Anda di halaman 1dari 5

VeR No.

45/ VER/ 2007


Halaman 1 dari 5

BAGIAN ILMU KEDOKTERAN FORENSIK DAN MEDIKOLEGAL


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
Makassar, 30 mei 2007

PRO JUSTITIA
Visum et Repertum No. 45/VR/2007
Yang bertanda tangan di bawah ini, dr. Isra dari Bagian Ilmu Kedokteran Forensik dan
Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar, menerangkan bahwa
berdasarkan surat permintaan Visum et Repertum dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan
Resor Kota Wajo yang ditandatangani oleh Kapolsekta Rappocini IPTU Ahmad JufriI SH,
MH, NRP. 50179, tertanggal dua puluh dua Mei tahun dua ribu tujuh No. Pol.
R/45/89/2007/Reskrim, maka saya pada tanggal dua puluh tiga Mei tahun dua ribu tujuh
mulai jam sepuluh lewat tiga puluh menit sampai jam empat belas lewat lima belas menit
Waktu Indonesia bagian Tengah bertempat di kamar bedah mayat Rumah Sakit
Bhayangkara Mappaouddang Makassar melakukan bedah mayat atas satu mayat laki-laki
yang ditunjuk oleh penyidik. Mayat tanpa segel tersebut adalah salah satu dari dua mayat
yang terdapat dalam kamar bedah mayat tersebut. Penunjukan ini sesuai dengan surat
permintaan Visum et Repertum yang menerangkan bahwa mayat tersebut adalah:-----------Nama
: Muh. Heru.-------------------------------------------------------------------------------Jenis Kelamin
: Laki-laki.----------------------------------------------------------------------------------Tempat/Tgl Lahir : Makassar/ 23 juni 1954.-------------------------------------------------------------Pekerjaan
: Penjual ikan.-----------------------------------------------------------------------------Kewarganegaraan : Indonesia.-------------------------------------------------------------------------------Agama
: Islam.--------------------------------------------------------------------------------------Alamat
: Jl. Bulukunyi 34 Kota Makassar.---------------------------------------------------Mayat tersebut diketemukan di jalan Banta-Bantaeng kecamatan Rappocini nomor
tujuh belas kota Makassar pada tanggal dua puluh dua Mei dua ribu tujuh sekitar jam
sembilan Waktu Indonesia bagian Tengah.------------------------------------------------------------------------------------------------------------HASIL PEMERIKSAAN---------------------------------------------I. PEMERIKSAAN LUAR :------------------------------------------------------------------------------------1. Mayat laki laki telah ada di atas meja ruang bedah mayat Rumah Sakit
Mappouddang Makassar, ditutupi dengan lapisan pertama karung plastik putih,
lapisan kedua dengan plastik bening, lapisan ketiga dengan kain sarung kotak-kotak
coklat krem garis ungu terbuat dari bahan katun, lapisan keempat dengan kain
seprai merah hitam yang diikat tali rafia merah.-------------------------------------------------2. Rambut kepala hitam, lurus, mudah dicabut, terpanjang tujuh setengah sentimeter;
alis mata terpanjang satu sentimeter, hitam, mudah dicabut; bulu mata hitam, mudah
dicabut; kumis terpanjang satu setengah sentimeter, hitam, lurus, mudah dicabut;
rambut kemaluan terpanjang enam sentimeter, hitam, dan mudah dicabut.-------------3. Warna kulit sawo matang, sebagian kulit terkelupas, umur sekitar lima puluh tahun,
panjang badan seratus enam puluh delapan sentimeter, berat badan tidak diukur,
gizi baik, kira-kira termasuk bangsa Indonesia.--------------------------------------------------

VeR No. 45/ VER/ 2007


Halaman 2 dari 5

4. Kaku mayat menghilang, lebam mayat pada leher bagian bawah, punggung, kedua
paha bagian bawah, kedua betis bagian bawah, warna merah tidak hilang pada
penekanan, sudah mengalami pembusukan.----------------------------------------------------5. a. Mata kanan : Kelopak mata terbuka, selaput bening mata kemerahan, selaput
bola mata menonjol, selaput lendir mata terdapat bintik
perdarahan.----------------------------------------------------------------------b. Mata kiri
: Kelopak mata terbuka, selaput bening mata kemerahan, selaput
bola mata menonjol, selaput lendir mata terdapat bintik
perdarahan.----------------------------------------------------------------------6. Telinga
: Daun telinga tak ada kelainan, lubang telinga tak ada kelainan,
tidak ada keluar cairan atau darah.----------------------------------------7. Hidung
: Bentuk luar tak ada kelainan, lubang hidung tak ada kelainan, tidak ada
patah tulang, ada cairan warna merah kecoklatan.---------------------------8. Mulut
: Terbuka satu koma delapan centimeter, lidah tergigit sepanjang satu
koma enam sentimeter dari ujung lidah.-----------------------------------------9. Kemaluan : Laki laki, disunat, panjang zakar delapan sentimeter, diameter enam
sentimeter, keluar cairan warna merah, zakar dan buah zakar
membengkak.---------------------------------------------------------------------------10. Lubang pelepasan (anus) : Keluar kotoran (feses).--------------------------------------------11. Luka-luka pada kulit :----------------------------------------------------------------------------------a. Kulit kepala: Tidak ada perlukaan.-------------------------------------------------------------b. Kulit muka: Tidak ada perlukaan.--------------------------------------------------------------c. Kulit leher: Tidak ada perlukaan.---------------------------------------------------------------d. Kulit dada: Tidak ada perlukaan.---------------------------------------------------------------e. Kulit dinding perut : Tidak ada perlukaan.---------------------------------------------------f. Kulit pinggang: Tidak ada perlukaan.---------------------------------------------------------g. Kulit punggung: Tidak ada perlukaan.--------------------------------------------------------h. Kulit bokong : Tidak ada perlukaan.-----------------------------------------------------------i. Kulit anggota gerak : Tidak ada perlukaan.-------------------------------------------------12. Tulang-tulang : Tidak teraba patah tulang.-------------------------------------------------------II. PEMERIKSAAN DALAM :--------------------------------------------------------------------------------13. Lemak di bawah kulit warna kuning, daerah dada setebal dua puluh enam millimeter
dan daerah perut setebal dua puluh lima millimeter, otot-otot berwarna merah
kecoklatan. Sekat rongga dada kanan setinggi tiga puluh sentimeter, sekat rongga
dada kiri setinggi dua puluh delapan sentimeter, tulang dada tidak ada patah tulang,
tulang rawan iga dan tulang iga tidak ada patah tulang.--------------------------------------14. Jantung: Ukuran tujuh belas kali sembilan kali tiga sentimeter, berat dua ratus
delapan puluh lima gram, tebal otot bilik kanan nol koma lima sentimeter, tebal otot
bilik kiri dua sentimeter, lingkaran AV kiri lima belas sentimeter, lingkaran AV kanan
lima belas sentimeter.---------------------------------------------------------------------------------15. a. Lidah
: Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------b. Tonsil
: Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------c. Kel.Gondok
: Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------d. Selaput lendir kerongkongan dan selaput lendir tenggorokan: Tidak ada kelainan.
e. Tulang lidah
: Tidak ada patah tulang.--------------------------------------------------16. a.Cairan rongga paru-paru: Berisi cairan merah encer sebanyak dua puluh milimeter.
b. Selaput paru-paru : Tidak ada kelainan tertentu.------------------------------------------Paru Paru:-------------------------------------------------------------------------------------------

VeR No. 45/ VER/ 2007


Halaman 3 dari 5

a. Paru-paru kiri

: Ukuran delapan belas kali delapan belas kali dua koma lima
sentimeter, berat dua ratus lima puluh lima gram, warna
merah kehitaman, perabaan kenyal.------------------------------Mikroskopis: Alveoli, jaringan ikat,dan pembuluh darah
tampak nekrosis.--------------------------------------------------------b. Paru paru kanan : Ukuran dua puluh tiga koma lima kali sembilan belas kali
tiga sentimeter, berat tiga ratus sembilan puluh lima gram,
warna merah kehitaman, perabaan kenyal.----------------------Mikroskopis: Alveoli, jaringan ikat dan pembuluh darah
tampak nekrosis.--------------------------------------------------------17. a. Hati
: Ukuran sembilan belas koma lima kali enam belas koma lima
kali tujuh sentimeter, berat seribu seratus lima puluh gram,
berwarna merah kecoklatan, pemukaan rata, perabaan kenyal,
pinggiran tumpul. ----------------------------------------------------------Mikroskopis: Sel sel hepatosit, pembuluh darah dan jaringan
ikat tampak nekrosis.----------------------------------------------------b. Kantong empedu : Berat dua puluh gram, berisi cairan merah kecoklatan,
terdapat batu kecil, selaput lendir normal.---------------------------18. Limpa
: Ukuran sepuluh kali delapan kali dua centimeter, warna hitam,
berat tujuh puluh lima gram, perabaan kenyal.---------------------Mikroskopis: Folikel-folikel limfoid tidak tampak jelas akibat
nekrosis.---------------------------------------------------------------------19. Pancreas (kelenjar ludah perut) : ------------------------------------------------------------------20. Lambung
: Ukuran dua puluh dua kali tiga belas sentimeter, berat empat
ratus sembilan puluh gram, isi kosong, selaput lendir licin.-----21. Usus dua belas jari : Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------22. Usus halus
: Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------23. Usus besar
: Tidak ada kelainan tertentu.---------------------------------------------24. Ginjal
a. Ginjal kanan
: Ukuran tiga belas kali delapan kali dua sentimeter, berat seratus
dua puluh gram, perabaan lunak.---------------------------------------Mikroskopis: Tubuli, glomeruli, jaringan ikat dan pembuluh
darah tampak nekrosis nekrosis.----------------------------------------b. Ginjal kiri
: Ukuran dua belas kali delapan kali dua koma dua sentimeter,
berat seratus lima belas gram.-----------------------------------------Mikroskopis: Tubuli, glomeruli, jaringan ikatl dan pembuluh
darah tampak nekrosis.--------------------------------------------------c. Anak ginjal kanan
: Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------d. Anak ginjal kiri
: Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------25. a. Kelenjar air mani
: Tidak ada kelaianan tertentu.------------------------------------b. Buah pelir dan prostat : Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------26. a. Kandung kencing
: Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------b. Saluran air seni ureter : Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------c. Saluran air seni urethra: Tidak ada kelainan tertentu.--------------------------------------28. Tulang tengkorak : Tidak ada patah tulang.------------------------------------------------------29. Tulang leher : Tidak ada patah tulang.------------------------------------------------------------30. Tulang-tulang panggul: Tidak ada patah tulang.------------------------------------------------31. Tulang-tulang tungkai :---------------------------------------------------------------------------------a. Tungkai atas : Lengan atas tidak ada patah tulang, lengan bawah tidak ada
patah tulang, tangan tidak ada patah tulang.-----------------------------------------------

VeR No. 45/ VER/ 2007


Halaman 4 dari 5

b. Tungkai bawah: Paha tidak ada patah tulang, tungkai tidak ada patah tulang,
kaki tidak ada patah tulang. ---------------------------------------------------------------------32. a. Tulang-tulang belakang : Tidak ada patah tulang.-----------------------------------------b. Tulang tengkorak
: Tidak ada patah tulang.-----------------------------------------33. Kulit kepala : Tidak ada kelainan tertentu, tidak ada perdarahan. ----------------------34. Selaput otak : Selaput otak keras tidak ada kelainan. Di bawah selaput otak lunak
bagian kiri, terdapat banyak bekuan darah (perdarahan subarachnoid).-----------------35. Otak/ jaringan otak : Sebagian besar membubur, warna putih keabu-abuan
bercampur dengan bekuan darah.------------------------------------------------------------------Mikroskopis: Sel-sel jaringan otak dengan fokus-fokus perdarahan.----------------------36.Toksikologik : Tidak dilakukan pemeriksaan.-----------------------------------------------------III. RINGKASAN--------------------------------------------------------------------------------------------------Mayat laki-laki yang menurut keterangan polisi bernama Muh. Heru, umur lima puluh
tiga tahun, alamat jln Bulukunyi no. tiga puluh empat Kota Makassar, pekerjaan penjual
ikan. Pada tanggal dua puluh tiga Mei tahun dua ribu tujuh mulai jam sepuluh lewat tiga
puluh menit sampai jam empat belas lewat lima belas menit Waktu Indonesia bagian
Tengah telah dilakukan bedah mayat bertempat di kamar bedah mayat Rumah Sakit
Bhayangkara Mappaouddang Makassar.-------------------------------------------------------------------Pada pemeriksaan luar kami dapatkan mayat berjenis kelamin laki-laki, warna kulit
sawo matang sebagian kulit terkelupas, berumur sekitar lima puluh tahun. Kaku mayat
menghilang, lebam mayat pada leher bagian bawah, punggung, kedua paha bagian bawah,
kedua betis bagian bawah, warna merah tidak hilang pada penekanan, sudah mengalami
pembusukan. Rambut kepala, alis, bulu mata, rambut kemaluan dan rambut ketiak mudah
dicabut. Mulut terbuka dengan celah mulut berukuran satu koma delapan sentimeter dari
ujung lidah. Pada selaput lendir mata kanan dan kiri terdapat bintik perdarahan----------------Pada pemeriksaan dalam kami dapatkan pada rongga paru ditemukan cairan merah
encer sebanyak dua puluh mililiter. Paru kanan dan kiri berwarna merah kehitaman,
perabaan kenyal. Hati berwarna merah kecoklatan, pemukaan rata, perabaan kenyal,
pinggiran tumpul. Kantong empedu berisi cairan berwarna merah kecoklatan. Lambung isi
kosong, selaput lendir licin. Di bawah selaput otak lunak bagian kiri, terdapat banyak
bekuan darah (perdarahan subarachnoid) ----------------------------------------------------------------IV. KESIMPULAN------------------------------------------------------------------------------------------------Mayat laki-laki yang menurut keterangan polisi bernama Muh. Heru, umur lima puluh
tiga tahun, alamat jln Bulukunyi no. tiga puluh empat Kota Makassar, pekerjaan penjual
ikan. Pada tanggal dua puluh tiga Mei tahun dua ribu tujuh mulai jam sepuluh lewat tiga
puluh menit sampai jam empat belas lewat lima belas menit Waktu Indonesia bagian
Tengah telah dilakukan bedah mayat atas permintan Visum et Repertum dari Kepolisian
Daerah Sulawesi Selatan Resor Kota Wajo tertanggal dua puluh dua Mei tahun dua ribu
tujuh No. Pol. R/45/89/2007/Reskrim yang ditandatangani oleh Kapolsekta Rappocini Iptu
Ahmad JufriI SH, MH, NRP. 50179. Dari hasil pemeriksaan kami berkesimplan bahwa tidak
ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menyebabkan korban meninggal. Namun penyebab
kematian tidak diketahui----------------------------------------------------------------------------------------V. Penutup----------------------------------------------------------------------------------------------------------

VeR No. 45/ VER/ 2007


Halaman 5 dari 5

Demikian Visum et Repertum ini dibuat dengan penguraian sejujur-jujurnya dan


dengan menggunakan pengetahuan saya sebaik-baiknya serta mengingat sumpah pada
saat menerima jabatan sebagai dokter
Dokter yang memeriksa

dr. Isra