BAB 3 sampai bab 5_contoh kasus skripsi.doc

Fiqih Ismawan, S.

Kom

Tulisan ini akan menjelaskan kasus skripsi tentang pendekatan analisis dan perancangan sistem
BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A.

Waktu dan Tempat Penelitian Tempat penelitian dilakukan pada CV. Sejahtera di Depok. Penulis melakukan penelitian selama 4 (empat) bulan, dengan perincian jadwal sebagai berikut :

No 1 2 3 4 5 6 7 8

Kegiatan Pengajuan & Persetujuan Judul Pengajuan Ijin Penelitian Pengumpulan Data Studi Kepustakaan Analisa Kebutuhan Sistem Merancang Sistem Penulisan Laporan Implementasi & Pengkodean

1

2

3

4

1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Tabel 2.1 Jadwal Penelitian B. Metode Penelitian Metode penelitian yang penulis lakukan dengan menggunakan metode grounded research dan metode observasi (pengamatan). Metode grounded 30

31

research yaitu suatu metode penelitian berdasarkan fakta dengan tujuan dapat menetapkan konsep, mengembangkan teori, pengumpulan dan analisis data dalam waktu yang bersamaan. Sedangkan metode observasi (pengamatan) merupakan metode pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan sengaja melalui pengamatan dan pencatatan serta gejala objek yang diteliti langsung dilapangan, sebab metode observasi merupakan salah satu teknik penelitian yang sangat penting bagi seorang peneliti secara langsung dilapangan, yang artinya pengamatan langsung menggunakan panca indera. Pengamatan dilakukan secara langsung merupakan alat ampuh untuk menguji suatu kebenaran. Penulis bukan hanya mencari dan mengumpulkan data, tetapi juga langsung melakukan klasifikasi terhadap data tersebut, mengolah dan menganalisa data.

C.

Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data yang dilakukan oleh penulis untuk mendapatkan data-data serta informasi untuk mendukung penyempurnaan hasil dari penelitian ini antara lain :

1. Studi Kepustakaan Pengumpulan data dan informasi dari kutipan-kutipan buku-buku, peraturan perundang-undangan, serta hasil laporan dan bahan

32

lainnya yang berkaitan dengan penelitian ini. Dari bahan-bahan tersebut diambil teori-teori yang dapat dijadikan landasan untuk menganalisa masalah yang ditemukan dalam penelitian. 2. Studi Lapangan Studi lapangan ini penulis lakukan untuk melihat langsung terhadap penerapan sistem penjualan barang di CV. Sejahtera. Dalam studi lapangan ini dipergunakan teknik pengumpulan data antara lain dengan cara : a. Survei Pada teknik pengumpulan data ini penulis melakukan dengan cara melihat langsung Sistem Informasi Penjualan Barang yang berada pada CV. Sejahtera guna mendapatkan gambaran yang objektif, sehingga dapat mengetahui apa saja kekurangan yang ada pada perusahaan tersebut terutama pada sistem informasi penjualan barang. b. Wawancara Wawancara yang dilakukan oleh penulis yaitu melakukan dengan cara berwawancara langsung kepada pihak-pihak terkait dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan mengumpulkan berkas-berkas yang diperlukan oleh penulis untuk melengkapi skripsi/tugas akhir ini, agar data yang telah penulis kumpulkan mendapatkan penjelasan yang lebih akurat.

33

3. Sumber Data Data dan informasi yang diperoleh untuk menguatkan penelitian ini diambil dari 2 sumber yaitu sumber data primer yang diperoleh langsung dari responden melalui kuisioner dan sumber data sekunder yang merupakan data pendukung untuk melengkapi data primer yang diperoleh melalui tanya jawab langsung atau dokumen.

D.

Langlah-langkah Pengembangan Sistem Untuk merancang dibutuhkan suatu sistem secara rinci berdasarkan hasil analisa sistem yang ada, sehingga menghasilkan model sistem baru yang akan diusulkan, dengan disertai rancangan database dan spesifikasi program. Adapun tahapan-tahapan pada rancangan sistem antara lain : 1. Mengadakan berbagai analisa Analisa ini diperlukan untuk mengetahui apa saja yang dibutuhkan, bagaimana arus diagram aliran data dalam pembuatan sistem dan perancangan normalisasi basis data yang dibuat dapat membantu dalam perancangan sistem informasi penjualan barang. Berdasarkan hasil analisa sistem kemudian dibuat rancangan sistemnya, meliputi : analisa aturan bisnis sistem, analisa masukan, diagram konteks, kamus data sistem, normalisasi yang dilakukan, struktur file, struktur menu, format masukan dan format keluaran. 2. Studi Kepustakaan

34

Penulis melakukan studi kepustakaan berdasarkan referensi dan berbagai diskusi pembahasan baik dengan dosen pembimbing maupun dengan orang yang berkompeten pada kasus ini. Studi kepustakaan bertujuan untuk mempelajari dan memahami dasar teori yang berhubungan dengan analisa kebutuhan yang telah dilakukan. Selain itu, penulis juga melakukan studi dari berbagai media yang berupa diktat, modul, bukubuku, artikel-artikel baik di internet maupun media cetak untuk menunjang penulisan demi terselesaikannya skripsi ini. 3. Merancang sistem Dalam merancang sistem, diagram konteks menggambarkan suatu sistem informasi secara global, termasuk aliran data dari masukan ( input) ke proses kegiatan (system), dari proses ke proses dan dari proses keluaran (output) menjadi sebuah informasi yang tepadu. Dalam merancang sistem ada beberapa tahapan yang harus dilalui antara lain : 1) Menjelaskan bagaimana cara masuk ke dalam sistem 2) Merancang jendela menu dengan memperbaiki sistem basis data yang dibangun

4. Mengembangkan sistem

Mengambil kesimpulan . untuk mengetahui tanggapan pengguna sistem yang telah dibuat. hal pertama yang silakukan adalah menerangkan bagaimana sistem tersebut bias dilakukan oleh berbagai pihak dengan aplikasi form-form sederhana yang mudah dimengerti. Pengujian sangat penting dilakukan untuk menjamin kualitas sistem dan juga menjadi peninjauan terakhir terhadap spesifikasi. Evaluasi ini akan digunakan untuk memperbaiki kekurangan sistem informasi penjualan barang yang dibuat. 8. Pengujian Proses selanjutnya adalah pengujian yaitu untuk memastikan apakah semua sistem dapat bekerja dengan baik. 7. Aturan bisnis perancangan sistem penjualan barang : 1) Buat pengguna menguasai sistem 2) Sistem yang dibuat dapat memenuhi kebutuhan pengguna 6. Melakukan validasi terhadap sistem Evaluasi kegunaan adalah bagian penting dari proses pengembangan sistem. mencari apakah masih ada kesalahan pada sistem. dan pengkodean. Implementasi dan pengkodean Implementasi pengkodean adalah proses menterjemahkan dokumen hasil desain menjadi baris-baris perintah bahasa pemrograman komputer. 5.35 Dalam mengembangkan sistem. desain.

BAB IV .36 dapat diambil kesimpulan tentang sistem : 1) Apakah fungsi-fungsi yang terdapat pada sistem yang dirancang dapat berfungsi dengan baik. 2) Apakah aplikasi yang dibuat sudah dapat memenuhi kebutuhan akan informasi penjualan barang.

Selain itu juga melalui majalah catalog yang secara berkala diterbitkan juga pesanan melalui SMS. Penjualan offline Tas Etnik Maika berada di jalan Proklamasi Depok Timur. maka CV sejahtera tampil dengan penuh percaya diri untuk merebut segmen pasar. Profil Sepatu Lukis CV. Showroom lebih berfungsi sebagai ruang pamer dan meyakinkan calon konsumen bahwa mutu dan bentuk sepatu sesuai dengan yang ada pada gambar. Selain mengembangkan penjualan online. pengembangan penjualan offline baik yang menetap maupun mobile direncanakan akan dibuat dan dikembangkan juga. 2. Stuktur Organisasi CV. Sejahtera Berawal dari persaingan bisnis sepatu yang semakin keras. Karakterisktik pembeli online sering ingin mengetahui keberadaan perusahaan dan kualitas barang sehingga beberapa dari mereka langsung menuju toko dari pada membeli secara online. Sejahtera . Sepatu merupakan usaha yang dapat berkembang pada online dan offline store. Sejarah Sepatu Lukis CV.37 ANALISIS SISTEM BERJALAN A. Sejahtera akhirnya menemukan sebuah gagasan untuk menciptakan sepatu lukis yang diharapkan mampu merebut pasar yang akhir-akhir ini sangat digandrungi oleh konsumen. Sejahtera 1. Dengan kreasi dan modifikasi serta inovasi CV.

kasir maupun di bagian marketting mempunyai tugas dan wewenang tersendiri. Sejahtera dapat digambarkan sebagai berikut : Gambar 4. hal ini dimaksudkan agar tujuan penjualan dan pemasaran produk sepatu lukis ini bisa tercapai secara maksimal. baik yang duduk di bagian staf. Dengan memandang suatu organisasi. maka pemilik harus memiliki pemahaman yang jelas tentang struktur organisasi. Masing-masing personil. Sejahtera menggunakan struktur organisasi seperti tertera di atas. Untuk dapat bekerja secara efektif dalam organisasi. namun demikian kesemuanya merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisahkan artinya mereka harus saling bekerjasama secara harmonis. maka seseorang melihat suatu susunan .38 Struktur organisasi CV. Sejahtera Dalam menjalankan usahanya CV.1 Struktur Organisasi pada CV.

B. Proses Administrasi Sistem Berjalan Dalam pengelolaan sistem administrasi penjualan masih menggunakan sistem manual. Administrasi Persediaan Barang Administrasi persediaan barang atau sepatu ditangani oleh karyawan bagian urusan persediaan sepatu.39 posisi tugas-tugas pekerjaan dan garis wewenang dari bagian-bagian dalam organisasi. Administrasi ini mengatur banyaknya sepatu yang tersedia dan banyaknya sepatu yang terjual. Administrasi Keuangan Penjualan Administrasi ini berhubungan dengan keuangan penjualan untuk memperlancar proses penjualan sepatu. membuat data sepatu yang terjual 2. Adapun tugas tersebut adalah : a. C. belum memiliki perangkat lunak tersendiri. membuat data sepatu yang tersedia b. Proses Administrasi Penjualan Sepatu Lukis 1. Adapun proses yang terjadi pada administrasi pengolahan data sebagai berikut : .

2. Aturan Administrasi dalam Sistem Administrasi yang Berjalan pada CV.40 a. Pengelolaan Data Persediaan Sepatu Data yang berasal dari hasil produksi sepatu lukis yang masuk di CV. Pengelolaan Data Penjualan Sepatu Seluruh transaksi penjualan sepatu diinput oleh kasir ke dalam data penjualan. . D. Sejahtera sebagai berikut : 1. Apabila konsumen membutuhkan informasi mengenai detail sepatu lukis. Sejahtera diinput ke dalam data persediaan sepatu. seperti data penjualan sepatu dan data keuangan. Karyawan toko menginput data persediaan sepatu yang tersedia pada CV. Sejahtera. 3. 4. Konsumen melakukan pembayaran ke kasir. Kasir mencatat seluruh transaksi penjualan sepatu lukis. dapat langsung meminta ke karyawan toko. Sepatu Lukis Aturan administrasi dalam sistem administrasi yang berjalan pada CV. b.

: Karyawan Toko : Kertas : Data Persediaan Sepatu Lukis Input Penjualan Sepatu . 1. Analisis Sistem Berjalan Pada setiap toko sangat membutuhkan adanya sistem administrasi yang dapat berjalan dengan baik.41 5. Analisa Masukan (input) a. Begitu juga dengan CV. Sejahtera yang juga membutuhkan adanya sistem administrasi yang baik agar semua kegiatan dapat berjalan dengan baik. Karyawan toko dan kasir membuat laporan hasil data kepada pemilik toko secara berkala. E. Input Persediaan Sepatu Sumber Media Isi c. Input Keterangan Sepatu Sumber Media Isi : Karyawan Toko : Kertas : Data Keterangan Sepatu Lukis b.

Analisa Keluaran (output) Laporan a. Keterangan Sepatu Sumber Media Isi : Karyawan Toko : Kertas : Laporan Keterangan Sepatu Lukis b. Persediaan Sepatu Sumber Media Isi : Karyawan Toko : Kertas : Laporan Persediaan Sepatu Lukis .42 Sumber Media Isi : Kasir : Kertas : Data Penjualan Sepatu Lukis d. Input Keuangan Sumber Media Isi : Kasir : Kertas : Data Transaksi Keuangan 2.

Sejahtera dapat digambarkan melalui Diagram Alir Data (DAD) dibawah ini : a. Transaksi Keuangan Sumber Media Isi : Kasir : Kertas : Bukti Pembayaran (Nota Pembayaran) Laporan Transaksi Keuangan 3.43 c. Penjualan Sepatu Sumber Media Isi : Kasir : Kertas : Laporan Penjualan Sepatu Lukis d. Diagram Konteks . Analisa Proses Analisa proses yang berjalan pada sistem administrasi penjualan Sepatu Lukis CV.

Diagram Nol . b.44 Dari diagram alir data konteks sistem basis data Sistem Penjualan Sepatu Lukis yang terdiri dari keterangan sepatu dan penjualan sepatu dapat dijabarkan sebagai berikut.

45 .

Diagram rinci level 1 untuk proses 1.0 1. Diagram rinci level 1 untuk proses 3.0 . Diagram rinci level 1 untuk proses 2. Diagram Rinci 1.46 c.0 2.

Diagram rinci level 1 untuk proses 4.0 4. Diagram rinci level 1 untuk proses 4.47 3.2 .

0 Cek Data Sepatu Lukis Proses 1. Kamus Data Dokumen Masukan 1.0 Cek Data Sepatu Lukis – Data_Sepatu Penjelasan : Sebagai Keterangan Data Sepatu Lukis . Kamus Data Sistem Berjalan Rincian daftar nama-nama item yang dibutuhkan dalam pembuatan diagram alir data. Nama Arus Data Alias Bentuk Dokumen Arus Data : Data_Sepatu : Data_Sepatu : Dokumen Isian : Karyawan Toko – Proses 1.48 F.

Nama Arus Data Alias Bentuk Dokumen : Laporan_Data_Sepatu : Laporan_Data_Sepatu : Dokumen Cetak Komputer . Nama Arus Data Alias Bentuk Dokumen Arus Data : Penjualan _Sepatu : Penjualan_Sepatu : Dokumen Isian : Pembeli – Proses 4.49 Periode Volume Struktur Data : Setiap Kali Ada Sepatu Lukis yang Masuk Toko : Kurang Lebih 50 : Id_Sepatu + Nama_Sepatu + Warna + Bahan + Deskripsi + Harga 2.0 Pembayarn Sepatu Lukis – Kasir Kasir – Penjualan_Sepatu Penjelasan Periode Volume Struktur Data : Sebagai Laporan Transaksi Penjualan : Setiap kali Sepatu Lukis Terjual : Kurang Lebih 50 : Id_Sepatu + Id_Pembeli + Harga + Keterangan Kamus Data Dokumen Keluaran 1.0 Pembayaran Sepatu Lukis Proses 4.

50 Arus Data : Karyawan Toko – Proses 5. Nama Arus Data Alias Bentuk Dokumen Arus Data : Laporan_Penjualan_Sepatu : Laporan_Penjualan_Sepatu : Dokumen Cetak Komputer : Kasir – Proses 5.0 Laporan Data Sepatu Lukis Proses 5.0 Laporan Penjualan Sepatu Lukis – Pemilik Toko Penjelasan Periode Volume : Untuk Laporan Penjualan Sepatu Lukis : Setiap Bulan : Kurang Lebih 50 .0 Laporan Penjualan Sepatu Lukis – Pemilik Toko Penjelasan Periode Volume Struktur Data : Untuk Laporan Data Sepatu Kepada Pemilik Toko : Setiap Bulan : Kurang Lebih 50 : Id_Sepatu + Nama_Sepatu + Warna + Bahan + Deskripsi + Harga 2.0 Laporan Penjualan Sepatu Lukis Proses 5.

Proses Nama Proses Masukan Keluaran uraian : 2.51 Struktur Data : Id_Sepatu + Id_Pembeli + Harga + Keterangan G. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 1. .1 : Nota Pembayaran Sepatu : Memberikan_nota_Pembayaran : Terima_Struk_Pembayaran : Karyawan toko memberikan nota pembayaran kepada pembeli dan pembeli menerima nota pembayaran yang diberikan oleh karyawan toko. Sejahtera ini seperti proses berikut : 1.0 : Pembelian : Daftar_Sepatu_yang_Dibeli : Daftar_Sepatu_yang_Dibeli : Pembeli memberikan daftar sepatu yang akan dibeli kepada karyawan toko 2. Spesifikasi Proses Sistem Berjalan Spesifikasi proses menjelaskan dan menguraikan proses terkecil dari proses Penjualan Sepatu Lukis CV.

52 3. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 3. 5.1 : Pengambilan Struk : Memberikan_Struk_Pengambilan_Sepatu : Menerima__Struk_Pengambilan_Sepatu : Pembeli menyerahkan struk untuk pengambilan sepatu kepada karyawan toko. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 2. menuju kasir untuk melakukan 4. .2 : Pengmabilan Sepatu : Memberikan_Sepatu : Terima_Sepatu : Karyawan toko memberikan sepatu yang telah dibayar oleh pembeli.2 : Pembayaran Sepatu : Melakukan_Pembayaran : Terima_Pembayaran : pembeli pembayaran. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 3.

Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 4.2 : Cetak Laporan Penjualan Sepatu :: Terima_Laporan_Transaksi_Penjualan_Sepatu : Laporan penjualan sepatu yang telah dicetak kemudian diberikan kepada pemilik toko. 7. 8. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 4. .2.2.1 : Cetak Laporan Data Sepatu :: Laporan_Data_Sepatu : Pemilik toko menerima laporan data sepatu yang diberikan oleh karyawan toko.53 6.1 : Laporan Penjualan_Sepatu : Memasukkan_Laporan_Transaksi_Penjualan :: Kasir memasukkan laporan transaksi penjualan sepatu ke dalam database penjualan sepatu. Proses Nama Proses Masukan Keluaran Uraian : 4.

yaitu : 1. . Sejahtera yang berbasis komputerisasi. Perancangan sistem penjualan sepatu lukis yang terkomputerisasi sehingga dapat dihasilkan informasi yang cepat. Analisa Permasalahan Dari hasil penelitian yang penulis lakukan. 2. Sejahtera yaitu : 1.54 H. Sejahtera yang belum terkomputerisasi menyebabkan lambannya pekerjaan para karyawan dan kasir dalam melayani pembeli sehingga tidak efektif dan efisien. tepat dan akurat. penjualan dan pembuatan laporan penjualan sepatu lukis CV. Alternatif Penyelesaian Masalah Berdasarkan masalah-masalah yang dihadapi dalam pendataan. Kurangnya sumber daya manusia yang memahami sistem komputerisasi menjadi suatu penyebab belum dibuatnya sistem penjualan sepatu lukis CV. Sistem Penjualan Sepatu Lukis CV. Proses pendataan keterangan dan persediaan sepatu yang masuk masih dilakukan secara manual dengan menggunakan media kertas. Sejahtera maka penuis memberikan alternatif penyelesaian masalahnya. I. maka penulis dapat menganalisa permasalahan yang ada pada Sistem Penjualan Sepatu Lukis CV. 3.

Perancangan database untuk sistem penjualan sepatu lukis sehingga penyimpanan data tidak menggunakan media kertas lagi melainkan berupa harddisk atau media penyimpanan elektronik lainnya. Membuat sistem penjualan sepatu lukis yang mudah dipahami oleh setiap user agar dapat digunakan oleh setiap user yang ada pada sistem penjualan sepatu lukis.55 2. 3. BAB V RANCANGAN SISTEM USULAN . baik yang memahami komputer maupun tidak.

maka penulis menyimpulkan bahwa sistem penjualan yang berjalan pada CV. tepat. Sejahtera. akurat dan efisien. 1. Sejahtera. Rancangan Proses Setelah menganalisa sistem yang berjalan pada sistem penjualan sepatu lukis pada CV. Sejahtera dalam menangani seluruh kegiatan penjualan belum terkomputerisasi.56 A. selama ini mereka masih menggunakan sistem manual. Nama Tampilan : Form Data Konsumen . Data Konsumen Pada bagian data pembeli ini user dapat mengisi data pembeli secara lengkap dan benar agar data pembeli bisa di simpan. Penulis mencoba membuat suatu aplikasi berbasis Web menggunakan pemrograman PHP dan MYSQL sebagai interface yang mudah untuk dipahami dan mudah digunakan oleh para pelaksanna administrasi penjualan sepatu lukis. Aplikasi ini diharapkan dapat membantu bagian administrasi penjualan sehingga dapat melakukan pekerjaannya dengan cepat. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mencoba mengembangkan sistem penjualan sepatu lukis berbasis online untuk CV. Rancangan Masukan File Simpanan Data a.

2.57 Tujuan Isi : Bagian Pengiriman : Id_pesanan Nama Alamat Provinsi Kota Kode_pos Telepon Email b. Data Pemesanan Pada bagian data pesanan ini user dapat mengisi data pesanan secara lengkap dan benar agar barang yang di pesan sesuai dengan data yang diinginkan oleh pembeli. Rancangan Keluaran a. Laporan Keterangan Sepatu Sumber : Bagian Pengiriman .

Laporan Barang Terkirim Sumber Tujuan Isi : Bagian Pengiriman : Admin Toko : Laporan Barang Terkirim e. Laporan Pembayaran Sumber Tujuan Isi : Konsumen : Admin Toko : Laporan Pembayaran d.58 Tujuan Isi : Admin Toko : Laporan Keterangan Sepatu b. Laporan Penjualan Sumber Tujuan : Admin Toko : Pemilik Toko . Laporan Data Pesanan Sumber Tujuan Isi : Admin Toko : Pemilik Toko : Laporan Data Pesanan c.

59 Isi : Laporan Penjualan B. Diagram konteks . Diagram Alir Data Sistem yang Diusulkan 1. Diagram Alir Data a.

Diagram Nol .1 Diagram Konteks Usulan Pada Toko Sepatu Lukis Online b.60 Gambar 5.

2 Diagram Nol Usulan Pada Toko Sepatu Lukis Online c.1 .61 Gambar 5. Diagram rinci level 1 untuk proses 1. Diagram Rinci 1.

0 .62 Gambar 5. Diagram rinci level 1 untuk proses 2.3 Proses Terima Data Pesanan 1.4 Proses Transaksi Pembayaran 1. Diagram rinci level 1 untuk proses 3.1 Gambar 5.

6 Proses Laporan Penjualan C.1 Gambar 5. Kamus Data Yang Diusulkan Penjabaran dari diagram alir data konteks atau lebih detail dari diagram alir data konteks disebut diagram alir data analisis. Diagram rinci level 1 untuk proses 4. Untuk memperinci .5 Proses Pengiriman Barang 1.63 Gambar 5.

0 Pembayaran .Konsumen Periode Penjelasan : Setiap kali ada pengiriman barang : Sebagai data baranag yang telah terkirim . Data pemesanan Nama Arus Bentuk Data Arus Data Periode Penjelasan b. Kamus Data Masukan a. 1.64 diagram alir data analisis perlu dibuat kamus data yang merupakan perincian item-item yang terdapat pada aliran data dan juga yang terdapat pada penyimpanan data. Data Pembayaran Nama Arus Bentuk Data Arus Data Periode Penjelasan : Data_pembayaran : Masukan pada web : konsumen – Proses 2.0 pemesanan – Admin_Toko : Setiap kali ada pemesanan sepatu lukis : Sebagai syarat pemesanan sepatu lukis c. Data Pengiriman Barang Nama Arus Bentuk Data Arus Data : Pengiriman_barang : Masukan pada web : Bagian_pengiriman – Proses 3.Bank : Setiap kali ada pembayaran sepatu lukis : sebagai data pembayaran sepatu lukis : Data_sepatu_yang_dibeli : Masukan pada web internet : Konsumen – Proses 1.0 Pengiriman Barang .

2) Proses : 1. Spesifikasi Proses Sistem yang Diusulkan Spesifikasi proses menjelaskan spesifikasi dari setiap proses pada diagram rinci : 1) Proses : 1.65 2.1 Nama Proses : Pemesanan Barang Masukan Keluaran Uraian : Data_sepatu_yang_dibeli : Data_sepatu_yang_dibeli : Konsumen memberikan data sepatu yang akan dibeli kepada admin toko. Cetak Laporan Penjualan Nama Arus Bentuk Data Arus Data : Cetak Laporan Penjualan : Kertas dan form web aplikasi : Admin toko – input data. Kamus Data Keluaran 1. D.2 Nama Proses : Konfirmasi Pesanan Masukan : Konfirmasi_setelah_melakukan_pembayaran . Admin toko – cetak laporan Periode Penjelasan : Setiap kali pemilik meminta laporan penjualan : Setelah admin toko menginput laporan dan mengolah datanya kemudian laporan dicetak dan di kirimkan ke owner toko.

1 . 3) Proses : 2.66 Keluaran Uraian : Terima_konfirmasi : Konsumen melakukan konfirmasi kepada admin toko agar pesanan dapat segera di proses.0 Nama Proses : Pengiriman Barang Masukan Keluaran Uraian : Mengirim_barang_pesanan : Menerima_barang_pesanan : Bagian pengiriman barang mengirimkan barang pesanan yang telah dibayar kepada konsumen. 6) Proses : 4. 4) Proses : 2.1 Nama Proses : Pembayaran Sepatu Masukan Keluaran Uraian : Mentransfer_uang : Terima_transfer_uang_masuk : Konsumen melakukan pembayaran sepatu dengan mentransfer uang ke bank.2 Nama Proses : Bukti Transfer Masukan Keluaran Uraian : Memberi_bukti_pembayaran : Terima_bukti_pembayaran : Konsumen menerima cetak bukti pembayaran yang telah dilakukan. 5) Proses : 3.

2 Nama Proses : Cetak Laporan Penjualan Sepatu Masukan Keluaran Uraian :: Terima_laporan_transaksi_penjualan_sepatu : Pemilik toko menerima cetak laporan penjualan dari admin toko.67 Nama Proses : Laporan Penjualan Sepatu Masukan Keluaran Uraian : Memberi_laporan_penjualan_sepatu :: Admin toko membuat laporan penjualan untuk di serahkan kepada pemilik toko. E. Bagan Terstruktur Sistem yang Diusulkan Data_konsumen Penginputan Data Pesanan Data_konsumen Baca input data Pesanan Baca File Keterangan Sepatu Simpan di File Data Pesanan . 7) Proses : 4.

7 : Modul Penginputan Data Pesanan Cetak Bukti Pembayaran Data Pebayaran EOF Baca file data Pebayaran Cetak Bukti Pembayaran Data Pembayaran Gambar 5.68 Gambar 5.8 : Modul Cetak Bukti Pembayaran Pengiriman Barang Data Pengiriman Barang EOF Baca File Pengiriman Barang Simpan di File Data Pengiriman Barang Data Bukti Barang terkirim Gambar 5.9 : Modul Pengiriman Barang Buat Laporan Penjualan Data Penjualan EOF Baca File Data Penjualan Cetak Laporan Penjualan Laporan Data Penjualan .

Modul Penginputan Data Konsumen Mulai Kerjakan Modul Penginputan Data Konsumen Buka Data Konsumen Input Nama Input Alamat Input Provinsi Input Kota Input Kodepos Input Telpon Input Email Input Nama Bank Input Cabang Input Atas Nama Input Rekening Jika tidak lengkap Tampilkan pesan “Data Pembeli Tidak Lengkap” Jika Lengkap Simpan Data Konsumen Tutup Data Konsumen .10 : Modul Buat Laporan Data Penjualan F.69 Gambar 5. Spesifikasi Modul Sistem yang Diusulkan 1.

70 Selesai 2. Modul Data Pesanan Mulai Kerjakan Modul pesanan Buka data Pesanan Input Data Pesanan Input Jumlah Pesanan Tutup data Pesanan Selesaii 3. Modul Pengiriman Barang Mulai Kerjakan Modul Cetak Bukti Pengiriman Barang Buka Data Barang yang Akan dikirim Baca Data Barang yang Akan dikirim Cetak Bukti Barang yang Akan dikirim Tutup Data Barang yang Akan dikirim Kerjakan Modul Laporan Barang Terkirim Selesaii 4. Modul Laporan Data Penjualan Mulai Kerjakan Modul Laporan Data Penjualan Buka Data Penjualan Baca Data Penjualan .

Rancangan Basis Data 1. Normalisasi a.71 Cetak Laporan Data Penjualan Tutup Data Penjualan Selesai G. Bentuk Unnormal .

72 *kd_kat *kd_brg nm_brg *kd_merk gambar hrg stok spesifikasi ket tgl_msk *no_faktur *id_konsumen grandtotal tanggal bulan tahun status id_konsumen nama alamat provinsi kota kodepos phone *kd_kat kategori *id_detail *no_faktur jumlah *kd_brg subtotal *id_detail *no_faktur jumlah *kd_brg Subtotal .

73 Tabel 5.1: Bentuk Unnormal b. Normalisasi Bentuk Ke -1 (1NF) Data Barang *kd_kat *kd_brg nm_brg *kd_merk gambar hrg stok spesifikasi ket tgl_msk Data Keranjang *id_detail *no_faktur jumlah *kd_brg subtotal .

74 Data Pemesanan *no_faktur *id_konsumen grandtotal tanggal bulan tahun status Data konsumen *id_konsumen nama alamat provinsi kota kodepos phone email .

75 Tabel 5.2 : Bentuk Normalisasi Ke – 1 (1NF) Data Pemesanan *no_faktur *id_konsumen grandtotal tanggal bulan tahun status c. Normalisasi Bentuk Ke – 2 (2NF) Data Detail Penjualan *id_detail *no_faktur jumlah *kd_brg subtotal .

4 : File Data Konsumen .3 : Bentuk Normalisasi Ke – 2 (2NF) H.76 Tabel 5. Spesifikasi File 1. File Data Konsumen Nama File Kunci : Data Konsumen : id_konsumen Data Barang *kd_kat *kd_brg nm_brg *kd_merk gambar hrg_jual stok spesifikasi ket tgl_msk Tabel 5.

77 No.5 : File Data Barang . Field 1 2 3 4 5 6 7 8 Nama Field id_konsumen nama alamat provinsi kota kodepos phone email Tipe (panjang) Varchar (13) Varchar (50) Text Varchar (20) Varchar (30) Varchar (5) Varchar (20) Text Keterangan Id konsumen Nama konsumen Alamat Provinsi Kota Kodepos Phone Email 2. File Data Barang Nama File Kunci : Data Barang : kd_brg Tabel 5.

Field 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama Field kd_kat kd_brg nm_brg kd_merk gambar hrg_jual stok spesifikasi ket tgl_msk Tipe (panjang) Varchar (5) Intr (11) Varchar (50) Int (11) Text Double Int(5) Text Text Datetime Keterangan Kode kategori Kode barang Nama barang Kode merk Gambar Harga jual Stok Spesifikasi Keterangan Tanggal masuk 3.78 No.6 : File Data Pesanan . File Data Pesanan Nama File kunci : Data Pesanan : no_faktur Tabel 5.

File Data Detail Penjualan Nama File kunci : Data Detail Penjualan : id_detail . Field 1 2 3 4 5 Nama Field id_detail no_faktur jumlah kd_brg subtotal Tipe (panjang) Int (5) Varchar (13) Int (3) Int (11) Double Keterangan Id detail Nomer faktur Jumlah Kode barung Subtotal 5.7 : File Data keranjang No. Field 1 2 3 4 5 6 7 Nama Field No_faktur Id_konsumen Grandtotal Tanggal Bulan Tahun status Tipe (panjang) Varchar (13) Varchar (13) Double Varchar(2) Varchar(9) Varchar(4) Char(1) Keterangan Nomor faktur Id Konsumen Grandtotal Tanggal Bulan Tahun Status 4.79 No. File Data keranjang Nama File kunci : Data Keranjang : id_detail Tabel 5.

Field 1 2 3 4 5 Nama Field id_detail no_faktur jumlah kd_brg subtotal Tipe (panjang) Varchar (15) Varchar (20) Int (15) Int (15) Text Keterangan Id detail Nomor faktur Jumlah Kode barang Subtotal I.8 : File Data Detail Penjualan No.80 Tabel 5. ERD (Entity Relationship Diagram) .

Tampilan Layar.11 Entity Relationship Diagram J.81 Gambar 5. Tampilan Form Keluaran (output). Rancangan Form Masukan (Input) data. .

82 Gambar 5.12 Tampilan Home Sepatu Lukis Online Gambar 5.13 Tampilan Komentar Pengunjung Web Sepatu Lukis Online .

14 Tampilan Isi Data pemesanan Sepatu Lukis Online Gambar 515. Tampilan Contact Us di Web Sepatu Lukis .83 Gambar 5.

16 Tampilan Login Admin Gambar 5.84 Gambar 5.17 Tampilan Input Data Kategori Sepatu Lukis .

18 Tampilan Data Pemesanan Gambar 5.85 Gambar 5.19 Tampilan Laporan Penjualan .

20 Tampilan Data Inprogres .86 Gambar 5.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful