4.

Bandung Lautan Api Suatu hari tepatnya tanggal 24 Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. Insiden Perobekan Bendera Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono. Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan. Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah. Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan. untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris. Tetapi api masih membubung membakar kota. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. Sejak saat itu.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika). kurang lebih pukul 24. Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III.Bandoeng Laoetan Api Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota. . Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat. tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan. setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api. melahirkan politik "bumihangus". Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. tetapi demi keselamatan maka pada jam 21. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Almarhum Jenderal Besar A. Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. pada tanggal 24 Maret 1946. Semua listrik mati. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Gudang besar itu meledak dan terbakar. sebelah selatan Bandung. Hari itu juga. mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung.00 itu juga ikut keluar kota.

Pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) . di pertemuan itu. Nah. pada tanggal 24 Maret 1946. Komandan Polisi Militer di Bandung. 11. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. • Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia. yaitu Atje Bastaman. • Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. disitu timbul pendapat dari Rukana.Jadi saya kembali dari Jakarta. 1 Mei 1997 Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946. setelah bicara dengan Sjahrir itu.” Yang dia sebut lautan api. Akibat Bandung Laoetan Api • Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi “Bumihangus". Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg. kurang lebih pukul 24. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya. Setelah tiba di Tasikmalaya. Seorang wartawan muda saat itu. • Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. sehingga Bandung pun menjadi lautan api.H Nasution. • Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan. berbicaralah semua orang. dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot. • Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. • Sejak saat itu. sebelah selatan Bandung. menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api. Tetapi api masih membubung membakar kota. maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. tetapi sebenarnya lautan air” A. Dia berpendapat. Garut.

Wakil Presiden dan beberapa orang Menteri dan Pejabat-Pejabat tinggi ditawan oeh Belanda dan diasingkan ke Bangka dan Sumatera Utara. Keadaan Republik Indonesia yang memang agak payah itu dipergunakan oleh Belanda untuk melancarkan serangan tiba-tiba pada tanggal 19 Desember 1948. mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah . Mengingat situasi keamanan yang semakin memburuk itu presiden dan wakil presiden pada tanggal 4 Januari 1946 pindah ke Jogjakarta dan kemudian ibukota Republik Indonesia pun turut pula pindah ke Jogjakarta. Terjadilah perang saudara di Madiun. Tidak lama setelah ibukota RI di Yogyakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda II. yang akhirnya menggabungkan diri pada Partai Komunis Indonesia. Pada waktu itu Belanda menunda serangan-serangan terhadap RI kiranya untuk menghindari tuduhan dunia bahwa mereka berjalan di bawah satu payung dengan kaum komunis. Pada tanggal 31 Oktober 1948 Muso terbunuh dan peristiwa Madiun selesailah. Pemerintah mengerahkan TNI Divisi Siliwangi. Akhirnya pada tanggal 18 September 1948 PKI Muso melakukan perebutan kekuasaan. Pagi-pagi angkatan perang Belanda menyerbu yogyakarta. yang lebih dikenal dengan peristiwa “Agresi Militer Belanda II”. bahwa perundingan Belanda harus dihentikan. Ibukota RI jatuh di tangan mereka. Mereka dapat mempengaruhi Amir Syarifuddin (bekas perdana menteri). PKI menuduh pemerintah Indonesia berpolitik “memihak” Belanda. dan keadaan itu sangat menguntungkan pihak Belanda.Latar Belakang Menjelang akhir tahun 1945 keamanan kota Jakarta semakin memburuk. Pada awal bulan Agustus 1948 Muso dan Suripno kembali ke tanah air dari eropa. Pemerintah RI yang ingin tetap berhubungan dengan anggota-anggota KTN tidak meninggakan Kota Yogya. Belanda memperhitungkan bahwa RI akan hancur dan tidak berdaya karena peristiwa Madiun. Penganiayaan dan pembunuhan telah menimbulkan korban yang tidak sedikit. Tentara Belanda semakin merajalela dan aksi-aksi teror yang dilakukannya semakin meningkat. Pendaratan pasukan marinir Belanda di Tanjung Priok pada tanggal 30 Desember 1945 menambah gentingnya keadaan. yang dimulai di Madiun dan di daerah Surakarta. yang berakibat sangat menyedihkan. Perang saudara itu melemahkan kedudukan Indonesia. yang berhasil merebut kembali daerah-daerah sekitar Madiun. Pada tanggal 22 Agustus 1948 Muso memimpin rapat umum yang memutuskan. Begitulah maka Presiden.

Hassan. perkebunan teh 15 Km di selatan kota Payakumbuh. Hassan. Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran.bubar. Ir. · Mr. untuk mengadakan perundingan. Hatta yang pada waktu itu jadi Perdana Menteri beberapa minggu sebelum serangan Belanda. Ir. Syafruddin Prawiranegara. M. Ir. T. Pemuda. dan pada 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat yang dihadiri antara lain oleh Syafruddin Prawiranegara. T. Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim · Mr. Kolonel Hidayat. Gubernur Sumatera/Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya. bersama Sjarifudin Prawiranegara yang ketika itu . Lukman Hakim. Karena para pemimpinnya. Wakil Presiden Moh. Malam itu juga mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban. Rusli Rahim dan Latif. Proses Berdirinya PDRI Waktu agresi Belanda dimulai. Sitompul. Hidayat. Indracahya . negara RI belum sembuh dari penderitaan akibat tikaman yang diberikan PKI Musso dari belakang dengan peristiwa Madiun yang menimbulkan ribuan korban jiwa. Sejumlah tokoh pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat dapat berkumpul di Halaban. tanggal 19 Desember sore hari Syafruddin Prawiranegara bersama Kol. mengunjungi Teuku Mohammad Hasan. Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman. Karim. Pembangunan. M. Indracaya. maka dalam rapat tersebut diputuskan untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Maryono Danubroto. Direktur BNI A. Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/ Menteri Agama. · · · Mr. Mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia. M. tanggal 22 Desember 1948. Menteri Keamanan/Menteri Sosial. Lukman Hakim. dengan susunan sebagai berikut: · Mr. seperti Soekarno Hatta dan Syahrir sudah menyerah dan ditahan. sesuai dengan konsep yang telah disiapkan. Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera. Sutan Mohammad Rasjid. Ir. Sutan Mohammad Rasjid. Mananti sitompul. Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan. Walaupun secara resmi kawat atau radiograf Presiden Soekarno belum diterima.

ibukota kedua RI untuk mengadakan perundingan dengan pucuk pemerintahan di Sumatera berkaitan upaya pembentukan pemerintahan sementara di Bukittinggi dengan pimpinan Bung Hatta apabila Belanda melanjutkan agresi baru. karena memang segala bentuk saluran komunikasi telah lebih dulu diputus oleh Belanda. hari ketiga agresi militer Belanda. Pada tanggal 21 Desember. dan langsung memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut mengingat kondisi yang semakin tidak menentu. “Djikalau ichtiar Sjarifuddin di Sumatera tidak berhasil. maka saudarasaudara dikuasakan membentuk exile government Republik Indonesia di India“ Mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia. Palar. Sebelum Agresi terjadi.menjabat Menteri Kemakmuran berangkat dari Jogja ke Bukittinggi. Sjarifuddin Prawiranegara Menteri Kemakmuran untuk membentuk Pemerintah Republik darurat di Sumatera“ Selain mandat tersebut. sebenarnya Soekarno-Hatta telah mengeluarkan mandat yang mengatakan bahwa : “Djikalau dalam keadaan darurat pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi. Sjarifudin masih ragu-ragu dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Mengenai mandat kabinet ini. Malam itu juga mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban. Di tengah persiapan pembentukan pemerintahan itu. untuk mengadakan perundingan. Mr. Sementara itu rombongan Mr. Sjarifudin mengungsi ke Halaban. Sjarifudin baru mengetahui beberapa . Hidayat. : lain kepada Dr. sedangkan rombongan lain menuju daerah yang berbeda. tanggal 19 Desember sore hari. perkebunan teh 15 Km di selatan kota Payakumbuh. Mr. Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera. Mr. turut dikeluarkan mandat Sudarsono. Saat itu Sjarifudin baru berada beberapa hari saja di Bukittinggi. Gubernur Sumatera/Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya. kami menguasakan kepada Mr. dan Maramis di India yang isinya sbb. karena mandat yang diberikan kepadanya dari Kabinet Hatta untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatera ternyata belum didengarnya. Bung Hatta dipanggil kembali ke Jogja untuk berunding dengan pihak Belanda di Kaliurang dengan perantaraan Komisi Tiga Negara. Perundingan ini mengalami kegagalan dan berbuah pada agresi militer ke-II. mengunjungi Teuku Mohammad Hasan. Syafruddin Prawiranegara bersama Kol.

Sutan Mohammad Rasjid. Hassan. Menteri Keamanan/Menteri Sosial. Dengan demikian. Ir. • Ir. Indracahya. Wakil Presiden. Karena serangan tiba-tiba itu mereka telah berhasil menawan Presiden. mereka menduga menghadapi suatu keadaan negara republik Indonesia yang dapat disamakan dengan Belanda sendiri pada suatu saat negaranya diduduki Jerman dalam Perang Dunia II. menunjukkan lebih jelas dan nyata sifat dan tabiat bangsa Belanda: Liciknya. Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim • Mr. Justru karena itu semuanya. Keesokan harinya. T. Rusli Rahim dan Latif. • Mr. dan pada 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat yang dihadiri antara lain oleh Syafruddin Prawiranegara. dan kejamnya. Sejumlah tokoh pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat dapat berkumpul di Halaban.. Belanda menyerang pada hari Minggu. Walaupun secara resmi kawat Presiden Soekarno belum diterima. • Mr. Belanda mengira bahwa dengan ditawannya pemimpin-pemimpin . yang didengar Sjarifudin di tempat persembunyiannya di pedalaman Sumatera Tengah dari radio. Syafruddin berpidato: ". curangnya. maka dalam rapat tersebut diputuskan untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). maka lebih-lebih perbuatan Belanda yang mengakui dirinya beragama Kristen. Maryono Danubroto. Sutan Mohammad Rasjid. ketika rakyatnya kehilangan akal. Perdana Menteri. Mananti Sitompul.bulan setelah PDRI. Karim. Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman. tanggal 22 Desember 1948.. Sitompul. Pemuda. Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan. • Ir. Tetapi kita membuktikan bahwa perhitungan Belanda itu sama sekali meleset. dan beberapa pembesar lain. Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/Menteri Agama. M. berbentuk wawancara pers Bung Hatta yang dilakukannya di tempat pembuangannya di Bangka. Direktur BNI A. Syafruddin Prawiranegara. T. dengan susunan sebagai berikut: • Mr. Dengan ini terbuktilah bahwa Sjarifudin membentuk pemerintahan darurat ini atas inisiatif sendiri. Kolonel Hidayat. Indracaya. Lukman Hakim. Ir. Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran. Pembangunan. pemimpinnya putus asa dan negaranya tidak dapat ditolong lagi.23 Desember 1948. hari suci dan perdamaian bagi umat Nasrani. M. M. Hassan. hari yang biasa dipergunakan oleh kaum Nasrani untuk memuja Tuhan. Mereka menyerang pada saat tidak lama lagi akan merayakan hari Natal Isa AS. Lukman Hakim. sesuai dengan konsep yang telah disiapkan.

Camkanlah hal ini untuk menghindarkan tipuan-tipuan musuh. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Mr. PDRI pindah ke Bangkinang. karena itu kami pemerintah yang sah. Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. T. menghentikan tembak-menembak kalau belum ada perintah dari pemerintah yang kami pimpin. Sjarifudin dan perangkat pemerintahan darurat terus mobil dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dan termasuk radio Dick Tamimi yang juga dibawa kemana-mana. . Sjafruddin mengatakan bahwa pemerintahan Republik Indonesia tetap ada dan propaganda Belanda yang menyatakan bahwa pemerintahan Republik Indonesia telah musnah tidak benar. dan sangat kekurangan bahan makanan.” Karena terus diburu-buru Belanda. Sjafruddin membalas.M Hasan yang menjabat sebagai Wakil Ketua PDRI. Jangan letakkan senjata. Perjalanan Tokoh-Tokoh PDRI Sejak Keberadaan PDRI diumumkan lewat radio ke seluruh dunia. merangkap Menteri Dalam Negeri. di pinggir sungai Batanghari. Kondisi PDRI yang selalu bergerilya keluar masuk hutan itu diejek radio Belanda sebagai Pemerintah Dalam Rimba Indonesia. Belanda waktu negerinya diduduki Jerman. “Kami meskipun dalam rimba. gempurlah Belanda di mana saja dan dengan apa saja mereka dapat dibasmi. Patah tumbuh hilang berganti. Negara RI tidak tergantung kepada Sukarno-Hatta. Karena keadaan Halaban sudah tidak aman lagi. demikian Mr. Pendidikan dan Kebudayaan. pemerintahnya mengungsi ke Inggris. sekalipun kedua pemimpin itu sangat berharga bagi kita. dan kadang-kadang harus menyebrang sungai dengan rakit. Tapi. Kepada seluruh Angkatan Perang Negara RI kami serukan: Bertempurlah. pemimpin-pemimpin lain akan putus asa." Keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia kemudian diumumkan lewat radio ke seluruh dunia. menuturkannya bahwa rombongan mereka kerap tidur di hutan belukar. Disini mereka mengalami pemboman Belanda dan dalam perjalanan diteruskan ke Pekanbaru. Apakah Inggris jadi wilayah kekuasaan Belanda? Yang jelas pemerintah Belanda tidak sah. masih tetap di wilayah RI. Perjalanan masih dilakukan dengan mobil dan jeep. PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda.kita yang tertinggi. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Agama. Mereka pun harus menggotong radio dan berbagai perlengkapan lain. Padahal menurut UUD-nya sendiri menyatakan bahwa kedudukan pemerintah haruslah di wilayah kekuasaannya.

rombongan PDRI mengungsi ke sungai Darah. Lalu kenapa Belanda mencap PDRI yang masih di dalam daerahnya tidak sah?“ Dalam perjalanan menyusuri rimba inilah. Sjarifudin kehilangan barang yang amat diperlukannya. karena mobil-mobil ini tidak bisa dipakai lagi berhubung jalan-jalan yang akan ditempuh amat buruk. kepada Sjarifudin diberikan sebuah “Testbril” yang biasa dipakai kalau seorang dokter mata tengah memeriksa mata seorang pasien yang mau memakai kaca mata. namun Sjarifudin membalas ejekan tersebut melalui pancaran radio ke seluruh dunia sebagai berikut : “Pemerintah kami biarpun dalam rimba. hal mana tentu saja menimbulkan tertawaan kepada siapapun yang melihatnya. semua mobil-mobil bagus yang dipakai anggota pemerintahan darurat dimasukkan ke dalam suatu sungai dengan suatu upacara khusus. Pemerintahaanya di Indonesia dipindahkan ke Australia. sehingga perjuangan PDRI berkumandang ke seluruh dunia dan menguatkan tuntutan Palar dengan dibantu wakil-wakil India di PBB. karena masih di dalam daerah kekuasaan kami (Indonesia). maka tujuan perjalanan dirubah ke Taluk di daerah Riau. T. telah memindahkan kekuasaanya ke London. dimana Mr. Sesudah mengalami penembakan dengan senapan mesin dari pesawat terbang Belanda di Taluk.Di dalam perjalanan ke Pekanbaru didengar kabar bahwa Pekan Baru sudah diduduki Belanda. tetapi sah. Di desa-desa yang kecil dan miskin kadang-kadang rombongan hanya disuguhkan nasi sama cabe dan daun singkong rebus. Kaca mata istimewa inilah yang dipakai Sjarifudin sebagai pengganti kaca matanya yang hilang itu. . maka diputuskan bahwa pemerintahan darurat akan berkedudukan di suatu desa bernama Bidaralam. Mr. Hassan tampaknya amat berat untuk berpisah dengan mobil “Gajah Putihya” dan dengan amat terharu dia melihat mobil kesayangannya itu tenggelam. Sesampainya di Taluk. tetapi karena cape akibat perjalanan yang dilakukan. Dikarenakan kondisi pemerintahan Sjarifudin yang selalu berpindah. Tetapi Belanda yang terang2an dalam undang2 dasarnya menyatakan tidak sah mendirikan pemerintah atau memindahkannya ke luar daerah kekuasaanya. Sesudah berjalan dari satu desa ke desa lain. Sementara itu perjalanan dengan jalan kaki dimulai. yaitu kaca matanya. tidak kurang dari 40 Km sehari. Disinilah kontak dengan Jawa dan New Delhi dilakukan. Sjarifudin bersama Dick Tamimi pernah slip dan masuk ke dalam suatu sungai yang cukup dalam. Jeep yang ditumpangi Mr. sehingga perjuangan Indonesia berhasil. di waktu Nederland dikuasai Jerman tahun 1940. sehingga para penumpang keluar dengan basah kuyup. makanan ini tetap enak rasanya. Belanda selalu mengejek PDRI sebagai Pemerintah Dalam Rimba Indonesia.

Soekarno dan Wakil Presiden yang merangkap Perdana Menteri Drs. Kabinet Darurat merupakan Kabinet Sementara untuk menjalankan negara Indonesia yang pada saat itu. Hatta ditangkap oleh Belanda.Konsolidasi Sekitar satu bulan setelah agresi militer Belanda. Pengajaran dan Kebudayaan. Susunan Kabinet Darurat yang telah disempurnakan antara lain : • Mr. Menteri Kemakmuran/Pengawas Makanan Rakyat. Kabinet ini dikenal sebagai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berpusat di Bukittinggi. Panglima Tentara & Teritorium Sumatera. Panglima Besar Angkatan Perang RI. Moh. Susanto Tirtoprojo. • Kyai Haji Masykur. • Mr. Kabinet ini bertugas pada periode 19 Desember 1949 . Ignatius J. Hidayat Martaatmaja. Menteri Agama. Menteri Perhubungan. Alexander A. . Menteri Luar Negeri (berkedudukan di New Delhi. • Mr. dapat terjalin komunikasi antara pimpinan PDRI dengan keempat Menteri yang berada di Jawa. Kolonel Abdul Haris Nasution. Setelah berbicara jarak jauh dengan pimpinan Republik di Jawa. Wakil Ketua merangkap Menteri Kehakiman dan Menteri Pembangunan dan Pemuda. Menteri Pendidikan. • Mr. Lukman Hakim. Kolonel R. Menteri Dalam Negeri merangkap Menteri Kesehatan. Presiden Ir. • Mr. Hassan. Menteri Perburuhan dan Sosial. menggantikan sementara Kabinet Hatta I yang anggotanya ditawan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda II. • • • Pejabat di bidang militer: Letnan Jenderal Sudirman. Sutan Mohammad Rasjid. Mereka saling bertukar usulan untuk menghilangkan dualisme kepemimpinan di Sumatera dan Jawa. Ketua merangkap Menteri Pertahanan dan Penerangan. Syafruddin Prawiranegara. Indracahya. • Mr.13 Juli 1949. Kasimo. India). Menteri Pekerjaan Umum. T. Panglima Tentara & Teritorium Jawa. Moh. • Ir. Mananti Sitompul. maka pada 31 Maret 1949 Prawiranegara mengumumkan penyempurnaan susunan pimpinan Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan Kabinet Darurat. Maramis. Sukiman. • Ir. Menteri Keuangan. • dr. • Mr.

Komodor Udara Hubertus Suyono.: • • • Mr. Wakil RI di India. · Riau o Gubernur Militer : R. secara de facto. Dalam situasi ini. urusan Persediaan Makanan Rakyat. urusan Dalam Negeri. N. urusan Kehakiman dan Penerangan. Utoyo o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Hasan Basri . Mr. dengan susunan sbb.• • • Kolonel Nazir. India. Kepala Staf Angkatan Udara. Ignatius J. Susanto Tirtoprojo. Kepala Staf Angkatan Laut. PDRI menyusun perlawanan di Sumatera. Sudarsono. R. Kemudian tanggal 16 Mei 1949. o Gubernur Militer : dr. Sumatera serta beberapa daerah lain. PDRI membentuk 5 wilayah pemerintahan militer di Sumatera: · Aceh. Ketua delegasi Republik Indonesia di PBB.M. Alexander Andries Maramis. o Gubernur Militer : Tgk Daud Beureu'eh di Beureu'eh o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Askari · Tapanuli dan Sumatera Timur Bagian Selatan. Syafruddin Prawiranegara adalah Kepala Pemerintah Republik Indonesia. Komisaris Besar Polisi Umar Said. Panji Suroso. dibentuk Komisariat PDRI untuk Jawa yang dikoordinasikan oleh Mr. dan L. Mr. Selain dr. termasuk Langkat dan Tanah Karo. Ferdinand Lumban Tobing o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Alex Evert K. Kepala Kepolisian Negara. Kasimo. Menteri Luar Negeri PDRI yang berkedudukan di New Delhi. Mr. Tanggal 1 Januari 1949. Perlawanan Perlawanan bersenjata dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia serta berbagai laskar di Jawa. Palar. Susanto Tirtoprojo. adalah tokoh-tokoh yang sangat berperan dalam menyuarakan Republik Indonesia di dunia internasional sejak Belanda melakukan Agresi Militer Belanda II.

Moh. Jan H. Kelihatannya BFO mencoba memperoleh konsesi dari Republik. kerjasama dalam hal mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. Rum) Sebagai Ketua Delegasi Republik. turut serta pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat. saya diberi kuasa oleh Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk menyatakan kesanggupan mereka sendiri (persoonlijk). delegasi BFO. pengeluaran perintah kepada pengikut-pengikut Republik yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya. tanggal 14 April 1949 dimulai perundingan antara Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr. menemui Presiden Sukarno di Bangka. Mohammad Rum menyampaikan sikap Republik sebagai berikut: Statement Delegasi Republik Indonesia (Diucapkan oleh Mr. dan 3. Mr. sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan tertanggal 28 Januari 1949 dan petunjuk-petunjuknya tertanggal 23 Maret 1949 untuk memudahkan tercapainya: 1. 2. van Royen. Tanggal 25 April. ditandatangani kesepakatan yang dinamakan Perjanjian Rum-Royen. Adnan Kapau Gani o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Maludin Simbolon. Dalam perundingan tersebut. Perundingan Roem-Royen Dengan difasilitasi oleh UNCI. dengan tidak bersyarat. dipimpin oleh Anak agung Gde Agung. Akhir PDRI a.· Sumatera Barat o Gubernur Militer : Mr. Wakil Presiden M. Sutan Mohammad Rasjid o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Dahlan Ibrahim · Sumatera Selatan o Gubernur Militer : dr. Mohammad Rum dengan Delegasi Belanda yang dipimpin oleh Dr. Hatta tiba di Jakarta dari Bangka dan Hamengku Buwono juga tiba di Jakarta dari Yogyakarta. Tanggal 22 April 1949. . Tanggal 7 Mei 1949.

Oleh sebab itu. Delegasi Republik menyampaikan kesanggupan Sukarno-Hatta sehubungan dengan perintah gencatan senjata. Pemerintah Belanda tidak akan mendirikan atau mengakui negara-negara atau daerah-daerah di atas daerah yang dikuasai oleh Republik sebelum tanggal 19 Desember 1948 dan tidak akan meluaskan negara atau daerah dengan merugikan daerah Republik tersebut. Pemerintah Belanda menguatkan sekali lagi kesanggupannya untuk menjamin penghentian segera dari semua gerakan-gerakan militer dab membebaskan dengan segera dan tidak bersyarat semua tahanan politik yang ditangkapnya sejak 17 Desember 1948 dalam Republik Indonesia. apabila mereka telah kembali ke Yogyakarta. Dengan tidak mengurangi hak bagian-bagian bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai yang diakui dalam asas-asas Linggajati dan Renville. Mengadakan penyelidikan dan persiapan yang perlu sebelum kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta. delegasi Republik mengalah dengan memberikan konsesi tersebut. Jadi dalam pernyataan tersebut. 3. Delegasi Belanda diberi kuasa menyatakan bahwa berhubung dengan kesanggupan yang baru saja diucapkan oleh Mr. Delegasi Belanda selanjutnya menyetujui pembentukan panitia bersama atau lebih di bawah auspices UNCI (KPBBI) dengan maksud: a. 2. b. Belanda merasa tidak kehilangan muka. Rum. 4. van Royen) 1. Pemerintah Belanda setuju bahwa Pemerintah Republik Indonesia harus bebas dan leluasa melaksanakan pekerjaannya yang sepatutnya dalam satu daerah yang meliputi Karesidenan Yogyakarta dan bahwa ini adalah satu langkah yang dilakukan sesuai dengan maksud petunjuk-petunjuk Dewan Keamanan tanggal 23 Maret 1949. Mempelajari dan memberi nasehat tentang tindakan-tindakan yang akan diambil untuk melaksanakan penghentian perang gerilya dan kerjasama dalam hal mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. . Sehingga dengan demikian. ia menyetujui kembalinya Pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta. Delegasi Belanda memberikan jawaban dalam bentuk statement juga yang berbunyi: Statement Delegasi Pemerintah Belanda (Dibacakan oleh Dr.Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta akan berusaha mendesak supaya politik demikian diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia selekas-lekasnya setelah dipulihkan di Yogyakarta. atas statement Delegasi Indonesia.

terhitung juga mereka yang bekerja dalam jabatan sipil dan militer Republik. Dengan dicapainya kesepakatan Rum-Royen. perundingan-perundingan akan diadakan tentang cara bagaimana mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh-sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat sesuai dengan asas-asas Renville. akan tetapi dalam jabatan mereka. Beberapa kalangan di pihak . 6. setelah Pemerintah Republik dipulihkan di Yogyakarta.5. maka pegawai sipil. Sesuai dengan maksud dalam petunjuk Dewan Keamanan tanggal 23 Maret 1949 yang mengenai Konferensi Meja Bundar di Den Haag. di mana pegawai sipil. maka Pemerintah Belanda akan berusaha sesungguh-sungguhnya supaya konferensi itu segera diadakan sesudahnya Pemrintah Republik kembali ke Yogyakarta. Disadari atau tidak. supaya perundingan-perundingan yang dimaksud oleh Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949 dapat diadakan selekas-lekasnya. Setelah disampaikan janji Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta. Dengan sendirinya pembesar-pembesar Belanda membantu Pemerintah Republik dalam hal keperluan-keperluan yang dikehendakinya menurut pertimbangan yang pantas untuk perhubungan dan konsultasi dengan segala orang di Indonesia. Berhubung dengan keperluan kerjasama dalam hal pengembalian perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. Apabila suatu Badan Perwakilan Sementara untuk Indonesia dibentuk dan karena itu perlu ditetapkan jumlah perwakilan Republik dalam Badan tersebut. polisi dan pegawai Pemerintah Indonesia (Pemerintah Belanda di Indonesia) lainnya sekarang tidak bekerja. jumlah itu ialah separuh dari jumlah anggota-anggota semua. dan detail-detail tehnik akan diselenggarakan oleh kedua belah pihak di bawah pengawasan UNCI. yang akan mengeluarkan perintah kepada gerilyawan untuk menghentikan pertempuran. dalam fase menjelang perundingan dengan Belanda. Pemerintah Belanda setuju bahwa di semua daerah di luar Karesidenan Yogyakarta. Belanda tidak mempunyai alasan lagi untuk menunda pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan tertanggal 28 Januari tersebut. Pada konferensi itu. polisi dan pegawai Republik lainnya masih terus bekerja. Pemerintah Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai satu kesatuan yang nanti akan duduk dalam Negara Indonesia Serikat. telah terbuka. 7. taktik Belanda untuk memecah-belah Republik membuahkan hasil. di luar anggotaanggota Republik. maka pintu menuju perundingan antara Republik dengan Belanda. Namun. atau pun ditanyakan pendapatnya. nampaknya PDRI serta pimpinan tertinggi TNI sama sekali tidak dilibatkan.

M. melainkan hanya menggunakan "pengikutpengikut Republik yang bersenjata. bahwa Mr. serta Pemerintah Republik dipulihkan di Yogyakarta". telah menimbulkan kemarahan besar di pihak TNI. yaitu: "Tidak akan melakukan pembicaraan apapun. yaitu PDRI yang dipimpinnya. Natsir berhasil meyakinkan Prawiranegara untuk datang ke Jakarta. yaitu: "pengeluaran perintah kepada pengikut-pengikut Republik yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya". namun M. Selain itu formulasi yang digunakan oleh Mr.sejak semula. karena Belanda tidak mau mengakui adanya Angkatan Perang Republik Indonesia atau TNI. juga mengirim suratkepada HB IX untuk membantu meredakan kemarahan Panglima Besar. Mr. hanya menambah panjang rangkaian perlakuan buruk para politisi terhadap militer. belum dapat meredakan amarah Panglima Besar. bahwa apabila TNI tidak mendukung hasil persetujuan Rum-Royen. Rum dalam butir satu dari statement-nya. perundingan selanjutnya tentu tidak dapat dilakukan. Semula. Pemerintah Belanda dan BFO tidak pernah mau mengakuinya. yang segera mengirim surat kepada Panglima Besar Sudirman. Simatupang menjawab surat Panglima Besar. telah mengingkari kesepakatan antara pimpinan sipil dan militer Republik. Rum tidak menggunakan kata Angkatan Perang Republik Indonesia atau Tentara Nasional Indonesia. yang menolak keikutsertaan militer dalam perundingan selanjutnya. dan . M. Rum meminta agar HB IX segera menghubungi Panglima Besar. yang sangat kecewa. Kemarahan Panglima Besar dan TNI tersebut segera dilaporkan kepada Presiden Sukarno di Pangkalpinang. Demikian juga sikap Belanda terhadap TNI. Langkah pimpinan Republik yang dalam fase penting ini mengabaikan PDRI dan pimpinan TNI. Baik surat Presiden Sukarno.Republik menilai. guna menunjuk Kolonel Simatupang menjadi penasihat militer dalam delegasi Indonesia. dan selalu menyebutkan TNI hanya sebagai pengikut Republik yang bersenjata. yang menyadari kesalahannya tersebut. Atas surat Mr. Dalam suratnya tanggal 25 Mei kepada Hamengku Buwono IX." Ini adalah formulasi yang selalu dipergunakan oleh Belanda -dan juga Inggris. Sejak pembentukan PDRI tanggal 22 Desember 1948. Syafruddin Prawiranegara yang enggan datang ke Jakarta. Pimpinan sipil menyadari. Rum. mau pun dari HB IX. sebelum para pemimpin Republik dibebaskan. bahwa kesediaan untuk dilakukan perundingan dengan Belanda yang menghasilkan Persetujuan Rum-Royen. baik dari pimpinan militer di Jawa maupun di Sumatera. menyelesaikan dualisme pemerintahan RI. Pada 27 Juni 1949. Rum tersebut. M. tentu sangat gegabah dan menimbulkan tentangan keras. Namun kesalahan yang baru belakangan disadari. Panglima Besar menulis surat kepada Simatupang tanggal 6 Juni 1949 (baru diterima oleh Simatupang tanggal 19 Juni). M.

dan Dr.Kabinet Hatta. diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno. Sebab utama Sukarno-Hatta tidak ke luar kota pada tanggal 19 Desember sesuai dengan rencana perang gerilya. Pada sidang tersebut. tentu saja usaha Hatta sia-sia. Leimena. Halim ke Sumatera Tengah. Setelah pemerintahan darurat mendengar bahwa pemimpin-pemimpin di Bangka mengadakan perundingan dengan Belanda tanpa membuat hubungan terlebih dahulu dengan PDRI. sedangkan sepanjang yang diketahui dewasa itu. Pemerintah RI menyetujui hasil Persetujuan Rum-Royen. Namun karena Sjarifudin berada di Sumatera Tengah. b. sehingga dengan demikian. Setelah serah terima secara resmi pengembalian Mandat dari PDRI. pihak Belanda dapat memaksakan kemauannya. Namun PDRI kemudian . juga terdapat informasi bahwa Bung Hatta terbang ke Aceh untuk menemui Sjarifudin. sehingga jika para beliau itu ke luar haruslah dengan pengawalan senjata yang kuat. sedangkan KNIP baru mengesahkan persetujuan tersebut tanggal 25 Juli 1949. Mereka melakukan perjalanan kaki sekitar 15 Km hingga akhirnya berhasil menemui Sjarifudin. Hatta. yakni hal tidak menggabungkan diri kepada kaum gerilya. bahwa pasukan payung biasanya membunuh semua orang yang dijumpai di jalan-jalan. selain sebagai Wakil Presiden. Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. pada 13 Juli 1949. Setelah Persetujuan Rum-Royen ditandatangani. Gencatan Senjata Ketika berita gencatan senjata telah didengar oleh PDRI. karena tidak terjamin cukup pengawalan. tanggal 14 Juli. kembali menjadi Perdana Menteri. adalah berdasarkan pertimbangan militer. M. yang secara resmi tidak dibubarkan. pihak PDRI merasa amat kecewa. Pemerintah Hatta mempertanggungjawabkan peristiwa 19 Desember 1948. hal hubungan Bangka dengan luar negeri dan terjadinya Persetujuan Rum-Royen. seluruh kota telah dikepung oleh pasukan payung Belanda. Lagi pula pada saat yang genting itu tidak jelas tempat-tempat yang telah diduduki dan arah-arah yang diikuti oleh musuh. Untuk itu dikirimlah Natsir. Pada sidang tersebut. secara formal Syafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya. PDRI juga tidak menyetujui hasil persetujuan Roem-Royen karena tidak seimbang dengan kekuatan pejuang yang melakukan gerilya. karena menurut mereka berunding dengan pemimpin yang berada dalam tawanan. Wakil Presiden Hatta menjelaskan 3 soal. Dalam rapat di istana tanggal 19 Desember 1948 antara lain KSAU Suaryadarma mengajukan peringatan pada pemerintah.

. pada 13 Juli 1949. adalah berdasarkan pertimbangan militer. sedangkan sepanjang yang diketahui dewasa itu. Pengembalian Mandat Setelah Perjanjian Roem-Royen. Lagi pula pada saat yang genting itu tidak jelas tempat-tempat yang telah diduduki dan arah-arah yang diikuti oleh musuh. secara formal Syafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya.menyetujui perundingan Roem Royen karena ingin menghindari perpecahan dalam usaha perjuangan. Pada sidang tersebut. Wakil Presiden Hatta menjelaskan 3 soal. hal hubungan Bangka dengan luar negeri dan terjadinya Persetujuan Roem-Royen. tanggal 14 Juli. Setelah serah terima secara resmi pengembalian Mandat dari PDRI. Pada sidang tersebut. Dalam rapat di istana tanggal 19 Desember 1948 antara lain KSAU Suaryadarma mengajukan peringatan pada pemerintah. seluruh kota telah dikepung oleh pasukan payung Belanda. sehingga dengan demikian. Setelah Persetujuan Roem-Royen ditandatangani. Pemerintah Hatta mempertanggungjawabkan peristiwa 19 Desember 1948. sedangkan KNIP baru mengesahkan persetujuan tersebut tanggal 25 Juli 1949. yang secara resmi tidak dibubarkan. yaitu PDRI yang dipimpinnya. yakni hal tidak menggabungkan diri kepada kaum gerilya. Natsir meyakinkan Prawiranegara untuk datang ke Jakarta. c. bahwa pasukan payung biasanya membunuh semua orang yang dijumpai di jalan-jalan. karena tidak terjamin cukup pengawalan. kembali menjadi Perdana Menteri. menyelesaikan dualisme pemerintahan RI. selain sebagai Wakil Presiden. Sebab utama Sukarno-Hatta tidak ke luar kota pada tanggal 19 Desember sesuai dengan rencana perang gerilya. diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno. Pemerintah RI menyetujui hasil Persetujuan Roem-Royen. M. M. Hatta. dan Kabinet Hatta. sehingga jika para beliau itu ke luar haruslah dengan pengawalan senjata yang kuat. Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful