Anda di halaman 1dari 10

Ringkasan Materi Reproduksi Karya Ilmiah Oleh Abdul Hamid

Reproduksi karya ilmiah merupakan bentuk karya ilmiah yang disusun atas dasar karya ilmiah yang telah ada. Bentuk reproduksi karya ilmiah antara lain: ringkasan, ikhtisar, sinopsis, dan resensi. Istilah ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki arti yang sama. Pengertian yang sama juga ditemukan pada American Heritage Dictionary dan MerriamWebsters Ana Bridget Dictionary. Namun istilah ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis memiliki arti yang berbeda dalam dunia tulis-menulis. Ringkasan merupakan salah satu bentuk karangan ilmiah singkat yang berasal dari karangan ilmiah yang panjang. Ringkasan dibedakan dengan ikhtisar. Bila ringkasan disajikan dengan menggunakan bahasa pengarang asli, struktur penyajian, dan gaya bahasa mempertahankan yang asli. Maka ikhtisar menggunakan gaya bahasa, struktur penyajian, dan sudut pandang penulis ikhtisar. Sedangkan sinopsis merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang pada umumnya diterapkan untuk karya naratif, baik fiksi maupun non-fiksi. Contohnya: sinopsis film, sinopsis novel, dan sinopsis drama. Adapun tujuan membuat ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis adalah memahami dan mengetahui isi buku/tulisan/cerita. Dalam membuat suatu ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: 1. Menentukan naskah yang akan dibuat ringkasan (Karya Ilmiah, Naratif); 2. Membaca secara keseluruhan naskah asli untuk mencari gambaran umum; 3. Rumuskan dan tentukan tema ringkasan; 4. Cari ide-ide pokok yang tertuang dalam naskah asli; 5. Cocokan sekali lagi ringkasan yang telah dibuat dengan naskah asli untuk menghindari bagian-bagian penting yang tertinggal. Jenis tulisan yang memiliki hubungan dengan ringkasan dan ikhtisar adalah resensi. Resensi adalah suatu ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku yang bertujuan menyampaikan kepada pembaca apakah sebuah buku atau karya itu layak mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Untuk memberi penilaian secara objektif atas sebuah buku/karya sastra, penulis resensi harus mempertimbangkan dua factor. Pertama, penulis resensi harus memahami tujuan pengarang asli. Kedua, peresensi harus menyadari sepenuhnya maksud dari pembuatan resensi itu. Tujuan prngarang buku dapat diketahui dengan membaca kata pengantar atau bagian pendahuluan buku. Sedangkang dalam meresensi suatu buku atau karya ilmiah ada beberapa pokok penilaian yang harus diperhatikan, antara lain: latar belakang, jenis buku, keunggulan buku, dan nilai buku.

Read more: Reproduksi Karya Ilmiah | Multi Sharing REPRODUKSI KARYA ILMIAH Reproduksi karya ilmiah merupakan bentuk karya ilmiah yang disusun atas dasar karya ilmiah yang sudah ada. Dimana digunakan untuk menggubah karya ilmiah yang sudah ada, baik dalam bentuk ringkasan, ikhtisar maupun resensi buku. Bentuk reproduksi ilmiah antara lain: 1. Ringkasan, Ikhtisar, Sinopsis Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia mengandung makna: a. Sinopsis n ikhtisar karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama- sama dengan karangan asli ynag menjadi dasar sinopsis itu; ringkasan; abstraksi. b. Ringkasan: hasil meringkas; ikhtisar; singkatan cerita, dll. c. Ikhtisar: n pandangan secara ringkas, ringkasan. Jadi pada dasarnya ringkasan, ikhtisar dan sinopsis sama. Hanya saja terjadi perbedaan dalam penggunaan kata- kata tersebut. Sinopsis adalah bentuk meringkas yang mana berasal dari karya ilmiah yang panjang. Biasanya digunakan untuk ringkasan berupa karya fiksi. Ringkasan sendiri sebagai hasil meringkas miniatur karangan aslinya sehingga struktur dan kelengkapan unsur ringkasan harus tetap sama dengan karangan aslinya. Sinopsis mrupakan ringkasan atau ikhtisar yang umumnya diterapkan untuk karya naratif, baik fiksi maupun non fiksi. Biasa ditemukan sinopsis film, sinopsis novel drama pada media massa. Tujuan dalam membuat ringkasan, ikhtisar, maupun sinopsis adalah untuk memahami dan mengerti isi buku/tulisan/ cerita. Langkah- langkah dalam membuat ringkasan antara lain: a. Memilih naskah, cerita ataupun karya tulis yang diinginkan.

b. Naskah perlu dibaca berulang- ulang untuk mendapatkan gambaran tentang naskah tersebut. c. Merumuskan dan mencatat tema (karya ilmiah/ naratif. d. Untuk karya ilmiah, mencatat judul, subjudul, topik danpikiran pokok yang sistematis. Sedangkan untuk naratif, mencatat pokok- pokok pikiran yang ada pada alur cerita. e. Mencocokkan antara yang kita catat dengan naskah ataupun karya ilmiah yang asli. 2. Resensi Resensi adalah suatu ulasan tentang nilai sebuah karya atau buku. Tujuannya sendiri adalah menyampaikan kepada para pembaca apakah sebuah buku atau karya itu layak mendapat sambutan dari masyarakat atau tidak. Pokok- pokok penilaian atau sasaran resensi buku adalah: a. Latar Belakang Dimana perensensi harus memberikan gambaran yang jelas pada pembaca tentang latar buku. Mulai dari tema, tujuan dan diskripsi secara singkat latar penerbitan dan identitas fisik buku. b. Jenis Buku Dimana peresensi buku atau karya sastra dapat menggolongkan karya sesuai dengan kasifikasi ilmu tersebut. Perensensi perlu menunjukkan persamaan dan perbedaan dengan buku lain yang sebanding. c. Keunggulan Buku Perensensi perlu menunjukkan keunggulan dengan memberikan penilaian langsung, dengan memberikan kutipan- kutipan yang tepat dan menunjukkan keunggulan dan kelemahan buku/ karya sastra secara objektif. d. Nilai buku Nilai buku dapat digamabrkan dengan cara mengkritik, memberikan pertimbangan, meniai dan menunjukkan kelebihan dan kekurangan dengan tanggung jawab. Dimana nilai buku menjadi patokan apakah sebuah buku/ karya ilmiah layak untuk dibaca atau tidak.

Contoh Ringkasan Skripsi Jurusan Administrasi Perkantoran. : PENGARUH SEMANGAT DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KARYAWAN PADA PERUSAHAAN DAERAH AIR MINUM (PDAM) KABUPATEN KUDUS Dewi Kusumawarni . 2007. Skripsi JURUSAN Administrasi Perkantoran. ,FAKULTAS Ekonomi,UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2007 Produktivitas kerja dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya untuk meningkatkan produktivitas kerja perlu didukung dengan adanya semangat kerja dan disiplin kerja. Namun, kebenaran argumen ini perlu dibuktikan melalui kegiatan penelitian agar diperoleh jawaban yang benar- benar baik dan memiliki tingkat keakuratan yang tinggi, sehingga dapat dipertanggungjawabkan. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah : (1) Adakah pengaruh semangat dan disiplin kerja terhadap produktifitas kerja karyawan pada Kantor PDAM Kabupaten Kudus ? (2) Seberapa besar pengaruh semangat kerja dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada Kantor PDAM Kabupaten Kudus ? yang nantinya selain berguna bagi peneliti juga diharapkan akan berguna juga bagi karyawan Kantor PDAM Kabupaten Kudus dalam melaksanakan pekerjaannya dalam usaha menumbuhkan semangat kerja dan disiplin kerja yang tinggi dapat dilihat dari tingkat produktifitas kerja karyawan perusahaan itu sendiri. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan kantor PDAM yang berjumlah 92 karyawan. Karena penelitian ini merupakan penelitian populasi, maka dalam hal ini tidak memakai sampel penelitian. Variabel dalam penelitian ini yaitu variabel semangat kerja (X1) yang terdiri dari presensi, tanggung jawab, kerjasama, hubungan yang harmonis, kegairahan kerja dan disiplin kerja (X2) yang terdiri dari ketepatan waktu, mampu memanfaatkan dan menggunakan perlengkapan dengan baik, menghasilkan pekerjaan yang memuaskan, mengikuti cara kerja yang ditentukan oleh perusahaan, memiliki dari sub variabel yaitu hasil kerja dan kualitas. Alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket. Data yang dikumpulkan diolah dengan menggunakan komputasi program SPSS dan dapat dilakukan dengan dianalisis dengan teknik statistika, yaitu regresi linier berganda.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa t1 = 7,026, dan t2 = 4,977 sedangkan t tabel dengan dk pembilang = 2 dan dk penyebut = 89 pada taraf signifikansi 5% = 1,99. Sehingga dapat diketahui bahwa t1 dan t2 > t tabel maka memiliki arti bahwa hipotesis diterima. Adapun besarnya koefisien diterminasi (r2) diperoleh 71,2 % sedangkan sisanya 28,8 % yang merupakan pengaruh dari faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa semangat kerja dan disiplin kerja di Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kabupaten Kudus merupakan faktor yang sangat penting bagi peningkatan produktivitas kerja secara maksimal. Peneliti menyarankan agar membina hubungan yang harmonis antara pimpinan dan bawahan. Hal ini diperlukan agar dalam pelaksanaan tugas antara atasan dan bawahan ada rasa kerja sama dan unsur kekeluargaan. Perlu viiiadanya peningkatan rasa percaya diri pada seluruh pegawai dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya, sehingga hasil yang diperoleh lebih maksimal antara kualitas dan kuantitasnya. Perlu membina hubungan kerja sama antar pegawai dalam pelaksanaan tugas sehingga tidak ada rasa iri dan rasa individual. Dengan demikian tugas yang diberikan dapat terselesaikan dengan rasa senang hati sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal. RINGKASAN , IKHTISAR , SINOPSIS , RESENSI makalah ini disusun guna memenuhi tugas mata kuliah umum bahasa Indonesia dosen pengampu : Ibu Septina

oleh : Dita Ayu Soraya 4101409066 Muhammad Nur Mannan 4201409007 Zara Bunga Namira 4301409035 Latifah Milatillah 7101409113 Ikha Kristina 7101409220 Havid Purnama 8111409016

Universitas Negeri Semarang 2010

BAB I PENDAHULUAN A. Latar belakang masalah Bangsa Indonesia memiliki keanekaragaman budaya yang sangat bervariasi macam dan gayanya. Salah satu budaya luhur yang dimiliki bangsa Indonesia adalah bahasa dan sastra Indonesia,yang harus kita lestarikan. Dalam pengkajian bahasa dan sastra Indonesia, salah satu hasil karyanya adalah karya ilmiah. Karya ilmiah merupakan bentuk karya tulis yang disusun atas dasar pengetahuan ilmiah yang ada. Dalam mengkaji karya ilmiah, perlu adanya pembahasan mengenai reproduksi dari karya ilmiah itu sendiri yakni dalam bentuk ringkasan,ikhtisar,dan sinopsis buku. Untuk itu, pada makalah ini kami akan membahas secara lebih lanjut mengenai ringkasan, ikhtisar ,sinopsis dan resensi. B. Rumusan masalah 1. Apakah pengertian ringkasan,ikhtisar,sinopsis? 2. Apakah perbedaan ringkasan,ikhtisar dan sinopsis? 3. Bagaimana cara penyusunan ringkasan,ikhtisar dan sinopsis? 4. Apakah yang dimaksud dengan resensi ? 5. Apa saja yang menjadi sasaran resensi ? C. Tujuan 1. Mengetahui pengertian dari ringkasan,ikhtisar dan sinopsis 2. Mengetahui perbedaan ringkasan,ikhtisar dan sinopsis 3. Mengetahui cara penyusunan ringkasan,ikhtisar dan synopsis 4. Mengetahui apa yang dimaksud dengan resensi secara lebih mendalam

5. Mengetahui hal-hal apa saja yang menjadi sasaran resensi D. Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini adalah supaya mahasiswa lebih memahami dan mendapat pengetahuan serta wawasan yang lebih mendalam mengenai reproduksi karya ilmiah sehingga diharapkan mampu menerapkannya dalam dunia perkuliahan. BAB II PEMBAHASAN 1. Pengertian ringkasan,ikhtisar dan synopsis Ringkasan merupakan penyajian singkat dari suatu karangan asli, sedangkan perbandingan bagian atau bab dari karangan asli secara proporsional tetap di pertahankan dalam bentuknya yang singkat atau suatu cara yang efektif untuk menyajikan suatu karangan yang panjang dalam bentuk yang singkat. Jadi Ringkasan (precis) merupakan salah satu bentuk karangan ilmiah singkat yang berasal dari karangan ilmiah yang panjang. Ringkasan merupakan suatu keterampilan mengadakan reproduksi dari karya karya ilmiah yang sudah ada. Seorang peringkas harus langsung memulai dengan membuat ringkasan karangan tersebut dengan cara meringkas kalimat- kalimat, alinea- alinea, dan bagian lain. Ringkasan sebagai hasil meringkas merupakan miniatur karangan aslinya sehingga struktur dan kelengkapan unsur ringkasan harus sama dengan karangan aslinya.Tujuan membuat ringkasan adalah memahami dan mengetahui isi buku/tulisan/cerita. Pelatihan- pelatihan untuk mencapai tujuan tersebut dimulai dengan membaca karangan/ cerita dengan cermat serta menuliskan kembali dengan tepat. Peringkas harus mampu membedakan gagasan- gagasan utama dengan gagasan-gagasan pengembang. Kemampuan untuk membedakan tingkatan-tingkatan gagasan akan membantu menemukan gagasan utama tulisan yang dibaca. Menurut Juhara (2003), ikhtisiar adalah penulisan pokok-pokok masalah penulisannya tidak harus berurutan, boleh secara acak atau disajikan dalam bahasa pembuat ikhtisar tanpa mengubah tema sebuah wacana. Ikhtisiar berfungsi sebagai garis-garis besar masalah dalam sebuah wacana yang berukuran pendek atau sedang. Ikhtisiar yaitu penyajian singkat dari suatu karangan asli yang tidak perlu memberikan isi dari seluruh karangan itu secara proporsional.Jadi Ikhtisar dapat diartikan sebagai ikhtisiar (summary) suatu bagian dari tulisan yang menyampaikan suatu informasi yang penting dari sebuah tulisan dalam bentuk yang sangat singkat. Ikhtisar menggunakan gaya bahasa,struktur penyajian dan sudut pandang dari penulis ikhtisar itu sendiri . Inilah yang membedakan ikhtisar dengan ringkasan. Sedangkan menurut Moeliono (1988) sinopsis adalah karangan ilmiah yang biasanya diterbitkan bersama-sama dengan karangan asli. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak. Sinopsis merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang pada umumnya diterapkan untuk karangan naratif, baik fiksi maupun nonfiksi. Sering ditemukan sinopsis film, sinopsis novel, sinopsis drama pada media masa . Tujuan akhir dari membuat sinopsis, ikhtisiar, dan ringkasan adalah sebagai suatu usaha bagaimana cara meningkatkan minat pembaca dalam membaca buku, karena dengan begitu dapat meningkatkan pengetahuan mereka. 2. Perbedaan ringkasan,ikhtisar dan sinopsis Pada prinsipnya synopsis, ringkasan dan ikhtisiar, sama-sama meringkas suatu cerita atau bacaan yang kita baca dengan mengambil intisari atau ide pokok dari suatu karangan yang kita baca. Perbedaan ini dapat dilihat melalui contoh berikut ini. Contoh ringkasan a) Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang yang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang, mengheningkan cipta selama 60 detik. Hal itu mereka lakukan untuk mengenang peristiwa mengerikan ketika Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di kota itu tanggal 6 Agustus 1945. b) Orang-orang yang hadir di Peace Memorial Park Hiroshima itu mengenakan ikat kepala untuk mengenang tewasnya sekitar 14.000 orang akibat bom. c) Menurut Tadatohsi Akiba, Walikota Hiroshima, akhir perang dunia II tidak secara otomatis mengantarkan kita ke abad perdamaian dan kemanusiaan. Masih banyak bentuk kekerasan lain. d) pelepasan ratusan burung dara putih dan paduan suara anak yang menyanyikan lagu perdamaian turut menyemarakan upacara peringatan itu. e) Jepang menyerah pada Perang Dunia II, tanggal 15 Agustus 1945. Contoh Ikhtisiar Sekitar 30.000 hingga 50.000 orang berkumpul di kota Hiroshima, Jepang untuk mengenang peristiwa jatuhnya bom atom di kota itu pada tanggal 6 Agustus 1945 yang menewaskan sekitar 14.000 jiwa. Mereka bersama-sama mengheningkan cipta selama 60 detik dan melepaskan

ratusan burung dara pada upacara peringatan ini. Upacara tersebut akan dilanjutkan pada hari Kamis 9 Agustus 2001 di kota Nagasaki yang 56 tahun yang lalu juga dibom oleh AS sehingga menewaskan sekitar 70.000 orang pada peringatan itu Perdana Menteri Jepang Junichiro Koizumi meminta kepada seluruh dunia untuk menghapus senjata nuklir. Contoh sinopsis Synopsis Cerpen Bulan Mati. Seorang laki-laki bernama Enos dan wanita bernama Ina saling jatuh cinta. Kedua keluarga, baik dari pihak Enos maupun Ina tidak menyetujuinya dan menentang keras hubungan mereka. Masalah kehormatan dan adat istiadat membuat jarak panjang yang tak terselesaikan. Kedua ayahnya mengancam akan membunuh jika mereka masih saling mencintai. Ancaman ini bukan hanya kepada Enos dan Ina tetapi juga kepada ayah mereka masing-masing. Ketika Enos sedang berduaan dengan Ina muncullah Amalodo, ayah Ina dengan amarahnya. Ia langsung menembak Enos hingga meninggal kemudian Amalodo meladeni berduel ketengah lautan Matekato, ayah Enos. Mereka memancing bersama. Mungkin inilah bentuk berduel ala mereka. Pemenangnya yang mendapatkan ikan paling banyak, paling besar, atau yang pertama memperoleh ikan. Namun, sayang sekali saat itu bulan mati, sehingga tidak ada ikan. Yang terkena kail malah mayat Ina. Ina telah mati menceburkan diri kelaut mengikuti Enos. Ringkasan disajikan dengan menggunakan bahasa pengarang asli,struktur penyajian dan gaya bahasa mempertahankan yang asli. Berbeda dengan ringkasan, ikhtisar tidak perlu mempertahankan urutan isi karangan asli. Selain itu ikhtisar juga tidak perlu memberikan isi dari karangan secara profesional. Penulis ikhtisar dapat langsung mengemukakan inti atau pokok masalah dan problematika pemecahannya. Sebagai ilustrasi, beberapa bagian atau isi dari beberapa bab, dapat diberikan untuk menjelaskan inti atau pokok masalah tersebut. Sementara bagian atau pokok yang kurang penting dapat dihilangkan. Bentuk ikhtisar lebih bebas daripada ringkasan. Sedangkan sinopsis merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang pada umumnya diterapkan untuk karya naratif baik fiksi maupun nonfiksi. 3. Cara penyusunan ringkasan , iktisar dan sinopsis Berikut ini beberapa pegangan yang dipergunakan untuk membuat ringkasan yang baik dan teratur. 1. Memilih naskah yang sesuai dengan bidang yang diminati 2. Membaca naskah asli sekali atau dua kali, kalau perlu berulang kali untuk mengetahui kesan umum tentang karangan tersebut secara menyeluruh. Penulis ringkasan juga perlu mengetahui maksud dan sudut pandangan penulis naskah asli. 3. Mencatat tema dan gagasan utama 4. Mencatat judul,subjudul,topic dan pikiran pokok secara sistematis. 5. Mencocokan catatan dengan naskah asli untuk menemukan bagian bagian yang belum terekam dalam catatan. Cara membuat ikhtisiar adalah sebagai berikut : a) Membaca naskah asli beberapa kali (setidak-tidaknya dua kali). b) Membuat kerangka bacaan dengan menuliskan pikiran utama atau pikiran pokokj yang terdapat dalam naskah. c) Menulis ihtisiar. Yang menjadi dasar sinopsis itu adalah ringkasan dan abstrak. Cara membuat sinopsis adalah sebagai berikut : a) Membaca naskah asli terlebih dahulu untuk mengetahui kesan umum penulis. b) Mencatat gagasan utama dengan menggarisbawahi gagasan yang penting. c) Mmenulis ringkasan cerdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah kedua. Gunakanlah kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli. d) dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau garis besarnya saja. e) synopsis tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan karya yang asli. 4. Resensi Resensi berasal dari bahasa latin yaitu recensese yang berarti melihat kembali,menimbang, atau menilai. Jadi arti dari resensi mengacu pada mengulas sebuah buku. Konteks ini member arti penilaian, mengungkap secara sekilas ,membahas atau emngkritik buku yang bertujuan menyampaikan kepada pembaca apakah buku atau karya ilmiah tersebut layak diterima atau tidak dimasyarakat. Selain itu, resensi juga memilki tujuan yang lain yakni sebagai berikut : 1. Memberikanpemahaman tentang apa yang tampak dan terungkap pada buku.

2. Mengajak pembaca untuk memikirkan fenomena dalam buku. 3. Memberi pertimbangan kepada pembaca pakah sebuah buku pantas atau tidak mendapat sambutan dari masyarakat. 4. Setelah membaca resensi, calon pembaca berminat mencocokan dengan bukunya. 5. Bisa dijadikan sumber informasi bagi orang yang tidak banyak punya waktu untuk membaca bukunya. Ada tiga pola tulisan resensi buku , yakni meringkas, menjabarkan dan mengulas. Meringkas artinya menyajikan semua persoalan buku secara padat dan jelas. Bila sebuah buku menyajikan banyak persoalan dan alternatif pemecahannya,untuk itu perlu dipilih sejumlah masalah yang dianggap penting dan ditulis dalam suatu uraian yang benar. Menjabarkan mengandung arti mendiskripsikan hal-hal yang menonjol dalam buku. Konteks ini meyakinkan kita tentang materi resensi bias dikaitkan dengan situasi sesuai di masyarakat. Lewat pembaca , masyarakat diharapkan bias mengatasi persoalan yang dihadapi. Mengulas berarti peresensi member penafsiran atau memasukkan pendapatnya dalam tulisan itu. Peresensi member masukan kepada penulis baik mengenai kelebihan buku atau kekurangan dan kelemahan buku tersebut. Yang utama dalah peresensi bisa mempertimbangkan inti dari buku sehingga pembaca dapat memahami isi dari buku dengan bahasa yang komunikatif dan menarik . 5. Sasaran resensi Pokok-pokok penilaian atau sasaran resensi buku adalah sebagai berikut : a. Latar belakang Peresensi perlu memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca akan latar belakang buku/ karya sastra yang mencangkupi tma,tujuan penulisan dan seskripsi singkat mengenai buku/karya sastra yang diresensi. Deskripsi dapat berupa gambaran isi secara singkat (abstraksi,ringkasan,ikhtisar,synopsis) dan dapat pila mengenai latar belakang penerbitan dan identitas fisik buku/karya sastra. Dengan demikian, sebelum disajikan analisis dan penilaian buku.karya sastra,pembaca mengetahui serba sedikit mengenai buku tersebut. b. Jenis buku Pada umunya pembaca ingin mengetahui sesuatu bila sebuah buku/karya sastra baru diterbitkan.Peresensi perlu menunjukkan buku/karya sastra baru tersebut masuk golongan buku/karya sastra yang ana berdasarkan klasifikasi bidang ilu. Peresensi perlu ula menunjukkan perbedaan dan persamaan dengan buku ain yang sebidang. dengan deimikian,pembaca akan melihat semua sisi dan secara lebih konkret memberikan penilaian.Dengan mengadakan perbandingan itu diharapkan pembaca akan lebih tertarik untuk mengetahui isi buku secara keseluruhan. c. Keunggulan buku Faktor lain yang dapat digunakan untuk memberikan evaluasi adalah segi yang menarik dari buku/karya sastra yang diresensi. Buku yang berisi bidang yang sama dapat berbeda dalam pola penyajian maupun penekanan pokok-pokok bahasan yang menyebabkan perbedaan nilai dan keunggulan buku. Hal yang perlu diperhatikan untuk melihat keunggulan buku / karya sastra yang pertama adalah segi organisasi isi. Kedua yaitu teknik penyajian , pencetakan , perjilidan dan layout. Kesalahan dalam pencetakan dapat merusak struktur isi dan kecantikan buku / karya sastra. Peresensi buku/karya sastra harus dapat menunjukan keunggulan dan kelemahan buku/karya sastra secara jujur dan obyektif. d. Nilai buku Tugas pokok peresensi adalah memberikan sugesti kepada par apembaca apakah sebuah buku/karya sastra layak dibaca atau ditontonataukah tidak. Keempat sasaran penilaian (organisasi , isi , bahasa , dan tekhnik penyajian ) tidak dapat diterapkan secara mekanis. Sering suatu unsur mendapat penekanan lebih dari unsur lain. Penulis resensi mungkin merubah urutan sasaran penilaian atau menekankan bagian lain yang kurang dipentingkan diulas secara singkat. Nilai sebuah buku akan lebih kelihatana jika dibandingkan dengan buku-buku lain yang sejenis, baik yang ditulis oleh pengarang yang sama ataupun oleh pengarang yang berbeda.

BAB III SIMPULAN Sinopsis, ringkasan dan ikhtisar memiliki makna yang sama dan dapat dipertukarkan penggunaannya. Ringkasan merupakan salah satu bentuk karangan ilmiah singkat yang berasal dari karangan ilmiah yang panjang yang disajikan dengan menggunakan bahasa pengarang asli, struktur penyajian dan gaya bahasa mempertahankan keasliannya. Ikhtisar disajikan dengan gaya bahasa , struktur penyajian dan sudut pandang dari penulis ikhtisar itu sendiri. Penulis ikhtisar dapat memilih pokok-pokok yang dianggap penting untuk disajikan dalam iktisar. Sinopsis merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang pada umumnya diterapkan untuk karya naratif, baik fiksi maupun nonfiksi. Resensi merupakan suatu ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku. Pokok-pokok penilaian atau sasaran resensi buku adalah latar belakang, jenis buku, keunggulan buku, dan nilai buku.

DAFTAR PUSTAKA http://gencistra.blogspot.com/2009/02/13 (diakses tanggal 29 September 2010) http://ulas_buku.blogspot.com (diakses tanggal 29 September 2010) administrator."menulis sinopsis ikhtisar dan ringkasan."http://pusatakademik.blogspot.com/2008/10/menulis-sinopsis-ikhtisar-dan-ringkasan.html (diakses tanggal 29 September 2010) administrator."pengertian ringkasan."http:// pengertian-ringkasan.html (diakses tanggal 29 September 2010) Reproduksi Karya Ilmiah by. Lintang Pamor Alfi Mardani Reproduksi karya ilmiah adalah sebuah bentuk karya ilmiah yang dibentuk dari dasar karya ilmiah yang ada. Dimaksudkan bahwa karya ilmiah ini bisa mengubah kembali karya ilmiah yang sudah ada, baik dalam bentuk ringkasan, resensi buku, pustaka, dan lain lain. Banyak sekali istilah yang ada dalam reproduksi karya ilmiah, misalnya ada istilah ringkasan, ikhtisar, dan sinopsis. Ditinjau dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, American Haritage Distionary, dan Merriam Webbsters Anabridged ketiga istilah ini memiliki arti sama. Namun dalam hal penggunaan penulisan dibedakan.Adapula ringkasan yaitu suatu ketrampilan mengadakan reproduksi dari karya ilmiah yang sudah ada. Dalam meringkas harus sama dengan aslinya tidak boleh banyak perubahan. Hal yang membedakan antara ringkasan dengan ikhtisar yaitu harus disajikan dalam semua bagian karangan asli yang diringkas dan sebaliknya yaitu dapat memilih pokok-pokok yang dianggap penting untuk disajikan. Selain itu ada juga sinopsis yang merupakan ringkasan dan atau ikhtisar yang umumnya untuk karya naratif. Ini berguna membantu pembaca mengetahui isi/tulisan/cerita pada karangan/cerita tertentu. Adapula abstraksi yang sering digunakan pada laporan penelitian, skripsi,dan tesis. Dalam membuat sinopsis, ringkasan, ringkasan, dan ikhtisar diantaranya bisa memilih naskah yang sesuai bidang; membaca naskah asli dan dibaca berulang ulang; menentukan tema; mencatat judul, subjudul,topik dan pikiran pokok; mencocokan catatan dengan naskah asli. Resensi merupakan sebuah ulasan mengenai nilai sebuah karya atau buku. Hal ini bertujuan membantu menyampaikan kepada pembaca apakah karya itu layak dibaca pembaca atau tidak. Terdapat faktor pertimbangan dalam penulisan resensi yaitu harus lebih memahami benar tujuan

pengarang asli dan harus menyadari apa maksud pembuat resensi. Selain itu dalam resensi ada juga pokok- pokok penilaian resensi buku adalah sebagai berikut pertama latar belakang dimana penulis harus memberikan gambar jelas mengenai latar belakang penerbitan dan identitas fisik buku atau karya sastra; kedua jenis buku, penulis perlu menunjukkan perbedaan dan persamaan dengan buku lain yang sebidang, sehingga pembaca bisa melihat semua sisi dan bisa memberikan penilaian konkret supaya pembaca lebih tertarik; ketiga keunggulan buku, hal yang perlu diperhatikan yaitu dari segi organisasi isi yang harus diberi penekanan tertentu pada bagian isi, selain itu juga dilihat dari segi penggunaan bahasa yang jelas, teratur, taat asas, indah, dan ekspresif.Selanjutnya ada teknik penyajian, pencetakan, penjilidan, dan lay out. Dalam hal ini harus dapat menunjukkan keunggulan dan kelemahan buku secara jujur dan objektif; Keempat nilai buku,harus bisa memberikan kritikan yang berarti memberikan pertimbangan, menilai, dan menunjukkan kelebihan serta kekurangan dengan penuh tanggung jawab. Sehingga bisa mempengaruhi para pembaca apakah sebuah buku/karya sastra layak dibaca/ditonton atau tidak. Selain itu juga harus memiliki sasaran yaitu pada organisasi, isi, bahasa, dan teknik penyajian. Mungkin dari hal tersebut penulis bisa memberi penilaian pada bagian tertentu yang kurang penting dapat diulang secara singkat.Jadi akan lebih kelihatan nilainya dibanding buku lain. Contoh berdasarkan prodi pendidikan matematika 1. Ringkasan Persamaan diferensial Biasa dan Aplikasinya Materi yang termuat dalam buku ini yaitu mengenai jenis-jenis PersamaanDiferensial Biasa (PDB) Tingkat Satu Derajat Satu, yaitu terpisahkan, reduksi terpisahkan, koefisien fungsi linear, eksak dan tidak eksak, linear tingkat satu, Bernoulli, dan Riccati. Pembahasan mengenai PDB tingkat dua dan tingkat tingga meliputi penyelesaian dengan metode koefisien tak tentu, variasi parameter,transformasi Laplace, dan juga deret pangkat. Aplikasi yang dimunculkan antara lain trayektori ortogonal, peluruhan radioaktif, pertumbuhan populasi, hukum pendinginan Newton, rangkaian listrik seri RLC, masalah campuran, gerakan pendulum, getaran mekanis, bidang fase, serta sistem PDB beserta aplikasinya. Buku ini menyediakan langkah-langkah analitik bagi penyelesaian PDB, baik secara manual maupun dengan bantuan program Maple sesuai langkah analitik. Di sini diberikan juga perintah-perintah menggunakan Maple untuk menyelesaikan PDB secara langsung tanpa langkah seperti analitik. Dengan bantuan Maple dapat diperoleh visualisasi yang menjelaskan mengenai persamaan dan penyelesaiannya sehingga memudahkan analisis terhadap masalah. Pada setiap pasal diberikan contoh soal bervariasi yang diselesaikan dan juga soal-soal latihan yang cukup banyak bagi pembaca dengan harapan dapat melatih mengidentifikasi jenis persamaan beserta metode penyelesaian yang sesuai. ISBN:978-979-756-718-7. Tahun terbit : 2010. Penulis: Didit Budi Nugroho.

2. Sinopsis Persamaan Diferensial Biasa dan Aplikasinya (PDB) Dalam membahas pada materi persamaan diferensial biasa dan aplikasinya mengenai jenis-jenis persamaan diferensial, cara-cara penyelesaian dan berbagaiaplikasinya. Materi PDB dimulai dari turunan dan integral, gambaran mengenai aplikasi persamaan diferensial, lalu jenis dan penyelesaian persamaan diferensial sertaaplikasinya. Pembahasan dan contoh-contoh persamaan diferensial dibuat berjenjang dari yang mudah sampai yang lebih sulit sehingga mudah dipahami baik dari mahasiswa jurusan matematika maupun yang bukan jurusan matematika. Cocok juga untuk mahasiswa jurusan teknik elektro, teknik kontrol, teknik komputer, teknikinformatika dan yang sejenis. Pembahasan materi meliputi: Turunan IntegralPengertian Persamaan Diferensial Persamaan Diferensial Terpisahkan PD LinearOrde Satu Persamaan Diferensial Pasti Persamaan Diferensial Bernoulli Aplikasi PD Orde Satu PD Linear Orde Dua Homogen Persamaan Diferensial Orde Dua Homogen Aplikasi Persamaan Diferensial Orde Dua Persamaan Diferensial Orde-NTransformasi Laplace. 3. Ikhtisar Persamaan Diferensial Biasa dan Aplikasinya (PDB) Pada buku ini menjelaskan kepada pembaca yang sedang mempelajari materipersamaan diferensial terutama untuk mahasiswa sains.Dalam hal ini dituangkan kembali dari awal yaiu dasar sampai penerapan persamaan diferensial yang merupakan penyelesaian masalah-masalah dalam aplikasi matematika. Sehingga ini sangat baik digunakan sebagai salah satu lagkah awal pembelajaran PDB dari yang sederhana sampai yang rumit dan baik digunakan untuk penelitian juga. Untuk memperjelas supaya pembaca mudah mengerti maka disediakan gambar-gambar ilustrasi dan contoh-contoh serta latihan-latihan soal. Supaya pembaca bersemanngat dalam belajar mata kuliah Persamaan Diferensial Biasa dan Aplikasiya. Untuk bisa mudah mempelajari mata kuliah ini harus mahir dulu dalam bidang kalkulus. Selain itu dalam pembelajaran mata kuliah ini juga dilengkapi aplikasi software canggih yaitu program aplikasi Mapel dimana aplikasi tersebut bisa membantu pembaca agar lebih mengerti pada waktu

melakukan pengecekkan jawaban serta cara mengerjakannya. Sehingga mengidentifikasi masalah bisa mengetahui bagaimana cara yang benar dan tepat.

pada

saat

4. Resensi Persamaan Diferensial Persamaan Diferensial Biasa (PDB) adalah persamaan yang melibatkan satu atau lebih turunan fungsi satu peubah. Solusi dari PDB adalah fungsi tertentu yang memenuhi persamaan tersebut. Berikut beberapa contoh PDB : Persamaan Diferensial Biasa Solusi Umum

dengan c adalah sembarang konstanta yang tidak diketahui. Sehingga solusi PDB di atas disebut juga solusi umum. Solusi khusus bisa diperoleh bila ada lagi persamaan yang merupakan syarat batasnya.Secara umum,ditulis : sehingga diperoleh, Persamaan Diferensial Biasa Syarat Batas Solusi : -1 t +4 Walaupun ada banyak metode untuk mencari solusi analitik dari Persamaan Diferensial Biasa (PDB), tetapi pada umumnya terbatas pada PDB yang spesifik. Pada kenyataannya banyak PDB yang tidak dapat dicari solusi analitiknya tetapi solusi numeriknya dapat diperoleh. Walaupun solusi analitik dapat diperoleh tetapi rumit, biasanya lebih dipilih solusi numeriknya. 1. Metode Deret Taylor, dasarnya adalah merepresentasikan solusinya dengan beberapa suku deret Taylor. Solusi persamaan diferensial tersebut dapat ditulis dalam bentuk deret Taylor: Bila hanya sampai suku 1 : n!hnx(n)(t) pada Deret Taylor, maka dinamakan metode Deret Taylor orde-n. Metode Deret Taylor orde-1 disebut metode Euler. Untuk mencari solusi numerik dari PDB: sepanjang selang [a, b], dua suku pertama pada deret Taylor yaitu: x(t + h) x(t) + hx(t) . sehingga dapat ditulis = x(t + h) = x(t) + hf(t, x(t)) . Yang dapat digunakan mulai t = a sampai ke t = b dengan n-langkah yang panjang langkahnya h = (b a) /n. Contoh: Tentukan x(2) dengan menggunakan Metode Euler (n = 4) untuk persamaan Diferensial : bila diketahui syarat awal x(1) = 4 Penyelesaian: Untuk memperoleh hampiran yang lebih akurat, dapat digunakan Metode Deret Taylor orde yang lebih tinggi. Perhatikan persamaan diferensial berikut ini: dan Bila PD tersebut diturunkan beberapa kali terhadap t, diperoleh:

x = diperoleh: 2. Metoda Runge - Kutta orde 2 dan 4 Penggunaan metode Taylor memerlukan penurunan fungsi f(t, y) secara analitik. Berikut akan diperkenalkan metode untuk menghasilkan yi dengan akurasi yang sama seperti metode Taylor tanpa melakukan penurunan terhadap fungsi f(t, y). Metode yang paling sederhana adalah metode Runge Kutta orde 2. Perhatikan deret Taylor untuk y(t + h) sebagai berikut y(t + h) = y(t) + hy(t) +12 hy(t) + . . .32. Bentuk y(t) dan y(t) diubah menjadi bentuk f(t, y) dan turunan - turunan parsialnya. Perhatikan bahwa y(t) = f(t, y) (27). Dengan menggunakan aturan rantai untuk fungsi dua peubah persamaan dan mensubstitusikan persamaan (27) ke bentuk berikut diperoleh : y(t) = ftt, y + fy(t, y) , y(t) = ft(t, y) + fy(t, y)f(t, y). Sehingga deret Taylor y(t + h) dapat diubah menjadi: y(t + h) = y(t) + hf(t, y) +[ft(t, y) + fy(t, y)f(t, y)] + . . . Perhatikan metode Runge - Kutta orde 2 yang menggunakan kombinasi linear 2 fungsi untuk menyatakan y(t + h) = y(t + h) = y(t) + Ahf0 + Bhf1 (28) dengan f0 = f(t, y) dan f1 = f(t + Ph, y + Qhf0). Kita perlu mencari nilai - nilai A,B, P,Q sehingga persamaan (28) akurat. Ekspansi Taylor untuk fungsi dua peubah f1 sebagai berikut. f1 = f(t, y) + Phft(t, y) + Qhfy(t, y)f(t, y) + . . .Sub.persamaan ini ke persamaan (28) diperoleh persamaan untuk y(t + h) y(t + h) = y(t) + (A + B)f(t, y) + BPh2ft(t, y) + BQh2fy(t, y)f(t, y) + . . . sehingga diperoleh persamaan - persamaan berikut : hf(t, y) = (A + B)hf(t, y) A + B = h2ft(t, y) = BPh2ft(t, y) BP =, h2fy(t, y)f(t, y) = BQh2fy(t, y)f(t, y) BQ =,

Solusi yang sesuai dengan keadaan ini adalah P = 1 Q = 1 A = B = Secara umum, metode Runge - Kutta orde 2 adalah sebagai berikut y(t + h) = y(t) + (f0 + f1) dengan f(0) = hf(t, y) dan f1 = hf(t + h, y + f0).