MANAJEMEN NYERI AKUT

Pendahuluan
• Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat adanya kerusakan atau ancaman kerusakan jaringan • Dapat mempengaruhi aspek psikologis dan aspek fisik dari penderita

bersifat sementara • Disebabkan stimulasi noxious akibat trauma. proses suatu penyakit atau akibat fungsi otot atau viseral yang terganggu. .Nyeri Akut • Onset cepat dan durasi yang terbatas.

Klasifikasi Nyeri • • • • Lokasi Nyeri Durasi Intensitas Nyeri Penyebab yang Mendasari Nyeri – Somatik – Visceral – Neuropatik .

Karakteristik nyeri akut dan kronis .

.

Respon Tubuh Terhadap Nyeri .

Intensitas nyeri .

Tujuan Penatalaksanaan Nyeri • Mengurangi intensitas dan durasi keluhan nyeri • Menurunkan kemungkinan berubahnya nyeri akut menjadi gejala nyeri kronis yang persisten • Mengurangi penderitaan dan ketidakmampuan akibat nyeri • Meminimalkan reaksi tak diinginkan atau intoleransi terhadap terapi nyeri • Meningkatkan kualitas hidup pasien dan mengoptimalkan kemampuan pasien untuk menjalankan aktivitas sehari-hari .

Modalitas Nyeri • • • • • Modalitas Fisik Modalitas Kognitif behavioral Modalitas Invasif Modalitas Psikoterapi Modalitas Farmakoterapi .

.

5 mg 4-6 jam sekali 8-12 jam sekali 4-6 jam sekali .NYERI RINGAN Nama Obat Aspirin Asetaminofen Dosis 325-650 mg. maks 4 g/hari 325-650 mg Jadwal 4 jam sekali 4-6 jam sekali Ibuprofen Sodium Naproksen Ketoprofen 200 mg Awalan 440 mg Selanjutnya 220 mg 12.

NYERI SEDANG Nama Obat Tramadol Dosis 50-100 mg Jadwal 4-6 jam NYERI BERAT Nama Obat Morfin Campuran agonisantagonis pentazosin Agonis parsial Indikasi Bila terapi non narkotik tidak efektif & terdapat riwayat terapi narkotik untuk nyeri Mekanisme Blok aktifasi komponen m kompleks reseptor Blok aktifasi komponen m kompleks reseptor .

MACAM ANALGESIK Analgesik non-opiat • Parasetamol • Salisilat:  Aspirin  Mg salisilat  Diflunisal • Fenamat:  Meklofenamat  Asam mefenamat • Asam asetat  Na diklofenak • Antalgin • Asam propionat:  Ibuprofen  Fenoprofen  Ketoprofen  Naproksen • Asam pirolizin karboksilat:  Ketorolak • Inhibitor Cox-2:  Celecoxib  Valdecoxib .

.

Menghambat pembentukan prostaglandin secara sentral. relatif tidak menyebabkan gangguan lambung . namun tidak di jaringan.12 g) dapat menyebabkan kerusakan hati .Memiliki khasiat analgetik dan antipiretik yang baik .PARASETAMOL (asetaminofen) . sehingga tidak berefek sebagai anti-inflamasi .Tidak memiliki efek antiplatelet .Efek samping ringan dan jarang.Pada dosis besar (6 .

ASETOSAL (asam asetilsalisilat.Memiliki efek antiplatelet sehingga dapat mencegah pembekuan darah. dan antiinflamasi . . antipiretik. Aspirin) .Aktivitas analgetik. dapat menyebabkan iritasi mukosa lambung. .Bersifat asam.

dan anti-inflamasi yang kuat . metamizol. antipiretika.ANTALGIN (metampiron. dipiron) • Memiliki efek analgetika.

ASAM MEFENAMAT • Memiliki khasiat analgetik. antipiretik dan anti-inflamasi yang cukup. • Bersifat asam • Sebaiknya tidak digunakan dalam jangka waktu lebih dari seminggu. tapi tidak lebih kuat daripada asetosal. dan pada pemakaian lama perlu dilakukan pemeriksaan darah .

COX-I • Menghasilkan prostaglandin yang bertanggungjawab terhadap keutuhan mukosa gastrointestinal dan tromboxan yang memperantarai agregasi platelet • Penghambatan COX-I menyebabkan kerusakan GI .

• Penghambatan COX-II dapat mencegah nyeri . Dihambat oleh keberadaan glukokortikoid.COX II • Diinduksi (up-regulated) oleh adanya asam arakidonat dan beberapa sitokin. • Menghasilkan protaglandin yang bertanggungjawab pada peristiwa inflamasi.

Analgesik opiat • Agonis seperti morfin:  Morfin  Hidromorfon  Oksimorfon  Leforvanol  Kodein  Hidrokodon  Oksikodon • Agonis seperti meperidin:  Meperidin  Fentanil • Agonis seperti metadon:  Metadon  Propoksifen • Antagonis:  Nalokson • Analgesik sentral:  tramadol .

miosis. sedasi  Reseptor δ(delta) : disforia. stimulasi pusat vasomotor . terutama di otak tengah dan medulla spinalis • Reseptor opiat ada 3 :  Reseptor μ(mu) : Berperan dalam Analgesia supraspinal.Mekanisme ? • Bekerja pada reseptor opiat di SSP  reseptor yang memodulasi transmisi nyeri  menurunkan persepsi nyeri dg cara menyekat nyeri pada berbagai tingkat. Euforia. halusinasi. Depresi respirasi. Ketergantungan  Reseptor κ(kappa) : Berperan dalam analgesia spinal.

Equianalgesic Dose Chart for Opioid Pain Medications * 1 µg of the fentanyl patch is equivalent to approximately 2 mg per day of orally administered morphine. .

Pemilihan obat ? • Tergantung pada intensitas nyeri • Mempertimbangkan kontraindikasi .

.

TERIMA KASIH .