyak terbang (minyak atsiri atau essensial oil). Minyak esensial mengandung sitrat limonene, fellandren, lemon kamfer, geranil asetat, cadinen, linalin asetat, flavonoid, seperti poncirin, hesperidine, rhoifolin, dan naringin. Air perasan jeruk nipis dan garam memiliki kandungan yang bermanfaat dan berguna dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dapat mencerahkan pakaian dan menghilangkan bau apek. Hal tersebut karena kerja dari kandungan jeruk nipis yaitu asam sitrat, sedangkan kandungan dari garam dapat mengangkat noda berkarat dan tinta dari pakaian. Namun, kerja yang paling cepat untuk menghilangkan noda pada pakaian yaitu dengan menggunakan air jeruk dan garam yang dilarutkan dengan air panas karena suhu semakin tinggi semakin cepat larutan mengion dan terlarut hal ini disebabkan karena pertikelpartikel menyerap energi panas sehingga energi kinetik UNEJ JURNAL XXXXXXXXX 2013, I (1): 1-4