4.

Bandung Lautan Api Suatu hari tepatnya tanggal 24 Maret 1946, dalam waktu tujuh jam, sekitar 200.000 penduduk mengukir sejarah dengan membakar rumah dan harta benda mereka, meninggalkan kota Bandung menuju pegunungan di selatan. Beberapa tahun kemudian, lagu "Halo-Halo Bandung" ditulis untuk melambangkan emosi mereka, seiring janji akan kembali ke kota tercinta, yang telah menjadi lautan api. Insiden Perobekan Bendera Setelah Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, Indonesia belum sepenuhnya merdeka. Kemerdekaan harus dicapai sedikit demi sedikit melalui perjuangan rakyat yang rela mengorbankan segalanya. Setelah Jepang kalah, tentara Inggris datang untuk melucuti tentara Jepang. Mereka berkomplot dengan Belanda (tentara NICA) dan memperalat Jepang untuk menjajah kembali Indonesia. Berita pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan dari Jakarta diterima di Bandung melalui Kantor Berita DOMEI pada hari Jumat pagi, 17 Agustus 1945. Esoknya, 18 Agustus 1945, cetakan teks tersebut telah tersebar. Dicetak dengan tinta merah oleh Percetakan Siliwangi. Di Gedung DENIS, Jalan Braga (sekarang Gedung Bank Jabar), terjadi insiden perobekan warna biru bendera Belanda, sehingga warnanya tinggal merah dan putih menjadi bendera Indonesia. Perobekan dengan bayonet tersebut dilakukan oleh seorang pemuda Indonesia bernama Mohammad Endang Karmas, dibantu oleh Moeljono. Tanggal 27 Agustus 1945, dibentuk Badan Keamanan Rakyat (BKR), disusul oleh terbentuknya Laskar Wanita Indonesia (LASWI) pada tanggal 12 Oktober 1945. Jumlah anggotanya 300 orang, terdiri dari bagian pasukan tempur, Palang Merah, penyelidikan dan perbekalan. Peristiwa yang memperburuk keadaan terjadi pada tanggal 25 November 1945. Selain menghadapi serangan musuh, rakyat menghadapi banjir besar meluapnya Sungai Cikapundung. Ratusan korban terbawa hanyut dan ribuan penduduk kehilangan tempat tinggal. Keadaan ini dimanfaatkan musuh untuk menyerang rakyat yang tengah menghadapi musibah. Berbagai tekanan dan serangan terus dilakukan oleh pihak Inggris dan Belanda. Tanggal 5 Desember 1945, beberapa pesawat terbang Inggris membom daerah Lengkong Besar. Pada tanggal 21 Desember 1945, pihak Inggris menjatuhkan bom dan rentetan tembakan membabi buta di Cicadas. Korban makin banyak berjatuhan.

TRI bermaksud menghancurkan gudang mesiu tersebut. di mana terdapat pabrik mesiu yang besar milik Sekutu.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI.H Nasution teringat saat melakukan pertemuan di Regentsweg (sekarang Jalan Dewi Sartika). untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan terhadap Kota Bandung setelah menerima ultimatum Inggris. Mereka mengungsi ke arah selatan bersama para pejuang. Di sana-sini asap hitam mengepul membubung tinggi di udara. Tetapi api masih membubung membakar kota. mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan rakyat untuk meninggalkan Kota Bandung. Dan Bandung pun berubah menjadi lautan api. Staf pemerintahan kota Bandung pada mulanya akan tetap tinggal di dalam kota. Selanjutnya TRI bersama rakyat melakukan perlawanan secara gerilya dari luar Bandung. karena kekuatan TRI dan rakyat tidak akan sanggup melawan pihak musuh yang berkekuatan besar. Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakannya lagi. Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Majelis Persatuan Perjuangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan. Banyak yang bertanya-tanya darimana istilah ini berawal. tetapi demi keselamatan maka pada jam 21. Kolonel Abdul Haris Nasution selaku Komandan Divisi III. Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi. Bandung Lautan Api kemudian menjadi istilah yang terkenal setelah peristiwa pembakaran itu. Sejak saat itu. Rakyat tidak rela Kota Bandung dimanfaatkan oleh musuh. pada tanggal 24 Maret 1946. setelah kembali dari pertemuannya dengan Sutan Sjahrir di Jakarta. kurang lebih pukul 24. Gudang besar itu meledak dan terbakar. Pertempuran yang paling seru terjadi di Desa Dayeuhkolot. Semua listrik mati. Hari itu juga. sebelah selatan Bandung.00 itu juga ikut keluar kota. tetapi kedua pemuda itu pun ikut terbakar di dalamnya. rombongan besar penduduk Bandung mengalir panjang meninggalkan kota. Peristiwa ini melahirkan lagu "Halo-Halo Bandung" yang bersemangat membakar daya juang rakyat Indonesia. Kedua pemuda itu berhasil meledakkan gudang tersebut dengan granat tangan.Bandoeng Laoetan Api Ultimatum agar Tentara Republik Indonesia (TRI) meninggalkan kota dan rakyat. Untuk itu diutuslah pemuda Muhammad Toha dan Ramdan. . Almarhum Jenderal Besar A. melahirkan politik "bumihangus". Pembumihangusan Bandung tersebut merupakan tindakan yang tepat.

maka judul berita diperpendek menjadi Bandoeng Laoetan Api.Jadi saya kembali dari Jakarta. setelah bicara dengan Sjahrir itu. disitu timbul pendapat dari Rukana. • Bandung sengaja dibakar oleh TRI dan rakyat setempat dengan maksud agar Sekutu tidak dapat menggunakan Bandung sebagai markas strategis militer. kurang lebih pukul 24. Atje Bastaman dengan bersemangat segera menulis berita dan memberi judul Bandoeng Djadi Laoetan Api. Pembentukan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) . dua anggota milisi BRI (Barisan Rakjat Indonesia) terjun dalam misi untuk menghancurkan gudang amunisi tersebut. Komandan Polisi Militer di Bandung. Tetapi api masih membubung membakar kota. • Dalam pertempuran ini Muhammad Toha dan Ramdan.” Yang dia sebut lautan api. sehingga Bandung pun menjadi lautan api. 11. Nah. Garut. • Kolonel Abdoel Haris Nasoetion selaku Komandan Divisi III TRI mengumumkan hasil musyawarah tersebut dan memerintahkan evakuasi Kota Bandung. di pertemuan itu. “Mari kita bikin Bandung Selatan menjadi lautan api. pertempuran yang paling besar terjadi di Desa Dayeuhkolot. Akibat Bandung Laoetan Api • Ultimatum Tentara Sekutu agar Tentara Republik Indonesia meninggalkan kota Bandung mendorong TRI untuk melakukan operasi “Bumihangus". pada tanggal 24 Maret 1946. Namun karena kurangnya ruang untuk tulisan judulnya. • Sejak saat itu. Dia berpendapat. menyaksikan pemandangan pembakaran Bandung dari bukit Gunung Leutik di sekitar Pameungpeuk. Dari puncak itu Atje Bastaman melihat Bandung yang memerah dari Cicadas sampai dengan Cimindi. • Keputusan untuk membumihanguskan Bandung diambil melalui musyawarah Madjelis Persatoean Perdjoangan Priangan (MP3) di hadapan semua kekuatan perjuangan pihak Republik Indonesia. 1 Mei 1997 Istilah Bandung Lautan Api muncul pula di harian Suara Merdeka tanggal 26 Maret 1946.00 Bandung Selatan telah kosong dari penduduk dan TRI. Setelah tiba di Tasikmalaya. yaitu Atje Bastaman. berbicaralah semua orang. sebelah selatan Bandung. di mana terdapat gudang amunisi besar milik Tentara Sekutu. Seorang wartawan muda saat itu. Memang dalam pembicaraan itu di Regentsweg. • Tentara Inggris mulai menyerang sehingga pertempuran sengit terjadi.H Nasution. tetapi sebenarnya lautan air” A.

Tentara Belanda semakin merajalela dan aksi-aksi teror yang dilakukannya semakin meningkat. Pendaratan pasukan marinir Belanda di Tanjung Priok pada tanggal 30 Desember 1945 menambah gentingnya keadaan. Mengingat situasi keamanan yang semakin memburuk itu presiden dan wakil presiden pada tanggal 4 Januari 1946 pindah ke Jogjakarta dan kemudian ibukota Republik Indonesia pun turut pula pindah ke Jogjakarta. PKI menuduh pemerintah Indonesia berpolitik “memihak” Belanda. Terjadilah perang saudara di Madiun. Pada tanggal 31 Oktober 1948 Muso terbunuh dan peristiwa Madiun selesailah. yang berakibat sangat menyedihkan.Latar Belakang Menjelang akhir tahun 1945 keamanan kota Jakarta semakin memburuk. Belanda memperhitungkan bahwa RI akan hancur dan tidak berdaya karena peristiwa Madiun. Keadaan Republik Indonesia yang memang agak payah itu dipergunakan oleh Belanda untuk melancarkan serangan tiba-tiba pada tanggal 19 Desember 1948. Mereka dapat mempengaruhi Amir Syarifuddin (bekas perdana menteri). Perang saudara itu melemahkan kedudukan Indonesia. Pemerintah mengerahkan TNI Divisi Siliwangi. Wakil Presiden dan beberapa orang Menteri dan Pejabat-Pejabat tinggi ditawan oeh Belanda dan diasingkan ke Bangka dan Sumatera Utara. dan keadaan itu sangat menguntungkan pihak Belanda. Begitulah maka Presiden. Ibukota RI jatuh di tangan mereka. yang dimulai di Madiun dan di daerah Surakarta. mereka berulangkali menyiarkan berita bahwa RI sudah . Pada waktu itu Belanda menunda serangan-serangan terhadap RI kiranya untuk menghindari tuduhan dunia bahwa mereka berjalan di bawah satu payung dengan kaum komunis. Penganiayaan dan pembunuhan telah menimbulkan korban yang tidak sedikit. yang berhasil merebut kembali daerah-daerah sekitar Madiun. bahwa perundingan Belanda harus dihentikan. Pagi-pagi angkatan perang Belanda menyerbu yogyakarta. Pada awal bulan Agustus 1948 Muso dan Suripno kembali ke tanah air dari eropa. yang lebih dikenal dengan peristiwa “Agresi Militer Belanda II”. Tidak lama setelah ibukota RI di Yogyakarta dikuasai Belanda dalam Agresi Militer Belanda II. Pada tanggal 22 Agustus 1948 Muso memimpin rapat umum yang memutuskan. Akhirnya pada tanggal 18 September 1948 PKI Muso melakukan perebutan kekuasaan. Pemerintah RI yang ingin tetap berhubungan dengan anggota-anggota KTN tidak meninggakan Kota Yogya. yang akhirnya menggabungkan diri pada Partai Komunis Indonesia.

Lukman Hakim. Sejumlah tokoh pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat dapat berkumpul di Halaban. Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/ Menteri Agama. sesuai dengan konsep yang telah disiapkan. Hassan. Menteri Keamanan/Menteri Sosial. Kolonel Hidayat. T. Ir. Wakil Presiden Moh. M. Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera. Hatta yang pada waktu itu jadi Perdana Menteri beberapa minggu sebelum serangan Belanda. dan pada 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat yang dihadiri antara lain oleh Syafruddin Prawiranegara. Malam itu juga mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban. Ir. Lukman Hakim. Hassan. tanggal 19 Desember sore hari Syafruddin Prawiranegara bersama Kol. Syafruddin Prawiranegara. · · · Mr. mengunjungi Teuku Mohammad Hasan. Maryono Danubroto. maka dalam rapat tersebut diputuskan untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim · Mr. tanggal 22 Desember 1948. T. Rusli Rahim dan Latif. Walaupun secara resmi kawat atau radiograf Presiden Soekarno belum diterima. M. bersama Sjarifudin Prawiranegara yang ketika itu . Pemuda. M. Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan. Hidayat. Sutan Mohammad Rasjid. Sutan Mohammad Rasjid. Ir. perkebunan teh 15 Km di selatan kota Payakumbuh. negara RI belum sembuh dari penderitaan akibat tikaman yang diberikan PKI Musso dari belakang dengan peristiwa Madiun yang menimbulkan ribuan korban jiwa. Ir. Indracahya . Gubernur Sumatera/Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya. Karim. Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman. Indracaya. dengan susunan sebagai berikut: · Mr. Sitompul. Mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia.bubar. Karena para pemimpinnya. seperti Soekarno Hatta dan Syahrir sudah menyerah dan ditahan. Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran. Pembangunan. Mananti sitompul. · Mr. untuk mengadakan perundingan. Direktur BNI A. Proses Berdirinya PDRI Waktu agresi Belanda dimulai.

hari ketiga agresi militer Belanda. : lain kepada Dr. sedangkan rombongan lain menuju daerah yang berbeda. dan langsung memutuskan untuk meninggalkan kota tersebut mengingat kondisi yang semakin tidak menentu. kami menguasakan kepada Mr. mengunjungi Teuku Mohammad Hasan. Perundingan ini mengalami kegagalan dan berbuah pada agresi militer ke-II. Di tengah persiapan pembentukan pemerintahan itu.menjabat Menteri Kemakmuran berangkat dari Jogja ke Bukittinggi. karena memang segala bentuk saluran komunikasi telah lebih dulu diputus oleh Belanda. Sjarifudin baru mengetahui beberapa . Syafruddin Prawiranegara bersama Kol. Hidayat. Gubernur Sumatera/Ketua Komisaris Pemerintah Pusat di kediamannya. Bung Hatta dipanggil kembali ke Jogja untuk berunding dengan pihak Belanda di Kaliurang dengan perantaraan Komisi Tiga Negara. untuk mengadakan perundingan. tanggal 19 Desember sore hari. Sebelum Agresi terjadi. karena mandat yang diberikan kepadanya dari Kabinet Hatta untuk membentuk pemerintahan darurat di Sumatera ternyata belum didengarnya. Sementara itu rombongan Mr. Mr. Sjarifudin mengungsi ke Halaban. ibukota kedua RI untuk mengadakan perundingan dengan pucuk pemerintahan di Sumatera berkaitan upaya pembentukan pemerintahan sementara di Bukittinggi dengan pimpinan Bung Hatta apabila Belanda melanjutkan agresi baru. Palar. turut dikeluarkan mandat Sudarsono. Malam itu juga mereka meninggalkan Bukittinggi menuju Halaban. perkebunan teh 15 Km di selatan kota Payakumbuh. Mr. Mr. Saat itu Sjarifudin baru berada beberapa hari saja di Bukittinggi. dan Maramis di India yang isinya sbb. sebenarnya Soekarno-Hatta telah mengeluarkan mandat yang mengatakan bahwa : “Djikalau dalam keadaan darurat pemerintah tidak dapat mendjalankan kewajibannja lagi. Pada tanggal 21 Desember. maka saudarasaudara dikuasakan membentuk exile government Republik Indonesia di India“ Mendengar berita bahwa tentara Belanda telah menduduki ibukota Yogyakarta dan menangkap sebagian besar pimpinan Pemerintahan Republik Indonesia. “Djikalau ichtiar Sjarifuddin di Sumatera tidak berhasil. Mengenai mandat kabinet ini. Sjarifudin masih ragu-ragu dan tidak tahu apa yang akan dilakukannya. Panglima Tentara dan Teritorium Sumatera. Sjarifuddin Prawiranegara Menteri Kemakmuran untuk membentuk Pemerintah Republik darurat di Sumatera“ Selain mandat tersebut.

Belanda menyerang pada hari Minggu. Hassan. M. maka lebih-lebih perbuatan Belanda yang mengakui dirinya beragama Kristen. Menteri Perhubungan/Menteri Kemakmuran. Menteri Pekerjaan Umum/Menteri Kesehatan. Rusli Rahim dan Latif. Tetapi kita membuktikan bahwa perhitungan Belanda itu sama sekali meleset. dan pada 22 Desember 1948 mereka mengadakan rapat yang dihadiri antara lain oleh Syafruddin Prawiranegara. Indracaya. Hassan. hari yang biasa dipergunakan oleh kaum Nasrani untuk memuja Tuhan. curangnya. Menteri Keamanan/Menteri Sosial. T. Dengan ini terbuktilah bahwa Sjarifudin membentuk pemerintahan darurat ini atas inisiatif sendiri. Justru karena itu semuanya. Sutan Mohammad Rasjid. Maryono Danubroto. T. M. dan beberapa pembesar lain. Lukman Hakim. Ketua PDRI/Menteri Pertahanan/ Menteri Penerangan/Menteri Luar Negeri ad interim • Mr.23 Desember 1948. Pembangunan. Ir. Direktur BNI A. M. • Mr. Mananti Sitompul. pemimpinnya putus asa dan negaranya tidak dapat ditolong lagi. Indracahya. Sejumlah tokoh pimpinan republik yang berada di Sumatera Barat dapat berkumpul di Halaban. • Ir. Sutan Mohammad Rasjid. Belanda mengira bahwa dengan ditawannya pemimpin-pemimpin . Wakil Ketua PDRI/Menteri Dalam Negeri/Menteri PPK/Menteri Agama. yang didengar Sjarifudin di tempat persembunyiannya di pedalaman Sumatera Tengah dari radio. Lukman Hakim. Menteri Keuangan/Menteri Kehakiman.. mereka menduga menghadapi suatu keadaan negara republik Indonesia yang dapat disamakan dengan Belanda sendiri pada suatu saat negaranya diduduki Jerman dalam Perang Dunia II. Pemuda. menunjukkan lebih jelas dan nyata sifat dan tabiat bangsa Belanda: Liciknya. Karena serangan tiba-tiba itu mereka telah berhasil menawan Presiden.bulan setelah PDRI. dan kejamnya. Dengan demikian. Sitompul. sesuai dengan konsep yang telah disiapkan. Syafruddin berpidato: ".. ketika rakyatnya kehilangan akal. berbentuk wawancara pers Bung Hatta yang dilakukannya di tempat pembuangannya di Bangka. • Ir. Perdana Menteri. maka dalam rapat tersebut diputuskan untuk membentuk Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI). Ir. tanggal 22 Desember 1948. dengan susunan sebagai berikut: • Mr. Mereka menyerang pada saat tidak lama lagi akan merayakan hari Natal Isa AS. Walaupun secara resmi kawat Presiden Soekarno belum diterima. Kolonel Hidayat. hari suci dan perdamaian bagi umat Nasrani. Karim. Syafruddin Prawiranegara. Keesokan harinya. Wakil Presiden. • Mr.

Sjafruddin mengatakan bahwa pemerintahan Republik Indonesia tetap ada dan propaganda Belanda yang menyatakan bahwa pemerintahan Republik Indonesia telah musnah tidak benar. Jangan letakkan senjata. Mereka pun harus menggotong radio dan berbagai perlengkapan lain. Sjafruddin membalas. PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. demikian Mr. di pinggir sungai Batanghari. T. Kondisi PDRI yang selalu bergerilya keluar masuk hutan itu diejek radio Belanda sebagai Pemerintah Dalam Rimba Indonesia.M Hasan yang menjabat sebagai Wakil Ketua PDRI. pemerintahnya mengungsi ke Inggris. karena itu kami pemerintah yang sah. sekalipun kedua pemimpin itu sangat berharga bagi kita. Perjalanan masih dilakukan dengan mobil dan jeep. masih tetap di wilayah RI. menghentikan tembak-menembak kalau belum ada perintah dari pemerintah yang kami pimpin. Patah tumbuh hilang berganti. Apakah Inggris jadi wilayah kekuasaan Belanda? Yang jelas pemerintah Belanda tidak sah. Disini mereka mengalami pemboman Belanda dan dalam perjalanan diteruskan ke Pekanbaru. Sejak itu PDRI menjadi musuh nomor satu Belanda. Sjarifudin dan perangkat pemerintahan darurat terus mobil dan berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain dan termasuk radio Dick Tamimi yang juga dibawa kemana-mana. “Kami meskipun dalam rimba. Mr. . Karena keadaan Halaban sudah tidak aman lagi. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. Camkanlah hal ini untuk menghindarkan tipuan-tipuan musuh. Agama." Keberadaan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia kemudian diumumkan lewat radio ke seluruh dunia. gempurlah Belanda di mana saja dan dengan apa saja mereka dapat dibasmi. Kepada seluruh Angkatan Perang Negara RI kami serukan: Bertempurlah. pemimpin-pemimpin lain akan putus asa. dan sangat kekurangan bahan makanan. dan kadang-kadang harus menyebrang sungai dengan rakit. Tapi. Belanda waktu negerinya diduduki Jerman. PDRI pindah ke Bangkinang. Tokoh-tokoh PDRI harus bergerak terus sambil menyamar untuk menghindari kejaran dan serangan Belanda. merangkap Menteri Dalam Negeri.” Karena terus diburu-buru Belanda.kita yang tertinggi. Perjalanan Tokoh-Tokoh PDRI Sejak Keberadaan PDRI diumumkan lewat radio ke seluruh dunia. Negara RI tidak tergantung kepada Sukarno-Hatta. Padahal menurut UUD-nya sendiri menyatakan bahwa kedudukan pemerintah haruslah di wilayah kekuasaannya. menuturkannya bahwa rombongan mereka kerap tidur di hutan belukar. Pendidikan dan Kebudayaan.

Sesampainya di Taluk. Sementara itu perjalanan dengan jalan kaki dimulai. maka diputuskan bahwa pemerintahan darurat akan berkedudukan di suatu desa bernama Bidaralam. hal mana tentu saja menimbulkan tertawaan kepada siapapun yang melihatnya. Jeep yang ditumpangi Mr.Di dalam perjalanan ke Pekanbaru didengar kabar bahwa Pekan Baru sudah diduduki Belanda. sehingga para penumpang keluar dengan basah kuyup. rombongan PDRI mengungsi ke sungai Darah. T. . Tetapi Belanda yang terang2an dalam undang2 dasarnya menyatakan tidak sah mendirikan pemerintah atau memindahkannya ke luar daerah kekuasaanya. Lalu kenapa Belanda mencap PDRI yang masih di dalam daerahnya tidak sah?“ Dalam perjalanan menyusuri rimba inilah. Hassan tampaknya amat berat untuk berpisah dengan mobil “Gajah Putihya” dan dengan amat terharu dia melihat mobil kesayangannya itu tenggelam. Sesudah berjalan dari satu desa ke desa lain. Disinilah kontak dengan Jawa dan New Delhi dilakukan. karena masih di dalam daerah kekuasaan kami (Indonesia). tidak kurang dari 40 Km sehari. Pemerintahaanya di Indonesia dipindahkan ke Australia. Di desa-desa yang kecil dan miskin kadang-kadang rombongan hanya disuguhkan nasi sama cabe dan daun singkong rebus. karena mobil-mobil ini tidak bisa dipakai lagi berhubung jalan-jalan yang akan ditempuh amat buruk. tetapi karena cape akibat perjalanan yang dilakukan. Mr. kepada Sjarifudin diberikan sebuah “Testbril” yang biasa dipakai kalau seorang dokter mata tengah memeriksa mata seorang pasien yang mau memakai kaca mata. maka tujuan perjalanan dirubah ke Taluk di daerah Riau. Sesudah mengalami penembakan dengan senapan mesin dari pesawat terbang Belanda di Taluk. dimana Mr. yaitu kaca matanya. Sjarifudin bersama Dick Tamimi pernah slip dan masuk ke dalam suatu sungai yang cukup dalam. tetapi sah. sehingga perjuangan PDRI berkumandang ke seluruh dunia dan menguatkan tuntutan Palar dengan dibantu wakil-wakil India di PBB. telah memindahkan kekuasaanya ke London. semua mobil-mobil bagus yang dipakai anggota pemerintahan darurat dimasukkan ke dalam suatu sungai dengan suatu upacara khusus. Kaca mata istimewa inilah yang dipakai Sjarifudin sebagai pengganti kaca matanya yang hilang itu. Dikarenakan kondisi pemerintahan Sjarifudin yang selalu berpindah. namun Sjarifudin membalas ejekan tersebut melalui pancaran radio ke seluruh dunia sebagai berikut : “Pemerintah kami biarpun dalam rimba. sehingga perjuangan Indonesia berhasil. di waktu Nederland dikuasai Jerman tahun 1940. Belanda selalu mengejek PDRI sebagai Pemerintah Dalam Rimba Indonesia. Sjarifudin kehilangan barang yang amat diperlukannya. makanan ini tetap enak rasanya.

Mananti Sitompul. Maramis. Ignatius J. Mereka saling bertukar usulan untuk menghilangkan dualisme kepemimpinan di Sumatera dan Jawa. Kasimo. Susunan Kabinet Darurat yang telah disempurnakan antara lain : • Mr. menggantikan sementara Kabinet Hatta I yang anggotanya ditawan oleh Belanda pada Agresi Militer Belanda II. Syafruddin Prawiranegara. Menteri Pekerjaan Umum. Indracahya. Menteri Dalam Negeri merangkap Menteri Kesehatan. Sukiman. Kolonel R. Menteri Keuangan. Menteri Agama. T. • Mr. • Ir. Panglima Besar Angkatan Perang RI. Moh. Ketua merangkap Menteri Pertahanan dan Penerangan.13 Juli 1949. • Ir. Panglima Tentara & Teritorium Sumatera. Lukman Hakim. • Mr. Kolonel Abdul Haris Nasution. Menteri Kemakmuran/Pengawas Makanan Rakyat. Sutan Mohammad Rasjid. Hatta ditangkap oleh Belanda. Panglima Tentara & Teritorium Jawa. dapat terjalin komunikasi antara pimpinan PDRI dengan keempat Menteri yang berada di Jawa. • dr. • Mr. Presiden Ir.Konsolidasi Sekitar satu bulan setelah agresi militer Belanda. Pengajaran dan Kebudayaan. Kabinet Darurat merupakan Kabinet Sementara untuk menjalankan negara Indonesia yang pada saat itu. Hassan. Menteri Pendidikan. Menteri Luar Negeri (berkedudukan di New Delhi. • Kyai Haji Masykur. Hidayat Martaatmaja. Soekarno dan Wakil Presiden yang merangkap Perdana Menteri Drs. Alexander A. • Mr. Moh. Kabinet ini dikenal sebagai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang berpusat di Bukittinggi. Wakil Ketua merangkap Menteri Kehakiman dan Menteri Pembangunan dan Pemuda. Setelah berbicara jarak jauh dengan pimpinan Republik di Jawa. Menteri Perhubungan. India). maka pada 31 Maret 1949 Prawiranegara mengumumkan penyempurnaan susunan pimpinan Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang lebih dikenal dengan sebutan Kabinet Darurat. . Susanto Tirtoprojo. • Mr. Kabinet ini bertugas pada periode 19 Desember 1949 . • Mr. • • • Pejabat di bidang militer: Letnan Jenderal Sudirman. Menteri Perburuhan dan Sosial.

Mr. adalah tokoh-tokoh yang sangat berperan dalam menyuarakan Republik Indonesia di dunia internasional sejak Belanda melakukan Agresi Militer Belanda II. o Gubernur Militer : dr. Sudarsono. Komisaris Besar Polisi Umar Said. urusan Kehakiman dan Penerangan. Syafruddin Prawiranegara adalah Kepala Pemerintah Republik Indonesia. dan L. urusan Dalam Negeri. Kepala Staf Angkatan Laut. Wakil RI di India. Mr. Tanggal 1 Januari 1949. Alexander Andries Maramis. Perlawanan Perlawanan bersenjata dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia serta berbagai laskar di Jawa. Menteri Luar Negeri PDRI yang berkedudukan di New Delhi. Susanto Tirtoprojo. Ferdinand Lumban Tobing o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Alex Evert K. Kepala Staf Angkatan Udara. PDRI menyusun perlawanan di Sumatera. Utoyo o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Hasan Basri . dengan susunan sbb. Sumatera serta beberapa daerah lain. secara de facto.M. Kemudian tanggal 16 Mei 1949. Panji Suroso. Kepala Kepolisian Negara. Palar. R. N.: • • • Mr. India.• • • Kolonel Nazir. urusan Persediaan Makanan Rakyat. · Riau o Gubernur Militer : R. dibentuk Komisariat PDRI untuk Jawa yang dikoordinasikan oleh Mr. Mr. Selain dr. Susanto Tirtoprojo. Ignatius J. Kasimo. PDRI membentuk 5 wilayah pemerintahan militer di Sumatera: · Aceh. o Gubernur Militer : Tgk Daud Beureu'eh di Beureu'eh o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Askari · Tapanuli dan Sumatera Timur Bagian Selatan. Ketua delegasi Republik Indonesia di PBB. Dalam situasi ini. Komodor Udara Hubertus Suyono. termasuk Langkat dan Tanah Karo.

Akhir PDRI a. kerjasama dalam hal mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. dan 3. Moh. Jan H. . Rum) Sebagai Ketua Delegasi Republik. Kelihatannya BFO mencoba memperoleh konsesi dari Republik. Mohammad Rum menyampaikan sikap Republik sebagai berikut: Statement Delegasi Republik Indonesia (Diucapkan oleh Mr. Sutan Mohammad Rasjid o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Dahlan Ibrahim · Sumatera Selatan o Gubernur Militer : dr. van Royen. Mohammad Rum dengan Delegasi Belanda yang dipimpin oleh Dr. Tanggal 25 April. sesuai dengan Resolusi Dewan Keamanan tertanggal 28 Januari 1949 dan petunjuk-petunjuknya tertanggal 23 Maret 1949 untuk memudahkan tercapainya: 1. delegasi BFO. dipimpin oleh Anak agung Gde Agung. turut serta pada Konferensi Meja Bundar di Den Haag dengan maksud untuk mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat. pengeluaran perintah kepada pengikut-pengikut Republik yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya. Perundingan Roem-Royen Dengan difasilitasi oleh UNCI. tanggal 14 April 1949 dimulai perundingan antara Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin oleh Mr.· Sumatera Barat o Gubernur Militer : Mr. Wakil Presiden M. 2. Dalam perundingan tersebut. Tanggal 22 April 1949. Hatta tiba di Jakarta dari Bangka dan Hamengku Buwono juga tiba di Jakarta dari Yogyakarta. menemui Presiden Sukarno di Bangka. Adnan Kapau Gani o Wakil Gubernur Militer : Letnan Kolonel Maludin Simbolon. Mr. ditandatangani kesepakatan yang dinamakan Perjanjian Rum-Royen. saya diberi kuasa oleh Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta untuk menyatakan kesanggupan mereka sendiri (persoonlijk). dengan tidak bersyarat. Tanggal 7 Mei 1949.

Delegasi Belanda selanjutnya menyetujui pembentukan panitia bersama atau lebih di bawah auspices UNCI (KPBBI) dengan maksud: a. Delegasi Republik menyampaikan kesanggupan Sukarno-Hatta sehubungan dengan perintah gencatan senjata. Dengan tidak mengurangi hak bagian-bagian bangsa Indonesia untuk menentukan nasibnya sendiri sebagai yang diakui dalam asas-asas Linggajati dan Renville. Sehingga dengan demikian. Jadi dalam pernyataan tersebut. Delegasi Belanda memberikan jawaban dalam bentuk statement juga yang berbunyi: Statement Delegasi Pemerintah Belanda (Dibacakan oleh Dr. Belanda merasa tidak kehilangan muka. Pemerintah Belanda tidak akan mendirikan atau mengakui negara-negara atau daerah-daerah di atas daerah yang dikuasai oleh Republik sebelum tanggal 19 Desember 1948 dan tidak akan meluaskan negara atau daerah dengan merugikan daerah Republik tersebut. Delegasi Belanda diberi kuasa menyatakan bahwa berhubung dengan kesanggupan yang baru saja diucapkan oleh Mr. atas statement Delegasi Indonesia. 2. . 3. Mempelajari dan memberi nasehat tentang tindakan-tindakan yang akan diambil untuk melaksanakan penghentian perang gerilya dan kerjasama dalam hal mengembalikan perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. apabila mereka telah kembali ke Yogyakarta. Pemerintah Belanda setuju bahwa Pemerintah Republik Indonesia harus bebas dan leluasa melaksanakan pekerjaannya yang sepatutnya dalam satu daerah yang meliputi Karesidenan Yogyakarta dan bahwa ini adalah satu langkah yang dilakukan sesuai dengan maksud petunjuk-petunjuk Dewan Keamanan tanggal 23 Maret 1949. 4. Rum. van Royen) 1. delegasi Republik mengalah dengan memberikan konsesi tersebut. b.Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Mohammad Hatta akan berusaha mendesak supaya politik demikian diterima oleh Pemerintah Republik Indonesia selekas-lekasnya setelah dipulihkan di Yogyakarta. ia menyetujui kembalinya Pemerintah Republik Indonesia di Yogyakarta. Pemerintah Belanda menguatkan sekali lagi kesanggupannya untuk menjamin penghentian segera dari semua gerakan-gerakan militer dab membebaskan dengan segera dan tidak bersyarat semua tahanan politik yang ditangkapnya sejak 17 Desember 1948 dalam Republik Indonesia. Oleh sebab itu. Mengadakan penyelidikan dan persiapan yang perlu sebelum kembalinya Pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta.

Pada konferensi itu. Disadari atau tidak. atau pun ditanyakan pendapatnya. Pemerintah Belanda setuju bahwa di semua daerah di luar Karesidenan Yogyakarta. yang akan mengeluarkan perintah kepada gerilyawan untuk menghentikan pertempuran.5. Dengan sendirinya pembesar-pembesar Belanda membantu Pemerintah Republik dalam hal keperluan-keperluan yang dikehendakinya menurut pertimbangan yang pantas untuk perhubungan dan konsultasi dengan segala orang di Indonesia. maka pegawai sipil. di luar anggotaanggota Republik. polisi dan pegawai Republik lainnya masih terus bekerja. 6. maka Pemerintah Belanda akan berusaha sesungguh-sungguhnya supaya konferensi itu segera diadakan sesudahnya Pemrintah Republik kembali ke Yogyakarta. jumlah itu ialah separuh dari jumlah anggota-anggota semua. dalam fase menjelang perundingan dengan Belanda. di mana pegawai sipil. setelah Pemerintah Republik dipulihkan di Yogyakarta. Beberapa kalangan di pihak . dan detail-detail tehnik akan diselenggarakan oleh kedua belah pihak di bawah pengawasan UNCI. Dengan dicapainya kesepakatan Rum-Royen. Pemerintah Belanda menyetujui adanya Republik Indonesia sebagai satu kesatuan yang nanti akan duduk dalam Negara Indonesia Serikat. taktik Belanda untuk memecah-belah Republik membuahkan hasil. Sesuai dengan maksud dalam petunjuk Dewan Keamanan tanggal 23 Maret 1949 yang mengenai Konferensi Meja Bundar di Den Haag. 7. Apabila suatu Badan Perwakilan Sementara untuk Indonesia dibentuk dan karena itu perlu ditetapkan jumlah perwakilan Republik dalam Badan tersebut. Berhubung dengan keperluan kerjasama dalam hal pengembalian perdamaian dan menjaga ketertiban dan keamanan. Belanda tidak mempunyai alasan lagi untuk menunda pelaksanaan Resolusi Dewan Keamanan tertanggal 28 Januari tersebut. polisi dan pegawai Pemerintah Indonesia (Pemerintah Belanda di Indonesia) lainnya sekarang tidak bekerja. perundingan-perundingan akan diadakan tentang cara bagaimana mempercepat penyerahan kedaulatan yang sungguh-sungguh dan lengkap kepada Negara Indonesia Serikat dengan tidak bersyarat sesuai dengan asas-asas Renville. akan tetapi dalam jabatan mereka. terhitung juga mereka yang bekerja dalam jabatan sipil dan militer Republik. Namun. maka pintu menuju perundingan antara Republik dengan Belanda. supaya perundingan-perundingan yang dimaksud oleh Resolusi Dewan Keamanan tanggal 28 Januari 1949 dapat diadakan selekas-lekasnya. Setelah disampaikan janji Presiden Sukarno dan Wakil Presiden Hatta. nampaknya PDRI serta pimpinan tertinggi TNI sama sekali tidak dilibatkan. telah terbuka.

Pada 27 Juni 1949. tentu sangat gegabah dan menimbulkan tentangan keras. yaitu PDRI yang dipimpinnya. bahwa Mr. dan . yang menyadari kesalahannya tersebut. M. Namun kesalahan yang baru belakangan disadari. hanya menambah panjang rangkaian perlakuan buruk para politisi terhadap militer. Selain itu formulasi yang digunakan oleh Mr. Dalam suratnya tanggal 25 Mei kepada Hamengku Buwono IX. yang sangat kecewa. Rum dalam butir satu dari statement-nya. juga mengirim suratkepada HB IX untuk membantu meredakan kemarahan Panglima Besar. yang menolak keikutsertaan militer dalam perundingan selanjutnya. telah mengingkari kesepakatan antara pimpinan sipil dan militer Republik. Langkah pimpinan Republik yang dalam fase penting ini mengabaikan PDRI dan pimpinan TNI. Natsir berhasil meyakinkan Prawiranegara untuk datang ke Jakarta.sejak semula. baik dari pimpinan militer di Jawa maupun di Sumatera. yaitu: "Tidak akan melakukan pembicaraan apapun. mau pun dari HB IX. bahwa apabila TNI tidak mendukung hasil persetujuan Rum-Royen. menyelesaikan dualisme pemerintahan RI. Rum meminta agar HB IX segera menghubungi Panglima Besar. melainkan hanya menggunakan "pengikutpengikut Republik yang bersenjata. Atas surat Mr. M. namun M. serta Pemerintah Republik dipulihkan di Yogyakarta". guna menunjuk Kolonel Simatupang menjadi penasihat militer dalam delegasi Indonesia. Rum tidak menggunakan kata Angkatan Perang Republik Indonesia atau Tentara Nasional Indonesia. karena Belanda tidak mau mengakui adanya Angkatan Perang Republik Indonesia atau TNI. yang segera mengirim surat kepada Panglima Besar Sudirman. M. Pemerintah Belanda dan BFO tidak pernah mau mengakuinya. telah menimbulkan kemarahan besar di pihak TNI. Rum tersebut. Rum. Semula. Panglima Besar menulis surat kepada Simatupang tanggal 6 Juni 1949 (baru diterima oleh Simatupang tanggal 19 Juni). yaitu: "pengeluaran perintah kepada pengikut-pengikut Republik yang bersenjata untuk menghentikan perang gerilya". Syafruddin Prawiranegara yang enggan datang ke Jakarta. dan selalu menyebutkan TNI hanya sebagai pengikut Republik yang bersenjata. Baik surat Presiden Sukarno.Republik menilai. M. Simatupang menjawab surat Panglima Besar. sebelum para pemimpin Republik dibebaskan. Pimpinan sipil menyadari. Demikian juga sikap Belanda terhadap TNI. Mr. Sejak pembentukan PDRI tanggal 22 Desember 1948. Kemarahan Panglima Besar dan TNI tersebut segera dilaporkan kepada Presiden Sukarno di Pangkalpinang. perundingan selanjutnya tentu tidak dapat dilakukan. bahwa kesediaan untuk dilakukan perundingan dengan Belanda yang menghasilkan Persetujuan Rum-Royen. belum dapat meredakan amarah Panglima Besar." Ini adalah formulasi yang selalu dipergunakan oleh Belanda -dan juga Inggris.

tentu saja usaha Hatta sia-sia. selain sebagai Wakil Presiden. seluruh kota telah dikepung oleh pasukan payung Belanda. Untuk itu dikirimlah Natsir. bahwa pasukan payung biasanya membunuh semua orang yang dijumpai di jalan-jalan. Pemerintah RI menyetujui hasil Persetujuan Rum-Royen. Leimena. Pada sidang tersebut. diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno. Namun karena Sjarifudin berada di Sumatera Tengah. sedangkan sepanjang yang diketahui dewasa itu. kembali menjadi Perdana Menteri. Hatta. Halim ke Sumatera Tengah.Kabinet Hatta. tanggal 14 Juli. Pada sidang tersebut. sedangkan KNIP baru mengesahkan persetujuan tersebut tanggal 25 Juli 1949. dan Dr. hal hubungan Bangka dengan luar negeri dan terjadinya Persetujuan Rum-Royen. M. Setelah Persetujuan Rum-Royen ditandatangani. Sebab utama Sukarno-Hatta tidak ke luar kota pada tanggal 19 Desember sesuai dengan rencana perang gerilya. PDRI juga tidak menyetujui hasil persetujuan Roem-Royen karena tidak seimbang dengan kekuatan pejuang yang melakukan gerilya. Wakil Presiden Hatta menjelaskan 3 soal. pihak PDRI merasa amat kecewa. karena menurut mereka berunding dengan pemimpin yang berada dalam tawanan. Lagi pula pada saat yang genting itu tidak jelas tempat-tempat yang telah diduduki dan arah-arah yang diikuti oleh musuh. sehingga jika para beliau itu ke luar haruslah dengan pengawalan senjata yang kuat. Gencatan Senjata Ketika berita gencatan senjata telah didengar oleh PDRI. juga terdapat informasi bahwa Bung Hatta terbang ke Aceh untuk menemui Sjarifudin. adalah berdasarkan pertimbangan militer. Setelah pemerintahan darurat mendengar bahwa pemimpin-pemimpin di Bangka mengadakan perundingan dengan Belanda tanpa membuat hubungan terlebih dahulu dengan PDRI. Setelah serah terima secara resmi pengembalian Mandat dari PDRI. Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. sehingga dengan demikian. Namun PDRI kemudian . b. pihak Belanda dapat memaksakan kemauannya. karena tidak terjamin cukup pengawalan. Pemerintah Hatta mempertanggungjawabkan peristiwa 19 Desember 1948. Dalam rapat di istana tanggal 19 Desember 1948 antara lain KSAU Suaryadarma mengajukan peringatan pada pemerintah. yakni hal tidak menggabungkan diri kepada kaum gerilya. secara formal Syafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya. pada 13 Juli 1949. Mereka melakukan perjalanan kaki sekitar 15 Km hingga akhirnya berhasil menemui Sjarifudin. yang secara resmi tidak dibubarkan.

M. M. adalah berdasarkan pertimbangan militer. kembali menjadi Perdana Menteri. menyelesaikan dualisme pemerintahan RI. Pemerintah Hatta mempertanggungjawabkan peristiwa 19 Desember 1948. Hatta. c. yaitu PDRI yang dipimpinnya. sehingga dengan demikian.menyetujui perundingan Roem Royen karena ingin menghindari perpecahan dalam usaha perjuangan. diadakan sidang antara PDRI dengan Presiden Sukarno. Dalam rapat di istana tanggal 19 Desember 1948 antara lain KSAU Suaryadarma mengajukan peringatan pada pemerintah. Pada sidang tersebut. Wakil Presiden Hatta serta sejumlah menteri kedua kabinet. dan Kabinet Hatta. . hal hubungan Bangka dengan luar negeri dan terjadinya Persetujuan Roem-Royen. sedangkan KNIP baru mengesahkan persetujuan tersebut tanggal 25 Juli 1949. Sebab utama Sukarno-Hatta tidak ke luar kota pada tanggal 19 Desember sesuai dengan rencana perang gerilya. Lagi pula pada saat yang genting itu tidak jelas tempat-tempat yang telah diduduki dan arah-arah yang diikuti oleh musuh. Setelah Persetujuan Roem-Royen ditandatangani. sedangkan sepanjang yang diketahui dewasa itu. yakni hal tidak menggabungkan diri kepada kaum gerilya. bahwa pasukan payung biasanya membunuh semua orang yang dijumpai di jalan-jalan. tanggal 14 Juli. sehingga jika para beliau itu ke luar haruslah dengan pengawalan senjata yang kuat. secara formal Syafruddin Prawiranegara menyerahkan kembali mandatnya. selain sebagai Wakil Presiden. yang secara resmi tidak dibubarkan. Setelah serah terima secara resmi pengembalian Mandat dari PDRI. Natsir meyakinkan Prawiranegara untuk datang ke Jakarta. seluruh kota telah dikepung oleh pasukan payung Belanda. Pemerintah RI menyetujui hasil Persetujuan Roem-Royen. Pengembalian Mandat Setelah Perjanjian Roem-Royen. pada 13 Juli 1949. Wakil Presiden Hatta menjelaskan 3 soal. Pada sidang tersebut. karena tidak terjamin cukup pengawalan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful