Anda di halaman 1dari 43

BENIGN PROSTATE HYPERPLASIA :

Suatu Keadaan dimana kelenjar periuretral prostat mengalami hiperplasia mendesak jaringan prostat yg asli ke perifer menjadi simpai bedah
(de Jong, 1997 & Tenggara, 1998)

8%

Usia 31-40

Usia 51-60

4050%

80 %

>80 tahun

Priyanto (2000) : Lobus pada kelenjar prostat : MEDIUS LATERALIS ANTERIOR POSTERIOR

Mc Neal (1976) : Zona pada kelenjar prostat : PERIFER SENTRAL TRANSISIONAL FIBROMUSKULER ANTERIOR PERIURETRAL

Sebagian besar hiperplasia prostat terdapat pada zona transisional yg terletak pada : proximal dari sphincter externus di kedua sisi verumontanum & di zona periuretral (Sabiston, 2008 & Purnomo, 2000)

ETIOLOGY & PATHOPHYSIOLOGY

Pria usia 20-30 thn ukuran prostat 20 gram

MAYORITAS : terjadi hiperplasia pd dekade ke 5 Teori Hormonal Teori Growth Factor

Peningkatan proliferasi sel2x epitel & stroma Gangguan proses apoptosis

HIPERPLASIA

Teori Penurunan apoptosis Teori STEM CELL Teori Dihidro Testosteron Teori Reawakening

TEORI HORMONAL

Aging

Penurunan fungsi testikuler

Penurunan sekresi androgen

Gonadotropin prod estrogen by sel sertoli +++

ESTROGEN hiperplasia stroma

TEORI GROWTH FACTOR

Basic transforming Growth Factor

Transfroming Growth Factor 1

>>> pertumbuhan stroma


Transfroming Growth Factor 2

Epidermal Growth Factor

TEORI PENURUNAN APOPTOSIS

<< APOPTOSIS

>> LAMA hidup sel2 prostat

hiperplasia

TEORI STEM CELL

Pd kondisi tertentu

Stem Cell +++

Gangguan Steady State

Proliferasi abnormal stemcell

Proliferasi stroma & epitel

TEORI DHT
Direduksi o/5areduktase + R/sitoplasma

Testosteron masuk ke target cell

HORMONE RECEPTOR COMPLEX


Transformasi reseptor nuclear receptor melekat pd kromatin transkripsi mRNA

RNA sintesis protein pembesaran prostat

TEORI REAWAKENING

Epithelial Budding

Glandular morphogenesis embrional

Pembesaran prostat

Penyempitan uretra pars prostatika aliran urine terhambat

+++ Tekanan intravesikal

Resistensi uretra makin +++ Dekompensasi M.Detrusor Tdk dpt kontraksi lagi Retensi urine Tekanan intravesikal +++ diteruskan ke seluruh bag.buli & kedua muara ureter Refluks vesicoureter

Buli2 harus kontraksi >>> u/ melawan tahanan Kontraksi terus menerus Perubahan struktur buli :
Hipertrofi M. detrusor trabekulasi

Terbentuk sakula Divertikel buli

Fase Kompensasi

Hidro ureter Hydronefrosis Renal Failure

LUTS / Prostatism

Pembesaran kelenjar periuretra Desakan pd uretra pars uretra Gangguan aliran urine (obstruksi infra vesikal) KOMPONEN MEKANIK

>>> Tonus otot polos & kapsul prostat Alpha adrenergik receptors Stimulasi R/alpha adrenergik

Kontraksi otot polos, tonus +++

STIMULASI SARAF SIMPATIS

TIMBUL GEJALA

KOMPONEN DINAMIK

GEJALA
OBSTRUKTIF
Harus menunggu pada permulaan miksi (Hesistency) Pancaran miksi yang lemah (Poor stream) Miksi terputus (Intermittency) Menetes pada akhir miksi (Terminal dribbling) Rasa belum puas sehabis miksi (Sensation of incomplete bladder emptying)

IRITATIF
Bertambahnya frekuensi miksi (Frequency) Nokturia Miksi sulit ditahan (Urgency) Disuria (Nyeri pada waktu miksi)

PROSTATISM

Manifestasi klinis berupa obstruksi tergantung pada tiga faktor yaitu : Volume kelenjar periuretral Elastisitas leher vesika, otot polos prostat dan kapsul prostat Kekuatan kontraksi otot detrusor

RESIDUAL URINE
Residual urin lebih dari 100 cc indikasi untuk melakukan intervensi

UROFLOWMETRY
normal : (average flow rate) 10 sampai 12 ml/detik dan flow maksimal sampai sekitar 20 ml/detik. Obstruksi ringan flow rate dapat menurun sampai average flow antara 6-8 ml/detik, sedang maksimal flow menjadi 15 mm/detik atau kurang.

GRADING (BERDASARKAN PROSTATISM & RESIDUAL URINE)


Grade I : Gejala prostatismus + sisa kencing < 50 ml Grade II : Gejala prostatismus + sisa kencing > 50 ml Grade III : Retensi urin dengan sudah ada gangguan saluran kemih bagian atas + sisa urin > 150 ml

DIGITAL RECTAL EXAMINATION


APA SAJA YANG DIEVALUASI ??? Konsistensi prostat (pada hiperplasia prostat konsistensinya kenyal) Adakah asimetris Adakah nodul pada prostate Apakah batas atas dapat diraba Sulcus medianus prostate Adakah krepitasi

hiperplasia prostat konsistensi prostat kenyal seperti meraba ujung hidung, lobus kanan dan kiri simetris dan tidak didapatkan nodul. carcinoma prostat konsistensi prostat keras dan atau teraba nodul dan diantara lobus prostat tidak simetris. Sedangkan pada batu prostat akan teraba krepitasi.

Pemeriksaan laboratorium
Darah : Ureum dan Kreatinin Elektrolit Blood urea nitrogen Prostate Specific Antigen (PSA) Gula darah Urin : Kultur urin + sensitivity test Urinalisis dan pemeriksaan mikroskopik

KRITERIA PEMBESARAN PROSTAT

1. Rektal grading
Berdasarkan penonjolan prostat ke dalam rektum : derajat 1 : penonjolan 0-1 cm ke dalam rektum derajat 2 : penonjolan 1-2 cm ke dalam rektum derajat 3 : penonjolan 2-3 cm ke dalam rektum derajat 4 : penonjolan > 3 cm ke dalam rektum

2. Berdasarkan jumlah residual urine derajat 1 : < 50 ml derajat 2 : 50-100 ml derajat 3 : >100 ml derajat 4 : retensi urin total

3. Intra vesikal grading derajat 1 : prostat menonjol inlet derajat 2 : prostat menonjol inlet dengan muara ureter derajat 3 : prostat menonjol ureter derajat 4 : prostat menonjol ureter

pada bladder
diantara bladder sampai muara

melewati muara

4. Berdasarkan pembesaran kedua lobus lateralis yang terlihat pada uretroskopi : derajat 1 : kissing 1 cm derajat 2 : kissing 2 cm derajat 3 : kissing 3 cm derajat 4 : kissing >3 cm 8

DIFFERENTIALS
1.Kelemahan detrusor kandung kemih kelainan medula spinalis neuropatia diabetes mellitus pasca bedah radikal di pelvis farmakologik

2.Kandung kemih neuropati, disebabkan oleh : kelainan neurologik neuropati perifer diabetes mellitus alkoholisme farmakologik (obat penenang, penghambat alfa dan parasimpatolitik)

3. Obstruksi fungsional : dis-sinergi detrusor-sfingter terganggunya koordinasi antara kontraksi detrusor dengan relaksasi sfingter ketidakstabilan detrusor

4. Resistensi uretra yang meningkat disebabkan oleh : hiperplasia prostat jinak atau ganas kelainan yang menyumbatkan uretra uretralitiasis uretritis akut atau kronik striktur uretra 5. Prostatitis akut atau kronis 6. Fibrosis

KOMPLIKASI
1. Inkontinensia Paradoks 2. Batu Kandung Kemih 3. Hematuria 4. Sistitis 5. Pielonefritis 6. Retensi Urin Akut Atau Kronik 7. Refluks Vesiko-Ureter 8. Hidroureter 9. Hidronefrosis 10. Gagal Ginjal

managements
observasi medicamentosa Operative
Minimal Invasive

1. OBSERVASI

2. MEDIKAMENTOSA
Alpha Adrenergic inhibitor : Nonselektif pd Alpha1&2 : Phenoxybenzamine insidensi adverse effect >>> Selektif : a. Alpha 1 blocker Prazosin es. Hipotensi b. Alpha 1 blocker hanya pd prostat & bladder neck Alfuzosin, Terazosin, Indoramin, Tamsulosin 5-Alpha Reductase inhibitor : Inhibisi konversi testosterone DHT a. Dutasteride (Avodart) b. Finasteride (Proscar) Phosphodiesterase Enzyme inhibitor : Inhibisi PDE5, cGMP +++ efek vasodilatasi Relaksasi otot polos pada LUT a. Tadalafil (Cialis)

Fitoterapi : Saw Palmento Berry Pumpkin Seeds

Hormonal (pd tingkat hipofisis) : LH-RH competitor : Buserelin GnRH analogue : Leuprolide Estrogen (Dietilstilbestrol) feedback mech. : << FSH & LH testosterone <<<

Inhibitor R/ DHT kompetitif Cyproterone Acetate Flutamide Anandron

3. Operatif
a. Prostatektomi terbuka Retropubic infravesika (Terence millin) Suprapubic transvesica/TVP (Freyer) Transperineal

b. Endourologi Trans urethral resection of the Prostate (TURP) Trans urethral incision of prostate (TUIP) Pembedahan dengan laser (Laser Prostatectomy)
Trans urethral ultrasound guided laser induced prostatectomy (TULIP) Trans urethral evaporation of prostate (TUEP) Teknik koagulasi

4. Minimal Invasive
Trans urethral microwave thermotherapy (TUMT) Trans urethral ballon dilatation (TUBD) Trans urethral needle ablation (TUNA) Stent urethra dengan prostacath

JENIS TINDAKAN Open Prostatectomy : Retropubic Infravesica (Terrence-Millin)

KEUNTUNGAN (+)

KERUGIAN (-)

KOMPLIKASI

Tdk ada indikasi absolut Mortality rate rendah Langsung melihat fossa prostat Bleeding mudah dikontrol Tanpa membuka vesica

Dpt memotong plexus santorini Potensi oteitis pubis Bleeding +++ Tdk bisa pd BPH + penyulit intravesikal

Bleeding Infeksi Osteitis pubis Trombosis

Suprapubic Transvesica (Freeyer)

Baik u/ BPH besar Byk u/ semua jenis pembesaran prostat dan BPH dgn penyulit, e.g : BBB, batu ureter, divertikel, uretrokel, kelainan os.pubis

Perlu penggunaan kateter lama Sulit kontrol bleeding Merusak mukosa kulit Mortality rate 15%

Striktur uretra post operasi Inkontinensia

JENIS TINDAKAN Prostatectomy Endourology: TURP

KEUNTUNGAN (+)

KERUGIAN (-)

KOMPLIKASI

Tdk ada luka incisi Waktu perawatan lebih pendek Morbiditas & mortalitas rendah Prostate fibrous mudah diangkat Lebih cepat daripada TURP Kemungkinan ejakulasi retrograde <<< Tidak merusak mukosa ureter Selama proses pemanasan, urine tetap dpt mengalir keluar

Teknik sulit Risiko merusak uretra Tidak dianjurkan u/ BPH besar Kemungkinan residif +++

Intoksikasi cairan Trauma sphincter externa Ejakulasi retrograde

TUIP

Minimally Invasive TUMT

Minimally Invasive
TUBD

KEUNTUNGAN (+)
Dpt dilakukan dengan anestesi topikal Bleeding minimal Tidak invasif Mekanisme ejakulasi dpt dipertahankan Less invasive

KERUGIAN (-)
Perbaikan hanya bersifat sementara

KOMPLIKASI

TUNA

Stent Uretra

Hanya merupakan alternatif sementara jika kondisi Px belum memungkinkan u/ Tx yg lebih invasif