Anda di halaman 1dari 50

SESI / PERKULIAHAN KE : 5 - 7 TIK: Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan dapat: 1.

Menjelaskan penyearah 1 phasa tidak terkendali 2. Menjelaskan penyearah 3 phasa tidak terkendali

Pokok Bahasan : Penyearah Tidak Terkendali Deskripsi singkat : Kuliah ini akan membahas tentang penyearah tidak terkendali. Berdasarkan jenis sumber arus bolak-baliknya, maka penyearah dapat digolongkan menjadi 2 ( dua ) yakni: Penyearah satu phasa dan penyearah tiga phasa. Apabila ditinjau dari bentuk gelombang keluarannya, penyearah satu phasadapat di klasifikasikan menjadi 2 ( dua ) yakni: penyearah gelombang setengah dan penyearah gelombang penuh.

I. Bahan Bacaan 1. Muhammad H rasyid, 1993, Elektronika Daya, Prentice Hall Inc Edisi Indonesia 2. Mohan Undeland. Robbins, 1995,Power Electronic Converter

Applications and Design, John Wiley & Sons, 2nd, Edition 3. D.W. Hart, 1997, Introduction to Power Electronic Prentice Hall 4. Chyril W Lander, 1981,Power Electronic McGraw-Hill, Inc II. Bacaan Tambahan III. Pertanyaan Kunci / Tugas Ketika anda membaca bahan bacaan berikut, gunakanlah pertanyaan pertanyaan berikut ini untuk memandu anda :

40

1. Apa yang anda maksud dengan penyearah tidak terkendali.


2. Sebutkan penyearah tidak terkendali berdasarkan sumber tegangan bolakbaliknya. 3. Sebutkan penyearah 1 phasa tidak terkendali berdasarkan bentuk gelombang keluarnya . IV. Tugas 1. Sebutkan komponen semikonduktor yang digunakan sebagai komponen pada penyearah tidak terkendali. 2. Jelaskan perbedaan penyearah gelombang setengah dan penyearah gelombang penuh tidak terkendali. 3. Jelaskan prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh 1 phasa tidak terkendali. 4. Jelaskan prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh 3 phasa tidak terkendali.

41

BAB III PENYEARAH TIDAK TERKENDALI 3.1. Konsep Penyearah Tidak Terkendali Sistem penyearah adalah salah satu jenis dari converter ( pengubah ), yang akan mengubah arus bolak-balik menjadi arus searah ( ac-dc converter ), komponen utama yang digunakan adalah dioda dan thyristor. Didalam suatu system penyearah semua komponen aktif yang digunakan berupa dioda, maka penyearah digolongkan sebagai penyearah yang tidak dapat dikontrol ( uncontrolled rectifier ) dengan tegangan keluarnya hanya ditentukan oleh besar ( amplitudo ) tegangan sumber ac-nya. Akan tetapi, bila sebagian atau semua dari komponen aktifnya adalah thyristor ( SCR ), maka penyearah ini digolongkan sebagai penyearah yang dapat dikontrol ( Controlled Rectifier ), dengan tegangan keluarnya dapat di kontrol dengan pengaturan sudut penyulutan ( firing angle ) dari thyristor-thyristornya. Apabila ditinjau dari jenis sumber arus bolak-baliknya, maka penyearah dapat digolongkan menjadi 2 yaitu: 1. Penyearah satu phasa ( single phase rectifier ) dan 2. Penyearah tiga phasa ( three phase rectifier ) Parameter-parameter dari suatu penyearah, yang berguna untuk

menganalisa kualitas keluarnya meliputi: 1. Harga rata-rata dari tegangan keluarnya ( Vdc ) 2. Harga rata-rata dari arus keluaran ( Idc ) 3. Daya keluaran dc ( Pdc=Vdc Idc ) 4. Harga rms tegangan keluaran ( Vrms ) 5. Harga rms arus keluaran ( Irms ) 6. Daya keluaran ac (Pac=Vrms. Irms ) 7. Efisiensi penyearah ( = Pdc / Pac ) 8. Tegangan ripple ( RF=Vac / Vdc ) 9. Harmonic factor ( HF=Irms/I1-1 ) 10. Faktor daya ( PF )

42

3.2. Penyearah 1 Phasa Tidak Terkendali Pada suatu penyearah tidak terkendali, komponen aktif yang digunakan adalah dioda. Hal ini karena tegangan keluarannya hanya di tentukan oleh besarnya ( amplitudo ) tegangan masukan ( sumber ac-nya ). Berdasarkan gelombang keluarannya penyearah ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis: 1. 2. Penyearah gelombang setengah tidak terkendali Penyearah gelombang penuh tidak terkendali

3.2.1. Penyearah Gelombang Tidak Terkendali Jika dioda yang digunakan sebagai penyearah, maka pada setiap periode dari gelombang tegangan ac-nya hanya ada waktu setengah periode dioda akan konduksi ( on ) dan waktu setengah periode tidak akan konduksi ( off ). Dioda akan konduksi saat tegangan anoda lebih positif dari katoda. 3.2.1.1 Beban R Murni Pada gambar 3.1 diperhatikan rangkaian penyearah gelombang setengah 1 phasa tidak terkendali dan bentuk tegangan serta arus yang dihasilkan. Pada beban resistif murni,dioda akan konduksi pada setengah periode positifnya saja sehingga bentuk gelombang dari tegangan dan arus sama.

Gambar 3.1. penyearah gelombang tidak terkendali ( a ). Rangkaian ( b ). Bentuk gelombang beban resistif

43

Komponen dc dari tegangan keluaran (Vo) adalah harga rata-rata tegangan keluaran penyearah gelombang setengah ( Vdc ) sebagai berikut: Vdc = [ Vdc Vdc= Vdc= Komponen dc dari arus keluaran beban resistif murni ( Idc ) adalah: Idc= Idc= ( 3. 2 ) [ [ ] ( 3. 1 ) ( ] ( )] ) ( )

Komponen ac dari tegangan keluaran (Vo) adalah harga efektif tegangan keluaran penyearah gelombang setengah ( Vrms ) sebagai berikut: Vrms= Vrms= Komponen ac dari arus keluaran beban resistif murni ( Irms ) adalah: Irms= Irms= (3. 4 ) [ ( )]2d[ ] ( 3. 3 )

Contoh 3.1 Sebuah penyearah gelombang setengah 1 phasa tidak terkendali seperti ditujukkan pada gambar 3.1 mempunyai sumber tegangan masukan sebesar 120 V rms pada frekuensi 60 Hz dan beban resistif murni sebesar 5 ohm. Tentukan a. Arus rata-rata beban b. Daya rata-rata yang diserap beban c. Faktor daya rangkaian

44

Penyelesaian: Diketahui Vm=120 =169,7 volt R=5 a. Arus rata-rata beban Idc= Idc= = =10,8A

b. Daya rata-rata yang di serap beban Vrms= P= P= c. Faktor daya Pf= = = = 0,707 = 1440 watt = =84,9 volt

3.2.1.2 Beban Resistif Induktif ( R-L ) Menurut hukum kirchoff bahwa arus yang mengalir pada rangkaian untuk dioda ideal sebesar: Vm sin ( ) = Ri (t) +L
( )

(3. 5)

Persamaan ini dapat diselesaikan dengan menjumlahkan arus maju ( forced ) dan arus alami ( natural ) sebesar: i( t ) = i (t) + in ( t ) (3. 6)

Respon maju (forced) rangkaian terdiri dari arus yang mengalir setelah respon alami ( natural ) menjadi nol. Arus steady dapat dicari dari analisis phasor, sehingga diperoleh persamaan: i ( t ) = ( ) sin ( ) (3. 7)

Respon alami adalah transient yang terjadi saat bebann diberi energi. Penyelesaian persamaan differensial rangkaian dengan Vi=0, akan di peroleh arus alami sebesar:

45

in ( t ) = Ae

(3. 8)

Subtitusi persamaan 3.6,3.7, dan 3.8 dengan kondisi awal arus induktor sama dengan nol, sehingga diperoleh arus: i (t) = i (t) = sin ( [ ( ) ) ( ) ( ) ] (3. 9)

dalam bentuk wt, persamaan arus menjadi: i( i( ) ) [ ( ( ) ) ( ) ( ) ] (3.10)

Sehingga arus yang mengalir pada penyearah gelombang dengan beban R-L dinyatakan sebagai berikut: i( ) { 0 ( ) ( ) } untuk 0 untuk (3.11) dengan Z= ( )

= tan -1( )

Daya rata-rata yang diserap oleh beban sebesar IrmsR, selama daya rata-rata yang diserap oleh beban induktor sama dengan noll. Harga efektif arus keluaran ditentukan sebagai fungsi dari persamaan 3.11. yaitu: Irms = Irms = ( ( ) ( ) ( ) ) (3.12) ( 3.13)

Dan arus rata-rata sebesar: I= ( ) ( ) (3.14)

46

Gambar 3.2. penyearah gelombang tidak terkendali beban R-L (a). Rangkaian (b). Bentuk gelombang beban resistif

47

Contoh 3.2. Sebuah penyearah gelombang 1 phasa tak terkendali ditunjukkan pada Gambar 3.2. dengan beban R = 100 ohm, L = 0,1 H Tentukanlah : a. Persamaan arus yang mengalir pada rangkaian b. Arus rata-rata c. Arus efektif d. Daya yang diserap oleh beban R-L e. Factor daya Penyelesaian: Parameter rangkaian adalah: Z=(
-1

dan Vm = 100 V ,

( (

) )0,5 =106,9 )
0

= 0,361rad

a. Persamaan arus yang mengalir pada rangkaian adalah I( Jika Sin ( ) ( ) ) ( )

Gunakan metode numeric ( program excel), sehingga diperoleh


0

b. Arus rata-rata yang diperoleh dari persamaan 3.14 sebagai berikut: I= * ( ) + ( )

I=0,308 A c. Arus efektif yang diperoleh dari persamaan 3.13 sebagai berikut: Irms= * ( ) + ( )

Irms=0,474A 48

d. Daya yang diserap oleh resistor sebesar I

rms

R=(0,474) 100 = 22,4W. Daya

rata-rata yang diserap oleh inductor sama dengan nol, sehingga daya rata-rata keluaran dapat dihitung sebagai berikut: P= ( ) ( )

P=

)(

) (

P=

)] *

+ (

P=22,4W

e. Factor daya dihitung dari persamaan pf=P/S. P adalah daya yang disuplai oleh sumber tegangan yang sama dengan daya yang diserap oleh beban Pf= =

Pf=

)(

3.2.1.3. Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang tidak terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk M-FILE MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

MATLAB Simulation
% Program to simulate the half-wave rectifier circuit % Enter the peak voltage, frequency, inductance L in mH and resistor R disp('Typical value for peak voltage is 340 V') peakV=input('Enter Peak voltage in Volts>'); disp('Typical value for line frequency is 50 Hz') freq=input('Enter line frequency in Hz>'); disp('Typical value for Load inductance is 31.8 mH')

49

L=input('Enter Load inductance in mH>'); disp('Typical value for Load Resistance is 10.0 Ohms') R=input('Enter Load Resistance in Ohms>'); w=2.0*pi*freq; X=w*L/1000.0; if (X<0.001) X=0.001; end; Z=sqrt(R*R+X*X); loadAng=atan(X/R); A=peakV/Z*sin(loadAng); tauInv=R/X; for n=1:360; theta=n/180.0*pi; X(n)=n; cur=peakV/Z*sin(theta-loadAng)+A*exp(-tauInv*theta); if (cur>0.0) Vind(n)=peakV*sin(theta)-R*cur; iLoad(n)=cur; Vout(n)=peakV*sin(theta); else Vind(n)=0; iLoad(n)=0; Vout(n)=0; end; end; plot(X,iLoad) title('The diode current') xlabel('degrees') ylabel('Amps') grid pause plot(X,Vout) title('Voltage at cathode') xlabel('degrees') ylabel('Volts') grid pause plot(X,Vind) title('Inductor Voltage') xlabel('degrees') ylabel('Volts') grid

3.2.2. Penyearah Gelombang Penuh Tidak Terkendali Berdasarkan formasi pemasangan dari diode-diodanya, jenis penyearah ini dapat diklasifikasikan menjadi 2 jenis yaitu: 1. Penyearah gelombang penuh dengan center-tap 2. Penyearah gelombang penuh system jembatan

50

3.2.2.1. Penyearah Gelombang Penuh Dengan Center-Tap Penyearah ini memerlukan dua dioda, yang akan menghasilkan tegangan yang lebih rata dibandingkan setengah. Sebagai contoh rangakaian penyearah yang menggunakan dua dioda dan beban resistif murni ditujukkan pada gambar 3.3.

Gambar 3.3.Rangkaian dan bentuk gelombang penyearah center-tap

51

Jika bebannya induktif, maka arus yang dihasilkan menjadi lebih rata. Pada Gambar 3.4. menunjukkan penyearah center-tap dengan inductor yang sangat besar sehingga arusnya lebih rata. Terlihat dari gambar tersebut bahwa tegangan balik ( PIV=Peak Inverse voltage ) pada tiap dioda sebesar 2Vm.

Gambar 3.4. penyearah 1 phasa gelombang penuh tidak terkendali dengan center-tap Harga dari parameter-parameter penyearah gelombang penuh 1 phasa tidak terkendali adalah: 1. Beban Resistif Murni Tegangan yang melalui beban resistif dinyatakan sebagai berikut: v( ) * (3.15)

Komponen dc tegangan keluaran adalah nilai rata-rata tegangan keluaran dan arus beban adalah tegangan rata-rata dibagi dengan resistif beban, dinyatakan sebagai berikut:

52

Vdc= Vdc= Idc=Io= Idc=

) (

) (3.16)

Daya yang diserap oleh beban resistif dapat dihitung dari persamaan IrmsR, dengan Imrs adalah arus penyearah gelombang penuh yang sama dengan arus penyearah tidak terkendali sebesar: Irms=

(3.18)

2. Beban Resistif-Induktif (R-L) tegangan yang melalui beban penyearah gelombang penuh dinyatakna dalam bentuk deret fourier yang terdiri dari tegangan dc dan tegangan harmonisa, sebagai berikut: vo( ) ( )

dengan Vo= Vn= ( ) (3.19)

arus yang mengalir pada beban R-L digunakan dengan superposisi, arus dc dan arus amplitudo masing-masing frekuensi dihitung dengan persamaan sebagai berikut: Io= In= = (3.20) (3.21)

Perlu diketahui bahwa pemberian beban induktif pada penyearah ini, sekaligus akan berfungsi sebagai filter dari harmonisa-harmonisa yang di timbulkannya. Dari pengamatan ternyata bahwa frekuensi ripple dari gelombang keluaranya adalah setengah dari frekuensi masukannya ( fin= 2 fripple). Hal ini karena hanya terdapat satu dioda yang konduksi pada setiap setengah periodenya.

53

3.2.2.2. Penyearah Gelombang Penuh Sistem Jembatan penyearah jembatan ini mempunyai beberapa konfigurasi, seperti yang di tunjukkan pada gambar 3.5 pada gambar tersebut terlihat bentuk gelombang yang dihasilkan sama dengan penyearah center-tap. Perbedaan lain yang perlu di perhatikan adalah terdapatnya dua dioda yang konduksi pada waktu yang sama untuk setengah periodenya, akan tetapi terlihat bahwa tegangan balik yang terasa pada tiap dioda menjadi lebih kecil yaitu Vm atau setengah dari yang terasa pada penyearah dengan center-tap. Demikian pula halnya untuk menghitung parameterparameternya, persamaan yang digunakan sama seperti pada penyearah dengan center-tap.

Gambar 3.5. Penyearah 1 phasa jembatan tidak terkendali a). Jenis Konfigurasi b). Bentuk gelombang 54

Contoh 3.3: Sebuah penyearah jembatan 1 phasa tidak terkendali mempunyai sumber tegangan Vm=100V pada frekuensi 60Hz dan beban R-L yang di seri dengan R=10 a. Arus rata-rata beban b. Arus harmonisa dalam deret fourier c. Daya yang diserapi oleh beban dan factor daya rangkaian d. Arus rata-rata dan efektif masing-masing diode. Penyelesaian: Diketahui: Vm=100V R=10 L= 10 mH a. Arus rata-rata beban ditentukan dari sisi dc dalam deret fourier
( )

Vo =

=63,7 V

Sehingga arus rata-rata sebesar

Idc= Io=

= 6,37 A

b. Amplitudo tegangan ac untuk harmisa n=2 dan n=4 sebesar


( )

V2=

V4=

Amplitudo arus ac dalam bentuk arus deret fourier sebesar

I2 =

( )(

)(

= 3,39 A

55

I2 =

( )(

)(

= 0,47 A

c. Daya yang diserap oleh beban ditentukan dari arus efektif sebesar

Irms = Irms = (

n,rms

Sehingga daya yang diserap oleh beban

P = IrmsR = ( 6,81) (10) = 464W Factor daya rangkaian sebesar

Pf = =

Pf =

)(

= 0,964

d. Arus rata-rata dan efektif masing-masing diode sebesar

ID.avg = dan ID,rms =

= 3,19 A

= 4,82 A

3.2.2.3. Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang penuh tidak terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk SIMULINK MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

56

MATLAB Simulation With SIMULINK

57

3.3. Penyearah 3 phasa Tidak Terkendali Didalam penyearah sistem jembatan 3 phasa tidak terkendali, akan terdapat dua dioda yang konduksi secara bersamaan dalam interval waktu 60 dan masing-masing dioda akan konduksi selama 120. Oleh karena itu akan diperoleh tegangan keluaran yang lebih rata, sedang frekuensi ripplenya menjadi enam kali dari frekuensi masukan.

Gambar 3.6. Penyearah jembatan 3 phasa tidak terkendali (a) Rangkaian (b) Bentuk gelombang

58

Terlihat pada Gambar 3.6, bahwa ketika Va paling positif ( dibandikan dengan Vb dan Vc) D akan konduksi, dan pada periode ini pertama-tama Vb adalah yang paling negative dengan demikian D6 juga akan konduksi sampai Vc menjadi yang paling negative yang mengakibatkan D6 untuk berkomunitas dan sebagai gantinya D2 akan konduksi. Dengan Demikian dalam interval ini ( 1200 akan terdapat 3 buah dioda yang konduksi dengan urutan D6D1,D1D2 atau dengan kata lain untuk setiap interval waktu 60 akan terdapat 2 dioda yang konduksi. Secara keselurahan, berdasarkan polaritas dari tegangan-tegangan antar phasanya yaitu Vab, Vac, Vbc, Vba, Vac, Vcb. Urutan konduksi dari diode-diodanya adalah D6D1, D1D2, D3D4, D4D5 dan D5D6 yang berulang setiap 360. Arus yang mengalir pada dioda sama dengan arus yang mengalir pada beban.Menurut hukum Kirchoff bahwa: Ia = iD1-iD4 Ib= iD3-iD6 IC=iD5-iD2 Arus yang mengalir pada masing-masing dioda adalah: ID,avg = IO,avg ID,rms =

(3.22)

IO,rms
o,rms

(3.23)

IS,rms =

Daya mengalir dari sumber tiga phasa sebesar S = VL-L,rms IS,rms ) (3.24) ) untuk

Periode tegangan keluaran didefinisikan seperti V0 (

m,L-L

sin (

yang merupakan koefisien deret fourier. Tegangan keluaran dalam

bentuk deret fourier dinyatakan sebagai berikut: V0 (t) = V0+ ( )

0t+

59

Komponen dc dari tegangan keluaran (V0) adalah harga rata-rata tegangan keluaran penyearah gelombang penuh 3 phasa (Vdc) sebagai berikut: V0 = Vdc = Vdc=

m,L-Lsin(

) (

) (3.26)

=0,955Vm,L-L = 135VL-L

Vm,L-L adalah tegangan puncak ke puncak sumber tegangan 3 phasa dengan Vm,L-L merupakan amplitudo tegangan ac sehingga Vn =
( )

n=6,12,18,

(3.27)

3.4. Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang penuh tidak terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk SIMULINK MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

MATLAB Simulation With SIMULINK

60

Contoh 3.4: Sebuah penyearah 3 phasa tidak terkendali seperti ditunjukkan pada gambar 3.6.mempunyai sumber tegangan 3 phasa sebesar 480 Vrms,L-L dan beban R=25 yang diseri dengan beban L=50mH. Tentukan: a. Tegangan keluaran rata-rata b. Arus keluaran rata-rata dan efektif (ac) pertama c. Arus rata-rata dan efektif (rms) yang mengalir melalui dioda d. Arus efektif (rms) sumber e. Daya yang dikeluarkan oleh sumber. Penyelesaian: a). Tegangan keluaran rata-rata sebesar: Vo=Vdc= =

=648 V

b). Arus beban rata-rata sebesar Io = Idc = = = 25,9 A

Tegangan ac pertama diperoleh dengan n=6 sebesar : I6 = I6 = I6 =

=
[ (

( )(

)]

= 0,32A

= 023 A

c). Arus rata-rata dan rms yang mengalir melalui dioda sebesar: ID,avg = =

= 8,63 A 15 A

ID,rms = =

d). Arus rms sumber tegangan sebesar: Is,rms= . /


o,rms

= . /25,9 = 21,2A

e). Daya yang dikeluarkan sumber tegangan sebesar: S = Vrms, L-L IS,rms S = (480) (21,2) S = 17,6 kVA

61

TUGAS / LATIHAN
1. Jelaskan prinsip kerja penyerah 1 phasa gelombang tidak terkendali 2. Jelaskan prinsip kerja penyearah 1 phasa gelombang penuh tidak terkendali 3. Jelaskan perbedaan antara penyearah gelombang dan gelombang penuh tidak terkendali 4. Jelaskan prinsip kerja penyearah 3 phasa 6 pulsa tidak terkendali 5. Sebuah penyearah 1 phasa gelombang tidak terkendali, dihubungkan dengan sumber tegangan vs(t) = 170 sin (377 t) dan R = 12, tentukan a. Arus rata-rata beban b. Arus efektif (rms) beban c. Daya yang diserap oleh beban d. Factor daya rangkaian penyearah 6. Sebuah penyearah 1 phasa gelombang tidak terkendali, dihubungkan dengan Sumber tegangan 120 Vrms pada frekuensi 50 Hz, dan beban R-L sebesar R=10 , L=10 mH, tentukan: a. Nyatakan persamaan arus beban b. Arus rata-rata beban c. Daya yang diserap oleh beban d. Factor daya rangkaian penyearah. 7. Sebuah penyearah 3 phasa tidak terkendali, dihubungkan dengan sumber tegangan, 480 VL-L dan beban resistor R=100. Tentukan: a. Arus rata-rata beban b. Arus efektif ( rms ) beban c. Daya yang diserap oleh beban d. Factor daya rangkaian

62

SESI / PERKULIAHAN KE : 8 - 11

TIK: Setelah mengikuti kuliah ini, mahasiswa akan dapat:


1. Menjelaskan penyearah 1 phasa terkendali 2. Menjelaskan penyearah 3 phasa terkendali

Pokok Bahasan : Penyearah Terkendali

Deskripsi singkat:
Kuliah ini akan membahas tentang penyearah terkendali. Berdasarkan jenis sumber arus bolak-baliknya, maka penyearah dapat digolongkan menjadi 2 ( dua ) yakni : Penyearah satu phasa dan penyearah tiga phasa. Apabila ditinjau dari bentuk gelombang keluarannya, penyearah satu phasa dapat diklasifikasikan menjadi 2 ( dua ) yakni : penyearah gelombang setengah dan penyearah penuh.

I. Bahan Bacaan 1. Muhammad H rasyid, 1993, Elektronika Daya, Prentice Hall Inc Edisi Indonesia 2. Mohan Undeland. Robbins, 1995,Power Electronic Converter

Applications and Design, John Wiley & Sons, 2nd, Edition 3. D.W. Hart, 1997, Introduction to Power Electronic Prentice Hall 4. Chyril W Lander, 1981,Power Electronic McGraw-Hill, Inc

II. Bacaan Tambahan III. Pertanyaan Kunci / Tugas Ketika anda membaca bahan bacaan berikut, gunakanlah pertanyaan pertanyaan berikut ini untuk memandu anda :

63

1. Apa yang dimaksud dengan penyearah terkendali 2. Sebutkan penyearah terkendali berdasarkan sumber tegangan bolakbaliknya. 3. Sebutkan penyearah 1 phasa terkendali berdasarkan bentuk gelombang keluarannya.

IV.
1.

Tugas
Sebutkan komponen semikonduktor yang digunakan sebagai komponen pada penyearah terkendali.

2.

Jelaskan perbedaan penyearah gelombang setengah dan penyearah gelombang penuh terkendali.

3.

Jelaskan prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh 1 phasa terkendali.

4.

Jelaskan prinsip kerja rangkaian penyearah gelombang penuh 3 phasa terkendali.

64

BAB IV PENYEARAH TERKENDALI

4.1. Konsep Penyearah Terkendali Penyearah dioda akan menghasilkan tegangan keluaran yang tetap, dioda tidak digunakan untuk dapat menghasilkan tegangan keluaran terkendali melainkan pengendalian phasa thyristor. Tegangan keluaran penyearah thyristor bervariasi bergantung pada sudut penyalaan dari thyristor. Thyristor yang dikendalikan phasanya dinyalakan dengan memberikan suatu pulsa pendek pada gerbangnya dan dimatikan melalui komutasi natural atau komutasi linier. Converter dengan phasa terkendali dapat diklasifikasikan pada dua tipe, bergantung pada suplai masukan: 1. Penyearah 1 phasa terkendali 2. Penyearah 3 phasa hterkendali Setiap tipe dapat dibagi lagi menjadi : 1. Semi converter ( semi controlled ) 2. Converter penuh ( Fully Controlled ) 3. Dual Controlled Semicontrolled merupakan converter satu kuadran dan hanya memiliki satu polaritas tegangan dan arus keluaran. Fully Controlled merupakan converter dua kuadran yang dapat memiliki tegangan keluaran baik positif dan negative. Akan tetapi keluaran arus dari converter hanya dapat berharga positif. Metode deret fourier yang sama dengan penyearah diode dapat diaplikasikan untuk memganalisa kenerja dari converter dengan phasa terkendali dengan beban RL. Akan tetapi menyederhanakan analisa, beban induktif dapat diasumsikan cukup tinggi sehingga arus beban akan bersifat kontinu dan memiliki Ripple yang dapat diabaikan. 4.2. Penyearah 1 phasa terkendali Pada penyerah terkendali, komponen aktif yang digunakan adalah biasa gabungan antara thyristor dan dioda atau semuanya thyristor. Seperti halnya

65

dioda, thyristor juga hanya bisa konduksi selana setengah periode positif tegangan bolak-baliknya. Tetapi selain tegangan anoda haru lebih positif, thyristor harus mendapatkan trigger agar bisa konduksi. Oleh karena untuk menyalakan thyristor perlu adanya penyulutan akan diperoleh tegangan keluaran yang bervariasi. Ada dua kondisi agar thyristor konduk yaitu: 1. Thyristor dalam keadaan forward bias ( Vthy>0) 2. Arus penyulutan pada terminal gate thyristor Penyearah yang menggunakan thyristor digolongkan sebagai penyearah yang terkendali. Sama seperti sebelumnya penyearah ini pun dapat dikelompokkan menjadi 2 macam yaitu: 1. Penyearah gelombang terkendali 2. Penyearah gelombang penuh terkendali 4.2.1 Penyearah gelombang setengah Terkendali 4.2.1.1.Beban Resistif Rangkaian dan bentuk gelombang penyearah 1 phasa setengah gelombang terkendali dengan beban resistif ditunjukkan pada gambar 4.1 Terlihat bahwa thyristor akan konduksi saat = dan kondisi ini akan terus berlangsung = sampai polaritas dari tegangannya berubah atau sampai IT IH, yaitu ketika

. Oleh karena beban resistif, arus bebannya akan mengikuti bentuk gelombang dari teganganya. Jadi dengan mengatur tegangan rata-rata yang muncul pada beban. Tegangan rata-rata ( Vdc ) pada beban resistif dinyatakan sebagai berikut : Vdc = Vo = Vdc = [ ] sin ( ) ( ) (4.1)

Daya yang diserap oleh beban resistif adalah V2rms / R dengan tegangan efektif ( rms ) yang melalui beban resistif yang dinyatakan sebagai berikut: Vrms = ( ) ( )

66

Vrms = Vrms =

[
(

(
)

)]

) (4.2)

Gambar 4.1. penyearah 1 phasa gelombang terkendali dengan beban R

67

Contoh 4.1.
Rancanglah sebuah rangkaian penyearah 1 phasa gelombang setengah terkendali yang menghasilkan tegangan rata-rata sebesar 40 V dengan beban yang digunakan adalah beban resistif 100 dan sumber tegangan 120 Vrms pada frekuensi 50 Hz. Tentukan daya yang diserap oleh beban R dan factor daya rangkaian. Penyelesaian: Diketahui Vdc = 40V R = 100 Vs = 120 Vrms Dari persamaan 4.1. bahwa sudut penyalaan thyristor yang dibutuhkan sebesar: = cos-1 * = cos-1 [ ( ( )
)

+ ) ]

= 61,20 = 1,07 rad Dan tegangan efektif sebesar Vrms =


( )

[ (

)]

= 75,6 V

Vrms = 75,6 V Daya yang diserap oleh beban PR = PR =


( ) ( )

= 57,1 W

= 57,1 W

Factor daya rangkaian Pf = Pf = Pf =


( )( )

Pf = 0,63

68

4.2.1.2. Beban Resistif-Induktif (R-L) Pada beban induktif, arus beban tidak dapat berubah secara mendadak. Pada saat thyristor dinyalakan seperti ditunjukkan pada Gambar 4.2. arus akan mulai naik, setelah tegangannya mulai negative thyristor akan tetap terus konduksi untuk membuang muatan sampai energy induktif yang tersimpan dibebannya ( di induktif ).

Gambar 4.2. Penyearah 1 phasa gelombang terkendali dengan beban R-L

69

Arus yang mengalir pada beban R-L adalah penjumlahan arus forced dan arus respon alamiah dinyatakan sebagai berikut: I( )=if ( =( ) in ( )sin ( ) )+ Ae (4.3)

Konstanta A ditentukan dengan kondisi awal i( ) I( )= 0 = ( A=* ( ) ) sin ( ( )+ )+Ae (4.4) (4.5)

Subtitusi A dan sederhanakan persamaan berikut: I( )= ,( )- [ ( ) ( ) ( untuk Saat = I( ) = 0 =,( )- [ ( ) ( ) ] (4.7) ) ] (4.6)

Tegangan rata-rata keluaran penyearah dinyatakan: Vo=Vdc= Vo=Vdc= [ ( ) ( ] ) (4.8)

Arus rata-rata dan efektif ( rms) keluaran penyearah dinyatakan: Idc = Idc = ( ) ( ( ) ) (4.9) (4.10)

) (

70

Contoh 4.2. Sebuah rangkaian penyearah 1 phasa gelombang terkendali dengan beban R=20 dan L= 0,04 H dihubungkan dengan sumber tegangan sebesar 120 Vrms. Jika sudut penyalaan thyristor sebesar 450. Tentukan : a. Nyatakan persamaan arus i(wt) b. Arus rata-rata c. Daya yang diserap oleh beban d. Factor daya rangkaian Penyelesaian : a). parameter penyearah sebesar : Vm= 120 = 169,7 V Z = ( R2+( tan-1 ( = ) )0,5 =(202 +(377.0,04)2)0,5 =25 )=tan-1(377.0,04/20) = 0,646 rad

L/R = 377.0,04/20 = 0,754

= 450 = 0,785 rad

Subtitusikan harga parameter pada persamaan 4.7. sehingga diperoleh: )=6,78 sin ( )

I(

untuk

Sehingga diperoleh konduksi sampai sebesar =

= 3,79 rad (2170) dan sudut konduksi

= 3,79-0,785 = 3,01rad = 1720

b).Arus rata-rata

I=

+ (

I=2,19 A

71

c). Daya yang diserap oleh beban sebesar:

Irms =

Irms = 3,26 A P = I2rmsR P = (3,26)2(20) = 213W

d). factor daya sebesar pf =

pf = (

)(

= 0,54

4.2.1.3. Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk M-FILE MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

MATLAB Simulation
% The Matlab program used for simulation is presented below.

% Program to simulate the half-wave controlled rectifier circuit % Enter the peak voltage, frequency, inductance L in mH and resistor R disp('Typical value for peak voltage is 340 V') peakV=input('Enter Peak voltage in Volts>'); disp('Typical value for line frequency is 50 Hz') freq=input('Enter line frequency in Hz>'); disp('Typical value for Load inductance is 31.8 mH')

72

L=input('Enter Load inductance in mH>'); disp('Typical value for Load Resistance is 10.0 Ohms') R=input('Enter Load Resistance in Ohms>'); disp('Typical value for Firing angle is 30.0 degree') fangDeg=input('Enter Firing angle within range 0 to 180 in deg>'); fangRad=fangDeg/180.0*pi; w=2.0*pi*freq; X=w*L/1000.0; if (X<0.001) X=0.001; end; Z=sqrt(R*R+X*X); tauInv=R/X; loadAng=atan(X/R); A=peakV/Z*sin(loadAng-fangRad); Ampavg=0; AmpRMS=0; for n=1:360; theta=n/180.0*pi; X(n)=n; if (n<fangDeg) cur=0.0; Vind(n)=0; iLoad(n)=0; Vout(n)=0; else cur=peakV/Z*sin(theta-loadAng)+A*exp(-tauInv*(theta-fangRad)); if (cur>0) Ampavg=Ampavg+cur*1/360; AmpRMS=AmpRMS+cur*cur*1/360; Vind(n)=peakV*sin(theta)-R*cur; iLoad(n)=cur; Vout(n)=peakV*sin(theta); else Vind(n)=0; iLoad(n)=0; Vout(n)=0; end; end; end;

plot(X,iLoad) title('The Load current') xlabel('degrees') ylabel('Amps') grid pause

73

plot(X,Vout) title('Voltage at cathode') xlabel('degrees') ylabel('Volts') grid pause plot(X,Vind) title('Inductor Voltage') xlabel('degrees') ylabel('Volts') grid AmpRMS=sqrt(AmpRMS); [A,message]=fopen('hwavec1.dat','w'); fprintf(A,'Avg Load Cur=\t%d\tRMS Load Cur=\t%f\n',Ampavg,AmpRMS); fclose(A)

4.2.2. Penyearah Gelombang Penuh Terkendali Berdasarkan dari jenis komponen aktif yang digunakan, dapat

dikelompokkan menjadi 2 tipe yaitu: 1. Penyearah setengah terkendali ( semicontrolled rectifier)

2. Penyearah terkendali penuh ( Fully controlled rectifier)


4.2.2.1. Penyearah semicontrolled Pada penyearah ini sebagian dari komponen aktifnya adalah dioda. Ada empat jenis konfigurasi yang mungkin dapat dibentuk pada penyearah 1 phasa setengah terkendali ini, dengan semua konfigurasi tersebut dapat disebut dapat sebagai penyearah jembatan 1 phasa setengah terkendali. Gambar 4.3 menunjukkan ke empat macam konfigurasi tersebut, model 1&2 dikenal sebagai konfigurasi simetris dan model 3&4di kenal sebagai konfigurasi asimetris, sedang bentuk gelombang keluarannya, semua sama yaitu seperti ditunjukkan pada Gambar 4.3.

74

Gambar 4.3. konfigurasi penyearah jembatan 1 phasa ( semi Controlled)

4.2.2.2. Penyearah Fully Cotrolled Pada penyearah 1 phasa terkendali penuh, komponen-komponen utama yang digunakan semuanya adalah thyristor, sehingga dengan Demikian akan diperoleh tegangan keluaran yang dapat dikendalikan. Gambar 4.4. menunjukkan 75

rangkaian dan bentuk gelombang penuh dengan center tap yang terkendali penuh. pada prinsipnya bentuk keluaran dari penyearah center tap terkendali penuh adalah sama seperti gelombang keluaran dari penyearah center tap tidak terkendali yaitu pada saat sudut penyuluhan ( ) dari thyristor-thyristornya pada kedudukan minimum ( ). Dengan mengontrol sudut penyulutan ini sampai 00 sampai 1800, tegangan keluarnya dapat diatur dari maksimum menjadi minimum ( atau sebaliknya). Pada penyearah 1 phasa dengan center tap yang terkendali penuh (fully cotrolled) ini berlaku ketentuan-ketentuan sebagai berikut: 1. Untuk beban yang mengadung induktasi, pengontrolan sudut penyulutannya ( ) berkisar antara 00 < sebagai penyearah. 2. Untuk sudut penyulutan ( ) yang lebih besar 900 berkisar antara 00< rangkaian beroperasi dalam mode inverse ( sebagai inverter) 3. Dalam mode penyearah, transfer arusnya adalah dari sumber menuju ke beban. Sedang mode inverse, aliran arusnya adalah dari beban menuju ke sumber. 4. Dengan naiknya sudut penyulutan, akan terjadi suatu kondisi dengan arus sumber akan semakin tertinggal terhadap tegangan sumbernya/. 5. Tegangan keluaran dc nya akan menurun dari harga maksimum positif yang terjadi saat ( ), menuju nol ( terjadi saat ( = 900) kemudian akan menuju minimum negative pada saat ( = 1800). 6. Dengan pembebanan yang bersifat cukup induktif, thyristor akan tetap konduksi sepanjang 1800 dan arus beban Id akan mengalir secara kontinu. 7. Dalam kasus penbebanan yang bersifat resistif murni, thyristor akan berhenti konduksi segera setelah thyristor tresebut mendapatkan tegangan balik atau setelah arusnya mencapai arus holdingnya nol. 8. Thyristor harus mempunyai ranting tegangan balik ( PIV ) minimal dua kali harga tegangan beban ( PIV=2 Vm ). < 1800, < 900, dengan Demikian rangkaian beroprasi

76

Gambar 4.4. penyearah fully controlled dengan center tap

Model lain dari rangkaian penyearah 1 phasa terkendali penuh ini adalah seperti yang di tunjukkan oleh Gambar 4.5. yang disebut dengan penyearah jembatan 1 phasa terkendali penuh ( fully controlled ). Seperti halnya penyearah dengan center tap terkendali penuh, tegangan keluaran penyearah jembatan terkendali penuh ini pun dapat dikontrol dari maksimum menjadi minimum.

77

Gambar 4.5. penyearah jembatan terkendali penuh (Fully controlled)

Perbedaan hanya hal-hal yang menyangkut berikut ini: 1. Selalu terdapat dua buah thyristor yang konduksi pada saat yang bersamaan ( pada setiap setengah periodenya), yang menyebabkan tegangan beban menjadi dua kali lebi besar bila dibandingkan dengan penyearah dengan center tap. 2. PIV thyristor menjadi setengah dari harga PIV pada penyearah dengan center tap. 3. Rangkaian control sedikit lebih rumit dari control penyearah center tap. Akan tetapi untuk menghitung besarnya parameter-parameter tegangan keluarannya diguanakan persamaan sebagai berikut:

78

Beban Resistif (R) Tegangan keluaran rata-rata dapat ditentukan dari : Vdc = ( ) ( )

Vdc =

Vdc=

(4.11)

Vdc dapat bervariasi dari 2Vm/

hingga 0 dengan mengubah ( ) dari 0

sampai 1800. Tegangan rata-rata keluaran maksimum adalah Vdm = 2Vm/ tegangan keluaran rata-rata ternormalisasi adalah

Vn=

=0,5(1+cos )

Tegangan keluaran rms didapatkan sebagi berikut:

Vrms=

2 m sin

Vrms=

) (

Vrms=

(4.12)

79

Contoh 4.3. Sebuah penyearah gelombang penuh terkendali ( Fully

Controlled/semicontrolled ) mempunyai sumber tegangan ac sebesar 120 Vrms pada f=50Hz. Dan beban resistif sebesar 20 ohm. Jika sudut penyulutan ( ) sebesar 400, tentukan arus rata-rata beban, daya yang diserap oleh beban dan factor daya rangkaian penyearah. Penyelesaian: Tegangan rata-rata keluaran diperoleh dari persamaan 4.11. sebagai berikut: Vdc = Vdc =

] [1+cos 400]=95,4V

Arus rata-rata keluaran sebesar: Io = =

Io = 477 A Daya yang diserap oleh beban sebesar: Irms = Irms =


* *

+
( )

+= 5,80 A

Factor daya rangkaian sebesar : Pf= = Pf = (


)( )

=0,976

Beban Resistif-Induktif (R-L) Arus beban pada penyearah gelombang penuh terkendali dengan beban R-

L dapat berbentuk kontinu atu diskontinu. Untuk arus keluaran berbentuk diskontinu ditujukkan pada Gambar 4.8, untuk kondisi ini rangkaian identik dengan penyearah gelombang setengah terkendali yang mempunyai fungsi arus sebagai berikut: I0= ( )= [ ( ) ( ) ( untuk ) ] (4.13)

80

Dengan Z= ( )

= tan-1 ( ), = Fungsi arus akan sama dengan nol saat sampai = = , jika < + arus akan nol

+ , sehingga mode operasi ini disebut arus diskontinu.

Gambar 4.6. Bentuk arus diskontinu Contoh 4.4. Sebuah penyearah gelombang penuh terkendali dihubungkan dengan sumber tegangan 120 Vrms pada frekuensi = 50 Hz, beban R= 10, L=20mH dan sudut penyulutan = 600. Arus beban dapat diasumsikan diskontinu, tentukanlah:

a). Nyatakan persamaan arus beban b). Arus rat-rata beban c). Daya yang diserap oleh beban Penyelesaian: Parameter penyearah diberikan sebagai berikut: Vm =

= 169,7 V )2)0,5= 12,5 81

Z = (R2+(

tan-1( =

)= 0, 646 rad

= 0,754 rad

= 600 = 1,047 rad a). Subtitusikan ke persamaan 4. Sehingga diperoleh: i0 ( ) = 13,6 sin ( ) Untuk (2160) sehingga arusnya adalah

Dengan metode numeric, sudut diskontinu.

b). Arus rata-rata beban ditentukan dari integral numeric berikut ini: Io= Io= 7,05 A c). Daya yang diserap oleh beban dihitung dengan persamaan P = I2rms R Dengan Irms =
2 0(

) (

) (

Sehingga P = (8,35)2(10)=697 W

Untuk penyearah delombang penuh terkendali ditunjukkan pada Gambar 4.5 dengan beban sangat induktif sehingga arus beban bersifat kontinu dan tanpa rippel. Sepanjang setengah siklus positif, thyristor T1 dan T2 terbias maju dan ketika thyristor tersebut dinyatakan secara bersamaan pada = , beban akan

terhubung kesuplai melalui T1 dan T2. Akibat beban yang bersifat induktif, thyristor T1 dan T2 akan terus tersambung saat waktu telah melewati =

walaupun tegangan masuka telah negative. Selama setelah siklus tegangan masukan negative, thyristor T3 dan T4 akan terbias maju da penyalaan T3 dan T4 akan memberikan tegangan suplai sebagai tegangan bias mundur bagi T1 dan T2 dan akan di matikan melalui komutasi natural dan arus beban akan ditranfer dari T1 dan T2 ke T3 dan T4. Untuk operasi penyearah dengan arus bersifat kontinu ditentukan dengan persamaan sebagai berikut: = tan-1 ( )

82

=tan-1( )arusbersifat kontinu Tegangan keluaran rata-rata dapat ditentukan dari : Vdc =
Vdc=

(4.14)

[ ]

) (

) cos ke 2Vm / dengan mengubah (4.15) antara 0

Dan Vdc dapat bervariasi dari 2 Vm/

sampai dengan . Tegangan keluaran rata-rata maksimum adalah Vdm = 2 Vm / an tegangan keluaran rata-rata ternormalisasi adalah. Vn= = cos (4.16)

Harga efektif (rms) arus keluaran dapat dientukan dari: Vn= an = bn= In = * =
2 n+b n

(4.17)
) ) ( ( ) )

*
(

(4.18) (4.19) (4.20)

Sehingga arus efektif adalah: Irms=


0+

( )

(4.21)

Gambar 4.7. Bentuk arus kontinu 83

Contoh 4.5. Sebuah penyearah gelombang penuh terkendali dihubungkan pada suplai 120 Vrms, 50 Hz dengan beban R=10 L=100 mH dan sudut penyulutan = 600.

Arus beban dapat diasumsikan kontinu dan bebas ripple, tentukanlah: a. Nyatakan persamaan arus beban b. Arus rata-rata beban c. Daya yang diserap oleh beban Penyelesaian: Gunakan persamaan 4.14 untuk menentukan arus bersifat kontinu tan-1 ( ) = tan-1 ( Sehingga = 600 < 750 arus bersifat kontinu
( )( )

)=750

a). Arus rata-rata beban sebesar: Vdc = Vdc = Idc =


(

cos cos 600 = 54 V = = 5,4 A

b). Daya yang diserap oleh beban dihitung dengan persamaan P = I2rms R Irms = ( )

Sehingga besarnya Irms dihitung sebagai berikut : Irms = ( ) (

Daya yang diserap oleh beban : P=(5,54)2(10) = 307 W

4.2.2.3. Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk SIMULINK MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

84

4.3 Penyearah 3 Phasa Terkendali Untuk memperbaiki ripple keluaran suatu penyearah, bisa digunakan penyearah jembatan 3 phasa dengan 6 thyristor seperti ditunjukkan pada Gambar 4.10. Terlihat pada gambar bahwa setiap saat harus ada dua thyristor yang konduksi. Setiap thyristor akan dinyalakan dengan interval sudut 600 dan akan konduksi selama 1200. Sudut penyalaan dari thyristor bisa diatus dari 00 sampai 1800, akan tetapi kenyataannya hanya mampu dioperasikan sampai dengan 1050 ( untuk beban resistif ). Untuk induktif, tegangan dapat dikontrol dari positif (saat < 900) sampai negative (saat > 900) sama seperti penyearah 3 phasa dengan 3

thyristor, perbedaannya hanyalah pada frekuensi ripplenya. Pada penyearah jembatan ini frekuensi ripplenya menjai enam kali dari frekuensi masukannya. Dengan demikian pada 00 < (rectifier) sedang pada 900 < < 900, rangkaian beroperasi sebagai penyearah < 1800 rangkaian beroperasi sebagai inverter.

Harga tegagan rata-rata keluaran dapat ditentukan dari : Vdc = Vo = Vdc = Vdc=( [ )cos
m,L-L sin

) (

] (4.22)

85

Harga efektif (rms) keluaran dapat ditentukan dari : Vrms =

( +

) (

) (4.23)

Vrms= Vm*

Gambar 4.8. Penyearah jembatan 3 phasa terkendali penuh

86

Gambar 4.9. Bentuk gelombang keluaran penyearah jembatan 3 phasa untuk berbagai sudut penyalaan

4.4.Simulasi Dengan Program MATLAB Simulasi rangkaian penyearah gelombang terkendali dengan beban R dan R-L dapat disimulasi dengan menggunakan program MATLAB. Program yang digunakan dalam bentuk SIMULINK MATLAB Seperti ditunjukkan pada program di bawah ini.

87

TUGAS / LATIHAN 1. Jelaskan prinsip kerja penyearah 1 phasa gelombang terkendali 2. Jelaskan prinsip kerja penyearah 1 phasa gelombang penuh terkenali 3. Jelaskan perbedaan antara penyearah gelombang dan gelombang penuh terkendali 4. Jelaskan prinsip kerja penyearah 3 phasa 6 pulsa terkendali 5. Sebuah penyearah 1 phasa gelombang terkendali, dihubungkan dengan sumber tegangan vs (t) = 170 sin(377 t ) V dan R = 12 , tentukan a. Arus rata-rata beban b. Arus efektif (rms) beban c. Daya yang diserap oleh beban d. Faktor daya rangkaian penyearah. 6. Sebuah penyearah 1 phasa gelombang terkendali, dihubungkan dengan sumber tegangan 120 Vrms pada frekuensi 50 Hz, dan beban R-L sebesar R=10, L=10 mH, tentukan: a. Nyatakan persamaan arus beban. b. Arus rata-rata beban c. Daya yang diserap oleh beban 88

Sebuah penyearah 3 phasa terkendali, dihubungkan dengan sumber tegangan,480 VL-L dan beban resistor R=100 . Tentukan: a. Arus rata-rata beban b. Arus efektif (rms) beban c. Daya yang diserap oleh beban d. Faktor daya rangkaian penyearah

89