Anda di halaman 1dari 3

TRAUMA ABDOMEN

A. TRAUMA TUMPUL ABDOMEN Trauma tumpul abdomen disebabkan adanya deselerasi cepat dan adanya organ-organ yang tidak mempunyai kelenturan (non-compliant organ) seperti hati, limpa, pankreas, dan ginjal. Manifestasi Klinis Adanya darah atau cairan usus rangsangan peritoneum berupa nyeri tekan, nyeri ketok dan nyeri lepas, serta kekakuan dinding perut. Shifting dullness (+). Udara bebas hilang atau beranjaknya pekak hati Bising usus N atau menurun Biasanya terdapat nyeri alih pada bahu kiri akibat rangsangan peritoneum Metode von Lany untuk membantu menentukan adanya perdarahan, dengan mambandingkan leukosit/mm3 dengan eritrosit/mm3 setiap 30 mm. Perdarahan (+) apabila leukosit meningkat dan eritrosit menurun tanpa ada tanda-tanda radang. Pemeriksaan lab o Hemoglobin,hematokrit, leukosit menurun, tanda-tanda perdarahan o Analisis urin adanya eritrosit dalam urin menandakan trauma sistem kemih. o Kadar amilase 100 unit/100 ml cairan abdomen trauma pada pankreas Pemeriksaan radiologis foto polos abdomen 3 posisi, yang diperhatikan : tulang vertebra dan pevis, benda asing, bayangan otot psoas dan udara bebas intra/retroperitoneal. Penatalaksanaan 1. Atasi ABC 2. Setelah stabil lakukan penatalaksanaan abdomen 3. NGT : untuk diagnostik dan mencegah terjadinya aspirasi bila muntah 4. Kateter mengosongkan vesika urinaria dan untuk analisa urin 5. Laparotomi 6. Observasi 24-48 jam

Pemeriksaan Penunjang

B. TRAUMA TAJAM ABDOMEN Trauma tajam abdomen adalah cedera fisik dan psikis, penetrasi kekerasan yang mengakibatkan cedera. Etiologi Luka akibat terkena tembakan Luka akibat tikaman benda tajam Luka akibat tusukan

Klasifikasi 1. Trauma penetrasi a. Luka tembak b. Luka tusuk 2. Trauma non-penetrasi a. Kompresi b. Hancur akibat kecelakaan c. Sabuk pengaman d. Cedera akselerasi Manifestasi klinik Terdapat luka robekan pada abdomen Luka tusuk sampai menembus abdomen Penanganan yang kurang tepat memperbanyak perdarahan atau

memperparah keadaan Penanganan awal A B C : airway, dengan kontrol tulang belakang. : breathing, dengan ventilasi adekuat. : circulation, dengan kontrol perdarahan hebat. Penanganan awal trauma pada trauma penetrasi o Bila terkena luka tusuk tusukan tidak boleh dicabut kecuali dengan adanya tim medis. o Terkena luka tusuk melilitkan dengan kain kasa pada daerah antara pisau untuk memfiksasi pisau tidak memperparah luka. o Bila ada usus atau organ lain keluar organ tersebut tidak dianjurkan dimasukkan kembali ke dalam tubuh, tapi organ tersebut dibalut dengan kain bersih atau bila ada perban steril.

o Imobilisasi pasien o Tidak dianjurkan memberi makan dan minum o Apabila ada luka terbuka balut luka dengan menekan o Kirim ke rumah sakit Penanganan di rumah sakit o Screening pemeriksaan rontgen thorax tegak untuk menyeingkirkan kemungkinan pneumothorax atau untuk menemukan adanya udara intraperitoneum. o Rontgen abdomen menentukan adanya peluru atau adanya udara retroperitoneum o CT-scan untuk mengetahui jenis cedera ginjal yang ada o Uretrografi untuk mengetahui adanya rupture uretra o Sistografi untuk mengetahui ada tidaknya cedera pada kandung kemih, misalnya pada fraktur pelvis.