Anda di halaman 1dari 7

SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN Pasal 1 PENJELASAN UMUM

1. 1.

Pekerjaan yang dilaksanakan adalah Pemasangan Paving Blok Jalan Lingkungan. Pekerjaan harus dikerjakan sesuai dengan : Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS). Pengesahan Gambar-gambar oleh Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar.


1.

Petunjuk-petunjuk, unsur teknik (direksi) secara lisan berdasarkan AV. 1941, PUBB 1 965 dan PBI 1971/PBI 1984. Risalah Aanwijzing. Lingkup pekerjaan adalah : Pekerjaan Pendahuluan /Persiapan. Pek. Mutual Check Nol (MC-0). Pek. Pengadaan Papan Proyek. Pek. Administrasi dan Dokumentasi. Quality Qontrol Pekerjaan Fisik Galian Tanah. Pas. Batu Kali 1 : 4. Pasangan Kanstein Pracetak (15 x 30 x 40). Pek. Timbunan Sirtu. Pek. Timbunan Pasir. Pek. Plesteran/Spesi/Perekat 1 : 3. Pemadatan memakai stamper. Pek. Pemasangan Paving Blok Type Segi Empat/Kotak T : 8 CM, K : 300. Pek. Pemasangan Paving Blok Type Topi Uskup T : 8 CM, K : 300. Pek. Plat Beton Bertulang.

Pekerjaan Akhir. Pek. Asbuild Drawing.

Pasal 2 PERSYARATAN TEKNIK/SITUASI UKURAN DAN PEIL

1. 2.

Situasi/lokasi kegiatan pekerjaan Jalan Lingkungan terletak di kecamatan : Kec. Tallo. Nol Peil (+0,00) didapatkan pada saat peninjauan lapangan dan disaat pengukuran MC-NOL (sama dengan nol peil jalan yang ada disekitar lokasi kegiatan yakni dari permukaan tanah. Peil nol disesuaikan dengan gambar bestek). Ukuran-ukuran lainnya berdasarkan gambar kerja. Jika ternyata terdapat kehilafan/keraguan penyadia jasa harus memberitahukan kepada pihak direksi.

3. 4.

Pasal 3 PEKERJAAN PEMBERSIHAN DAN GALIAN TANAH

1. 2. 3. 4.

Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu lokasi dibersihkan dari akar-akar kayu dan tanah humus. Lokasi tempat kegiatan pekerjaan yang akan berlangsung harus dibersihkan dari bahan organis. Galian tanah harus sesuai dengan gambar kerja yang direncanakan dan tanah bekas galian dibuang diarea sesuai petunjuk direksi/pengawas lapangan. Pekerjaan timbunan harus dikerjakan dengan baik, lapis demi lapis sesuai dengan gambar kerja.

Pasal 4 PERSYARATAN KWALITAS BAHAN

1.

Tanah

Tanah yang bebas dari zat-zat organic dan bersih dari sisa-sisa akar tumbuhan, sedang kandungan tanah liat tidak boleh lebih dari 25%.

1.

Pasir

Pasir urug, pasir berasal dari sungai yang sudah bersih dan bebas dari zat-zat non organik dan bebas dari Lumpur. Pasir pasangan/pasir beton, pasir bersih berasal dari sungai dengan diameter rata-rata 0,5 s/d 2 mm dan bebas dari kandungan tanah, kandungan zat-zat organik dan kimia, dipakai untuk pasangan batu/beton.

1.

Batu gunung/batu kali

Batu gunung/batu kali untuk pasangan pondasi dipakai yang bermutu baik dari hasil produksi lokal, ukuran-ukuran harus sama, padat dan tidak retak-retak serta kekurangan-kekurangan lain yang akan mempengaruhi kwalitas pekerjaan. Batu kali/batu gunung untuk pondasi dan pasangan batu kosong dipakai batu kali yang dibelah atau batu gunung dengan ukuran pecahnya maksimum 30 cm dan bersih dari jamur atau zat lainnya.

1.

Bahan Beton

Batu pecah untuk pasangan beton dipakai dari jenis yang kekerasannya sama, diameternya beraneka ragam (1-2 cm) dan harus bersih, bebas dari segala macam kotoran dan bahan kimia.

1.

Portland Cement

Portland cement untuk campuran speci / plesteran dan campuran beton dipakai PC produksi dalam negeri yang bermutu baik (Tonasa, Gresik, Cibinong, dan lain-lain) dan bukan Portland Pozzoland Cement (PPC).

1.

Kayu

Kayu yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah kayu kelas III (kayu mangga), Kayu kelas III adalah kayu-kayu yang termasuk kelas kuat nomor 3 (berdasarkan PPKI) yang mutunya diperiksa dan disetujui direksi.

1.

Besi Beton Besi beton, angker, beugel, digunakan buatan lokal, produksi dalam negeri dan yang dipilih bentuknya bulat sempurna, sedangkan beugel, untuk kuda-kuda dari besi pilihan yang bermutu baik. Baja tulangan yang digunakan adalah baja yang kwalitasnya sesuai dengan ditentukan dalam SII dan PBI 71.

Besi beton harus bersih dari lapisan minyak lemak, karat dan bebas dari cacat-cacat seperti serpih dan sebagainya, serta berpenampang bulat. Dimensi dan ukuran penampang bulat besi beton/baja tulangan harus sesuai dengan petunjuk gambar kerja (memenuhi batas toleransi minimal) seperti yang diisyaratkan dalam PBI 71.

Besi beton/baja tulangan yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi pekerjaan dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari direksi.

Kawat pengikat harus terbuat dari baja lunak dengan diameter 1 mm dan tidak bersepuh seng.

Pasal 5 PEKERJAAN PONDASI

1. 2.

Pekerjaan pondasi batu gunung/batu kali memakai adukan 1 semen : 4 pasir. Pelaksanaan pekerjaan pondasi atau pasangan batu harus diukur secara cermat dilapangan dan dilaksanakan dengan ukuran-ukuran dan ketinggian serta bentuk seperti yang tercantum dalam gambar kerja/bestek.

Pasal 6 PEKERJAAN URUGAN

Urugan dibawah lapisan paving blok type segi empat/kotak dipakai pasir urug atau dengan sirtu urug (disesuaikan dengan gambar), yang dipadatkan mengunakan alat pemadat (stamper/alat berat) dan disiram air sampai padat betul dengan ketinggian sesuai dengan gambar. Pasal 7 PEKERJAAN PLAT BETON BERTULANG

Dalam Pekerjaan Pemasangan Paving Blok type segi empat/kotak (T : 8 CM, K : 300) dan type topi uskup (T : 8 CM, K : 300) hanya menggunakan Beton tanpa tulangan (beton ringan) pada pekerjaan cor kanstin (apabila diminta sesuai gambar/bestek) dan pekerjaan plat duiker dengan persyaratan sebagai berikut :

Untuk kanstin digunakan cor beton dengan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah atau menggunakan cor beton pra cetak (sesuai gambar/bestek). Pekerjaan cor kanstin/beton pracetak dan pekerjaan plat duiker harus datar, tidak berombak dan tidak retak. Plat beton bertulang campuran 1 semen : 2 pasir : 3 batu pecah, digunakan sebagai plat pelintas antara jalan (sesuai gambar/bestek).

Pasal 8 PEKERJAAN KAYU

Kayu yang digunakan adalah kayu kelas III (kayu mangga) hanya digunakan untuk mall bekisting.

Pasal 9 PEKERJAAN SPESI / PLESTERAN

Adukan 1 semen : 3 Pasir untuk pekerjaan spesi / plesteran, pada nat kanstin spesi kiri, kanan dan bawah untuk posisi kanstin (15 x 30 x 40 cm) rebah, sedang untuk kanstin (15 x 30 x 40 cm) yang posisi tertanam diberikan spasi pada nat kiri kanannya saja serta plesteran didinding pondasi batu kali, bahan sebelum digunakan harus terlebih dahulu dipastikan telah bebas dari zat-zat kimia, tanah, dsb.

Pasal 10 PEKERJAAN PAVING BLOCK DAN KANSTEIN

1.

2. 3.

Paving blok type segi empat/kotak, type topi uskup, ketebalan 8 dan 6 cm (sesuai gambar bestek) dan kanstein (15 x 30 x 40 cm) yang akan digunakan/dipasang dilapangan harus telah melalui uji sampel (minimal 10 buah) pada laboratorium struktur dan harus memenuhi standar mutu yang dipersyaratkan yaitu K 300, hasil lab. pengujian dari dan telah ditandatangani/diserahkan oleh kepala lab. harus diperlihatkan/diserahkan kepada direksi teknik serta mendapat dukungan/jaminan kwalitas dan kwantitas dari pabrik/supplier (Surat Perjanjian). Pemasangan Kanstin (15 x 30 x 40 cm) dilakukan diawal pekerjaan agar bisa menjadi batas / area yang akan dikerja, sedangkan posisi kanstin disesuaikan dengan gambar bestek. Sebelum pemasangan paving blok type segi empat/kotak (T : 8 CM, K : 300) terlebih dahulu ditimbun dengan sirtu selanjutnya dengan pasir urug (sesuai gambar/bestek) lalu dipadatkan dengan stemper atau disiram air sebanyak-banyaknya agar menjadi padat betul, selanjutnya untuk pemasangan paving blok type topi uskup dilakukan pada akhir pekerjaan dan ditempatkan diantara paving blok type segi empat/kotak (T : 8 CM, K : 300) dan kanstein (T : 8 CM, K : 300). Untuk pemasangan paving blok type segi empat/kotak (T : 8 CM, K : 300) dan type topi uskup (T : 8 CM, K : 300) harus sesuai gambar kerja dan petunjuk teknis dari direksi.

4.

Pasal 11 PEKERJAAN DUIKER

1. 2. 3.

Pekerjaan pondasi menggunakan pasangan batu kali/gunung dengan campuran 1 Semen : 4 Pasir Pada Plat Duiker menggunakan cor beton dengan Camp : 1 semen : 2 Pasir : 3 Kerikil dengan Tulangan menggunakan Besi 14, 12 10 dan 6 Untuk lantai saluran / bodem digunakan campuran 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil/batu pecah, selanjutnya, ini dimaksud agar lantai duiker tahan dan kedap air.

4.

Pada dinding saluran/duiker (bagian dalam) diplester dengan campuran 1 semen : 3 pasir.

Pasal 12 PENGGUNAAN AIR KERJA 1. Untuk keperluan air kerja selama proyek, pemborong mempersiapkan / menyediakan air yang cukup bersih berupa air tanah, air sumur galian / sumur pompa atau air PDAM yang tidak banyak mengandung unsur-unsur asam maupun garam serta zat-zat kimia dan kotoran lainnya dengan kadar yang berlebihan, sehingga air tersebut tidak mengurangi/merusak mutu konstruksi yang dihasilkan. Air laut, air saluran drainase dan air sungai yang mengandung asam cukup tinggi tidak boleh digunakan dalam pekerjaan ini. Segala sesuatu yang ada sangkutannya dengan masalah pemakaian air sebagai bahan bangunan terlebih dahulu harus mendapatkan izin direksi.

2. 3.

Pasal 13 PEKERJAAN PEMBERSIHAN

Semua sisa bahan/material yang tidak digunakan lagi atau, setelah pekerjaan selesai harus diangkut keluar lokasi pekerjaan.

Pasal 14 UNTUK LAIN-LAIN PEKERJAAN

Persyaratan yang belum dan tidak tercantum dalam RKS ini serta yang belum/tidak dijelaskan pada waktu rapat penjelasan pekerjaan, akan berlaku peraturan pelaksanaan pekerjaan berdasarkan A.V dimana sudah tercakup dalam pedoman teknik pelaksanaan pekerjaan ini.

Makassar, 2011 Kepala Bidang Sarana & Prasarana Lingkungan Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar

Konsultan Perencana CV. MILANA CONSULTANT

Ir. ABU SOFYAN, MSP Nip : 19590720 199003 1 004

AGUSSALIM, ST Direktur

Mengetahui/ Menyetujui : KEPALA DINAS PEKERJAAN UMUM KOTA MAKASSAR Ir. M. ANSAR, M.Si Pangkat : Pembina Utama Muda Nip : 19630517 199203 1 004