Anda di halaman 1dari 5

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok bahasan Hari/tanggal Waktu Tempat Surabaya Sasaran Pelaksana : Keluarga pasien Ruang Flamboyan

RSUD Dr. Soetomo : Mahasiswa Program Pendidikan Profesi Ners Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga kelompok 7 : Pemberian Nutrisi Enteral (NGT) : Kamis, 4 April 2013 : Pukul 07.30 08.10 : Ruang Pertemuan Bangsal Flamboyan RSUD Dr. Soetomo

I.

Tujuan Umum Setelah diberikan penyuluhan selama 40 menit, diharapkan sasaran penyuluhan dapat memahami tentang pemberian nutrisi enteral melalui NGT.

II.

Tujuan Khusus Setelah diberikan penyuluhan diharapakan keluarga pasien dapat : 1. Menjelaskan pengertian nutrisi enteral 2. Menyebutkan tujuan pemberian nutrisi enteral 3. Menjelaskan prinsip pemberian nutrisi enteral 4. Menyebutkan alat yang dibutuhkan dalam nutrisi enteral 5. Menjelaskan cara pemberian nutrisi enteral

III.

Materi. 1. Pengertian nutrisi enteral 2. Tujuan nutrisi enteral 3. Prinsip pemberian nutrisi enteral 4. Alat yang dibutuhkan dalam pemberian nutrisi enteral 5. Cara pemberian nutrisi enteral Materi penyuluhan terlampir

IV.

Metoda Ceramah dan tanya jawab

V.

Media Flip chart, leaflet

VI. Pengorganisasian Penyaji Fasilitator Moderator Pembimbing : Tyas Ajeng Anastasia Masfin Muhayanah : Ashof Yus Miko, Septi Nursanindah Sasikirana : Prihatin : Sumail, S.Kep.,Ns Ira Suarilah, S.Kp.,M.Sc VII. No. Pelaksanaan Tahap dan Waktu Pembukaan 5 menit Kegiatan Pemateri 1. Mengucapkan salam dan memperkenalkan diri 2. Menyampaikan maksud dan tujuan 3. Menyampaikan topik penyuluhan yang akan diberikan 4. Menjelaskan mekanisme kegiatan 5. Kontrak waktu 1. Menggali pengetahuan peserta mengenai pemberian nutrisi enteral 2. Menjelaskan materi: 1. Menjelaskan pengertian nutrisi enteral 2. Menyebutkan tujuan nutrisi enteral 3. Menjelaskan prinsip Kegiatan Peserta 1. Menjawab salam 2. Mendengarkan maksud dan tujuan 3. Mendengarkan topik penyuluhan 4. Mendengarkan mekanisme kegiatan 5. Menyetujui kontrak waktu 1. menjawab pengalaman & pengetahuan sebelumnya tentang nutrisi enteral 2. mendengarkan materi yang diberikan 3. menanyakan materi yang belum dipahami

Observer dan Notulen : Taufan Citra Darmawan

Penyuluhan 30 menit

3. 4. 1. 2. 3. 4.

Penutup 5 menit

pemberian nutrisi enteral 4. menyebutkan persiapan alat dalam pemberian nutrisi enteral 5. menjelaskan cara pemberian nutrisi enteral Memberikan kesempatan peserta untuk bertanya Menjawab pertanyaan peserta mengevaluasi pemahaman peserta menyimpulkan kembali penjelasan yang telah diberikan membagikan leaflet Salam penutup

1. menjawab pertanyaan pemateri 2. mendemonstrasikan materi 3. mendengarkan kesimpulan

VIII Setting Tempat Keterangan: Moderator Penyaji Fasilitator Observer IX Evaluasi 1. Kriteria Struktur a. Kontrak waktu dan tempat diberikan 1 hari sebelum acara dilakukan b. Pembuatan SAP, leaflet dan flipchart maksimal 2 hari sebelum acara c. Peserta berada di tempat yang ditentukan d. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat penyuluhan dilaksanakan 2. Kriteria Proses a. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan b. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan c. Pelaksanaan kegiatan sesuai rencana d. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job discription

Lampiran MATERI PENYULUHAN Pemberian Nutrisi Enteral I. Pengertian Nutrisi Enteral merupakan pemberian nutrisi atau makanan cair melalui saluran cerna dengan menggunakan sonde (tube feeding). Nutrisi enteral direkomendasikan bagi pasien-pasien yang tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisinya secara volunter melalui asupan oral. Tindakan pemasangan Nasogastric Tube (NGT) adalah proses medis yaitu memasukkan sebuah selang plastik (selang NG tube) melalui hidung, dan terus sampai ke lambung. II. Tujuan Pemberian Nutrisi Enteral 1. Memberikan makanan cair 2. Memberikan minum 3. Memberikan obat-obatan 4. Mengambil cairan lambung III. Prinsip Pemberian Nutrisi Enteral 1. Makanan yang dapat diberikan adalah makanan cair, makanan yang diblender halus, dan formula khusus makanan enteral ( susu PE, Entrasol, Neprisol, diabetasol, proten). 2. Cairan lambung harus dicek sebelum memberikan makanan, dengan membuka klem selang. Catat cairan yang keluar, Jika cairan yang keluar lebih dari 50 cc maka, tunda pemberian dan laporkan kepada perawat atau dokter. 3. Hindari mendorong makanan (mendorong spuit). 4. Cek apakah selang makanan (NGT) posisinya tidak berubah atau tidak ketarik dengan melihat tanda batas plester dan benang ball. 5. Usahakan makanan cair dalam kondisi hangat kuku.

IV. Alat dan Bahan yang harus dipersiapkan 1. Makanan cair 2. Air mineral 3. Spuit 50 cc 4. Handuk kecil atau tissu 5. Gelas dan sendok V. Cara Memberikan Makanan Cair yang Benar melalui NGT 1. Persiapkan alat dan bahan yang akan digunakan 2. Dada pasien diberi alas (handuk kecil atau tissue) 3. Siapkan makanan cair dalam gelas kemudian diaduk dengan sendok. Jika makanannya kurang cair maka ditambah air 4. Buka tutup selang NGT, sambil melipat selangnya 5. Masukkan spuit ke selang NGT 6. Aspirasi (tarik) terlebih dahulu. Jika cairan yang keluar berwarna hitam, segera lapor ke dokter atau perawat yang sedang bertugas 7. Masukkan makanan cair 8. Masukkan air mineral untuk membilas. Keterangan: jangan sampai ada udara dalam selangnya 9. Bila ada obat oral yang harus dimasukkan, maka: obat harus dihaluskan terlebih dahulu lalu campur dengan air putih kemudian baru dimasukkan, setelah itu bilas dengan air putih/ mineral. 10. Cabut spuit dan tutup kembali selangnya 11. Rapikan kembali semua alat 12. Catat makanan dan minuman yang masuk VI. Akibat Jika Pemberian Salah, maka: 1. Pasien akan mengalami diare akibat kurangnya kebersihan 2. Jika ada udara yang masuk pasien akan mengalami kembung. 3. Jika posisinya berubah/ ketarik maka makanan cair tidak akan masuk ke lambung, hal ini bisa membahayakan pasien.