P. 1
DIAGRAM ALIR.pdf

DIAGRAM ALIR.pdf

|Views: 180|Likes:
Dipublikasikan oleh Agung Cahyono
pkmp
pkmp

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Agung Cahyono on Jun 18, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial
Harga Terdaftar: $0.99 Beli Sekarang

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See more
See less

12/08/2015

$0.99

USD

pdf

text

original

USULAN PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA JUDUL PROGRAM

OLiFerBa : Organic Liquid Fertilizer of Bagasse
Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu (Saccharum officinarum L) Sebagai Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan dengan Teknik Aerasi

BIDANG KEGIATAN: PKM – P

Disusun Oleh: AGUNG CAHYONO FAIQ FIRDIANI NUR A. DEWI NUR APRILIA 115100213111008 (2011) 115100213111004 (2011) 115100213111002 (2011) 125100607111008 (2012)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012

HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul Kegiatan

: Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu (Saccharum officinarum L) Sebagai Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan dengan Teknik Aerasi.

2. Bidang Kegiatan : (√ ) PKM-P (Pilih salah satu) ( ) PKM-T 3. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM c. Jurusan d. Universitas/Institut/Politeknik e. Alamat Rumah dan No Tel./HP f. Alamat email 4. Anggota Pelaksana Kegiatan/Penulis 5. Dosen Pendamping a. Nama Lengkap dan Gelar b. NIDN c. Alamat Rumah dan No Tel./HP 6. Biaya Kegiatan Total a. Dikti 7. Jangka Waktu Pelaksanaan

( ) PKM-K ( ) PKM-M

( ) PKMKC

: Agung Cahyono : 115100213111008 : TEP ( Teknik Pertanian ) : Universitas Brawijaya : Jln. Kartini 157, Bangkok, Klampisan, Kec. Kandangan, Kediri : Agung01smansa@gmail.com : 4 orang : Fajri Anugroho, STP. M.Agr. Ph. D : 3323012803730002 : Jln. Lilin Emas B/2 Dadaprejo, Junrejo, Batu/081333128700 : Rp. 7.777.500,: 4 Bulan Malang, 9 Oktober 2012

Menyetujui, Pembantu Dekan III Keteknikan Pertanian,

Ketua Pelaksana Kegiatan,

(Dr. Ir. Elok Zubaidah, MP) NIP. 195908211993032001 Pembantu Rektor III Universitas Brawijaya,

(Agung Cahyono) NIM. 1151002131110008 Dosen Pembimbing,

(Ir.H.RB. Ainurrasjid, MS) NIP: 195506181981031002

(Fajri Anugroho, STP. M.Agr. Ph. D) NIDN: 3323012803730002

ii

……….3 Instrumen Peneltian.6 H.. Tujuan…………………………………………………….……………. Metode Penelitian………………….3 H.5 d..…………….2 D...7 Pupuk Organik Cair……………….2 Rancangan Penelitian…………….. Effective Microoganism (EM4)..Faktor yang Mempengaruhi Pengomposan a..4 H. Mikroorganisme.…………………………………………………………........v Daftar Tabel……………………………………………………….…………3 H...5 Kompos.2 Tetes (Molasses)………....…………………………………..4 Limbah Ikan……..1 Waktu dan Tempat Penelitian………………………………..1 B.………………………….………….…….……………………………..………………………………………………………....7 1....……….…..…………………….……………....………….4 H.DAFTAR ISI Halaman Kulit Muka……………………………………………….2 F.3 Kotoran Hewan………..iii Daftar Gambar……………………………………………………..……………………………………..7 H..……………………………………………….7 iii .…….…………. C/N Rasio…………………………………………………….……………………………………………...3 G.………4 H.....7 H..…………..…………………………….2 E..ii Daftar Isi…………………………………………………………….……………….….…………..……………………………………………….……………………………………….6 e.…………….6 H..……………………………………….1 C. Suhu…….6 Pengomposan……. Luaran Yang Diharapkan……………………………….…………….…………………………. Alat.……….……………………. Kelembapan dan Aerasi….. Perumusan Masalah………………………………………...…………….i Halaman Pengesahan………………………………………………..5 c.……....……….. Tinjauan Pustaka……………………………………………... Kegunaan………………………………………………….………………. Judul Penelitian……………………………………………. Latar Belakang Masalah…………………………………....…….vi A...1 Ampas Tebu (Bagasse)…..4 Faktor..5 b..3 H.…….……………………………………….6 H.

.…………………………………. Analisis Data Penelitian………….…..11 H... Teknik Pengumpulan Data……..…………………...……………...…………………………..8 2. ..………….………………………...10 H....…. Bahan.8 H.....…….8 1....11 H.……….….6 Jadwal Penelitian…………………………………………………..... Pembuatan Pupuk Cair……. Metode Pengomposan……………. Daftar Pustaka……………………..2.11 2.………………………….…………………….. Lampiran…………………………….…..………………………….……………....…..…….….7 Realisasi Biaya…………………………………………………...…………………………………………….13 J.…12 I.4 Pelaksanaan Penelitian….5 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data…………..14 iv ...11 1..

.5 Gambar 2...DAFTAR GAMBAR Gambar 1. Proses Umum Pengomposan………………………………………. Perubahan suhu dan jumlah mikroba selama proses pengomposan……………………………………..6 v .

Perlakuan Terhadap Konsentrasi Bahan dan Teknik Aerasi Pada Pengomposan………………………………….8 vi .. Kadar Hara Beberapa Bahan Dasar sebelum Dikomposkan…………………………………………. Kandungan dalam Limbah Bagase……………………………….....DAFTAR TABEL Tabel 1..…4 Tabel 3.…3 Tabel 2.

9. Namun kenyataannya bagase dibiarkan menumpuk dan menimbulkan bau yang menyengat. pupuk organik padat dari ampas tebu dan kotoran sapi memiliki komposisi N = 1. debu hasil pembakaran ampas di ketel. blotong dan tetes. Komposisi ini telah sesuai dengan syarat yang ditentukan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI-13-7030-2004). Ampas tebu sebagai hasil samping pada proses penggilingan tebu. Indonesia memiliki areal tebu seluas 447.6% per tahun terhampar di lahan pabrik sehingga dapat menyebabkan polusi udara. K= 1. yakni di sekitar Pabrik Gula Kebon Agung Kec. Ampas tebu mengandung air. padatan bekas analisis laboratorium. B. hal ini terjadi karena terjadi perombakan bahan organik secara anaerobik. Menurut penelitian Yuliani dan Nugraheni (2009). Bau yang tidak sedap ini menimbulkan masalah bagi masyarakat yang tentunya berada disekitar lokasi penimbunan bagase.3 juta ton atau 2. Malang. Ampas tebu dapat digunakan sebagai bahan bakar briket untuk kebutuhan energi selama proses produksi sebanyak 10. Sisa ampas tebu 0. Hal ini memiliki potensi untuk .7%. sehingga bila ditumpuk akan menimbulkan panas yang sangat berpotensi untuk dijadikan bahan pembuatan kompos. 2009).8% C/N rasio = 18. pabrik gula pasir selalu mengeluarkan limbah padat meliputi ampas tebu. Kepanjen.4%.4% dari total tebu. JUDUL PENELITIAN OLiFerBa : Organic Liquid Fertilizer of Bagasse Pemanfaatan Limbah Ampas Tebu (Saccharum officinarum L) Sebagai Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan dengan Teknik Aerasi. LATAR BELAKANG MASALAH Indonesia merupakan salah satu negara penghasil tebu dengan jumlah produksi yang cukup tinggi. gula. Menurut Santoso (2009) setiap musim giling. P = 1.030. pandangan dan bau yang tidak sedap disekitar pabrik gula (Sutrisno. Dari data Dewan Gula Indonesia (DGI) pada tahun 2012. serat dan mikroba. dihasilkan sekitar 32 % dari tebu yang digiling.016 ton. Limbah tersebut perlu ditangani dengan seksama dan serius agar tidak mencemari lingkungan.227 hektar yang menghasilkan tebu 31.1 A.2 juta ton pertahun atau 97.

. Bagaimana proses pembuatan OLiFerBa dalam media air yang diberi aerasi dan pemberian nutrisi dari microbial starter (EM-4) serta molasses sebagai bahan tambahan? 3. Mengetahui komposisi bahan organik yang optimum dan mengetahui teknik aerasi yang sesuai selama proses pengomposan. 4. Analisis konsentrasi dan nutrisi yang terkandung pada kompos padat dan kompos cair. Bagaimana efisiensi penggunaan pupuk organik cair OLiFerBa pada budidaya pertanian? D. TUJUAN Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah: 1. 3. Mengetahui efisiensi aplikasi pupuk organik cair OLiFerBa pada budidaya pertanian. yang tentunya akan memiliki kualitas lebih baik dari pupuk organik komersial .2 dijadikan kompos cair OLiFerBa. LUARAN YANG DI HARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah untuk menciptakan suatu pupuk organik cair yang sesuai dengan ketentuan SNI: 19-7030-2004 dan dapat dipatenkan serta dapat dipublikasikan dalam bentuk jurnal atau artikel ilmiah. P dan K) pada pupuk organik cair OLiFerBa. Bagaimana mengolah ampas tebu menjadi pupuk organik dengan penambahan bahan organik lain ( kotoran sapi dan limbah ikan) dengan komposisi yang optimum dengan teknik aerasi ? 2. C. PERUMUSAN MASALAH Berdasarkan berbagai asumsi yang telah dikemukakan maka dapat diajukan permasalahan: 1. Mengetahui proses pembuatan OLiFerBa yang optimal. 2. Mengetahui kandungan bahan kimia (N. E. 4.

2. Kandungan dalam Limbah Bagase Kandungan Presentase (%)* Bahan Organik 90% Nitrogen (N) 0. Sebagian besar bagase dimanfaatkan sebagai bahan bakar boiler.04% Keterangan : *Persentase(%) berat kering ampas tebu Sumber : Toharisman.1991 G. . tangki tidak cukup menampung karena tetes kurang laku (Tedjowahjono. Tabel 1. Pabrik gula rata-rata menghasilkan bagase sekitar 32% bobot tebu yang digiling. Akibatnya tidak sedikit pabrik gula yang mengalami kendala dalam penyimpanan tetes sampai musim giling berikutnya. sehingga tidak semua tetes tebu yang dihasilkan dimanfaatkan untuk itu.14% Kalsium (Ca) 0.02% K2O 0. 1989). namun selalu ada sisa bagase yang tidak termanfaatkan yang disebabkan oleh stok bagase yang melebihi kebutuhan pembakaran oleh boiler pabrik.1 Ampas Tebu (Bagasse) Kompos bagase adalah kompos yang dibuat dari ampas tebu (bagase).3 F.3% P2O5 0. KEGUNAAN 1. Menerapkan penggunaan pupuk organik cair ampas tebu sebagai salah satu usaha menuju pertanian organik. G. yaitu limbah padat sisa penggilingan batang tebu. TINJAUAN PUSTAKA G. Mengatasi permasalahan penumpukan ampas tebu yang menyengat melalui pengomposan.06% Magnesium (Mg) 0.2 Tetes (Molasses) Molasses dimanfaatkan sebagai pupuk organik (kompos) dari arang ampas tebu dan limbah sapi dibutuhkan kandungan gula dalam tetes yang cukup tinggi. 3. Memberikan alternatif penggunaan kompos ampas tebu sebagai sumber utama pembuatan pupuk organik cair yang aman dan ramah lingkungan.

46 32.45 K .8 C/N % 0. G. lembab.4 G. 2003).14 2.5 Kompos Kompos adalah hasil dekomposisi tidak lengkap.75 0.12 % 16.98 28. Ca.68 % 0.08 1.8 11.67 0.12 P % 0.3 Kotoran Hewan Di bawah dijelaskan adanya pengomposan meningkatkan kadar hara N. dipercepat secara artifisial dari campuran bahan-bahan organik oleh populasi berbagai macam mikroba dalam konsisi lingkungan yang hangat. dan aerobik (Crawford J. kandungan N total (1 460 – 1 540 ppm). menurunkan rasio C/N dan kadar air per unit yang sama. Jika pembuatan kompos berlangsung baik.70 0.54 1.4 Limbah Ikan Penelitian yang dilakukan oleh Chaniago (2004) membuktikan bahwa limbah hasil pengolahan ikan mengandung unsur hara makro yang tinggi seperti N. K.41 1.49 1.6 Pengomposam Dalam proses pengomposan.85 1. dan Mg. sebagian besar kalium dalam bentuk yang mudah larut sehingga sekitar 90-100% kalium itu mudah diserap tanaman. G. 1982) G. Kadar Hara Beberapa Bahan Dasar sebelum Dikomposkan Kadar hara Jenis bahan asal Bahan segar Kotoran sapi Kotoran kambing Kotoran ayam Kompos Sapi Kambing Ayam % 63.34 1.H.3 10.97 % 1. maka 50-60% fosfor akan berupa bentuk larutan N % 41. Tabel 2.68 2.70 Sumber: (Stevenson. P.53 1.44 46.51 42.18 C % 1. kandungan fosfor (63 – 70 P2O5) dan kandungan K (2 970 – 3 560 ppm K2O) serta unsur makro dan mikro lainya.50 % 2.

ukuran bahan. Pada suhu diatas 40o C mikroorganisme mesolifik digantikan dengan mikroorganisme termolifik dan pada tahap termolifik inilah laju dekomposisi yang terjadi sangat tinggi (Gaur. 1999).5 sehingga mudah diserap tanaman (Murbandono. kelembaban dan aerasi. 1980). 1980). Semakin rendah nilai C/N Rasio bahan. Menurut Sibuca (1993) kelembaban dan aerasi ini dapat dijaga dengan pembalikan dan penyiraman bahan kompos selama proses pengomposan. Kondisi tersebut harus dijaga agar mikroorganisme dapat bekerja secara optimal. . Suhu Suhu yang tinggi selama pengomposan merupakan indikator laju proses pengomposan dan kegiatan mikroba. b. C/N Rasio antara 26 – 35 sangat efisien untuk pengomposan. Proses pengomposan dapat terjadi secara aerobik (menggunakan O2) atau anaerobik (tanpa O2). Faktor – faktor yang Mempengaruhi Proses Pengomposan Faktor – faktor penting dalam pengomposan adalah : C/N Rasio. Kelembaban yang lebih rendah atau tinggi dapat menyebabkan mikroorganisme tidak berkembang atau mati (Indriani. 1992) C /N Rasio dari bahan organik merupakan faktor yang sangat penting dalam proses pengomposan. c. sehingga pengomposan akan berjalan lambat (Gaur. Jika C/N rasio terlalu tinggi maka aktivitas mikroorganisme dalam mendegradasikan bahan organik akan menurun. a. waktu yang dibutuhkan untuk pengomposan semakin singkat (Indriani. Proses Umum Pengomposan (Rynk. 1980). 1995). 1999). pH dan mikroorganisme (Gaur. suhu. Kelembaban dan Aerasi Umumnya mikroorganisme dapat bekerja dengan kelembaban sekitar 40–60 %. C/N Rasio Gambar 1.

1994). dan ragi. mengurangi penggunaan pupuk anorganik dan sebagai alternatif pengganti pupuk kandang (Sarjana. K. Pupuk organik cair selain dapat memperbaiki sifat fisik. dan mikro organisme yang menghasilkan asam laktat (Higa dan Wididana. dan bahan organik). meningkatkan kualitas produk tanaman. . dan biologi tanah. juga membantu meningkatkan produksi tanaman. Bahan organik yang dicampurkan kedalam tanah dapat difermentasikan oleh Lactobacillus sp. Mg. 1999). S.6 Gambar 2. Cu. B. Fe. EM4 ini mengandung Lactobacillus sp dan sebagian kecil bakteri fotosintetik. Streptomyces sp. Perubahan suhu dan jumlah mikroba selama proses pengomposan d. Effective Mikroorganisme 4 (EM4) Effective Mikroorganisme 4 (EM4) adalah kultur campuran dari berbagai mikroorganisme yang menguntungkan bagi pertumbuhan tanaman. 2007). Mn. Mikroorganisme Proses pengomposan tergantung pada berbagai macam jasad renik. kimia. P. Ca. G.7 Pupuk Organik Cair Pupuk organik cair kebanyakan diaplikasikan melalui daun atau disebut sebagai pupuk cair foliar yang mengandung hara makro dan mikro esensial (N. Mo. Berdasarkan kondisi habitatnya jasad – jasad renik tersebut terdiri atas dua golongan yaitu mesolifik dan termolifik. sedangkan jenis termolifik adalah yang hidup pada suhu antara 45 – 65o C (Nurisamunandar. Jasad renik mesolifik adalah yang hidup pada suhu antara 0 – 45o C. e.

2 Rancangan Penelitian Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang tersusun atas 2 faktor yaitu komposisi dan konsentrasi bahan organik.7 H. dan faktor II (Teknik aerasi) dimana terdiri dari 2 level. beaker glass.Universitas Brawijaya.alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain mesin pencacah (MPS) TKS 115. aerator. sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakuan masing-masing diulang sebanyak 3 kali. METODE PENELITIAN H. kertas saring Whatman 42. neraca digital. dan teknik aerasi. Alat Alat. Faktor I: Komposisi Dan Konsentrasi Bahan Organik (A) A1 : 100 % Bagasse A2 : 80 % Bagasse + 20 % Kotoran Sapi A3 : 60 % Bagasse + 20 % Kotoran Sapi + 20 % Tepung Ikan Faktor II: Teknik Aerasi (B) B1 : Aerasi Aktif B2 : Aerasi Pasif Tabel 3. komposter. Faktor I (komposisi dan konsentrasi bahan organik) terdiri dari 3 level.3 Instrumen Penelitian 1. Perlakuan Terhadap Konsentrasi Bahan dan Teknik Aerasi Pada Pengomposan Jenis Bahan (A) A1 A2 A3 H. thermometer. cabinet dryer. pengaduk kayu. Teknik Aerasi B1 A1B1 A2B1 A3B1 B2 A1B2 A2B2 A3B2 . Penelitian akan dilaksakan selama 4 bulan. dan pipa paralon. corong gelas. karung. Kepanjen. H. Kemudian penelitian akan dilaksanakan di Laboratorium Biokimia dan Nutrisi Hasil Pertanian dan Laboratorium Teknik Sumber Daya Alam dan Lingkungan.1 Waktu dan Tempat Penelitian Pegambilan sampel bagase akan dilakukan di Pabrik Gula Kebon Agung Kec. Malang.

Bagase yang telah dicacah dimasukkan ke dalam 6 karung yang masingmasing karung ditambah dengan kotoran sapi dan tepung ikan. Setiap hari dilakukan pengukuran temperature pada tiga titik yang berbeda. (KE3) 80% bagase + 20% kotoran sapi dengan aerasi aktif. Bagase dicacah menggunakan mesin pencacah sampah (MPS) TKS 115. Aerasi yang digunakan yakni aerasi aktif dan pasif. 3. Electric Conductivity (EC) meter. aerasi pasif (tanpa alat bantu) juga digunakan untuk 3 karung yang lain. 2. dengan asumsi 1 komposter untuk 1 karung. Atomic Absorption Spectrophotometer ( AAS ) Solaar 969 .4 Pelaksanaan Penelitian 1. tengah dan bawah karung menggunakan thermometer. 4. 5. kepala ikan. Pengomposan Pada tahap pengomposan ini menggunakan tahap kondisi perlakuan yaitu: (KE1) 100% bagase dengan aerasi aktif. kapur (agar pH seimbang). inokulan (bibit kompos : Molasses Cair dan EM-4).masing karung yang berisi bagase kemudian diaduk menggunakan kayu pengaduk. 2. Sebelumnya pada karung telah dipasang pipa yang terhubung dengan aerator dan penyedot udara pada karung lain. Aerasi aktif (aerator) digunakan untuk 3 karung .masing karung yang berisi bagase kemudian dimasukkan ke dalam komposter. Bahan Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bagase. spectra UV-Vis type UV-3200 (CP). Pengukuran suhu ruangan serta kelembapan ruangan juga perlu dilakukan untuk mendukung eksperimen. (KE6) 60% bagase + 20% kotoran sapi + 20 % tepung ikan dengan aerasi pasif. EM-4 ditambahkan pada masing. yakni bagian atas. H. Masing. kotoran sapi. (KE5) 60% bagase + 20% kotoran sapi + 20% tepung ikan dengan aerasi aktif. .8 Alat yang digunakan untuk analisis antara lain pH meter (ML-50). (KE2) 100% bagase dengan aerasi pasif. air bersih tanpa kaporit/ tawas. (KE4) 80% bagase + 20% kotoran sapi dengan aerasi pasif. C/N Coder. Pelaksanaan pengomposan pada Kelompok Eksperimen (KE) sebagai berikut: 1.

C.EC meter b. Pada hari ke 2.9 6. 5. Kompos akan matang apabila nilai C/N rasio kurang dari 20.masing sampel. C/N rasio. 8. masing. 7. c. Sampel kompos kemudian diletakkan di wadah selanjutnya sampel dicampur. C/N rasio dukur menggunakan CN Coder. 14. C dan N diukur menggunakan spectra UV-Vis type UV-3200 (CP). N. selanjutnya diletakkan pada lemari pendingin dengan suhu dibawah 4oC. pH dan EC (Electric Conductivity) diukur menggunakan pH. 11. P dan K Kompos Padat Matang dengan C/N rasio <20 Diagram Alir 1. EC. Kotoran Ternak Dicampur tepung ikan Baggase Dimasukkan dalam karung Aerasi Pipa dipasang pada Karung dan dihubungkan dengan aerator EM4 Komposterisasi Pengukuran Temperatur Bahan Pengukuran Suhu dan RH Ruangan Sampling Analisis Ph. dari campuran tersebut hanya diambil 50 g. 8.masing 50 g. a. tengah dan bawah) menggunakan pipa. d. Proses Pengomposan dengan rasio bahan 3:1:1 . P dan K diukur menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometer ( AAS ) Solaar 969. Selanjutnya dilakukan analisis terhadap masing. 17 dan 20 dilakukan sampling dengan mengambil kompos pada tiga titik yang berbeda (atas.

direndam selama 24 jam. 3. N. 4. Proses Pembuatan Pupuk Cair . EC. N. Kompos Padat Matang Dimasukkan dalam Drum Diekstraksi 200 ml Pupuk Cair Dimasukkan dalam Refigerator dengan suhu <4oC Fermentasi Aerobik Sampling Air Molasses Analisis Ph. dan K. 2. kemudian karung dikeluarakan dari komposter (drum). P. kompos cair kemudian diambil sebanyak 200 ml dan dimasukkan ke lemari pendingin denagan suhu <4oC untuk dilakukan analisis Ph. Sampling. P dan K Filtrasi Kompos cair (SNI: 19-7030-2004) Digram Alir 2. 5. EC. Setelah kompos matang. Komposter diisi dengan 40 liter air dan ditanbah molasses sebanyak sebagai nutrisi bagi bakteri dan ditambah starter (EM4).10 2. Apabila kandungan tersebut sesuai dengan SNI: 19-7030-2004 maka pupuk cair siap digunakan. Filtrasi dilakukan dengan menggunakan kertas whatman. Pembuatan Pupuk Cair Proses pembuatan pupuk organik cair dengan mengekstraksi pupuk organik padat yakni sebagai berikut: 1. 6. Kemudian karung dimasukkan kedalam drum. Karung yang berisi kompos dan air kemudian diektraksi (diperas) untuk mendapatkan kompos cair.

15.Rp. 100. maka dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). 100. Bahan Tambahan  Cairan EM-4 Biaya Satuan Rp. Jika ada perbedaan yang nyata antara perlakuan. 2.000.Rp. H. 500/kg Rp. 15. yaitu metode observasional dan metode eksperimental.Rp.000/ltr Kebutuhan 180 kg 30 kg 50 liter 30 kg 1 liter Jumlah Rp. 300.Rp.11 H.500/kg Rp.000.6 Jadwal Kegiatan Kegiatan Bulan ke-1 Bulan ke-2 Bulan ke-3 Bulan ke-4 Personalia Faiq & Dewi Tim Agung & Firdi Tim Agung 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 Persiapan Penelitian Laboratorium Uji Produk Analisis Data dan Hasil Uji Penulisan Laporan H. dan cara aerasi serta kombinasinya.000. 1.5 ltr Rp.000/2. Analisis Data Penelitian Data hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan analisis variansi dengan rancangan faktorial dengan tiga faktor yang meliputi komposisi bahan.1500/kg Rp. Bahan Baku Penelitian  Bagase  Kotoran sapi  Molasses (Tetes)  Limbah ikan 2. konsentrasi. 270. Rancangan faktorial tersebut digunakan untuk melihat pengaruh perlakuan terhadap proses pengomposan dan juga untuk mengetahui perlakuan mana saja yang terbaik.- .7 Realisasi Biaya a.000.15.5 Teknik Pengumpulan Data dan Analisis Data 1.000. Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini terdiri atas dua bagian. Bahan Habis Pakai Jenis Bahan 1.

4.Rp.000/hr Rp.900. 500.- Kebutuhan 1 rim 1 kotak 2 jilid 10 cetak Jumlah Rp.Rp. 50. 840.000. 30.  Sekop  Aerator AQUILA Q6  Pipa paralon  Selang  Botol  Komposter (dari tong sampah plastic atau kotak semen).000.000.000/drum 2 hari 1 buah 12 buah 12 batang 50 meter 12 buah 12 buah Rp.000/rim Rp. 25.Rp. Transportasi pembelian kebutuhan bahan dan komunikasi Total d. 75.000. 15.000/bulan - Kebutuhan 4 bulan x 2 - Jumlah Rp.- . 14.000.- b.- Rp.Rp. 900. 600.100.Rp. Sewa Laboratorium 2. 172. 25. 10. 70.Rp. 35. Perjalanan Jenis 1.000.000. 840.Rp. Total Rp. 100.000/batang Rp.000. Peralatan Penunjang PKM Jenis Biaya Satuan 1.000.000. 75. 3. 500. Sewa Peralatan laboratorium 3. 300.000.Rp.025.000/sampel Rp.000/kotak Rp. 500.000.000.- Kebutuhan - Jumlah Rp. 7500/jilid Rp.12 3. 800.000/cetak Biaya Satuan Rp.080.000.000/sampel Rp.000.000.25.Rp.000.000/meter Rp.000/sampel 12 sampel 12 sampel 12 sampel 12 sampel Rp.000. 420. 3.000-. 14.500.Rp.50.000. Lain – lain Jenis 1.Rp. 32.Rp.Rp. 32. 24.000. 360. 4.Rp.- Rp. 70.000.000/sampel Rp.Rp.Rp.000. 10. Biaya Analisis  Kadar air  Phosphor  Nitrogen  Kalium Total c. Rp. Alat yang Digunakan  Sewa mesin pencacah. 2. Kertas A4 80 gram Tinta Fotocopy dan penjilidan Dokumentasi Kegiatan Total Biaya Satuan Rp.Rp. 2000/botol Rp.

172.2008. Improving Soil Fertility Through Organik recycling. S.nraes. Nurisamunandar. Pemanfaatan Limbah Pengolahan Ikan Sebagai Bahan Pupuk Organik Cair. 1982.N. 4. Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat. A classic in on-farm composting. Penebar Swadaya. 2.000.080. [Abstrak Penelitian Hibah Bersaing].A. (2007). Northeast Regional Agricultural Engineering Service Pub. Wididana. Cheremisinoff and R. Higa. 1999.Y. On-Farm Composting Handbook.Rp. dan G. h: 186. R. 1994.Ouellette (ed).: John willey and sons. in Biotechnology Applications and Research. Murbandono. Jakarta. Gaur. No. Jumlah Rp. Bogor: Tesis Pascasarjana IPB. Membuat Kompos Secara Kilat. Stevenson. New york. 1992. Buletin Kyusey Nature Farming (Vol.500. 2009.500. Pengomposan Limbah Ampas Sagu ( Metroxylon Sogo Rottb ) Dengan Aktivator dan Waktu Pengomposan yang Berbeda Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Selada (Lactuta Sativa) Serta Aspek Sosial Ekonominya. Humus Chemistry Genesis.777. h: 21-31. XV (2). Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Produksi Kentang (Solanum tuberosum L. Crawford. A. 1995. Ithaca. Project Field Document (13) : 7 – 14.Rp. Reaction. Membuat Kompos. H. I. DAFTAR PUSTAKA Chaniago. 1980. Jakarta: Penebar Swadaya. Bahan Habis Pakai Peralatan penunjang PKM Perjalanan Lain – lain Total I. Catatan Pribadi Dalam Melaksanakan Pelayanan dan Penelitian di 54 pabrik Gula Di Indonesia Pada Musim Giling 1975 . 2000. ISSN 0854-5367 Rynk.13 e. L. Cooperative Extension Service. A. Paul N.Rp. Rahayu w. Composting of Agricultural Waste. Role of Microorganism 4 (EM4) in Improving Soil Fertility and Productivity.Rp. Murbandono. J.). J. Y.org Santoso. 3. T. Rekapitulasi Biaya Jenis 1. Tasmin M. Website: www. H.000. B. Institut Pertanian Bogor.3): 82 – 94. Indriani. Compotion.000. 4. h.025. ANATOMI FISIOLOGI. 68-77. P. 2004. 500. Fundamental Of Composting FAO/ UNDP Regional Project RAS /75 /004.7. F. Parman. L. Tidak Diterbitkan. Membuat Kompos Edisi Revisi. Depok: Penebar Swadaya. 2003. 3.- . 54. N. E. (1999).C. HS.

Ketua Kelompok Nama : Agung Cahyono TTL : Kediri. Pembuatan Pupuk Organik (Kompos) Dari Arang Ampas Tebu Dan Limbah Ternak. F.deatmore@gmail.com/ 08990377078 Malang. S.com / 085655752808 Malang. 1991. Tedjowahjono. 2009. J. 19 Juni 1993 : 115100213111004 : Universitas Brawijaya : Jln. 42 Malang : Aquaclub.. Malang Email dan No.HP : Agung01smansa@gmail. LAMPIRAN Daftar Riwayat Hidup Peserta 1. Prosiding Pertemuan Teknis Tengah Tahun. Kerusakan Tetes dalam Penimbunan dan Usaha Pencegahannya. Pembuatan Kompos. Watu Gilang No. 1989. Toharisman.11. 27 Juni 1992 NIM : 115100213111008 Asal Universitas : Universitas Brawijaya Alamat Malang : Jalan Raya Sumber Sari 292 C.h: 85 Yuliani. A. Toharisman. h: 119 – 138.HP : Faiq : Uato Lari. Pembuatan Kompos Dari Ampas Tebu. 2009. Anggota Kelompok 1 Nama TTL NIM Asal Universitas Alamat Malang Email dan No. Pasuruan-Jatim: P3GI. & Nugraheni. Pasuruan: P3GI.Ikhtisar Angka Perusahaan Tahun Giling 2008 (Inpress). 10.14 Sutrisno. Berita No. 8 Oktober 2012 (Faiq) . F. 8 Oktober 2012 (Agung Cahyono) 2. A.

8 Oktober 2012 ( Dewi Nur Aprilia) 5. Ph. M.id NIP : 3323012803730002 No Telp/ No HP : 081333128700 Malang. STP. D) . 28 Maret 1973 Alamat Rumah : Jln.nuraprilia@yahoo. Anggota Kelompok 3 Nama TTL NIM Asal Universitas Alamat Malang Email dan No. D Tempat dan Tanggal Lahir : Banyuwangi.3B No.anugroho@ub.15 3.Agr. 8 Oktober 2012 (Firdiani Nur Affifah) 4. Biodata Dosen Pembimbing Nama Lengkap dan Gelar : Fajri Anugroho.Sumbersari Gg. 14 April 1994 : 125100607111008 : Universitas Brawijaya : Jl. Junrejo.HP : Firdiani Nur Afiffah : Jember. M. 8 Oktober 2012 (Fajri Anugroho. Anggota kelompok 2 Nama TTL NIM Asal Universitas Alamat Malang Email dan No. Lilin Emas B/2 Dadaprejo.Agr.Watumujur 1. Ph.affifah@gmail. 20 Juni 1992 : 115100213111002 : Universitas Brawijaya : Jl.HP : Dewi Nur Aprilia : Surabaya. no.com/085649858254 Malang.ac.com/085746549577 Malang. STP.165 Malang : philhie. Batu Fakultas/Jurusan : Teknologi Pertanian/ TSAL Perguruan Tinggi : Universitas Brawijaya Email : Fajri.8 Malang : Dewi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->