Anda di halaman 1dari 26

Oleh : Dr. H.

Doddi Sismayadi, SpOG (K)

Perdarahan Antepartum
Perdarahan antepartum adalah perdarahan yang terjadi pada kehamilan trimester ketiga Perdarahan pada akhir kehamilan merupakan ancaman serius terhadap kesehatan dan jiwa baik anak maupun ibu Plasenta previa dan abruption placenta menjadi bagian terbesar kasus

Plasenta previa

Idiopatik Abruption plasenta

Perdarahan Antepartum

Lesi setempat

Ruptur sinus marginalis

I. Plasenta Previa
Dalam keadaan ini plasenta tertanam pada segmen bawah uterus dan terletak didaerah atau didekat ostium uteri internum servik

Insiden plasenta previa 1:200 kehamilan

Jenis Plasenta Previa

Plasenta previa totalis

Plasenta previa lateralis

Plasenta previa marginalis

Plasenta previa letak rendah

Gejala Plasenta Previa


Pada Ibu :
Perdarahan tanpa rasa sakit Dapat disertai anemis jika perdarahan banyak

Pada Janin :
Bagian terendah belum masuk PAP atau terdapat kelainan letak Asfiksia intrauterin Kematian janin

Dasar diagnosis: Terjadi pada kehamilan > 22 minggu Perdarahan tanpa rasa sakit, darah segar/kehitaman dengan bekuan, perdarahan berulang dapat terjadi setelah miksi/ defekasi, aktifitas fisik, coitus Gejala umum tergantung pada jumlah, kecepatan dan lamanya perdarahan (anemia) Perut ibu lemas sehingga mudah teraba bagian terendah Terdapat kelainan letak atau bagian terendah belum masuk PAP His biasanya tidak ada Denyut jantung janin ada

Diagnosis

Pemeriksaan tambahan meliputi :


Double set up di meja operasi, dapat menetukan klasifikasi plasenta previa dengan memasukkan jari ke ostium uteri internum atau meraba forniks USG

Komplikasi
Pada Ibu :
Infeksi karena anemia Robekan implantasi plasenta dibagian belakang segmen bawah rahim Terjadi ruptur uteri karena susunan jaringan rapuh dan sulit diketahui

Pada Janin (trias komplikasi) :


Prematuritas dengan morbiditas dan mortalitas tinggi Mudah infeksi karena anemia disertai daya tahan rendah Asfiksia intrauterin sampai kematian

Penatalaksanaan
Dalam skema menghadapi plasenta previa dapat dilakukan tindakan oleh bidan yang menghadapinya dengan cara: Pasang infus dengan cairan pengganti (Chloret, laktat ringer, glukosa ringer) Jangan melakukan pemeriksaan dalam, karena akan berakibat perdarahan bertambah banyak Segera melakukan tindakan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas yang cuku untuk tindakan operasi dan sebagainya

Bagan Penatalaksanaan Plasenta Previa

II. Abruptio Placenta/ Solusio Plasenta

Abruptio placenta/ solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau seluruh plasenta pada implantasi normal sebelum janin lahir

Derajat Solusio Plasenta


a. Ringan perdarahan < 500 cc dengan lepasnya plasenta < 1/5 bagian. Perut ibu masih lemas b. Sedang perdarahan sekitar 1000 cc, lepasnya plasenta antara sampai 2/3 bagian. Perut ibu mulai tegang dan bagian janin sulit diraba c. Berat lepasnya plasenta sudah melebihi 2/3 bagian, perut nyeri dan tegang dan bagian janin sulit diraba, perut seperti papan

Derajat pemisahan plasenta

Totalis

kematian bayi tidak dapat dihindari

Parsialis

janin masih mempunyai kemungkinan hidup, pemisahan > 50% plasenta, tidak memungkinkan janin untuk hidup terus

Lokasi Perdarahan

Gambaran Ro

Nyeri tekan uterus dgn tonus tinggi

Nyeri abdomen

Perdarahan pervaginam

Trias klinis solusio plasenta

Diagnosis
Dasar diagnosis :
Anamnesis untuk mengetahui adanya trauma langsung atau perdarahan disertai rasa sakit Pemeriksaan fisik melalui palpasi :
Abdomen terdapat ketegangan ringan sampai berat Bagian janin masih dapat diraba sampai sulit ditentukan

Denyut jantung janin masih baik sampai kematian intrauterin USG : plasenta lepas dari implantasinya

a. b. c. d.

Komplikasi Perdarahan : karena couvelair, atonia uteri, perdarahan

e.

pasca partus (shock hemorrhagik) Gangguan pembekuan darah : koagulasi intravaskular, penurunan fibrinogen Gangguan organ vital : kegagalan ginjal akut, dekompensasio kordis, sesak nafas, emboli paru Kematian ibu : karena perdarahan yang tidak dapat diatasi, dekompensasio kordis, mudah terjadi infeksi, gagal ginjal Sindrom Sheehan : terjadi karena nekrosis iskemik pada lobus anterior kelenjar hipofise sebagai akibat terjadinya shock

Penatalaksanaan
a. Tranfusi darah masif dan pemberian fibrinogen jumlah cukup guna menghindari gangguan pembekuan darah b. Solusio plasenta ringan dan sedang diupayakan melakukan seksio sesaria untuk menyelamatkan ibu dan janinnya c. Solusio plasenta berat dilakukan persalinan dalam waktu singkat 6 jam, menghindari perdarahan karena atonia uteri. Bila terjadi gangguan konstruksi otot rahim lakukan histerektomi d. Pemberian antibiotik untuk menghindari infeksi

Bagan Penatalaksanaan Solusio Plasenta

Diagnosis Diferensial
Plasenta Previa Solusio Plasenta Mulainya Perdarahan Warna darah Anemia Shock Toxemia Nyeri Nyeri tekan uterus Tonus uterus Bentuk uterus Perlahan-lahan dan tidak jelas Eksternal Merah muda = darah yang hilang = darah yang hilang Tidak ada Hanya kalau dalam persalinan Tidak ada Lembek dan lemas Normal Biasanya terdengar Tidak ada Mungkin abnormal Mendadak dan nyata sekali Eksternal dan tersembunyi Gelap sebagai darah vena >darah hilang yang tampak >darah hilang yang tampak Mungkin ada Berat dan tidak henti-hentinya Ada Kaku sampai keras seperti batu Dapat membesar & berubah bentuknya Terdengar atau tidak terdengar Dapat terjadi Tidak ada hubungan

DJJ Penurunan bagian terendah janin Presentasi

III. Ruptur Sinus Marginalis

Pada keadaan normal sinus marginalis akan robek dalam kala tiga ketika plasenta terlepas dari dinding rahim Adakalanya sinus marginalis mengalami ruptur pada trimester ketiga kehamilan Etiologi tidak diketahui Gejala klinis : perdarahan ringan, tanpa nyeri yang disertai rigiditas uterus atau perubahan frekuensi denyut jantung janin

IV. Lesi Setempat

a. b. c. d. e. f. Neoplasma Polip cervix Kanker cervix Infeksi Vaginitis Cervicitis

V. Idiopatik

Pada kasus ini tidak pernah didapatkan penyebab atau hal-hal yang mengakibatkan perdarahan Mungkin terjadi karena sedikit terpisahnya plasenta dai dinding rahim Perdarahan biasanya sedikit dan tidak mempengaruhi ibu, janin ataupun kehamilan Terkadang terlihat pengeluaran lender darah (bloody show) dalam jumlah banyak yang merupakan tanda akan berlangsungnya persalinan

TERIMA KASIH