BAB I PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Masalah Keputusan Presiden Irak yakni Saddam Husein untuk menginvasi Kuwait pada 2 Agustus 1990 merupakan awal kehancuran negara Irak. Amerika Serikat di bawah kepemimpinan George H. W. Bush berusaha memukul mundur kekuatan Irak dan menghimpun koalisinya di atas tanah Kuwait dalam rangka menyelamatkan sektor ekonomi Amerika Serikat yang telah terbentuk di tanah Kuwait. Invasi Irak ke Kuwait menjadi pukulan keras bagi Amerika Serikat yang merupakan ancaman serius bagi kepentingannya di Teluk Persia guna menjamin terus mengalirnya minyak dunia dan mencegah hegemoni musuh di region Teluk Persia. Amerika Serikat memprediksikan jika Irak berhasil menguasai Kuwait maka 9% minyak dunia di kuasai Irak dengan saingannya Arab Saudi yang berhasil menguasai 11% produksi minyak global. Tepat Tiga hari pasca serangan Irak ke Kuwait, Presiden George H. W. Bush mengumumkan pada dunia bahwa invasi Irak ke Kuwait tidak akan berlangsung lama. Tanggal tanggal 17 Januari 1991 Amerika Serikat berhasil memukul mundur Irak dari Kuwait dengan bantuan lebih dari 20 negara dikenal dengan istilah Operation Desert Shield (Operasi Badai Gurun). Tahun 2003 Presiden Amerika Serikat George W. Bush anak dari George H. W. Bush melayangkan tuduhan bahwa Irak memiliki senjata pemusnah massal yang mampu mengguncang kestabilan dunia meskipun sampai saat ini tuduhan tersebut belum bisa terbukti. Amerika Serikat pun mulai melakukan invasinya kembali ke Irak dikenal dengan sebutan “Operasi Pembebasan Irak” yang menyebabkan Presiden Irak Saddam Husein tertangkap tepat di tahun 2006 dan meruntuhkan pemerintahannya. Itulah sekilas dari gambaran latar belakang masalah yang akan kita bahas dalam makalah ini yang membuat timbulnya pertanyaan dalam pikiran kita mengapa Amerika Serikat bersikukuh mempertahankan fokus geostrateginya di kawasan Timur Tengah, apa saja yang menjadi dalil atas keberanian Presiden Saddam Husein berani menginvasi Kuwait, apa saja yang menjadi penyulut Perang teluk Persia I dan II dan masih banyak lagi polemikpolemik yang bermunculan ketika kita membahas mengenai peperangan yang terjadi antara Amerika Serikat sebagai negara adikuasa dengan Irak sehingga menimbulkan banyak tanda

1.2 Rumusan Masalah ►Mengapa Amerika Serikat bersikukuh mempertahankan geostrategi nya di Timur Tengah. Diunduh:http://frenndw.wordpress. Selain itu penulisan makalah ini dalam rangka penyelesaian tugas di Ujian Tengah Semester dan pemenuhan mata kuliah Diplomasi Amerika Serikat.com/s=KEBIJAKAN+LUAR+NEGERI+SADDAM+HUSSE IN+TERKAIT+INVASI+IRAK+KE+KUWAIT+TAHUN+1990%3A+STUDI+PERINGKAT+ ANALISIS+INDIVIDU Pada : 29 November 2011 pukul : 04.3 Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini guna menambah wawasan bagi kita semua para pembaca maupun penulis sendiri dalam mengulas balik sejarah khususnya terjadinya invasi Irak ke Kuwait maupun invasi Amerika Serikat ke Irak dalam rangka mempertahankan aset-aset kepentingan negaranya di Timur Tengah. akan kita bahas pada bab-bab selanjutnya yang kiranya menjadi wawasan tambahan bagi para pembaca serta penulis khususnya. ►Apa-apa saja yang menjadi penyebab terjadinya Perang Teluk Persia I dan Perang Teluk Persia II. 1. .03 dengan sedikit perubahan. ►Apa yang menjadi dalil keberanian dan kepentingan Presiden Saddam Husein melakukan invasinya ke Kuwait.tanya.

2.1 Nilai Penting Teluk Persia bagi Amerika Berakhirnya Perang Dunia I pada tahun 1914 membawa dunia pada permintaan pasokan minyak yang cukup tinggi terutama disebabkan pada tiap-tiap negara yang berperang merubah kapal-kapal mereka dari penggunaan batu bara beralih pada penggunaan minyak.2 Kondisi Internal Irak pasca Perang Delapan Tahun Dengan Iran Pasca terlepas dari dominasi pemerintahan Inggris. Mengetahui hal tersebut Amerika menetapkan Teluk Persia sebagai geostrategic pertamanya menjadi wilayah pensuplai minyak yang potensial. 1991) . Di tahun 1990 Irak mengalami inflasi sebesar 40%. Laut Utara. hutang dengan negara-negara non arab sebesar 6-7 juta dollar pertahun (Polack. Hal ini menjadi pemicu semakin meningkatnya permintaan minyak dunia sehingga bisa dikatakan minyak merupakan harta karun yang diperebutkan dan diperdagangkan oleh setiap negara hingga saat ini. 1991. 1993). Hingga pada Perang Dunia II permintaan minyak semakin menunjukan peningkatannya mencapai 900% dibandingkan 21 tahun yang lalu (Yergin.BAB II PEMBAHASAN 2. impor militer lima triliun dollar. impor penduduk meninkat 12 juta triliun. Menyebabkan persaingan harga yang begitu ketat antara sumber minyak terbaru tersebut . Di tahun 1909 perusahaan Anglo-Persia (APOC) mulai membangun pipa untuk mentransportasikan minyak dari sumbernya ke pelabuhan terdekat di Teluk Persia. 2002) . Bahkan di tahun 1944 tercatat dalam laporan teknikal pemerintahan Amerika teluk Persia dilabeli sebagai “Pusat Gravitasi” bagi perkembangan minyak (Yergin. Setiap negaranegara yang berperang pada saat itu terus meningkatkan angkatan bersenjata mereka dengan menambah truk. tank. dan negara bekas Uni Soviet¹. serta pesawat. Sementara pendapatan dalam negeri Irak terbesar berasal bergantung dari minyak mentahnya yang kendati terus mengalami kemerosotan harga setelah ditemukan sumber minyak baru di Alaska. Palmer. negara Irak terlibat perang dengan negara tetangganya yaitu Iran di tahun 1980-1988 berkaitan dengan konflik perbatasan wilayah bekas peninggalan Inggris. Layaknya Teluk Persia di asumsikan sebagai ladang minyak baru bagi dunia yang telah memberikan suplai netral bagi pemenuhan pasokan minyak dunia.

2002). 1998). . Irak percaya bahwa koalisi multinasional Amerika Serikat kesemuanya secara politik rentan dan akan kolaps jika tekanan terjadi pada hubungan mereka terutama koalisi anggota negara Arab. ¹ Ladang minyak Irak telah lama di temukan oleh Inggris Raya di tahun 1927. Hal tersebut mengakibatkan ketergantungan dunia terhadap minyak mereka seperti halnya Kuwait yang terus maningkatkan produksi minyak mereka sehingga harga minyak dunia pun jatuh dari 22 dollar menjadi 16 dollar perbarel. Presiden Saddam Husein memprediksikan bahwa jatuhnya satu dollar harga minyak dunia akan menyebabkan kerugian sebesar satu dollar bagi pendapatan Irak dan hal tersebut benar-benar terbukti hingga tahun 1990 Baghdad mengalami permasalahan finansial yang teramat parah (Polack. Presiden Saddam Husein dan para penasehatnya percaya bahwa banyak negara Arab yang bivalent (mendua) atas nasib Kuwait. Kondisi internal di negara Irak semakin terpuruk ketika para anggota OPEC seperti Kuwait dan United Arab Emirates (UAE) memproduksi minyak dengan kuantitas yang berlebihan dan harga yang relatif rendah dengan tujuan mencapai kebijakan jangka panjang. Kondisi ini menjadi tekanan bagi negara Irak dimana negara yang penghasilan utamanya 90% berasal dari penjualan minyak tersebut terus menurunkan harga dalam menyeimbangkan harga pasaran minyak dunia dan selain itu Irak juga harus menutupi hutang-hutang pasca peperangannya dengan Iran.dengan harga yang telah ditetapkan Irak akibatnya Irak harus menurunkan harga minyaknya jauh di bawah harga yang ditetapkan sebelumnya. tidak menyukai dukungan Amerika Serikat atas Israel serta sensitif atas paksaan ”imperialis” di Timur Tengah (al-Radi. Kemerosotan ekonomi yang dialami Irak menyebabkan Presiden Saddam Husein kehabisan cara untuk menyelamatkan negaranya. Keberanian Presiden Saddam Husein dalam invasinya ke Kuwait didasarkan atas beberapa asumsi yang masih berkaitan dengan Amerika Serikat yaitu : ► Pertama. Hingga ahirnya Irak berani untuk memutuskan perluasan area penambangan minyaknya sampai ke Kuwait.

” (al-Radi. namun tidak menentukan hasil akhir peperangan dengan angkatan udara. Presiden Saddam Husein percaya bahwa kekuatan udara akan berperan sedikit dalam perang dengan koalisi. Amerika Serikat bisa saja menghancurkan kota. 1998).► Kedua. Amerika Serikat akan mengalami kekalahan yang serius sehingga mampu memaksa mereka ke meja bargaining. semuanya buatan Amerika Serikat dan pilotnya mendapatkan pelatihan di Amerika Serikat. pasukan udara tidak pernah menentukan perang. Perancis. Dalam sejarah peperangan. 212). Liga Arab. ► Keempat. ► Terakhir. . pabrik. tapi tetap tidak menentukan hasil akhir perang. Sayangnya ia gagal memperhitungkan besarnya “jurang” perbedaan kualitas perlengkapan. dan membunuh. Presiden Saddam Husein yakin bahwa Amerika Serikat tidak akan mentoleransi harga minyak Kuwait yang sewaktu-waktu meningkat dan kemudian Amerika Serikat akan meliberalisasi Kuwait. Amerika Serikat. Usaha Organisasi internasional telah diajukan pada Irak. Mereka punya setidaknya 600 pasukan udara. Semakin menguatkan asumsi Irak bahwa Amerika Serikat tidak akan mengambil tindakan jika militer Irak menyerang Kuwait. Ia percaya Kuwait tidak begitu penting bagi Barat dan hanya memfokuskan aliran minyak yang terus berjalan serta percaya bahwa pelajaran yang dialami Amerika Serikat di Vietnam dan Lebanon di mana Amerika akan angkat tangan jika unit Amerika mengalami korban yang sangat banyak (al-Radi. Dalam sebuah siaran radio Presiden Saddam Husein meyakinkan rakyatnya bahwa Amerika Serikat bergantung pada pasukan udara. ► Ketiga. pernyataan diplomat Amerika Serikat April Glaspie dalam lawatannya ke Irak yang mengatakan bahwa “kita tidak ingin berkomentar terkait konflik negara-negara Arab sebagaimana masalah perbatasan Anda dengan Kuwait” (Woodward. 1998). Presiden Saddam Husein begitu percaya diri dengan asumsiasumsinya untuk menjalankan invasi ke Irak. dan Rusia tiba di Baghdad mencoba melakukan penyelesaian masalah invasi Irak ke Kuwait namun tepat sebulan sebelum Operation Desert Shield (Operasi Badai Gurun) Amerika Serikat ternyata Baghdad segera menolak resolusi yang dilayangkan pihak PBB. 1998). Mereka terbang ke Baghdad seperti awan hitam. Presiden Saddam Husein percaya diri dalam perang Irak ke Kuwait. Tercatat pada musim gugur tahun 1990. taktik dan personel antara militer Irak dan Amerika Serikat (al-Radi.

Jatuhnya kepemimpinan Turki Ottoman pasca Perang Dunia I. hingga pada masa pemerintahan Turki Ottoman baru lah tercipta jalinan bilateral di kedua negara tersebut. Meskipun Angkatan Bersenjata Kuwait. Invasi membabibuta yang . Pada pada 2 Agustus 1990 Irak melancarkan invasinya ke Kuwait yang dikenal dengan sebutan Perang Teluk Persia I atau Gulf War. Sebab apabila Kuwait berhasil di kuasai Irak maka negara Bulan Sabit tersebut akan menguasai 9% dari produksi minyak global yang mampu disaingkan dengan Arab Saudi dengan penguasaan minyak dunia mencapai hampir 11%. hal tersebut menjadi pukulan keras bagi Presiden Amerika Serikat yaitu Geroge H. Invasi Irak ini dibuka dengan penyerangan oleh dua brigade Pasukan Khusus Republik Irak yang bergerak cepat untuk menguasai istana Amir dan Bank Sentral. Dan apabila kekuatan militer Irak berhasil ditempatkan di Kuwait maka akan mengancam kestabilan Arab Saudi sehingga mengalami “Finlandized” berupa paksaan untuk mengikuti kebijakan harga minyak luar negeri yang didiktatori Baghdad. menjadikan Irak sebagai negara Irak yang modern dan didominasi oleh negara Inggris bukannya Amerika. baik kekuatan darat maupun udara berusaha mempertahankan negara. Pasca Perang Dunia II. Mengetahui rencana Irak untuk menginvasi wilayah Kuwait. Akibat kemerosotan ekonomi yang dialami negaranya. Pada masa kerajaan Persia di Irak pun belum terjalin bilateral di kedua negara tersebut. namun mereka dengan cepat kewalahan. Irak sendiri dipandang Amerika sebagai negara radikal lemah dan memiliki kedekatan dengan Rusia namun tidak begitu mengancam. Bush di mana tindakan Irak menjadi ancaman bagi negara Adikuasa tersebut dalam meletakan kepentingannya di Teluk Persia dan menjamin agar minyak terus mengalir serta mencegah munculnya hegemoni musuh di region Teluk.3 Perang Teluk I Kedekatan Irak dan Amerika Serikat sebenarnya tidak sebegitu intens. Barulah di tahun 1980 bilateral antara Irak dan Amerika Serikat mulai terjalin begitu erat. Selanjutnya Kuwait berhasil memperlambat gerak Irak dan segera menyelamatkan keluarga kerajaan untuk meloloskan diri ke Arab Saudi beserta sebagian besar tentara yang masih tersisa. W. Pada hari yang sama Irak membombardir ibukota Kuwait City dari udara. Dengan kata lain Irak memiliki kapabilitas untuk megatur harga minyak global. Irak berencana untuk menginvasi Kuwait. Amerika hanya menaruh minatnya kepada Arab Saudi dan Iran mengingat kedua negara tersebut merupakan negara yang kaya akan potensi minyak.2.

Amerika Serikat mengirimkan bantuan pasukannya ke Arab Saudi yang disusul negara-negara lain baik negara-negara Arab dan AfrikaUtara kecuali Syria. Niger turut bergabung dalam koalisi. Presiden Saddam Husein begitu percaya diri dengan invasi yang dilakukannya di atas tanah Kuwait hingga pada musim gugur tanggal 6 Agustus 1990 Dewan Keamanan PBB menjatuhkan embargo ekonomi Pada Irak Dan dilanjutkan dengan misi diplomatik antara James Addison Baker III diplomat Amerika Serikat dengan menteri luar negeri Irak Tareq Aziz tanggal 9 Januari 1991 namun tidak membuahkan hasil. serta 2 negara Asia yaitu Bangladesh dan Korea Selatan. Pasukan Amerika Serikat dan Eropa di bawah komando gabungan yang dipimpin Jenderal Norman Schwarzkopf serta Jenderal Collin Powell. Diunduh : http://id.wikipedia. Libya. Yordania dan Palestina. W. Bush mengambil tindakan tegas terhadap Irak setelah memperoleh izin untuk menyatakan perang oleh Kongres Amerika Serikat tanggal 12 Januari 1991. Dengan segera Presiden Amerika Serikat George H.45 dengan sedikit perubahan. Pasukan negaranegara Arab dipimpin oleh Letjen Khalid bin Sultan. Target berikutnya adalah pusat komando dan komunikasi. Target ketiga dan yang paling utama adalah . Operation Desert Shield (Operasi Badai Gurun) dimulai tanggal 17 Januari 1991 pukul 03:00 waktu Baghdad yang diawali serangan serangan udara masif atas Baghdad dan beberapa wilayah Irak lainnya. Presiden Saddam Hussein yang merupakan titik sentral komando Irak dan inisiatif di level bawah tidak diperbolehkan. Irak menolak permintaan PBB agar menarik pasukannya dari Kuwait 15 Januari 1991.org/wiki/Perang_Teluk_I Pada : 30 November 2011 pukul : 19. Kemudian datang pula bantuan militer Eropa khususnya Eropa Barat (Inggris.dilakukan Irak membuat Kuwait meminta bantuan kepada Amerika Serikat tepat tanggal 7 Agustus 1990. Perancis dan Jerman Barat ditambah negara-negara Eropa Utara dan Eropa Timur). Koalisi berharap jika pusat komando rusak maka semangat dan koordinasi tempur Irak akan langsung kacau dan lenyap. Sementara dari Afrika. Target utama koalisi adalah untuk menghancurkan kekuatan Angkatan Udara Irak dan pertahanan udara yang diluncurkan dari Arab Saudi dan kekuatan kapal induk koalisi di Laut Merah dan Teluk Persia.

Operasi pencarian rudal ini juga didukung oleh pasukan komando Amerika dan Inggris yang mengadakan operasi rahasia di daratan untuk mencari dan bila perlu menghancurkan instalasi rudal tersebut serta operasi di daratan yang mengakibatkan perang darat yang dimulai tanggal 30 Januari 1991. Untuk menangkal ancaman Scud. koalisi memasang rudal penangkis. selanjutnya di bawah kepemimpinan presiden Amerika Serikat George W. W. W. Bush menyatakan perang telah usai.instalasi rudal jelajah terutama rudal Scud. Patriot serta memaksimalkan sortir udara untuk memburu rudalrudal tersebut sebelum diluncurkan. Sementara Uni Soviet akhirnya tidak melakukan tindakan apa pun di Dewan Keamanan PBB. dan Arab Saudi di Dhahran dengan serangan rudal Scud B buatan Uni Soviet rakitan Irak yang bernama Al Hussein. Sempat terjadi tawar-menawar perdamaian antara Uni Soviet dengan Irak yang dilakukan atas diplomasi Yevgeny Primakov dan Presiden Uni Soviet Mikhail Gorbachev namun ditolak oleh Presiden Amerika Serikat George H. . Selanjutnya Israel diminta Amerika Serikat untuk tidak mengambil serangan balasan atas Irak untuk menghindari berbaliknya kekuatan militer Negara Negara Arab yang dikhawatirkan akan mengubah jalannya peperangan. W. 2. Haifa. Bush anak dari George H. Bush menyiapkan perang di Teluk untuk kembali menyerang Irak. Irak melakukan serangan balasan dengan memprovokasi Israel dengan menghujani Israel terutama Tel Aviv. Bush pada tanggal 19 Februari 1991. meskipun Uni Sovyet pada saat itu dikenal sebagai sekutu Irak terutama dalam hal suplai persenjataan.4 Perang Teluk II (Perang Irak) Genderang perang bertalu-talu semakin seru pasca melancarkan aksi Perang Teluk Persia I. Irak juga melakukan perang lingkungan dengan membakar sumur sumur minyak di Kuwait dan menumpahkan minyak ke Teluk Persia. Pada tanggal 27 Februari 1991 pasukan Koalisi berhasil membebaskan Kuwait dari ivasi Irak dan Presiden Amerika Serikat George H.

Libya dan Korea Utara. Selanjutnya negara adikuasa tersebut dapat melaksanakan strategis pengendalian harga minyak mentah dunia serta memantapkan posisi Amerika sebagai Penguasa Dunia .Diunduh : http://harsono.html Pada: 30 November 2011 pukul : 20. Astrid (2011) .com/articles/perangteluk. Posisi Irak sangat lemah karena sudah terisolasi lebih dari 10 tahun pasca Perang Teluk Persia I. Apabila kita tinjau dari kacamata perpolitikan adapun tujuan terselubung niat Amerika Serikat melakukan rencana serangan Teluk Persia II yakni apabila Amerika Serikat berhasil menaklukan Irak maka akan ada kemudahan negara adikuasa tersebut dalam meletakan kepentingannya di Timur Tengah yakni khususnya memberi pengaruhnya kepada Iran dengan demikian setidaknya negara adikuasa tersebut sudah mampu melenyapkan dua negara poros setan yang terdiri dari empat negara yang dituduhkan George W.14 dengan sedikit perubahan. . Yogyakarta : Familia Pustaka Keluarga. negara teroris. Amerika mampu menaklukkan Irak dengan kekuatan militer sendiri. kimia dan senjata kuman. kepemilikan senjata nuklir. Bush yaitu Irak. Amerika telah memperhitungkan bahwa dalam aksi perang kali ini tidak ada negara yang berani membantu Irak. Alasan tersebut dijadikan Amerika Serikat dan Inggris untuk menggulingkan tampuk kepemimpinan Presiden Irak yakni Saddam Husein. Dengan dalil bahwa Irak adalah negara paling berbahaya dengan 5 gelar yaitu negara diktator. Iran. Amerika juga akan mampu memberi tekanan militer terhadap negara-negara Teluk dengan memaksa pemerintah negara-negara Teluk membasmi kelompok ekstrim yang antiAmerika. Maka tanpa bantuan dari sekutupun. Januari 2003 sebenarnya para pemimpin Arab telah mendesak Saddam Husein untuk segera meninggalkan negerinya demi keselamatan Irak namun usulan tersebut tidak digubris oleh pemimpin Irak tersebut dan tetap bersikukuh untuk tinggal di tanah kepemimpinanya tersebut. Sejarah Perang-Perang Besar Di Dunia.

para demonstran berasumsi bahwa Amerika Serikat merupakan negara penegak nilai-nilai demokrasi namun pada kenyataan Amerika Serikat bersikap kejam dan tidak berprikemanusiaan. 15 Februari 2003 terjadi demonstrasi di seluruh penjuru dunia menentang tindakan Amerika Serikat yang akan melakukan penyerangan ke Irak. mengakhiri dukungan Presiden Saddam Hussein terhadap aksi . Presiden negara Irak Saddam Husein memperoleh dukungan dari berbagai kalangan internasional yang memandang bahwa Irak menjadi korban rezim penguasa global yang kejam. Menanggapi perintah inspeksi senjata PBB Irak segera melakukan perintah sesuai yang diamanatkan tanpa melakukan perlawanan. Sedangkan negara Rusia. Tanggal 24 Februari 2003 Amerika bersikukuh mengajukan draft resolusi kepada PBB untuk mengultimatum negara Irak. Peringatan tersebut tidak diindahkan oleh Presiden Irak tersebut sampai 19 Maret 2003. Hingga pada tanggal 17 Maret 2003 Presiden Amerika Serikat George W.000 tentara ke Irak. Bush. Meskipun demikian pihak Amerika tidak menggubris peringatan dari berbagai negara terbukti pada Maret 2003 Amerika mengirimkan sekitar 250.000 tentara ke wilayah Teluk dibantu kerajaan Inggris yang mengirimkan 45. Di luar restu PBB. Amerika dan inggris melancarkan kampanye untuk menggulingkan kepemimpinan Presiden Saddam Husein dari kancah pemerintahannya di Irak. Tujuan utama pelaksanaan Operasi Pembebasan Irak oleh Amerika yaitu melucuti senjata pemusnah massal Irak. Amerika Serikat beserta koalisinya melakukan invasinya ke Irak (dikenal dengan istilah “Operasi Pembebasan Irak” ) . Tanggal 22 Februari 2003 Hans Blix selaku kepala inspeksi senjata PBB memerintahkan Irak untuk menghancurkan rudal Al-Samoud 2 karena dianggap telah melebihi jarak tembak yang hanya boleh mencapai 300 km. Bush memberi ultimatum kepada Presiden Saddam Husein untuk segera meninggalkan negeri yang dipimpinya dalam tempo 48 jam. China dan Perancis mendesak agar tim ekspedisi dari PBB memberikan waktu untuk membuktikan tuduhan kepemilikan senjata pemusnah massal Irak. Bahkan negara Jerman turut angkat bicara bahwa serangan militer terhadap Irak yang memang telah lemah karena embargo PBB bukanlah hal yang bijaksana.Selanjutnya tim ekspedisi PBB tidak mampu menemukan senjata pemusnah massal yang diungkapkan Presiden Amerika Serikat George W.

Tanggal 18 Februari 2003 Amerika kembali mengirimkan 100. Terkepungnya wilayah Rafhafah dan Azhamiyah menjadi tempat terakhir bagi kekuatan militer Irak. Kepemimpinan Presiden Saddam Husein berakhir pada tanggal 9 April 2003 ditandai dengan robohnya patung Saddam Husein berada tepat di lapangan Firdaus yang dihancurkan oleh tank Amerika. Perang Irak menimbulkan kekacauan dan penjarahan besar-besaran di Baghdad.000 jiwa pihak Irak.terorisme. Setelah berhasil menguasai istana kepresidenan dan sebagian pangkalan militer Irak maka dengan segera tentara Amerika berhasil menguasai Irak secara keseluruhan. serta memerdekakan rakyat Irak. 30 September 2006 Saddam Husein dihukum gantung dan dinyatakan bersalah atas kejahatannya terhadap kemanusiaan oleh pengadilan Irak. ² Perang Teluk Persia II/ Perang Irak telah menewaskan 2. Saddam Husein berhasil ditangkap di sebuah bunker kota Tikrit atas informasi gerilyawan Kurdi. Tanggal 13 Januari Desember 2003. Sementara pasukan Irak yang tergabung dalam Garda Revolusi yang dipimpin oleh anak-anak dari Saddam Husein tidak mampu membendung kekuatan gabungan militer Amerika.000 tentaranya kali ini ke Kuwait serta memaksimalkan dukungan lebih dari 20 negara dan bantuan suku Kurdi di utara Irak untuk memperkuat pertahanan. misi Amerika selanjutnya ialah menangkap Saddam Husein beserta pejabat-pejabat negara Irak yang melakukan perlawanan terhadap invasi Amerika Serikat. Meski perang telah usai keadaan Irak tidak sepenuhnya damai . Tanggal 31 Agustus 2010 Presiden Amerika Serikat pengganti George W.923 jiwa tentara Amerika dan 150. Abraham Lincoln membentangkan spantuk raksasa yang bertuliskan “Mision Accomlished (Misi Selesai) “. . Tertangkapnya Saddam Husein memberikan kebanggaan tersendiri bagi pihak Amrika Serikat yang merasa telah mampu menumbangkan kepemimpinan yang diktator. Tanggal 1 Maret 2003 perang Teluk Persia II/ Perang Irak dinyatakan telah resmi berakhir dan di atas geladak kapal induk USS. Bush pasca usai masa jabatan yaitu Presiden Barack Hussein Obama menyatakan bahwa perang telah berakhir serta memerintahkan penarikan pasukan Amerika dari irak² . Setelah berhasil menjatuhkan Baghdad.

Itu artinya. W. Dalam kasus kebijakan luar negeri yang diputuskan Presiden Irak yanki Saddam Husein dalam menginvasi Irak terdapat beberapa alasan di balik itu semua kendati dalam proses mencapai tujuannya justru memberikan outcome yang sangat buruk bagi kestabilan negara Irak.BAB III PENUTUP KESIMPULAN Breuning (2007) menyatakan bahwa kebijakan luar negeri pada dasarnya bersifat memiliki tujuan atau tindakan yang didasari oleh tujuan-tujuan tertentu. Begitu pula kebijakan luar negeri yang dihasilkan Presiden George H. seburuk apapun outcome yang dihasilkan oleh sebuah kebijakan sudah dipastikan memiliki alasan-alasan di balik proses pembuatan keputusan. Bush untuk melakukan invasi sebanyak dua kali di tanah Irak tentu saja memiliki tujuan-tujuan tertentu yang berkaitan dengan kepentingan negaranya. meskipun . Bush dan anaknya Presiden George W.

pendukung terorisme. Seperti yang telah dipaparkan dalam uraian Perang Teluk Persia II akan memberikan keuntungan tersendiri bagi Amerika Serikat apabila ia berhasil menaklukan Irak yaitu kemudahan negara adikuasa tersebut dalam meletakan kepentingannya di Timur Tengah yakni khususnya memberikan pengaruhnya di Iran dengan demikian setidaknya negara adikuasa tersebut sudah mampu melenyapkan dua negara poros setan yang terdiri dari empat negara yang dituduhkan George W. Tetapi kita tidak mengetahui gambaran tersirat bahwa di balik kebijakan luar negeri terkait dua invasi tersebut memiliki kepentingan tersendiri bagi Amerika Serikat. Oleh sebab itu pentinglah bagi kita untuk mengenal apa itu politik dan bagaimana maksud dan tujuan tersurat maupun tersirat sehingga mampu mempertahankan eksistensi negara kita di kancah percaturan internasional. kimia dan kuman. Selanjutnya negara adikuasa tersebut dapat melaksanakan strategis pengendalian harga minyak mentah dunia serta memantapkan posisi Amerika sebagai Penguasa Dunia . kepemilikan senjata nuklir. Libya dan Korea Utara. Amerika juga akan mampu memberi tekanan militer terhadap negara-negara Teluk dengan memaksa pemerintah negara-negara Teluk membasmi kelompok ekstrim yang antiAmerika. Secara tidak langsung kita tidak mampu menerjemahkan maksud dari kebijakan luar negeri Amerika serikat namun apabila kita tinjau dari kacamata perpolitikan maka kita akan menyadari bahwa permainan politik dan kepentingan nasional berperan di dalamnya.secara umum dipaparkan bahwa dalam Perang Teluk Persia I invasi menggunakan alasan atas tindakan invasi Irak atas Kuwait dan dalam Perang Teluk Persia II beralasan 5 tuduhan yang dilayangkan kepada negara Irak yakni dikatator. Yang artiannya tujuan invasi Amerika Serikat secara umum digambarkan demi menjaga kestabilan dunia. Bush yaitu Irak. Iran. .