Anda di halaman 1dari 3

A.

Adaptasi
Adaptasi adalah kemampuan organisme untuk dapat menyesuaikan diri terhadap lingkungan tempat hidupnya yang memunkinkan tetap hidup (survive) dan berkembang biak di lingkungan alaminya.

Macam- Macam Adaptasi


a. Adaptasi Morfologi Adaptasi ini berkaitan dengan

bentuk bagian tubuh yang adaptif. Bentuk adaptasi morfologi tampak dari luar dan mudah diamati sehingga

adaptasi tersebut paling mudah dikenal dan ditemukan. Contoh adaptasi

morfologi adalah sebagai berikut : 1. Bentuk kaki/cakar yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe perenang, pemanjat, petengger, pejalan, dan pencengkram. 2. Bentuk paruh yang adaptif pada burung dapat dibedakan menjadi tipe pemakan biji, pemakan daging, pemakan ikan, dan pengisap madu. 3. Bentuk mulut serangga dapat dibedakan menjadi tipe penggigit, penusuk dan pengisap, penjilat, serta pengisap. 4. Bentuk alat gerak bagian depan hewan dapat dibedakan menjadi sirip, sayap dan kaki depan. 5. Tumbuhan darat yang adaptif pada lingkungan kurang air (kering) disebut xerofit, contohnya kaktus. 6. Tumbuhan darat yang adaptif pada lingkungan lembab disebut higrofit, contohnya lumut. 7. Tumbuhan yang adaptif pada lingkungan air disebut hidrofit, contohnya teratai.

b. Adaptasi Fisiologi Adaptasi fisiologi berkaitan dengan proses adaptif di dalam tubuh organisme. Biasanya adaptasi fisiologi melibatkan zat-zat kimia tertentu untuk membantu proses yang berlangsung di dalam tubuh. Contoh adaptasi fisiologi adalah sebagai berikut. 1. Tubuh manusia mengeluarkan keringat ketika kepanasan. Dengan keluarnya keringat, tubuh akan dingin. Hal itu karena panas tubuh diambil untuk penguapan keringat di permukaan tubuh manusia. 2. Tubuh manusia mampu menambah jumlah sel darah merah apabila berada di pegunungan yang tinggi. 3. Penyesuaian fungsi kerja sel- sel retina mata manusia terhadap rangsangan cahaya. 4. Herbivora seperti, sapi dapat mencerna rumput/daun yang banyak mengandung serat (selulosa) dengan bantuan enzim selulase. Enzim selulase tersebut dihasilkan oleh mikroorganisme yang terdapat di rumen. 5. Ketajaman indra penciuman anjing. 6. Ketajaman indra pendengaran kelelawar di malam hari. 7. Ketajaman indra penglihatan burung hantu di malam hari. 8. Teredo navalis yang hidup di kayu galangan kapal dapat mencerna kayu dengan bantuan enzim selulase. c. Adaptasi Tingkah Laku

Adaptasi

tingkah

laku

dapat

menghindarkan makhluk hidup dari bahaya yang mengancamnya sehingga

kelangsungan hidup tetap lestari. Contoh

adaptasi tingkah laku adalah sebagai berikut :

1. Setiap 30 menit sekali ikan paus muncul kepermukaan air untuk menghurup oksigen sambil memancarkan air yang merupakan uap air sudah jenuh. 2. Kerbau suka berkubang atau mandi Lumpur untuk mengurangi pengaruh panas pada tubuhnya dan juga agar kulitnya yang tebal menjadi lunak. 3. Bunglon mengubah warna tubuh sesuai dengan warna lingkungan untuk mengaburkan pandangan mata musuh. Perubahan itu disebut mimikri. 4. Cicak memutuskan ekor dan meninggalkannya bila ada hewan yang akan memangsanya sehingga cicak selamat dari ancaman hewan pemangsa. Peristiwa tersebut disebut autotomi. 5. Anak rayap menjilati dubur induk untuk memperoleh flagellata yang hidup di bagian belakang usus rayap. 6. Rayap dewasa sering memakan kembali kelupasan kulitnya karena bagian belakang usus yang mengandung flagellata ikut terbawa pada kulit kelupasannya itu. 7. Pada musim kemarau, pohon jati, dan flamboyan menggugurkan daun sehingga terlihat merangsang.Hal itu untuk mempengaruhi penguapan sehingga dapat menghemat air. 8. Daun jagung menggulung apabila udara sangat panas.