P. 1
Perancangan Jembatan Baja

Perancangan Jembatan Baja

|Views: 31|Likes:
Dipublikasikan oleh Grace Dana Ayori
tugas besar mata kuliah konstruksi baja
tugas besar mata kuliah konstruksi baja

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: Grace Dana Ayori on Jun 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/28/2013

pdf

text

original

Sections

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Jembatan merupakan bagian dari jalan yang sangat diperlukan dalam sistem jaringan
transportasi darat yang akan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Oleh
sebab itu perencanaan, pembangunan dan rehabilitasi serta fabrikasi perlu diperhatikan
seefektif dan seefisien mungkin, sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai sasaran
umur jembatan yang direncanakan.
Pada zaman modern ini jembatan di Indonesia semakin berkembang. Jembatan tidak
hanya melintasi jalan raya ataupun sungai, bahkan dapat melintasi laut sekalipun. Semakin
berkembangnya zaman maka model dan tipe jembatan pun semakin banyak dan berkembang,
diantaranya jembatan kayu, jembatan beton dan jembatan baja. Bentuk dan tipe jembatannya
pun beraneka ragam, mulai dari jembatan jembatan beton (concrete bridge), jembatan rangka
(truss bridge), jembatan gantung (suspension bridge), lengkung–batu (stone arch bridge)
hingga jembatan Haubans (Cable stayed).
Pada perencaan Rangka Jembatan Baja ini kita mengacu pada sumber sumber yang
menurut kami sesuai dengan ketentuan – ketentuan untuk perencanaan jembatan baja yang akan
kami rencanakan untuk tugas besar ini seperti LRFD (Load and Resistance Factor Design).
Pada perencanaan dengan menggunakan konstruksi baja, beton, ataupun kayu, konstruksi yang
direncanakan harus aman. Untuk itu harus dipenuhi beberapa kriteria, yaitu kuat, stabil, dan
kaku, di samping itu konstruksi juga harus efisien dan ekonomis dalam pemakaian bahan.

1.2 Tujuan Penulisan
Tujuan perencanaan yang ingin dicapai dari Tugas Akhir Semester ini adalah mahasiswa
diharapkan mampu bekerjasama dalam mengolah, menganalisa, dan merencanakan jembatan
rangka baja sesuai dengan ilmu yang telah diberikan di kelas agar menjadi sebuah perencanaan
yang baik, sesuai dengan program studi kami, Teknik Konstruksi Sipil.
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
2
Dengan mengacu pada proses ini maka pada semester IV ini mahasiswa diembankan
tugas untuk merencanakan Jembatan Rangka Baja sesuai dengan persyaratan untuk lulus ke
semester selanjutnya, dan sebagai persyaratan penilaian mata kuliah Konstruksi Baja. Tugas ini
merupakan perancangan jembatan dari segi konstruksi atau perencanaan segi fisiknya saja,
belum termasuk perencanaan biaya.

1.3 Rumusan Masalah
Perencanaan jembatan rangka baja pada tugas besar ini mencakup :
a. Model struktur rangka
b. Perhitungan gaya batang yang terjadi pada rangka
c. Perhitungan gaya batang akibat beban dinamis (berjalan)
d. Pembebanan pada jembatan
e. Perancangan batang diafragma dan rangka utama
f. Perencanaan sambungan

1.4 Metode Penulisan
Penulisan dan pelaksanaan tugas ini dilakukan dengan metode studi pustaka.

1.5 Sistematika Penulisan
Dalam penulisan makalah Tugas Besar Semester ini dibuat dengan sistematika sebagai
berikut :
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
3
1.1 Latar belakang
1.2 Tujuan penulisan
1.3 Rumusan masalah
1.4 Metode penulisan
1.5 Sistematika penulisan
BAB II MODEL DAN DATA TEKNIS JEMBATAN
2.1 Model jembatan
2.2 Gambar rangka dan data teknis jembatan
BAB III PERENCANAAN PROFIL DIAFRAGMA
3.1 Pembebanana diafragma
3.2 Perhitungan momen untuk beban mati
3.3 Perencanaan profil diafragma
3.4 Kontrol lendutan
BAB IV PERENCANAAN RANGKA UTAMA
4.1 Analisa struktur dengan beban statis
4.2 Analisa struktur dengan beban dinamis
4.3 Pembebanan rangka utama
4.4. Perhitungan dimensi profil rangka utama
BAB V PERENCANAAN SAMBUNGAN BAUT
Desain sambungan baut
BAB IV PENUTUP
Kesimpulan
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
4
BAB II
MODEL DAN DATA TEKNIS JEMBATAN

2.1 Model Jembatan
Rangka jembatan yang akan kelompok kami rencanakan menggunakan rangka atas yang
panjangnya 50 meter dan mempunyai tinggi maksimum 6 meter. Seperti gambar di bawah ini :



Dalam melakukan perancangan struktur jembatan rangka batang tentunya harus
memenuhi persamaan keseimbangan, sehingga struktur rangka batang tersebut menjadi statis
tertentu dan dapat diselesaikan dengan persamaan keseimbangan. Dalam hal perancangan
struktur jembatan rangka batang 2 dimensi agar struktur tersebut dikatakan struktur statis tertentu
maka harus memenuhi persamaan :
Dimana :
J = Jumlah Joint
m = Jumlah Batang
kontrol berdasarkan rumus keseimbangan:
- Jumlah joint = 20
- Jumlah batang = 37
Maka, (2 x 20) = 37 + 3
40 = 40 ( konstruksi statis tertentu )
5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00
5.00
5.00
20.06 20.06
6.66
6.00
5.60
5.20
4.80
4.40
50.00
2 J = m + 3
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
5
5.00 5.00 5.00
5.20
5.00
20.06
5.00
5.60
5.00 5.00
20.06
6.66
5.00
5.00
6.00
5.00
4.40
4.80
50.00
plat beton aspal
aspal
railing
2.2 Gambar Rangka dan Data Teknis Jembatan
Berikut merupakan gambar rangka jembatan,dari berbagai tampak.
Bentuk Rangka Jembatan :








Gambar Tampak Samping






dimensi gambar dalam meter

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
6
plat beton
trotoar
rangka jembatan
en en
0.80 8.40 0.80
railing
Gambar Tampak Atas

dimensi gambar dalam meter


Gambar Tampak Bawah







dimensi
gambar dalam meter






Gambar
Tampak Depan
5 5 5 5 5 5 5 5 5 5
50
3.75
2.50
3.75
10.00
6.25
5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00 5.00
50.00
10.00
0.80
8.40
0.80
5.00
trotoar
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
7








dimensi gambar dalam meter

Data Teknis Jembatan
Lebar jembatan 10 m
Lebar trotoar 0,8 m
Lebar jalan 8,4 m
Tinggi maksimal rangka 6 m
Panjang segmen 5 m
Panjang jembatan 50 m
Mutu baja Bj – 55
Kuat leleh ( Fy) 410 Mpa
Fu 550 Mpa
Elastisitas 200000 Mpa
Bj aspal 22 KN/m3
Bj beton 24 KN/m3
Tebal aspal 7 cm
Tebal trotoar 30 cm
Tebal plat 20 cm
Berat railing 14,1 kg
Diameter railing Φ luar: 10,16 cm
Φ dalam: 9,56 cm





BAB III
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
8
PERENCANAAN PROFIL DIAFRAGMA

3.1 Pembebanan Diafragma
Pada diafragma beban yang dihitung hanya beban mati saja.
Beban Mati
 Pelat lantai beton = tebal x lebar segmen x Bj beton x 1,3
= 0,20 x 5 x 2400 x 1,3 = 3120 Kg/m
 Perkerasan aspal = tebal x lebar segmen x Bj aspal x 2
= 0,07 x 5 x 2200 x 2 = 1540 Kg/m
 Trotoar = tebal x lebar segmen x Bj beton x 1,3
= 0,3 x 5 x 2400 x 1,3 = 4680 Kg/m
 Railing = lebar segmen x berat x jumlah x 1,1
= 5 x 14,1 x 2 x 1,1 = 155,1 Kg

3.2 Perhitungan Momen Untuk Beban Mati (M
DL
)
A. M
DL
Pelat lantai beton
M
DL
=

=

= 39000 Kg m

B. M
DL
Perkerasan Aspal
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
9



∑M
B
= 0 ∑M
C
= R
A
. 5 - (q . 4,2 . 2,1)
R
A
. L – (q . 8,4 . 5) = 0 = (4204,2 . 5) – (1540 . 4,2 . 2,1)
R
A
=

= 7438,2 Kg m
R
A
= 4204,2 Kg

C. M
DL
Trotoar
∑M
B
= 0 ∑M
C
= (R
A
. 5) – (q . 0,8 . 4,6)
R
A
. L – (q . 0,8 . 9,6) – (q . 0,8 . 0,4) = 0 = (3744. 5) – (4680. 0,8 . 4,6)
R
A
. L = (4680 . 0,8 . 9,6) + (4680 . 0,8 . 0,4) = 1497,6 Kg m
R
A
=

= 3744 Kg

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
10
D. M
DL
Railing
∑M
D
= 0 ∑M
C
= R
A
. ½ L - P . ½ L
R
A
. L - P . L = 0 = P . ½ L - P . ½ L
R
A
. L = P . L = 0 Kg m
R
A
= P

MDL
TOTAL
= MDL
PELAT BETON
+ MDL
ASPAL
+ MDL
TROTOAR
+ MDL
RAILING


= 39000 + 7438,2 + 1497,6 + 0
= 47935,8 Kg m

3.3 Perencanaan Profil Diafragma
Langkah 1 : Hitung Momen Ultimit
Mu

= M
DL TOTAL

Mu = 47935,8 Kgm = 47935,8 KN/cm
Langkah 2 : Preliminary Design
Mu ≤ ϕ Mn
Mu = ϕ fy . Zx
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
11
Zx =

=



= 1299,073 cm
3

Langkah 3 : Properti Penampang yang dipilih
Profil yang dipilih yaitu : IWF 700 x 300 x 13 x 24
Zx = 6463,66 cm³ Berat = 185 kg/m = 1,85 kN/m
H = 700 mm Ix = 201000

B = 300 mm Iy = 10800

tw = 13 mm ix = 29,3 cm
tf = 24 mm iy = 6,78 cm
r = 28 mm Sx = 5760 cm³
A = 235,5 cm²
Langkah 4 : Perhitungkan berat sendiri pada Mu
Mu

= 479,358 KN/m + ( 1,1 ( 1/8 . berat . L
2
) )
= 479,358 KN/m + ( 1,1 ( 1/8 .1,85 . 10
2
) )
= 504,7955 KN/m
Langkah 5 : Cek Local Buckling
 Plat Sayap
=

p =



=

=



λ < λp (kompak)
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
12
λ < λp (kompak)
= 6,25 = 8,39
 Plat Badan
=

p =



=

=



=

= 82,96
= 45,85

Karena plat sayap dan plat badan kompak, maka :
Mn = Mp = Fy x Z
= 41 kN/cm² x 6463,66 cm³
= 265010,06 kNcm = 2650,1016 kNm
Langkah 6 : Cek Lateral Buckling
Lb = 3,75 m
Lp = 2,64 m
Lr = 6,80 m
Cb = 1 (karena simetris)
Maka nilai Mn menjadi,




Lp < Lb < Lr ( bentang menengah )
Mn = cb [ Mr + ( Mp - Mr ) {


} ]

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
13
Mp = fy . Zx
= 41 KN/cm
2 .
6463,66 cm
3


= 265010,06 KNcm
= 2650,1016 KNm
Mr = S ( fy - Fr )
= 5760 cm
3
( 41 KN/cm
2
– 7 KN/cm
2
)
= 195840 KNcm
= 1958,4 KNm
Sehingga, Mn = 1 [1958,4 + (2650,1016 – 1958,4) {


} ] = 2465,537 KNm
Langkah 7 : Bandingkan Mu dengan  Mn
Mu <  Mn
504,7955 KNm < (0,9 . 2465,537 KNm )
504,7955 KNm < 2218,98 KNm (OK!)

3.4 Kontrol Lendutan

m
Untuk mengecek lendutan yang terjadi pada jembatan yang kami rancang, kami menggunakan
program SAP 2000 versi 15 dan hasilnya adalah sebagai berikut:



Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
14
Berdasarkan hasil analisa SAP 2000, lendutan yang kami dapatkan adalah sebagai berikut


AMAN !












BAB IV
PERENCANAAN RANGKA UTAMA

5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0 5.0
50.0
0,5 P P 0,5 P P P P P P P P P
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L N P R T
S
Q
O
M
S1
S2
S3
S4
S5
S6
S7
S8
S9
S10
S12
S13
S14
S11 S15
S16
S17
S18
S19
S20
S21
S22
S24
S25
S26
S28
S29
S30
S32
S33
S34
S23
S27
S31
S35
S37
S38
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
15

dimensi gambar dalam meter

Data Rangka Utama
Panjang Bentang : 50 m
Panjang Tiap Segmen : 5 m
Tinggi Maksimum : 6 m
Tinggi Minimum : 4,4 m










4.1 Analisa Struktur dengan Beban Statis (Gaya-Gaya Batang)
Perhitungan gaya gaya batang dilakukan dengan menggunakan metode ritter dan beban dibuat P
satu satuan:
∑Mb = 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
16
Ra. 50 - ½ Pa. 50 – Pd. 45 – Pf. 40 – Ph. 35 – Pj. 30 – Pl. 25 – Pn. 20 – Pp. 15 – Pr. 10 – Pt. 5 =
0
Ra. 50 = 25 P + 45 P + 40 P + 35 P + 30 P + 25 P + 20 P + 15 P + 10 P +5 P
Ra. 50 = 250 P
Ra = 250 P / 50
Ra = Rb = 5 P


POTONGAN I - I
Batang S2 ditinjau dari titk C Batang S1 ditinjau dari titk D
∑M
C
= 0 ∑M
D
= 0
5P λ – 0,5P.λ – S2. h1 = 0 Ra. 5 – 0,5.P . 5 + S1 sinα .5= 0
5P. 5 – 0,5P.5 – S2. 4,4 = 0 S1 =

S2 =

S1 = -6,81 P
S2 = 5,11P

POTONGAN II - II
Batang S3 ditinjau dari titk E Batang S4 ditinjau dari titik D
∑M
E
= 0 ∑M
D
= 0
5P . 10 – 0,5P . 10 - S3 . 5 – S2. 4,8 = 0 5P . 5 – 0,5P . 5 + S4 cosβ . 4,4
50P – 5P - S3 . 5 – 24,528P = 0 S4 =

S4 = -5,13P
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
17
S3 = 4,09P

POTONGAN III – III
Batang S5 ditinjau dari titik F
∑M
F
= 0
5P . 10 – 0,5P . 10 – P . 5 + S5 sinα . 5 + S4 sin β . 5 + S4 cosβ 4,4 = 0
50P – 5P – 5P + S5 . 0,693 . 5 - 5,13P . 0,0798 . 5 – 5,13P . 0,9968 . 4,4 = 0
S5 =

S5 = -4,46P
Batang S6 ditinjau dari titik E
∑M
E
= 0
5P . 10 – 0,5P . 10 – P . 5 – S6 .4,8 = 0
S6 =

S6 = 8,33P
POTONGAN IV – IV
Batang S7 ditinjau dari titik G Batang S8 ditinjau dari titik F
∑M
G
= 0 ∑M
F
= 0
5P . 15 – 0,5P . 15 – P . 10 – S6 . 5,2 – S7 . 5 = 0 5P . 10 – 0,5P . 10 – P . 5 + S8 cosβ . 4,8 = 0
S7 =

S8 =

S7 = 2,83P S8 = - 8,36P

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
18
POTONGAN V – V
Batang S9 ditinjau dari titik H
∑M
H
= 0
5P . 15 – 0,5P . 15 – P . 10 – P . 5 + S8 sinβ . 5 + S8 cosβ . 4,8 + S9 sinα . 5 = 0
75P – 7,5P – 10P – 5P – 8,36P . 0,0798 . 5 – 8,36P . 0,9968 . 4,8 + S9 . 0,72 . 5 = 0
S9 =

S9 = -2,54P
Batang S10 ditinjau dari titik G
∑M
G
= 0
5P . 15 – 0,5P . 15 – P . 10 – P . 5 – S10 . 5,2 = 0
S10 =

S10 = 10,10P


POTONGAN VI – VI
Batang S11 ditinjau dari titik I
∑M
I
= 0
5P . 20 – 0,5P . 20 – P . 15 – P . 10 – S10 . 5,6 – S11 . 5 = 0
5P . 20 – 0,5P . 20 – P . 15 – P . 10 – 10,10 . 5,6 – S11 . 5 = 0
S11 =

S11 = 1,69P
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
19
Batang S12 ditinjau dari titik H
∑M
H
= 0
5P . 15 – 0,5P . 15 – P . 10 – P . 5 + S12 cosβ . 5,2 = 0
5P . 15 – 0,5P . 15 – P . 10 – P . 5 + S12 . 0,9968 . 5,2 = 0
S12 =

S12 = -10,13P

POTONGAN VII – VII
Batang S13 ditinjau dari titik J
∑M
J
= 0
5P . 20 – 0,5P . 20 – P . 15 – P . 10 – P . 5 + S12 sinβ 5 + S12 cosβ . 5,2 + S13 sinα . 5 = 0
100P – 10P – 15P – 10P – 5P – 10,13P . 0,0798 . 5 – 10,13P . 0,9968 . 5,2 + S13 . 0,746 . 5 = 0
S13 =

S13 = -0,93P
Batang S14 ditinjau dari titik I
∑M
I
= 0
5P . 20 – 0,5P . 20 – P . 15 – P . 10 – P . 5 – S14 . 5,6 = 0
S14 =

S14 = 10,71P

POTONGAN VIII – VIII
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
20
Batang S15 ditinjau dari titik K
∑M
K
= 0
5P . 25 – 0,5P . 25 – P . 20 – P . 15 – P . 10 - S14 . 6 – S15 . 5 = 0
5P . 25 – 0,5P . 25 – P . 20 – P . 15 – P . 10 – 10,71P . 6 – S15 . 5 = 0
S15 =

S15 = 0,64P
Batang S16 ditinjau dari titik J
∑M
J
= 0
5P . 20 – 0,5P . 20 – P . 15 – P .10 – P . 5 + S16 cosβ . 5,6 = 0
S16 =

S16 = -10,75P



POTONGAN IX – IX
Batang S17 ditinjau dari titik L
∑M
L
= 0
5P . 25 – 0,5P.25 – P.20 – P.15 – P.10 – P . 5 + S16 sinβ . 5 + S16 cosβ . 5,6 + S17 sinα . 5 = 0
125P – 12,5P – 20P – 15P – 10P – 5P – 10,75.0,0798.5 – 10,75 . 0,9968 . 5,6 + S17 0,768 . 5 = 0
S17 =

S17 = 0,46P
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
21
Batang S18 ditinjau dari titik K
∑M
K
= 0
5P . 25 – 0,5P.25 – P.20 – P.15 – P.10 – P . 5 – S18 . 6 = 0
S18 =

S18 = 10,42P

POTONGAN X – X
Batang S19 ditinjau dari titik M
∑M
M
= 0
5P . 30 – 0,5P.30 – P . 25 – P.20 – P.15 – P.10 - 5 . P – S18 . 5,6 - S19 . 5 + S21 cosά . 5,6 – S21
sinά . 5 = 0
150P – 15P – 25P – 20P – 15P – 10P – 5P – 10,42P . 5,6 - S19 . 5 + 0,46 0,64 . 5,6 – 0,46 . 0,76 .
5 = 0
S19 =

S19 = 1 P

Sehingga berdasarkan perhitungan gaya-gaya batang dengan metode titik buhul dan beban dalam
P satu satuan diperoleh :
Nama Batang Panjang Batang Tekan ( - ) Tarik ( + )
S1 = S37 6,7 m - 6,81 P -
S2 = S38 5 m - 5,11 P
S3 = S35 4,4 m - 4,09 P
S4 = S32 5 m - 5,13 P -
S5 = S33 6,9 m - 4,46 P -
S6 = S34 5 m - 8,33 P
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
22
S7 = S31 4,8 m - 2,83 P
S8 = S28 5 m - 8,36 P -
S9 = S29 7,2 m - 2,54 P -
S10 = S30 5 m - 10,1 P
S11 = S27 5,2 m - 1,69 P
S12 = S24 5 m - 10,13 P -
S13 = S25 7,5 m - 0,93 P -
S14 = S26 5 m - 10,71 P
S15 = S23 5,6 m - 0,64 P
S16 = S20 5 m - 10,75 P -
S17 = S21 7,8 m - 0,46 P
S18 = S22 5 m - 10,42 P
S19 6 m - P





4.2 Analisa Struktur dengan Beban Dinamis (Beban Berjalan)
Data Rangka Utama
Panjang Bentang : 50 m
Panjang Tiap Segmen : 5 m
Tinggi Maksimum : 6 m
Tinggi Minimum : 4,4 m


Perhitungan Beban Dinamis (Beban Berjalan)
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
23
Perhitungan gaya gaya batang dilakukan dengan menggunakan metode Ritter dan beban dibuat P
satu satuan:
∑M
B
= 0 ∑M
A
= 0
Ra. L – P = 0 -Rb. L + P. x = 0
Ra =

Rb =

POTONGAN I - I
Batang S2 ditinjau dari titk C
Kondisi 1 ( P sebelum melewati C ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ λ )
∑M
C
= 0
Ra. λ – P (λ-x) – S2. h1 = 0
S2 =

Kondisi 2 ( P melewati C ) yaitu ( λ ≤ x ≤ L )
∑M
C
= 0
Ra. λ – S2. h1 = 0
S2 =

Batang S1 ditinjau dari titk D
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
24
Kondisi 1 ( P sebelum melewati D ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ λ )
∑M
D
= 0
Ra. λ – P. (λ-x) + S1 sin = 0
S1 =




Kondisi 2 ( P melewati D ) yaitu ( λ ≤ x ≤ L )
∑M
D
= 0
Ra. λ + S1 sin
S1 =










POTONGAN II - II
Batang S3 ditinjau dari titk E
Kondisi 1 ( P sebelum melewati E ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 2λ )
∑M
E
= 0
Ra. 2λ – P. (2λ-x) - S3.λ – S2. h2 = 0

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
25
Kondisi 2 ( P melewati E ) yaitu ( 2λ ≤ x ≤ L )
∑M
E
= 0
Ra. 2λ - S3.λ – S2. h2 = 0
S3 =

Batang S4 ditinjau dari titik F
Kondisi 1 ( P sebelum melewati F ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 2λ )
∑M
F
= 0
Ra. 2λ – P. (2λ-x) + S4 sin λ + S4 cos . h1 – S3. λ – S2. 2λ =0
S4 (sin λ + cos . h1) = - Ra. 2λ + (2λ-x) + S3. λ + S2. 2λ
S4 =



Kondisi 2 ( P melewati F ) yaitu (2λ ≤ x ≤ L )
∑M
F
= 0
Ra. 2λ + S4 sin λ + S4 cos . h1 – S3. λ – S2. 2λ = 0
S4 (sin λ + cos . h1) = - Ra. 2λ + S3. λ + S2. 2λ
S4 =




POTONGAN III – III


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
26





Batang S5 ditinjau dari titik F
Kondisi 1 ( P sebelum melewati F ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 2λ )
∑M
F
= 0
Ra. 2λ – P. (2λ-x) + S4 sin λ + S4 cos . h1 + S5 sin
S5 =



Kondisi 2 ( P melewati F ) yaitu (2λ ≤ x ≤ L )
∑M
F
= 0
Ra. 2λ + S4 sin λ + S4 cos . h1 + S5 sin
S5 =





Batang S6 ditinjau dari titik E
Kondisi 1 ( P sebelum melewati E ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 2λ )
∑M
E
= 0
Ra. 2λ – P. (2λ-x) – S6. h2
S6 =

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
27
Kondisi 2 ( P melewati E ) yaitu (2λ ≤ x ≤ L )
∑M
E
= 0
Ra. 2λ– S6. h2
S6 =

POTONGAN IV – IV






Batang S7 ditinjau dari titik G
Kondisi 1 ( P sebelum melewati G ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 3λ )
∑M
G
= 0
Ra. 3λ – P. (3λ-x) - S6. 2λ – S7. λ = 0
S7 =

Kondisi 2 ( P melewati G ) yaitu (3λ ≤ x ≤ L )
∑M
G
= 0
Ra. 3λ + S6. 2λ – S7. λ = 0
S7 =

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
28

Batang S8 ditinjau dari titik H
Kondisi 1 ( P sebelum melewati H ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 3λ )
∑M
H
= 0
Ra. 3λ – P. (3λ-x) – S6. 2λ – S7. λ + S8 sin . λ + S8 cos . h2 = 0
S8 (sin . λ + cos . h2) = - Ra. 3λ + (3λ-x) + S6. 2λ + S7. λ
S8 =



Kondisi 2 ( P melewati H ) yaitu (3λ ≤ x ≤ L )
∑M
H
= 0
Ra. 3λ – S6. 2λ – S7. λ + S8 sin . λ + S8 cos . h2 = 0
S8 (sin . λ + cos . h2) = - Ra. 3λ + S6. 2λ + S7. λ
S8 =




POTONGAN V – V







Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
29
Batang S9 ditinjau dari titik H
Kondisi 1 ( P sebelum melewati H ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 3λ )
∑M
H
= 0
Ra. 3λ – P. (3λ-x) + S8 sin . λ + S8 cos . h2 + S9 sin . λ = 0
S9 =



Kondisi 1 ( P melewati H ) yaitu (3λ ≤ x ≤ L )
∑M
H
= 0
Ra. 3λ + S8 sin . λ + S8 cos . h2 + S9 sin . λ = 0
S9 =




Batang S10 ditinjau dari titik G
Kondisi 1 ( P sebelum melewati G ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 3λ )
∑M
G
= 0
Ra. 3λ – P. (3λ-x) – S10 . h3 = 0
S10 =

Kondisi 1 ( P melewati G ) yaitu (3λ ≤ x ≤ L )
∑M
G
= 0
Ra. 3λ – S10 . h3 = 0
S10 =

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
30
POTONGAN VI – VI







Batang S11 ditinjau dari titik I
Kondisi 1 ( P sebelum melewati I ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 4λ )
∑M
I
= 0
Ra. 4λ – P. (4λ-x) – S11. λ – S10. 2λ = 0
S11 =

Kondisi 2 ( P melewati I ) yaitu (4λ ≤ x ≤ L )
∑M
I
= 0
Ra. 4λ – S11. λ – S10. 2λ = 0
S11 =

Batang S12 ditinjau dari titik J
Kondisi 1 ( P sebelum melewati J ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 4λ )
∑M
J
= 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
31
Ra. 4λ – P. (4λ-x) – S10. 2λ – S11. λ + S12 sin . λ + S12 cos . h3 = 0
S12 (sin . λ + S12 cos . h3) = - Ra. 4λ + (4λ-x) + S10. 2λ + S11. λ
S12 =



Kondisi 2 ( P melewati J ) yaitu (4λ ≤ x ≤ L )
∑M
J
= 0
Ra. 4λ – S10. 2λ – S11. λ + S12 sin . λ + S12 cos . h3 = 0
S12 (sin . λ + S12 cos . h3) = - Ra. 4λ + S10. 2λ + S11. λ
S12 =








POTONGAN VII – VII






Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
32


Batang S13 ditinjau dari titik J
Kondisi 1 ( P sebelum melewati J ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 4λ )
∑M
J
= 0
Ra. 4λ – P. (4λ-x) + S12 sin . λ + S12 cos . h3 + S13 sin . λ = 0
S13 =



Kondisi 2 ( P melewati J ) yaitu (4λ ≤ x ≤ L )
∑M
J
= 0
Ra. 4λ + S12 sin . λ + S12 cos . h3 + S13 sin . λ = 0
S13 =






Batang S14 ditinjau dari titik I
Kondisi 1 ( P sebelum melewati I ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 4λ )
∑M
I
= 0
Ra. 4λ – P. (4λ-x) – S14 . h4 = 0
S14 =

Kondisi 2 ( P melewati I ) yaitu (4λ ≤ x ≤ L )
∑M
I
= 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
33
Ra. 4λ – S14 . h4 = 0
S14 =

POTONGAN VIII – VIII
Batang S15 ditinjau dari titik K
Kondisi 1 ( P sebelum melewati K ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 5λ )
∑M
K
= 0
Ra. 5λ – P. (5λ-x) – S15. λ – S14. 2λ = 0
S15 =

Kondisi 2 ( P melewati K ) yaitu (5λ ≤ x ≤ L )
∑M
K
= 0
Ra. 5λ – S15. λ – S14. 2λ = 0
S15 =

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
34
Batang S16 ditinjau dari titik L
Kondisi 1 ( P sebelum melewati L ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 5λ )
∑M
L
= 0
Ra. 5λ – P. (5λ-x) – S14. 2λ – S15. λ + S16 sin . λ + S16 cos . h4 = 0
S16 (sin . λ + cos . H4) = - Ra. 5λ + 5λ + S14. 2λ + S15. λ
S16 =



Kondisi 2 ( P melewati L) yaitu (5λ ≤ x ≤ L )
∑M
L
= 0
Ra. 5λ – S14. 2λ – S15. λ + S16 sin . λ + S16 cos . h4 = 0
S16 (sin . λ + cos . H4) = - Ra. 5λ + S14. 2λ + S15. λ
S16 =




POTONGAN IX – IX
Batang S17 ditinjau dari titik L
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
35
Kondisi 1 ( P sebelum melewati L ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 5λ )
∑M
L
= 0
Ra. 5λ – P. (5λ-x) + S16 sin . λ + S16 cos . H4 + S17 sin . λ = 0
S17 =



Kondisi 2 ( P melewati L ) yaitu (5λ ≤ x ≤ L )
∑M
L
= 0
Ra. 5λ + S16 sin . λ + S16 cos . H4 + S17 sin . λ = 0
S17 =




Batang S18 ditinjau dari titik K
Kondisi 1 ( P sebelum melewati K ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 5λ )
∑M
K
= 0
Ra. 5λ – P. (5λ-x) – S18 . h5 = 0
S18 =

Kondisi 2 ( P melewati I ) yaitu (4λ ≤ x ≤ L )
∑M
K
= 0
Ra. 5λ – S18 . h5 = 0
S18 =

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
36
POTONGAN X – X
Batang S19 ditinjau dari titik N
Kondisi 1 ( P sebelum melewati N ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 6λ )
∑M
N
= 0
Ra.6λ – P.(6λ-x) + S16 sin . 2λ + S16 cos . h4 + S17 sin . 2λ + S19. λ =0
S19 =

Kondisi 2 ( P melewati N ) yaitu ( 0 ≤ x ≤ 6λ )
∑M
N
= 0
Ra.6λ + S16 sin . 2λ + S16 cos . h4 + S17 sin . 2λ + S19. λ =0
S19 =

Dari hasil perhitungan beban berjalan tersebut diperoleh rumus dan rumus tersebut dimasukan
kedalam excel (dengan memasukan nilai x interval 0,5) sehingga diperoleh nilai beban berjalan
dalam P satu satuan :



Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
37















Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

38
Tabel Beban Berjalan dalam P Satu Satuan
x Ra Rb s1 s2 s3 s4 s5 s6 s7 s8 s9 s10 s11 s12 s13 s14 s15 s16 s17 s18 s19
0 1 0.00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0.5 0.99 0.01 -0.14 0.10 -0.02 -0.10 0.03 0.08 -0.02 -0.08 0.02 0.07 -0.02 -0.07 0.02 0.05 -0.01 -0.05 0.07 0.04 0
1 0.98 0.02 -0.27 0.20 -0.04 -0.21 0.05 0.17 -0.03 -0.17 0.05 0.13 -0.03 -0.14 0.04 0.11 -0.03 -0.11 0.14 0.08 0
1.5 0.97 0.03 -0.41 0.31 -0.05 -0.31 0.08 0.25 -0.05 -0.25 0.07 0.20 -0.05 -0.20 0.06 0.16 -0.04 -0.16 0.21 0.13 0
2 0.96 0.04 -0.55 0.41 -0.07 -0.41 0.10 0.33 -0.07 -0.33 0.10 0.27 -0.06 -0.27 0.08 0.21 -0.06 -0.22 0.27 0.17 0
2.5 0.95 0.05 -0.68 0.51 -0.09 -0.51 0.13 0.42 -0.08 -0.42 0.12 0.34 -0.08 -0.34 0.10 0.27 -0.07 -0.27 0.34 0.21 0
3 0.94 0.06 -0.82 0.61 -0.11 -0.62 0.16 0.50 -0.10 -0.50 0.14 0.40 -0.09 -0.41 0.12 0.32 -0.09 -0.32 0.41 0.25 0
3.5 0.93 0.07 -0.95 0.72 -0.13 -0.72 0.18 0.58 -0.12 -0.59 0.17 0.47 -0.11 -0.47 0.14 0.38 -0.10 -0.38 0.48 0.29 0
4 0.92 0.08 -1.09 0.82 -0.15 -0.82 0.21 0.67 -0.13 -0.67 0.19 0.54 -0.12 -0.54 0.16 0.43 -0.11 -0.43 0.55 0.33 0
4.5 0.91 0.09 -1.23 0.92 -0.16 -0.92 0.23 0.75 -0.15 -0.75 0.22 0.61 -0.14 -0.61 0.19 0.48 -0.13 -0.48 0.62 0.38 0
5 0.90 0.10 -1.36 1.02 -0.18 -1.03 0.26 0.83 -0.17 -0.84 0.24 0.67 -0.15 -0.68 0.21 0.54 -0.14 -0.54 0.69 0.42 0
5.5 0.89 0.11 -1.35 1.01 -0.09 -1.01 0.13 0.92 -0.18 -0.92 0.26 0.74 -0.17 -0.74 0.23 0.59 -0.16 -0.59 0.75 0.46 0
6 0.88 0.12 -1.33 1.00 0.00 -1.00 0.00 1.00 -0.20 -1.00 0.29 0.81 -0.18 -0.81 0.25 0.64 -0.17 -0.65 0.82 0.50 0
6.5 0.87 0.13 -1.32 0.99 0.09 -0.99 -0.13 1.08 -0.22 -1.09 0.31 0.88 -0.20 -0.88 0.27 0.70 -0.19 -0.70 0.89 0.54 0
7 0.86 0.14 -1.30 0.98 0.18 -0.98 -0.26 1.17 -0.23 -1.17 0.34 0.94 -0.22 -0.95 0.29 0.75 -0.20 -0.75 0.96 0.58 0
7.5 0.85 0.15 -1.29 0.97 0.27 -0.97 -0.40 1.25 -0.25 -1.25 0.36 1.01 -0.23 -1.01 0.31 0.80 -0.21 -0.81 1.03 0.63 0
8 0.84 0.16 -1.27 0.95 0.36 -0.96 -0.53 1.33 -0.27 -1.34 0.38 1.08 -0.25 -1.08 0.33 0.86 -0.23 -0.86 1.10 0.67 0
8.5 0.83 0.17 -1.26 0.94 0.45 -0.95 -0.66 1.42 -0.28 -1.42 0.41 1.14 -0.26 -1.15 0.35 0.91 -0.24 -0.91 1.17 0.71 0
9 0.82 0.18 -1.24 0.93 0.55 -0.93 -0.79 1.50 -0.30 -1.51 0.43 1.21 -0.28 -1.22 0.37 0.96 -0.26 -0.97 1.24 0.75 0
9.5 0.81 0.19 -1.23 0.92 0.64 -0.92 -0.92 1.58 -0.32 -1.59 0.45 1.28 -0.29 -1.28 0.39 1.02 -0.27 -1.02 1.30 0.79 0
10 0.80 0.20 -1.21 0.91 0.73 -0.91 -1.05 1.67 -0.33 -1.67 0.48 1.35 -0.31 -1.35 0.41 1.07 -0.29 -1.08 1.37 0.83 0
10.5 0.79 0.21 -1.20 0.90 0.72 -0.90 -1.04 1.65 -0.24 -1.65 0.35 1.41 -0.32 -1.42 0.43 1.13 -0.30 -1.13 1.27 0.88 0
11 0.78 0.22 -1.18 0.89 0.71 -0.89 -1.03 1.63 -0.15 -1.63 0.21 1.48 -0.34 -1.49 0.45 1.18 -0.31 -1.18 1.17 0.92 0
11.5 0.77 0.23 -1.17 0.88 0.70 -0.88 -1.01 1.60 -0.06 -1.61 0.08 1.55 -0.35 -1.55 0.47 1.23 -0.33 -1.24 1.07 0.96 0
12 0.76 0.24 -1.15 0.86 0.69 -0.87 -1.00 1.58 0.03 -1.59 -0.05 1.62 -0.37 -1.62 0.49 1.29 -0.34 -1.29 0.97 1.00 0
12.5 0.75 0.25 -1.14 0.85 0.68 -0.86 -0.99 1.56 0.13 -1.57 -0.18 1.68 -0.38 -1.69 0.52 1.34 -0.36 -1.34 0.87 1.04 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
39
13 0.74 0.26 -1.12 0.84 0.67 -0.84 -0.97 1.54 0.22 -1.55 -0.31 1.75 -0.40 -1.76 0.54 1.39 -0.37 -1.40 0.77 1.08 0
13.5 0.73 0.27 -1.11 0.83 0.66 -0.83 -0.96 1.52 0.31 -1.53 -0.45 1.82 -0.42 -1.82 0.56 1.45 -0.39 -1.45 0.67 1.13 0
14 0.72 0.28 -1.09 0.82 0.65 -0.82 -0.95 1.50 0.40 -1.51 -0.58 1.88 -0.43 -1.89 0.58 1.50 -0.40 -1.51 0.58 1.17 0
14.5 0.71 0.29 -1.08 0.81 0.65 -0.81 -0.93 1.48 0.49 -1.48 -0.71 1.95 -0.45 -1.96 0.60 1.55 -0.41 -1.56 0.48 1.21 0
15 0.70 0.30 -1.06 0.80 0.64 -0.80 -0.92 1.46 0.58 -1.46 -0.84 2.02 -0.46 -2.03 0.62 1.61 -0.43 -1.61 0.38 1.25 0
15.5 0.69 0.31 -1.05 0.78 0.63 -0.79 -0.91 1.44 0.58 -1.44 -0.83 1.99 -0.37 -2.00 0.49 1.66 -0.44 -1.67 0.28 1.29 0
16 0.68 0.32 -1.03 0.77 0.62 -0.78 -0.89 1.42 0.57 -1.42 -0.82 1.96 -0.28 -1.97 0.37 1.71 -0.46 -1.72 0.18 1.33 0
16.5 0.67 0.33 -1.02 0.76 0.61 -0.76 -0.88 1.40 0.56 -1.40 -0.81 1.93 -0.18 -1.94 0.25 1.77 -0.47 -1.77 0.08 1.38 0
17 0.66 0.34 -1.00 0.75 0.60 -0.75 -0.87 1.38 0.55 -1.38 -0.80 1.90 -0.09 -1.91 0.12 1.82 -0.49 -1.83 -0.02 1.42 0
17.5 0.65 0.35 -0.98 0.74 0.59 -0.74 -0.85 1.35 0.54 -1.36 -0.78 1.88 0.00 -1.88 0.00 1.88 -0.50 -1.88 -0.12 1.46 0
18 0.64 0.36 -0.97 0.73 0.58 -0.73 -0.84 1.33 0.53 -1.34 -0.77 1.85 0.09 -1.85 -0.12 1.93 -0.51 -1.94 -0.22 1.50 0
18.5 0.63 0.37 -0.95 0.72 0.57 -0.72 -0.83 1.31 0.53 -1.32 -0.76 1.82 0.18 -1.82 -0.25 1.98 -0.53 -1.99 -0.32 1.54 0
19 0.62 0.38 -0.94 0.70 0.56 -0.71 -0.81 1.29 0.52 -1.30 -0.75 1.79 0.28 -1.80 -0.37 2.04 -0.54 -2.04 -0.42 1.58 0
19.5 0.61 0.39 -0.92 0.69 0.55 -0.70 -0.80 1.27 0.51 -1.28 -0.74 1.76 0.37 -1.77 -0.49 2.09 -0.56 -2.10 -0.52 1.63 0
20 0.60 0.40 -0.91 0.68 0.55 -0.68 -0.79 1.25 0.50 -1.25 -0.72 1.73 0.46 -1.74 -0.62 2.14 -0.57 -2.15 -0.62 1.67 0
20.5 0.59 0.41 -0.89 0.67 0.54 -0.67 -0.78 1.23 0.49 -1.23 -0.71 1.70 0.45 -1.71 -0.61 2.11 -0.48 -2.11 -0.73 1.71 0
21 0.58 0.42 -0.88 0.66 0.53 -0.66 -0.76 1.21 0.48 -1.21 -0.70 1.67 0.45 -1.68 -0.60 2.07 -0.39 -2.08 -0.84 1.75 0
21.5 0.57 0.43 -0.86 0.65 0.52 -0.65 -0.75 1.19 0.48 -1.19 -0.69 1.64 0.44 -1.65 -0.59 2.04 -0.29 -2.04 -0.95 1.79 0
22 0.56 0.44 -0.85 0.64 0.51 -0.64 -0.74 1.17 0.47 -1.17 -0.68 1.62 0.43 -1.62 -0.58 2.00 -0.20 -2.01 -1.06 1.83 0
22.5 0.55 0.45 -0.83 0.63 0.50 -0.63 -0.72 1.15 0.46 -1.15 -0.66 1.59 0.42 -1.59 -0.57 1.96 -0.11 -1.97 -1.17 1.88 0
23 0.54 0.46 -0.82 0.61 0.49 -0.62 -0.71 1.13 0.45 -1.13 -0.65 1.56 0.42 -1.56 -0.56 1.93 -0.01 -1.94 -1.28 1.92 0
23.5 0.53 0.47 -0.80 0.60 0.48 -0.60 -0.70 1.10 0.44 -1.11 -0.64 1.53 0.41 -1.53 -0.55 1.89 0.08 -1.90 -1.39 1.96 0
24 0.52 0.48 -0.79 0.59 0.47 -0.59 -0.68 1.08 0.43 -1.09 -0.63 1.50 0.40 -1.51 -0.54 1.86 0.17 -1.86 -1.50 2.00 0
24.5 0.51 0.49 -0.77 0.58 0.46 -0.58 -0.67 1.06 0.43 -1.07 -0.61 1.47 0.39 -1.48 -0.53 1.82 0.26 -1.83 -1.61 2.04 0
25 0.50 0.50 -0.76 0.57 0.45 -0.57 -0.66 1.04 0.42 -1.05 -0.60 1.44 0.38 -1.45 -0.52 1.79 0.36 -1.79 -1.72 2.08 0
25.5 0.49 0.51 -0.74 0.56 0.45 -0.56 -0.64 1.02 0.41 -1.02 -0.59 1.41 0.38 -1.42 -0.51 1.75 0.35 -1.76 -1.69 2.00 0
26 0.48 0.52 -0.73 0.55 0.44 -0.55 -0.63 1.00 0.40 -1.00 -0.58 1.38 0.37 -1.39 -0.49 1.71 0.34 -1.72 -1.65 1.96 0
26.5 0.47 0.53 -0.71 0.53 0.43 -0.54 -0.62 0.98 0.39 -0.98 -0.57 1.36 0.36 -1.36 -0.48 1.68 0.34 -1.68 -1.62 1.92 0
27 0.46 0.54 -0.70 0.52 0.42 -0.52 -0.60 0.96 0.38 -0.96 -0.55 1.33 0.35 -1.33 -0.47 1.64 0.33 -1.65 -1.58 1.88 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
40
27.5 0.45 0.55 -0.68 0.51 0.41 -0.51 -0.59 0.94 0.38 -0.94 -0.54 1.30 0.35 -1.30 -0.46 1.61 0.32 -1.61 -1.55 1.83 0
28 0.44 0.56 -0.67 0.50 0.40 -0.50 -0.58 0.92 0.37 -0.92 -0.53 1.27 0.34 -1.27 -0.45 1.57 0.31 -1.58 -1.51 1.79 0
28.5 0.43 0.57 -0.65 0.49 0.39 -0.49 -0.57 0.90 0.36 -0.90 -0.52 1.24 0.33 -1.24 -0.44 1.54 0.31 -1.54 -1.48 1.75 0
29 0.42 0.58 -0.64 0.48 0.38 -0.48 -0.55 0.88 0.35 -0.88 -0.51 1.21 0.32 -1.22 -0.43 1.50 0.30 -1.51 -1.44 1.71 0
29.5 0.41 0.59 -0.62 0.47 0.37 -0.47 -0.54 0.85 0.34 -0.86 -0.49 1.18 0.32 -1.19 -0.42 1.46 0.29 -1.47 -1.41 1.67 0
30 0.40 0.60 -0.61 0.45 0.36 -0.46 -0.53 0.83 0.33 -0.84 -0.48 1.15 0.31 -1.16 -0.41 1.43 0.29 -1.43 -1.38 1.63 0
30.5 0.39 0.61 -0.59 0.44 0.35 -0.44 -0.51 0.81 0.33 -0.82 -0.47 1.13 0.30 -1.13 -0.40 1.39 0.28 -1.40 -1.34 1.58 0
31 0.38 0.62 -0.58 0.43 0.35 -0.43 -0.50 0.79 0.32 -0.79 -0.46 1.10 0.29 -1.10 -0.39 1.36 0.27 -1.36 -1.31 1.54 0
31.5 0.37 0.63 -0.56 0.42 0.34 -0.42 -0.49 0.77 0.31 -0.77 -0.45 1.07 0.28 -1.07 -0.38 1.32 0.26 -1.33 -1.27 1.50 0
32 0.36 0.64 -0.55 0.41 0.33 -0.41 -0.47 0.75 0.30 -0.75 -0.43 1.04 0.28 -1.04 -0.37 1.29 0.26 -1.29 -1.24 1.46 0
32.5 0.35 0.65 -0.53 0.40 0.32 -0.40 -0.46 0.73 0.29 -0.73 -0.42 1.01 0.27 -1.01 -0.36 1.25 0.25 -1.25 -1.20 1.42 0
33 0.34 0.66 -0.52 0.39 0.31 -0.39 -0.45 0.71 0.28 -0.71 -0.41 0.98 0.26 -0.98 -0.35 1.21 0.24 -1.22 -1.17 1.38 0
33.5 0.33 0.67 -0.50 0.38 0.30 -0.38 -0.43 0.69 0.28 -0.69 -0.40 0.95 0.25 -0.96 -0.34 1.18 0.24 -1.18 -1.14 1.33 0
34 0.32 0.68 -0.48 0.36 0.29 -0.36 -0.42 0.67 0.27 -0.67 -0.39 0.92 0.25 -0.93 -0.33 1.14 0.23 -1.15 -1.10 1.29 0
34.5 0.31 0.69 -0.47 0.35 0.28 -0.35 -0.41 0.65 0.26 -0.65 -0.37 0.89 0.24 -0.90 -0.32 1.11 0.22 -1.11 -1.07 1.25 0
35 0.30 0.70 -0.45 0.34 0.27 -0.34 -0.39 0.63 0.25 -0.63 -0.36 0.87 0.23 -0.87 -0.31 1.07 0.21 -1.08 -1.03 1.21 0
35.5 0.29 0.71 -0.44 0.33 0.26 -0.33 -0.38 0.60 0.24 -0.61 -0.35 0.84 0.22 -0.84 -0.30 1.04 0.21 -1.04 -1.00 1.17 0
36 0.28 0.72 -0.42 0.32 0.25 -0.32 -0.37 0.58 0.23 -0.59 -0.34 0.81 0.22 -0.81 -0.29 1.00 0.20 -1.00 -0.96 1.13 0
36.5 0.27 0.73 -0.41 0.31 0.25 -0.31 -0.35 0.56 0.23 -0.56 -0.33 0.78 0.21 -0.78 -0.28 0.96 0.19 -0.97 -0.93 1.08 0
37 0.26 0.74 -0.39 0.30 0.24 -0.30 -0.34 0.54 0.22 -0.54 -0.31 0.75 0.20 -0.75 -0.27 0.93 0.19 -0.93 -0.89 1.04 0
37.5 0.25 0.75 -0.38 0.28 0.23 -0.29 -0.33 0.52 0.21 -0.52 -0.30 0.72 0.19 -0.72 -0.26 0.89 0.18 -0.90 -0.86 1.00 0
38 0.24 0.76 -0.36 0.27 0.22 -0.27 -0.32 0.50 0.20 -0.50 -0.29 0.69 0.18 -0.69 -0.25 0.86 0.17 -0.86 -0.83 0.96 0
38.5 0.23 0.77 -0.35 0.26 0.21 -0.26 -0.30 0.48 0.19 -0.48 -0.28 0.66 0.18 -0.67 -0.24 0.82 0.16 -0.82 -0.79 0.92 0
39 0.22 0.78 -0.33 0.25 0.20 -0.25 -0.29 0.46 0.18 -0.46 -0.27 0.63 0.17 -0.64 -0.23 0.79 0.16 -0.79 -0.76 0.88 0
39.5 0.21 0.79 -0.32 0.24 0.19 -0.24 -0.28 0.44 0.18 -0.44 -0.25 0.61 0.16 -0.61 -0.22 0.75 0.15 -0.75 -0.72 0.83 0
40 0.20 0.80 -0.30 0.23 0.18 -0.23 -0.26 0.42 0.17 -0.42 -0.24 0.58 0.15 -0.58 -0.21 0.71 0.14 -0.72 -0.69 0.79 0
40.5 0.19 0.81 -0.29 0.22 0.17 -0.22 -0.25 0.40 0.16 -0.40 -0.23 0.55 0.15 -0.55 -0.20 0.68 0.14 -0.68 -0.65 0.75 0
41 0.18 0.82 -0.27 0.20 0.16 -0.21 -0.24 0.38 0.15 -0.38 -0.22 0.52 0.14 -0.52 -0.19 0.64 0.13 -0.65 -0.62 0.71 0
41.5 0.17 0.83 -0.26 0.19 0.15 -0.19 -0.22 0.35 0.14 -0.36 -0.20 0.49 0.13 -0.49 -0.18 0.61 0.12 -0.61 -0.58 0.67 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
41
42 0.16 0.84 -0.24 0.18 0.15 -0.18 -0.21 0.33 0.13 -0.33 -0.19 0.46 0.12 -0.46 -0.16 0.57 0.11 -0.57 -0.55 0.63 0
42.5 0.15 0.85 -0.23 0.17 0.14 -0.17 -0.20 0.31 0.13 -0.31 -0.18 0.43 0.12 -0.43 -0.15 0.54 0.11 -0.54 -0.52 0.58 0
43 0.14 0.86 -0.21 0.16 0.13 -0.16 -0.18 0.29 0.12 -0.29 -0.17 0.40 0.11 -0.41 -0.14 0.50 0.10 -0.50 -0.48 0.54 0
43.5 0.13 0.87 -0.20 0.15 0.12 -0.15 -0.17 0.27 0.11 -0.27 -0.16 0.38 0.10 -0.38 -0.13 0.46 0.09 -0.47 -0.45 0.50 0
44 0.12 0.88 -0.18 0.14 0.11 -0.14 -0.16 0.25 0.10 -0.25 -0.14 0.35 0.09 -0.35 -0.12 0.43 0.09 -0.43 -0.41 0.46 0
44.5 0.11 0.89 -0.17 0.13 0.10 -0.13 -0.14 0.23 0.09 -0.23 -0.13 0.32 0.08 -0.32 -0.11 0.39 0.08 -0.39 -0.38 0.42 0
45 0.10 0.90 -0.15 0.11 0.09 -0.11 -0.13 0.21 0.08 -0.21 -0.12 0.29 0.08 -0.29 -0.10 0.36 0.07 -0.36 -0.34 0.38 0
45.5 0.09 0.91 -0.14 0.10 0.08 -0.10 -0.12 0.19 0.08 -0.19 -0.11 0.26 0.07 -0.26 -0.09 0.32 0.06 -0.32 -0.31 0.33 0
46 0.08 0.92 -0.12 0.09 0.07 -0.09 -0.11 0.17 0.07 -0.17 -0.10 0.23 0.06 -0.23 -0.08 0.29 0.06 -0.29 -0.28 0.29 0
46.5 0.07 0.93 -0.11 0.08 0.06 -0.08 -0.09 0.15 0.06 -0.15 -0.08 0.20 0.05 -0.20 -0.07 0.25 0.05 -0.25 -0.24 0.25 0
47 0.06 0.94 -0.09 0.07 0.05 -0.07 -0.08 0.13 0.05 -0.13 -0.07 0.17 0.05 -0.17 -0.06 0.21 0.04 -0.22 -0.21 0.21 0
47.5 0.05 0.95 -0.08 0.06 0.05 -0.06 -0.07 0.10 0.04 -0.10 -0.06 0.14 0.04 -0.14 -0.05 0.18 0.04 -0.18 -0.17 0.17 0
48 0.04 0.96 -0.06 0.05 0.04 -0.05 -0.05 0.08 0.03 -0.08 -0.05 0.12 0.03 -0.12 -0.04 0.14 0.03 -0.14 -0.14 0.13 0
48.5 0.03 0.97 -0.05 0.03 0.03 -0.03 -0.04 0.06 0.03 -0.06 -0.04 0.09 0.02 -0.09 -0.03 0.11 0.02 -0.11 -0.10 0.08 0
49 0.02 0.98 -0.03 0.02 0.02 -0.02 -0.03 0.04 0.02 -0.04 -0.02 0.06 0.02 -0.06 -0.02 0.07 0.01 -0.07 -0.07 0.04 0
49.5 0.01 0.99 -0.02 0.01 0.01 -0.01 -0.01 0.02 0.01 -0.02 -0.01 0.03 0.01 -0.03 -0.01 0.04 0.01 -0.04 -0.03 0.00 0
50 0 1.00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0

Keterangan :
Merah : kondisi 1
Biru : Kondisi 2


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

42
Grafik Beban Berjalalan
(Kontrol Hitungan)





















-2
-1
-1
0
1
1
2
159
1
3
1
7
2
1
2
5
2
9
3
3
3
7
4
1
4
5
4
9
5
3
5
7
6
1
6
5
6
9
7
3
7
7
8
1
8
5
8
9
9
3
9
7
1
0
1
Batang 1 Batang 2 Batang 3
-2
-1
-1
0
1
1
2
2
159
1
3
1
7
2
1
2
5
2
9
3
3
3
7
4
1
4
5
4
9
5
3
5
7
6
1
6
5
6
9
7
3
7
7
8
1
8
5
8
9
9
3
9
7
1
0
1
Batang 4 Batang 5 Batang 6
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
43
-3
-2
-2
-1
-1
0
1
1
2
2
3
159
1
3
1
7
2
1
2
5
2
9
3
3
3
7
4
1
4
5
4
9
5
3
5
7
6
1
6
5
6
9
7
3
7
7
8
1
8
5
8
9
9
3
9
7
1
0
1
Batang 10 Batang 11 Batang 12




























-2
-2
-1
-1
0
1
1
16
1
0
1
4
1
8
2
2
2
6
3
0
3
4
3
8
4
2
4
6
5
0
5
4
5
8
6
2
6
6
7
0
7
4
7
8
8
2
8
6
9
0
9
4
9
8
Batang 7 Batang 8 Batang 9
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
44




























-1
-1
0
1
1
2
2
3
159
1
3
1
7
2
1
2
5
2
9
3
3
3
7
4
1
4
5
4
9
5
3
5
7
6
1
6
5
6
9
7
3
7
7
8
1
8
5
8
9
9
3
9
7
1
0
1
Batang 13 Batang 14 Batang 15
-3
-2
-2
-1
-1
0
1
1
2
2
3
159
1
3
1
7
2
1
2
5
2
9
3
3
3
7
4
1
4
5
4
9
5
3
5
7
6
1
6
5
6
9
7
3
7
7
8
1
8
5
8
9
9
3
9
7
1
0
1
Batang 16 Batang 17 Batang 18 Batang 19
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
45
4.3 Pembebanan Rangka Utama

Tebal trotoar (t) = 0,3 m
Lebar trotoar (l) = 0,8 m
Panjang segmen rangka (λ) = 5 m
Tinggi rangka (h) = h1 : 4,4 m, h2 : 4,8 m, h3 : 5,2 m, h4 : 5.6 m, h5 : 6 m
Lebar jembatan (b) = 10 m
Beban lajur (D) = 9 kN/m²
Beban garis (KEL) = 49 kN/m


Ra
total
= Ra Railing + Ra Aspal + Ra Trotoar + Ra Beton
= 155,1 + 4204,2 + 3744 + 19500
= 27603,3 kg = 276,033 KN

Beban Mati (P
DL
)
Beban Mati + Diafragma (P
DL
) = Ra x Faktor Beban
= 27603,3 kg x 1,1
= 303,636 KN
Beban Hidup (P
LL
)
Beban Pejalan Kaki = beban pejalan kaki x lebar trotoar x panjang segmen x faktor
beban
= 5 KN/m
2
x 0,8m x 5 x 2
= 40 KN
Beban Lajur = beban lajur x lebar jembatan x panjang segmen x faktor
beban x 1/2
= 9 KN/m
2
x 10m x 5 x 2 x 1/2
= 450 KN
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
46
Beban Genangan Air = beban genangan air x lebar jalan x panjang segmen x
faktor beban x 1/2
= 0,5 KN/m
2
x 8,4m x 5 x 1 x 1/2
= 10,5 KN
Sehingga beban hidup menjadi P
LL
= 40 KN + 450 KN + 10,5 KN = 500,5 KN

Beban Berjalan (P
KEL
)
Beban Garis (KEL) = KEL x Lebar Jembatan x (DLA+1) x faktor beban x ½
= 49 x 10 x 1,4 x 2 x ½
= 686 KN

Beban-beban yang diperoleh dimasukan/dikalikan dengan nilai-nilai beban statis dan
dinamis yang telah diperhitungkan sehingga diperoleh nilai Pu.Tabel perhitungan nilai Pu karena
beban statis (beban mati dan beban hidup) dan beban dinamis disajikan didalam tabel berikut.







Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

47
Tabel Perhitungan Pembebanan karena Beban statis (Beban mati & Beban Hidup)
Dan Beban Dinamis

Gaya Batang (KN)
No Batang
Batang Statis Beban Mati Beban Hidup Batang Dinamis Beban KEL TOTAL
Tekan Tarik Tekan Tarik Tekan Tarik Tekan Tarik Tekan Tarik TEKAN TARIK
1 = 37 -6.81 -2067.76 0 -3442.5 0 -1.364 0 -935.45 0 -6445.67 0
2 = 38 5.11 0 1551.58 0 2583.1 0 1.023 0 701.590909 0 4836.28
3 = 35 4.09 0 1241.87 0 2067.5 -0.182 0.727 -124.73 498.909091 -124.73 3808.28
4 = 32 -5.13 -1557.65 0 -2593.2 0 -1.026 0 -703.84 0 -4854.71 0.00
5 = 33 -4.46 -1354.22 0 -2254.5 0 -2.886 0.260 -1979.8 178.510978 -5588.54 178.51
6 = 34 8.33 0 2529.29 0 4210.8 0 1.667 0 1143.33333 0 7883.44
7 = 31 2.83 0 859.29 0 1430.6 -0.333 0.583 -228.67 400.166667 -228.67 2690
8 = 28 -8.36 -2538.40 0 -4226 0 -1.673 0 -1147.6 0 -7911.99 0
9 = 29 -2.54 -771.24 0 -1284 0 -4.329 0.479 -2969.7 328.376561 -5024.90 328.38
10 = 30 10.10 0 3066.72 0 5105.6 0 2.019 0 1385.19231 0 9557.47
11 = 27 1.69 0 513.14 0 854.3 -0.462 0.462 -316.62 316.615385 -316.62 1684.06
12 =24 -10.13 -3075.83 0 -5120.7 0 -2.027 0 -1390.3 0 -9586.85 0
13 = 25 -0.93 -282.38 0 -470.12 0 -0.619 0.619 -424.42 424.417406 -1176.91 424.42
14 = 26 10.71 0 3251.94 0 5413.9 0 2.143 0 1470 0 10135.85
15 = 23 0.64 0 194.33 0 323.52 -0.571 0.357 -392 245 -392.00 762.85
16 = 20 -10.75 -3264.09 0 -5434.1 0 -2.151 0 -1475.4 0 -10173.57 0
17 = 21 0.46 0 139.67 0 232.53 -7.215 1.372 -4949.5 941.506525 -4949 1313.71
18 = 22 10.42 0 3163.89 0 5267.3 0 2.083 0 1429.16667 0 9860.36
19 1.00 0 303.64 0 505.5 0 0 0 0 0.00 809


Max (Tarik) 0 10135.847


Min (Tekan) -10173.572 0
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

48
4.4 Perhitungan Dimensi Profil Rangka Utama
a.Perhitungan Batang Tarik
Pu = 10135,85 KN (batang 14)
Ø Tarik = 0,9
Ø Fraktur = 0,95
BJ-55 : fy = 410 Mpa
fu = 550 Mpa
D baut = 24 mm

Perhitungan Beban Sendiri
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata rata
700 x 5,2 m = 3640 kg

 Beban Per-join =

= 1,82 KN
1,3 x Koef Batang 14
1,3 x 10,71 = 13,923 KN

Perhitungan Berat Sambungan
Sambungan= 10% x berat sendiri
10 % x 36,4 KN = 3,64
Berat Sambngan Perjoin =

= 0,182

Sehingga Nilai Pu menjadi 10135,85 + 13,923 + 0,182 = 10149,955 KN
 Preliminary Design
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
49
Pu ≤ Ø Pn
Pu = Ø fy x Ag
Ag =

=



= 27507 mm
2
= 275,07 cm
2

 Property penampang yang dipilih
IWF = 400 x 400 x 30 x 50
A = 528,6 cm
2
ix = 18,8 cm
r = 22 mm iy = 10,7 cm r min = 0,107 m
Berat = 415 kg/m Sx = 8170 cm
3
Ix = 187000 cm
4
Iy = 66500 cm
4

 Cek kuat leleh tarik
Pu ≤ Ø Pn
Ø Pn = 0,9 x Ag x fy
= 0,9 x 45800 x 41
= 1690020 KN
10149,903 KN < 1690020 KN
Pu ≤ Ø Pn (OK!)


 Cek keruntuhan Fraktur
Pu ≤ Ø Pn
Ø Pn = 0,75 x Ae x fu
= 0,75 x ( An x U ) x fu
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
50
= 0,75 x (( Ag - n d tf ) x U ) x fu
= 0,75 x (458 – ( 4 x 3,0 x 5,0 ) x 0,9) x 55
= 16665 KN
10149,903 KN < 16665KN
Pu ≤ Ø Pn (OK!)

b.Perhitungan Batang Tekan
Pu = -10173.572 KN (batang 16)
Ø Tekan = 0,85
BJ-55 : fy = 410 Mpa
fu = 550 Mpa

Perhitungan Beban Sendiri
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata rata
700 x 6 m = 4200 kg

 Beban Per-join =

= 2,1 KN
2,1 x Koef Batang 16
2,1 x 10,75 = 22,58 KN

Perhitungan Berat Sambungan
Sambungan= 10% x berat sendiri
10 % x 42 KN = 4,2
Berat Sambngan Perjoin =

= 0,21
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
51

Sehingga Nilai Pu menjadi 10173.572 + 22,58 + 0,21 = 10196,36 KN

 Preliminary Design
Pu ≤ Ø Pn
Pu = Ø fy x Ag
Ag =

=

= 29257,85mm
2
= 292,578 cm
2


 Property penampang yang dipilih
IWF = 400 x 400 x 30 x 50
A = 528,6 cm
2
ix = 18,8 cm
r = 22 mm iy = 10,7 cm r min = 0,107 m
Berat = 415 kg/m Sx = 8170 cm
3

Ix = 187000 cm
4
Iy = 66500 cm
4


 Cek Kelangsingan

≤ 140

≤ 140 72,9 ≤ 140 (OK!)





Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
52
 Cek Kekompakkan Penampang

a.Flens

=

=

= 4



b.Web
h = H – (2.tf )

– (2.r)

= 400 – (2. 50) – (2. 22)
= 256 mm

=

=

= 8,53




 Cek Kuat Tekan Nominal
Φ Pn = 0,85 . Ag . (f
y
/ω)

c
=

.√

r

=



r
=



r = 12,35

λ ˂ λ
r
( okey !!! )
r

=



r
=



r = 32,84
λ ˂ λ
r
(okey !!! )
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
53

c
=

.

= 1,05
Di dapatkan bahwa
c
< 1,5 maka ω = 1/(

)
Sehingga,
Pn = (

) A
g
f
y

Pn = (

x 528,6 cm
3
x 41 )
Pn = 13707,5 KN
Φ Pn = 0,85 x 13707,5 KN
Φ Pn = 11651,4 KN
Pu ≤ Ø Pn (OK!)
10196,36 KN < 11651,4 KN
Berdasarkan perhitungan ternyata diperoleh profil yang memenuhi syarat dan kuat menahan gaya
aksial dari beban yang telah ditentukan adalah profil IWF 400 x 400 x 30 x 50.











Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
54
BAB V
PERENCANAAN SAMBUNGAN BAUT

5.1 Desain Sambungan Baut
 Join A dan B
1. a. Data sambungan baut
Pu = 6445.67 kN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm.
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
55
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S1

2,1 x 6,81 = 14,301 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 6445.67 + 14,301 + 0,21 = 6460,181
jumlah baut (n) =

=

= 16,77 20 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
56
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 20
= 7686,99 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 20
= 39150 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 20
= 7686,99 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
57
A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2

Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!


 Join C dan S
1. a. Data sambungan baut
Pu = 6445.67 kN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
58

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
= ¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S1
2,1 x 6,81 = 14,301 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 6445.67 + 14,301 + 0,21 = 6460,181
jumlah baut (n) =

=

= 16,77 20 baut

2. Kekuatan Plat
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
59
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Ø Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 20
= 7686,99 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 20
= 39150 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 20
= 7686,99 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
60
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2
A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 Join D dan T
1. a. Data sambungan baut
Pu = 7883.44 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
61
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2

d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S6

2,1 x 8,33 = 17,493 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 7883.44 + 17,493 + 0,21 = 7901,143
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
62
jumlah baut (n) =

=

= 20,56 24 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK


b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 24
= 9224,39 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 24
= 46980 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
63
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 24
= 9224,39 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2

Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN E & Q
1. a. Data sambungan baut
Pu = 7911,99 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
64

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S8

2,1 x 8,36 = 17,556 KN

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
65
Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 7883.44 + 17,556 + 0,21 = 7901,206
jumlah baut (n) =

=

= 20,58 24 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK


3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 24
= 9224,39 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
66
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 24
= 46980 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 24
= 9224,39 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN F & R
1. a. Data sambungan baut
Pu = 9557,47 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
67
b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2

d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S10
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
68

2,1 x 10,10 = 21,21 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 9557,47 + 21,21 + 0,21 = 9578,89
jumlah baut (n) =

=

= 24,92 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
69
b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN G & O
1. a. Data sambungan baut
Pu = 9586,85 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
70
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
71
Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S12

2,1 x 10,13 = 21,273 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 9586,85 + 21,273 + 0,21 = 9608,333
jumlah baut (n) =

=

= 24,99 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK


3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
72
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN H & P
1. a. Data sambunganbaut
Pu = 10135,85 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
73
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
74
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S14

2,1 x 10,71 = 22,491 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 10135,85 + 22,491 + 0,21 = 10158,551
jumlah baut (n) =

=

= 26,43 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
75
3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN I & M
1. a. Data sambungan baut
Pu = 10173,57 KN
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
76
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm.
S
1
1,5 . D baut = 45 mm.
S
2
2 . D baut = 60 mm.
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm
b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
77
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S16

2,1 x 10,75 = 22,575 KN

Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 10173,57 + 22,575 + 0,21 = 10196,355
jumlah baut (n) =

=

= 26,53 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
78

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2

Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
79
 JOIN J & N
1. a. Data sambungan baut
Pu = 10135,85 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
80
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S14

2,1 x 10,71 = 22,491 KN
Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 10135,85 + 22,491 + 0,21 = 10158,551
jumlah baut (n) =

=

= 26,43 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fu x Ae
= 0,75 x 550 x 33800 mm²
= 13942500 N
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
81
= 13942,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2

Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
82
 JOIN K
1. a. Data sambungan baut
Pu = 10173,57 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm.
S
1
1,5 . D baut = 45 mm.
S
2
2 . D baut = 60 mm.
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifiksai pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
=¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
83
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S16

2,1 x 10,75 = 22,575 KN
Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 10173,57 + 22,575 + 0,21 = 10196,355

jumlah baut (n) =

=

= 26,53 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fy x Ae
= 0,75 x 410 x 33800 mm²
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
84
= 10393500 N
= 10393,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK


3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2

Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
85
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!

 JOIN L
1. a. Data sambungan baut
Pu = 9860,36 KN
D
baut
= 30 mm
S

3 . D baut = 90 mm
S
1
1,5 . D baut = 45 mm
S
2
2 . D baut = 60 mm
Tf = 50 mm
Ø = 0,75
t
pelat
= 50 mm

b. Spesifikasi baut
Mutu baut A325
fu = 725 Mpa

c. Spesifikasi pelat
Mutu Pelat BJ 50
fy = 410
Fu = 550
Jumlah bidang geser (m) = 2
Baut ulir di bidang geser (r) = 0.5

Ag
pelat
= t
pelat
x p
pelat
x 2

= 50 x 400 x 2
= 40000 mm
2

A
baut
= ¼ x π x d
2
= ¼ x π x 30
2
= 706,85 mm
2

An
pelat
= Ae
pelat
= Ag
pelat
- (4 d
lubang
. tf)

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
86
= 40000 – (4 x 31 x 50)

= 33800 mm
2
d. Perhitungan berat sendiri dan berat sambungan
Berat Sendiri = 200 + 10 L
= 200 + (10 x 50)
= 700 kg/m
 700 kg/m x tinggi rata-rata

700 x 6 = 4200 kg = 42 KN

Berat Per-Join =

= 2,1 KN

 2,1 x koef batang S18

2,1 x 10,42 = 21,882 KN
Sambungan 10% x berat sendiri = 10% x 42
=

= 0,21 KN
Sehingga nilai Pu = 9860,36 + 21,882 + 0,21 = 9882,452
jumlah baut (n) =

=

= 25,71 28 baut

2. Kekuatan Plat
a. Kuat leleh
Ø Pn = 0,9 x fy x Ag pelat
= 0,9 x 410 x 40000 mm²
= 14760000 N
= 14760 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
87
b. Fraktur
Ø Pn = 0,75 x fy x Ae
= 0,75 x 410 x 33800 mm²
= 10393500 N
= 10393,5 KN ≥ Pu
Pn ≥ Pu → OK

3. Kekuatan Baut
a. Kuat Geser :
Vd = ø x r x fu x A baut x m x n
= 0,75 x 0,5 x 0,725 x 706,85 x 2 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu.......ok!

b. Kuat Tumpu :
Rd = 2,4 x ø x Dbaut x tebal pelat x fu x n
= 2,4 x 0,75 x 30 x 50 x 0,725 x 28
= 54810 KN ≥ Pu

c. Kuat Tarik Rencana Baut :
Td = ø x fu x A baut x n
= 0,75 x 0,725 x 706,85 x 28
= 10761,79 KN ≥ Pu...ok!

4. Cek Keruntuhan Blok Geser
A
gt
= 4 x S
1
x tf
= 4 x 45 x 50
= 9000 mm
2

A
ns
= 4 x (S
2
+ 3 S) tf – 4 x 3,5 D
lub
x tf
= 4 x ( 60 + 270 ) x 50 – (4 x 3,5 x 31 x 50)
= 44300 mm
2
Ø Pn = ø x ( fy x A
gt
+ 0,6 x fu x A
ns
)
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
88
= 0,75 x ( 0,410 x 9000 + 0,6 x 0,725 x 44300 )
= 17220,375 KN
Pn ≥ Pu → OK!!!




















Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
89
5.2 Gambar Detail Sambungan Baut
DETAIL A
b
a
u
t

Ø

3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t

Ø

3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
90 90 90 90
90
90
90
90








Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

90
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t

Ø

3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
90
90
90
90
90
90
90
90
90 90 90 90

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
91
DETAIL D
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
baut Ø 30
400
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90 90
90
90
90
90


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
92
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
DETAIL E
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
90 90 90 90 90
90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
93
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90





Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
94
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
DETAIL G
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
90 90 90 90 90 90
90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
95
b
a
u
t Ø
3
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
DETAIL H
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90



Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
96
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
DETAIL I
b
a
u
t Ø
3
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
90 90 90 90 90 90
90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
97
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
DETAIL J
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90
90


Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
98
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
1
0
0
1
9
0
DETAIL K
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90

Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
99
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
4
0
0
1
9
0
4
0
0
baut Ø 30
400
50
50
400
100 190
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
b
a
u
t Ø
3
0
4
0
0
5
0
5
0
4
0
0
1
0
0
1
9
0
DETAIL L
90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90 90
90
90
90
90
90
90
90
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta



Konstruksi Baja – Kelompok 7 – 2 Sipil 2 Pagi

100
PENUTUP
KESIMPULAN

Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan jembatan rangka baja maka diperoleh hasil sebagai
berikut :
 Profil Diafragma : menggunakan profil IWF 700 x 300 x 13 x 24
Profil Rangka Utama : menggunakan profil IWF 400 x 400 x 30 x 50
 Data Sambungan Baut :

Join
Pu terbesar + beban sendiri
+ berat sambungan
Diameter
Baut
Jumlah
Baut
Tebal
Plat
A = B 6460,181 KN




30 mm

20 baut 50 mm
C = S 6460,181 KN 20 baut 50 mm
D = T 7901,143 KN 24 baut 50 mm
E = O 7901,206 KN 24 baut 50 mm
F = R 9578,89 KN 28 baut 50 mm
G = O 9608,333 KN 28 baut 50 mm
H = P 10158,551 KN 28 baut 50 mm
I = M 10196,355 KN 28 baut 50 mm
J = N 10158,551 KN 28 baut 50 mm
K 10196,355 KN 28 baut 50 mm
L 9882,452 28 baut 50 mm

Data-data tersebut merupakan data dari hasil perhitungan perencanaan jembatan rangka
baja berdasarkan pada beban yang bekerja pada jembatan dan bentang jembatan. Proses
perhitungan didalam merencanakan profil penampang dan penulangan sambungan didasarkan
Teknik Sipil – Politeknik Negeri Jakarta

Konstruksi Baja, Kelompok 7, 2 Sipil 2 Pagi
101
pada peraturan dan sudah sesuai dengan parameter-parameter yang berlaku. Maka dari itu
berdasarkan hasil perhitungan tersebut, jembatan rangka baja yang kami rencanakan dapat
dikatakan aman terhadap beban yang bekerja pada jembatan tersebut dan dapat digunakan oleh
masyarakat umum.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->