Anda di halaman 1dari 4

Pengertian Persalinan Menurut manuaba ( 2001 ) dan Mochtar ( 2001 ), mempunyai persamaan definisi dari persalinan adalah proses

pengeluaran hasil konsepsi ( janin dan uri ) yang telah cukup bulan atau dapat hidup di luar kandungan melalui jalan lahir maupun luar jalan lahir, dengan bantuan atau tanpa bantuan ( kekuatan sendiri ).

Persalinan menurut Dep. Kes RI ( 2004 ) adalah proses alamiah dimana terjadi dilatasi serviks, lahirnya bayi dan plasenta dari rahim ibu.

Pre Operasi 1. Cemas b.d krisis situasional akibat proses persalinan Tujuan: Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan kecemasan berkurang dengan kriteria evaluasi : tampak rileks, ibu kooperatif dalam teknik relaksasi dan napas dalam, ibu melaporkan cemas berkurang, TD stabil.

Intervensi 1. Berikan informasi tentang perubahan psikologis dan fisiologis pada persalinan sesuai kebutuhan 2. Kaji tingkat dan penyebab ansietas, kesiapan untuk melahirkan anak, latar belakang budaya dan peran orang terdekat

Rasional 1. pendidikan dapat menurunkan stres dan ansietas dan meningkatkan kemajuan persalinan 2. memberikan informasi dasar, ansietas memperberat persepsi nyeri, mempengaruhi penggunaan teknik koping dan menstimulasi pelepasan aldosteron yang dapat meningkatkan resospsi natrium dan air 3. stres mengaktifkan sistem adrenokortikal hipofisis-hipotalamik, yang meningkatkan retensi dan resorpsi natrium dan air dan meningkatkan eksresi kalium. Resorpsi natrium dan air dapat memperberat perkembangan toksemia intapartal/hipertensi, kehilangan kalium dapat memperberat penurunan aktivitas miometrik.

3. Pantau TTV sesuai indikasi

4. pola kontraksi hipertonik atau hipotonik dapat terjadi bila stres menetap dan memperpanjang pelepasan katekolamin 5. stres, rasa takut dan ansietas mempunyai efek yang dalam pada proses persalinan, sering memperlama fase pertama karena penggunaan cadangan glukosa ; menyebabkan kelebihan epinefrin yang dilepaskan dari stimulasi adrenal, yang menghambat aktivitas miometrial ; dan meningkatkan kadar norepinefrin yang cendrung meningkatkan aktivitas uterus. 6. menurunkan stresor yang dapat memperberat ansietas; memberikan strategi koping

4. Pantau pola kontraksi uterus, laporkan disfungsi persalinan

5. Anjurkan klien untuk mengungkapkan perasaan, masalah dan rasa takut

6. Demonstrasikan metode persalinan dan relaksasi, berikan tindakan kenyamanan Post Operasi 1. Nyeri b/d trauma jaringan, respon fisiologis setelah melahirkan. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan nyeri hilang atau berkurang dengan kriteria evaluasi : Menyatakan nyeri berkurang dengan skala (0-3). Wajah tampak tenang.

Wajah tampak tidak meringis. Intervensi Rasional

Mandiri 1. Bantu dengan teknik pernapasan selama perbaikan pembedahan bila tepat. 2. Berikan kompres es pada perineum setelah melahirkan. 1. Pernapasan membantu mengalihkan perhatian langsung dari ketidaknyamanan, meningkatkan relaksasi. 2. Mengkonstriksikan pembuluh darah, menurunkan edema dan memberikan kenyamanan dan anastesi lokal. 3. Meningkatkan kenyamanan, hangat, dan kebersihan. 4. Tremor/menggigil pada pasca melahirkan mungkin karena hilangnya tekanan secara tiba-tiba pada saraf pelvis atau kemungkinana dihubungkan dengan tranfusi janin ke ibu yang terjadi pada pelepasan plasenta. 5. Penyambungan tepi-tepi memudahkan penyembuhan. 2. Risiko infeksi b/d trauma jaringan, sisa plasenta yang tertahan. Tujuan : Setelah diberikan asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi infeksi dengan kriteria evaluasi : Tanda vital stabil. Nilai lab (WBC) dalam batas normal. Rasional 1. Membantu meningkatkan kebersihan, mencegah kontaminasi bakteri, mencegah infeksi. 2. Peningkatan suhu, nadi, dapat menandakan infeksi. 3. Menurunkan risiko kontaminasi.

3. Ganti pakaian dan linen basah.

4. Bantu dalam perbaikan episiotomi bila perlu.

Kolaborasi 5. Berikan selimut hangat.

Intervensi 1. Lakukan perawatan perineal setiap 4 jam. Ganti linen/pembalut sesuai kebutuhan. 2. Pantau suhu, nadi, tekanan darah, dan WBC sesuai indikasi. 3. Gunakan teknik aseptik pada persiapan peralatan.

4. .Berikan pengertian kepada keluarga untuk membatasi jumlah pengunjung. Kolaborasi 5. Berikan antibiotik sesuai indikasi. 4. Menurunkan risiko infeksi karena kontaminasi silang.

5. Penanganan terhadap infeksi.