Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN KEBUTUHAN DASAR MANUSIA

Konsep Dasar Kebutuhan Manusia

Disusun oleh: Dewi Anggraini Padmaningtyas 011012039

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA 2013

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


UNIVERSITAS AIRLANGGA FAKULTAS KEDOKTERAN PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIDAN

MATA AJAR KODE MATA AJAR SKS SEMESTER TAHUN AJARAN WAKTU PERTEMUAN PERTEMUAN KE PENGAJAR

: KEBUTUHAN DASAR MANUSIA : 444 : 3 sks :3 : 2012-2013 : 3 x 50 menit : 1 (Satu) : Dewi Anggraini P

A. Tujuan Instruksional 1. TIU : - Pada akhir mata ajar Kebutuhan Dasar Manusia ini, mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bidan Jalur A diharapkan mampu menjelaskan Konsep Dasar Kebutuhan Dasar Manusia sesuai dengan teori dengan benar. 2. TIK : Pada akhir pokok bahasan, mahasiswa semester 3 Program Studi Pendidikan Bidan Jalur A di harapkan mampu: a. Menjelaskan konsep dasar kebutuhan manusia dengan benar b. Menjelaskan macam-macam kebutuhan dasar manusia dengan benar c. Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan benar B. Pokok Bahasan : Konsep Dasar Kebutuhan Dasar Manusia

Sub Pokok Bahasan

1) Kebutuhan Dasar Manusia Pengertian Tujuan/ Peran Bidan Pengertian manusia 2) Macam-macam Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham Maslow 3) Faktor-faktor yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar manusia dengan benar

C. Kegiatan Belajar Mengajar: Tahap Kegiatan Pengajar Kegiatan Mahasiswa 1. Menjawab salam 2. Memperhatikan 3. Memberikan feedback dan menjelaskan secara singkat 4. Memperhatikan 5. Memperhatikan 1. Mendengarkan dan Mencatat 2. Mahasiswa aktif memberikan pertanyaan 1. Menjawab pertanyaan 2. Memperhatikan 3. Menjawab salam Media dan Alat Pengajaran LCD, Laptop, Bahan Ajar/Slides, microphone, Loudspeaker

Pendahuluan 1. Pengajar memberikan salam 2. Menjelaskan cakupan materi dalam pertemuan pertama 3. Menggali pengetahuan mahasiswa tentang materi yang akan dipelajari 4. Menjelaskan manfaat mempelajari Kebutuhan Dasar Manusia 5. Menjelaskan TIU dan TIK untuk pertemuan kedua Penyajian 1. Menjelaskan konsep dasar kebutuhan manusia, macam-macam kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow dan Faktor-faktor yang memengaruhi pemenuhan kebutuhan dasar manusia 2. Memberikan kesempatan mahasiswa untuk bertanya Penutup 1. Menutup pertemuan a. Memberikan pertanyaan tentang materi yang telah diajarkan sekaligus sebagai review b. Memberi tugas mahasiswa untuk mempelajari materi yang disajikan c. Memberikan motivasi untuk belajar dan salam penutup

D. Evaluasi : 1.Pada pertemuan kedua ini, diharapkan persiapan mengajar (SAP, Bahan ajar, Media) sudah dipersiapkan dengan baik sehingga proses belajar mengajar berlangsung lancar. 2. Pada pertemuan kedua ini, diharapkan mahasiswa antusias dalam mengikuti kegiatan pembelajaran, khususnya pada saat sesi tanya jawab. 3. Pada pertemuan kedua ini, diharapkan mahasiswa dapat menjawab pertanyaan di akhir sesi pembelajaran dengan benar.

E. Daftar Pustaka : Asmadi. 2008. Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta: EGC Mubarak, Wahit Iqbal. 2007. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia: Teori dan Aplikasi dalam Praktik. Jakarta: EGC

F. Materi : Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologi maupun psikologis. Bidan sebagai tenaga kesehatan harus dapat mengerti kebutuhan dasar manusia sehingga dapat memenuhi kebutuhan klien sebagai manusia. Manusia sebagai makhluk Biopsikososial dan spiritual merupakan kesatuan dari aspek jasmani dan rohani yang memiliki sifat unik dengan kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan tingkat perkembangannya.

Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tahun 1908 dan wafat pada tahun 1970 dalam usia 62 tahun. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan).

Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Hierarchy of needs (hirarki kebutuhan) dari Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki 5 macam kebutuhan yaitu physiological needs (kebutuhan fisiologis), safety and security needs (kebutuhan akan rasa aman), love and belonging needs (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki), esteem needs (kebutuhan akan harga diri), dan self-actualization (kebutuhan akan aktualisasi diri). Manusia senantiasa berkembang untuk mencapai potensi diri maksimal Kebutuhan pada tingkat yang lebih tinggi tidak akan terpenuhi sampai kebutuhan yang di bawah terpenuhi (saling berkaitan) Tiap orang memiliki kebutuhan dasar yang sama namun disesuaikan dengan budaya masing2. Walaupun kebutuhan harus dipenuhi namun sifatnya dapat ditunda Kegagalan dalam memenuhi kebutuhan dapat menyebabkan ketidakseimbangan homeostasis dan memunculkan keadaan patologis Kebutuhan menyebabkan seseorang berpikir dan bergerak untuk memenuhinya

Motivasi pemenuhan kebutuhan: 1. Motivasi kekurangan (deficiency motivation) 2. Motivasi perkembangan/ pertumbuhan (growth motivation)

1. Kebutuhan fisiologis (Physiological) Jenis kebutuhan ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar semua manusia seperti, makan, minum, menghirup udara, dan sebagainya. Termasuk juga kebutuhan untuk istirahat, buang air besar atau kecil, menghindari rasa sakit, dan seks.

Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, maka tubuh akan menjadi rentan terhadap penyakit, terasa lemah, tidak fit, sehingga proses untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya dapat terhambat. Hal ini juga berlaku pada setiap jenis kebutuhan lainnya, yaitu jika terdapat kebutuhan yang tidak terpenuhi, maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

2. Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (Safety and security needs) Ketika kebutuhan fisiologis seseorang telah terpenuhi secara layak, kebutuhan akan rasa aman mulai muncul. Keadaan aman, stabilitas, proteksi dan keteraturan akan menjadi kebutuhan yang meningkat. Jika tidak terpenuhi, maka akan timbul rasa cemas dan takut sehingga dapat menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya

3. Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki (love and Belonging needs) Ketika seseorang merasa bahwa kedua jenis kebutuhan di atas terpenuhi, maka akan mulai timbul kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki. Hal ini dapat terlihat dalam usaha seseorang untuk mencari dan mendapatkan teman, kekasih, anak, atau bahkan keinginan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas tertentu seperti tim sepakbola, klub peminatan dan seterusnya. Jika tidak terpenuhi, maka perasaan kesepian akan timbul.

4. Kebutuhan akan harga diri (esteem needs) Kemudian, setelah ketiga kebutuhan di atas terpenuhi, akan timbul kebutuhan akan harga diri. Menurut Maslow, terdapat dua jenis, yaitu lower one dan higher one. Lower one berkaitan dengan kebutuhan seperti status, atensi, dan reputasi. Sedangkan higher one berkaitan dengan kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka dapat timbul perasaan rendah diri dan inferior.

5. Kebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization)

Kebutuhan terakhir menurut hirarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Jenis kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri. Menurut Abraham Maslow, kepribadian bisa mencapai peringkat teratas ketika kebutuhan-kebutuhan primer ini banyak mengalami interaksi satu dengan yang lain, dan dengan aktualisasi diri seseorang akan bisa memanfaatkan faktor potensialnya secara sempurna. Faktor faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia 1. Penyakit Jika dalam keadaan sakit maka beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya. 2. Hubungan keluarga Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya. 3. Konsep diri Konsep diri yang positif, memberikan makna dan keutuhan bagi seseorang. Konsep diri yang sehat memberikan perasaan yang positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat sehingga lebih mudah memenuhi kebutuhan dasarnya

4. Tahap perkembangan Setiap tahap perkembangan, manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial, maupun spiritual.