Anda di halaman 1dari 1

Piliha nT est B a ru R efer ens i

Telah tersedia pemeriksaan serologis 1. Diagnosis of infeksi typhoid fever, Dalam: untuk mendeteksi demam tifoid yang Background document: The diagnosis, sedang terjadi (current infection) yang treatment and prevention of typhoid disebabkan oleh Salmonella typhi yaitu IgM fever. World Health Organization, Anti 2003; Salmonella 7-18 typhi (TUBEXTF). Hasil IgM Anti Salmonella typhi positif disertai 2. Parry gejala CM. Typhoid fever. N Engl J Med dengan klinis demam tifoid 2002; 347(22): 1770-82. menunjukkan bahwa kemungkinan besar saat ini PL, terjadi current oleh 3. Lim Tam FCH, infection Cheong YM, Salmonella typhi Jegathesan M. One-step 2-minute test to detect typhoid-spesific antibodies based on particle separation in tubes. Prinsip Metode J Clin Microbiol 1998; 36(8):2271-8 4. Gasem MH, Smits HL, Goris MGA, Tes TUBEX merupakan Dolmans WMV. Evaluation tes of aaglutinasi sample kompetetifsemi kuantitatif yang sederhana and rapid dipstick assay for the dan diagnosis cepat ( 2 menit) dengan of typhoid fever in menggunakan berwarna Indonesia.partikel J Med yang Microbiol 2002;untuk 51: meningkatkan sensitivitas. Spesifisitas 173-7 ditingkatkan dengan menggunakan antigen 5. yang Gophalakhrisnan Sekhar WY, hanya Soo O9 benar-benar V, spesifik yang EH, Vinsent RA, Devi S. Typhoid fever ditemukan pada Salmonella serogroup D. Tes in Kuala Lumpur and diagnosis a comparative ini sangat akurat dalam infeksi evaluatin of two commercial akut karena hanya mendeteksi adanya diagnostic for tidak the detection of antibody IgM kits dan mendeteksi antibodies to Salmonella typhi. Sing antibody IgG. Med J 2002; 43(7): 354-8 Beberapa penelitian pendahuluan menyimpulkan bahwa tes ini mempunyai sensitivitas dan spesifisitas yang lebih baik daripada uji Widal. Penelitian oleh Lim dkk (2002) mendapatkan hasil sensitivitas 100% dan spesifisitas 100%. Tes ini dapat menjadi pemeriksaan yang ideal, dapat digunakan untuk pemeriksaan secara rutin karena cepat, mudah dan sederhana.

D I S U S U N OLEH:

DEMAM TIFOID

ramal Interprestasi yang cukup tinggi tes untuk widal dipakai harus Tentang D em am T yp hoid memperhatikan beberapa factor membedakan penderita demam tifoid yaitu atau sensitivitas, stadium penyakit; factor bukan, tetapi adanya leucopenia dan penderita seperti status imunitas dan status limfositosis relatif menjaditifoid dugaan kuat saat ini demam masih gizi Sampai yang dapat mempengaruhi diagnosis demam tifoid merupakan problem kesehatan pembentukan antibodi; masyarakat gambaran di imunologis negara berkembang seperti Indonesia. dari masyarakat setempat Diagnosis pasti ditegakkan dari hasil Data WHO tahun 2003 memperkirakan (daerah endemis atau non-endemis); faktor biakan darah/sumsum tulang (pada awal terdapat 17 teknik juta kasus demam tifoid yang di antigen; serta reagen seluruh dunia dengan 600.000 penyakit) serta urine insidensi dan feces. Metode digunakan. kasus kematian per tahun. spesifisitas tinggi biakan darah mempunyai Tes widal keterbatasan (95%) akan tetapi mempunyai sensitivitasnya rendah ( tifoid disebabkan oleh nilaiDemam diagnostik karena sulit 40%) terutama pada anak dan pada pasien Salmonella typhi, merupakan diinterprestasikan terutama dibakteri daerah yang sudah mendapatkan terapi antibiotika batang gram seperti negative. Spektrum klinis endemis, Indonesia, dan bila sebelumnya. Selain itu, hasil juga tergantung demam tifoid tidak khas dan sangat lebar, pemeriksaan hanya dilakukan satu kali dari asimtomatik atau yang pada ringan berupa dari saat pengambilan perjalanan (single serum ). Pemeriksaan Widal baru panas disertai diare yang mudah mempunyai nilai diagnostik bila pada penyakit disembuhkan sampai dengan bentuk klinis pemeriksaan serum fase konvalesen yang berat baik berupa gejala sistemik terdapat peningkatan titer perlu anti O dan anti H Pemeriksaan biakan waktu lama panas tinggi, gejala septic mahal yangdan lain, sebanyak empat kali. ( 7 hari), harganya relative tidak ensefalopati atau timbul komplikasi semua laboratorium bias melakukannya. Tes Widal mempunyai sensitivitas gastrointestinal berupa perforasi usus atau Pemeriksaan kuman secara molekuler dan spesifisitas moderat ( 70%), dapat perdarahan. dengan DNA dari specimen negatif melacak palsu pada 30% kasus demam klinis tifoid Diagnosis demam tifoid secara menggunakan metode PCR masihklinis belum dengan kultur positif seringkali tidak karena tidak memberikan hasil tepat yang sangat memuaskan ditemukannya gejala klinis spesifik atau sehingga saat ini penggunaannya masih didapatkan gejala yang sama pada terbatas dalam laboratorium penelitian. Tes Widal negatif dapat terjadi beberapa penyakit lainpalsu seperti dengue, pada: atau leptospirosis, terutama pada malaria Metode pemeriksaan serologis minggu pertama sakit. Hal ini menunjukkan NAMA : Carrier tifoid penting dalam mempunyai nilai proses perlunya pemeriksaan penunjang diagnostic demam tifoid, yang paling sering NIM : untuk konfirmasi penegakan laboratorium Jumlah bakteri hanya sedikit digunakan adalah tes Widal diagnosis. sehingga tidak cukup memicu produksi antibody pada host Pem eriksa an L a boratoriu m Problem a tika T es Wida l pen Pasien sudah mendapatkan terapi unja ng D em a m Tifoid antibiotika sebelumnya Prinsip uji widal adalah pemeriksaan Tes Pemeriksaan Widal positif laboratorium palsu dapat penunjang terjadi pada: reaksi antara antibodi agglutinin dalam diagnosis demam tifoid dibagi dalam empat serum penderita yang telah mengalami Imunisasi dengan antigen Salmonella kelompok, yaitu: (1) pemeriksaan darah pengenceran berbeda-beda terhadap antigen