Anda di halaman 1dari 5

POINTER 1 PENGERTIAN POINTER Pointer (variabel penunjuk) adalah suatu variabel yang berisi alamat memori dari suatu

variabel lain. Alamat ini merupakan lokasi dari obyek lain (biasanya variabel lain) di dalam memori. Contoh, jika sebuah variabel berisi alamat dari variabel lain, variabel pertama dikatakan menunjuk ke variabel kedua Operator Pointer ada dua, yaitu : Operator & Operator & bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja). Operator & menghasilkan alamat dari operandnya. Operator * Operator * bersifat unary (hanya memerlukan satu operand saja). Operator * menghasilkan nilai yang berada pada sebuah alamat. 2 DEKLARASI POINTER Seperti halnya variabel yang lain, variabel pointer juga harus dideklarasikan terlebih dahulu sebelum digunakan. Bentuk Umum : Tipe_data *nama_pointer; //Contoh9_1
int *px; char *sh; Contoh Program : #include IOSTREAM.h #include conio.h void main() { int x, y; /* x dan y bertipe int */ int *px; /* px pointer yang menunjuk objek */ clrscr(); x = 87; px = &x; /* px berisi alamat dari x */ y = *px; /* y berisi nilai yang ditunjuk px */ cout<<Alamat x =<<&x <<\n; cout<<Isi px = \n, px); cout<<Isi x = \n, x); cout<<Nilai yang ditunjuk oleh px = \n, *px); cout<<Nilai y = \n, y); getch(); }

3 OPERASI POINTER Operasi Penugasan Suatu variable pointer seperti halnya variable yang lain, juga bisa mengalami operasi penugasan. Nilai dari suatu variable pointer dapat disalin ke variable pointer yang lain.

//Contoh9_2
#include "iostream.h" #include "conio.h" void main() { float *x1,y, *x2; clrscr(); y = 13.45; x1 = &y; /* Alamat dari x2 = x1; /* Isi variabel cout<<"Nilai variabel y = "<<y<< " cout<<"Nilai variabel y = "<<y<< " getch(); }

y disalin ke variabel x1 */ x1 disalin ke variabel x2 */ ada di alamat "<< x1<<"\n"; ada di alamat "<< x2<<"\n";

Operasi Aritmatika Suatu variabel pointer hanya dapat dilakukan operasi aritmatika dengan nilai integer saja. Operasi yang biasa dilakukan adalah operasi penambahan dan pengurangan. Operasi penambahan dengan suatu nilai menunjukkan lokasi data berikutnya (index selanjutnya) dalam memori. Begitu juga operasi pengurangan. //Contoh9_3
#include <iostream.h> #include <conio.h> void main() { int nilai[3], *penunjuk; clrscr(); nilai[0] = 125; nilai[1] = 345; nilai[2] = 750; penunjuk = &nilai[0]; cout<<"Nilai "<<*penunjuk <<" ada di alamat memori " <<penunjuk<<"\n"; cout<<"Nilai "<<*(penunjuk+1) <<" ada di alamat memori " <<penunjuk+1<<"\n"; cout<<"Nilai "<<*(penunjuk+2) <<" ada di alamat memori " <<penunjuk+2<<"\n"; getch(); }

Operasi Logika Suatu pointer juga dapat dikenai operasi logika. //Contoh9_4
#include<iostream.h> #include "conio.h" void main() { int a = 100, b = 200, *pa, *pb; clrscr(); pa = &a; pb = &b; cout<<"nilai pa= "<<pa<< " nilai pb= "<<pb<<"\n"; if(pa < pb) cout<<"pa menunjuk ke memori lebih rendah dari pb\n"; if(pa == pb) cout<<"pa menunjuk ke memori yang sama dengan pb\n"; if(pa > pb) cout<<"pa menunjuk ke memori lebih tinggi dari pb\n";

getch();}

4 POINTER DAN STRING //Contoh9_5 #include <iostream.h> #include <conio.h> void misteri1(char *); void main() { char string[] = "amikom"; cout<< "String sebelum proses adalah " << string <<"\n" ; misteri1(string); cout<<"String setelah proses adalah "<<string; getch(); } void misteri1(char *s) { while ( *s != '\0' ) { if ( *s >= 'a' && *s <= 'z' ) *s -= 32; ++s; } } 5 POINTER MENUNJUK SUATU ARRAY //Contoh9_6

#include "iostream.h" #include "conio.h" void main() { static int tgl_lahir[] = { 13,9,1982 }; int *ptgl; ptgl = tgl_lahir; /* ptgl berisi alamat array */ cout<<"Diakses dengan pointer\n"; cout<<"Tanggal = "<< *ptgl<<"\n"; cout<<"Bulan = "<< *(ptgl + 1) <<"\n"; cout<<"Tahun = "<<*(ptgl + 2) <<"\n"; cout<<"\nDiakses dengan array biasa\n"; cout<<"Tanggal = "<< tgl_lahir[0] <<"\n"; cout<<"Bulan = "<< tgl_lahir[1] <<"\n"; cout<<"Tahun = "<< tgl_lahir[2] <<"\n"; getch(); }

MEMBERI NILAI ARRAY DENGAN POINTER //contoh9_7 #include "iostream.h" #include "conio.h" void main() { int x[5], *p, k; clrscr(); p = x; x[0] = 5;

x[1] = x[0]; x[2] = *p + 2; x[3] = *(p+1) - 3; x[4] = *(x + 2); for(k=0; k<5; k++) cout<<"x["<<k<<"] = "<< x[k]<<"\n"; getch(); } Tugas: 1. Buatlah Program untuk menggambarkan konsep Pointer: menampilkan alamat pointe dan isi pointer, dengan ketentuan sbb, Variabel bilangan bulat bil= 20; dan variabel pointer bulat *pnt. 2. Buatlah program untuk menampilkan isi dan alamat pointer larik (array) int * bilangan[]={5,7,8,3};

MEMORI DINAMIS
Pada contoh program di samping kiri sejumlah memori secara ekplisit disisihkan untuk menampung array titik yang mempunyai 10 elemen. Sebenamya alokasi memori ini, hanya yang dibutuhkan saja, dapat dilakukan secara dinamis yaitu dilakukan pada saat run-time, Untuk melakukan hal ini kita perlu array yang elemen elemennya adalah pointer ke suatu struktur seperti dijelaskan pada program di samping kanan. Alokasi memori secara dinamis dilakukan dengan operator new dan dealokasi dilakukan dengan operator delete. Keduanya merupakan operator baru pada C++.
#include <iostream.h> struct ttk { int x; int y; }; main() { int i; struct ttk titik[10]; for (i=0; i < 10; ++i) { titik[i].x = i ; titik[i].y=i;} for(i=0;i< 10;++i) {cout << titik[i].x << ", " << titik[i].y << "\n"; } return 0;} #include <iostream.h> struct ttk { int x; int y; }; main() { int i; struct ttk *titik[10]; for(i=0;i<10;++i) { titik[i] = new ttk; titik[i]->x=i; titik[i]->y = i; } for (i=0;i< 10;++i) { cout << titik[i]->x << titik[i]->y << "\n"; } for(i=0;i< 10;++i) { // free(titik[i]); delete titik[i]; } return 0; }

", "

<<