Anda di halaman 1dari 1

Penegakan Diagnosa 1.

Menentukan Tingkat Kesadaran Tingkat kesadaran pasien dapat diperoleh dengan AVPU (Alern, Verbal respons, Pain, Unrespons). 2. Melakukan Tindakan ABCDE 3. Anamnesis (Auto/Alloanamnesis) dan Pemeriksaan Fisik Anamnesis dan pemeriksaan fisisk dapat dilakukan sekaligus, hal ini dikarenakan pada kasus syok kita dituntut untuk melakukan tindapan secara cepat dan tepat. Pemeriksaan fisik yang paling utama dilakukan ialah untuk menilai vital sign, selain itu kita juga dapat menilai tanda-tanda syok yang lain seperti: tekanan per volume yang menurun, pucat, basah, dingin dll. 4. Melakukan Tiage Bila pada kondisi terdapat banyak pasien maka kita dituntun untuk memilah pasien , yaitu dengan menentukan prioritasnya masing-masing (prioritas 1, 2, 3, 0). Dengan demikian kita akan mengetahui pasien mana yang memerlukan tindakan terlebih dahulu. 5. menentukan penyebeb Syok (pada kasus hipovolemik menentukan lokasi perdarahan) FAST merupakan cara yang paling mudah, cepat dan tepat untuk menentukan ada tidaknya perdarahan dan lokasi perdarahan itu sendiri. Pada pemeriksaan FAST adanya cairan diidentifikasi dengan adanya gambaran warna hitam.Jika ditemukan adanya perdarahan intraabdomen dengan kondisi pasien tidak stabil maka dapat dilakukan laparatomi, namun apabila pasien stabil dapat dilakukan pemeriksaan CT-Scan lebih lanjut. Selain FAST dapat dilakukan pemeriksaan yang lain seperti: analisis CBC, kadar lektrolit, urianalisis, waktuprotrombin, tes kehamilan dll.