Anda di halaman 1dari 39

BAHAN AJAR FISIKA KELAS X SEMESTER II

SUARTI, S.Si, S.Pd

SMA NEGERI 2 TINGGIMONCONG

Standar Kompetensi : 5. Menerapkan konsep kelistrikan dalam berbagai penyelesaian masalah dan berbagai produk teknologi Kompetensi Dasar : 5.1 Memformulasikan besaran-besaran listrik tertutup sederhana Indikator : 1. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi besar hambatan suatu penghantar 2. Menjelaskan besar dan arah kuat arus listrik dalam rangkaian sederhana 3. Memformulasikan besaran hambatan dalam rangkaian seri dan paralel 4. Menjelaskan tegangan yang tertera pada alat listrik dan mampu menghitung energi dan daya yanng terpakai pada alat listrik 5. Memformulasikan besaran tegangan dalam rangkaian tertutup sederhana dengan menggunakan hukum I dan II kirchhoff

ARUS LISTRIK Arus Listrik didefenisikan sebagai gerakan muatan-muatan listrik dalam suatu rangakaian listrik, dimana gerakan muatan-muatan listrik disebabkan oleh perbedaan potensial listrik atau yang sering disebut tegangan listrik. Jika muatan (Q) mengalir pada suatu penampang konduktor dalam selang waktu t, besar kuat arus listrik (I)yang mengalir dalam konduktor tersebut adalah

Dengan : Q = muatan listrik (coulomb (C)) t = Waktu (s) I = Kuat arus listrik (C/s atau Ampere (A))

HUKUM OHM DAN HAMBATAN LISTRIK Pada tahun 1827 George Simon Ohm melalui sebuah percobaan menemukan hubungan antara arus listrik ( I ) yang mengalir melalui suatu rangkaian dengan tegangan yang dipasang dalam rangkaian (V). Secara matematis Ohm menyatakan hubungan antara V dan I :

atau
Hukum OHM

Dengan : V = Tegangan (volt) I = Arus listrik (Ampere) R = hambatan listrik ( ohm, )

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HAMBATAN LISTRIK Faktor yang mempengaruhi besar kecilnya hambatan listrik pada sebuah kawat penghantar adalah : 1. Jenis kawatnya (Hambatan jenisnya ()) 2. Panjang kawat (l) 3. Luas penampang kawat (A) 4. Suhu (T) Hambatan suatu penghantar bergantung pada luas penampang kawat (A) dan panjang kawat (l), dan hambatan jenisnya. Jika diasumsikan suhu tetap, dalam bentuk persamaan : Dengan : R = Hambatan kawat ( ohm) = hambatan jenis kawat ( m) l = Panjang kawat (m) A = Luas penampang kawat (m2) Hambatan jenis bahan merupakan karakteristik suatu bahan

Hambatan jenis kawat konduktor akan berubah jika terjadi perubahan suhu sesuai persamaan

Dengan : T = Hambatan jenis pada suhu T (m) o = Hambatan jenis pada suhu To (m) = koefisien suhu hambatan jenis (/oC) T = Perubahan suhu (oC) = Perubahan hambatan jenis (m)
Jadi hambatan jenis kawat bergantung pada jenis kawat dan suhu kawat.

Karena hambatan jenis kawat mengalami perubahan saat suhunya berubah, maka hambatan listriknya pun akan mengalami perubahan saat suhunya berubah, karena hambatan listrik (R) berbanding lurus dengan hanbatan jenis (), maka berlaku :

Dimana : Rt = Hambatan pada suhu T () R0 = Hambatan pada suhu mula-mula () R= Perubahan hambatan Listrik ()

HUKUM I KIRCHHOFF Hukum I kirchoff menyatakan bahwa : Jumlah arus listrik yang memasuki suatu titik simpul (percabangan)sama dengan jumlah arus listrik yang keluar dari titik simpul (percabangan) tersebut.

Imasuk = Imasuk
Dengan: I = arus listrik (Ampere (A))

I1

I
I2

I = I1 + I1

CONTOH SOAL 1. Dalam seutas kawat penghantar mengalir arus 20 Ampere selama 2 sekon. berapakah muatan listrik yang mengalir dalam kawat tersebut. 2. Sebuah peralatan listrik yang dipakai pada tegangan 220 volt memiliki hambatan 22 ohm. Berapakah kuat arus yang dipakai peralatan tersebut. 3. Sebuah kawat panjang 10 meter dengan diameter 2 mm dan hambatan jenisnya 3,14 x 10-6ohmmeter. Tentukan hambatan kawat tersebut! 4. Sebuah termometer hambatan platina mempuyai hambatan 40 ohm pada suhu 20oC. Ketika termometer tersebut dicelupkan kedalam bejana yang berisi logam aluminium yang sedang melebur, hambatannya menjadi 126 ohm. Tentukan suhu akhir platina (= 3,92 x 10-3/0C) DIK : 5. I1 I1 = 5 A I3 P I2 = 4 A I2 I3 = 2 A I4 Tentukan besar I4

6. Sebuah kawat mempunyai panjang 180 m dan diameter 1,5mm. jika hambatan jenisnya 6,28 x 10-8 m, tentukan : a. Hambatan kawat b. Hambatan kawat, jika dari bahan yang sama, berat yang sama, tetapi diameternya lebih besar 4 kali.

7. Sebuah logam mempunyai hambatan jenis 9 x 10-8m dan volume 5 cm3 digunakan untuk membuat resistor 16 , hitunglah panjang dan luas penampang logam yang diperlukan.

RANGKAIAN SERI DAN RANGKAIAN PARALEL RESISTOR Susunan Seri Resistor


a
R1
V1 =I R1

R2 V2 =I R2

RS

I
+ -

(a)

(b)

Susunan Seri : komponen-komponen listrik tersebut dihubungkan secara berderet sehingga kuat arus yang mengalir melalui tiap-tiap resistor sama besar, meskipun hambatan dari kedua resistor tidak sama Dari rangkaian di atas (a) tegangan pada ujung R1 dan R2 adalah

Jadi, tegangan antara a dan c :

. . . . . . . . . (1)

Jika hambatan seri (R1 dan R2) ini diganti dengan hambatan pengganti seri (Rs), maka
. . . . . . . . . (2)

Subtitusikan Persamaan 2 ke persamaan 1

Susunan Paralel Resistor


R1

I1
a

a b

RP

R2

I2

I
V
(b)

V + (a)

Susunan paralel adalah komponen-komponen listrik yang dihubungkan sejajar, sehingga tegangan pada tiap-tiap komponen sama besar. Meskipun besar hambatan masing-masing komponen tidak sama Jumlah arus yang masuk pada titik percabangan a adalah : I = I1 + I2 Sehingga tegangan pada tiap-tiap komponen : . . . . . . (1)

Apabila susunan paralel kedua hambatan pada gambar (a) diganti dengan hambatan pengganti paralel (RP)seperti pada gbr (b), maka : . . . . . . . . . (2) Subtitusikan Persamaan (2) ke dalam persamaan (1)

Untuk n buah resistor

SOAL 1.
12A A
I2 I3 I1 R1 = 2 R2 = 3 R3 = 6

Tentukan besarnya : a. Hambatan pengganti (RAB) b.VAB c. I1, I2, dan I3

2. Lima buah resistor yang hambatannya seperti pada gambar dibawah ini di susun seri dan paralel. Tentukan hambatan pengganti antara P dan Q .
R

R P

R
R

3. Perhatikan rangkaian dibawah ini, Tentukan beda potensial pada hambatan 4


16 1 8 4

I
12,5 V

GAYA GERAK LISTRIK (GGL) dan TEGANGAN JEPIT


;r
A
R B

Pada gambar disamping sakelar (s) terbuka atau rangkaian terbuka sehingga tidak ada arus listrik yang mengalir dari sumber tegangan (I = 0)

Keterangan gambar : Tegangan antara titik A dan B (VAB) pada R = Hambatan luar saat I = 0 disebut dengan Gaya gerak r = Hambatan dalam sumber listrik (GGL) tegangan = Sumber tegangan atau gaya gerak listrik s = Sakelar Jadi GGL adalah tegangan dari sutu sumber tegangan sebelum mengalirkan arus

;r
A
R B

Pada Rangkaian tertutup seperti pada gambar, arus listrik akan mengalir dari sumber tegangan (I 0). Tegangan antara titik A dan B (VAB) pada saat I 0 disebut tegangan jepit (Vj ).

Setiap sumber tegangan mempunyai hambatan dalam ( r ), sehingga ketika sumber tegangan mengeluarkan arus, tegangannya akan menurun, besarnya penurunan tegangan (V) adalah :

Susunan Seri Sumber Tegangan


1 ; r1
I R

2 ; r2 3 ; r3
I

s ; rs

Sumbar tegangan pengganti seri:

s = 1 + 2 + 3 + . . . n
Dan hambatan dalam pengganti seri:

rs = r1 + r2 + r3 + . . . rn
Dengan demikian kuat arus yang mengalir kebeban (resistor) :

Jika terdapat n buah GGL yang masing-masing besarnya sama yaitu dan hambatan dalamnya = r, yang disusun seri, maka :

Susunan Paralel Sumber Tegangan


I1

1 ; r1 2 ; r2

P ; rP

I2 ; r 3 3
I3 R R

Jika beberapa sumber tegangan dihubungkan secara paralel, maka gaya gerak listrik dari rangkaian tersebut adalah :

Sedangkan hambatan dalam pengganti sumbertegangan yang disusun paralel : rP = hambatan dalam pengganti pada rangkaian paralel ()

Jika terdapat n buah sumber tegangan sejenis dengan GGL yang masing-masing besarnya = dan hambatan dalamnya = r yang disusun paralel, maka:
Sumber tegangan pengganti akan memiliki GGL paralel sebesar :

Dan hambatan dalam pengganti paralel sebesar :

Jadi kuat arus yangmengalir melalui hambatan luar (resistor) :

SOAL 1. Tiga buah baterai yang disusun seri kemudian dihubungkan dengan sebuah lampu pijar yang hambatnnya 1. Jika masingmasing baterai memiliki GGL 1,5 Volt dan hambatan dalam 0,5 , tentukan kuat arus yang mengalir melalui lampu. 2. Beberapa baterai disusun paralel dan dihubungkan dengan sebuah lampu dengan hambatan 1,2 . Tiap-tiap baterai mempunyai GGL 1,5 V dan hambatan dalam 0,2 . Apabila kuat arus yang mengalir melalui lampu sebesar 1,2 A. berapakah banyaknya baterai yang disusun paralel tersebut.

3. Tiga bauh hambatan 4 , 8 dan 16 disusun paralel kemudian dipasang pada sumber tegangan ternyata kuat arus yang keluar dari elemen 1,8 A. Akan tetapi jika disusun seri dan dipasang pada elemen yang sama ternyata arus yang keluar 0,32 A. tentukan besarnya GGL dan hambatan dalam sumber tegangan tersebut.

Hukum II Kirchhoff Hukum II Kirchhoff berkaitan dengan tegangan dan GGL pada rangkaian listrik tertutup. Didalam suatu rangkaian tertutup jumlah aljabar gaya gerak listrik () dengan penurunan tegangan (I R) adalah sama dengan nol

Secara matematis :

Persamaan di atas digunakan untuk memecahkan masalah pada rangakaian tertutup, dimana suatu rangkaian dapat tersusun dari satu atau lebih rangkaian tertutup (loop)

Penggunaan hukum II Kirchoff pada rangkaian tertutup (loop) tersebut terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan : a. Pilih loop untuk masing-masing lintasan tertutup dengan arah tertentu ( arah loop bebas , tetapi jika memungkinkan usahakan searah dengan arus)

b. Jika arah loop searah dengan arus listrik maka penurunan tegangan (IR) adalah bertanda positif (+)dan bertanda negatif (-) jika berlawanan dengan arah loop yang ditentukan. c. Jika saat mengikuti arah lintasan loop, kutub positif dijumpai lebih dahulu daripada kutub negatifnya, GGL () bertanda positif(+). Sebaliknya jika kutub negatif dijumpai lebih dahulu , GGL () bernilai negatif (-)

Rangkaian Dengan Satu Loop


2 ; r2
b R4 a
Arah loop

c R3 d

Dalam rangkaian dengan satu loop, kuat arus yang mengalir adalah sama, yaitu sebesar I.

I
1 ; r1

Jadi pada rangkaian di atas dibuat loop a-b-c- da, maka sesuai hukum II Kirchoff :

Rangkaian Dengan Dua Loop Pada rangkaian dua loop yang perlu diperhatikan adalah kuat arus pada setiap percabangannya. Adapun langkah- langkahnya dapat dilakukan sebagai berikut: 1. Tentukan kuat arus ( simbol dan arahnya) pada setiap percabangan yang dianggap perlu. 2. Tentukan arah loop masing-masing 3. Tentukan persamaan kuat arus untuk tiap titik percabangan dengan menggunakan hukum I kirchoff. 4. Tuliskan persamaan setiap loop dengan menggunakan hukum II Kirchoff.
a

I
R1

1 ; r1

2 ; r2

I2
R3

1
I

R2

2
I2
e

I1

Kuat Arus pada bade = I pada efcb = I2 pada eb = I1

I
R1

1 ; r1
R2

2 ; r2

I2
R3

Bila kita tinjau titik b


I I1
b

I2

1
I

2
I2
e

I1

Hukum I Kirchoff :

I1 + I2 = I
Hukum II Kirchoff :
Loop 1 Loop 2

CONTOH SOAL
1. Tiga buah baterai dihubungkan seperti gambar, hambatan dalam tiap baterai 1. Tentukan kuat arus I dan beda potensial antara C dan D. 1 = 12 V 2 = 4 V
A B

R = 5 3 = 6 V 2. Perhatika gambar dibawah ini tentukan kuat arus yang melalui R2

1
R2

R1

Dik 1 = 16 V, 2 = 8 V, 3 = 10 V R1 = 12 dan R2 = R3 = 6

R3

3. Perhatikan gambar dibawah ini dan tentukan kuat arus yang mengalir pada tiap cabang
2 5 3

6 V, 1

6 V, 1

ENERGI DAN DAYA LISTRIK Energi Listrik


I A

V B

Energi listrik merupakan besar usaha untuk memindahkan muatan Q selama waktu t R akibat beda potensial V. sehingga besar energi listrik dapat dinyatakan : dimana maka

dan dimana

Daya Listrik Daya listrik adalah besarnya energi listrik yang digunakan oleh suatu peralatan listrik tiap satuan waktu.

dimana

dengan

P = daya listrik (watt) atau J/s I = kuat arus listrik (ampere) V = tegangan listrik (volt) t = waktu (sekon) W = energi listrik (joule)

Apabila hambatan peralatan konstan, maka daya sebanding dengan kuadrat tegangan

dimana P2 = daya sesungguhnya (watt) P1 = daya yang tercantum pada alat listrik (watt) V2 = tegangan sesungguhnya (volt) V1 = tegangan yang tercantum pada alat listrik (volt)

Hubungan satuan energi dan daya


Dalam SI daya listrik dinyatakan dalam watt sedangkan energi listrik dinyatakan dalam joule, sehingga dari hubungan daya dan energi

atau 1 watt = 1 J/s


atau 1 Joule = 1 Watt sekon

Dalam kehidupan sehari-hari energi listrik dinyatakan dalam satuan kWh (kilowatt jam), dimana 1 kWh = (1000 W ) (1 jam) 1 kWh = 3,6 x 106 W s Karena 1 W s = 1 Joule, maka 1kWh = 3,6 x 106 joule

Kesetaraan Kalor Dengan Energi Listrik


Pada pemanas listrik terjadi proses perubahan energi listrik menjadi kalor, dalam hal ini kesetaraan energi listrik dengan kalor dapat dinyatakan dengan persamaan :

Dengan : m = massa zat (kg) c = kalor jenis zat (J/kg0C) T = Perubahan suhu zat (oC) Q = Kalor (joule)

Soal-soal 1. Suatu elemen pemanas listrik mempunyai hambatan 20 dan dialiri arus 2 Ampere selama 1 menit. Berapakah besar energi listrik yang digunakan . 2. Pada sebuah lampu tertulis 25 W, 220 V, maka berapakah hambatan dalam lampu tersebut 3. Lampu pijar dari 100 W, 220 V, dipasang pada tegangan 110 V selama satu jam, maka berapakah energi yang terpakai? 4. Sebuah keluarga menyewa listrik PLN sebesar 500 W dengan tegangan 110 V. jia untuk penerangan keleurga itu menggunakan lampu 100 W, 220 V, maka berapakah jumlah lampu maksimum yang dapat dipasang !

Alat

ukur listrik Terdapat beberapa macam alat ukur listrik, diantaranya :

a. Amperemeter amperemeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur kuat arus listrik yang melalui suatu rangkaian listrik Amperemeter harus dipasang secara seri dengan komponen listrik yang akan diukur kuat arusnya Sebuah amperemeter mempunyai batas ukur tertentu, untuk memperbesar batas ukurnya, pada amperemeter harus ditambahkan suatu hambatan yang dipasang paralel dengan amperemeter. Hambatan tersebut dinamakan hambatan shunt (Rsh)

Rsh

Is I IA
A

rA

IA = batas ukur amperemeter I = arus yang akan diukur Is = I IA = arus pada hambatan shunt Is = nIA IA = IA (n - 1)

Hambatan shunt (Rsh) dipasang paralel dengan hambatan dalam amperemeter (rA), maka berlaku : Dimana : Rsh : hambatan shunt rA : hambatan dalam amperemeter n : kelipatan batas ukur amperemeter yang dikehendaki

b. Voltmeter Voltmeter adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur tegangan listrik pada suatu rangkaian listrik Voltmeter harus dipasang paralel dengan bagian rangkaian atau komponen listrik yang akan diukur tegangannya Agar batas ukur voltmeter dapat diperbesar, maka pada voltmeter harus dipasang hambatan depan yang disusun seri dengan voltmeter. V : batas ukur voltmeter Rd V : tegangan yang akan diukur

ab

rV

Vab = n V

Dimana : Rd : hambatan depan rv : hambatan dalam voltmeter n : kelipatan batas ukur voltmeter yang dikehendaki

Vd = Vab - V Vd = nV V Vd = V (n 1) I Rd = I rv (n 1)

Rd = rv (n 1)

SOAL
1. Batas pengukuran maksimum pada sebuah amperemeter sebesar 500 mA yang mempunyai hambatan dalam 30 ohm. Berapakah hambatan shunt yang harus dipasang untuk mengukur arus pada rangkaian sebesar 3 Ampere.

2. Sebuah voltmeter yang hambatnnya 60 ohm akan mengalami simpangan maksimum jika dilalui arus 0,02 A. Agar dapat digunakan untuk mengukur tegangan hingga 120 volt, berapakah hambatan depan yang harus dipasang .