Anda di halaman 1dari 2

Review Teori Keruangan (Key Thinkers)

Henry Lefebvre
Henry Lefebvre adalah seorang sosiolog kehidupan perdesaan dan perkotaan yang beraliran NeoMarxist. Lahir di Hagetmau, Perancis pada 16 Juni 1901. Menyelesaikan studi S1-nya di University of Paris jurusan filsafat. Kemudian memperoleh gelar professor di Universitas Strasbourgh pada tahun 1950. Pada tahun 1960, pindah ke Universitas Nanterre. Setelah itu banyak melakukan perjalanan internasional dan mengembangkan teori tentang globalisasi (1970), serta hingga sebelum meninggal pada tahun 1991 banyak memberikan kuliah internasional dan berpartisipasi dalam Group de Hagetmau. Walaupun merupakan seorang filsuf, tetapi Lefebvre banyak mengkritik pada ekonomi, geografi, dan sosiologi, terutama yang terkait dengan ruang. Karyanya yang paling fenomenal adalah La Production de lespace (1974), yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Donald Nicholson-Smith dengan judul The Production of Space (1991). Bukunya ini merupakan buku jawaban atau tanggapan atas kritik yang disampaikan oleh Manuel Castells melalui bukunya Urban Question (1977) terhadap buku Lefebvre sebelumnya yang berjudul The Survival of Capitalism. Fokus perhatian Lefebvre yang banyak pada lingkungan perkotaan, khususnya dalam konteks kehidupan sehari-hari dan sangat dipengaruhi oleh kolaborasinya dengan kelompok International Situationniste (SI) yang dipimpin oleh Guy Debord. Menurutnya, perkotaan tidak dapat dipandang dari ukuran populasi tertentu, ukuran geografis, atau koleksi bangunan, juga perkotaan bukan simpul, titik transhipment atau pusat produksi. Perkotaan adalah sentralitas sosial, di mana banyak unsur dan aspek kapitalisme berpotongan dalam ruang meskipun sering hanya menjadi bagian dari tempat untuk waktu yang singkat, seperti halnya dengan barang-barang atau orang-orang dalam perjalanan. Dalam bukunya The Production of Space, Lefebvre mengungkapkan bahwa "space is socially produced", sementara "we are spatially produced", atau jika diartikan menjadi ruang diproduksi secara sosial, sementara kita diproduksi secara spasial. Apabila dipahami kembali, maksud dari Lefebvre ini adalah ruang terbentuk oleh manusia dan kegiatan di dalamnya, sedangkan manusia dan kegiatannya kemudian juga dibentuk oleh ruang tersebut. Jadi, ruang tercipta menurut cara kehidupan sosial kita tinggal di dalamnya (lived space), dan kehidupan sosial tersebut bersinggungan dengan aspek material fisik dari ruang yang terekam oleh indera kita (perceived space) dan aspekaspek non-material (mental) dari ruang yang terkonsepsi dalam benak kita (conceived space). Lefebvre menuangkan konsepnya tentang ruang tersebut dalam sebuah trilogi, yang disebut spatial triad. Diagram trilogi tersebut diinterpretasikan oleh Anderson, Hannah (2003). Menurut Lefebvre (1991: 41-52; 116), ruang diproduksi secara dinamis oleh hubungan timbal balik antara representasi ruang (representations of space), representasional ruang (representational space), dan praktik (practice) seiring waktu. Jadi, gambaran ruang dimulai dari angan-angan, bayangan, dan gambaran masa depan yang ideal. Hal tersebut merupakan apa yang kita rasakan atau perceived. Kemudian, hal tersebut direpresentasikan ke dalam ruang melalui gambar rencana, peta, model, dan desain.

Dipresentasikan oleh Yonanda Rayi Ayuningtyas pada 9/11/12 DIreview oleh Mayang Rahmi N

Biasanya diwujudkan oleh arsitek dan perencana. Kemudian, yang paling dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari adalah praktik (practice) kegiatan yang dilakukan di dalam ruang. Ketiga unsur tersebut saling berhubungan secara dinamis satu sama lain dalam ruang dan waktu. Hubungannya dapat terbentuk dari angan-angan atau perceived (representational space), kemudian diwujudkan atau conceived (sudah dialami) dalam suatu gambaran (representation of space), dan diwujudkan secara riil atau konkret dalam realitas kehidupan atau lived (practice). Selain itu, juga dapat terjadi sebaliknya, yakni mengabstraksikan yang konkret (practice), menjadi suatu gambaran representasi (representations of space), dan kemudian menjadi sesuatu yang tidak terwujud hanya dapat dirasakan (representational of space). Peran ruang dan waktu menunjukkan suatu kedinamisan hubungan tersebut. Salah satu contoh nyatanya diungkapkan oleh Wibisono (2012) adalah perubahan malioboro dari bentuk kultural (cultural form) yang tergambar melalui sumbu imajiner Kota Jogja, kemudian dalam praktiknya berkembang menjadi suatu kawasan komersial (commerce street). Istilah produksi yang digunakan Lefebvre dalam bukunya The Production of Space, bukanlah seperti istilah produksi yang berbentuk barang atau jasa semata. Akan tapi sebuah proses yang meliputi multiplicity of works and great diversity of forms yang disederhanakan dalam tiga konsep: produksi (proses), produk (hasil), dan labour (buruh) yang merupakan pondasi dari political economy. Dalam kaitannya dengan apa yang diproduksi, Ruang dalam hal ini menjadi bagian dari sebuah produksi (proses) sejarah, yang meliputi persinggungan dari waktu (time), ruang (space) dan makhluk sosial, yang mengarah kepada a materialization of social being (Lefebvre, 1991:68,69,102 dalam Kurniawan, 2011:2). Dalam bukunya tersebut, Lefebvre juga mengelompokan ruang ke dalam empat pengertian, yakni ruang alamiah (natural space), ruang mutlak (absolute space), ruang abstrak (abstract space), dan ruang diferensial (differential space). Ruang Alamiah (Natural Space) yaitu ruang yang sudah ada dengan sendirinya yang dibentuk oleh hukum-hukum alam. Ruang Mutlak (Absolute Space), yaitu ruang yang merupakan fenomena universal yang diciptakan oleh Tuhan dan berlaku mutlak. Ruang Abstrak (Abstract Space), Levebvre mengkritisi konsep dari ruang abstrak dari budaya modern kapitalis yang cenderung mereduksi pemahaman dari perceived, conceived dan lived space. Ruang Diferensial (Differential Space), yaitu sebuah ruang yang lebih membaur (mixed) dan lebih inter-penetrative sifatnya. Lefebvre juga mengingatkan kita bahwa ruang tidak hanya sebagai produk, tetapi juga sebagai media atau sarana. Perubahan dalam pemahaman dan kehidupan spasial memberikan pertanda bagi kita bagimana dunia kapitalis suatu negara/bangsa memberikan jalan bagi geo-politik yang tak terduga pada semua skala.

Daftar Pustaka Anderson, Hannah. http://hannahwinkle.com/ccm/Lefebvre.htm. diakses 16/12/2012. Kurniawan, Kemas. 2011. Kita Memproduksi Ruang. Lefebvre, Henry dalam Hubbart, Phil dan Kitchin, Rob. 2011. Key Thinkers On Space and Place. Sage Publications. Wibisono, Bambang Hari. 2012. Kuliah Teori Keruangan 9/11/2012. Magister Perencanaan Kota dan Daerah. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Dipresentasikan oleh Yonanda Rayi Ayuningtyas pada 9/11/12 DIreview oleh Mayang Rahmi N