Anda di halaman 1dari 41

BAB I PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG Pemerintah Kota Bengkulu melaksanakan berbagai upaya, yang mana pembangunan kesehatan merupakan salah satu pilar dari 3 (tiga) pilar utama pembangunan kota Bengkulu, oleh karena itu tidak dapat dipungkiri bahwa peranan Puskesmas sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat sangat strategis dalam mendukung pembangunan kota Bengkulu karena puskesmas adalah Unit Pelaksanaan Teknis Dinas Kesehatan Kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan disuatu wilayah kerjanya, yang fungsinya sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pusat pemberdayaan masyarakat, pusat pelayanan kesehatan strata pertama. Sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, maka UPTD Puskesmas Basuki Rahmad telah melaksanakan program-program pokok puskesmas telah dituangkan ke dalam kegiatan-kegiatan Puskesmas secara menyeluruh dan terpadu. Untuk melihat sejauh mana pelaksanaan program, kegiatan dan tingkat keberhasilan / kendala-kendala serta upaya kesehatan yang dihadapi serta sebagai bahan dalam perencanaan kegiatan pada tahun berikutnya maka disusunlah "Laporan Tahunan Puskesmas Basuki Rahmad Tahun 2012".

1.2 Tujuan 1.2.1 Tujuan Umum Untuk mempelajari tentang program-program pokok puskesmas dan evaluasi terhadap program-program yang ada di puskesmas Basuki Rahmad Kota Bengkulu 1.2.2. Tujuan Khusus a. Untuk mengetahui gambaran tentang program-program pokok puskesmas secara umum b. Untuk mengetahui gambaran tentang program-program pokok puskesmas yang dijalankan di puskesmas c. Untuk mengetahui gambaran tentang program-program pokok puskesmas yang belum dijalankan di puskesmas d. Untuk mengevaluasi tentang program-program pokok puskesmas

1.3 Manfaat Laporan 1. Manfaat Bagi Puskesmas a) Sebagai bahan laporan evaluasi dan informasi tentang pelaksanaan kegiatan selama tahun 2012. b) Sebagai bahan dalam pembuatan rencana kerja tahun berikutnya c) Sebagai tolak ukur keberhasilan kegiatan yang telah dilakukan selama 1 tahun.

b. Manfaat Bagi Mahasiswa a) Menambah pengetahuan dan sebagai bahan pembelajaran tentang programprogram pokok puskesmas b) Menambah pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam memberikan pelayanan di masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad.

BAB II TINJAUAN TEORITIS 2.1 Definisi Puskesmas Definisi Puskesmas Berdasarkan Kepmen kesehatan RI No.

128/Menkesehatan/SK/II/2004 Puskesmas adalah Usaha Pelaksana Teknis Dinas kesehatan kabupaten/kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembantu kesehatan di suatu wilayah kerja. Puskesmas adalah Organisasi fungsional yang menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat menyeluruh, terpadu, merata, dapat diterima dan terjangkau oleh masyarakat, dengan peran serta aktif masyarakat dan menggunakan hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tepat guna, dengan biaya yang dapat dipikul oleh pemerintah dan masyarakat. Departemen kesehatan RI 1991 menyatakan bahwa puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok Pusat Kesehatan Masyarakat. Puskesmas adalah unit pelaksanaan teknis dinas kesehatan kota yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di suatu wilayah kerja dan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan pemerintah yang berfungsi memberikan kesehatan dasar kepada masyarakat. Idealnya pelayanan kesehatan yang di berikan oleh puskesmas lebih di tekankan pada tindakan promotif dan preventif dari pada kuratif dan rehabilitatif

2.2 Fungsi Puskesmas 1. Pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan Puskesmas selalu berupaya menyelenggarakan dan memantau penyelenggarakan pembangunan lintas sektor termasuk oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya,sehingga berwawasan serta mendukung pembangunan kesehatan. Di samping itu, Puskesmas aktif memantau dan melaporkan dampak kesehatan dari peyelenggaraan setiap program pembangunan di wilayah

kerjanya.khususnya untuk pembangunan kesehatan dan pencegahan penyakit dan pemulihan kesehatan. 2. Pusat pemberdayaan masyarakat puskesmas termasuk dunia usaha memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan melayani diri sendiri dan masyarakat untuk hidup sehat, berperan dalam memperjuangkan kepentingan kesehatan, pemberdayaan perorangan, keluarga, dan masyarakat ini diselenggarakan dengan mmperhatikan kondisi dan situasi khususnya social budaya masyarakat setempat. 3. Pusat Pelayanan Kesehatan Strata pertama Puskesmas bertanggung jawab menyelenggarakan pelayanan kesehatan tingkat pertama secara menyeluruh ,terpadu dan keseimbangan. Pelayanan kesehatan tingkat pertama yang menjadi tanggung jawab puskesmas meliputi: a. Pelayanan Kesehatan Perorangan Pelayanan kesehatan perorangan adalah pelayanan yang bersifat pribadi (Private Goods) dengan tujuan utama menyembuhkan penyakit dan

pemulihan kesehatan perorangan tanpa mengabaikan pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pelayanan perorangan tersebut adalah rawat jalan dan untuk puskesmas tertentu ditambah dengan rawat inap. b. Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pelayanan Kesehatan Masyarakat adalah Pelayanan yang bersifat umum atau Public Goods dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan dan pemulihan kesehatan.pelayanan kesehatan masyarakat tersebut antara lain adalah promosi kesehatan , memberantas penyakit, kesehatan lingkungan, perbaikan gizi, peningkatan kesehatan keluarga, keluarga berancana, kesehatan jiwa serta berbagai program kesehatan masyarakat lainnya.

2.3 Kewenangan Puskesmas Adapun kewenangan adalah sebagai berikut : a. Menyelenggarakan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembangunan kesehatan di wilayah kecamatan sesuai dengan situasi kondisi, kultur budaya dan potensi setempat b. Mencari, menggali dan mengelola sumber pembiayaan yang berasal dari Pemerintah, masyarakat, swasta dan sumber lain dengan sepengetahuan Dinas Kesehatan Kabupaten I Kota, yang kemudian di pertanggung jawabkan untuk pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya c. Mengangkat tenaga institusi/honorer, pemindahan tenaga dan

pendayagunaan tenaga kesehatan di wilayah kerjanya dengan sepengetahuan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota d. Melengkapi sarana dan prasarana termasuk peralatan medis dan non medis yang dibutuhkan.

2.4 Tugas Puskesmas Tugas: 1. Melaksanakan program kesehatan dasar yang meliputi: 1. 2. 3. 4. Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Kesehatan Ibu dan Anak, termasuk Keluarga Berencana Upaya Kegiatan Gizi Masyarakat
6

5. 6.

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Upaya Pengobatan.

2. Melaksanakan program yang sesuai dengan permasalahan kesehatan masyarakat setempat dan atau sesuai tuntunan masyarakat sebagai program inovatif dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya yang tersedia dan dukungan dari masyarakat. 3. Semua tugas diatas dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas beserta staf.

2.5 Visi Dan Misi Puskesmas 2.5.1 Visi Puskesmas Visi puskesmas adalah mewujudkan kecamatan sehat menuju tercapainya Indonesia sehat 2015. Dalam menentukan keberhasilan mewujudkan visi tersebut, perlu di tetapkan indikator kecamatan sehat antara lain sebagai berikut: 1. Indikator lingkungan sehat 2. Indikator perilaku sehat 3. Indikator pelayanan kesehatan yang bermutu 4. Indikator derajat kesehatan yang optimal Indikator yang ditetapkan hendaknya mempertimbangkan kaidah sederhana, mudah diperoleh ,mudah diinterprestasikan, sensitif dan spesifik

2.5.2 Misi Puskesmas Misi pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh puskesmas adalah mendukung tercapainya misi pembangunan kesehatan nasional. Misi tersebut adalah : 1. Mengerakkan pembangunan berwawasan kesehatan di wilayah kerjanya. Puskesmas akan selalu mengerakkan pembangunan sektor lain yang diselenggarakan diwilayah kerjanya agar memperhatikan aspek kesehatan .yaitu pembangunan yang tidak

menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan , setidak-tidaknya terhadap lingkungan dan perilaku masyarakat. 2. Mendorong akan selalu berupaya agar setiap keluarga dan masyarakat yang bertempat tinggal diwilayah kerjanya semakin berdaya di bidang kesehatan,melalui peningkatan pengetahuan dan kemampuan menuju kemandirian untuk hidup sehat. 3. Memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau. Puskesmas akan selalu berupaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang sesuai dengan standar memuaskan masyarakat, mengupayakan pemerataan pelayanan kesehatan serta meningkatkan efisiensi pengelolaan dan sehingga dapat dijangkau oleh seluruh anggota masyarakat. 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Puskesmas akan selalu berupaya

memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga dan masyarakat yang berkunjung dan yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, tanpa diskriminasi dan dengan menerapkan kemajuan dan teknologi kesehatan yang sesuai upaya pemeliharaan dan peningkatan yang dilakukan Puskesmas mencakup pula Askep di lingkungan wilayah kerjanya

2.6 Azaz dan Upaya Penyelenggaraan Puskesmas 2.6.1 Azaz Penyelenggaraan Puskesmas Penyelenggaraan upaya kesehatan wajib dan upaya kesehatan terpadu.

pengembangan harus menerapkan azas penyelenggaraan puskesmas secara Azas penyelenggaraan

Puskesmas tersebut dikembangkan dan ketiga fungsi

Puskesmas. Dasar pemikiran adalah pentingnya menerapkan prinsipdasardari setiap fungsi Puskesmas dalam menyelenggarakan setiap upaya Puskesmas, baik upaya kesehatan pengambangan, azas penyelenggaraan Puskesmas yang di maksud adalah :

1. Azas pertanggung jawab meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah kerjanya, berbagai kegiatan yang harus dilaksanakan Puskesmas antara lain: a. Mengerakkan pembangunan di berbagai sektor di kecamatan sehingga berwawasan kesehatan b. Memantau dampak berbagai upaya pembangunan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah kerjanya. c. Memelihara setiap upaya kesehatan strata pertama yang diselenggarakan oleh masyarakat dan dunia usaha di wilayah kerjanya. d. Penyelenggarakan upaya kesehatan strata pertama secara merata dan terjangkau di wilayah kerja 2. Azas Pemberdayaan Masyarakat Puskesmas wajib memperdayakan perorangan, keluarga dan masyarakat agar berperan aktif dalam setiap upaya Puskesmas. Beberapa kegiatan yang harus dilaksanakan oleh Puskesmas dalam rangka pemberdayaan masyarakat antara lain : a. Upaya kesehatan ibu dan anak : Posyandu, Polindes, Bina Keluarga Balita (BKB) b. Upaya perbaikan gizi : Posyandu, Panti Pemulihan Gizi, Keluarga Sadar Gizi (Kadarzi) c. Upaya kesehatan sekolah : Dokter Kecil, Dokter Remaja. d. Upaya kesehatan lingkungan : Kelompok Pemakai Air (Polmair Desa

Percontohan Kesehatan Lingkungan (DPKL), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) e. Upaya Usia Lanjut : Posyandu Lansia f. Upaya Kesehatan Kerja : Pos UKK g. Upaya Kesehatan Jiwa : Posyandu , Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa Masyarakat. h. Upaya Pengobatan Tradisional : Taman Obat Keluarga (TOGA), Pembinaan Batra i. Upaya Pembiayaan Jaminan Kesehatan: Dana Sehat, Tabungan Ibu Bersalin (Tabulin)
9

3. Azas Keterpaduan Dibedakan manjadi: a. Keterpaduan Lintas Program Memandukan beberapa program sehingga menjadi satu yang bertujuan untuk memperoleh hasil yang maksimal. b. Keterpaduan Lintas Sektor Memadukan penyelenggaraan upaya Puskesmas dengan sektor terkait di kecamatan. 4. Azas Rujukan Dibedakan menjadi : a. Perorangan 1. Rujukan Kasus 2. Rujukan Bahan Pemeriksaan 3. Rujukan Ilmu Pengetahuan b. Masyarakat 1. Kejadian Luar Biasa (KBL) 2. Pencemaran Lingkungan 3. Bencana

2.6.2 Upaya Penyelenggaraan Puskesmas Upaya puskesmas dibedakan menjadi 2 yakni : Untuk

mencapai visi pembangunan kesehatan kecamatan sehat menuju

melalui Puskesmas sehat Puskesmas

terwujudnya

Indonesia

bertanggung jawab

menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang keduanya jika di tinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan pelayanan kesehatan tingkat pertama. Upaya tersebut di kelompokkan menjadi dua yaitu: 1. Upaya Kesehatan wajib. Upaya kesehatan wajib nasional, Puskesmas adalah regional dan global

upaya yang di tetapkan

berdasarkan komitmen

serta yang mempunyai daya ungkit tinggi untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Upaya kesehatan wajib ini harus diselenggarakan oleh

setiap Puskesmas yang ada di wilayah indonesia.


10

Upaya Kesehatan Wajib tersebut adalah : a. Upaya promosi kesehatan b. Upaya kesehatan lingkungan c. Upaya kesehatan ibu dan anak serta keluarga berencana d. Upaya perbaikan gizi masyarakat e. Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit menular f. Upaya pengobatan g. Upaya pencacatan dan pelaporan 2. Upaya Kesehatan Pengembangan Upaya kesehatan pengembangan Puskesmas adalah upaya yang di tetapkan

berdasarkan permasalahan kesehatan yang ditemukan di masyarakat serta yang disesuaikan dengan kemampuan Puskesmas . Upaya kesehatan pengembangan dipilih dari daftar upaya kesehatan pokok Puskesmas yang telah ada yaitu : a. Upaya Kesehatan Sekolah b. Upaya Kesehatan Keluarga c. Upaya Kesehatan Olahraga d. Upaya Kesehaatan Kerja e. Upaya Kesehatan Gigi dan Mulut f. Upaya Kesehatan Jiwa g. Upaya Kesehatan Mata h. Upaya Kesehatan Usia Lanjut

Upaya Kesehatan Pengobatan Tradisional, Upaya Laboraturium Medis, dan Laboratorium Kesehatan masyarakat, serta upaya pencacatan laporan tidak termasuk pilihan karena ketiga upaya ini merupakan pelayanan penunjang dari setiap upaya wajib dan upaya pengembangan Puskesmas. Perawatan kesehatan masyarakat merupakan pelayanan penunjang baik upaya kesehatan pengembangan. Apabila perawatan kesehatan masyarakat menjadi permasalahan spesifik di daerah tersebut maka dapat dijadikan sebagai salah satu upaya kesehatan pengembangan.
11

Upaya kesehatan pengembangan puskesmas dapat pula bersifat upaya

inovasi,

yakni upaya lain di luar upaya Puskesmas tersebut diatas yang sesuai dengan kebutuhan. Pengembangan dan pelaksana upaya inovasi ini adalah dalam rangka mempercepat tercapainya visi Puskesmas. Pemilihan upaya kesehatan pengembangan ini dilakukan oleh Puskesmas bersama dinas kesehatan kabupaten/kota dengan mempertimbangkan masukan dari BPP. Upaya kesehatan pengembangan dilakukan apabila upaya kesehatan wajib Puskesmas telah terlaksana secara optimal dalam arti target cakupan serta peningkatan mutu pelayanan telah tercapai. Penetapan upaya kesehatan pengembangan pilihan Puskesmas ini dilakukan oleh dinas kesehatan kabupaten/kota. Apabila Puskesmas belum mampu menyelenggarakan upaya kesehatan pengembangan padahal telah menjadi kebutuhan masyarakat maka dinas kesehatan kabupaten/kota bertanggung jawab dan wajib menyelenggarakannya. Untuk itu dinas kesehatan kabupaten/kota perlu di lengkapi dengan berbagai unit fungsional lainnya. Dalam keadaan tertentu , masyarakat membutuhkan pula pelayanan rawat inap tersebut, yang dalam pelaksanaannya tenaga , sarana dan prasarana sesuai dengan standar yang telah di tetapkan. Lebih lanjut, di beberapa daerah tertentu telah muncul pula kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan medik spesialitik. Keberadaan pelayanan medik spesialitik di Puskesmas hanya dalam rangka mendekatkan pelayanan rujukan kepada masyarakat yang membutuhkan . Status dokter dan atau tenaga spesialis yang berkerja di Puskesmas dapat sebagai tenaga konsulen atau tenaga tetap fungsional Puskesmas yang di atur oleh dinas kesehatan kabupaten/kota setempat.

12

2.7 Program Pokok Puskesmas Untuk tercapainya visi pembnagunan kesehatan melalui Puskesmas melalui Puskesmas yakni terwujudnya kecamatan sehat menuju Indonesia sehat 2015, Puskesmas bertanggungjawab menyelenggarakan upaya kesehatan perorangan (UKP) dan upaya kesehatan masyarakat (UKM) yang keduanya jika di tinjau dari sistem kesehatan nasional merupakan layanan kesehatan tingkat pertama. Pada Puskesmas yang sempurna usaha-usaha pokok yang dilakukan ada 18 program seperti tercantum dalam program Kesehatan Nasional Indonesia yaitu : 1. Kesehatan ibu dan anak 2. Keluarga berencana 3. Usaha peningkatan gizi 4. Kesehatan lingkungan 5. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular 6. Pengobatan termasuk pelayanan darurat karena kecelakaan 7. Penyuluhan kesehatan masyarakat 8. Usaha kesehatan sekolah 9. Kesehatan kerja 10. Kesehatan gigi dan mulut 11. Kesehatan keluarga 12. Kesehatan jiwa 13. Kesehatan mata 14. Laboraturium sederhana 15. Kesehatan masyarakat 16. Perawat lanjut usia 17. Pengobatan tradisional 18. Pencacatan dan pelaporan dalam rangka sistem informasi kesehatan

13

2.8 Manajemen Puskesmas 1. Perencanaan Puskesmas merupakan organisasi struktural dan sebagai unit pelaksana teknis dinas, aspek fungsional bidang pelayanan kesehatan masyarakat yang merupakan unit pelaksana pelayanan kesehatan masyarakat tingkat 1 yang dibina oleh DKK, bertanggungjawab untuk melaksanakan identifikasi kondisi masalah kesehatan masyarakat dan lingkungan serta fasilitas pelayanan kesehatan meliputi cakupan, mutu pelayanan, identifikasi mutu sumber daya manusia dan provider, serta menetapkan kegiatan untuk menyelesaikan masalah. Perencanaan meliputi kegiatan program dan kegiatan rutin puskesmas yang berdasarkan visi dan misi puskesmas sebagai sarana pelayanan kesehatan primer dimana visi dan misi digunakan sebagia acuan dalam melakukan setiap kegiatan pokok puskesmas . Selain itu, kebijakan sistem puskesmas perlu ditinjau setiap akan melakukan perencanaan program, kebijakan tersebut meliputi kebijakan mandiri dari Puskesmas serta adanya fungsi dan upaya puskesmas yang berlandaskan pada UUD 1945 pasal 28, UU No.22 tahun 1999 dan UU No.25 tahun 1999, PP No.25 tahun 2000 serta PP No.48 tahun 2000 dimana tujuan dari kebijakan tersebut adalah untuk mewujudkan puskesmas yang kuat dari segi kemitraan, unit kesehatan mandiri, akuntabilitas dan teknologi tepat guna. Budgeting dalam perencanaan manajemen keuangan dikelola sendiri oleh puskesmas sesuai tatacara pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, adapun sumber biaya didapatkan dari pemerintah daerah, retribusi puskesmas, swasta atau lembaga sosial masyarakat dan pemerintah adapun pembiayaan tersebut ditujukan untuk jenis pembiayaan layanan kesehatan yang mempunyai ciri ciri barang atau jasa publik seperti penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi, P2M dan pelayanan kesehatan yang mempunyai ciri ciri barang atau jasa swasta seperti pengobatan individu.
14

2. Organizing Dinas Kesehatan Kota mempunyai tugas untuk menentukan dan menetapkan struktur organisasi puskesmas dengan pertimbangan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat tingkat I, adapun pola organisasi meliputi kepala, wakil kepala, unit tata usaha, unit fungsional agar tidak terajdi tumpang tindih dalam pelaksanaan kegiatan yang nantinya akan berpengaruh terhadap kualitas program yang ditangani. Struktur organisasi dan tata kerja : Struktur organisasi puskesmas a) Unsur pimpinan b) Unsur pembantu pimpinan c) Unsur pelaksana Tugas pokok : 1. Kepala Puskesmas Bertugas memimpin, mengawasi dan mengkoordinasikan kegiatan puskesmas yang dapat dilakukan dalam jabatan structural, dan jabatan fungsional. 2. Kepala urusan tata usaha Bertugas dibidang kepegawaian, keuangan perlengkapan dan surat menyurat serta pencatatan dan pelaporan. 3. Unit I Bertugas melaksanakan kegiatan kesejahteraan ibu dan anak, keluarga berencana dan perbaikan gizi. 4. Unit II Melaksanakan kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit menular khususnya imunisasi, kesehatan lingkungan dan laboratorium sederhana. 5. Unit III Melaksanakan kegiatan kesehatan gigi dan mulut, kesehatan tenaga kerja dan manula.
15

: Kepala Puskesmas : Tata usaha : Unit I, II, III, IV, V, VI, VII.

6. Unit IV Melaksanakan kegiatan perawatan kesehatan masyarakat, kesehatan sekolah dan olahraga, kesehatan jiwa, kesehatan mata dan kesehatan khusus lainnya. 7. Unit V Melaksanakan kegiatan pembinaan dan pengembangan upaya masyarakat dan penyuluhan kesehatan masyarakat, kesehatan remaja dan dana sehat. 8. Unit VI Melaksanakan kegiatan pengobatan rawat jalan dan rawat inap 9. Unit VII Melaksanakan kegiatan kefarmasian. 3. Actuating a. Sistem ketenagaan Juster (1984) menyatakan bahwa pendidikan merupakan faktor yang penting dalam seorang pekerja. Melalui pendidikan akan menghasilkan perubahan keseluruhan cara hidup seseorang. Pearlin dan Kohn (1966) menyatakan bahwa seseorang yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi mempunyai keinginan untuk mengembangkan dirinya sedangkan mereka yang berasal dari tingkat pendidikan rendah cenderung untuk mempertahankan kondisi yang telah ada. Sistem ketenagaan yang ada di puskesmas dilaksanakan sesuai program yang dikembangkan serta kemampuan dana dengan diketahui oleh DKK, kuantitas tenaga didasarkan pada kebutuhan prioritas layanan kesehatan dan pendayagunaan tenaga kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan layanan kesehatan dan profesionalisme pekerjaan. Sesuai PP RI No.32 tahun 1996 tentang tenaga kesehatan yang seharusnya ada adalah tenaga medis, kesehatan masyarakat (penyuluh

16

kesehatan, sanitarian), tenaga gizi, tenaga keperawatan, farmasi, dan teknisi medis (analis dan perawat gigi). b. Pengembangan Staff Tujuan : kegiatan pengembangan staff ditujukan untuk meningkatkan produktifitas organisasi. Jenis jenis pengembangan staff : 1. Pelatihan induksi Merupakan indoktrinasi standart dan singkat bagi filosofi unit kerja, tujuan, program, kebijaksanaan dan peraturan yang diberikan kepada masing masing pekerja selama tiga hari pertama kerja untuk memastikan identifikasi dengan filosofi unit kerja,tujuan dan norma norma. 2. Orientasi Merupakan pelatihan perseorangan yang dipakai untuk mengakrabkan pegawai baru dengan tanggungjawab pekerjaan, tempat kerja, pelanggan dan rekan kerja. 3. Kelanjutan pendidikan Hal ini termasuk kegiatan pembelajaran yang direncanakan dibalik program pendidikan dasar keperawatan dan dirancang untuk memberikan pengetahuan, keterampilan, dan sikap bagi peningkatan praktek keperawatan. c. Konsep konsep pengembangan staff 1. Daya saing Ketidaksesuaian yang dapt diukur antara daya saing dan pekerjaaan seseorang sebenarnya dengan tingkat daya saing yang diinginkan. 2. Minat Faktor yang mempengaruhi seseorang untuk menerima atau menolak objek, orang, untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan.

17

3. Kebutuhan pendidikan Merupakan keadaan memiliki kualitas atau kemampuan yang dianggap perlu bagi peran tertentu. 4. Pembelajaran teknis Perubahan dalam perilaku yang disadari dan disengaja terutama kognitif dan psikomotor yang terjadi sebagai respon terhadap stimulus yang diberikan oleh pengajar. d. Tahapan pengembangan staff 1. Awal usia 20 25 tahun 2. Usia 20 30 tahun : membuat arah pekerjaan :menjawab pekerjaan dan tekanan

pribadi dengan mempertanyakan komitmen pada pekerjaan dan hubungan keluarga. 3. Akhir usia 30 tahun : mengaitkan dirinya dengan pembimbing yang

memungkinkan mengunggulinya. 4. Usia 40 tahun : memisahkan diri dari pembimbing 5. Usia 50 tahun : pengembangan dan perbaikan pengetahuan dan keterampilan. e. Mengorganisir sumber daya pengembangan staf Keberhasilan usaha pengembangan staf tergantung pada penataan sumber daya yang sesuai. Sumber sumber pendidikan lanjutan untuk pegawai keperawatan dapat berupa pengajar, sumber daya dari konsorsia kesehatan, afiliasi dengan perguruan tinggi, organisasi keperawatan professional dan tugas belajar. f. Motivasi staf Menurut Stoner dan Freeman (1995), Ngalim Purwanto (2000), Shortel & Kaluzni (1994) motivasi adalah karakteristik psikologi manusia yang memberikan kontribusi pada tingkat komitmen seseorang. Hal ini termasuk faktor faktor yang menyebabkan, menyalurkan dan mempertahankan tingkah laku manusia dalam arah tekad tertentu.
18

Motivasi mempunyai peranan yang sangat penting dalam suatu organisasi, motivasi yang tepat dapat memajukan dan mengembangkan oraganisasi. Unsur manusia dalam organisasi terdiri dari 2 kelompok orang yaitu orang yang memimpin (manajer) dan orang yang dipimpin (pegawai / pekerja). Manajer bertanggungjawab untuk memotivasi orang yang dipimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi. Motivasi dalam organisasi kerja ditinjau dari segi perannya terdapat 2 macam yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi positif adalah motivasi yang menimbulkan harapan yang sifatnya menguntungkan atau menggembirakan bagi pegawai misalnya gaji, fasilitas, karier, jaminan hari tua, jaminan kesehatan, jaminan keselamatan dan lain lain. Sedangkan motivasi negatif adalah motivasi yang menimbulkan rasa takut misalnya ancaman, tekanan, intimidasi dan semacamnya. Dengan motivasi negatif orang lain dapat digerakkan oleh pihak yang memotivasi untuk tujuan tertentu, namun hal ini tidak dapat dipertahankan dalam waktu yang lama. Ada 3 unsur penting dalam motivasi yaitu antara kebutuhan, dorongan dan tujuan. Kebutuhan muncul karena ada sesuatu yang kurang dirasakan oleh seseorang, baik fisiologis maupun psikologis. Dorongan merupakan arahan untuk memenuhi kebutuhan sedangkan tujuan adalah akhir dari suatu siklus motivasi. g. Komunikasi dalam manajemen 1. Proses komunikasi Tappen (1995) mendefinisikan komunikasi adalah suatu

pertukaran pikiran, perasaan dan pendapat dan memberikan nasehat dimana terjadi antara dua orang atau lebih bekerjasama. Komunikasi juga merupakan suatu seni untuk dapat menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara yang mudah sehinga orang lain dapat mengerti dan menerima.
19

2. Komunikasi dalam keperawatan Unsur yang ada dalam setiap komunikasi adalah pengirim pesan (sender), pesan (massage), penerima pesan (receiver). Pesan dapat berupa verbal, tertulis maupun non verbal. Lingkungan internal maupun eksternal juga dilibatkan, yang termasuk lingkungan internal adalah nilai nilai, kepercayaan, temperamen dan tingkat stress sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu, waktu. 3. Prinsip komunikasi manajer keperawatan Tahapan komunikasi : a. Manajer harus mengerti struktur organisasi agar dapat memahami sasaran dari pengambilan keputusan b. Komunikasi merupakan bagian proses yang tak terpisahkan dalam kebijakan organisasi. Manajer harus mempertimbangkan isi komunikasi termasuk dampaknya terhadap orang yg dipimpinnya. c. Komunikasi harus jelas, sederhana dan tepat. d. Manajer harus meminta umpan balik agar dapat mengetahui keefektifan dan keakuratan komunikasi. e. Komponen penting lainnya bagi seorang manajer adalah menajdi pendengar yang baik. 4. Controlling Controlling dalam manajemen puskesmas merupakan indikator keberhasilan puskesmas yang meliputi 2 faktor yaitu menjadi indikator pencapaian sehat meliputi lingkungan, perilaku masyarakat, layanan kesehatan dan status kesehatan mrliputi KEP balita, insiden penyakit yang berbasis lingkungan dan kesehatan ibu dan anak. Selain itu juga merupakan indikator penggerak pembangunan berwawasan kesehatan, pemberdayaan masyarakat dan keluarga, pelayanan kesehatan tingkat I meluputi :

20

a. Evaluasi Salah satu ukuran pengawasan yang digunakan oleh manajer guna mencapai hasil organisasi adalah sistem penilaian kerja karyawan. Melalui evaluasi regular dari setiap pelaksanaan kerja pegawai manajer dapat mencapai beberapa tujuan. Prinsip prinsip evaluasi : 1. Evaluasi pekerja sebaiknya didasarkan pada standar pelaksanaan kerja, orientasi tingkah laku untuk posisi yang ditempati. 2. Sample tingkah laku perawat yang cukup representative 3. Perawat sebaiknya diberi salinan deskripsi kerja, standar pelaksanaan kerjadan bentuk evaluasi untuk peninjauan ulang. 4. Terdapat strategi pelaksanaan kerja yang memuaskan dan strategi perbaikan yang diperlukan. 5. Manajer menjelaskan area mana yang dijadiakn prioritas 6. Pertemuan evaluasi antara perawat dan menajer sebaiknya dilakukan dalam waktu yang tepat. 7. Laporan evaluasi maupun pertemuan tersusun secara rapih sehingga membantu dalam pelaksanaan kerja. Alat evalausi : 1. laporan tanggapan bebas 2. Pengurutan yang sederhana 3. Checklist pelaksanaan kerja 4. Penilian grafik

b. Kontrol kualitas Merupakan suatu upaya organisasi dalam menyediakan pelayanan yang memenuhi standar professional dan dapat diterima oleh klien. Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan kesehatan yang dapat memuaskan setiap pemakaian jasa pelayanan kesehatan sesuai
21

dengan

tingkat

kepuasan

rata

rata

penduduk,

serta

yang

penyelenggaraannya sesuai dengan standar atau kode etik profesi yang telah ditetapkan (Azwar, 1996).

a. Kriteria mutu pelayanan kesehatan 1. Struktur Kriteria rumah sakit, unit keperawatan (LOD, visi dan misi, konsep asuhan keperawatan) 2. Proses Fungsi, proses interpersonal, metode pengorganisasian, perspektif keperawatan proesional, praktek keperawatan professional. 3. Tujuan Tingkat kesehatan atau kesejahteraan, kemampuan fungsional, kepuasan pasien, sumber penggunaan/ pengeluaran efektif dan efisien, kejadian dan proses yang tidak menyenangkan. b. Syarat pelayanan berkualitas : a. Efficacy (kemanjuran) b. Appropriatennes (kepantasan) c. Accebility (mudah dicapai) d. Accepbility (diterima) e. Effectiveness (keberhasilan) f. Efficiency (ketepatan) g. Continuity (terus - menerus) c. Pelaksanaan kegiatan pengendalian mutu a. Menetapkan masalah mutu pelayanan kesehatan yang

diselenggarakan b. Menetapkan penyebab masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan

22

c. Menetapkan cara penyelesaian masalah mutu pelayanan kesehatan yang diselenggarakan d. Menetapkan kesehatanan. e. Menyusun sasaran tudak lanjut untuk lebih memantapkan serta meningkatkan mutu pelayanan. cara penyelesaian masalah mutu pelayanan

23

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Situasi lingkungan dan kependudukan dan sumber daya pembangunan kesehatan 1. Geografis dan Kependudukan Puskesmas Basuki Rahmad mempunyai Empat Daerah Binaan yaitu Kelurahan Pagar Dewa, Kelurahan Sumur Dewa, Kelurahan Bumi Ayu, Kelurahan Sukarami Kelurahan yang terletak di kecamatan Selebar Kota Bengkulu. Wilayahnya agak berbukir-bukit serta lingkungan Pesisir pantai. Adapun batas-batas wilayah Puskesmas Basuki Rahmad adalah sebagai berikut : a. Sebelah utara berbatasan dengan Kelurahan Sidomulyo b. c. d. Sebelah selatan berbatasan dengan Kelurahan Pekan sabtu Sebelah barat berbatasan dengan Kelurahan Muara Duo Sebelah timur berbatasan dengan Air Sebakul Dengan luas wilayah 27,74 Km2 dengan jumlah penduduk 35.169 jiwa dan jumlah KK 6747 yang terdiri dari 4 Kelurahan, yaitu : a. Kelurahan Pagar Dewa terdiri Dari b. Kelurahan Bumi Ayu terdiri dari c. Kelurahan Sumur Dewa terdiri dari d. Kelurahan Sukarami terdiri dari :14.469 Jiwa = 3.745 KK : 5.715 Jiwa : 7.155 Jiwa : 7.830 Jiwa = 1.126 KK = 1.520 KK = 1.416 KK

24

2.

Suku dan Agama Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Basuki Rahmad sebagian besar adalah Suku Lembak dan Serawai ditambah pendatang dari suku Jawa, Batak, Sunda, dan Bugis sebagian besar penduduknya menganut agama islam dan ada juga agama lain, seperti Kristen, Budha.

3. Kependudukan Jumlah penduduk sebanyak 35.169 jiwa serta 7.807 jiwa jumlah Kepala Keluarga (KK). 4. Sosial Ekonomi. Sebagaimana layaknya masyarakat perkotaan lainnya, penduduk Kelurahan Kelurahan Pagar Dewa, Kelurahan Sumur Dewa, Kelurahan Bumi Ayu, Kelurahan Sukarami Kelurahan yang terletak di kecamatan Selebar Kota Bengkulu adalah masyarakat urban yang menyebabkan komposisi penduduk menjadi sangat beragam baik suku, bahasa, agama, pendidikan maupun adat istiadat. Hal ini tentu membutuhkan strategi pendekatan kepada masyarakat yang berbeda pula sesuai dengan situasi yang ada. Bahasa sehari-hari yang dipakai adalah bahasa daerah Bengkulu, Batak, Jawa, Sunda, dan lain-lain. Komposisi tingkat pendidikan masyarakat adalah; TK, SD, SLTP, SLTA, Akademi/Perguruan Tinggi dan Buta Huruf. Tingkat pendidikan ini biasa dipakai sebagai tolak ukur kemampuan penerimaan masyarakat terhadap Program Kesehatan.

25

Disini terlihat tingkat pendidikan masyarakat sudah cukup tinggi, sehingga kami anggap sudah cukup mampu untuk menerima program kesehatan yang kita programkan. Mata pencaharian masyarakat pada umumnya Pegawai Negeri (PN5), Pedagang, Petani, TNI, Polri Karyawan swasta dan Wiraswasta.

3.2 Visi dan Misi Visi pembangunan kesehatan melalui puskesmas adalah tercapainya Kecamatan Selebar Sehat 2015. UPTD Puskesmas Basuki Rahmad Mempunyai Visi "Mewujudkan masyarakat Kecamatan Selebar Sehat 2015". Untuk dapat mewujudkan Visi tersebut Puskesmas Basuki Rahmad mempunyai 4 (Empat) Misi, yaitu: 1. Menggerakan pembangunan kecamatan Selebar Sehat 2015 2. Memberdayakan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan 3. Memberikan pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bermutu merata dan 4. Memelihara dan meningkatkan kesehatan individu, keluarga dan masyarakat beserta lingkungannya. Guna mewujudkan Visi dan Misi tersebut, puskesmas Basuki Rahmad mempunyai Moto: Puskesmas Basuki Rahmad Bersahaja, yang berarti bahwa puskesmas Basuki Rahmad adalah Puskesmas yang Bersih, Aman Harmonis, Antusias, Jeli dan Amanah dalam melaksanakan tugas memberikan pelayanan kepada masyarakat.

26

ALUR PELAYANAN UPTD PUSKESMAS BASUKI RAHMAD

IMUNISASI

POLI GIGI

PASIEN DATANG

LOKET PENDAFTARAN

POLI UMUM POLI UMUM POLI TBC/P2M POLI KIA/KB

APOTEK

PASIEN PULANG

GIZI

RUJUKAN

LABOR

KESLING

3.3 Strategi dan Kebijakan Puskesmas Untuk mencapai Visi dan Misi tersebut di atas, digunakan strategi dan kebijakan sebagai berikut : 1. Mengembangkan dan menetapkan pendekatan ke wilayahan yang mantap di tingkat Kecamatan/Kelurahan agar pembangunan berwawasan kesehatan selalu diterapkan pada pembangunan disemua bidang. 2. Mengembangkan dan menerapkan azas kemitraan serta pemberdayaan masyarakat dan keluarga, antara lain : LSM, Dunia Usaha dan Instansi masyarakat lainnya dalam mewujudkan pembangunan kesehatan.

27

3. Meningkatkan Profesional petugas, agar terwujud pelayanan yang efektif, efisien dan bermutu dengan pendidikan dan latihan, kursus-kursus dan lainlain. 4. Mengembangkan kewenangan Puskesmas sesuai kewenangan yang telah diberikan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu. 3.4 Sarana dan Prasarana 1. Sarana Pendidikan a. b. c. d. e. f. g. h. 2. Paud Taman Kanak-kanak Sekolah Dasar MI SLTA/MAN Perguruan Tinggi SLTP Ponpes : 9 Buah : 5 Buah : 8 Buah : 1 Buah : 2 Buah : 1 Buah : 2 Buah : 2 Buah

Sarana Sosial dan Tempat Ibadah a. b. c. Masjid Pasar Panti : 49 Buah : 1 Buah : 2 buah

3. Organisasi Kemasyarakatan a. b. c. LPM Karang Taruna Risma


28

: 4 buah : 2 buah : 40 buah

d. e. f.

LSM PKK Majelis Taklim

: 4 buah : 4 buah : 60 buah

4. Sarana Pelayanan Kesehatan a. b. c. d. e. f. g. Puskesmas Puskesmas Pembantu Posyandu Praktek Bidan Swasta Praktek Dokter Klinik Atalla Klinik KB : 1 buah : 7 buah : 13 buah : 35 buah : 10 buah : 1 unit : 2 unit

3.5

SDM dan Sarana Pelayanan Kesehatan Jumlah dan Jenis tenaga kesehatan yang ada di UPTD Puskesmas Basuki Rahmad pada Tahun 2012 sudah cukup memadai, sehingga dapat mendukung kelancaran dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari. Secara rinci dapat dilihat dari lampiran tabel. Untuk mendukung Pelayanan Kesehatan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Basuki Rahmad, dibantu oleh Puskesmas Pembantu yang ada di 4 Kelurahan, yaitu Pustu Pagar Dewa 1, Pustu Pagar Dewa 2, Pustu Pagar Dewa 3, Pustu Pagar Dewa 4, Pustu Sukarami, Pustu Bumi Ayu, Pustu Alfatindo. Sarana dan Prasarana UPTD Puskesmas Basuki Rahmad berupa : 1 Gedung Induk Puskesmas, 7 Gedung Puskesmas Pembantu, Kendaraan Roda
29

dua 7 Unit (1 rusak ringan), Kendaraan Roda 4 2 Unit dan didukung oleh penerangan Listrik, PDAM, dan Telepon

30

31

3.6 Uraian Tugas Pokok Puskesmas Basuki Rahmad A. Tugas Pokok Kepala UPTD Puskesmas Basuki Rahmad a) Bertanggung jawab atas seluruh kegiatan puskesmas b) Memimpin pelaksanaan tugas pokok dan fungsi puskesmas c) Membina kerjasama karyawan/ karyawati dalam pelaksanaan tugas sehari-hari d) Melakukan pengawasan melekat bagi seluruh pelaksanaan kegiatan program dan pengelolaan keuangan e) Mengandalkan koordinasi dengan kepala kecamatan dan lintas sektoral dalam upaya pembangunan kesehatan wilayah kerja f) Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak dan mayarakat dalam rangka peningkatan derajat kesehatan masyarakat g) Menyusun perencanaan kegiatan puskesmas dengan dibantu oleh staff Puskesmas h) Memonitor dan mengevaluasi kegiatan Puskesmas i) Melapor hasil kegiatan program ke dinas kesehatan kota baik berupa laporan rutin maupun khusus. j) Membina petugas dalam meningkatkan mutu pelayanan k) Melakukan supervise dalam kegiatan di puskesmas induk, pustu, pos Puskesling, polindes, posyandu dan di masyarakat.

B. Tugas Pokok Dokter Puskesmas Basuki Rahmad a) Sebagai ketua tim mutu puskesmas, mengkoordinir seluruh kegiatan manajemen mutu di puskesmas b) Melaksanakan tugas pelayanan keadaan pasien puskesmas c) Membentuk manajemen dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi puskesmas d) Membantu manajemen membina karyawan/ karyawati dalam

pelaksanaan tugas sehari-hari e) Membantu menyusun perencanaan kegiatan puskesmas


32

f) Membantu manajemen dan memonitor dan mengevaluasi kegiatan puskesmas g) Membina petugas dalam meningkatakan mutu pelayanan h) Membina perawat, bidan dalam pelaksanaan MTBS i) Membantu manajemen melakukan supervise dalam pelaksanaan kegiatan di puskesmas induk, pustu, pos puskesling, polindes, posyandu dan di masyarakat. j) Mengkoordinir kegiatan sistem informasi kesehatan. k) Menyusun laporan tahunan profil kesehatan dibantu oleh staff yang lain.

C. Tugas Pokok Dokter Gigi Puskesmas Basuki Rahmad a) Sebagai koordinator kesehatan yankesmas b) Bertanggung jawab atas kegiatan pelayanan BP gigi c) Melaksanakan pelayanan pemeriksaan dan pengobatan pasien gigi dan membina unit BP gigi dalam pelaksanaan quality assurancy d) Membantu kepala puskesmas dalam peningkatan mutu pelayanan e) Membatu kepala puskesmas dalam melakukan koordinasi dengan dinas lintas sektoral terkait dalam upaya kerjasama dalam melaksanakan kegiatan pembangunan kesehatan f) Membantu pelaksanaan kegiatan lapangan dalam kegiatan UKS/ UKGS/ UKGMD g) Membantu kepala puskesmas dalam membina karyawan di bidang medis h) Membantu kepala puskesmas dalam menyusun perencanaan kegiatan puskesmas i) Membantu kepala puskesmas puskesmas dalam membuat laporan kegiatan

D. Tugas Pokok Bidan koordinator Puskesmas Basuki Rahmad a) Sebagai bidan koordinator kegiatan KIA

33

b) Melaksanakan kegiatan pemeriksaan/ pembinaan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita c) Melaksanaan kegiatan pelayanan keluarga berencana d) Membina dan mensupervisi bidan swasta yang ada di wilayah puskesmas e) Melaksanakan kegiatan lapangan dalam kegiatan posyandu, pembinaan kader kesehatan dan dukun bayi. f) Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan ruang KIA/ KB/ RB. g) Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamatan alat medis, non medis KIA h) Membantu kepala puskesmas dalam membuat laporan kegiatan i) Membina unit KIA/ KB dalam pelaksanaan Quality Assurance j) Melaksanakan kegiatan puskesmas k) Melaksanakan kegiatan posyandu lansia l) Bertanggung jawab atas pembuatan laporan KIA bulanan, tahunan beserta PWSnya.

E. Tugas Pokok Perawat Puskesmas Basuki Rahmad a) Melaksanakan asuhankeperawatan di dalam gedung maupun du liar gedung b) Berkolaborasi dengan dokter dalam pelayanan pengobatan pasien baik puskesmas induk, maupun di pos-pos puskesling c) Bertanggung jawab atas kebersihan dan penataan ruang poli MTBS d) Bertanggung jawab atas pemeliharaan dan pengamanan alat medis dan non medis di ruang poli e) Membantu kegiatan lintas program antara lain dalam kegiatan pemberantasan penyakit, UKS, Pengukuhan kesehatan masyarakat dan kegiatan lapangan lainnya f) Melaksanakan kegiatan puskesmas di luar gedung g) Membantu pelaksanaan kegiatan psoyandu balita serta posyandu lansia h) Membantu kepala puskesmas dalam membuat perencanaan kegiatan

34

i) Membantu kepala puskesmas dalam membuat laporan kegiatan j) Melaksanakan kegiatan pelayanan pos MTBS di puskesmas

F.

Tugas Koordinator P2M Puskesmas Basuki Rahmad a) Mengkoordinir kegiatan pemeberantasan penyakit menular dan tidak menular yang meliputi kegiatan P2TB, P2 malaria, P2 DBD, P2 Diare, P2 ISPA, P2 Kusta, P2 TM serta penyakit potensial wabah lainnya. b) Mengumpulkan data kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular c) Mengkoordinir kegiatan surveilans pemberantasan penyakit dan

mendeteksi adanya kejadian luar biasa d) Mengkoordinir kegiatan penyelidikan epidemiologi e) Melakukakan koordinasi dengan petugas PKM dan petugas lintas program yang lain dalam melaksanakan penyuluhan kesehatan terutama hal pencegahan dan penanggulangan penyakit menular dan tidak menular f) Mengkoordinir laporan kegiatan pemberantasan penyakit menular dan tidak menular

G. Kepala Subbag Tata Usaha Puskesmas Basuki Rahmad a) Melaksanakan urusan ketatausahaan, Administrasi kepegawaian dan keuangan, urusan rumah tangga, menghimpun atau menyusun program kerja serta menghimpun atau menyusun dan menyampaikan laporan hasil kegiatan. b) Melaksanakan urusan ketatausahaan c) Melaksanakan administrasi kepegawaian dan keuangan d) Melaksanakan pengelolaan urusan rumah tangga, perlengkapan serta kehumasan e) Melaksanakan menghimpun atau menyusun program kerja

35

H. Kepala Unit Laboratorium a) Penanggung jawab utama dalam pelaksanaan kegiatan unit Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu b) Melaksanakan pembinaan ke laboratoriuman di bidang Mikrobiologi, Patologi Klinik, Bio-Kimia, Kimia Lingkungan dan perlengkapannya serta pembinaan terhadap Laboratorium Swasta dan Laboratorium Puskesmas c) Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh atasan sesuai dengan bidang tugasnya d) Pelaksanaan program dan pembinaan ke laboratoriuman, Laboratorium Swasta dan Laboratorium Puskesmas. e) Pelaksanaan persiapan bahan petunjuk tehnis pembinaan serta pelaksanaan pelayanan, pemeriksaan dan pengembangan Laboratorium Kesehatan Kota f) Pelaksanaan pemberian rekomendasi untuk perizinan Laboratorium Swasta. g) Pelaksanaan pemeriksaan Mikrobiologi, Patologi Klinik, Bio-Kimia, Kimia Lingkungan

I. Unit Pelaksana Teknis / Kelompok Jabatan Fungsional a) Melaksanakan sebagian tugas unit Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Kota Bengkulu sesuai dengan bidang keahlian masing masing b) Pelaksanaan pemeriksaan spesimen terhadap : Bakteri, Parasit dan Serologi; c) Pelaksanaan pemeriksaan spesimen dengan cara : Kimia Klinik dan Hematologi; d) Pelaksanaan penyediaan Media, Reagensia dan Pembersihan serta menyucihamakan peralatan; e) Pelaksanaan pemeriksaaan spesimen air dan makanan

36

J. Tugas Pokok Dan Fungsi Kepala Unit Farmasi Dan Alat Kesehatan a. Kepala Unit Farmasi dan Alat Kesehatan bertanggung Jawab atas terlaksananya tugas pokok dan fungsi Unit Farmasi dan Alat Kesehatan. b. Melaksanakan Koordinasi dengan bidang yang terkait farmasi dan alat kesehatan c. Melaksanakan tugas lain yang diberikan unit vertikal diatas.

K. Petugas Pelaksana Penyimpanan, Pendistribusian, Pencatatan Dan Pelaporan Obat Publik Dan Alat Kesehatan a. Melaksanakan penyimpanan, pendistribusian, pencatatan dan pelaporan obat publik dan alat kesehatan. b. Melaksanakan penerimaan obat publik dan alat kesehatan yang berasal dari berbagai sumber anggaran. c. Melaksanakan pengawasan mutu obat publik dan alat kesehatan melalui penyimpanan obat dan alat kesehatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. d. Melaksanakan pendistribusian obat publik dan alat kesehatan ke unit pelayanan kesehatan dasar Dinas Kesehatan Kota Bengkulu e. Melakukan pencatatan mutasi obat publik dan alat kesehatan yang didistribusikan yang merupakan sumber evaluasi / pelaporan. f. Melaksanakan pelaporan ketersediaan obat publik dan alat kesehatan; g. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh unit vertikal diatas.

L. Petugas Pelaksana Perencanaan Dan Evaluasi Obat Publik Dan Alat Kesehatan a. Melaksanakan perencanaan obat publik dan alat kesehatan dari berbagai sumber anggaran yang ada. b. Menyiapkan juknis dalam membantu terlaksananya pengadaan obat; c. Melaksanakan evaluasi LPLPO (Laporan Pemakaian dan Laporan Permintaan Obat)
37

d. Melaksanakan evaluasi mutasi obat dari berbagai sumber anggaran; e. Melaksanakan evaluasi mutasi obat Narkotika dan Psikotropika baik di unit pelayanan kesehatan dasar pemerintah maupun sektor swasta. f. Melaksanakan tugas lainnya yang diberikan oleh unit vertikal diatas.

M. Petugas Pelaksana Penyediaan Informasi Obat, Pelatihan Dan Monitoring Penggunaan Obat Rasional a. Melaksanakan penyediaan informasi obat dan alat kesehatan yang dibutuhkan untuk perencanaan obat publik dan alat kesehatan. b. Melaksanakan pelatihan pengelolaan obat publik dan alat kesehatan bagi pengelola obat pada unit pelayanan kesehatan dasar; c. Melaksanakan bimbingan teknis dan pelatihan penggunaan obat rasional pada unit pelayanan kesehatan dasar; d. Melaksanakan evaluasi terhadap penggunaan obat rasional pada unit pelayanan kesehatan dasar

38

39

40

41