Anda di halaman 1dari 21

PTM

wd-12

TRAKTOR
Alat untuk mengubah energi mesin menjadi energi mekanik. Traktor merupakan prime mover (penggerak utama) dari sebagian alat-alat besar. Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih traktor: 1. Ukuran yang diperlukan untuk pekerjaan tertentu, sehingga alat tersebut betul-betul efektif 2. Macam pekerjaan yang akan dikerjakan: menarik scrapper, mengerjakan ripping dan lain-lain 3. Kondisi tempat bekerja 4. Traksi yang tersedia pada traktor 5. Haul distance 6. Pengangkutan ke tempat kerja 7. Pekerjaan lanjutan setelah pekerjaan pertama selesai, dll TRAKTOR DIBEDAKAN MENJADI A. Crawler Tractor (Traktor Roda Kelabang) Penting dan banyak digunakan dalam dunia konstruksi. Penggunaannya antara lain: Sebagai tenaga penggerak untuk mendorong dan menarik beban Sebagai tenaga penggerak untuk winch dan alat angkut Sebagai tenaga penggerak blade (bulldozer) Sebagai tenaga penggerak front-end bucket loader Tipe Traktor Roda Rantai a. Standard: rantai biasa b. Swampy: Mempunyai tekanan pada tanah rendah sekali (Low Ground Pressure), cocok digunakan di rawa, tanah lempung, dsb. B. Wheel Tractor (Traktor Roda Karet) Penggunakan Wheel Tractor dimaksudkan untuk mendapatkan kecepatan yang lebih besar, konsekuensinya tenaga tariknya menjadi lebih kecil
12

PTM

wd-13

Tipe-tipe Wheel Tractor Traktor Dua Roda Kemungkinan gear yang lebih besar Traksi lebih besar, karena seluruh berat yang ada dilimpahkan kepada dua roda Rolling Resistance (tahanan gelinding) lebih becil, karena jumlah roda lebih sedikit Pemeliharaan ban lebih sedikit Traktor Empat Roda Lebih confortable untuk dikemudikan Pada jalan lebih buruk lebih stabil Kemungkinan menggunakan kecepatan yang lebih besar Perbedaan Crawler Tractor Dan Wheel Tractor Crawler Tractor Tenaga tarik yang besar Kecepatan relatif becil Ground contact lebih besar Dapat bekerja pada kondisi tanah yang buruk, karena daya apungnya lebih besar Kemungkinan slip kecil Wheel Tractor Tenaga tarik yang relatif lebih kecil dibandingkan dengan crawler tractor Kecepatannya besar Ground contact lebih becil Sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah di lapangan Ada kemungkinan slip

13

PTM

wd-14

BULLDOZER
Pada dasarnya merupakan alat yang menggunakan traktor sebagai penggerak utama. Disebut Bulldozer karena traktor dilengkapi dengan dozer attachment, dalam hal ini attachmentnya adalah blade. Bulldozer adalah merupakan salah satu jenis dozer untuk mendorong lurus ke depan, selain ada juga jenis dozer yang dapat mendorong ke samping (biasanya sudut serongnya 25) Fungsi dari Bulldozer antara lain: 1. Membersihkan medan dari kayu-kayu, tonggak-tonggak pohon dan batu-batuan 2. Membuka jalan kerja di pegunungan maupun di daerah bebatuan 3. Memindahkan tanah yang jauhnya hingga 300 feet atau 90 m 4. Menarik scrapper 5. Menghampar tanah isian/urugan 6. Menimbun kembali trencher 7. Pembersihan sites/medan 8. Pemeliharaan jalan kerja 9. Menyiapkan material-material dari soil borrow pit dan quarry pit JENIS-JENIS DOZER Berdasarkan alat geraknya dibedakan: Crawler Tractor Dozer (dengan roda rantai/belabang)
14

PTM

wd-15

Wheel Tractor Dozer (dengan roda baret) Berdasarkan penggerak bladenya dibedakan Cable controlled (kendali kabel) pada saat ini sudah tidak diproduksi lagi Hydraulic controlled (kendali hidrolis) MACAM-MACAM BLADE 1. Straight Blade (S-Blade) Untuk mendorong lurus ke depan kedudukan pisau tetap 2. Angle Blade (A-Blade) Pisau yang digunakan untuk posisi lurus dan menyudut 3. Universal Blade (U-Blade) Digunakan untuk efektifitas produksi, memungkinkan bulldozer dapat mendorong/membawa muatan lebih banyak, karena kehilangan muatan relatif lebih kecil 4. Rake Blade Pisau dozer mempunyai gigi-gigi, dapat digunakan untuk mendorong semak-semak. Ada dua macam: Angle Rake Blade dan Straight Rake Blade PERBANDINGAN DOZER DENGAN CABLE CONTROLLED DENGAN HYDRAULIC CONTROLLED Cable Controlled (Kendali Kabel) Kesederhanaan dalam pemasangan Kesederhanaan dalam perbaikan dan pemeliharaan alat Bahaya akan rusaknya mesin akan berkurang, karena blade dapat mengangkat dengan sendirinya jika menemui suatu rintangan Keburangannya adalah badang-hadang memerluhan peberjaan pembantu misalnya blasting dalam suatu peKerjaan penggusuran. Hydraulic Controlled (Kendali hydraulic) Dapat menekan blade ke bawah Penyetelan blade akan lebih mudah ke posisi yang lebih tepat Pemeliharaan lebih berat dan harus teliti Kadang-badang kesulitan dalam penyediaan minyak hidraulis untuk jobsite yang jauh PERBANDINGAN CRAWLER MOUNTED DENCAN WHEEL MOUNTED BULLDOZER Kelebihan Crawler Mounted Bulldozer
15

BULLDOZER

PTM

wd-16

Daya dorong lebih besar, terutama pada medan yang lunak Dapat beroperasi pada tanah berlumpur Dapat beroperasi pada tanah berbatu Dapat beroperasi pada tanah yang kasar Daya apung lebih besar, karena ground contact lebih besar Penggunaan lebih flexible dan lebih luas Kelebihan Wheel Mounted Bulldozer Kecepatannya lebih besar untuk bergerak dari jobsite satu ke jobsite lain Tidak memerlukan alat angkut Output lebih besar, terutama jika dalam pelaksanaan diperlukan kecepatan yang tinggi Kelelahan operator lebih kecil Tidak merusak jalan, jika berjalan di atas jalan raya PERHITUNGAN PRODUKSI Untuk menghitung produksi dari Bulldozer, beberapa pabrik memberikan tabel estimasi untuk model Bulldozer tertentu, tetapi secara perhitungan teoritis dapat pula ditentukan dengan mengingat faktor-faktor yang ada. A. DENGAN TABEL

Perkiraan produksi dozing, dengan memakai Universal Blade/Straight Blade untuk Bulldozer Type D7 sampai D10 Caterpillar.

16

PTM

wd-17

10U

10S 9U 9S 8U 8S 7U 7S

Perhitungan dengan grafik di atas didasarkan pada kondisikondisi: Efisiensi kerja 100% (60 menit per jam) Fixed Time (waktu tetap untuk pindah gigi) 0.05 detik Berat volume tanah yang digusur 1790 kg/m3 (BM), atau 1370 kg/m3 (LM) Swell 30% atau load factor = 0.769 Koefisien traksi : Track : 0.5 atau lebih Wheel : 0.4 Blade dengan hydraulic controlled Cara pembacaan tabel: Misalnya untuk jarak penggusuran 300 feet, maka: Produksi Bulldozer type D10 U = 950 LCY/hr Produksi Bulldozer type D10 S = 750 LCY/hr Produksi Bulldozer type D9 U = 550 LCY/hr Produksi Bulldozer type D9 S = 450 LCY/hr Produksi Bulldozer type D8 U = 390 LCY/hr Produksi Bulldozer type D8 S = 300 LCY/hr
17

PTM

wd-18

Produksi Bulldozer type D7 U = 240 LCY/hr Produksi Bulldozer type D7 S = 200 LCY/hr Beberapa faktor koreksi, pengaruh dari manusia, alat (mesin) dan kondisi lapangan terhadap produksi: No .
1. 2.

Uraian
Operator: a. baik sekali b. sedang c. buruk Bahan: a. stock pile b. sulit dipotong dengan tilt silinder tanpa tilt silinder dengan kabel kendali c. keras dipotong/digusur (kering/non-kohesif) d. batu hasil ledakan Dengan metode slot dozing Dengan metode berdampingan (side by side dozing) Penglihatan pada waktu operasi berdebu, kabut, gelap dan hujan Efiseiensi kerja: a. 50 menit/jam b. 40 menit/jam Direct drive trans. (fixed time 0.01 menit) Bulldozer: a. A blade b. C blade c. D5 (sempit) d. U blade e. Bowl blade

Crawle r
1.0 0.75 0.60 1.20 0.80 0.70 0.60 0.80 0.600.80 1.20 1.151.25 0.80 0.84 0.67 0.80 0.500.75 0.500.75 0.90 1.20 1.30

Wheel
1.0 0.75 0.60 1.20 0.75 0.80 1.20 1.151.25 0.70 0.84 0.67 0.500.75 1.20 1.30

3. 4. 5. 6. 7. 8.

Selain faktor tersebut di atas, ada satu faktor lagi yang harus dihitung yaitu faktor grade corection (koreksi akibat landai jalan yang ditempuh).

18

PTM

wd-19

0.4

0.8 1.0

1.2

1.4 -30 -20 -10 0 10 20 30

% Kemiringan

Contoh: Sebuah Bulldozer D8U dengan tilt silinder bekerja pada tanah lempung keras, jarak gusur rerata 60 m. Landai naik 10%, operasi dengan cara slot dozing. Berat volume tanah 1600 kg/m3 (loose), operator sedang, efisiensi kerja 50 menit/jam. Berapa produksi rerata per jamnya ? Hitungan: Faktor-faktor koreksi: lempung keras, tilt silinder koreksi landai : 0.84 slot dozing : 1.20 operator sedang : 0.75 efisiensi kerja : 0.84 koreksi berat tanah : : 0.80

Dari grafik produksi alat didapat produksi ideal = 410 m 3/jam (LM) Jadi produksi nyata = 410 * 0.80 * 0.84 * 1.20 * 0.75 * 0.84 * 0.856 = 178.29 m3/jam (LM) B. DENGAN PERHITUNGAN TEORITIS

1370 = 0.856 1600

Apabila dari pabrik tidak ada grafik/tabel yang dapat membantu untuk estimasi produksi, produksi dapat ditentukan secara teoritis, dengan cara menghitung kapasitas blade, kemudian produksi rerata dihitung dengan estimasi jumlah lintasan per jamnya
19

Faktor Kemiringan

0.6

PTM

wd-20

Pada gambar di atas kedudukan A - Bulldozer mula-mula atau dalam keadaan berhenti, pisau seditdt masuk ke dalam tanah dengan tujuan untuk menggali/menggusur. Dalam kedudukan yang demikian ini traktor mulai dijalankan maju, biasanya harus dalam gigi terendah. Kedudukan B adalah keadaan menggusur/mengangkut tanah dengan kecepatan tetap, jika dipandang periu traktor dapat menambah kecepatan dengan pidnah gigi, dan hal ini akan memeriukan waktu tetap yang disebut dengan fixed time. Kedudukan C adalah posisi membuang muatan pada akhir jalan angkut, pisau diangkat naik sehingga tanah dapat lewat di bawah pisau. Apabila tanah di depan pisau sudah habis tertinggal, traktor dihentikan, kemudian dalam posisi pisau masih terangkat traktor dijalankan mundur menuju ke kedudukan A. Jarak L adalah jarak angkut dozer, sedang waktu yang dibutuhkan untuk menjalani jarak L pulang balik disebut waktu pulang balik atau cycle time (roundtrip time). Waktu yang diperiukan untuk menjalani satu roundtrip dirinci sebagai berikut. 1. Waktu tetap (fixed time), adalah waktu yang diperlukan untuk melakukan tindakan-tindakan yang selalu harus dijalankan, misalnya memasukkan gigi, menambah kecepatan, dan memindah gigi. 2. Waktu tidak tetap (variable time), ialah waktu untuk bergerak maju mendorong muatan dan waktu kembali mengambil muatan, waktu ini besamya tergantung jarak dan kecepatan gerak dan traktor. Untuk estimasi produksi dapat digunakan rumus : Produksi =

60 * BC* JE * LF m3/jam (BM) T

Keterangan: T : cycle time, menit


20

PTM

wd-21

BC : kapasitas blade (pisau), m3 JE : efisiensi kerja LF : Load Factor Contoh: Estimasikan produksi rerata Bulldozer jika ditentukan tanah lempung berpasir, berat volume 2.700 Ibs/cu-yd (BM), swell 25%, jarak gusur 100 ft. Traktor 72 HP, ukuran blade panjang 9,5 ft, tinggi 3 ft. kecepatan maju/gusur 1,5 mph, mundur 3,5 mph, efisiensi kerja 50 menit/jam. Hitungan: Kapasitas blade dihitung dengan pendekatan sebagai berikut:
2 H 1

2H

Lereng tanah ditentukan 2:1 Kapasitas blade = 0.5*H*2H*L = 0.5 * 2 * 32 * 9.5 = 85.5 cu-ft = 85.5/(32) cu-yd (LM) Kapasitas blade dalam BM = (3.167/1.25) = 2.5336 cu-yd (BM)

Round trip time: Dorong/maju Kembali Fixed time Total = =

100 * 60= 0.324 menit 3.5 * 5.280


= 0.30 menit = 1.382 menit

100 * 60= 0.758 menit 1.5 * 5.280

60 50 * * 2.5336 = 91.664 cu yd/jam Produksi = 1.3382 60

PENGGUNAAN BULLDOZER

Untuk pelaksanaan pekerjaan konstruksi, terutama jalan raya. landasan pesawat terbang dan sebagainya, Bulldozer bersifat serbaguna dan dapat melakukan tugas-tugas antara lain seperti berikut ini. 1. Pembersihan lapangan pekerjaan dan pepohonan, kayu-kayu dan bonggol-bonggolnya, puingpuing bekas bangunan dan sebagainya, pekerjaan ini sering disebut clearing. 2. Pembukaan jalan-jalan kerja darurat menuju ke tempat lokasi pekerjaan

21

PTM

wd-22

3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Pembukaan atau penggusuran tanah dalam jarak dekat (100 meter). Mendorong scraper pada waktu memuat (push). Meratakan timbunan tanah pada daerah fill, mengisi kembali galian atau pant spreading dan sebagainya. Memelihara jalan kerja, jalan angkut. Menyiapkan bahan-bahan dari quarry atau tempat pengambilan material. Mengupas tanah bagian atas yang jelek atau stripping. Meratakan permukaan atau menghaluskan permukaan bidang rata (finishing).

MENGGALI TANAH KERAS Jika dijumpai tanah keras, misalnya tanah liat kering, maka penggalian dapat dilakukan dengan pisau dozer khusus yang disebut ripper (pembajak). Alat ini pada dasarnya tidak lain seperti bajak yang gigi-giginya terbuat dari baja sedemikian rupa sehingga dapat diberikan tekanan cukup besar untuk dapat masuk ke dalam tanah keras. Ripper ini ada yang merupakan alat tersendiri yang ditarik ( towed) oleh traktor, ada juga yang merupakan alat pelengkap ( attachment) yang dipasang pada traktor sebagai alat penggeraknya. Macam-macam ripper antar lain sebagai berikut. 1. Ripper yang merupakan alat tersendiri. 2. Ripper yang ditarik traktor : a. dengan cable controlled (kendali kabel), b. dengan hydraulic controlled (kendali hidrolis). 3. Ripper yang merupakan attachment yang dipasang pada traktor sebagai tenaga penggeraknya. a. Adjustable parallelogram, giginya sejajar dan dapat diatur/dilepas, macamnya: single shank (gigi tunggal), multi shank (gigi banyak) b. Parallelogram gigi sejajar dan kaku, single shank, multi shank c. Hinge, berbentuk piringan dengan ukuran tertentu Contoh: Sebuah ripper dengan single shank yang ditarik traktor,
22

PTM

wd-23

jarak ripping : 0,915 m dalam ripping : 0,610 m panjang ripping : 91 m kecepatan ripping : 1,6 km/jam atau 26,6 m/menit waktu kembali : 0,25 menit efisiensi kerja : 50 menit/jam Cycle time: Waktu membajak : 91/26.6 = 3.42 menit Waktu kembali = 0.25 menit Total = 3.67 menit

50 60 * 0.915 * 0.610 * * 0.8= 6.08 Bm3/jam Produksi = 3.67 60

23

PTM

wd-24

LOADER
Loader adalah alat pemuat material hasil galian/gusuran alat lain yang tidak dapat langsung dimuatkan ke alat angkut, misalnya Bulldozer, Grader, dll. Pada prinsipnya Loader adalah alat pembantu untuk memuatkan dari stockpile ke kendaraan angkut atau alat-alat lain, di samping dapat juga berfungsi untuk pekeriaan awal, misalnya clearing ringan, menggusur bongkaran, menggusur tonggak kayu kecil, menggali fondasi basement, dan lain-lain. Sebagai pengangkut material dalam jarak pendek juga lebih baik dari pada Bulldozer, karena pada Bulldozer ada material yang tercecer, sedang pada Loader material tidak ada yang tercecer. Macam Loader ditinjau dari alat untuk bergeraknya dibedakan dua macam: Loader dengan roda rantai (crawler mounted) Loader dengan roda karet (wheel loader) Ditinjau dari alat kendali backet dibedakan: dengan kabel secara hidrolis Untuk wheel loader dibedakan dalam dua macam lalah : rear stear, dengan alat kemudi berada di belakang, articulated wheel loader, kemudi ada di depan dan roda depan atau bucket dapat dibelokkan membuat sudut sampai 40 dari sumbu memanjang alat

CARA KERJA LOADER


Loader bekerja dengan gerakan dasar pada bucket dan cara membawa muatan untuk dimuatkan ke alat angkut atau alat yang lain. Gerakan bucket yang penting ialah menurunkan bucket diatas permukaan tanah, mendorong ke depan (memuat /menggusur), mengangkat bucket, membawa dan membuang muatan. Apabila material harus dimuatkan ke alat angkut, misalnya truk, ada beberapa cara pemuatan ialah : a. V loading, ialah cara pemuatan dengan lintasan seperti bentuk huruf V, b. L loading, truk di belakang Loader, kemudian lintasan seperti membuat garis tegak lurus, c. cross loading, cara pemuatan dengan truk juga ikut aktif,
24

PTM

wd-25

d. overhead loading, dengan Loader khusus, bucket dapat digerakkan melintasi di atas kabin opeator.

Truk

V Loading

Truk

Loading

Truk

Truk

Cross Loading

25

Truk

PTM

wd-26

Overhead Loading PRODUKSI LOADER Produksi Loader dipengaruhi oleh faktor: Ukuran bucket Cycle time Fixed time (waktu tetap) Variabel time Waktu tetap yang diperlukan ialah waktu untuk gerakangerakan berikut: Raise Time Waktu yang diperlukan untuk mengangkat bucket dari bawah ke suatu ketinggian yang diinginkan Lower Time Waktu yang diperlukan untuk menurunkan bucket kosong Dump Time Waktu yang diperlukan untuk membongkar muatan Untuk pemilihan alat yang akan dipergunakan beberapa urutan hitungan/prakira-an yang perlu diperhatikan: Hitung produksi yang diperlukan Hitung prakiraan cycle time Tentukan besarnya beban angkut per siklus dalam volume (m3) atau dalam berat (kg) Pilihlah ukuran bucket Pilihlah ukuran alat dengan ukuran bucket dan beban angkat yang sesuai dengan produksi yang harus dihasilkan Selain itu perlu diperhatikan pengaruh keadaan manajemen (management conditions), yang menyangkut tindakan pimilik/pemakai alat dalam menggunakan dan memelihara kondisi alat. Hal-hal yang mempengaruhi kondis ini antara lain pemberian minyak pelumas, pengecekan bagian-bagian alat sebelum digunakan, penggatian suku cadang, pemberian bonus pada pekerja/operator, dll.

26

PTM

wd-27

Tabel di bawah ini memberikan pengaruh manajemen dan medan:

faktor-faktor

koreksi

Tabel Koreksi Keadaaan Medan dan Manajemen Keadaan Medan Sangat Baik Baik Sedang Kurang Keadaan Manajemen Sangat Baik Sedang Kurang Baik 0.84 0.81 0.76 0.70 0.78 0.75 0.71 0.65 0.72 0.69 0.65 0.60 0.63 0.61 0.57 0.52

PRODUKSI WHELL LOADER CATERPILAR Caterpilar memberikan basic cycle time antara 0.45-0.55 menit yang didasarkan pada permukaan tanah keras, dan didasarkan pada 4 gerakan dasar, serta sudah termasuk waktu muat, angkut, dan buang dalam jarak minimal. Beberapa model Loader Caterpilar dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel Produksi Beberapa Model Loader Caterpilar Mod el
910 920 930 950B 966D 980C 988B 992C

Kapasitas Bucket (m3)


Munjun g 1.00 1.15 1.53 2.40 3.10 4.00 5.40 10.32 Peres 0.67 0.91 1.15 2.03 2.60 3.45 4.50 8.56

Static Tipping Load (kg)


Lurus 4.504 5.923 7.230 10.360 13.774 18.490 22.450 48.133 Membuat Sudut 45 4.062 5.443 6.676 9.550 12.667 16.945 20.290 43.206

Fixed time (memuat, mengangkut, membongkar) masih dipengaruhi oleh beberapa faktor sesuai dengan jenis pelaksanaan pekerjaan. Besarnya faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

27

PTM

wd-28

Tabel Faktor Cycle Time Kondisi Material


1. Bahan Campuran Diameter sampai 3 mm 3 mm - 20 mm 20 mm - 150 mm > 150 mm Asli atau pecah/hancur Mengambil dari timbunan
Hasil timbunan dari conveyor atau dozer 3 m Hasil timbunan dari conveyor atau dozer < 3 m

Penambahan/Pengur angan waktu (menit) + 0.02 + 0.02 - 0.02 0.00 + 0.03 atau lebih + 0.04 atau lebih 0.00 + 0.01 + 0.02 - 0.04 atau lebih + 0.04 atau lebih - 0.04 atau lebih + 0.04 atau lebih + 0.04 atau lebih + 0.04 atau lebih

2.

Hasil buangan truk 3. Lain-lain Truk dan Loader milik sendiri Truk dan Loader bukan milik sendiri Operasi tetap Operasi tidak tetap Tempat buang sempit Tempat buang luas

Untuk mengoreksi jumlah material yang dibawa bucket (ada kalanya bucket dapat penuh, tetapi ada kalanya kurang penuh, hal ini tergantung dari material yang dibawa), maka perlu adanya koreksi bucket fill factor (BFF), seperti tabel berikut ini: Tabel Bucket Fill Factor Caterpilar Bahan 1. Material lepas Butiran basah bercampur Butiran seragam sampai dengan 3 mm Butiran 3 mm - 9 mm Butiran 9 mm - 20 mm 20 mm 2. Material Pecah Gradasi baik
28

BFF (%) 95 100 95 100 90 95 85 90 85 - 90 80 85

PTM

wd-29

Gradasi sedang Gradasi jelek

75 80 60 65

Contoh: Sebuah proyek membutuhkan material 250 t/jam untuk dimuatkan ke truk. Jenis material kerikil 9 mm, dari stockpile setinggi 6 meter, berat volume 1660 kg/m 3. Truk kapasitas 9 m3 yang dimiliki oleh tiga kontaktor, cara memuat tetap, permukaan tanah keras, keadaan medan baik, dan manajemen baik. Hitungan: Cycle time Basic cycle time = 0.5 menit material 9 mm = - 0.02 menit truk sewa = +0.04 menit operasi tetap = - 0.02 menit Stockpile = 0 menit T = 0.50 menit Jumlah siklus =

Berat material 1660 kg/m3

60 = 120 siklus/jam 0.50

250= 150 3 m /jam 1.66 150= 1.25 3 Volume yang dibutuhkan per siklus = m 120
Produksi yang dibutuhkan rerata = Bucket fill factor = 0.95 Kondisi manajemen dan medan = 0.75 Kapasitas bucket yang diperlukan Kapasitas angkat yang dibutuhkan Kg =

= 1.754*1660 = 2912

1.25 = 1.754 3 m 0.95 * 0.75

Digunakan Loader 950B: Kapasitas angkat yang dibutuhkan = 50% * 9550 kg = 4775 Kg > 2912 Kg ...Ok Kapasitas bucket 2.03 m3 = 2.03 * 1660 = 3368.8 Kg < 4775 Kg ...Ok Jadi Loader tidak terguling !

29

PTM

wd-30

PRODUKSI WHELL LOADER KOMATSU Produksi Loader dihitung dengan rumus: Produksi =

60 * BC * JM * BF m3/jam (LM) T

Dimana: T : cycle time (menit) BC : kapasitas bucket (m3) JM : kondisi manajemen dan medan kerja BF : faktor pengisian bucket Kapasitas bucket dan kemampuan alat dapat ditentukan dengan tabel di bawah ini Kemampuan Wheel Loader Komatsu Mod el W-20 W-30 W-40 W-60 W-70 W-90 W120 W170 W260 Kapasita s bucket (m3) 0.60 0.80 1.20 1.40 1.70 2.30 3.30 3.50 5.70 Static Tipping Load (Kg) Membel Lurus ok 2.400 2.150 2.940 2.635 4.350 3.800 5.170 4.240 6.690 6.080 9.670 8.700 13.150 14.300 27.200 11.840 12.900 24.450 Kecepatan (Km/jam) Maju Mundur

7.5-25 5-10 7.5-25 5-10 7.2-34.5 7.2-35 7.6-38.1 7.6-38.3 7.1-34.5 7.1-34.5 7.5-30.4 8.0-32.3 7.1-30 7-40 7.5-32.3 7.0-40

7.2-32.6 7.2-32.6

Untuk menentukan Cycle Time dibedakan dengan cara pemuatan sebagai berikut: Cara pemuatan Cross Loading D D T = F + +Z R Cara pemuatan V Loading atau Loading D D T = 2*( F + )+ Z R

30

PTM

wd-31

Cara pemuatan Load and Carry T = 2*

D +Z F

Dimana: T : Cycle time D : jarak angkut (m) F : kecepatan maju (m/menit) R : kecepatan mundur (m/menit) Z : waktu tetap/fixed time (menit) Waktu tetap adalah waktu yang dibutuhkan untuk pindah gigi, muat, putar, buang, dan waktu tunggu truk dalam menit. Besarnya waktu tetap ditentukan tabel di bawah ini, asumsi Loader berjan dengan kecepatan 80% kecepatan maksimal, pada perseneling kedua, baik maju maupun mundur. Tabel Waktu Tetap Untuk Wheel Loader Komatsu Cara Muat Direct drive Hydraulic shift drive Torqlow drive Loading 0.25 0.20 0.20 Cross Loading 0.35 0.30 0.30 Load & Carrry 0.35

Untuk mengoreksi jumlah material yang dibawa bucket (ada kalanya bucket dapat penuh, tetapi ada kalanya kurang penuh, hal ini tergantung dari material yang dibawa), maka perlu adanya koreksi bucket fill factor (BFF), seperti tabel berikut ini: Tabel Bucket Fill Factor Komatsu Kondisi Muatan BFF Gali dan muat dari stockpile, atau material yang sudah digusur dengan alat lain, sehingga tidak diperlukan tenaga Mudah 0.8-1.0 menggali yang besar dan bucket sudah penuh Misal: tanah pasir, tanah gembur Sedang Gali dan muat dari stockpile memerlukan 0.6-0.8 tekanan yang cukup, kapasitas bucket kurang dapat munjung Misal: pasir kering, tanah lempung lunak,
31

PTM

wd-32

Agak Sukar

Sukar

kerikil Sulit untuk mengisi bucket pada jenis material yang digali 0.5-0.6 Misal: batu-batuan, lempung keras, kerikil berpasir, tanah pasir, lumpur Menggali pada batu-batuan yang tidak beraturan bentuknya yang sulit diambil 0.4-0.5 dengan bucket Misal: batu pecah dengan gradasi jelek

Contoh: Sebuah wheel loader Komatsu W-170 dengan bucket 3.5 m3 bekerja untuk memuatkan tanah ke truk dengan kondisi: operasi cross loading, dengan hydraulic shift drive, jarak angkut 10 meter. Tanah dari jenis lempung lunak dengan berat volume 1690 Kg/m3. Kondisi medan baik dan manajemen baik. Berapa produksi dari wheel loader tersebut ? Hitungan: BFF = 0.80 Kecepatan mundur = 7 Km/jam Kecepatan maju = 7 Km/jam D D Cycle time = F + + Z R F = 7*0.80 = 5.6 Km/jam = 93.3 m/menit R = 7*0.80 = 5.6 Km/jam = 93.3 m/menit Z = 0.3 10 + 10 + 0.3 T = 93.3 = 0.51 menit 93.3 Produksi =

60 * 3.5 * 0.75 * 0.8 = 247.0588 m3/jam (LM) 0.51

Cek Kestabilan Alat STL = 12.900 Kg (waktu membelok) Kapasitas angkat = 50% * 12.900 = 6.450 Kg Berat muatan = 3.5 * 1640 = 5740 Kg kapasitas angkat 6450 Kg Jadi loader aman tidak terguling !

<

32