Anda di halaman 1dari 1

TABLET BUKAL Suatu tablet yang mengalami difusi dan penetrasi secara cepat dapatdiberikan dan diadsorpsi dalam

rongga mulut. Suatu tablet yang dirancang untuk absorpsi obat dalam rongga mulut disebut tablet bukal. Sebagai contoh tablet sublingual nitrogliserin terlarut di bawah lidah dan diadsorpsi melalui mukosamulut. Tablet-tablet bukal pada umumnya mengandung suatu bahan tambahanyang cepat melarut seperti laktosa, sehingga obat dilepaskan secara cepat. Mulakerja nitrogliserin sublingual adalah cepat, lebih cepat daripada yang dipakaisecara oral atau yang diadsorpsi melalui kulit. Lama kerja nitrogliserin sublinguallebih pendek daripada kedua rute yang lain. Obat yang diadsorpsi melalui mukosamulut tidak akan melewati hati sebelum mengalami distribusi umum. Oleh karena itu, untuk suatu obat dengan First Pass Effect yang bermakna, absorpsi bukal dapat memberikan bioavailabilitas yang lebih baik dibandingkan pemberian oral (Shargel, 2005). TABLET SUBLINGUAL Tablet sublingual mengandung bahan obat, yang akan rusak ataudiinaktivasi dalam saluran pencernaan sehingga harus berhasil diresorpsi melaluiselaput lendir di bawah lidah. Pada umumnya dalam hal ini ditekankan pelepasanbahan aktif yang lambat (20-70 menit). Dalam kondisi ini, bagaimana bahan obatdibebaskan, sebaiknya mengikuti proses resorpsi melewati selaput lendir. Jika halini tidak terjadi, bahkan terjadi kehancuran tablet secara cepat (melarut),dikhawatirkan bahwa selaput lendir tidak dapat meresorpsi seluruh jumlah obatyang ada, sehingga sebagian akan turut dengan air liur masuk ke dalam lambung,di mana bahan obat akan mengalami in aktivasi dengan cepat. Khususnya hormon(misalnya metiltestosteron, estradiol, progesteron) diaplikasikan sebagai tabletsublingual. Dalam beberapa hal yang khusus tablet sublingual harus dapat hancursecara tiba-tiba jika mengandung bahan obat (nitrogliserin, eritroltetranitrat) yangberaksi dalam pengobatan angina pectoris atau asma. Tablet sublingual sebaiknyakecil, tidak memiliki sisi-sisi tajam dan menunjukkan permukaan yang datar,sehingga iritasi selaput lendir dan rangsangan aliran air liur (transportasi bahanobat yang tidak diinginkan ke dalam lambung) dapat dihindari. Tablet berbentuk lensa dengan luas permukaan yang lebih besar, memungkinkan kontak yang baik dengan selaput lendir mulut, akan berpengaruh positif pada resorpsi.