P. 1
Kak Rumah Sigit

Kak Rumah Sigit

|Views: 12|Likes:
Dipublikasikan oleh Singgih Yuntoto
rancangan rumah kak sigit
rancangan rumah kak sigit

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Singgih Yuntoto on Jun 16, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2014

pdf

text

original

Kerangka Acuan Kerja (KAK) Pekerjaan Konsultasi Perencanaan Pembangunan Rumah Tinggal Bapak Sigit

A. PENDAHULUAN 1. PENGERTIAN a) Nama Kegiatan Nama Kegiatan adalah DED Rumah Tinggal Bapak Sigit Nama Pekerjaan adalah DED Rumah Tinggal Bapak Sigit b) Pemberi Tugas Bertindak sebagai Pemberi Tugas adalah Pemilik Toserba WS

beralamatkan Tegal Kumpul Kokosan Prambanan Klaten 55611 dan Pengelola Kegiatan. c) Panita Pengadaan Panitia Pengadaan terdiri dari personil yang berasal dari pemilik rumah tinggal, yang diangkat dengan Surat Keputusan Pemberi Tugas dan bertugas untuk rapat melaksanakan penjelasan, terhadap pengadaan, menerima surat mengundang surat penawaran sampai rekanan, harga, dengan

mengadakan melaksanakan

evaluasi

penawaran

mengusulkan Pemenang Pengadaan Jasa Konsultan Perencanaan. d) Konsultan Konsultan adalah perusahaan peserta pengadaan Jasa Konsultan Perencana yang telah ditetapkan sebagai pemenang pengadaan dan menandatangani Surat Perjanjian/Kontrak dengan pemilik rumah tinggal. 2. LATAR BELAKANG a) Dalam rangka pembangunan gedung baru sebagai suatu tindakan meluaskan pelayanan kepada konsumen, maka pemilik rumah tinggal melakukan pembagunan rumah tinggal. b) Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka pemilik rumah tinggal mengalokasikan dana penyusunan Detail Engineering Design (DED)

rumah tinggal yang akan menjadi acuan dasar dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan sesuai perencanaan.

sehingga mampu menghasilkan karya perencanaan teknis bangunan yang memadai dan layak diterima menurut kaidah. d) Pekerjaan yang akan dilaksanakan adalah pengadaan jasa konsultan perencana pembangunan rumah tinggal. sehingga dapat memenuhi kriteria teknis bangunan yang layak dari segi mutu. f) Bahwa untuk itu penyedian jasa konsultan perencana untuk bangunan gedung rumah tinggal perlu diarahkan secara baik dan menyeluruh. 4. e) Perwujudan bangunan gedung tersebut dilakukan melalui perencanaan/perancangan dengan sebaik-baiknya. dan fungsional serta tahan untuk jangka waktu tertentu. keluaran dan proses yang harus dipenuhi dan diperhatikan serta diinterprestasikan ke dalam pelaksanaan tugas perencanaan pembangunan rumah tinggal milik bapak sigit. 3. dan kriteria administrasi bagi bangunan rumah tinggal bapak sigit. g) Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) untuk pekerjaan perencanaan diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyedia jasa perencanaan teknis sehingga mampu mendorong perwujudan karya perencanaan yang sesuai dengan kepentingan proyek. b) Dalam penugasan ini diharapkan Konsultan Perencana dapat melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik untuk menghasilkan keluaran yang memadai sesuai spesifikasi dan standar teknis yang tercantum dalam KAK ini. norma serta tata laku profesional.c) Sumber dana yang akan digunakan untuk membiayai DED rumah tinggal berasal dari dana pemilik. struktur (konstruksi). kriteria. biaya. c) Tujuannya adalah membuat DED rumah tinggal yang akan menghasilkan suatu bangunan gedung yang memenuhi syarat-syarat teknis yang ditetapkan dan dapat dipertanggungjawabkan dari segi arsitektur. . MAKSUD DAN TUJUAN a) Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) ini merupakan petunjuk bagi konsultan perencana yang memuat masukan. LINGKUP KEGIATAN a) Lingkup kegiatan adalah membuat Detailed Engineering Design (DED) pembangunan rumah tinggal milik bapak sigit. azas.

soil test dan perencanaan pondasi. b) Rencana struktur.. Persiapan perencanaan seperti mengumpulkan data dan informasi lapangan/gedung yang ada termasuk melakukan pengukuran site plan. yang lebih mendetailkan secara terukur terhadap hal-hal yang sudah dikonsepsikan. c) Merupakan bagian tak terpisahkan dari DED ini adalah perancangan sistem Mekanikal / Elektrikal dan sistem Utilitas lainnya. dan membuat interpretasi secara garis besar terhadap KAK. yang dapat meliputi tugastugas perencanaan Pembangunan Gedung Toserba WS Wates yang terdiri dari : 1. Khusus bangunan bertingkat agar juga menyusun konsepsi transportasi horizontal dan vertikal dengan mengacu kepada Kepmen PU No 441/1998 tentang Persyaratan Teknis Bangunan Gedung. Keputusan pemilik warnet Nomor : 012/KPTS/M/2012 tanggal 10 Juni 2012. 4. dll. 2. RUANG LINGKUP PEKERJAAN Untuk merencanakan penyelesaian Pembangunan Gedung Toserba WS Wates ini konsultan harus mengikuti proses dan lingkup tugas yang harus dilaksanakan dengan berpedoman pada ketentuan yang berlaku. meliputi rencana detail Pembangunan dan rencana detail Interior Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit. . Rencana detail setiap bangunan dengan menggambarkan program penggunaan ruangan serta interiornya dengan melihat bangunan gedung secara keseluruhan. meliputi sistem tata cahaya. perencanaan disain interiornya serta perencanaan Lansdkap. khususnya Pedoman Teknis Pembangunan Bangunan Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit. beserta uraian konsep dan perhitungannya. 3. termasuk program bangunan dan lingkungan serta didetilkan ke dalam program ruang setiap bangunan gedung yang direncanakan. antara lain membuat : a) Rencana arsitektur. Penyusunan pra-rencana. Penyusunan pengembangan rencana. beserta uraian konsep dan perhitungannya. c) Rencana utilitas. B. Penyusunan Konsepsi desain Bangunan Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit.b) Lingkup pekerjaan yang akan dibuat rencana teknisnya adalah rencana pembangunan pembangunan rumah tinggal milik bapak sigit sebanyak 1 lantai.

TANGGUNG JAWAB PERENCANAAN 1. 5. seperti dari segi pembiayaan.d) Penajaman pra-perkiraan biaya yang sesuai dengan konsep rancangan detail yang ada. 2. d) Membuat laporan akhir pengawasan berkala. C. Penyusunan rencana detail antara lain membuat : a) Gambar-gambar pelaksanaan detail arsitektur. Secara umum tanggung jawab konsultan adalah minimal sebagai berikut : a) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus memenuhi persyaratan standar hasil karya perencanaan yang berlaku b) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah mengakomodasi batasanbatasan yang telah diberikan oleh Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) / atau Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) termasuk melalui KAK ini. pertimbangan dan rekomendasi tentang penggunaan bahan. Konsultan Perencana bertanggung jawab secara professional atas jasa perencanaan yang dilakukan sesuai ketentuan dan kode etik profesi yang berlaku. c) Rincian volume pelaksanaan pekerjaan. e) Laporan akhir perencanaan meliputi laporan penyelenggaraan perencanaan teknis secara lengkap digandakan sebanyak 5 (lima) eksemplar. Menyusun buku petunjuk penggunaan bangunan beserta peralatannya dan petunjuk perawatannya termasuk petunjuk yang menyangkut peralatan dan perlengkapan mekanikal elektrikal bangunan. c) Memberikan saran-saran. detail utilitas dan ME yang sesuai dengan gambar rencana yang telah disetujui. 7. . d) Seluruh dokumen yang dihasilkan digandakan sebanyak 5 (lima) eksemplar. Mengadakan pengawasan berkala selama pelaksanaan konstruksi fisik dan melaksanakan kegiatan seperti : a) Melakukan penyesuaian gambar dan spesifikasi teknis pelaksanaan bila ada perubahan. waktu penyelesaian pekerjaan dan mutu bangunan yang akan diwujudkan. b) Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS). b) Memberikan penjelasan terhadap persoalan-persoalan yang timbul selama masa pelaksanaan konstruksi. 6.

2. c. konsepsi rencana teknis setiap bangunan gedung dan lingkungan. standar. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan oleh Konsultan Perencana berupa laporan sekurangkurangnya meliputi hal hal sebagai berikut : 1. dll.094. Laporan data dan informasi lapangan yang ada. organisasi hubungan ruang. Laporan Pendahuluan. dan pedoman teknis bangunan gedung yang berlaku untuk bangunan gedung pada umumnya dan yang khusus untuk Bangunan Gedung Toserba WS Wates D. Konsepsi disain ini harus mendapat persetujuan pemberi tugas terlebih dahulu agar dapat dilanjutkan ke tahapan pra-rencana Pembangunan Gedung Toserba WS Wates .500. Konsepsi program ruang. metoda pelaksanaan. Sumber Dana Sumber dana untuk kegiatan ini berasal dari Dana Pendapatan pemilik toserba yang dibutuhkan untuk pelaksanaan kegiatan ini kurang lebih sebesar RP. 10. b. termasuk konsep organisasi. Konsepsi skematik Pembangunan Gedung . Biaya Perencanaan a. Besarnya biaya konsultan Perencanaan merupakan biaya tetap dan pasti. Ketentuan pembiayaan lebih lanjut mengikuti surat perjanjian pekerjaan perencanaan yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) / atau Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Konsultan Perencanan. jumlah dan kualifikasi tim perencana. dan tanggung jawab waktu perencanaan.(sepuluh juta sembilan puluh empat ribu lima ratus) E. Besarnya biaya pekerjaan perencanaan mengacu pada Surat Keputusan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit No. 012/KPTS/M/2012 tanggal 10 Juni 2012. c. terdiri dari : a.c) Hasil karya perencanaan yang dihasilkan harus telah memenuhi peraturan. BIAYA 1. Tahap Konsep Disain/Rencana Teknis. Konsep penyiapan rencana teknis. b. Termasuk konsep pra-kiraan rencana anggaran biaya Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit. d.

Laporan Akhir. 3) Garis besar rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). 3) Draft rencana anggaran biaya 4) Draft rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). terdiri dari : 1) Gambar pengembangan rencana arsitektur. dan utilitas berdasarkan prarencana yang telah disetujui. struktur. struktur. utilitas bangunan dan lingkungan. 2) Perkiraan biaya pembangunan. 4) Pra-rencana disain ini harus mendapat persetujuan pemberi tugas terlebih dahulu agar dapat dilanjutkan ke tahapan pengembangan rencana Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit b. Laporan Bulanan. 5) Pengembangan rencana disain ini harus mendapat persetujuan pemberi tugas terlebih dahulu agar dapat dilanjutkan ke tahapan rencana detail Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit 4. Tahap Pengembangan Rencana. terdiri dari : 1) Gambar-gambar pra-rencana.2. meliputi : a. b. dan utilitas bangunan gedung. . Tahap Pra-rencana Teknis. 2) Uraian konsep rencana dan perhitungan-perhitungan yang diperlukan. Rencana kegiatan dan volume pekerjaan (BQ). Rencana anggaran biaya (RAB). 3. d. Laporan Antara. meliputi Makro Gedung setiap bangunan dari aspek arsitektur. Tahap Rencana Detail. terdiri dari : a. struktur. Konsultan perencana diwajibkan membuat laporan perkembangan pelaksanaan kegiatan setiap bulan. Rencana kerja dan syarat-syarat (RKS). c. Gambar rencana detail pelaksanaan arsitektur.

(b).e. 2) Menjamin bangunan dimanfaatkan sesuai dengan fungsinya. maka dalam perencanaan pembangunan gedung ini konsultan perencana dapat menterjemahkannya . utilitas. Hemat. F. 1) Laporan pengawasan berkala. dan sesuai dengan kebutuhan teknis yang disyaratkan. (c). yaitu : a. Laporan perencanaan arsitektur. lengkap dengan perhitunganperhitungan yang diperlukan. program/kegiatan serta fungsi Pembangunan Rumah Tinggal Milik Bapak Sigit. dan perawatan peralatan/perlengkapan /bangunan (bila ada). 2) Dokumen petunjuk penggunaan. tidak mewah. konsultan perencana juga harus membuat laporan yang antara lain : a. Tahap Pelelangan 1) Dokumen tambahan hasil penjelasan pekerjaan 2) Laporan bantuan teknis dan administrasi pada waktu pelelangan b. Laporan Lainnya. pemeliharaan. Semaksimal mungkin menggunakan hasil produksi dalam negeri dengan memperhatikan kemampuan/potensi nasional. Tahap Pengawasan Berkala. Selain laporan tersebut. KRITERIA 1. masyarakat. Persyaratan Peruntukan dan Intensitas : 1) Menjamin bangunan gedung didirikan berdasarkan ketentuan tata ruang dan tata bangunan yang ditetapkan di Daerah yang bersangkutan. 3) Menjamin keselamatan pengguna. efisien. dan lingkungan 4) Sesuai dengan prinsip-prinsip anggaran belanja: (a). struktur. terarah dan terkendali sesuai dengan rencana. KRITERIA UMUM Pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh konsultan perencana harus memperhatikan kriteria umum bangunan disesuaikan berdasarkan fungsi dan kompleksitas bangunan. 5.

sehingga seimbang. serasi dan selaras dengan lingkungannya. 3) Menjamin bangunan gedung dibangun dan dimanfaatkan dengan tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan c. sehingga : a) Cukup waktu bagi penghuni melakukan evakuasi secara aman b) Cukup waktu bagi pasukan pemadam kebakaran memasuki lokasi untuk memadamkan api c) Dapat menghindari kerusakan pada properti lainnya . b. Persyaratan Arsitektur dan lingkungan : 1) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang didirikan berdasarkan karakteristik lingkungan. Persyaratan Ketahanan terhadap Kebakaran : 1) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat perilaku alam dan manusia 2) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dibangun sedemikian rupa sehingga mampu secara struktural stabil selama kebakaran. ketentuan wujud bangunan. Persyaratan Struktur Bangunan : 1) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang dapat mendukung beban yang timbul akibat penggunaan sesuai fungsinya. 2) Menjamin terwujudnya tata ruang hijau yang dapat memberikan keseimbangan dan keserasian bangunan terhadap lingkungannya. 2) Menjamin keselamatan manusia dari kemungkinan kecelakaan atau luka yang disebabkan oleh kegagalan struktur bangunan. 3) Menjamin kepentingan manusia dari kehilangan atau kerusakan benda yang disebabkan oleh perilaku struktur. 4) Menjamin perlindungan properti lainnya dari kerusakan fisik yang disebabkan oleh kegagalan struktur d.kedalam tugas perencanaan ini. akibat perilaku alam dan akibat perilaku manusia. dan budaya daerah.

dan nyaman di dalam bangunan gedung 2) Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat. khususnya untuk bangunan fasilitas umum. Persyaratan Sarana Jalan Masuk dan Keluar : 1) Menjamin terwujudnya bangunan gedung yang mempunyai akses yang layak. Persyaratan Instalasi Listrik. g. dan Siste Peringatan Bahaya : 1) Menjamin tersedianya pertandaan dini yang informatif di dalam bangunan gedung apabila terjadi keadaan darurat 2) Menjamin penghuni melakukan evakuasi secara mudah dan aman.e. Persyaratan Pencahayaan Darurat. f. apabila terjadi keadaan darurat h. 3) Menjamin tersedianya aksesbilitas bagi penyandang cacat. Persyaratan Transportasi dalam Gedung : 1) Menjamin tersedianya sarana transportasi yang layak. aman dan nyaman ke dalam bangunan dan fasilitas serta layanan di dalamnya. Tanda arah Keluar. Penangkal Petir dan Komunikasi : 1) Menjamin terpasangnya instalasi listrik secara cukup dan aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai fungsinya 2) Menjamin terwujudnya keamanan bangunan gedung dan penghuninya dari bahaya akibat petir 3) Menjamin tersedianya sarana komunikasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai . aman. 2) Menjamin terwujudnya upaya melindungi penghuni dari kesakitan atau luka saat evakuasi pada keadaan darurat. khususnya untuk bangunan fasilitas umum.

dengan fungsinya i. Persyaratan Instalasi Gas : 1) Menjamin terpasangnya instalasi gas secara aman dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai fungsinya 2) Menjamin terpenuhinya pemakaian gas yang aman dan cukup. kesehatan dan memberikan kenyamanan bagi penghuni bangunan dan lingkungan 3) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan sanitasi secara baik. 2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan tata udara secara baik. Persyaratan Kebisingan dan Getaran : 1) Menjamin terwujudnya kehidupan yang nyaman dari gangguan suara dan . k. 3) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan gas secara baik j. Persyaratan Ventilasi dan Pengkondisian Udara : 1) Menjamin terpenuhnya kebutuhan udara yang cukup. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya. Persyaratan Pencahayaan : 1) Menjamin terpenuhnya kebutuhan pencahayaan yang cukup. Persyaratan Sanitasi dalam Bangunan : 1) Menjamin tersedianya sarana sanitasi yang memadai dalam menunjang terselenggaranya kegiatan di dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya 2) Menjamin terwujudnya kebersihan. baik alami maupun buatan dalam menunjang terselenggaranya kegiatan dalam bangunan gedung sesuai dengan fungsinya 2) Menjamin upaya beroperasinya peralatan dan perlengkapan pencahayaan secara baik m. l.

KRITERIA KHUSUS Kriteria khusus dimaksudkan untuk memberikan syarat-syarat yang khusus. baik dari segi fungsi khusus bangunan. sehingga bangunan dapat dilaksanakan dalam waktu yang pendek dan dapat dimanfaatkan secepatnya. tetapi pada kemampuan mengadakan sublimasi antara fungsí teknik dan fungsí sosial bangunan. Bangunan gedung negara hendaknya dapat meningkatkan kualitas lingkungan. 2.getaran yang tidak diinginkan. Bangunan gedung negara hendaknya fungsional. didalam melaksanakan tugasnya konsultan Perencana hendaknya memperhatikan azas-azas bangunan gedung sebagai berikut : 1. seperti faktor sosial budaya setempat. efisien. Desain bangunan hendaknya dibuat sedemikian rupa. menarik tetapi tidak berlebihan. 2) Menjamin adanya kepastian bahwa setiap usaha atau kegiatan yang menimbulkan dampak negatif suara dan getaran perlu melakukan upaya pengendalian pencemaran dan atau mencegah perusakan lingkungan. AZAS-AZAS Selain dari kriteria diatas. 2. biaya investasi dan pemeliharaan bangunan sepanjang umurnya hendaknya diusahakan serendah mungkin 4. terutama sebagai bangunan pelayanan pendidikan dan pelatihan kepada masyarakat 3. . misalnya : a. segi teknis lainnya. Dikaitkan dengan upaya pelestarian atau konservasi bangunan yang ada (jika ada). geografi klimatologi. seperti dalam rangka implementasi penataan bangunan dan lingkungan c. dan menjadi acuan tata bangunan dan lingkungan di sekitarnya. spesifik berkaitan dengan bangunan gedung yang akan direncanakan. 5. b. Kreatifitas desain hendaknya tidak ditekankan pada kelatahan gaya dan kemewahan material. Dengan batasan tidak mengganggu produktivitas kerja. Solusi dan batasan-batasan kontekstual. Kesatuan perencanaan bangunan dengan lingkungan yang ada disekitar. dan lain-lain G.

Untuk melaksanakan tugasnya konsultan Perencana harusnya mencari informasi yang dibutuhkan selain dari informasi yang diberikan oleh Pejabat Pembuat Komitmen termasuk melalui KAK ini. I. meliputi : a) Kondisi fisik lokasi seperti : luasan. Dalam pelaksanaan tugas. baik yang berasal dari Pejabat Pembuat Komitmen. maupun yang dicari sendiri. PROSES PERENCANAAN 1. produk antara dan produk pokok yang harus dihasilkan konsultan sesuai dengan rencana keluaran yang ditetapkan dalam KAK ini. konsultan Perencana harus menyusun jadwal pertemuan berkala dengan Pejaba 2.H. INFORMASI a. c. Dalam proses perencanaan untuk menghasilkan keluaran-keluaran yang diminta. Dalam pertemuan berkala tersebut ditentukan produk awal. batas-batas. Konsultan Perencana harus memeriksa kebenaran informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugasnya. konsultan harus selalu memperhitungkan bahwa waktu pelaksanaan pekerjaan ádalah mengikat. Dalam hal ini infromasi yang diperlukan dan harus diperoleh untuk bahan perencanaan diantaranya mengenai hal-hal sebagai berikut : 1) Informasi tentang lahan. MASUKAN 1.dan topografi b) Kondisi tanah (hasil soil test) c) Keadaan air tanah d) Peruntukan tanah e) Koefisien dasar bangunan . Kesalahan/kelalaian pekerjaan perencanaan sebagai akibat dari kesalahan informasi menjadi tanggung jawab Konsultan Perencana. b. Jangka waktu pelaksanaan adalah 56 (lama puluh enam) hari kalender sejak SPMK ditanda tangani. 3.

pelengkap d) Perlengkapan / peralatan khusus. kemampuan) f) Pengaman dari bahaya pencurian dan perusakan : Alarm (jenis. penunjang. jenis.f) Koefisien lantai bangunan Perincian penggunaan lahan. penghijauan dan lain-lain 2) Pemakai bangunan : a) Struktur organisasi b) Jumlah personil-personil sekarang & proyeksi pengembangan untuk 5 tahun mendatang c) Kegiatan utama. jaringan dan kapasitasnya b) Air hujan dan air buangan Letak saluran kota Cara pembuangan keluar tampak c) Air kotor dan sampah d) Tata udara ac         Beban (Ton ref) Pembagian beban Sistem yang diinginkan e) Penanggulangan bahaya kebakaran : Detector (jenis. type) Sistim yang dipilih g) Jaringan listrik : . 3) Kebutuhan bangunan Program ruang Keinginan tentang organisasi / pemanfatan ruang 4) Keinginan tentang kemungkinan perubahan fungsi ruangan / gedung 5) Keinginan keinginan tentang utilitas bagunan seperti: a) Air bersih Kebutuhan (sekarang dan proyeksi mendatang) Sumber air. berat dan dimensinya. perkerasan. type) Fire alarm (jenis) Peralatan pemadam kebakaran (jenis.

   Kebutuhan daya Sumber daya dan spesifikasinya Cadangan apabila dibutuhkan (kapasitas. TENAGA Untuk melaksanakan pekerjaan ini. tugas utamanya adalah memimpin/koordinir seluruh kegiatan tim dalam pelaksanaan pekerjaan sampai pekerjaan dinyatakan selesai. 2. baik ditinjau dari segi lingkup pekerjaan maupun tingkat kompleksitas pekerjaan. Tenaga – tenaga yang dibutuhkan dalam kegiatan perencanaan ini terdiri dari : a) TENAGA AHLI 1) Ketua Tim (Team Leader ) Sebagai ketua tim. dan spesifikasi) h) Sistim yang dipilih i) Dan lain-lain sesuai keperluannya. Konsultan Perencana harus menyediakan tenaga yang memenuhi ketentuan. Pendidikan Pengalaman : S1 Teknik Sipil / Teknik Arsitektur : min 10 th 2) Tenaga Ahli Mekanikal & Elektrikal ( 2 orang ) b) ASISTEN TENAGA AHLI 1) Pendidikan Pengalaman : D3 Teknik Mesin : min 8 th ( 4 orang ) 2) Tenaga Ahli Geodesi Pendidikan Pengalaman : D3 Teknik Geodesi : min 8 th ( 4 orang ) 3) Tenaga Ahli Geologi Pendidikan Pengalaman : D3 Teknik Geoteknik : min 8 th c) TENAGA PENDUKUNG .

10 Juni 2012 Pejabat Pembuat Komitmen / atau Pejabat (PPTK) Pelaksana Teknis Kegiatan . Program kerja secara keseluruhan harus mendapatkan persetujuan dari Pejabat Pembuat Komitmen. K. b. setelah sebelumnya dipresentasikan oleh Konsultan Perencana dan mendapatkan masukan teknis dari Pengelola Teknis Proyek.1) Tenaga Ahli Interior Pendidikan Pengalaman : S1 ( 2 Desain orang ) Interior : min 8 th ( 2 orang ) 2) Tenaga Ahli Cost Estimator Pendidikan Arsitektur Pengalaman : D3 Teknik Sipil : min 8 th J. maka calon konsultan hendaknya memeriksa semua bahan masukan yang diterima dan mencari bahan masukan lain yang dibutuhkan. Setelah Kerangka Acuan Kerja ( KAK ) ini diterima. Konsultan Perencana harus segera menyusun program kerja minimal meliputi : a. Berdasarkan bahan-bahan tersebut konsultan agar segera menyusun program kerja untuk dibahas dengan Pengelola Kegiatan. Jadwal kegiatan secara detail. Konsep penanganan pekerjaan perencanaan 2. Alokasi tenaga yang lengkap (disiplin dan keahliannya). PROGRAM KERJA 1. 2. Klaten. PROGRAM KERJA 1. c. Tenaga-tenaga yang diusulkan konsultanperencana harus dilampiri curiculum vitae dan Surat Pernyataan Kesediaan untuk Ditugaskan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->