Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN HASIL KONSULTASI

Secara Hari/ Tgl.

: Perorangan : 3 April 2011

I.

YANG MEMBERIKAN KONSULTASI a. Nama/NIP b. Pangkat/gol c. Jabatan d. Unit kerja : Anna Mutia, SP/198003152010012006 : Penata Muda, III/a : PHP : Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan dan Kehutanan

II.

SARAN KONSULTASI a. Nama/NIP b. Pangkat/gol c. Jabatan d. Unit kerja : Mardhiah, SP/197704182006042003 : Penata Muda TK I, III/b : PPL : BP3K Kecamatan Juli

III.

TOPIK KONSULTASI Mengurangi Keasaman Tanah

IV.

ISI Latar Belakang Masalah Agens Antagonis adalah mikroorganisme yang menyerang aktifitas pantogen penyebab penyakit tumbuhan baik pada fase parasitic maupun fase saprofitik. Proses antagonis terhadap penyakit tanaman yaitu dengan membuat persaingan (kompetisi) terhadap ruang dan energi dengan menghasilakn enzim kitinase dan B13-Glukanase serta anti biosis dengan sifat pengendalian berupa pencegahan (preventif). Agens antagonis yang baru dikembangkan ditingkat pelayanan pos hayati (PPAH) baru 2 jenis koloni cenawan Gliocladium sp berwarna hijau muda yang menghasilkan anti biotic gliovirin sedangkan koloni jenis cendawan Trichoderma berwarna hijau tua menhasilkan antibiotic viridian yang kedua anti biotic ini dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme penyakit pertumbuhan yang berasal dari

dalm tanah seperti cendawan seperti fusarium spp dan scleratium spp serta risoctonia spp. Tujuan/Pemanfaatan Agen Hayati Pemanfaatan Agens Hayati yang diketahui efektif untuk mengendalian OPT perkebunan dan mudah dilaksanakan oleh petani Menyediakan dan menerapkan penggunaan Agens hayati untuk mengen dalikan OPT Perkebunan di tingkat petani Rekomendasi (arahan/bimbingan) Pengendalian hayati yang dilakukan tidak hanya bergantung pada agen pengendali hayati saja tetapi cara dan strategi untuk mempertahankan tingkat populasi dan aktivitasnya terhadap sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, sehingga pengendalian hayati yang dilakukan menjadi efektif. Menjaga kualitas dari agen pengendali hayati, metoda yang digunakan untuk pembuatannya, formulasi, dan aplikasinya, merupakan hal yang penting karena dapat mempengaruhi reaksi dari agen pengendali hayati itu sendiri Bahan dan Alat Berasan /butiran jagung Campuran serbuk gergaji dengan dedak (1:1) Biakan murni cendawan antagonis dari laboratium PHP Kantung plastic Jarum inokulasi (jarum penular) Bunsen Kotak inokulasi (inkase) Sendok dan dandang

CARA PEMBERBAYAK AGEN HAYATI Berasa jagung dikukus selama 45 menit Serbuk gergaji mudah jabuk (bukan-ulin) direndam dalam air selama satu malam, lalu dicampur dedak dan air Media jagung yang telah dimasak dituang pada nampan atau periuk lalu dibiarkan dingin

Setelah dingin kemudian media dimasukkan kedalam plastic kira-kira bagian dari panjang kantung. Media disterilkan didalam dandang selama 2-3 jam dihitung setelah mendidih atau dilakukan dengan dandang secara bertingkat masing-masing selama 1jam selama 3 hari pemanasan. Setelah dingin maka bahan siap diinokulasi (ditulari) dengan biakan murni didalam inkase Setelah diinokulasi maka mulut kantong ditutup dengan memberi ruang udara antara media dengan mulut kantong. simpan media pada kondisi ruangan yang tidak terkena cahaya matahari langsung miselium cendawan akan memenuhi kantung media padat ukuran 100 gr biasanya dalam waktu 3-4 minggu.

Yang membuat konsultasi Tertanda

Yang menerima konsultasi Tertanda

Anna Mutia, SP NIP :198003152010012006

Mardhiah, SP NIP :197704182006042003

Anda mungkin juga menyukai