Anda di halaman 1dari 23

JENIS & CARA

PENGUMPULAN DATA

Ns. Heryanto AN, Sp.Kom.

4 CARA PENGUMPULAN DATA


1. PENGAMATAN (OBSERVASI) 2. WAWANCARA (INTERVIEW) 3. ANGKET

4. PENGUKURAN
200

1. PENGAMATAN (OBSERVASI)
Pengertian pengamatan dalam Penelitian :

Suatu prosedur yang berencana, meliputi melihat, mencatat, jumlah dan taraf aktivitas tertentu yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
Dilakukan dengan cara : - mengklasifikasikan gejala yang relevan - observasi diarahkan pada gejala-gejala yang relevan - menggunakan jumlah pengamatan yang lebih banyak - Melakukan pencatatan dengan segera - Didukung alat mekanik / elektronik : camera, film, tape recorder, dll
3

JENIS PENGAMATAN
1). Pengamatan terlibat (observasi partisipatif)
Pengamat mengambil bagian dalam kegiatan yang dilakukan oleh sasaran pengamatan Digunakan dalam penelitian eksploratif Perlu memperhatikan hal-hal : Rumuskan gejala apa yang harus diobservasi Pencatatan yang baik Memelihara hubungan baik dengan sasaran Mengetahui batas intensitas partisipasi Menjaga situasi tetap wajar Pendekatan melalui tokoh masyarakat
4

2). Pengamatan Sistematis


Mempunyai kerangka / struktur yang jelas Pengamatan lebih terarah Didahului suatu observasi pendahuluan

3). Pengamatan Eksperimental


Semua kondisi dan faktor-faktornya dapat diatur dan dikendalikan Pengamatan terkendali Keuntungan : Tidak perlu menunggu lama timbulnya gejala / tingkah laku yang diperlukan Kelemahan : sering bias

KELEBIHAN TEKNIK PENGAMATAN


MUDAH, MURAH DAN LANGSUNG TIDAK MENGGANGGU SASARAN PENGAMATAN BANYAK GEJALA PSYCHIS YANG PENTING YANG TIDAK / SUKAR DIDAPAT DENGAN TEKNIK WAWANCARA ATAU ANGKET, TETAPI DENGAN PENGAMATAN DAPAT DIPEROLEH MEMUNGKINKAN MELAKUKAN PENCATATAN SECARA BERSAMAAN THD SASARAN YANG LEBIH BANYAK

KEKURANGAN TEKNIK PENGAMATAN


PERISTIWA PSYCHIS TERTENTU TIDAK DAPAT DIAMATI : HARAPAN, KEINGINAN, MASALAH PRIBADI, DLL PERLU WAKTU YANG LAMA BILA SASARAN MENGETAHUI SEDANG DIAMATI, MAKA GEJALA / TINGKAH LAKU DIBUAT-BUAT SUBYEKTIFITAS DARI PENGAMAT
7

PERALATAN PENGAMATAN
CHECK LIST Suatu daftar pengecek, berisi nama subjek dan beberapa gejala dari sasaran pengamatan Kelemahan : Hanya mencatat ada / tidaknya gejala RATING SCALE (SKALA PENILAIAN) Berupa daftar yang berisi ciri-ciri gejala / tingkah laku yang dicatat secara bertingkat (pengamat memberi score dari gejala)
8

PERALATAN PENGAMATAN

.lanjutan

DAFTAR RIWAYAT KELAKUAN Catatan tentang gejala / tingkah laku sasaran yang luar biasa sifatnya (khas)` ALAT-ALAT MEKANIK (ELEKTRONIK) Berupa alat perekam, fotografis, film, tape recorder, camera TV. Dsb.

2. WAWANCARA (INTERVIEW)

1). WAWANCARA TIDAK TERPIMPIN (NON DIRECTIVE OR UNGUIDED INTERVIEW)


Tidak ada pokok persoalan yang menjadi fokus dalam wawancara tersebut Pertanyaan yang diajukan tidak sistematis Tidak menggunakan pedoman yang tegas Dapat menjurus ke free talk Banyak kelemahan : kurang efisien, reliabilitas kurang, boros tenaga, pikiran, biaya, waktu, dan sulit dianalisis.

10

2. WAWANCARA (INTERVIEW)lanjutan

2). WAWANCARA TERPIMPIN (STRUCTURED INTERVIEW)


Menggunakan kuesioner Keuntungan : lebih teliti, hasil dapat disajikan secara kualitatif / kuantitatif Interviewer dapat dilakukan oleh beberapa orang Kelemahan : Pelaksanaan wawancara kaku / kurang fleksibel, terlalu formal

11

2. WAWANCARA (INTERVIEW)lanjutan

3). WAWANCARA BEBAS TERPIMPIN


Kombinasi dari wawancara tidak terpimpin dan wawancara terpimpin Fleksibel dan arah yang jelas

4). Free Talk dan Diskusi


Berbicara bebas Interviewer bukan hanya bertindak sebagai pengumpul data, tetapi juga sebagai sugester, motivator, edukator

12

Kelebihan Teknik Wawancara


1. Mudah dilakukan 2. Luwes dan fleksibel 3. Untuk menggali informasi sekaligus observasi 4. Efektif untuk menggali gejala psychis 5. Cocok untuk pengumpulan data-data sosial

13

KekuranganTeknik Wawancara
1. Kurang efisien 2. Perlu keahlian bahasa dan interviewer 3. Memungkinkan interviewer memalsukan jawaban 4. Situasi dan kondisi saat interview mempengaruhi jawaban dan data yang diperoleh
14

3. ANGKET
a. SUATU CARA PENGUMPULAN DATA DARI SUATU PENELITIAN YANG MENYANGKUT KEPENTINGAN UMUM
b. MENGEDARKAN DAFTAR PERTANYAAN

15

3. ANGKET.lanjutan

JENIS ANGKET : MENURUT SIFATNYA : - ANGKET UMUM & ANGKET KHUSUS MENURUT BENTUK STRUKTURNYA : - ANGKET BERSTRUKTUR DAN TIDAK BERSTRUKTUR MENURUT BENTUK PERTANYAANNYA: - ANGKET BERBENTUK ISIAN DAN PILIHAN

16

KELEBIHAN ANGKET
a. HEMAT WAKTU, BIAYA , TENAGA b. RESPONDEN DAPAT MEMILIH WAKTU SENGGANG UNTUK MENGISI ANGKET c. RESPONDEN TIDAK MERASA TERPAKSA

17

KEKURANGAN ANGKET
1. 2. 3. 4. LEBIH SUBYEKTIF PENAFSIRAN PERTANYAAN BERBEDA BUKAN UNTUK YANG BUTA HURUF KEMUNGKINAN TIDAK MENJAWAB SELURUH ANGKET 5. SULIT MEMUTUSKAN PERTANYAAN SECARA CEPAT DENGAN MENGGUNAKAN BAHASA YANG SEDERHANA

18

4. PENGUKURAN
a. Merupakan pemberian batas kuantifikasi tertentu pada variabel, sehingga dapat diketahui nilai atau besaran variasinya.

b. Upaya memberi angka (numerik) terhadap sesuatu benda / kejadian berdasarkan aturan tertentu.

19

Syarat Pengukuran
1. ISOMORFISME
Ukuran harus sedekat mungkin dengan benda/ kejadian yang diukurnya (identik dengan yang diukur. Mengukur kondisi fisik lebih sederhana daripada kondisi psikologis

2. EXHAUSTIVE
Pengukuran harus meliputi seluruh kemungkinan ukuran sesuai dengan tujuan studi Contoh : Jenis kelamin : laki-;laki / perempuan 3. MUTUALLY EXCLUSIVE
Mengukur tidak tumpang tindih Misal : kategori umur : 0-1, 1-5, dst
20

KAIDAH POKOK PENGUKURAN


OBJEKTIVITAS Pengukuran yang dilakukan harus benar-benar terbebas dari bias peneliti (kecenderungan pada perkiraan atau harapan peneliti atau pada kenyataan umum) VALIDITAS Pengukuran harus benar-benar bisa mengukur apa yang diukur. Hal ini berkaitan dengan alat ukur, metode ukur, dan pengukurnya.
21

KAIDAH POKOK PENGUKURAN


RELIABILITAS Kestabilan (stability), kepercayaan (dependability), dan prediktabilitas (predictability) alat ukur, sehingga berkalikali pengukuran menghasilkan nilai ukur yang sama atau serupa. Ketelitian (accuracy) alat ukur sehingga hasil ukur persis sama dengan nilai sebenarnya.

22

STRATEGI UNTUK MENINGKATKAN RELIABILITAS


1. Standarisasi cara pengukuran aturan yang rinci dan jelas tentang cara pengukuran
2. Pelatihan pengukuran 3. Penyempurnaan instrumen 4. Automatisasi 5. Pengulangan pengukuran
23