Anda di halaman 1dari 20

Kasus Keluarga Tn.B beranggotakan 4 orang yaitu, Tn.B, Ny.B, serta kedua anaknya yaitu Tn.X, dan Nn.

Y tinggal di Jakarta. Tn.X merupakan anak pertama daari Tn.B yang saat ini berusia 25 tahun, yang menderita AIDS karena Tn.X terjerumus dalam pergaulan bebas. Dalam kehidupannya Tn.X sering mengkonsumsi alkohol, narkoba, dan melakukan hubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan. A. Faktor Predisposisi 1. Riwayat Kesehatan Tn.X masih tetap bisa berjalan, muka pucat, badan lemas, mulut kering, bibir pecah-pecah, sariawan dan nyeri saat menelan. 2. Kondisi Fisik Tn.X saat ini berat badannya 50 kg dan tinggi badan 168 cm. Vital Sign: TD: 110/90 mmHg, RR: 15x/menit, N: 80x/menit, dan S: 38,5oC. Badan kurus kering, ekstermitas lemas. 3. Motivasi Belajar Keluarga Tn.B sudah mengetahui informasi kesehatan anaknya dari dokter. Keluarga Tn.B terkejut dan belum bisa menerima keadaan tersebut. Keluarga Tn.B menyerahkan semua tindakan medis untuk menangani Tn.X kepada dokter. 4. Kesiapan Belajar Tn.B dan Ny.B bersedia di beri penyuluhan atau dikunjungi sewaktu-waktu. 5. Ketrampilan Membaca Tn.B dan Ny.B berpendidikan S2 sehingga dapat membaca dengan baik. Ketika diberi bacaan leaflet tentang penyuluhan AIDS, Tn.B dan Ny.B dapat menjelaskan kembali garis besar isi dari leaflet tersebut.

B. Faktor Pemungkin Ada ruang isolasi di RS A Jakarta yang dapat digunakan sebagai sarana untuk memantau dan melakukan pengobatan AIDS. Selain itu juga ada Organisasi yang peduli terhadap AIDS sehingga dapat membantu menstimulasi semangat penderita AIDS. Keluarga Tn.B mampu untuk melakukan pengobatan pada anaknya.

C. Faktor Penguat Ny.B tinggal bersama suaminya yang sama-sama berpendidikan S2 mempunyai pandangan bahwa AIDS merupakan penyakit PMS yang prestasi angka mortalitasnya tinggi dari tahun ketahun. Saudara dan tetangga Tn.B memberi dukungan agar keluarga Tn.B tetap sabar dalam menghadapi cobaan ini. PENGKAJIAN 1. Masalah Fisik Sistem pernafasan : dispneu,TBC,peneumonia Sistem Pencernaan : nausea,diare,vomiting,dispagia,BB turun 10% / 3 bulan Sistem persarafan : letargi,nyeri sendi,encepalopathy Sistem Integumen : edema karena kaposis sarcoma,lesi kulit/mukosa,alergi Lain-lain : demam dan resiko menularkan 2. Masalah Psikis Faktor stres : baru/lama Respon psokologis: menyangkal, marah, mudah tersinggung dan marah 3. Masalah sosial Perasaan minder dan tidak berguna dengan masyarakat Interaksi sosial: perasaan terisolasi/ditolak

4. Masalah ketergantungan Perasaan membutuhkan pertolangan oranglain

5. Aktifitas /istirahat : Mudah lelah, berkurangnya tolerangsi terhdp aktifitas, kelelahan yang progresif Kelemahan otot, menurunnya massa otot, respon fisiologi terhdp aktifitas

6. Sirkulasi Proses penyembuhan lika yang lambat, perdarahan lama bila cedera takikardia, perubahan tekanan darah postural, volume nadi periver menurun, pengisian kapiler memanjang 7. Integritas ego Faktor stress yang berhubungan dgn kehilangan: dukungan keluarga, hubungan dgn org lain, pengahsilan dan gaya hidup tertentu Menguatirkan penampilan: alopesia, lesi , cacat, menurunnya berat badan

Merasa tdk berdaya, putus asa, rsa bersalah, kehilangan control diri, dan depresi Mengingkari, cemas, depresi, takut, menarik diri, marah, menangis, kontak mata kurang

8. Eliminasi.

Diare, nyeri pinggul, rasa terbakar saat berkemih Faeces encer disertai mucus atau darah Nyerio tekan abdominal, lesi pada rectal, perubahan dlm jumlah warna urin.

9. Makanan/cairan : Tidak ada nafsu makan, mual, muntah Penurunan BB yang cepat Bising usus yang hiperaktif Turgor kulit jelek, lesi pada rongga mulut, adanya selaput putih/perubahan warna mucosa mulut Adanya gigi yang tanggal. Edema

10. Hygiene Tidak dapat menyelesaikan ADL, memepeliahtkan penampilan yang tdk rapi.

11. Neurosensorik Pusing,sakit kepala. Perubahan status mental, kerusakan mental, kerusakan sensasi Kelemahan otot, tremor, penurunan visus. Bebal,kesemutan pada ekstrimitas. Gayaberjalan ataksia.

12. Nyeri/kenyamanan Nyeri umum/local, sakit, rasaterbakar pada kaki. Sakit kepala, nyeri dada pleuritis. Pembengkakan pada sendi, nyeri kelenjar, nyeri tekan, penurunan ROM, pincang. 13. Keamanan Riwayat jatuh, terbakar, pingsan, luka lambat proses penyembuhan Demam berulang

14. Seksualitas

Riwayat perilaku seksual resiko tinggi, penurunan libido, penggunaan kondom yang tdk konsisten, lesi pd genitalia, keputihan.

ANALISA DATA
DATA DS : - Pasien mengatakan nyeri telan DO : - Sariawan - Tonsil bengkak - Bibir pecah-pecah DS : DO : - Bibir pecah-pecah - Mukosa bibir merah - Pasien HIV/AIDS DO : - Pasien mengatakan - PK Anemia badannya lemas DS : - KU : lemah - Conjungtiva : pucat - TD : 110/90 mmHg - Nadi : 80x/menit - Suhu : 38,5oC - RR : 15x/menit DS : DO : - KU : Lemah - Pasien menggigil - TD : 110/90 mmHg - Nadi : 80x/menit - Suhu : 38,50C - RR : 15x/menit - Hipertermi Ketidakmampuan menelan menderita Perubahan mukosa membran Defisit Imunologi MASALAH Ketidakseimbangan PENYEBAB Ketidakmampuan menelan

nutrisi : Kurang dari kebutuhan tubuh

SATUAN ACARA PENYULUHAN A. Topik Penyuluhan pada AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) B. Sasaran Sasaran penyuluhan Sasaran penyuluhan C. Tujuan 1. Tujuan umum Keluarga Tn. B mampu memahami tentang penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) Tujuankhusus Setelah dilakukan penyuluhan kesehatan selama 30 menit diharapkan keluarga Tn. B mampu: a. Menjelaskanpengertianpenyakit Syndrome) b. Menjelaskantanda dan gejala AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) c. Menjelaskan penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) d. Menjelaskan cara penularan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) e. Menyebutkanfaktor risiko AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) D. Materi 1. Pengertianpenyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) 2. Penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) 3. Tanda dan gejala AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) 4. Cara penularan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) 5. Faktor risiko AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) E. Metode 1. Ceramah 2. Diskusi F. Media danAlat 1. Leaflet penyakit AIDS yang berisi pengertian penyakit AIDS, penyebab AIDS, tanda dan gejala AIDS, cara penularan AIDS, dan faktor risiko AIDS 2. Meja AIDS (Acquired Immunodeficiency : keluarga Tn. B (Tn. B. Ny. B, An. Y) : An. X

3. Kursi 4. LCD G. Waktu Hari/tanggal Pukul Alokasiwaktu No. 1. Acara Pembukaan Kegiatan a. Memberi salam b. Memperkenalkan diri c. Kontrak waktu d. Menjelaskan maksud dan Waktu 3 menit : Senin, 29 November 2012 : 10.00-10.30 WIB

tujuan penyuluhan 2. Inti a. Menyampaikan materi b. Diskusi dan tanya jawab c. Merangkum materi 3. Evaluasi Mengajukan pertanyaan kepada 10 menit keluarga tentang isi materi yang telah disampaikan 4. Penutup a. Menyampaikan penyuluhan b. Melakukan selanjutnya c. Memberi salam penutup kontrak waktu hasil 2 menit 15 menit

H.

Tempat Tempat : Ruang kelas IIC Setting Tempat

Keterangan: : dosen pembimbing : penyuluh : keluarga Tn. B I. Evaluasi No 1 Aspek Kognitif Waktu Metode Instrumen Daftar pertanyaan (terlampir) 2. Afektif Segera setelah wawancara penyuluhan 2. Psikomo tor 1 setelah penyuluhan minggu observasi Daftar pertanyaan Lembarobser Dina vasi Dina Evaluator Dina

Segera setelah Mengajukan penyuluhan pertanyaan

Lampiran 1 DAFTAR PERTANYAAN 1. Apa pengertian penyakit AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ? 2. Apa penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ? 3. Apa saja tanda dan gejala AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ? 4. Bagaimana cara penularan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ? 5. Sebutkan faktor risiko AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) ?

Lampiran 2 MATERI PENYULUHAN 1. Pengertian AIDS Disebabkan oleh Human immunodeficiency virus (HIV), ditandai dgn berbagai gejala klinik, termasuk immunodefisiensi berat disertai infeksi oportunistik dan keganasan dan degerasi susunan saraf pusat. Virus HIV menginfeksi berbagai jenis sel system imun termasuk sel-T, macrofag dan seldendritik.

2. Penyebab AIDS 1. Human immunodefisiensi virus (HIV). 2. Virus RNA. 3. RNA REVERSE TRANS- DNA

3. Tanda dan gejala AIDS a. Gejala Gejala Mayor : ~ BB menurun atau gagal tubuh, ~ Diare > 1 bulan (kronis/berulang). ~ Demam > 1bulan (kronis/berulang), ~ Infeksi sal.nafasbawah yang parah atau menetap. Gejala Minor : ~ Lymfadenopati generalisata atau hepatosplenomegali. ~ Kandidiasis oral. ~ Infeksi THT yang berulang. ~ Batuk kronis, ~ Dermatitis generalisata, ~ Encefalit

4. Cara Penularan AIDS 1 .Inokulasilangsungkedalampembuluhdarahygterbukakarena trauma 2. Kedalamseldendritikatausel CD4 + didalammukosa

5. Faktor resiko AIDS


Pria dengan homoseksual Pria dengan biseksual Pengguna IV drug Transfuse darah Pasangan heteroseksual dgn pasien infeksi HIV Anak yang lahir dgn ibu yang terinfeksi

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASEIN DENGAN ACQUARED IMMUNODEFISIENCY SYNDROM (AIDS) TINJAUAN TEORI

A. Pengertian AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) AIDS adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus HIV yaitu: H = Human (manusia), I =Immuno deficiency (berkurangnya kekebalan), V = Virus. Maka dapat dikatakan HIV adalah virus yang menyerang dan merusak sel kekebalan tubuh manusia sehingga tubuh kehilangan daya tahan dan mudah terserang berbagai penyakit antara lain TBC, diare, sakit kulit, dll. Kumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh kita itulah yang disebut AIDS, yaitu:A = Acquired (didapat), I = Immune (kekebalan tubuh),D = Deficiency (kekurangan), S = Syndrome (gejala). Maka, selama bertahun-tahun orang dapat terinfeksi HIVsebelum akhirnya mengidap AIDS. Namun penyakit yang paling sering ditemukan pada penderita AIDS adalah sejenis radang paru-paru yang langka, yang dikenal dengan nama pneumocystis carinii pneumonia (PCP), dan sejenis kanker kulit yang langka yaitu kaposissarcoma (KS). Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah kita lahir dan disebabkan oleh HIV. B. Etiologi Penyebab AIDS adalah retrovirus (HIV/ Human Immunodeficiency Virus) yang termasuk famili retroviridae. Sarana transmisinya HIV (Retrovirus HIV) melaui : 1. Rute yang dikatahui beresiko tinggi (semen, sekresi vagina). a. b. c. Hubungan seksual. Homoseksual, biseksual (rute utama). Heteroseksual (laki-laki perempuan atau sebaliknya).

2.

Darah (melalui darah murni komponen selular, plasma, factor pembeku) a. Tranfusi darah atau komponen darah. b. Jarum suntik yang dipakai bersama-sama. c. Tusukan jarum suntik (resiko rendah).

3.

Perinatal a. Intra placenta b. Menyusui ASI

C. Gejala Gejala Mayor : a. BB menurun atau gagal tubuh b. Diare > 1 bulan (kronis/berulang). c. Demam > 1bulan (kronis/berulang) d. Infeksi sauran nafas bawah yang parah atau menetap.

Gejala Minor : a. b. c. d. e. f.

Lymfadenopati generalisata atau hepatosplenomegali. Kandidiasis oral. Infeksi THT yang berulang. Batuk kronis, Dermatitis generalisata Encefalit

Epidimiologi : a. Kecenderungan berkembang pada masa datang b. Terjadinya mutasi sel yang dipengaruhi oleh virus c. Mulai berkembang pada tahun 1981 d. Dilaporkan AS 1994 terdpt 270.870 kematian dewasa, remaja dan anakanak. e. Angka kematian meningkat sangat tinggi f. 90 % mengalami kondisi penyakit semakin berat dan meninggal dalam 4 tahun setelah didiagnosa AIDS g. Insiden infeksi meningkat tajam pada wanita

D. Faktor resiko : a. Pria dgn homoseksual b. Pria dgn biseksual c. Pengguna IV drug

d. Transfuse darah 1) Pasangan heteroseksual dgn pasien infeksi HIV 2) Anak yang lahir dgn ibu yang terinfeksi

Diketahui bahwa virus dibawa dalam limfosit yang terdapat pada sperma memasuki tubuh melalui mucosa yang rusak, melalui ASI, kerusakan permukaan kulit. Ditularkan dari orang ke orang melalui pertukaran cairan tubuh, termasuk darah, semen, cairan vagina dan air susu ibu.

E. Pathofisiologi : Menginfeksi limfosit T4 dan monosit. Partikel-2 HIV bebas yang dilepas dari sel yang terinfeksi dapat berikatan dengan sel lain yang tidak terinfeksi. Segera setalah masuk ke dalam sel, enzim dalam kompleks nukleoprotein menjadi aktif dan dimulailah siklus reproduksi. Limfosit T, monosit/makrofag adalah sel pertama yang terinfeksi. Besar kemungkinan bahwa sel dendritik berperan dalam penyebabaran HIV dalam jaringan limfoid fungsi sel dendritik menangkap antigen dalam epitel lalu masuk melalui kontak antar sel. Dalam beberapa hari jumlah virus dalam kelenjar berlipat ganda dan mengakibatkan viremia. Pada saat itu jumlah virus dalam darah infeksi akut. Viremia menyebabkan virus menyebar diseluruh tubuh dan menginfeksi sel T, monosit maupun makrofag dalam jaringan limfoid perifer. Sistem immun spesifik akan berupaya mengendalikan infeksi yang nampak dari menurunnya kadar viremia. Setelah infeksi akut, berlangsung fase kedua dimana kelenjar getah bening dan limfa merupakan tempat replikasi virus dan dekstruksi jaringan secara terus menerus fase laten. Destruksi sel T dalam jaringan limfoid terus berlangsung sehingga jumlah sel T makin lama makin menurun (jml sel T dlm jaringan limfoid 90 % dari jml sel T diseluruh tubuh). Selama masa kronik progresif, merespon imun thdp infeksi lain akan meransang produksi HIV dan mempercepat dekstruksi sel T, selanjutnya penyakit bertambah progresif dan mencapai fase letal yang disebut AIDS. Viremis meningkat drastis karena karena replikasi virus di bagian lain dalam tubuh meningkat pasien menderita infeksi oportunistik, cacheksia, keganasan dan degenerasi susunan saraf pusat. Kehilangan limfosit Th menyebabkan pasien peka terhadap berbagai jenis infeksi dan menunjukkan respon immune yang inefektif terhadap virud onkogenik. Masa inkubasi diperkirakan bervariasi 2 5 tahun.

F. Manifestasi Klinis :
a.

Manifestasi klinis AIDS menyebar luas dan pada dasarnya mengenai setiap sistem organ.

b.

Pneumonia disebabkan oleh protozoa pneumocystis carini (paling sering ditemukan pada AIDS) sangat jarang mempengaruhi orang sehat. Gejala: sesak nafas, batukbatuk, nyeri dada, demam tidak teratasi dapat gagal nafas (hipoksemia berat, sianosis, takipnea dan perubahan status mental). Gagal nafas dapat terjadi 2 3 hari Tbc Nafsu makan menurun, mual, muntah Diare merupakan masalah pd klien AIDS 50% 90% Kandidiasis oral infeksi jamur Bercak putih dalam rongga mulut tidak diobati dapat ke esophagus dan lambung. Wasthing syndrome penurunan BB/ kaheksia (malnutrisi akibat penyakit kronis, diare, anoreksia, amlabsorbsi gastrointestinal) Kanker : klien AIDS insiden lebih tinggi mungkin adanya stimulasi HIV terhadap sel-2 kanker yang sedang tumbuh atau berkaitan dengan defesiensi kekebalan mengubah sel yang rentang menjadi sel maligna. Sarcoma kaposis kelainan maligna berhubungan dengan HIV (paling sering ditemukan) penyakit yang melibatkan endotel pembuluh darah dan linfe. Secara khas ditemukan sebagai lesi pada kulit sebagian tungkai terutama pada pria. Ini berjalan lambat dan sudah diobati. Lokasi dan ukuran lesi dapat menyebabkan statis aliran vena, limfedema serta rasa nyeri. Lesi ulserasi akan merusak intergritas kulit dan meningkatkan ketidak nyamanan serta kerentanan terhadap infeksi. Diperkirakan 80 % klien AIDS mengalami kelainan neurologis gangguan pada saraf pusat, perifer dan otonom. Respon umum pada sistem saraf pusat mencakup inflamasi, atropi, demielinisasi, degenerasi dan nekrosis. Herpes zoster pembentukan vesikel yang nyeri pada kulit. Dermatitis seboroikruam yang difus, bersisik yang mengenai kulit kepala dan wajah. Pada wanita: kandidiasis vagina dapat merupakan tanda pertama yang menunjukkan HIV pada wanita.

c. d. e. f. g. h. i.

j.

k.

l.

m. n.

o.

Pemeriksaan diagnostic :
a. b. c. d.

Serologis : skrining HIV dengan ELISA, Tes western blot, limfosit T Pemeriksaan darah rutin Pemeriksaan neurologist Tes fungsi paru, broskoscopi

G. Penatalaksanaan :

Belum ada penyembuhan bagi AIDS, sehingga pencegahan infeksi HIV perlu dilakukan. Pencegahan berarti tidak kontak dengan cairan tubuh yang tercemar HIV.

Pengobatan pada infeksi umum Penatalaksanaan diare Penatalaksanaan nutrisi yang adekuat Penanganan keganasan Terapi antiretrovirus Terapi alternative : terapi spiritual, terapi nutrisi, terapi obat tradisional, terapi tenaga fisik dan akupungtur, yoga, terapi massage, terapi sentuhan.

H. Penularan HIV/AIDS HIV Dalam jumlah yang bisa menularkan ada di :


Cairan Sperma Cairan Vagina Darah Air Susu Ibu

Kegiatan yang menularkan :


Hubungan seksual yang tidak aman dengan orang yang terinfeksi HIV. Transfusi darah yang tercemar HIV. Menggunakan jarum suntik, tindik, tatto bersama-sama dengan penderita HIV dan tidak disterilkan.

Dari Ibu hamil yang terinfeksi HIV kepada anak yang di kandungnya. Inokulasi langsung ke dalam pembuluh darah yang terbuka karena trauma. Ke dalam sel dendritik atau sel CD4+ di dalam mukosa.

Virus HIV Tidak Menular Melalui :


a.

Keringat, Air liur -Makanan, Flu/influenza, Berpelukan, Makan dengan perabot yang sama, Bersalaman, Mandi bersama, Digigit nyamuk, Memakai toilet bersama, Berhubungan Seks dengan menggunakan Kondom yang baik, Ciuman, senggolan, pelukan dan kegiatan sehari-hari lainnya.

b. c. d.

Di luar tubuh manusia HIV sangat cepat mati. HIV mati oleh air panas, sabun, bahan pencuci hama lain. HIV tidak dapat menular lewat udara seperti virus lainnya.

I. Pencegahan Pencegahan tentu saja harus dikaitkan dengan cara-cara penularan HIV seperti yang sudah dikemukakan. Ada beberapa cara pencegahan HIV/AIDS, yaitu : a. Pencegahan penularan melalui hubungan seksual, infeksi HIV Terjadi melalui hubungan seksual, sehingga pencegahan AIDS perlu difokuskan pada hubungan seksual. Untuk ini perlu dilakukan penyuluhan agar orang berperilaku seksual yang aman dan bertanggung jawab, yakni : hanya mengadakan hubungan seksual dengan pasangan sendiri (suami/isteri sendiri), kalau salah seorang pasangan anda sudah terinfeksi HIV, maka dalam melakukan hubungan seksual perlu dipergunakan kondom secara benar, mempertebal iman agar tidak terjerumus ke dalam hubungan-hubungan seksual di luar nikah. b. Pencegahan Penularan Melalui Darah dapat berupa : pencegahan dengan cara memastikan bahwa darah dan produk-produknya yang dipakai untuk transfusi tidak tercemar virus HIV, jangan menerima donor darah dari orang yang berisiko tinggi tertular AIDS, gunakan alat-alat kesehatan seperti jarum suntik, alat cukur, alat tusuk untuk tindik yang bersih dan sucihama. c. Pencegahan penularan dari Ibu-Anak (Perinatal). Ibu-ibu yang ternyata mengidap virus HIV/AIDS disarankan untuk tidak hamil. d. Mencegah Penularan Lewat Alat-Alat Yang Tercemar Bila hendak menggunakan alat-alat yang menembus kulit dan darah (jarum suntik, jarum tato, pisau cukur dan lain-lainnya), pastikan bahwa alat-alat tersebut benar-benar steril. Cara mensterilkan

alat-alat tersebut dapat dengan mencucinya dengan benar. Anda dapat memakai ethanol 70%. Caranya, sedot ethanol dengan jarum suntik tersebut, lalu semprotkan keluar. Hal ini dilakukan dua kali. Manifestasi AIDS rata-rata timbul 10 tahun sesudah infeksi. e. Lakukan tes HIV secara berkala. f. Jika anda tergolong orang dengan resiko tinggi,s ebaiknya melakukan tes HIV secara teratur, minimal 1 tahun sekali.

PENUTUP
A. Kesimpulan AIDS disebabkan oleh virus yang bernama HIV, Human Immunodeficiency Virus. Apabila anda terinfeksi HIV, maka tubuh anda akan mencoba untuk melawan infeksi tersebut. Tubuh akan membentuk antibodi, yaitu molekul-molekul khusus untuk melawan HIV. Tes darah untuk HIV berfungsi untuk mencari keberadaan antibodi tersebut. Apabila anda memiliki antibodi ini dalam tubuh anda, maka artinya anda telah terinfeksi HIV. Orang yang memiliki antibodi HIV disebut ODHA. Menjadi HIV-positif, atau terkena HIV, tidaklah sama dengan terkena AIDS. Banyak orang yang HIV-positif tetapi tidak menunjukkan gejala sakit selama bertahun-tahun. Namun selama penyakit HIV berlanjut, virus tersebut secara perlahan-lahan merusak sistem kekebalan tubuh. Apabila kekebalan tubuh anda rusak, berbagai virus, parasit, jamur, dan bakteria yang biasanya tidak mengakibatkan masalah dapat membuat anda sangat sakit. Inilahyang disebut infeksi oportunistik. Menurut pandangan agama HIV / AIDS itu buruk, karena penularannya pun terjadi melalui cara yang dilarang oleh agama. Salah satunya HIV / AIDS ditularkan melalui hubungan seks bebas. B. Saran Agar kita semua terhindar dari AIDS, maka kita harus berhati-hati memilih pasangan hidup, jangan sampai kita menikah dengan pasangan yang mengidap HIV / AIDS, karena selain dapat menular kepada diri kita sendiri juga dapat menular kepada janin dalam kandungan kita. Kita juga harus berhati-hati dalam pemakaian jarum suntik secara bergantian dan tranfusi darah dengan darah yang sudah terpapar HIV.

PENYUSUNAN SAP DENGAN MASALAH AIDS


(Disusun untuk menyelesaikan tugas Promosi Kesehatan) Dosen : Siti Arifah, M.Kes

Nama Kelompok : 1. Dina Nurrahmawati 2. Dwi Wijayanti 3. Eni Ariyani 4. Fani Rizki Hapsari 5. Hendi Yulianto 6. Ika Febri Widiyani 7. Ika Sholikhatiningsih 8. Imaniar Hirdin 9. Jordan Pangesta Hada 10. Lina Kurniawati 11. Megamurti D (2220111985) (2220111986) (2220111987) (2220111988) (2220111989) (2220111990) (2220111991) (2220111992) (2220111993) (2220111994) (2220111995)

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO YOGYAKARTA